Harry Potter adalah kepunyaan Bunda Rowling, saya hanya meminjamnya.
Cerita murni dari leppi saya, saya ketik dengan susah payah*ok ini lebeh
OOT - Banyak yang beda
gak suka gak usah dibaca, kritik saran I need it!
ONE WAY LOVE (Chapter 2)
Author's POV
Albus tercekat sedikit, dia belum melanjutkan perkataannya, dia agaknya masih melototi lembaran surat yang terbentang dihadapannya. Albus memutar matanya kepada teman-temannya yang penasaran setengah hidup. Albus sedikit menarik nafas dan berbisik,
"Dewan Murid!," Jawab Albus
"What? Dewan Murid? Apa kau melakukan pelanggaran? Siapa yang melaporkanmu?" Tanya Cassandra
"Iya, kurasa tanpa sengaja aku melakukannya karena tepat sekali dua Ketua Murid membawaku ke sidang Dewan Murid?" Jawab Albus santai
"Dua Ketua Murid? Weasley dan Malfoy? Tega sekali mereka!" Gemas Jeremy
"Betul Jer, dan kau tahu sidang Dewan Murid terakhir kali diselenggarakan 10 Tahun yang lalu, atas tuduhan perbuatan perlawanan terhadap Jajaran Ketua Murid. Sangat arogan memang ya" timpal Vya
"dan apa hukumannya kalau tuduhan terbukti?" Tanya Cassandra
"Penonaktifan sementara/Skorsing selama waktu yang telah disepakati di Sidang Dewan Murid" kata Vya
"dan aku akan merasakan hukuman itu mate!" terang Albus
"Hey mate, kau begitu santai menghadapi semua ini? " Tanya Jeremy
"Yeah, hanya sidang kecil. Santai saja, salah atau benar tidak berpengaruh padaku. Lihat saja nanti." Kata Albus dengan serigainya.
"Terserah padamu, mate " kata Jeremy.
"Kapan sidangnya, Al?" Tanya Cassandra
"Besok, dan ini juga akan diberitahukan kepada Kepala Sekolah dan Orang Tuaku." Jawab Albus
"Sabar mate, aku tahu mereka keliru, aku yakin kau akan bebas" kata Vya
"Jangan Dramatis Vya, Al tidak akan di penjara dan dihukum mati" tukas Jeremy
"Ok,Ok guys. Sudahlah. Aku sangat berterima kasih dengan perhatian kalian,dan sekarang aku hanya butuh dukungan dan keberuntungan. Mungkin mencuri ramuan Felix Felicis dari lemari ramuan " canda Albus
"Oh, Al. jangan bikin masalah lagi" gerutu Cassandra.
Albus berdiri meninggalkan teman-temannya yang masih asyik dengan obrolan entah apa yang membuat mereka tertawa terjungkal-jungkal. Albus melangkah keluar Great Hall, dia menebar pandangan ke setiap penjuru koridor sampai matanya tertuju pada manik hazel madu milik wanita yang sangat Albus inginkan,Rose Weasley. Albus berhenti dan menatapnya dengan intens, Rose yang sudah menyadari pandangan Albus terhadapnya segera menuju tempat Albus berdiri, semakin cepat langkah Rose mendekati Albus,dan Hap! Rose sekarang berada tepat dihadapan Albus,
"Hei? Sadarlah. Lihat sekarang jam berapa, ?" Tanya Rose
"Oh, Hai . Oh maaf, aku lupa harus pulang segera ke asramaku." Albus datar
"Oh, Baguslah kalau kau sudah sadar, dan ingat besok adalah sidangmu !"
"Ya tentu, Miss Weasley. Aku akan datang, dan sebaiknya aku pergi sekarang, jangan sampai aku mengganggu malammu bersama " kata Albus sinis.
'Oh, Silahkan ! Pulang ke asramamu sekarang!" Rose sedikit berteriak
Belum sampai ucapan Rose, Albus sudah melangkah pergi dan menghilang di pembelokan koridor. Rose merasakan air matanya menuruni pipi halusnya, Rose tak tahu mengapa Albus membencinya, bahkan terkesan sangat sangat benci. Rose ikut berlalu menghilang dikegelapan malam yang dingin di kastil Hogwarts.
Albus' POV
Hari ini hari sidangku dihadapan Dewan Murid, persetan dengan semua itu. Toh aku akan tetap tinggal di sini meski diskorsing entah berapa hari, aku melirik jam yang bergantung di atas pintu kamar asrama, dentangnya yang selalu beraturan dan bunyi kikuk yang sesekali berbunyi kini menunjukkan pukul 8 pagi, aku akan ke Great Hall untuk sarapan sebelum aku ke Ruang Sidang, mungkin Jus labu bisa menjadi suplemen lebih saat di Sidang nanti. Aku bergegas menuju Great Hall, aku meloncati dua anak tangga sekaligus, untuk mempercepat langkahku. Aku sedikit berlari, lumayan olahraga kecil dipagi hari sampai Brukk aku menabrak seseorang dan orang itu adalah My Freaky Bloody Cousin Rose Weasley, dengan tatapan sinisnya dia bangkit membersihkan jubahnya,
"Morning , maaf aku sedang terburu-buru." Kataku datar
"Oh, Nope. Lain kali matamu kau gunakan !"
"Yeah, aku akan pergi sekarang, dan sampai jumpa di sidang, !" kataku
"Iya, Mr Potter!" kata Rose tak kalah sinis
Aku berbalik dan meneruskan langkahku menuju Great Hall, aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling koridor, semua tertunduk ketika mata mereka bertatapan dengan mataku, wah betapa hebatnya dipanggil Dewan Murid sampai ditakuti seluruh murid Hogwarts layaknya Pembunuh berdarah dingin. Aku menggeleng dan meneruskan langkahku menuju Great Hall, aku terus berjalan sampai jubahku serasa ditarik oleh seseorang , aku berbalik dan kudapati Lily berdiri dengan mata bengkak,
"kau kenapa, Lils?" tanyaku
"Ini semua karena kalian, Kau dan Rosie! Kenapa kalian bermusuhan? Kenapa kalian tidak saling menyapa? Kenapa kalian saling membenci? Katakan kak!" Lily mulai terisak
"Lils, ada saatnya semua akan berubah, aku dan Rose tidak saling membenci. Ini hanya sedikit perselisihan diantara kami, kau mengorbankan air matamu hanya untuk ini? Lils please mengertilah kalau masalah ini rumit dan belum saatnya kau tahu itu" kataku berlutut didepan Lily sambil menyapu air matanya.
"kak, kau dan Rosie telah berubah. Kau dan Rosie berbeda tidak seperti yang kukenal. Aku mulai ragu tentang arti persaudaraan jika melihat kalian berdua!" isak Lily
"Lils, aku mohon, hentikan ocehanmu. Aku tak mau kau terlalu jauh ikut campur dalam permasalahanku dengan Rose, dan jangan pernah bertanya kenapa dan kenapa!"
"Baiklah kak, tapi jangan harap Dad,Mom,Uncle Ron,dan Aunty Hermione tidak mengetahui ini, aku akan memberitahu mereka segera dan secepatnya!" teriak Lily sambil berlalu
"maafkan aku, Lils!" aku berbisik.
Aku meneruskan langkahku menuju meja makan, nafsu makanku sekejap hilang digantikan rasa bersalah dan penyesalan, tapi jika mengingat Rose dan Scorp ingin rasannya kumantrai mereka! Oh, demi pipi kempot Merlin, aku mencintai Rose!.
Author's POV
Albus kini duduk di kursi pesakitan tepat di depan meja panjang yang telah ditempati tiga orang pimpinan sidang Dewan Murid, dua ketua murid dan satu sekretaris murid. Malfoy,Weasley , dan Corner mereka yang sedang dengan teliti memeriksa parkemen yang entah apa isinya. Bunyi sibakan perkemen yang begitu cepat dan keras membuat sidang ini terkesan karena kasus kriminalitas yang berbahaya, masing-masing dari mereka bertiga masih sibuk dengan parkemen yang tadi, sampai Scorpius Malfoy merapikan dasinya dan mulai membuka suara,
"Selamat Pagi, kita berkumpul untuk mengadakan sidang Dewan Murid atas murid dengan nama Albus Severus Potter dengan tuduhan perbuatan tidak sopan dan memberontak kepada Ketua Murid,tuntutan dewan pelapor adalah skorsing 3 hari, terhitung besok. Apakah terdakwa punya alasan atau pembelaan untuk membebaskan diri atau meringankan hukuman?" kata Scorp
"Terima Kasih, saya pikir sudah cukup tidak ada yang perlu dijelaskan dan tidak ada pembelaan, saya dengan senang hati menerima hukuman itu, sekian " kata Albus
"Apa tidak membela? Siapa tahu kami ada sedikit kekeliruan" kata Corner
"Tidak perlu, sudah jelas saya telah bersalah. Dan tolong terima keputusan saya," tukas Albus
" Baiklah, tidak usah menawarkan keringanan, orang seperti dia memang pantas mendapatkannya." Sinis Rose
"baiklah, dengan ini kasus Albus Severus Potter dengan tuduhan perbuatan tidak sopan dan memberontak kepada Ketua Murid, dijatuhi skorsing 3 hari, terhitung mulai besok jam 00.00" tutup Scorp sambil mengetuk Palu.
Albus cepat berlalu keluar meninggalkan ruang sidang tanpa mengucapakan sepatah kata, dia berjalan cepat menuju asramanya. Rose yang tadi begitu sinis menghadapi Albus di sidang, kini menundukan kepala dan setitik air mata jatuh dipipinya, dia mengusapnya dan kembali menegakkan posisinya, dia berbalik menatap Scorp
"Scorp, aku duluan istirahat ya, aku sedikit pusing. Tidak apa kan?" tanya Rose
"Sakit, ayolah cepat istirahat kau memang terlihat pucat, sweetheart!" jawab Scorp
"Thanks, Love"
Rose pun berlalu meninggalkan ruang sidang dengan begitu lelah, sesekali dia memijat ujung hidungnya kemudian terus berjalan. Dia tidak pulang ke kamar Ketua Murid tetapi arahnya menuju Danau Hitam, tempat favorit Rose dan Scorp. Rose berjalan ke sebatang pohon yang kelihatnnya sudah tua sekali dan rindang, dia duduk dan bersandar sambil memejamkan matanya hingga dia tertidur lelap di bawah naungan pohon itu.
Bunyi kicauan burung membangunkannya, mata Rose terbuka dan memandang sekelilingnya. Matanya beredar ke hamparan rerumputan kemudian berpindah ke danau yang tenang, Rose masih terduduk diam dengan mata yang lurus menatap ke depan, keningnya berkerut seperti dia berpikir sangat keras. Tatapannya kosong dan tak ada suara yangg keluar hanya air mukanya yang selalu berubah. Entah karena lelah duduk bernaung dibawah pohon, Rose akhirnya berdiri membersihkan jubahnya dan mulai berbalik menuju kastil. Rose berjalan agak cepat langkahnya rapat dan bisa dibilang berlari kecil. Belum sempat rose mencapai gerbang kastil, seseorang menepuk pundaknya, Rose berbalik dan dia tercekat tenggorokannya kering, aliran darahnya mendesir keras, jantungnya berdetak cepat, dia baru mau membuka mulut tapi sayang Rose sudah terkunci dibekap dan tak sadarkan diri.
*Tbc*
thanks for All Reviewers...
Reviewnya ditunggu lagi, maaf telat update baru ada waktu...
