Helo! Ternyata ada yang baca FF gaje ini huhu^ . ^ review sudahku balas lewat PM sebagian yap:) mksih sudah mereview:)
-***-***-***-***-
DESCLAIMER : BoBoiBoy milik Monsta.
PAIR : Masih rahasia ( Readers boleh meneka sesuka hati :D )
Genre : Drama&Romance
Warn : Gaje, Typo, Elemental siblings, OOC, EYD blm memenuhi syarat, etc.
HappyReading
***
Taufan dan pria itu menikmati bekal berdua tanpa ada yang berbicara sama sekali.
Setelah Taufan selesai, ia merapikan tempat bekalnya sembari menunggu kawan barunya itu selesai makan.
"Apakah enak?!" Tanya Taufan menatap pria itu.
Pria itu menghentikan aktivitasnya sebentar lalu mengangguk. Hal itu membuat Taufan tersenyum senang. Setelah pria itu selesai makan, ia merapikannya dan memberikan tempat bekalnya kepada Taufan.
"Terima kasih." Ucap pria itu singkat.
Taufan mengangguk dan tersenyum polos, "Sama-sama. Ngomong-ngomong, namamu siapa?" Tanya Taufan ramah.
Pria itu menatap Taufan sebentar,"Fang." Sahutnya ketus.
"Oh,Fang! Salam kenal ya. Aku anak kelas 7-B . Kau kelas berapa?" Tanya Taufan lagi dengan antusias.
Fang mendengus, " 8-A." Sahutnya.
"Oh... berarti kau sekelas dengan kak Air ya." Ujar Taufan dengan pose berfikir yang errr- sangat imut.
Fang memanas melihat wajah Taufan yang seperti itu dan segera memalingkan mukanya.
"Aku harus pergi..."Ucap Fang sembari meninggalkan Taufan sendirian.
Taufan memandang punggung Fang yang semakin menjauh, "Dia keren ya..." Batin Taufan polos. Ah Taufan, kalau kakakmu tau kau memuji orang lain sudah di pastikan keempat kakakmu sudah berasap sekarang.
***
Gempa dan Halilintar menikmati bekal buatan Adiknya itu di kelasnya, tepatnya 9-A
"Apa yang kau perbuat jika ada yang menyatakan cinta pada Taufan?" Celetuk Gempa menghiasi suasana makan mereka.
Halilintar tersedak, "Uhuk... Ada apa kau tiba-tiba membicarakan hal ini." Ketus Halilintar sembari minum air mineral.
Gempa nyengir watados, "Hanya ingin tau tindakanmu." Sahut Gempa kalem.
"Aku akan memastikan mereka menderita jika berani melakukan hal itu." Desis Halilintar tajam.
Gempa bergidik ngeri,"Oke baiklah... jika itu saudara kita sendiri yang melakukannya? bagaimana?" Tanya Gempa.
"Kita lihat saja nanti." Sahut Halilintar melanjutkan aktivitas makannya.
***
Api mendesis kesal saat guru di kelasnya masih asik mengajar padahal bel istirahat sudah berbunyi dari 5 menit yang lalu.
Ia melirik bekalnya yang terus seolah memanggilnya, perutnya sudah keroncongan. Beginilah derita murid 8-C jika guru Matematika mengajar, gurunya tak ingat akan waktu.
"Baiklah, pelajaran cukup sampai di sini. sampai jumpa minggu depan!" Ujar sang guru sembari keluar kelas.
Api tersenyum senang saat melihat hal itu, ia segera membuka bekalnya dan memakannya dengan lahap.
"Buatan Taufan memang paling TOP!" Puji Api dalam hati. Karena terlalu semangat makan, ia keselek.
"Uhuk...uhuk..."
"Makanya kalau makan pelan-pelan." Desis seseorang datar.
Api mendongak dan, "Terima kasih, Air!" Ucap Api gembira dan meminum air yang di berikan.
"Nanti pulang bareng ya, kan ada Latihan Melukis hari ini." Ucap Air tenang.
Api mengangguk, "Baik." Sahut Api.
***
Taufan berjalan ceria sampai-sampai tak melihat orang di depannya.
BRUGH...
"Aww..." Desis Taufan dan orang yang di tabraknya.
Taufan bangkit dan mengulurkan tangannya, "Maaf, aku tidak sengaja. Kau baik-baik saja?" Tanya Taufan dengan wajah lugu.
Yang di tabrak segera mendongak, "Oh, Taufan! Tidak apa-apa Taufan. Hanya terjatuh biasa kan?!" Ucap Gadis itu.
"Loh? Kak yaya?! sekolah di sini ternyata." Ucap Taufan ceria.
Yaya tersenyum, "Iya, Aku baru pulang lomba jadi kamu baru lihat." Ujar Yaya.
Taufan tersenyum polos, "Kakak di kelas mana?" Tanya Taufan.
"Kelas 9-A." Sahut Yaya singkat.
Taufan terdiam, "Wah! itukan kelas Kak Gempa sama Kak Halilin." Ucap Taufan.
"Kau benar Taufan!" Ucap Yaya.
"Yasudah kak, aku balik ke kelas yah. Bye!" Seru Taufan melambaikan tangannya.
Yaya tersenyum, "Bye!"Gumam Yaya.
***
Fang duduk di kelasnya sembari melamunkan sosok Taufan, pria lucu dan imut yang membuatnya merasa ingin memilikinya... seutuhnya! ya... harus!
"Aku harus memilikinya. Harus!" Gumamnya sambil menuliskan Tulisan 'Taufan' di buku tulisnya.
Skip Time~
Bel pulang berbunyi, Taufan buru-buru membereskan alat tulisnya, lalu berlari keluar.
Brukk...
"Aww!" Ringis Taufan kesakitan.
Yang di tabrak segera menolong Taufan, "Bisa berdiri?" Tanya seseorang dengan nada sedikit lembut.
Taufan mendongak, "F-Fang!" Seru Taufan merona merah. Pipinya memanas melihat Fang dari jarak yang begitu dekat.
Di kejauhan, Keempat saudara Taufan mulai berasap melihat hal itu.
"Siapa pria itu? berani sekali mendekati Taufan." Ucap Halilintar tajam.
Gempa menggeleng, "Entahlah Hali, aku rasa dia masalah besar untuk kita." Ujar Gempa yang biasanya ramah kini menajam.
Api ikut menyutujui, "Sepertinya dia harus di basmi kak!" Ucap Api dengan nada marah.
Air yang tenang berkata, "Perlahan saja... kita lihat, apa pria itu memberi efek buruk pada Taufan atau tidak." Ujarnya tenang.
"Baiklah! Aku setuju." Tandas Halilintar,Gempa dan Api menatap kedua pria itu dengan tatapan sulit di artikan.
TBC
haii, Makasih sudah mereview!
Kalian memang terbaik!
Buat yang tanya umur/Kelas . bisa di prediksi dari cerita di atas.
pertanyaan: Kira-kira siapa yang di pilih Taufan?
yang benar akan menjadi Pemeran. (Jangan asal, ini sulit loh:D banyak jebakan.)
byebye!
