Yeongweonhi Saranghae

By

Jihyun1289

a.k.a

Cho Sunghyun

Pairing :: ZhouRy, YeWook, KyuMin, HanChul, SiBum, KangTeuk (pair lain menyusul seiring jalannya chapter)

Ratting :: T

Disclaimer :: SuJu milik diri mereka, orang tua masing-masing, Tuhan… dan jangan lupa! Para couple saling memiliki satu sama lain!

Warning :: Boy x Boy, YAOI, BL, OOC(?), m-preg, gaje, typo(s), abal. DON'T LIKE DON'T READ! Tapi kalau Read, Review please… *bow*

Writer's Note :: Annyeonghaseyo… JiFa balik lagi nih, guys! Bawa chap 2. Auushh… Syukur dah, JiFa bisa lanjut ini FF. Yais, sebelumnya… Gomawo buat yang kemarin review Yeongweonhi Saranghae *kiss

Enjoy it!

Summary

"Aku tahu bagaimana perasaanmu"/"Kanginnie… Eoddiga?"/"Mereka membawa kura-kura Yesung hyung dan menakut-nakutiku"/Minnie adalah pacal Kyu! Dan kami beldua adalah ci kecil KyuMin/Ini keponakan Kim songsaengnim, dosen baru itu…"/"Wookie?"/"Hah… Kita akhiri saja semua ini"/"Apa benar Sungmin itu anakku?"/"Nde… Kita pulang, ne?"/"Eomma ikut!"/"Pokokya Eomma ikut, begitupun Jino, titik!"/ ZhouRy, KyuMin, SiBum, HanChul and other pairs. CHAPTER 2 IS UP! Wanna RnR?

Chapter 2

Di malam hari ketika salju turun. Seorang namja -dengan jaket bulu yang amat tebal, syal merah menggantung indah di leher jenjangnya, dan sepatu boot coklat yang bertengger di kakinya- duduk seorang diri di sebuah bangku taman kota yang sudah sepi karna memang saat ini sudah pukul sebelas malam. Namja itu terlihat sangat murung. Matanya sembab, menandakan dia baru saja menangis.

Namja itu -Park Jungsoo atau Kim Jungsoo yang sering disapa Leeteuk- tersentak ketika sepasang lengan kekar memeluk lehernya dari belakang. Leeteuk menoleh ke belakang. Alangkah terkejutnya ia saat menemukan sosok sang suami yang menundukkan kepala dan tersenyum kepadanya.

"Kang-"

"Ssstt…" Kangin menempelkan jari telunjuknya tepat di atas bibir Leeteuk.

"Gwaenchana... Jangan kau pikirkan lagi, akan kulakukan untukmu" kata Kangin lirih sambil mendudukkan diri di samping Leeteuk.

"Apa maksudmu?" Tanya Leeteuk heran. Air matanya semakin deras mengalir di pipinya. Sedangkan Kangin tersenyum lembut. Tangannya mengusap surai madu Leeteuk.

"Aku tahu bagaimana perasaanmu" jawab Kangin. Ia terpaksa menarik kedua sudut bibirnya. Memaksakan senyumnya.

"Kanginnie, bukan itu yang kurisaukan!" dan setelahnya Leeteuk berlari pergi meninggalkan Kangin. Kembali menuju rumah, mengemasi barang-barangnya dan pergi tanpa sepengetahuan Kangin.

"Hiks…"

XoOoX

"Hiks… Eomma~" rengek Sungmin sambil menggoyang-goyangkan badan eomma-nya yang masih memejamkan mata, tetapi menangis?

"Eomma… Eomma kenapa menangis? Eomma, ileona, eomma… Ileona" Sungmin masih berusaha mmembangunkan Leeteuk.

"Kanginnie…" mengigau. Leeteuk mengigaukan nama… suaminya?

"Eomm-"

"Kanginnie!" dan Leeteuk pun terjaga. Air matanya makin mengalir deras. Dipeluknya erat tubuh mungil Sungmin yang ternyata ikut menangis. *ah elah, berasa sinetron. Jangan diketawain! -_-v*

"Eomma kenapa?" Tanya Sungmin khawatir sembari mengusap bekas-bekas air mata di pipi Leeteuk. Leeteuk sedikit terkejut, namun tak lama kemudian ia tersenyum lembut.

"Eomma tidak apa-apa. Minnie kenapa ada di sini?" Tanya Leeteuk lembut. Berusaha tersenyum manis kepada sang aegya.

"Eomma belteliak dan menangis… Minnie takut" suara Sungmin begitu pelan. Tangan Leeteuk terjulur menangkup pipi chubby Sungmin. Dikecupnya dengan sayang kening Sungmin.

"Minnie sekarang mandi, ne? Eomma akan siapkan sarapan" kata Leeteuk yang disambut anggukan dari Sungmin. Sungmin segera berlari keluar. Membawa sepasang kaki mungil itu keluar dari ruang serba putih yang tak lain adalah kamar Leeteuk. Leeteuk yang melihat pertumbuhan anak semata wayangnya itu tersenyum. Namun senyumnya hilang saat menyadari bahwa Sungmin tumbuh tanpa adanya kasih sayang seorang appa. Dan sudah dua minggu terakhir ini, semenjak Sungmin bersekolah, anak itu terus saja menanyakan siapa appa-nya.

"Kanginnie… Eoddiga?"

XoOoX

"Psst… Ya! Koala~" seorang namja imut dengan pipi chubby seperti kue Mochi melambaikan tangannya di depan sebuah ruang organisasi di SM University.

"Koala~" namja itu masih setia memanggil seorang namja jangkung bersurai kemerahan yang sedang membicarakan sesuatu bersama teman-teman se-organisasi-nya.

"Hah… Lanjutkan nanti" setelah berkata pada teman-temannya, namja jangkung itu melangkah keluar menemui Henry.

"Waeyo? Tumben sekali mencariku? Kangen, eoh?" goda Zhoumi yang membuat Henry merengut tak suka namun tetap saja tercipta semburat merah di pipi chubby-nya.

"Aiih~ jangan menggodaku!" ketus Henry. Zhoumy hanya tertawa kecil dan setelahnya menarik Henry menuju… taman belakang sekolah.

"Waeyo?" Tanya Zhoumy sekali lagi.

"Aku… Ada yang menjahiliku~" adu Henry. Seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk pada eomma-nya, nada Henry sangat manja. Zhoumy yang mendengar aduan Henry –namja yang ia cintai-, langsung saja merubah raut mukanya menjadi garang. Seperti sang eomma.

"Nugu?" Tanya Zhoumi bersulut emosi.

"Dua orang anak kecil" jawab Henry polos. Zhoumi hanya sweat drop mendengarnya.

"Memangnya kau diapakan, Mochi?" nada bicara Zhoumi melunak. Diusapnya pelan bahu Henry.

"Mereka membawa kura-kura Yesung hyung dan menakut-nakutiku" suara Henry begitu pelan, namun masih bias didengar Zhoumi.

"Ya! Itu hyung yang tadi!" teriak seorang namja kecil berambut ikal sambil menarik namja mungil lainnya -yang membawa ddangkoma Yesung- mendekati Henry.

"Gyaa!" pekik Henry. Kyuhyun dan Sungmin, dua bocah yang saat ini menjahili Henry. Hanya Kyuhyun sih… Karena Sungmin beralih ke gendongan Zhoumi.

"Hahaha!" tawa Kyuhyun meledak seketika.

"Kyu, kacihan hyung itu" Sungmin mencoba menghentikan Kyuhyun. Kedua lengannya memeluk leher Zhoumi. Kyuhyun masih saja menyodor-nyodorkan ddangko kea rah Henry yang sudah pucat pasi karena ketakutan.

"Yacudah, kalau Kyu tidak mau belhenti, Minnie malah cama Kyu!" ancam Sungmin. Mendengar ancaman Sungmin, Kyuhyun berhenti. Menoleh ke arah Sungmin yang berada di gendongan Zhoumi dengan kedua lengannya yang mengalung indah di leher jenjang Zhoumi.

"Ya! Kenapa Minnie memeluk hyung koala itu?" Kyuhyun menatap tajam Zhoumi. Memasang wajah ngambeknya.

"Dia pacarmu, Min?" Tanya Zhoumi setelah menurunkan Sungmin ke tanah. Sungmin yang ditanya begitu hanya menunduk malu. Pipinya yang chubby itu mengeluarkan semburat merah, semerah tomat.

"Tentu caja! Minnie adalah pacal Kyu! Dan kami beldua adalah ci kecil KyuMin, benal 'kan, Ming?" Kyuhyun menggenggam erat tangan mungil Sungmin yang masih saja menunduk, namun setelah mendengar pernyataan Kyuhyun, Sungmin mengangguk pelan.

"Ya! Dimana ddangkoma-ku?" Tanya Yesung yang tiba-tiba datang bersama Wookie.

"Tuh! Ambil dan simpan baik-baik ya, kura-kuranya! Kalau di sekolah jangan bawa hewan dong, hyung! Hyung mau kuliah atau ngrawat binatang, eoh?" Tanya Henry ketus.

"Yaish… Diamlah!" sungut Yesung.

"Ya!" sahut Zhoumi.

"Annyeonghaseyo, kau pasi Sungmin, aegya Park songsaengnim?" Tanya Wookie sambil tersenyum ke arah Sungmin. Sungmin hanya mengangguk sambil balas tersenyum.

"Dan kau…?" Tanya Wookie lagi, namun kali ini beralih menatap Kyuhyun.

"Kyuhyun!" seru Kyuhyun bersemangat.

DEG… Wajah Ryeowook berubah menjadi tegang. Namun tak lama kemudian ia merubah raut wajahnya menjadi kembali tenang.

"Aku Ryeowook, tapi kalian bisa memanggilku Wookie hyung" tangan Wookie mengusap lembut puncak kepala KyuMin.

"Apa kau bilang?" suara Yesung yang marah seakan menyadarkan Wookie.

"Ne, kau menyebalkan!" kali ini Zhoumi.

"MWO?" mata Yesung yang semula sipit kini membuka lebar. Ryeowook dan Henry hanya bisa memutar bola matanya jengah.

"Hyung, kita pergi saja" ajak Henry kepada Wookie.

"Minnie/Kyu ikut!" seru KyuMin bersamaan. Dan setelah itu, Henry, Wookie, dan si kecil KyuMin pergi meninggalkan Yesung dan Zhoumi yang masih bersi tegang.

XoOoX

Leeteuk berjalan dengan tenang menuju ruang dosen. Siang tadi –sebelum jam terakhir berlangsung- Lee Soo Man meminta Leeteuk untuk menemuinya. Ada hal penting yang menunggu. Entahlah.

'Hah… Untuk apa Lee-ssi memintaku menemuinya?' batin Leeteuk sedikit kesal. Mengapa? Tentu saja karena dia harus merepotkan Yesung untuk menjaga Sungmin.

Headmaster room

Leeteuk berdiri di depan pintu ruang itu. Tangannya terjulur untuk mengetuk pintu.

Tok tok tok!

Ia mengetuk dengan sopan.

"Ne, masuk" sahut seseorang dari dalam. Leeteuk memasukki ruang tersebut. Sangat sejuk dan nyaman. Tentu saja. Ini headmaster room!

Leeteuk PoV

"Ne, masuk" kata Lee-ssi dari dalam. Aku masuk ke ruang itu. Sangat sejuk dan nyaman. Aku mendudukkan diri di sebuah kursi di depan mejanya.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanyaku dengan sopan.

"Aku ingin kau bertemu dengan dosen baru" jawabnya. Aku mengernyit. Bukan karena terkejut. Aku memang sudah tahu kalau tadi pagi ada dosen baru mata pelajaran kaskus. Yang aku bingungkan, mana dos-

"Permisi" –suara itu…

"Silakan masuk, Kim-ssi" sambut Lee-ssi. Aku berdiri dan menoleh kea rah pintu. Omona! Seketika tubuhku mematung. Napasku seperti berhenti berhembus. Darahku serasa berhenti mengalir. Kakiku lemas. Aku tak yakin dengan apa yang saat ini kulihat. Orang ini…

Leeteuk PoV End

XoOoX

"Hyung, eomma lama cekali? Minnie ingin pulang!" kata Sungmin manja. Jenuh juga menunggu eomma-nya sampai berjam-jam hanya dengan duduk bersama empat hyung barunya –Yesung, Wookie, Zhoumi, dan Henry-. Sebenarnya mereka tidak hanya diam. Henry dan Wookie menemani KyuMin menggambar di ruang musik. Sedangkan Yesung dan Zhoumi masih cek-cok, namun di dalam ruang musik juga.

"Tunggu sebentar, ne? Sebentar lagi eomma pasti ke sini menemui Minnie" hibur Wookie.

"Tapi Minnie bocan!" kesal Sungmin. Kedua tangannya dilipat di depan dada. Pipinya ia gembungkan. Dan bibirnya ia kerucutkan. Merajuk. Tunggu, mana yang satunya?

"Ya! Aku kalaaaahh!" teriak Kyuhyun kesal. Ternyata sedari tadi ia memainkan PSP -eomma- Henry -yang dibawa Henry-.

"Kyu…" panggil Sungmin.

"Wae?" Tanya Kyuhyun acuh. Merasa diacuhkan Kyuhyun, mata Sungmin mulai berkaca-kaca.

Sret

Henry merebut PSP-eomma-nya dari tangan Kyuhyun.

"Anak kecil tidak boleh banyak main, tahu!" kata-kata Henry seolah menginterupsi protes yang akan dilancarkan Kyuhyun.

"Hm… Bagaimana kalau hyung menyanyi untuk kalian saja?" tawar Wookie, mencoba mencairkan suasana tegang yang tercipta di ruangan itu.

"Minnie/Kyu mau!" seru KyuMin bebarengan –lagi-. Wookie tersenyum. Ia melangkah mendekati piano putih di sudut ruangan. Henry pun ikut bangkit sambil membawa biola kesayangannya.

Ting…ting(?)

Dentingan piano yang cukup keras di dalam ruangan itu seakan mencairkan suasana tegang yang ada. Yesung dan Zhoumi terkesiap.

The loneliness of nights alone

Suara Wookie begitu indah. Jemari lentiknya masih menari-nari di atas tuts piano.

The search for strength to carry on

My every hope has seemed to die

My eyes had no more tears to cry

Suara Wookie seakan menghipnotis Yesung untuk menghampirinya. Bahkan dua bocah kecil yang ngambek tadi pun terlihat sangat menikmati lagu yang dimainkan Wookie dan Henry. Terbukti dengan senyum imut keduanya. Dan jangan lupakan kepala yang bergerak ke kanan dank e kiri. Begitu menikmati irama lagu yang Wookie mainkan.

The like the sun shining up above

You surrounded me with your endless love

Coz all the things I couldn't see

Now so clear to me

Henry mulai memainkan biolanya dengan pelan dan menyesuaikan iramanya dengan piano Wookie.

You are my everything

Nothing your love won't bring

My live is yours alone

The only love I've never known

Sahut Yesung yang kini sudah memeluk leher Wookie dari belakang.

Your spirit pulls me trough

When nothing else will do

Every night I pray

On bended knee

That you will always be…

Wookie menghentikan lirik dan permainan pianonya. Sedikit mendongakkan kepala. Menatap wajah Yesung yang juga menatapnya. Perlahan Yesung mendekatkan wajah. Mencoba meghapus jarak antara dirinya dan Wookie. Mempertemukan bibirnya dengan bibir kissable Wookie.

"Hoa!" pekik KyuMin bersamaan. Kedua bocah itu kini saling memandang dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Minimi~" dan langsung saja Kyu mengecup bibir plump Sungmin. Dasar bocah evil! Pervert!

Zhoumi dan Henry hanya menatap tak percaya pada 2 pasangan di hadapannya. Kalau YeWook sih mending. Mereka memang sering begitu. Tapi kalau KyuMin? Yaaaakk! Umur mereka baru 3 tahun dan sudah berciuman? Zhoumi yang berusia hampir 20 tahun saja belum pernah merasakan yang namanya first kiss! Eksistensinya di kalahkan oleh sepasang bocah berusia 3 tahun! Dia tidak terima!

"Mau apa kau?" tegas Henry saat mengetahui gelagat Zhoumi.

"Berani mendekat, kupatahkan lehermu!" ancam Henry saat Zhoumi sudah bersiap menerjang tubuh Henry.

"Kenapa kau jadi galak? Tadi saja memohon pertolongan padaku!" giliran Zhoumi yang merajuk. Henry hanya memutar bola mata jengah-

"Mengerikan!" –dan mencibir.

XoOoX

Koridor SM University

Terlihat seorang namja bersurai madu yang berjalan lunglai. Ia sangat gusar. Bagaimana mungkin ia bertemu orang itu? Namja itu? Suaminya?

Tanpa kuberitahupun kalian sudah mengenali siapa namja itu. Ya, Leeteuk. Ia berjalan tanpa arah. Setelah perkenalannya dengan dosen baru di headmaster room tadi dia memutuskan untuk langsung keluar. Tak ingin lebih lama melihat suaminya itu –Kangin-.

"Sungmin!" yah, mungkin karna terlalu sibuk memikirkan Kangin, ia lupa dengan anaknya sendiri.

"Aigoo.. Dimana dia? Aissh… Atau aku hubungi Yesung saja?" Leeteuk yang telah mengambil ponsel dari saku celananya untuk menghubungi Yesung pun menghentikan kegiatannya saat melihat sang buah hatinya sedang tertidur pulas di gendongan Wookie, kekasih Yesung. Sedangkan Yesung sendiri menggendong Kyuhyun. Tunggu! Kyuhyun?

Leeteuk segera mendekati Yesung dan Wookie. Mengambil Sungmin dari gendongan Wookie.

"Mianhae, sudah merepotkan kalian" sesal Leeteuk.

"Gwaenchana, songsaengim… Sungmin anak yang manis dan baik. Jadi tidak perlu sungkan" sahut Yesung. Wookie hanya tersenyum kepada Leeteuk.

"Oh, dan ini…" Leeteuk menunjuk Kyuhyun yang tertidur di gendongan Yesung.

"Ah, songsae pasti mengenal Kyuhyun, 'kan?" Tanya Yesung.

"Emm… Ini keponakan Kim songsaengnim, dosen baru itu…" lanjut Yesung.

"Gwaenchanayo, songsae?" sepertinya Ryeowook menyadari perubahan raut wajah Leeteuk.

"Gwaenchana… Yesung, Wookie, kami pulang dulu. Annyeong" Leeteuk segera melangkah menjauhi Yesung dan Wookie yang masih terbengong(?), saling pandang, dan mengedikkan bahu.

XoOoX

"Hah… Kita harus mencari di mana lagi, hyung?" berulang kali Wookie menggerutu. Pasalnya, sudah hampir setengah jam mereka berdua mencari paman Kyuhyun. Tapi belum ketemu juga.

"Kau lelah? Kita istirahat dulu, ne?" Yesung segera mendudukkan diri di lantai dan diikuti Wookie. Saat ini mereka berdua –ditambah Kyu- sedang berada di atap gedung kampus. Menikmati semilir angin sore yang nyaman. Kyuhyun menggeliat kecil di gendongan Yesung. Wookie yang melihat itu pun tak bisa menahan senyumannya. Dibelainya surai ikal Kyu dengan penuh kasih sayang.

"Wookie?" Yesung beralih menatap Wookie yang masih saja mengusap surai Kyuhyun.

"Nde?" sahut Wookie tanpa menghentikan kegiatannya. Yesung yang merasa dikesampingkan pun bertindak. Tangan kanannya ia julurkan untuk menahan tangan Wookie.

"Waeyo?" protes Wookie tak terima.

"Dengarkan aku kalau aku sedang bicara, Wookie!" tegas Yesung. Wookie terkesiap. Belum pernah Yesung membentaknya seperti ini.

"Hah… Kita akhiri saja semua ini"

XoOoX

"Cepat katakan, apa maumu?" Tanya Leeteuk sarkastik kepada namja berbadan kekar yang ada di depannya. Saat ini mereka sedang berada di Rainbow café –tempat favorit mereka saat masih bersama sebagai pasangan suami istri-. Ya, namja kekar itu –Kangin- adalah suaminya. Sampai sekarang.

"Tak perlu basa-basi, Teukkie…" Kangin menyesap black coffee-nya. Menatap penuh minat kepada Leeteuk yang masih saja memasang wajah angkuhnya.

"Apa benar Sungmin itu anakku?" Tanya Kangin to the point.

"Ck! Anakmu, kau bilang? Bahkan kau tak ada saat aku-"

"Jangan menyalahkanku terus, Teukkie. Bahkan kau sendiri yang memilih kabur dari rumah" bingo! Kata-kata Kangin mampu menyurutkan emosi Leeteuk.

"Sekarang katakana padaku, apa Sungmin anakku?"

"Tidak"

"Tatap mataku!"

"Tidak!"

"Tatap mataku dan katakana 'itu tidak benar'!"

"Itu tidak benar, Kim-ssi!" tegas Leeteuk kemudian pergi meninggalkan Kangin. Kembali menuju mobilnya. Tersenyum saat menemukan sosok malaikat kecilnya yang sudah terbangun di dalam mobil.

"Eomma"

"Nde… Kita pulang, ne?"

XoOoX

"Appa, minggu depan kampusku ada perayaan tahunan hari Ayah. Datang, ne?" bujuk Zhoumi kepada Hangeng yang masih sibuk dengan urusan kantornya.

"Appa sibuk"

"Aishh… Appa, maka dari itu, appa butuh hiburan!"

"Kau tak dengar apa yang appa katakana, eoh?" kali ini Heechul datang dan langsung menimpali. Membuat Zhoumi tak bisa berkutik.

"Baiklah, appa akan berangkat" putus Hangeng akhirnya.

"Ji-"

"Eomma ikut!" Heechul tak mau kalah.

"Mwo? Ini 'kan hari Ayah, bukan hari Ibu" kilah Zhoumi dan mendapat death glare mengerikan dari Heechul.

"Arraseo…"

XoOoX

"Hm… Eomma boleh ikut, tapi tidak untuk Jino!" telak Henry pada Siwon dan Kibum yang masih duduk santai di sofa ruang keluarga.

"Waeyo?" heran Siwon. Kenapa Jino tak boleh ikut? Lalu siapa yang akan menjaga Jino besok? Hei, Mochi, don't be egoist.

"Karna dia akan berulah, appa…" Henry menghela napas berat. Merenungi nasib sialnya yang akhir-akhir ini ia alami karna Jino.

"Pokokya Eomma ikut, begitupun Jino, titik!" tegas Siwon. Sifat wibawanya kembali. Henry hanya bisa menghela napas pasrah. Jika sudah keluar kata 'titik' dari mulut sang appa, apa boleh buat? Itulah keputusan.

To Be Continue

Balasan untuk review:

Hanmond : Ini, say… Udah 'kan? Cup-cup... Jangan lupa review lagi. Gomawo^^

Miho : Gomawo... Review lagi ya^^

Cloud prince : Eotte? Yewook nya belum diperbanyak. Mian. Chapter depan besar kemungkinan kebanyakan Yewook. Review lagi, ya? Gomawo^^

YunJaeKyuMin4eve : Ni dah lajut, chingu. Review lagi, ya? Gomawo^^

Evilkyu : Ini udah, chigu... Gomawo^^

Buat semuaya aja deh

^^Gomawoyo^^

*hug*