Yo.. Yo.. Yo.. kembali lagi dengan author gaje ini#plak .. hehehe XD
Disini ada buanyaaakkk keanehan dan keOOCan para chara la corda d'oro . Flaesy seneng bikin chara OOC .. hehehe XD
gomenna.. klo disini gaje abis TTATT .. authornya aja gaje apalagi ficnya#plak ..
oke langsung saja.. chap 2 Emotions in Rhythm~ ^^
Disclaimer: La Corda D'Oro © Yuki Kure
Story: Emotions in Rhythm © Flaesy Kujyou
Rated: T
Pair : Len X Hino
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~Emotions in Rhythm ~
Len meletakkan biolanya, kemudian melangkahkan kakinya mendekati Kahoko yang masih berdiri terpaku ditempatnya.
'Anak kecil,' pikir Len saat melihat Kahoko.
Jika diperhatikan, Kahoko memang seperti anak kecil dengan tubuhnya yang mungil itu. setiap orang yang melihatnya pasti mengira Hino masih berumur 14 atau 15 tahun.
"Hei! Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Len dingin dan sedikit ketus.
Kahoko tak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini, vionist yang biasanya hanya bisa dia lihat di televisi berada dihadapannya. 'Di-dia? Len Tsukimori!' pikir Kahoko terkejut.
Kahoko tidak mendengarkan apa yang dikatakan Len karena sekarang yang ada dibenak Kahoko hanyalah betapa beruntungnya dia bisa bertemu dan mendengarkan langsung permainan biola vionist terkenal yang biasanya hanya bisa dia lihat di televisi. Ryoutaro pasti akan terkejut jika mendengar keberuntungan Kahoko ini.
Len menghela nafas. "Kenapa kau bisa ada disini? Apa kau tersesat?" Len mencoba untuk meredakan kekesalannya karena dia melihat tatapan terkejut anak perempuan yang ada dihadapannya kini.
Kahoko menggelengkan kepalanya. "Aku hanya sedang mendengarkan alunan biolamu!" ucap Kahoko senang.
Len bisa melihat kebahagiaan dimata Kahoko saat dia mengatakan itu. "Kau sungguh menakjubkan! Tapi—" Kahoko menghentikan perkataannya.
Len mengerutkan dahinya. "Tapi?"
Kahoko menggelengkan kepalanya. "Ti-tidak!" ujar Kahoko sambil tersenyum.
Len hanya menatap datar kearah Kahoko. 'Anak kecil ini mempermainkanku,' pikir Len.
"Apa kau tersesat?" tanya Len lagi. "Kau bisa keluar dari lorong ini dengan mengikuti jalan masukmu tadi,"
Sebelah alis Kahoko terangkat saat Len mengatakan itu. Bukankah Hino tadi sudah mengatakan dia tidak tersesat? Apakah Len mengira Hino adalah anak perempuan yang tersesat dan butuh bantuan?.
"Maaf ya Tuan! Aku tidak tersesat! Dan perlu Tuan tau, aku bukan anak kecil!" ujar Kahoko kesal sambil melipat kedua tangannya didepan dada. "Umurku sudah 18 tahun sekarang!"
Kahoko pun melangkahkan kakinya dengan kesal untuk pergi meninggalkan ruangan itu dan juga Len dengan tatapan anehnya.
'18 tahun?' pikir Len tak percaya.
.
.
.
"Kemana saja kau Kahoko?" tanya laki-laki berambut hijau rumput pada Kahoko. "Apakah kau sedang menjelajahi Academy ini?"
Pipi Kahoko langsung memerah saat laki-laki itu berada dihadapannya. Laki-laki itu bernama Ryoutaro Tsuchiura, sahabat Kahoko sedari kecil. Ryoutaro selalu menganggap Kahoko sebagai adiknya, tetapi Kahoko mengharapkan hal lebih dari seorang adik ataupun sahabat.
"Aku bertemu dengan Len tadi," ujar Kahoko.
Ryoutaro menatap Kahoko tak percaya. "Kau bertemu dengannya? Si Len? Len Tsukimori? Dimana?"
"Dia sedang berlatih diruangannya. Tapi latihannya terhenti karena aku tiba-tiba berada disana," ucap Kahoko sambil menunduk karena merasa bersalah.
"Kau sungguh beruntung Kahoko," ucap Ryoutaro. "Hmn.. aku bisa bertemu dengannya jika aku bisa menjadi murid khusus yang akan diajari olehnya," gumam Ryoutaro.
Kahoko hanya bisa tersenyum saat mendengar gumaman Ryoutaro.
"Yah.. nanti kita masih bisa bertemu dengannya! Kita kan sudah memasukkan formulir audisinya," ujar Ryoutaro.
Ya. setiap setahun sekali, di Seiso Academy akan diadakan sebuah audisi untuk mencari murid berbakat yang akan dilatih khusus oleh Len Tsukimori. Dengan syarat usia minimal 18 tahun dan maksimal 20 tahun.
"Ha? Kita?" tanya Kahoko tak percaya.
Ryoutaro mengangguk. "Yup! Kita. Karena aku sudah memasukkan formulir atas namamu juga,"
Kahoko hanya bisa menghela nafas.
Ini berarti akan menjadi kesempatan pertama Kahoko untuk mengikuti audisi ini. Sedangkan Ryoutaro yang lebih tua 2 tahun dari Hino akan mencoba keberuntungan terakhirnya. karena umurnya sudah 20 tahun dan sebentar lagi dia akan lulus.
Ryoutaro sangat bersemangat untuk mengikuti audisi ini karena dia adalah penggemar berat Len. Sebenarnya pada mulanya Ryoutaro bermain piano. Permainannya sudah diasah sejak kecil oleh ayahnya, tetapi karena tanpa sengaja mendengarkan permainan biola Len yang begitu mempesona dan indah. Ryoutaro mencoba untuk memainkan biola. Yah bisa dibilang Len adalah motivasinya.
Sedangkan Kahoko. Dia pada mulanya tidak tetap dalam memainkan musik. Kadang memainkan piano, kadang biola, dll. Maka dari itu permainannya masih perlu diasah lagi. Kenapa Kahoko sekarang memilih untuk fokus pada biola? Itu karena Ryoutaro sekarang memainkan biola, Kahoko berpikir jika dia memainkan biola juga, mungkin dia akan semakin dekat dengan Ryoutaro. Ryoutaro adalah motivasinya.
.
.
.
Len pulang ke apartemennya. Sebenarnya dia disuruh kembali kerumah untuk menghabiskan waktu bersama keluarga karena sebelumnya Len menghabiskan waktu di luar negeri. Tapi karena Ibunya yang sedang mengejar-ngejarnya untuk menikah, akhirnya Len memilih untuk pulang ke apartemennya dari pada ke rumah.
Sudah cukup tak mengenakan saat orang-orang mengatakan bahwa bakatnya adalah turunan dari orang tua. Sekarang Ibunya malah membuatnya tambah pusing karena menjodohkannya dengan gadis-gadis yang belum dikenalnya.
Len duduk disofanya, dasi yang tadinya terpasang rapi melingkari lehernya sudah terlepas.
"Besok adalah hari audisinya," gumam Len.
Tiba-tiba dia teringat tentang anak perempu—ralat, perempuan yang tadi dia kira anak kecil. "Jika dia bukan anak perempuan yang tersesat, berarti dia adalah salah satu murid Seiso Academy. Apakah besok aku akan bertemu dengannya di tempat audisi?" gumam Len dengan senyuman kecil.
.
.
.
"Ayo cepat Kahoko!" seru Ryoutaro yang sudah berlari mendahului Kahoko.
Kahoko terus berlari dengan sekuat tenaga untuk mengejar Ryoutaro yang berada didepannya. "Ryoutaro! Tunggu aku!" seru Kahoko.
"Cepatlah Kahoko! Nanti kita terlambat," seru Ryoutaro tanpa memperlambat laju larinya.
Kahoko hanya bisa mendengus kesal. Memang siapa yang terlambat menjemput Kahoko dan membuat mereka harus berlari agar tidak terlambat? Jawabnnya adalah Ryoutaro.
Ryoutaro terlambat menjemput Kahoko dan sekarang Kahoko malah ditinggalkannya.
Untung saja mereka tidak mendapatkan nomor peserta awal jadi tidak masalah jika mereka datang saat audisi sudah berlangsung.
Dan benar saja saat mereka memasuki ruang audisi. Peserta dengan nomor awal sudah mulai memperlihatkan bakat mereka dalam permainan biola.
Rasa lelah Kahoko langsung hilang saat mendengarkan alunan biola yang dimainkan para peserta. Alunannya begitu indah, tapi tak seindah alunan biola yang kemarin dia dengar. "Menakjubkan," gumam Kahoko.
Begitu banyak peserta yang ada diruangan itu. jumlahnya adalah 200 orang dan permainan mereka sungguh mengagumkan. Walau hanya diberi waktu 5 menit untuk memperdengarkan alunan biola mereka, mereka masih bisa memberikan kesan indah dalam permainannya.
"Mereka hebat," gumam Kahoko lagi.
Dan kali ini Ryoutaro mendengar gumaman Kahoko. Ryoutaro tersenyum, "Sekarang kita harus berusaha agar lebih hebat dari mereka!" ujar Ryoutaro sambil mengelus kepala Kahoko dengan pelan.
Kahoko mengangguk dengan semangat.
Dipanggung. Mata Len tiba-tiba melihat sosok anak perempuan yang kemarin, kemudian senyuman kecil pun muncul. "Ternyata dia mengikuti audisi ini,"
.
.
.
TBC
Balasan Review :
desi : hehe XD sama-sama kak.. Arigatou ne :D . mohon reviewnya lagi ~
koko : Ini sudah lanjut koko-chan :D .. arigatou sudah mereview dan mohon reviewnya ne~
Chanomile : hei dikau yang ngereview#ditendang XD ... arigatou reviewnya ne ^^ . mohon reviewnya~
chi : oke XD Flaesy lanjut terus *dorong gerobak* #plak . hehe XD . mohon reviewnya ne~
jeesy : hehe.. arigatou jeesy-chan XD . gomenna Flaesy nggak bisa update kilat (_ _) dan teruslah penasaran#dilempar sendal# XD . mohon reviewnya~
Resy Sagitarius : hehe XD .. arigatou sudah mereview Resy-chan :D . mohon reviewnya ne~
chi : satu kata buat chi-chan.. 'Arigatou' :D . Flaesy akan terus lanjut XD , walau updatenya agak lama#plak :D .. mohon review lagi~
ririsakura : hehehe XD , Flaesy baru aja dateng ke fandom ini :D , arigatou ne sudah mau mereview fic gaje Flaesy XD .. mohon reviewnya~
Guest : Arigatou sudah mau mereview fic pertama Flaesy di fandom ini XD . Iya ada apa? :D . mohon reviewnya ne~
Flaesy : *pundung* patah hati itu menyakitkan TTATT hiks..*ngelantur*
Hino : abaikan author gaje yang lagi patah hati itu *nunjuk Flaesy*
Flaesy : hiks... TT-TT
Hino : baiklah.. karena author gaje itu lagi meratapi nasibnya. aku disini menggantikan dirinya untuk mengatakan, mohon reviewnya ne minna~*senyum bisnis*
Flaesy : hiks.. aku patah hati *meluk Len*
Len : eh?
Hino : menyingkir kau dari Len! *nendang Flaesy*
Flaesy : hiks.. Flaesy tunggu reviewnya minna~
