Chapter 2!
Meanie! Mingyu × Wonwoo! Slight Seungcheol × Wonwoo!
"Seungcheol, kau sedang apa?" Tanya seorang pemuda yang berambut panjang dan indah bak rambut perempuan yang biasa peruntukkan iklan shampoo sambil bermainan dengan rambutnya.
"Mengirim sms konyol untuk Wonwoo lagi?" Tanyanya kembali sambil memeluk Seungcheol yang sedang terduduk dilantai dari belakang dan menaruh dagunya diatas pucuk kepala Seungcheol.
"Jeonghan, itu bukan pesan yang konyol. Itu pesan yang kutulis dengan penuh cinta!" Jawabnya sambil mempoutkan bibir cherrynya. Jeonghan hanya bisa terkekeh melihat temannya itu.
Tak lama handphone Seungcheol berbunyi menandakan ada telepon masuk. Setelah melihat siapa penelpon tersebut, dengan cepat ia langsung menjawab telepon masuk itu.
"Hal-" "Seungcheol" belum selesai ia mengucapkan kata salam, ia sudah dikagetkan dengan suara penelpon yang ternyata bukan suara teman kecilnya tersebut. Tapi ia tahu dengan jelas, siapa pemilik suara tak seberat suara Wonwoo itu.
"Mingyu? Kenapa kau bisa menelpon ku menggunakan handphone Wonwoo?" Tanya Seungcheol dengan geram.
"Tebak? Kenapa?" Jawab Mingyu sambil terkekeh dan menampakkan seringai yang semakin menunjukkan gigi taringnya yang jelas tak akan bisa dilihat oleh Seungcheol maupun Wonwoo.
"Wonwoo sedang berada didalam dekapan ku. Ia tak mau bangun. Bagaimana ini?" Tanyanya dengan nada bersalah yang terang saja dibuat-buat.
"BRENGSEK KAU MINGYU. JANGAN APA-APAKAN WONWOOKU. SIALAN!" Seungcheol dengan cekatan ia menutup sambungan telepon itu dan mengambil motornya menuju tempat dimana Mingyu dan Wonwoo berada.
"Kira kira berapa lama ya ia sampai?" Tanyanya dengan seringai yang tak lepas dari wajahnya sedari tadi. Wonwoo merasakan ada suara disekitarnya, langsung menerjapkan matanya dan bangun dari pangkuan Mingyu tapi terhenti ketika ia merasakan rasa nyeri di perutnya.
Seketika ia teringat bahwa Mingyu memukul perutnya dengan kencang hingga ia tak sadarkan diri. Dengan cepat ia bangun dan menjauh dari Mingyu, orang yang telah 'menculik'nya.
"Kau yang memukul ku kan? Apa mau mu?"tanya nya dengan kesal.
"Kau Wonwoo kan?" Tanya mingyu sambil menggenggam tangan kiri Wonwoo, lalu ia mendoronnya hingga tubuh kurusnya itu membentur jendela.
"I-iya, su-sudah kubilang aku Wonwoo. Me-mangnya kenapa?" Tanya Wonwoo dengan gugup. Terlalu dekat dengan mingyu membuat jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya membuatnya memalingkan wajahnya ke arah manapun supaya tidak melihat wajah Mingyu.
"Kau Wonwoo milik seungcheol kan?" "Milik seungcheol?" Wonwoo mengeritkan dahi. Tak mengerti arah pembicaraan Mingyu.
"Kau tidak tau? Seungcheol itu ketua geng yang menguasai SMA selatan." Mingyu sebenarnya terkejut bahwa Wonwoo tidak mengetahuinya, tetapi ia dapat mengendalikan rasa terkejutnya itu. Berterima kasihlah pada kekuatannya mengendalikan ekspresi.
"Apa? Jangan bercanda. Dia saja kalah dengan kekuatanku. Dia sama sekali tidak seperti lelaki. Mustahil di-" belum selesai ucapan Wonwoo, ia mendengar suara banyak motor diluar dan ia melihat Seungcheol dan teman temannya mengendarai motor dengan cepat.
'Brak' pintu tempat Mingyu menyembunyikan Wonwoo terbuka dengan kasar dan menampakkan Seungcheol dengan rahang yang telah tekatup dengan keras menampakkan kemarahan yang ia tahan.
"Menjauhlah dari Wonwoo selama aku memintanya dengan baik sebelum aku mematahkan seluruh tulangmu, Mingyu." Seungcheol mengatakannya dengan pelan namun pasti, dengan halus namun menusuk membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri.
"6 menit 48 detik. Wah rekor baru telah dibuat oleh Choi Seungcheol, penguasa SMA Selatan." Ucap mingyu sambil menahan Wonwoo dalam pelukankannya.
"Jangan sentuh Wonwoo, Kim Mingyu. Lepaskan tangan kotor mu itu" ucap Seungcheol sambil bersiap melepaskan bogem mentah ke wajah Mingyu. Anak buah Mingyu langsung menyerang Seungcheol yang hanya sendirian.
"Kau benar benar tak tahu ya? Choi Seungcheol itu tak pernah kalah sekalipun dalam berkelahi. Aku baru pertama kali melihat dia mati matian demi menjagamu." Katanya sambil menatap mata wonwoo dalam. Yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menahan agar wajahnya tak berwarna merah
"Ck, mereka payah." Ucap Mingyu setelah melihat anak buahnya kalah melawan Seungcheol
"Hyu-" lagi lagi ucapan Wonwoo terpotong karna kecupan ringan dipipi kanannya. Wajah Wonwoo langsung diliputi dengan corak kemerah-merahan yang tampak terlalu kontras dengan kulitnya yang berwarna putih salju. Khas orang yang sedang malu atau marah atau juga sehabis olahraga.
Wonwoo langsung melihat ke arah kanannya dan ia melihat Mingyu sedang memberikan senyum gigi taringnya dan wajah kedua manusia itu sangatlah dekat.
Seungcheol yang melihat itu langsung melemparkan kayu kecil yang ada disekitarnya kearah mereka hingga mengenai kaca dan pecah. Mingyu yang melihat itu, hanya tersenyum dan berkata "cemburu ya?"
Wonwoo yang tersadar langsung mendekati Seungcheol dan memukul Seuncheol hingga ia terjatuh kebelakang. "Wonu? Kenapa memukulku? Aku kan menolongmu. Kau seharusnya memukul Mingyu karna sudah berani mencium mu." Kata Seungcheol dengan perasaan sedih dan takut persis seperti anak anjing yang takut dengan petir.
"Hyung... apa maksudnya penguasa SMA Selatan?" Seungcheol sudah dapat memastikan adanya aura yang membunuh dengan kejam dibelakang Wonwoo yang berkata demikian dengan senyum yang menempel diwajahnya. Sudah dapat dipastikan betapa menakutkannya aura membunuh itu dihadapkan dengan ke-emo-an wajahnya bukan?
Seuncheol hanya bisa tersenyum seperti mati kutu. "Seuncheol! Maaf kami telat. Diluar banyak sekali anak buahnya yang pemaksa"
"Hyu-hyung!"
"Maaf wonu, semenjak kau pergi ke Busan, aku menjadi anak yang hanya sedikit nakal." Seungcheol mengatakan hal tersebut sambil terkekeh dan tidak merasa bersalah
"Hyung... "
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡTBCㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
This is the end of this part lolololol. Maaf jika alur kecepatan dan ada typos dan kata kata yang digunakan aneh. Mungkin ini akan menjadi cerita yang lumayan panjang karna banyak ku bagi ceritanya. BTW THANKS FOR READING! Review boleh? Satu review kalian membantu menyemangati saya^^
