Note's: Uzumaki Nataka kembali lagi, wah banyak sekali yang review, follow dan favorite Fiction saya, saya harap kalian suka dengan cerita yang saya buat.

Terima kasih yang sudah kasih saran pada saya, saya akan pikirkan dulu, dan untuk masalah Pairing memang dari awal saya sudah niat fiction ini pairingnya Naruto x Kalawarner, saya harap kalian tidak kecewa dengan saya.

Ini chapter 2 yang kalian nanti-nanti, saya harap kalian suka dengan cerita kali ini.

Cerita ini hanyalah karangan belaka, jadi saya harap kalian mengerti tujuan cerita ini yang bertujuan menghibur para pembaca.

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD adalah milik pengarang aslinya, saya hanya meminjam karakter dan yang lainnya untuk kelangsungan jalan cerita ini.

Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, Devil!Naruto, Semi-Canon!Story and Etc.

Selamat membaca!

Chapter 2: Two Young Assassin!

Italia, negara yang kental akan kekerasan, terdapat begitu banyak mafia atau dalam bahasa Italia di kenal dengan La Cosa Nostra, ada banyak begitu kelompok mafia yang berdiri di Italia, mereka adalah Camorra Mafia, La Stidda Mafia dan masih banyak lagi.

Torino, sebuah kota yang menjadi bagian wilayah salah satu kelompok mafia ternama, kelompok mafia tersebut adalah La Stidda Mafia yang di pimpin oleh Vincent Basciano atau biasa di panggil Vinny Gorgeous.

Vinny baru saja menjabat sebagai Kepala Mafia untuk kota Torino, sebelumnya ia beroperasi di Amerika bersama rekan-rekannya yang lain.

Selain La Stidda Mafia, ada juga Camorra Mafia yang baru-baru ini mencoba menduduki wilayah Torino sebagai wilayah daerah kekuasaan mereka, mereka sempat bentrok beberapa waktu yang lalu oleh kelompok La Stidda Mafia. Kelompok mafia ini di pimpin oleh Giuseppe Setola yang berasal dari Casalesi Clan.

Di sebuah Mansion besar, terlihat dua orang berdiri di antara ratusan mayat. Mereka berdua terlihat masih sangat muda, mereka seperti baru berumur 17 tahunan.

"Hah! Kenapa sih Shinobu-sama harus menjalin hubungan dengan Camorra Mafia?" pemuda berambut hitam pendek menghela nafas, dia adalah Rock Lee.

Rock Lee adalah putra dari seorang aktor beladiri terkenal Brandon Lee dengan Eliza Hutton, ia di buang oleh Ibunya saat berumur 3 tahun di negara jepang, setelah membuang dirinya, sang Ibu menikah lagi dengan seorang pria dan memiliki seorang putra lagi, sebelum menikah dengan pria itu, Eliza mengaku tidak mempunyai anak dari hasil hubungannya dengan Brandon Lee.

Di umur 6 tahun Lee di adopsi oleh seorang pria yang merupakan anggota Yakuza dari kelompok Yamaguchi-gumi yang bermarkas besar di Kobe, pria tersebut bernama Maito Gai. Maito Gai mengajarkan semua yang ia tahu pada Lee, termasuk gaya beladiri yang di ciptakan oleh kakeknya yaitu Jeet Kune Do, Gai juga mengajarkan beladiri yang ia kembangkan sendiri, beladiri tersebut di namakan Gōken atau dalam bahasa inggrisnya adalah Strong Fist.

Saat umur 15 tahun, Lee bergabung bersama Yamaguchi-gumi untuk menggantikan ayah angkat sekaligus gurunya yang meninggal saat perang besar antara kelompok Yamaguchi-gumi dengan Inagawa-kai.

"Aku juga tidak tahu Lee, tapi ini sudah tugas kita menjalankan apa yang di perintahkan Shinobu-sama," pemuda tersebut berambut raven, ia memiliki warna mata berwarna hitam, dia adalah Sarutobi Sasuke, 'Andai kamu tahu yang sebenarnya Lee... bahwa kita telah di buang oleh Shinobu-sama...' batin Sasuke tidak tega memberitahukan yang sebenarnya pada satu-satunya sahabat yang ia punya.

Sasuke menatap ratusan mayat yang ia bantai bersama sahabatnya, ia menghela nafas kecil dan memasukan Sengo Muramasa kedalam sarungnya.

Sengo Muramasa adalah pedang terkutuk turun temurun milik Sarutobi Clan yang di titipkan oleh Sanada Yukimura sebelum beliau meninggal.

Sarutobi Sasuke adalah putra kedua dari pasangan Sarutobi Fugaku dan Sarutobi Mikoto, ia mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Sarutobi Itachi, keluarganya di bantai oleh kelompok tidak di kenal, ia mengikuti jejak ayahnya yang mengabdi pada kelompok Yamaguchi-gumi, walau sebenarnya ia tahu kalau ayahnya yang telah meninggal tidak setuju jika ia bergabung dengan Yamaguchi-gumi.

Sarutobi Clan sejak pertama kali berdiri selalu mengajarkan keturunannya sebuah seni yang di namakan Ninjutsu atau bahasa Inggrisnya Ninja Arts.

Sasuke juga mempunyai Sacred Gear yang di turunkan secara temurun, Sacred Gear tersebut adalah Ninja Tools, dimana memiliki kemampuan menciptakan senjata ninja dari ketiadaan, awalnya Sarutobi Fugaku akan menurunkan Sacred Gear ini pada putra pertama mereka, hanya saja Itachi lebih memilih menjadi seorang pekerja kantoran ketimbang meneruskan benda yang di turunkan turun temurun.

Bisa di bilang Sacred Gear yang di miliki oleh Sasuke terbilang unik, karena jika Sacred Gear itu di keluarkan dari dalam tubuh pengguna, sang pengguna tidak akan tewas seperti para pengguna Sacred Gear yang lain.

Sasuke menatap Lee yang sedang menendang-nendang mayat di dekatnya, "Lee, lebih baik sekarang kita pergi melapor pada Setola-sama, kalau Vinny tidak ada di sini." Lee menghentikan kegiatannya dan menatap Sasuke lalu mengangguk.

Mereka berdua pergi dari Mansion besar yang merupakan salah satu markas milik La Stidda Mafia, mereka berdua di usia yang sangat muda harus merasakan kerasnya dunia kriminal, membunuh adalah makanan mereka sehari-hari, tapi jujur saja dalam hati mereka memiliki sebuah mimpi yang ingin mereka capai.

Rock Lee memiliki mimpi mendirikan sekolah beladiri Gōken, sedangkan Sarutobi Sasuke memiliki mimpi mengabdi pada orang yang mempunyai prinsip sama seperti Sanada Yukimura yang tidak menganggap kakek moyangnya sebagai budak atau anak buah, tapi menganggap mereka sebagai teman, saudara bahkan keluarga.

x-x-x-x-x

Deru motor berhenti di depan sebuah kafe, gadis cantik turun dari kursi belakang motor, sementara remaja tampan membuka helm dan menaruhnya di atas kaca spion.

Mereka berdua adalah Naruto Eligos dan Kalawarner, mereka baru saja memasuki kawasan kota Torino, 2 jam lamanya mereka telah menempuh perjalanan, entah apa yang membawa mereka untuk berhenti sejenak di kota Torino, tapi Naruto yakin dengan instingnya kalau mereka berdua akan menemukan sesuatu yang menarik di kota ini.

Naruto dan Kalawarner membuka pintu kafe, Naruto berhenti sejenak, instingnya berkata ada tiga aura yang berbeda dari dalam kafe, yang pertama adalah aura yang sama seperti ia rasakan saat berada di gereja kota Vatikan, tapi aura ini lebih kuat dari Dulio sang Exorcist. Dua aura lainnya adalah dua aura manusia yang memiliki kekuatan lebih, satu di antara dua aura tersebut mempunyai kekuatan mendekati High-Class Devil.

"Ada apa Naruto-kun?" Kalawarner terlihat heran dengan remaja yang sudah mencuri hatinya ini.

Naruto menggelengkan kepalanya, "Tidak ada apa-apa Kalawarner," bohong Naruto seraya tersenyum, "Bisa kamu pesankan minuman untukku, aku akan mencari tempat duduk terlebih dahulu." katanya kemudian.

Kalawarner mengangguk dan berjalan menuju meja penjual minuman.

Naruto mencari sumber aura yang sangat kuat itu, ia bisa melihat seorang pria berusia 25 tahunan sedang menyerup kopi yang berada di atas meja, Naruto berjalan mendekati pria tersebut.

"Boleh aku duduk di sini?" tanya Naruto ramah, entah apa yang membuat keturunan Eligos Clan ini berani, tapi putra dari Minato Eligos ini yakin kalau yang ada di depannya adalah seorang Malaikat sekelas Seraph.

Sang pria menatap Naruto dengan senyum ramah, "Tentu saja -de gozaru." katanya memperbolehkan Naruto duduk di depannya.

Naruto menarik kursi lalu duduk di depan pria tersebut, "Aku sedikit heran kenapa ada seorang Malaikat datang ke kafe ini?" pria dengan wajah 25 tahun menatap Naruto dengan senyum ramah, "Karena setahu ku, Malaikat, Iblis dan Malaikat Jatuh tidak perlu hal seperti makan dan minum." katanya seraya tersenyum.

Dengan tersenyum ramah Malaikat tersebut membalas, "Itu juga berlaku untukmu Iblis-san." katanya mengembalikan kata-kata Naruto.

Naruto tertawa kecil ketika Malaikat di depannya membalikan kata-katanya, "Tentu saja itu berlaku juga untukku," mendengar jawaban tersebut Malaikat itu tersenyum, "Hanya saja entah kenapa aku bisa merasakan nikmatnya makan dan minum, karena dari apa yang aku baca di perpustakaan Clan-ku, bangsa kami Iblis tidak bisa merasakan itu semua kecuali memakan dan meminum jiwa kotor dari manusia, begitu juga dengan Malaikat yang memakan dan meminum doa dari orang-orang yang percaya pada Tuhan. Bukan begitu Malaikat-san?" sebenarnya Naruto sangat ingin tahu apa yang terjadi pada hidupnya, karena ia yakin ada yang salah dengan dirinya yang bisa merasakan makan dan minum layaknya manusia, bukan itu saja, ia bahkan bisa merasakan kasih sayang dan cinta dari kedua orang tuanya yang merupakan Iblis, dimana mereka tidak seharusnya mempunyai sifat kasih sayang dan cinta.

Mengumpulkan itu semua, Naruto berpikir bahwa Tuhan yang menciptakan mereka telah tiada di dunia ini, sehingga sistem yang seharusnya tidak terjadi malah terjadi pada Iblis seperti dirinya dan tidak menutup kemungkinan itu juga terjadi pada Malaikat dan Malaikat Jatuh bahkan lebih parahnya terjadi pada Manusia.

Malaikat tersebut terdiam tidak berkata apa-apa, ia hanya menatap Iblis di depannya dengan senyuman terbaiknya.

"Mengumpulkan itu semua, aku ambil kesimpulan bahwa Tuhan telah tiada. Bukan begitu Malaikat-san?" kata Naruto mantap.

Malaikat di depan Naruto tidak menjawab dan hanya terdiam dengan wajah sedih, melihat wajah sedih dari Malaikat di depannya ia mengambil kesimpulan bahwa yang ia utarakan tadi memang benar adanya kalau Tuhan telah tiada, tapi Naruto berpikir kenapa Tuhan bisa tewas? apakah Iblis yang telah membunuhnya? Apakah Malaikat Jatuh yang telah membunuhnya? Tapi Naruto menepis semua itu karena ia yakin tidak mungkin makhluk ciptaannya membunuh sang pencipta kecuali ada makhluk lain yang bukan ciptaan Tuhan yang membunuh Tuhan.

Malaikat tersebut menghela nafas kecil, "Kesimpulanmu tepat Iblis-san, Tuhan memang telah tiada, Tuhan tewas karena mengorbankan dirinya untuk menyegel makhluk yang mungkin bisa menghancurkan dunia ini." jawab sang Malaikat.

Naruto terkejut mendengar hal tersebut, ia tidak menyangka akan mendapatkan informasi sebesar ini, ia bahkan berpikir Malaikat di depannya akan bermain dengan kata-kata agar dirinya tidak menjadi Malaikat Jatuh, karena Naruto sudah menyiapkan jawaban jika sang Malaikat mengelak.

Tentu saja jawaban yang akan ia katakan adalah mengenai bergabungnya Demonic Power dengan Light Power seperti hal yang ia lihat saat menjadikan Kalawarner sebagai Queen dalam Peerage-nya, karena tidak seharusnya Malaikat Jatuh yang di bangkitkan bisa membuat tombak cahaya berwarna hitam.

"Maaf kalau aku telah lancang Malaikat-san," Malaikat di depannya menggelengkan kepala dengan wajah tersenyum, "Ah maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku adalah Naruto Eligos." katanya memperkenalkan diri.

"Ah, itu benar juga Naruto-san, namaku adalah Metatron -de gozaru," Malaikat di depan Naruto memperkenalkan diri, "Salam kenal Naruto-san." katanya memberikan sedikit tanda hormat dengan anggukan kepala.

"Salam kenal juga Metatron-san."

"Maaf sepertinya aku harus pergi, aku takut kalau Michael menceramahiku karena terlalu lama turun dari Surga," Metatron bangun dari tempat duduknya, "Mungkin kita bisa berbincang-bincang lagi seperti saat ini di lain waktu." katanya kemudian.

"Tentu saja Metatron-san," kata Naruto yang bangun dari kursinya, "Mungkin di masa depan nanti kita bisa berdiri di sisi yang sama." Metatron terkejut dengan perkataan Naruto tapi ia hanya menganggukan kepala.

"Sampai nanti Naruto-san -de gozaru." Metatron berjalan melewati Naruto dengan santai.

Naruto berbalik dan menatap punggung Metatron kemudian ia menghela nafas, "Fuih! Hampir saja, aku kira dia akan menyerangku," ia tidak menyangka akan dapat reaksi tidak terduga dari sang Malaikat, "Sampai nanti Metatron-san." katanya sambil tersenyum membalas perkataan Metatron yang tertunda.

Kalawarner datang dengan membawa dua buah minuman dingin, yang pertama adalah Strawberry Shake yang sedang di minum oleh Kalawarner, yang kedua adalah Ice Cappucino yang di serahkan pada Naruto.

"Tadi itu sapa Naruto-kun?" tanya Kalawarner penasaran karena sejak tadi ia melihat Naruto bersama seseorang.

Dengan tersenyum Naruto menjawab, "Bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang butuh teman mengobrol." bohong Naruto.

Kalawarner mengangguk dan mengangkat kedua bahunya tidak peduli, yang ia pedulikan sekarang adalah menatap wajah tampan Naruto dan menghabiskan Strawberry Shake yang tengah ia minum.

x-x-x-x-x

Dua pemuda duduk di pojok meja kafe, mereka baru saja selesai menjalankan tugas yang di berikan oleh Giuseppe Setola, seperti biasa mereka selalu datang ke kafe ini setelah selesai menjalankan tugas mereka.

Meneguk kopi panasnya pemuda berambut raven menatap pintu masuk, ia bisa melihat dua orang mengenakan jaket kulit yang sama, ia merasa sedikit tertarik dengan tulisan yang ada di belakang jaket kulit yang mereka kenakan, 'Underworld Demon Rider?' batin Sasuke, 'Baru kali ini aku melihat kelompok pengendara motor dengan nama seperti itu.' ia bisa melihat sang gadis berpisah dan sang remaja mendekati seseorang yang mengenakan pakaian kantor serba putih.

Cukup lama Sasuke melihat remaja itu dan pria di depannya berbincang-bincang, tapi sampai akhirnya ia tidak peduli dengan itu.

Sasuke mengambil telepon genggam yang sempat berbunyi beberapa saat lalu, ia bisa membaca pesan surel yang tertera di layar tersebut.

Sasuke menghela nafas kecil, "Lee," pemuda berambut hitam pendek yang sedang asik meminum susu menatap Sasuke bingung, "Setola-sama menyuruh kita menyerang markas Vinny lagi, dia bilang kali ini Vinny ada di sana." katanya melanjutkan.

"Kau yakin Vinny ada disana Sasuke?"

Sasuke mengangguk, "Menurut informan yang di percaya Setola-sama, Vinny ada di tempat itu," katanya menjelaskan sebagian isi pesan surel tersebut, "Lebih cepat kita menyelesaikan ini, lebih cepat pula kita pulang ke Jepang." Ia tahu kalau harus sedikit berbohong pada sahabatnya, ia tidak ingin sahabatnya kecewa dengan Tsukasa Shinobu yang telah membuang mereka.

"Baiklah, lebih cepat lebih baik, aku juga sudah kangen dengan Jepang," katanya tersenyum, ia bangkit dari tempat duduknya dengan semangat, "Yosh! Ayo kita berangkat!" sebagian orang tidak menanggapi tingkah Lee, tapi berbeda dengan remaja pirang dan gadis berambut biru gelap, mereka memandang Lee dengan penuh perhatian.

Mengangkat kedua bahunya, Sasuke bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti langkah Lee yang sudah keluar dari dalam kafe, tidak lupa ia menaruh uang di atas meja sebelum mereka berdua pergi.

Remaja berambut pirang dan gadis berambut biru gelap menatap Lee dan Sasuke pergi dengan pandangan khusus, khususnya remaja pirang yang sangat ingin menjadikan kedua orang tersebut anggota Peerage-nya, mengingat ia merasakan aura yang cukup kuat dari dua orang yang baru saja keluar.

"Kalawarner, kita ikuti mereka." kata Naruto yang sudah bangkit dari tempat duduk.

"Kenapa?" tanya Kalawarner bingung.

"Aku yakin akan terjadi sesuatu yang menarik," kata Naruto yang sudah memakai jaketnya yang sempat ia lepas, "Aku yakin kamu juga merasakan aura yang mereka keluarkan?" katanya kemudian.

Kalawarner mengangguk paham, "Jadi, Naruto-kun mau menjadikan mereka anggota Peerage-mu?" tanyanya yang berdiri dari kursi.

"Kalau itu memungkinkan kenapa tidak?" katanya dengan tersenyum, memang Naruto tidak akan memaksakan seseorang untuk menjadi anggota Peerage-nya.

Kalawarner mengangguk, ia tahu kalau sifat King-nya yang tidak memaksakan seseorang bergabung dengan Peerage-nya.

Naruto dan Kalawarner berjalan keluar kafe, mereka berdua berjalan mengikuti Lee dan Sasuke.

x-x-x-x-x

Sasuke dan Lee, menyusup ke dalam Mansion besar yang di di duga adalah tempat kediaman Vinny Gorgeous, dengan berhati-hati keduanya mencoba menghindari kamera pengawas di Mansion tersebut, Sasuke memberikan sinyal pada Lee untuk membuka pintu bagian belakang Mansion.

Mendapat anggukan dari Lee, Sasuke masuk ke dalam Mansion, ia melihat sekeliling Mansion tersebut dalam keadaan kosong.

"Sepertinya informasi yang di dapat salah." kata Sasuke melihat sekeliling Mansion.

Lee mengangguk, "Kau benar Sasuke, tidak ada siapa-siapa disini." katanya, "Lebih baik kita kembali untuk melapor."

Sasuke mengangguk tapi sebelum ia pergi dari tempat itu terdengar sebuah suara, Sasuke dan Lee mencari sumber suara tersebut dan ia melihat dua orang yang tidak di kenal, orang pertama memakai pakaian ninja dan yang kedua memakai pakaian ala gangster.

"Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan putra Fugaku disini." kata sosok yang mengenakan pakaian ninja, Sasuke terkejut mendengar itu, "Kenapa? Terkejut Sasuke?" katanya membuka penutup kepala ninjanya.

Sasuke sangat terkejut ketika melihat sosok yang sangat ia kenal berdiri agak jauh darinya.

"Fūma Kidōmaru," kata Sasuke penuh penekanan, ia tidak menyangka akan bertemu dengan keturunan langsung dari Fūma Kotarō yang merupakan musuh bebuyutan kakek moyangnya.

"Bagaimana kabar ayahmu Sasuke?" tanya Kidōmaru menghina, mendengar itu Sasuke mengepalkan tangannya, "Ah aku lupa kalau ayahmu telah mati," katanya menyeringai sadis, "Mati di tanganku ini." Kidōmaru mengeluarkan dua buah dagger dan menjilat salah satunya.

Dagger pertama berwarna putih yang di kenal dengan nama Carnwennan atau yang sering di sebut Holy King Dagger. Dagger kedua adalah sebuah dagger hitam seperti senjata khas negara Indonesia, dagger tersebut adalah Kris Mpu Gandring atau lebih di kenal dengan nama The Curse Dagger Gandring.

Mendengar pernyataan itu Sasuke terkejut bukan main, ia tidak menyangka kalau Kidōmaru yang telah membantai keluarganya, dengan cepat ia membuat dua buah kunai yang masing-masing di pegang di tangan kiri dan kanan.

"Bangsat!" dengan cepat Sasuke menerjang Kidōmaru.

Kidōmaru menahan serangan Sasuke dengan Kris Mpu Gandring dan mengayunkan Carnwennan untuk memotong kepala Sasuke, tapi Sasuke menghindari serangan tersebut dengan melompat ke belakang, dengan cepat ia melempar dua buah kunai tersebut kearah Kidōmaru, ia juga menciptakan beberapa kunai lagi dan melemparkannya dengan cepat ke Kidōmaru.

Dengan gerakan cepat, Kidōmaru menangkis semua kunai yang mengarah padanya, ia bisa melihat Sasuke mencabut Sengo Muramasa dan menerjang kearahnya, Kidōmaru menangkis serangan tersebut dengan Carnwennan dan Kris Mpu Gandring yang menyilangkan kedua senjata tersebut.

"Kamu lumayan juga Sasuke," kata Kidōmaru menyeringai, mendorong tubuhnya untuk melepaskan diri ia menggunakan tekniknya, "Holy Demon Fatal Step!" dengan cepat Kidōmaru menyabet Sasuke secara bergantian dengan dua buah daggernya.

Jika di hitung Sasuke mendapatkan serangan telak sebanyak 10 kali di sekujur tubuhnya, darah keluar dari mulut Sasuke, kemudian ia terjatuh.

"Sasuke!" teriak Lee yang sedari tadi yakin kalau sahabatnya akan menang, makanya ia tidak membantu sahabatnya, dengan cepat ia menerjang Kidōmaru.

"Final Death Crusher!" sebuah hantaman kepalan tangan menghantam wajah Lee, ternyata serangan tersebut berasal dari rekan Kidōmaru.

Lee terpental hingga menabrak tembok, darah keluar dari mulutnya, tidak lama kemudian ia pingsan seketika.

"Terima kasih Duryodhana," kata Kidōmaru tersenyum tipis.

"Cepat selesaikan Kidōmaru, aku tidak mau kalau Agravaine-sama mengamuk jika kita telat datang." katanya dengan nada datar.

Kidōmaru mengangguk dan mendekati Sasuke, ia bersiap menusukan daggernya tepat di jantung Sasuke, Sasuke yang masih memiliki kesadaran menatap Kidōmaru dengan bengis.

"Selamat tinggal Sarutobi Clan," sebelum dagger tersebut mengenai jantung Sasuke, sebuah petir hitam mengantam Kidōmaru hingga membuatnya terpental beberapa meter, "Brengsek! Siapa yang berani menyerangku!" teriaknya yang sudah bangkit.

Kidōmaru dan Duryodhana bisa melihat sosok remaja mengenakan pakaian seperti pengendara motor besar berdiri tidak jauh darinya, mereka juga bisa melihat seorang gadis mendekati Lee dan mengecek keadaan rekan Sasuke tersebut.

"Dia tidak apa-apa Naruto-kun." kata gadis yang ternyata adalah Kalawarner.

Masih menatap Kidōmaru dan Duryodhana, Naruto sang remaja tersebut mengangguk.

"Aku tidak tahu apa urusan kalian dengan dua temanku, tapi jika kalian berani membunuh temanku, aku akan membunuh kalian dengan tanganku ini." Naruto menaikan tekanan Demonic Power-nya, ia memang baru pertama kali melihat Sasuke dan Lee saat di dalam kafe tadi, tapi ia merasa kalau mereka berdua pantas menjadi temannya.

Kidōmaru dan Duryodhana bisa merasakan aura yang sangat besar keluar dari tubuh remaja di depannya, mereka berdua merinding karena merasakan tekanan aura remaja di depan mereka seperti pemimpin mereka Agravaine de Bois.

"Lebih baik kita pergi Kidōmaru, dia bukan level kita," kata Duryodhana, Kidōmaru mengangguk, "Lain kali aku tidak akan melepaskan mereka, ingat baik-baik, ini terakhir kalinya kita bertemu," Duryodhana menatap tajam Naruto, "Tapi jika kita bertemu lagi, Villain Faction tidak akan segan-segan menghabisi kalian."

"Jangan lupa kita ambil bayaran terlebih dahulu dari si Vinny itu." kata Kidōmaru dengan nada malas.

Mereka berdua menghilang menggunakan lingkaran sihir dengan gambar tengkorak di tengah-tengahnya.

"Villain Faction, aku tunggu itu," kata Naruto datar menurunkan aura Demonic Power miliknya, "Kita pergi dari sini Kalawarner." Naruto segera menggendong Sasuke di pundaknya.

Kalawarner mengangguk dan membuat Rock Lee melayang, kemudian mereka berempat menghilang dengan lingkaran sihir dengan lambang Eligos Clan yang sudah di modifikasi oleh ayahnya agar yang bukan dari keluarga Eligos bisa ikut ke dalam lingkaran sihir tersebut.

x-x-x-x-x

Dunia Bawah, di gegerkan dengan berita yang mereka baca dari koran Underworld Times, entah berita tersebut membuat para Iblis marah atau malah bangga, karena berita tersebut memuat berita tentang seorang Iblis yang berani masuk ke dalam kawasan Angel Faction dan sempat bentrok dengan Dulio Gesualdo pemilik Zenith Tempest sekaligus The Strongest Exorcist.

Banyak sanjungan datang dari berbagai Iblis yang memuji Iblis tersebut, dari ciri-cirinya mereka menebak bahwa Iblis itu adalah Riser Phenex yang pada saat itu sedang berkunjung ke dunia manusia.

Kontan saja nama Riser Phenex di gadang-gadang akan menjadi Satan selanjutnya, Riser Phenex yang tidak tahu apa-apa dengan sombongnya mengatakan bahwa Iblis tersebut adalah dia.

Di kediaman Bael Clan, seorang pemuda dengan badan yang atletis membaca berita tersebut tertawa, apalagi ia mendengar bahwa Riser Phenex yang mengaku-ngaku bentrok dengan Dulio Gesualdo yang pemuda itu yakin bahwa sang Exorcist tersebut sekelas dengan seorang Seraph.

"Sairaorg-kun, apa yang kamu tertawakan?" tanya gadis cantik yang merupakan Queen dari Sairaorg.

Sairaorg sang pemuda tersebut masih tertawa, "Kamu sudah baca berita tidak bermutu ini?" tanyanya, sang Queen yang bernama Kuisha Abaddon mengangguk.

"Memang kenapa? Bukankah bagus jika salah satu dari kita akan menjadi Satan selanjutnya," jawab Kuisha, "Apalagi dia berasal dari Phenex Clan yang mempunyai tubuh abadi."

"Kamu percaya?" tanya Sairaorg tertawa lepas.

Kuisha bingung dengan King-nya, "Tentu saja, bukankah Riser-sama sendiri yang bilang kalau ia datang ke tempat basisnya Angel Faction."

"Burung busuk itu datang kesana? Itu tidak mungkin Kuisha." kata Sairaorg singkat.

"Kenapa tidak mungkin?"

"Karena aku tahu siapa yang dapat melakukan hal gila seperti itu." Sairaorg berkata sambil memegang dada kirinya, ia ingat betul saat dimana ia pingsan selama 2 hari.

Kuisha memiringkan kepalanya, "Kalau bukan Riser-sama, lalu siapa?" tanya Kuisha penasaran.

"Hanya ada satu Iblis yang berani melakukan hal itu, karena aku pernah menghadapinya, dan yang lebih parah aku kalah dengannya." katanya seraya tersenyum mengingat pertarungannya dengan Iblis itu.

Kuisha terkejut dengan ucapan King-nya, setahu dirinya sang King tidak pernah kalah hingga mendapat julukan The Strongest Youth.

"Aku yakin kalau Iblis yang di maksud adalah Naruto Eligos, mengingat Naruto sedang berada di dunia manusia saat ini." Beberapa hari yang lalu ia mengunjungi tempat Naruto, dari yang Minato dan Kushina katakan kalau Naruto saat ini sedang berada di dunia manusia, jadi Sairaorg ambil kesimpulan kalau Naruto lah yang bentrok dengan Dulio.

"Jangan bercanda Sairaorg-kun, mana mungkin Iblis lemah itu yang melakukannya." kata Kuisha tertawa kecil.

Sairaorg menatap tajam Kuisha hingga membuat Kuisha merinding melihat tatapan itu, Kuisha bisa melihat Sairaorg membuka pakaian atasnya dan berdiri di depan Kuisha.

"Kau bisa lihat ini?" tanya Sairaorg menunjukan dada kirinya yang terdapat bekas luka seperti kepalan tangan, Kuisha mengangguk, "Kau tahu siapa yang melakukannya?" Kuisha menggeleng, "Naruto yang melakukannya hingga aku terbaring selama 2 hari tidak sadarkan diri, jadi jangan hina sahabat sekaligus rivalku dengan sebutan Iblis lemah lagi Kuisha."

Kuisha mengangguk cepat, baru kali ini ia melihat Sairaorg berbicara dengan nada seperti padanya.

Sairaorg menghela nafas dan duduk kembali, "Maaf, kalau aku berbicara seperti itu, hanya saja aku tidak suka Naruto di hina seperti itu."

Kuisha menundukan kepalanya, ia benar-benar menyesal menghina sabahat dari King-nya.

"Huh! Lebih baik aku berlatih kembali," Sairaorg bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan ke arah tempat latihan, ia berhenti sejenak," Ayo kamu juga ikut, kita latihan sama-sama." katanya tersenyum kearah Kuisha.

Kuisha mengangguk dan tersenyum kecil, tapi dalam hatinya ia berjanji tidak akan membuat King-nya marah lagi, Kuisha berjalan mengikuti langkah Sairaorg.

x-x-x-x-x

Sudah dua hari Naruto, Kalawarner, Sasuke dan Lee bersama.

Sasuke dan Lee berterima kasih pada Naruto dan Kalawarner yang telah menolongnya, Sasuke menceritakan pada Lee kalau mereka sebenarnya telah di buang oleh Shinobu-sama, terkejut akan reaksi Lee yang biasa-biasa saja membuat Sasuke heran, Lee berkata kalau sebenarnya ia sudah menduga hal tersebut.

Naruto mengajak dua orang tersebut untuk bergabung menjadi Peerage-nya, Naruto menjelaskan kalau ia sebenarnya adalah Iblis, mendengar penjelasan Naruto akhirnya Sasuke dan Lee mau bergabung dengan menjadi Peerage Naruto.

Naruto merenkarnasi Sasuke dengan bidak Knight, yang di mana bidak Knight tersebut adalah salah satu dari tiga Mutation Piece yang tersisa dalam Evil Pieces miliknya, sementara Lee di renkarnasi menjadi Rook oleh Naruto.

Sasuke dan Lee terkejut ketika mendengar kalau Naruto menganggap mereka sebagai teman, rekan dan keluarga. Sasuke dan Lee saling pandang, mereka berdua berjanji akan setia pada Naruto hingga akhir hidup mereka.

Kini mereka melanjutkan perjalanan menuju kota Lyon.

Sasuke mengenakan jaket kulit dan celana kulit hitam dengan bertuliskan Underworld Demon Rider, Sasuke juga menambahkan kata Knight di jaket dada sebelah kirinya sebagai tanda kalau ia adalah seorang Knight, Naruto juga memberikan sebuah motor Harley Davidson pada Sasuke.

Begitu juga dengan Lee, Lee mengenakan jaket kulit warna hitam yang bertuliskan sama seperti yang lainnya dan celana warna hitam, kaos bagian dalam yang ia kenakan berwarna hijau yang merupakan warna kesukaannya, Lee mewarnai motornya dengan warna hijau dengan motif bidak Rook di tangki bensinnya.

Di jalan Sasuke memandang punggung Naruto, 'Aku akan selalu setia padamu Naruto-sama, seperti halnya kakek moyangku yang setia pada Sanada Yukimura.' batinnya tersenyum tipis karena akhirnya ia menemukan tuan yang ia nanti-nanti.

Di perjalanan Naruto berpikir tentang Villain Faction, ia yakin kalau kelompoknya akan bentrok dengan kelompok tersebut cepat atau lambat, apalagi di tambah Sasuke yang mempunyai masalah dengan salah satu anggota kelompok tersebut, tapi dari itu semua ia tersenyum kecil karena ia telah mendapat dua anggota baru.

To Be Continued

Akhirnya sampai juga di penghujung cerita Chapter 2 ini, saya harap kalian para pembaca menyukainya, seperti biasa saya akan berikan beberapa data yang ada di chapter 2 ini.

Saya juga akan menambahkan beberapa cerita rakyat atau mitologi-mitologi dari berbagai negara tidak terkecuali dari Indonesia untuk meramaikan Fiction ini, entah itu bisa orang, senjata atau apapun itu, jadi saya harap para pembaca memakluminya.

Carnwennan (Holy King Dagger) adalah sebuah dagger kepunyaan King Arthur yang di dalam legenda dapat memotong penyihir jahat menjadi dua.

Kris Mpu Gandring (The Curse Dagger Gandring) adalah sebuah dagger tradisional Indonesia yang di buat oleh penempa legenda yang bernama Empu Gandring. Konon katanya Empu Gandring mengutuk senjata ini hingga mengerenggut nyawa hingga 7 orang termasuk Ken Arok yang merupakan pemilik pertama senjata ini.

Profile Character

Name

• Sarutobi Sasuke

Race

• Reincarnated Devil

• Former Human

Hair Color

• Black

Eye Color

• Black

Equipment & Abilities

• Ninja Arts

• Ninja Tools (Sacred Gear)

• Sengo Muramasa

Relatives

• Sarutobi Sasuke (Ancestor)

• Sarutobi Fugaku (Father, Deceased)

• Sarutobi Mikoto (Mother, Deceased)

• Sarutobi Itachi (Brother, Deceased)

• Rock Lee (Surrogate Brother)

Affiliations

• Sarutobi Clan

• Yamaguchi-gumi Yakuza (Formerly)

• Camorra Mafia (Formerly)

• Naruto Eligos's Peerage

• Underworld Demon Rider (Member)

Status

• Alive

Ranking

• Low-Class Devil

• Knight, Mutation Piece

Profile Character

Name

• Rock Lee

Race

• Reincarnated Devil

• Former Human

Hair Color

• Black

Eye Color

• Brown

Equipment & Abilities

• Strong Fist

• Jeet Kune Do

Relatives

• Bruce Lee (Grandfather, Deceased)

• Linda Lee Cadwell (Grandmother)

• Brandon Lee (Father, Deceased)

• Eliza Hutton (Mother, Abandon)

• Maito Gai (Foster Father, Deceased)

• Sarutobi Sasuke (Surrogate Brother)

Affiliations

• Yamaguchi-gumi Yakuza (Formerly)

• Camorra Mafia (Formerly)

• Naruto Eligos's Peerage

• Underworld Demon Rider (Member)

Status

• Alive

Ranking

• Low-Class Devil

• Rook