Sebelumnya author minta maaf kalau ceritanya rada gaje, soalnya author masih pemula hahahaha
PERINGATAN CERITA INI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUNIA DXD DAN DUNIA NARUTO
HIGHSCHOOL DXD BY ICHIEI ISHIBUMI
NARUTO BY MASASHI KISHIMOTO
PENGGUNAAN TULISAN DI CERITA INI
"ITALIC": kata kata saurian
ITALIC: suara pendukung
"Bold":suara karakter yang tidak dikenal atau memiliki nada berat
Italic dan bold: jurus atau sihir karakter
"...": berbicara langsung
'...':berbicara di dalam hati atau renungan
WARNING! JANGAN DIBACA KALAU GAK SUKA CERITANYA.
WARLORDS LIZARD
Matahari bersinar terang dilangit yang biru, burung-burung terbang tinggi di atas awan menunjukkan betapa indahnya dunia. Peperangan yang terjadi ribuan tahun yang lalu telah sirna dimakan waktu, manusia sebagai penghuni baru kehidupan di dunia, telah memegang kekuasaan atas dunia itu sendiri. Manusia yang beruntung dengan mendapatkan anugerah kekuatan yang tidak masuk akal, mengangkat dirinya sendiri sebagai penguasa atas wilayah yang dikehendakinya, dan peperangan yang telah sirna mulai bangkit menunjukkan eksistensinya. Lalu apa kekuatan yang dimiliki manusia sekarang?
Sihir, kekuatan tidak masuk akal yang dimiliki manusia, dengan sihir manusia bisa melakukan segalanya, setiap manusia memiliki kekuatan ini walaupun sedikit.
Dan apa yang terjadi jika ada manusia yang tidak memiliki kekuatan yang didambakan itu.
Yang terjadi adalah ia akan dihina dan dikucilkan karena berbeda dengan manusia yang lainnya.
"Kenapa nasibku seperti ini," gerutu seorang bocah yang sedang duduk di atas dahan pohon yang menjulang tinggi. Namanya Hyodou Issei, seorang manusia yang tidak dianggap oleh manusia lainnya karena tidak memiliki kekuatan sihir walaupun sedikit.
"Bahkan seekor binatang saja memiliki energi sihir" itulah yang di ucapkan oleh orang-orang ketika melihatnya. Hal ini terjadi karena Tetua desa yang menyebutnya sebagai anak pembawa kutukan, yang membuat orang tuanya ikut dicaci maki oleh orang-orang, hingga menjadi gila karena tekanan yang mereka dapatkan.
Dulunya Issei adalah seorang anak yang ceria, tetapi semua itu berubah ketika ia berumur delapan tahun, ketika itu desa tempat tinggalnya di kunjungi oleh seorang magician dari kekaisaran Rhea yang terkenal di seluruh dunia, Jiraya nama sang magician tersebut. Ketika Jiraya dengan tidak sengaja bertemu dengan Issei ia tidak merasakan sedikit pun energi sihir di dalam tubuh Issei, melihat hal ini Jiraya melaporkannya kepada tetua desa untuk merahasiakan hal ini dan menyuruhnya untuk membuat Issei tetap berada di dalam desa untuk menjaga keselamatannya, namun tidak seperti yang diharapkan oleh Jiraya, tetua desa malah menganggap hal itu sebagai suatu kutukan dan ketika Jiraya pergi, ia memerintahkan para warga desa untuk mengusir Issei hingga ia dikucilkan seperti sekarang ini.( AN: penampilan wajah karakter di cerita ini sama seperti di animenya kecuali pakaian dan OC tentunya. Dan zaman dunia di cerita ini adalah zaman medieval)
Kini bocah berumur sepuluh tahun itu hanya bisa tertunduk lesu sambil memegang erat pakaiannya yang lusuh, tak lama kemudian ia bangkit dari duduknya sambil memegang perutnya, ya bocah berumur sepuluh tahun itu sedang kelaparan, bagaimana tidak berhari hari tidak makan akhirnya membuat perutnya meminta jatah juga, ia tidak bisa membeli atau meminta makanan di kota karena ia berbeda dengan manusia lainnya. Tempat yang hanya bisa diharapkannya adalah hutan yang menjadi tempat ia mencari makan atau beristirahat ketika kegelapan malam telah datang.
"Sebaiknya aku makan apel di pohon apel yang kutemukan di tengah hutan kemarin," ucapnya riang sambil turun dari dahan pohon yang ia gunakan sebagai tempat duduk tadi.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga akhirnya Issei tiba di depan pohon apel yang berada di tengah hutan di wilayah Rhea.
Krauuuk krauuk, sambil menyandarkan tubuhnya di bawah pohon, dengan rakusnya Issei memakan apel yang sudah dipetiknya tadi, tapi kenikmatan yang ia rasakan telah sirna karena di depannya sudah berdiri seekor harimau liar yang menatap tajam ke arahnya.
Grrrrrr, harimau itu menggeram sambil menatap buas ke arah Issei, dengan segenap kekuatannya Issei berlari menjauh dari harimau yang mungkin ingin memakannya.
'deg deg deg deg,'
jantung Issei berdetak dengan sangat cepat karena adrenalin yang terpacu akibat di kejar seekor harimau yang kelaparan.
drap drap drap bunyi langkah kaki Issei yang sedang berlomba dengan sang harimau yang tepat dibelakangnya.
hosh hosh hosh
nafas Issei mulai tidak beraturan mungkin sebentar lagi ia akan menyerah dari acara kejar kejaran ini.
'Sial, bagaimana aku bisa istirahat jika binatang ini terus mengejarku,' otak Issei bekerja dengan sangat keras memikirkan cara untuk kabur dari binatang buas yang terus mengejarnya.
buughhh, entah keberuntungan atau sebuah kesialan ia terjatuh kedalam lubang yang tertutupi oleh rerumputan, hal baiknya ia selamat dari kejaran sang harimau, hal buruknya ia tidak bisa keluar dari lubang ini dan beberapa bagian tubuhnya mulai berdenyut akibat benturan yang ia terima ketika terjatuh kedalam lubang ini.
Didalam lubang yang gelap Issei hanya dapat pasrah akan hal yang menimpanya kini, dalam pikirannya hanya ada bayang-bayang kematian, ia sudah putus asa dengan kehidupannya.
Karena tidak memiliki kekuatan hidupnya menjadi seperti ini, orang tuanya menjadi gila dan akhirnya bunuh diri. Dia tidak bisa menyalahkan apa yang terjadi, itu bukan kesalahan orang tuanya, dirinyalah yang bersalah karena menjadi manusia yang lemah.
Cahaya redup berwarna merah menyala dihadapannya, Issei dengan cepat mendongakkan kepalanya, dengan susah payah ia berjalan mendekati cahaya yang mungkin berjarak sekitar tiga meter dari tempatnya tadi.
Dengan langkah yang pelan akhirnya ia tiba di tempat cahaya tadi berasal, dan apa yang dilihat oleh Issei, membuat dirinya semakin bingung. Apa yang ada di hadapannya adalah sebuah tongkat yang tertancap di tanah dan cahaya merah yang dilihat Issei tadi berasal dari tulang kepala kadal yang berada dibagian atas tongkat.
Dan yang lebih anehnya ada sebuah telur dengan ukuran sekitar tinggi orang dewasa, cangkang telur itu berwarna biru dengan garis garis kuning di sekitarnya. Telur aneh itu tepat berada di belakang tongkat yang mengeluarkan cahaya merah tadi.
'Setelah apa yang terjadi padaku hari ini, aku hanya menemukan sebuah tongkat yang bercahaya dan sebuah telur raksaksa yang aneh,' pikir Issei.
Muak dengan pikirannya, akhirnya Issei menyentuh tongkat aneh yang ada di depannya, cahaya merah yang ada di tongkat tadi dengan cepat masuk kedalam tubuh Issei, tubuhnya yang lelah dan dipenuhi memar disana sini berangsur-angsur pulih, lama kelamaan cahaya merah itu mulai berkumpul di lengan kirinya.
"Argggghhhhhhh," teriakan Issei mengema di dalam lubang yang gelap hingga membuat burung-burung yang hinggap di dahan pohon terbang menjauh.
Cahaya yang berada di lengan kirinya kini berpindah ke daerah punggung kecilnya.
"Argggghhhhh, hentikaaaannnn," Issei kini bertekuk lutut dengan kedua kakinya, kedua tangannya yang bergetar mencengkram tanah dengan kuat untuk menahan rasa sakit yang menyerang tubuhnya.
Kraak, kraak, telur aneh yang berada dihadapannya mulai retak dan cahaya merah yang berada di punggung Issei semakin terang memberikan rasa sakit yang tak pernah dibayangkannya. Tidak tahan dengan rasa sakit yang mendera tubuhnya akhirnya pandangan Issei mulai redup, karena cahaya merah yang menyelimuti lubang ini kini tatapan Issei hanya bisa terpaku dengan telur aneh yang telah memperlihatkan sebuah bola mata vertikal berwarna biru yang menatapnya, tak lama kemudian cahaya merah yang menyelimuti lubang tadi mulai menghilang menyisakan tubuh Issei yang tak sadarkan diri di dalam kegelapan yang menyelimutinya.
Mata vertikal itu mulai bersinar, menatap tajam kegelapan yang menghampirinya. Dengan perlahan ia keluar dari cangkang telur yang menutup tubuhnya dan memandang tubuh Issei yang tergeletak dihadapannya, ia mulai menunduk menyamakan tubuhnya agar bisa meraih tubuh yang diselimuti kegelapan di sekitarnya, tangannya mulai terulur untuk menyentuh tangan Issei, dengan suara yang terdengar seperti gumaman ia berkata.
"My lord"
BERSAMBUNG
Chap selanjutnya sudah hadir nih, makasih kepada para reader yang mengevav dan memfollow ceritaku yang gaje ini hahaha.
Dan author mohon maaf bila ada teks yang terlalu terputar putar dan typo yang bertebaran, karena author masih baru di ffn walaupun sudah lama jadi reader sih. Dan yah di chap kali ini Issei sudah membangunkan saurian dari tidurnya jadi kita tunggu aja petualangan Issei selanjutnya, di chap kali ini author bakal memberikan profil OC utama yaitu Saurian
NAMA: SAURIAN
RAS: LIZARD
PENAMPILAN: SAMA SEPERTI DI CHAP SATU ATAU BISA LIHAT DARI FOTO SAMPUL CERITA INI
KEKUATAN:MUNGKIN RADA GAJE TAPI SAURIAN BISA MENGGUNAKAN SIHIR DAN SAURIAN BAKAL KEMBALI KEBENTUK TELURNYA UNTUK MENYEMBUHKAN LUKA YANG AMAT PARAH DAN JIKA MATI BAKAL MUNCUL ATAU BISA DIPANGGIL SETELAH SATU HARI
KEPRIBADIAN: TIDAK PERNAH MENERIMA PERINTAH DARI SIAPAPUN SELAIN TUANNYA SENDIRI DAN KARENA DIA ADALAH SEORANG LIZARDMAN YANG PASTI IA SANGAT KERAS KEPALA DAN BRUTAL.
Dan jangan tersinggung untuk tulisan profil diatas soalnya author lebih suka menggunakan huruf kapital jika menjelaskan profil karakter hehehe.
Salam dari author saldeth dan sampai jumpa di chap selanjutnya.
jangan lupa reviewwwwww ya.
SELAMAT TAHUN BARU 2017
