Desclaimer :

Super Junior milik SMEnt, orang tua, keluarga, kerabat dan diri mereka sendiri.

Fic ini milik HwiKa.

Rate : T

Pair : YeKyuSung (YesungxKyuhyunxYesung) ^^

Genre : Crime, Drama

Warning : BL/Yaoi, OOC, Typo's, Aneh, dan kekurangan lainnya.

.

.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

Kyuhyun berdiri menatap langit biru di balkon kamar apartemen barunya. Pikirannya melayang pada kejadian tadi malam dimana dia melaksanakan misinya.

Tidak.

Dia bukan memikirkan targetnya yang telah mati dia bunuh itu.

Tapi dia memikirkan sosok namja yang dengan mudah membebaskannya itu.

Dia melihat arloji ditangannya.

06.15 A.M.

Kyuhyun berjalan kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuh di kasur. Dia belum tidur sejak melakukan tugasnya beberapa jam lalu. Setelah berhasil meloloskan diri, dia langsung menuju kediaman Lee Donghae untuk memberitahu hasilnya. Dan setengah jam lalu, barulah dia sampai pada apartemennya ini.

Dipejamkan matanya saat rasa kantuk menyerang.

Wajah namja bernama Kim Jongwoon melintas di otaknya.

Kyuhyun kembali membuka matanya dan menyeringai tipis.

"Kim Jongwoon," ucapnya pelan.

Dia pun teringat dengan ucapan Lee Donghae tadi.

.

"Aku bertemu dengan seseorang dan dia membebaskanku."

"Dasar bodoh! Kenapa kau bisa tertangkap? Siapa dia?"

"Namanya Kim Jongwoon."

"Kim Jongwoon? Ck, dialah yang memintamu untuk membunuh Kim Youngwoon itu, bodoh!"

.

Kyuhyun mengerutkan keningnya dan mendudukkan dirinya.

"Dia memakai seragam SWAT berarti dia polisi. Cih, ternyata itu hanya kedoknya saja," ujar Kyuhyun pada dirinya sendiri lagi.

"Pantas saja dia membebaskanku. Tapi kalaupun dia berniat menangkapku, aku akan membunuhnya terlebih dahulu."

Kyuhyun kembali membaringkan badannya.

"Cih, ternyata ada saja orang yang lebih hina dariku."

Dia pun terlelap dengan ucapan terakhirnya yang mengejek Kim Jongwoon.

.

Cho Kyuhyun.

Selama ini dia menganggap dirinya hina.

Sangat hina.

Apa bedanya dia dengan kedua orang tuanya yang selalu memakai topeng itu, eoh?

Tak ada.

Dia pun memakai topeng yang sama. Sebuah topeng datar tanpa ekspresi untuk menutupi segala kejahatannya. Untuk menutupi segala kehinaannya.

Dia membenci orang-orang yang memakai topeng seperti keluarganya.

Dia pun membenci dirinya sendiri karena tidak bisa melepaskan topeng ini.

Dan satu lagi orang yang masuk daftar yang dibencinya selain keluarganya.

Kim Jongwoon.

Entah kenapa, rasa benci yang teramat sangat itu bersarang dihatinya saat mengetahui kalau seragam kepolisian yang seharusnya digunakan untuk menegakkan keadilan itu malah digunakan sebagai kedok dari perbuatannya yang hina.

Lagi-lagi topeng kehidupan turut berperan dalam kehidupan manusia.

.

Kyuhyun mengerjapkan matanya berkali-kali. Tangannya meraba meja nakas disebelahnya mencari ponselnya yang berdering sangat nyaring.

"Ya! Cho Kyuhyun! Kenapa kau lama sekali mengangkat telponku?" teriak suara disebrang sana yang membuat Kyuhyun berdecak kesal.

"Ada apa lagi? Kau tahu, aku baru tidur beberapa menit yang lalu!"

Dia kesal, sangat kesal.

Tak adakah waktunya untuk beristirahat dengan tenang?

"Tak usah marah-marah begitu! Aku ini bos-mu!"

"Hn."

"Aish, sudahlah. Cepat datang ke tempatku. SEKARANG!"

Tut Tut Tut.

Kyuhyun menatap layar ponselnya dan merutuk seseorang bernama Lee Donghae yang selalu saja menyuruhnya seenaknya seperti ini.

Dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar menyegarkan badan. Dan Setelahnya memenuhi panggilan yang menuntutnya itu.

.

.

.

Cklek. Blam.

"YA! Tidak perlu membanting pintu begitu! Kalau rusak kau mau tanggung jawab, eoh?" seru Donghae ketika anak buah kesayangannya itu menampakkan diri di depannya.

"Cepat, ada apa?"

"Aku tahu kau lelah. Aku juga lelah karena ponselku tak berhenti berdering semalaman. Banyak panggilan yang memintamu membantu mereka. Dan aku pun harus menyortir terlebih dahulu mana panggilan yang penting dan harus kau kerjakan."

"Tak usah basa-basi."

"Baiklah. Ada tugas lagi untukmu. Dan kali ini datang dari kantor kepolisian."

Kyuhyun mengerutkan dahinya, "Kantor kepolisian?"

"Ya. Mereka ingin kau membantu menyergap pabrik produksi ekstasi terbesar di SEOUL."

"Bagaimana mungkin mereka bisa meminta bantuan? Identitas kita bisa terbongkar!"

"Aku juga sudah memikirkan hal itu sebelum menerimanya. Kau tak perlu khawatir," Donghae menghela napas sejenak, "Dia orang yang bisa dipercaya."

"Dia?"

Donghae mengangguk, "Kau ditunggu di kantor kepolisian pagi ini jam 08.00. Mereka yang akan menjelaskan selebihnya padamu."

Kyuhyun mengumpat dalam hati. Dia ingin sekali berteriak dan melepas topeng datar yang selalu dipakainya itu.

"Berhati-hatilah. Jangan sampai seperti semalam," pesan Donghae sebelum Kyuhyun mengangguk dan meninggalkan ruangannya.

Donghae menatap pintu yang berjarak beberapa meter didepannya itu sambil menopang dagu.

Sebernarnya namja yang hanya terpaut usia lebih tua 2 tahun dari Kyuhyun ini sungguh mencemaskan keadaan namja yang tadi berdiri di depannya.

Bagaimana tidak?

Dia belum mendapatkan istirahat setelah tugasnya semalam, dan dia kembali mendapat tugas lain yang memaksa tubunya itu kembali bekerja.

Donghae kembali menghela napas.

Dia berharap Kyuhyun secepatnya berhenti dari tugas ini sehingga dia tak perlu mencemaskannya seperti ini lagi.

.

.

.

"Silahkan duduk Kyuhyun-shi," ujar seorang namja berseragam hitam yang dihadiahi anggukan oleh Kyuhyun.

"Terimakasih sebelumnya anda sudah mau membantu kami."

Kyuhyun kembali menganggukkan kepalanya.

"Anda tentu sudah tahu..." namja itu menghentikan ucapannya ketika Kyuhyun menginterupsi, "Tidak perlu seformal itu padaku."

"Ah baiklah... Begini... Kami akan menyergap sebuah pabrik ekstasi. Pabrik itu memiliki sistem keamanan yang sangat tinggi. Kami meminta bantuanmu untuk memcahkan password-password yang dimilikinya dan menghancurkan sistem keamanan lainnya. Hanya itu. Kami tak akan membawamu dalam bahaya," ujar namja dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.

"Ck, ini termasuk membawaku dalam bahaya, bodoh!" rutuk Kyuhyun dalam hati.

"Sebaiknya kita bersiap. Kita akan berangkat 15 menit lagi."

"Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan," ujar Kyuhyun menghentikan kegiatan polisi di depannya yang hendak beranjak dari duduknya itu.

"Ah ya?"

"Apa pabrik itu besar? Dengan sistem keamanan tinggi pastilah pabrik-pabrik besar yang memilikinya. Tapi ini hanya sebuah pabrik ekstasi. Sangat aneh rasanya pabrik ekstasi menjulang tinggi di tengah kota."

Namja berseragam hitam itu kembali tersenyum, "Kau benar Kyuhyun-shi... pabrik itu kecil. Dan letaknya ada di pedalaman, bukan di tengah kota."

Kyuhyun mengangguk, "Berapa orang yang dikerahkan?"

"Aku mengerahkan 1 pasukan yang berjumlah 5 orang."

Kyuhyun mengernyit heran, "5 orang? Apa itu tidak terlalu sedikit?

"Kau tidak perlu khawatir, Kyuhyun-shi. Kami sudah memperhitungkan semuanya. Oh ya, kami sudah menyiapkan seragam SWAT untukmu."

Kyuhyun menggeleng kali ini, "Tidak, terimakasih. Aku tidak pantas memakainya."

"Tapi kau harus memakainya, Kyuhyun-shi... itu seragam anti peluru," ujarnya tegas.

"Aku bisa menjaga diriku sendiri."

Namja itu tetap tersenyum menanggapi sikap angkuh dari Kyuhyun, "Baiklah... Sekarang aku akan memperkenalkan anak buahku padamu. Ayo ikut aku."

Mereka memasuki sebuah ruangan lain disana dan terlihat 4 orang namja tengah duduk dan sedikit berbincang. Mereka bangkit seketika dan membungkukkan badan ketika melihat pimpinan mereka datang.

"Perkenalkan diri kalian."

"Tan Hankyung."

"Lee Sungmin."

"Kim Heechul."

"Kim Jongwoon."

Kyuhyun yang tadinya tidak memperhatikan langsung menoleh kearah seseorang yang menyebut dirinya Kim Jongwoon.

"Dan aku Park Jungsoo."

Kyuhyun menatap tajam seseorang bernama Kim Jongwoon di ujung sana yang juga menatapnya datar.

"Ya! Aku tahu kalian saling kenal. Tapi tak perlu saling tatap-tatapan seperti itu kan," seru namja cantik bernama Kim Heechul yang membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

"Kenal?" gumam Kyuhyun.

"Ya, Yesung bilang dia punya kenalan yang bisa membantu kami dan dia menghubungimu."

Kyuhyun menghela napas dan keluar dari ruangan itu.

"Ada apa dengan dia? Aku tak suka sikapnya," gerutu Heechul.

"Sudahlah, ayo kita berangkat. Kalian siap?"

Keempatnya mengangguk dan mengikuti langkah Park Jungsoo atau biasa dipanggil Leeteuk keluar ruangan.

.

.

.

Van hitam itu melaju memasuki kawasan tersembunyi yang dikelilingi pohon-pohon besar dan berhenti di depan sebuah tembok yang menjulang tinggi.

Ke 6 orang turun dari van itu.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Sesaat dia merasa takjub dengan tembok besar yang digunakan menjadi pagar ini.

"Ayo ikut aku," seru Leeteuk yang mulai berjalan diikuti yang lain.

Mereka berhenti tepat disebuah gerbang besar berwarna hitam. Mereka semua melirik ke atas melihat ujung pagaar yang tinggi ini.

"Waw," gumam seorang namja bermata kelinci, Lee sungmin.

"Bagaimana cara kita memasukinya?" tanya Hankyung yang memeriksa tiap celah pagar itu.

"Kita harus memanjatnya," jawab Leeteuk yang membuat keempat anak buahnya itu langsung menoleh kearahnya.

"Yang benar saja? Pagar ini sangat tinggi!" protes Heechul.

Kyuhyun berjalan mengikuti arah tembok yang membawanya ke timur dan berhenti tepat di sudut tembok itu. Dia kembali melangkah maju menyisir tembok-tembok itu.

"Ayo ikuti dia," perintah Leeteuk.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap lekat sebuah pintu besi didepannya. Dia menoleh saat mendengar bunyi langkah kaki mendekat.

"Kau menemukan sesuatu?" tanya Sungmin.

"Kita bisa masuk dari sini," ujar Kyuhyun.

Terdapat sebuah kotak besi yang menempel di samping pintu besi itu. Jari-jari Kyuhyun dengan terampil memasukkan kode-kode memusingkan kepala yang sebelumnya telah dia lacak.

Klik.

Pintu besar itu terbelah dua dan memperlebar jalan masuk mereka.

"Hebat," gumam Sungmin yang takjub melihat kemampuan Kyuhyun.

"Aku masuk lebih dulu bersama Sungmin. Hankyung dan Heechul di belakangku, lalu Kyuhyun dan terakhir Yesung. Yesung-ah, kau harus berhati-hati karena kau di bagian paling belakang dan kau harus menjaga Kyuhyun-shi."

Yang dipanggil hanya mengangguk.

Dengan posisi yang sudah ditetapkan, mereka memasuki pabrik temaram itu.

Yesung menyamakan langkahnya dengan Kyuhyun dan mengulurkan sebuah pistol dan beberapa peluru padanya.

"Aku tidak memakai pistol."

"Pegang saja. Ini untuk jaga-jaga."

"Tidak. Aku tak akan pernah memakai benda itu," ujar Kyuhyun keras kepala.

Yesung berdecak dan menarik lengan Kyuhyun. Diletakkannya pistol beserta peluru pada telapak tangannya. Dan ternyata Yesung lebih keras kepala dari Kyuhyun.

Kyuhyun memasukkan pistol itu ke saku dalam jaketnya dan kembali menyusul para polisi lain.

"Kenapa tempat ini sepi sekali?" tanya Heechul yang memelankan suaranya.

"BERHENTI!" seru Kyuhyun tiba-tiba yang membuat mereka menghentikan langkahnya.

"Ada apa?"

Kyuhyun mengeluarkan botol berisi serbuk kapur dan maju ke arah Leeteuk. Ditaburkannya serbuk itu ke udara. Dan kini mereka bisa melihat garis-garis infrared yang terbentang.

Leeteuk dan Sungmin mundur beberapa langkah setelah menyadari kaki mereka hampir menyentuh garis itu.

Kyuhyun memicingkan matanya melihat sebuah dinding besi lainnya yang menghalangi jalan mereka. Dia mengeluarkan senter dan menyorotkan lampunya ke sekitar dinding itu. Sorotan lampunya terhenti pada sebuah kotak besi kecil di dinding besi itu dan sebuah tombol di sisi dinding lainnya.

"Kalian tunggu disini, aku akan mematikan alarmnya..." ujar Kyuhyun yang mengangkat kaki kirinya, hendak melompati garis pertama. Namun diurungkan niatnya itu setelah menyadari sesuatu.

"Sial!" gerutunya dan melempar ranselnya ke lantai.

"Ada apa?" tanya Leeteuk heran melihat Kyuhyun membongkar ranselnya dengan terburu-buru.

"Keluarkan senter kalian. Periksa ada berapa CCTV di dinding!" seru Kyuhyun.

Dengan cepat para polisi itu melaksanakan perintah Kyuhyun.

"Satu," teriak Sungmin.

"Aku menemukan satu di sudut," ujar Hankyung.

"Denganku jadi tiga," tambah Yesung.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah benda berantena panjang yang hanya memiliki satu tombol di tengahnya. Benda itu memancarkan gelombang aneh yang menimbulkan bunyi desingan tipis setelah Kyuhyun menekan tombolnya. Entah itu benda macam apa, namun semua lampu hijau dimasing-masing CCTV itu mati dengan seketika.

"Aku yakin mereka telah melihat kita. Berhati-hatilah," ucap Kyuhyun yang menggendong ranselnya kembali dan meloncat melewati garis infrared itu satu persatu dengan cekatan.

Klik.

Garis infrared itu menghilang seketika setelah Kyuhyun menekan tombol yang ada di dinding. Kini dia beralih pada kotak kecil di samping dinding besi itu.

Di bukanya tutup kotak kecil itu yang lagi-lagi menampilkan angka-angka. Kyuhyun kembali mengeluarkan benda pelacaknya dan menempelkannya pada sensor kotak tersebut. Jemarinya kembali mengetikkan sejumlah angka dan terangkatlah dinding besi itu.

"Hati-hati," ujar Kyuhyun yang membuat para polisi itu mengeluarkan pistol yang tergantung di pinggang mereka masing-masing, "Ayo masuk."

Kyuhyun mendahului mereka masuk, namun langkahnya dihalangi oleh Leeteuk.

"Ingat posisimu, Kyuhyun-shi."

"Tak apa. Ini akan memudahkan kita jika ada jebakan," ujar Kyuhyun tenang.

"Tapi, kau tak memakai pengaman apapun," bantah Leeteuk.

Yesung maju dari tempatnya dan menarik kerah baju belakang Kyuhyun.

"Ya! Apa yang kau lakukan?" teriak Kyuhyun.

"Ayo jalan," seru Yesung tak memperdulikan teriakan Kyuhyun.

Mereka maju perlahan dengan pistol di tangan yang mereka todongkan ke segala arah.

Sejauh ini belum satupun orang mereka temui. Hingga mereka melihat tangga.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke segala arah. Maniknya terus bergerak liar mencoba mencari sesuatu. Firasatnya telah berbicara akan suatu hal yang mungkin akan terjadi. Onyx-nya berhenti pada deretan drum-drum besar yang entah berisi apa.

"Cepat bersembunyi dibalik drum itu!" teriak Kyuhyun yang telah berlari lebih dulu, membuat para polisi itu saling berpandangan beberapa detik sebelum ikut berlari di belakang Kyuhyun.

"Ada apa?" bisik Heechul.

DOR!

Sebuah suara tembakan mengejutkan mereka dan memberitahu semua pertanyaan di benak mereka dengan sikap Kyuhyun tadi.

"Tembakkan pelurumu 40 derajat ke arah kiri," bisik Kyuhyun pada Heechul.

"MWO? Tapi disana gelap. Aku tak bisa membidiknya."

"Cepat tembak saja!"

"Baik-baik."

Cklek. Tak. DOR!

ARGHH!

Senyum mengembang di bibir Heechul, "Berhasil! Tepat Sasaran!"

Kyuhyun merogoh kantungnya dan mengeluarkan bom asap. Dilemparkannya bom itu ke arah dimana Heechul menembakkan pelurunya tadi.

Asap perlahan keluar sedikit demi sedikit hingga kini menjadi gumpalan pekat.

Terdengar suara batuk dari beberapa orang disana.

"Ayo pergi! Kita naiki tangga itu!" perintah Kyuhyun.

Drap. Drap. Drap. Drap. Drap.

Suara langkah kaki mereka yang berlarian menaiki tangga dengan cepat. Kali ini, Leeteuk tak bisa lagi menahan Kyuhyun untuk tidak memimpin langkah mereka.

Kyuhyun berhenti dan merentangkan kedua tangannya, mencoba memberi isyarat agar yang lain ikut berhenti dan diam dibelakangnya.

Ruangan ini terlihat sangat terang, berbanding terbalik dengan ruangan tadi. Sebuah ruangan yang dipenuhi mesin-mesin berbagai bentuk. Tak terlihat seorang pun diruangan ini.

"Sepertinya ini ruangan terakhir," ujar Hankyung yang membuat Heechul mengangguk.

"Tidak."

Kyuhyun menurunkan tangannya dan melangkahkan kakinya maju perlahan.

"Hati-hati," seru Yesung yang entah kenapa merasa cemas.

Kyuhyun terus berjalan mendekati sebuah lemari dan menyandarkan punggungnya disana. Dia berniat melihat apa yang ada dibalik lemari ini namun diurungkan niatnya. Dia menatap lemari yang setinggi tubuhnya ini dan mundur beberapa langkah.

Ditendangnya lemari itu dengan seluruh kekuatan hingga lemari itu pun terjatuh dan terdengar suara erangan seseorang.

"Bodoh," rutuk Kyuhyun pada seseorang yang tertimpa lemari itu.

Tek. Tek. Tek.

Kyuhyun dan kelima polisi disana langsung mengalihkan pandangan ke sumber bunyi. Mereka melihat 1, 2, 3, 4 ... 13 namja berdiri disana dengan membawa berbagai senjata seperti pisau besar dan juga senapan.

"Gawat," gumam Leeteuk.

Seorang namja yang berdiri paling depan berjalan mendekati Kyuhyun yang tetap tak berpindah dari tempatnya. Bagian lempeng isau daging ditangannya dia pukul-pukulkan ke telapak tangannya menambah kesan menyeramkan bagi yang melihat.

Namja itu berhenti selangkah di depan Kyuhyun. Pisau itu di arahkan ke leher Kyuhyun bersiap memenggal kepalanya.

Kelima polisi yang melihatnya menahan napas dan mereka sangat heran kenapa Kyuhyun masih bisa tenang dalam posisi seperti ini.

Bugh! Prang!

Dengan tiba-tiba Kyuhyun menendang tengkuk namja di depannya hingga namja itu terhuyung dan menjatuhkan pisau di tangannya. Kyuhyun menginjak pisau itu dan membuangnya ke belakang dengan sekali tendangan.

DOR!

Sungmin menembakkan pelurunya pada salah satu namja yang telah membidik Kyuhyun dengan senapannya.

"Perang dimulai," gumam Leeteuk yang mengambil posisi bersiap.

DOR! CLANG! ZRASH! ARRGHHH! BUAGH!

Kyuhyun berkali-kali berguling dan bersembunyi diantara meja-meja besi untuk menghindari peluru-peluru yang mengejarnya. Begitu juga para polisi yang tengah mengatasi bagian mereka masing-masing.

"Sial," umpat Kyuhyun dan berdiri menghampiri seseorang yang tengah menghajar Heechul. Ditariknya tubuh namja yang menindih Heechul itu.

BUAGH!

Namja itu terhuyung dengan sekali pukulan telak Kyuhyun pada rahangnya.

Kyuhyun membantu Heechul untuk berdiri dan menepuk pundak namja cantik itu sekilas.

Duagh!

Kaki kanan Kyuhyun menendang seseorang yang berjalan mendekatinya tanpa menoleh sama sekali. Maniknya kembali mengitari seluruh ruangan. Hanya 4 orang tersisa. Dan maniknya menemukan sesuatu di sudut ruangan. Menyerupai sebuah pintu dengan menggunakan tipu penglihatan hingga terkesan seperti dinding.

Kyuhyun berlari ke pintu itu dan beberapa kali melompati tubuh-tubuh yang tergeletak di lantai. Maniknya terus mencari jalur akses untuk memasukinya, namun tidak ditemukannya di tiap dinding sekitar pintu itu.

DOR!

Kyuhyun membalikkan badannya saat dia mendengar suara tembakan yang sangat dekat dengannya. Dia melihat tubuh seorang lainnya terjatuh dengan pistol yang masih tergenggam di tangan dan Yesung dengan pistolnya yang masih mengeluarkan asap. Dapat disimpulkan, Yesung telah menyelamatkan Kyuhyun dari bahaya yang mengancam nyawanya tadi.

Yesung berjalan mendekati Kyuhyun yang menatapnya datar. Keduanya saling melempar tatapan datar ketika Yesung telah berdiri tepat dihadapan Kyuhyun. Tangan kanan Yesung terarah ke gagang lemari besi di sampingnya dan langsung membuka pintu lemari itu lebar-lebar.

Yesung mundur beberapa langkah, "Disana kode aksesnya," ucap Yesung datar.

Kyuhyun langsung melihat ke dalam lemari.

Kosong.

Dahinya berkerut dan langsung menolehkan kepala menatap Yesung.

"Di laci," ujar Yesung yang mengerti maksud tatapan Kyuhyun.

Kyuhyun mencoba membuka satu-satunya laci yang ada di lemari itu.

Terkunci.

Kyuhyun kembali membuka ranselnya dan mengeluarkan sebuah kunci serba guna buatannya sendiri.

Cklek.

Laci itu terbuka. Terdapat sebuah tombol merah disana.

Tanpa ragu Kyuhyun memencet tombol itu dan seketika lampu mati dihasi dengan lampu berwarna merah yang berkedip-kedip.

Pintu rahasia tadi berubah menjadi warna merah dan terangkat perlahan.

Kyuhyun menoleh ke arah Yesung, mencoba melihat namja itu dalam kegelapan dan melangkahkan kakinya memasuki lorong gelap di depannya.

Kyuhyun terus berjalan lurus dalam kegelapan. Dia tahu kalau Yesung mengikutinya di belakang dari suara langkah kakinya. Namun Kyuhyun diherankan dengan sebuah pertanyaan.

Dimanakah polisi yang lainnya?

Entahlah. Kyuhyun tak terlalu memperdulikannya.

Dia melihat sebuah pintu coklat yang diterangi cahaya merah. Dia berhenti tepat didepan pintu itu dan menoleh ke arah Yesung.

"Kau tahu ini tempat apa?" tanya Kyuhyun.

Yesung mengangguk, "Kediaman pemimpin mereka. Dialah target kita."

"Lalu dia akan ditangkap atau dibunuh?"

"Kepala polisi meminta kami membawanya hidup-hidup. Tapi kalau harus dibunuh apa boleh buat?"

Kyuhyun kembali mengeluarkan alat pendeteksi kode miliknya dan menempelkannya pada sebuah layar sensor berwarna hijau yang bersinar terang.

Lampu kuning menyala dari alatnya yang membuatnya mengerutkan dahi, "Tak bisa," gumamnya pelan, "Sensor itu menolak alatku. Apa yang terjadi?"

Yesung ikut memperhatikan layar sensor berwarna hijau itu. Dia melangkah maju hingga berada tepat didepan sensor. Tangannya merogoh saku dalam seragamnya dan mengeluarkan sebuah pisau.

Tak. Srak.

Yesung merobek sebuah kertas hijau pada sensor itu. Kini sensor itu tak lagi berwarna hijau, melainkan berwarna putih seperti lampu.

Kyuhyun kembali menempelkan alatnya pada sensor itu dan kini berhasil.

Perlahan pintu terbuka dan menyebarkan cahaya terang dari dalam ruangannya.

Yesung menatap Kyuhyun dan keduanya mengangguk.

Mereka memasuki ruangan tersebut bersamaan. Dan seorang namja terlihat tengah duduk santai memandang mereka dengan seringaian dari meja kerjanya.

"Well, well... Aku beri pujian untuk usaha kalian yang bisa masuk ke kediamanku. Sungguh mengesankan," ujarnya santai.

Yesung menodongkan pistolnya pada namja itu, "Menyerahlah, Shin Dong Hee!"

"Mwo? Menyerah?" dia terkikik, "Tidak semudah itu. Aku ingin melihat usaha kalian dulu, terutama kau, Cho Kyuhyun."

Kyuhyun membalas tatapan menantang dari Shindong kepadanya.

"Sebuah kehormatan bagiku bisa bertemu denganmu, Cho Kyuhyun." Dia berdiri dari duduknya dan masih terus menatap Kyuhyun, "Jangan kira aku tidak mengenalmu. Tadinya aku ingin meminta bantuanmu untuk menghabisi polisi-polisi ini, tapi ternyata aku terlambat. Mereka telah menggunakanmu lebih dulu, cih!"

Yesung menolehkan kepalanya menatap Kyuhyun yang tetap tanpa ekspresi itu.

"Baiklah, selamat bersenang-sengan!"

Tiba-tiba pintu samping Kyuhyun terbuka dan tampaklah 5 orang namja kekar dan senjata masing-masing ditangan mereka.

Kyuhyun mundur beberapa langkah, begitu pun Yesung yang sudah siap siaga dengan pistol ditangannya.

Kyuhyun merunduk saat sebuah kaki melayang kearahnya, diapun mengerahkan kaki kanannya untuk menjatuhkan sebelah kaki sang lawan.

Bruk.

Lawan pertamanya ambruk seketika, namun dengan cepat bangkit kepbali dan melemparkan pisau tipis ke arah Kyuhyun. Kyuhyun mengelak dengan cepat.

Prang.

Pisau itu terjatuh di belakang Kyuhyun.

Ctak. DOR!

Darah muncrat dari perut seorang lawan lainnya yang terkena serangan dadakan dari Yesung.

Saat semua tengah terfokus pada tubuh yang bersimbah darah itu, Kyuhyun melayangkan kaki kanannya dan menghempas tengkuk lawan dihadapannya. Kedua tangan Kyuhyun bertumpu pada lantai dan kakinya menendang tepat di wajah lawannya sebanyak dua kali hingga mengeluarkan darah dari hidung dan sudut bibirnya.

Lawannya mengerang emosi dan berlari ke arah Kyuhyun. Tangannya mengepal bermaksud menghantam wajah Kyuhyun.

Krak. ARGH!

Kyuhyun manangkis tangan lawan dan memelintirnya hingga menimbulkan bunyi retakan dan jeritan lawan. Dia pun mengabaikan lawan yang tengah meringis itu untuk membantu Yesung yang berusaha berkelit dari pisau di tangan lawannya.

Kyuhyun berlari dengan cepat. Dia menendang seorang namja di depan Yesung dan dan menarik lengan Yesung bersembunyi di balik sofa.

DOR!

Sebuah peluru menembus sofa itu tepat disamping tubuh Yesung. Kyuhyun melongokkan kepalanya mencoba melihat posisi musuh dan menarik lengan Yesung yang memegang pistol.

"Tembak," seru Kyuhyun yang telah menyembunyikan tubuhnya lagi namun masih mengarahkan tangan Yesung ke posisi lawan.

DOR!

Kyuhyun dan Yesung serempak berdiri dan melihat tubuh lawan yang ambruk.

"Peluruku habis," gumam Yesung.

Kyuhyun melirik ke arahnya dan merogoh kantungnya mengeluarkan beberapa peluru yang diberikan Yesung tadi.

"Pakailah."

Yesung dengan cekatan mengisi peluru-peluru itu dalam pistolnya.

"Kemana perginya dia?" gumam Kyuhyun pelan yang masih mampu membuat Yesung menoleh.

Yesung pun ikut mengedarkan pandangannya mencari orang yang dimaksud Kyuhyun namun nihil. Orang itu tak ada di tempatnya dan tak ada di ruangan yang telah menjelma menjadi kapal pecah ini.

"Dia kabur?" tanya Yesung tak yakin.

Yesung melangkahkan kakinya.

Klek.

Yesung langsung terpaku ditempatnya saat dia merasakan telah menginjak sesuatu yang membuat dinding disamping meja kerja Shin Dong Hee itu berlubang dan membuat sebuah jalan masuk.

Kyuhyun dengan langkah cepat memasuki sebuah jalan yang di buka Yesung. Yesung pun berlari kecil untuk menyusul Kyuhyun.

Mereka kembali dihadapkan dengan lorong gelap. Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya hingga membuat Yesung menabrak tubuhnya.

"Ada apa?" tanya Yesung pelan.

Kyuhyun berbalik mencoba menatap Yesung dalam gelap.

"Tembak ke depan sana!" perintah Kyuhyun.

Yesung mengangguk dan mengeluarkan pistolnya. Diarahkan pistolnya lurus ke depan. Dia hanya mengandalkan insting menembaknya untuk menembak dengan arah yang benar dalam kegelapan ini.

DOR! Argh!

Yesung merasa sedikit gembira tembakannya berhasil mengenai sasaran.

DOR!

ARGH!

Tunggu! Yang barusan itu bukan tembakan Yesung dan suara itu...

Yesung dengan cepat mengeluarkan senternya dan menyorotkan lampunya pada Kyuhyun.

"Sial," rutuk Yesung dalam hati yang melihat darah mengucur dari dada kiri Kyuhyun.

"BODOH! Matikan sentermu!" bentak Kyuhyun disela erangannya.

Rasa emosi seketika menyelimuti tubuh Yesung melihat Kyuhyun yang tertembak. Dia mematikan senternya sesuai dengan yang diperintahkan Kyuhyun. Pistol ditangannya kembali teracung lurus ke depan.

DOR! DOR! DOR! DOR!

Yesung menembakkan seluruh peluru yang tersisa dalam pistolnya. Dan dia menyeringai saat mendengar jeritan dari seseorang disebrang sana. Dihidupkan kembali senternya untuk melihat keadaan Kyuhyun.

Peluh mengalir di wajah pucat Kyuhyun yang semakin memucat. Dia terduduk lemas dengan memegangi dada kirinya yang dialiri darah. Yesung menatapnya miris. Entah kenapa dadanya sakit melihat keadaan Kyuhyun saat ini.

Teeeettt.

Sebuah suara mengagetkan mereka. Lorong itu tiba-tiba diselimuti cahaya merah yang berkedip-kedip.

"Brengsek! Kita harus cepat pergi dari sini!" ujar Kyuhyun lemah.

Yesung langsung membantu Kyuhyun berdiri dan memapahnya kembali ke jalan mereka semula.

"Ughh."

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat rasa sakit semakin menderanya. Nafasnya mulai tak teratur. Tubuhnya lemas, tak mampu berjalan lebih jauh lagi. Dia melepaskan tangan Yesung yang merangkul pundaknya.

"Pergilah. Selamatkan dirimu," ujar Kyuhyun yang semakin melemah.

"Tidak bisa!"

Yesung kembali mencoba merangkul Kyuhyun namun tangannya ditepis oleh pemuda itu.

"PERGILAH! Tak usah perdulikan aku! Setidaknya lebih baik satu diantara kita selamat daripada kita mati bersama!"

Kyuhyun kembali jatuh terduduk karena kedua kakinya tak lagi sanggup menopang berat tubuhnya.

"Kita masuk bersama. Dan kita harus keluar bersama!"

Yesung kembali membantu Kyuhyun berdiri dan memapah tubuh Kyuhyun kali ini yang semakin melemah.

"Cih, kenapa kau membatuku?" tanya Kyuhyun lirih.

"Jangan banyak bicara!"

"Kau tahu apa arti dari suara dan lampu merah tadi?"

Yesung bergeming.

"Dia telah mengaktifkan bom, senjata terakhir yang dimilikinya... hhh... tempat ini... akan segera hancur dengan ledakan bom itu."

"Berhentilah bicara!"

"Kau tak punya banyak waktu untuk membawaku keluar dari sini. Pergilah."

Yesung menghentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun dalam cahaya temaram dari senter yang dipegangnya, "Kubilang diam!" ujarnya dingin dengan tatapan tajam yang ternyata berhasil membungkam Kyuhyun.

Yesung menghela nafas lega saat melihat cahaya dari ruangan tadi. Dia mendudukkan Kyuhyun di sofa yang sudah sedikit hancur itu dan berlari mencari lantai yang diinjaknya tadi untuk kembali menutup pintu itu.

DUARRR!

Suara ledakan bom dan getaran dirasakan Yesung dari tempatnya berpijak. Jantungnya berdetak cepat mengingat lubang tadi tertutup kembali menjadi dinding yang hanya diselang satu detik sampai bom itu meledak.

Dirinya tersenyum tipis dan berjalan menghampiri Kyuhyun. Yesung mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap peluh yang membajiri wajah pucat Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Yesung yang tersenyum di depannya. Entah kenapa dia merasakan desiran aneh dalam hatinya melihat senyum yang terhias di bibir mungil Yesung.

"Kita berhasil," ucap Yesung dan kembali memapah Kyuhyun untuk keluar dari tempat ini.

.

.

.

TBC

.

.

Nah ini lanjutannya chingu.

Gimana apakah membosankan dan tidak seru?

Yah itu pasti -_-

.

Gomawo untuk yang sudah berbaik hati memberikan review. Inilah balasan reviewnya...

Lee eun hee : oke ^^ ini sudah dilanjut chingu...

Kyusung shiper : sudah lanjut ^^ apa ini termasuk lama?

Rikha-chan : sudah tau kan alasan kenapa kyuhyun dibebaskan Yesung?

Thewi Choi : Disini Yesung bisa uke bisa juga seme, tergantung sikon :p

Kanna Ayasaki : Hehe, ini udah dilanjut ya... jawabannya ada di chapter ini :D

Cloud3024 : jawabannya disini, chingu...

YesungieLove : Sipp!

Kimlala2770 : Yesungnya cuma 1 kok, dan jawabannya disini :D

Yuki like'Cherry : Iya ini TBC kok..

WonYeKyu Shipper : Iya ini udah dilanjut, chingu :) Eum, genre romance ya? Nyelip dikit-dikit aja deh ya :p

Cloud'yeppa : chapter depan itu diungkap :D

Lay : Sudah :)

MieraKyusung : apa ini termasuk kilat?

Cloud'sHana : Yesung uke kok,, tapi dalam beberapa hal akan terlihat seme ._.

LidyaImnida : Oke ^^

.

Oke chingu,, makasih untuk yang udah READ chapter ini... Jangan lupa tinggalin REVIEW ya ^^

No Sillent Reader, okay?