Our Relationship Are Complicated

Main pair :

Kaisoo (Gs for Uke)

Chanbaek

Hunhan

Support cast :

Chansoo

HunBaek

Kailu

Genre : Romance/Friendship

Length : Chaptered

Rate : T dan akan naik menjadi M sesuai dengan jalannya cerita

:::::::::::::::::::::::::::::

Hello epribadih,, aerii kembali bawaa epep baru dengan all cast masih yang sama (jangan bosaan, author yang bikin aja kagak bosan) all cast milik orang tua mereka, dan akan menjadi milik aerii jika di restui :D :D

Judul dan isinya sangat pasaran, dan jalan ceritanya sangat mudah di tebak, tapi aerii harap kalian tetap baca yah :D . hasil epep ini dari pemikiran aerii sendiri, jika ada yang sama itu ASLI unsur KETIDAKSENGAJAAN

Ini epep GS, EYD berantakan, Typo(s) akan kalian jumpaii, aerii mah apa atuh, hanya seonggok yeoja yang tak luput dari salah dan dosa :'( dan jauh dari kata SEMPURNA

Mianhae, jika kata pengantarnya terlalu panjang, karena aerii adalah type yeoja yang cerewet oke fix abaikan.. LANJUTKAN !

HAPPY READING YEOROBUUUUN...

::::::::

::::::::

:::::::::::

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kim Jongin tengah menatap kekasihnya dengan tatapan ingin membunuh. Kyungsoo yang menjadi tatapan mata elang kekasihnya hanya menunduk meremas ujung kaosnya. Ia takut, sangat. Kekasihnya jarang marah padanya. Jika kekasihnya sudah menatapnya seperti itu, itu tandanya amarah sang kekasih sudah mencapai ubun-ubun dan siap meledak jika Kyungsoo salah bicara sedikit.

"Huuuft..." Jongin mengembuskan nafasnya secara kasar, ia menyadarkan punggungnya pada sofa, ingat, pandangannya tak lepas dari sosok gadis mungil yang menunduk takut di depannya. "Aku tak pernah bisa mengerti jalan pikiranmu, Soo-yah, bagaimana bisa kau membiarkan namja lain tidur di appartementmu tanpa aku, kekasihmu, bahkan kau tak meminta ijin dulu padaku"

Kyungsoo sadar, ini memang salahnya semalam membiarkan namja lain tidur di appartementnya. Jangan salah paham dulu, hanya TIDUR. Tidak lebih. Kyungsoo tidur di kamar, dan namja itu tidur di sofa ruang tamu, tepatnya di depan tv. Kyungsoo bukannya tak ingin mengabari Jongin, tapi semalam ia benar-benar lupa karena harus mengurus namja yang mabuk itu.

"Sampai kapan kau akan diam DO KYUNGSOO !" jelas sudah marahnya Jongin. Jika ia memanggil lengkap namanya, tandanya namja itu benar-benar marah pada yeoja yang menjadi kekasihnya setelah mereka bersahabat selama 7 tahun.

Kyungsoo mendongkkan kepalanya, menatap sayu pria berkulit tan itu ""Aku tak tahu kau bakal semarah ini, Jongin-ah" katanya dengan lembut.

Jongin mendecih kasar "Bagaimana mungkin aku tak marah jika kekasih ku sendiri membiarkan pria lain tidur di appartemennya!" masih menatapnya penuh amarah "Katakan padaku, kekasih mana yang tak marah saat kekasihnya sendiri membawa namja lain ke appartementnya? Ini yang tak ku suka jika kau tinggal sendiri, Soo-yah!"

"Dia bukan orang lain, dia Chanyeol, sahabatku, sahabat kita" Kyungsoo mulai berani menatap Jongin. Okelah, ia mengakui ini kesalahannya, tapi apa kesalahannya ini tak bisa di tolerir? Dia menolong Chanyeol, sahabat masa kecilnya. Dia hanya ingin membantu sahabatnya yang dalam masalah.

"Tapi dia namja, Kyungsoo! NAMJA! Harusnya kau sadar itu! Aku tahu kau hidup dari kecil bersama Chanyeol hyung, tapi apa hanya kau gadis atau sahabatnya yang dia kenal? Tidak seharusnya dia menghubungimu dan memanggilmu ke club!"

"Dia mabuk, dia tak mungkin pulang membawa mobil sendiri, itu sebabnya aku aku menjeputnya. Aku tak ingin dia kenapa-kenapa, Jongi-ah! Kau megerti kan?" Kyungsoo masih saja meyakinkan kekasihnya agar mengerti keadaan semalam.

"Kau bisa meminta pertolonganku, Soo!"

"Aku terlalu panik, Chanyeol tak pernah mabuk sebelumnya"

Jongin geram "Kau!" Jongin bangkit dari duduknya "Kau selalu saja membelanya! Aku jadi heran, antara hubunganmu dengan Chayeol hyung! Aku tak yakin jika kalian hanya bersahabat! Kau menyukainya?" Jongin menaikkan nada suaranya.

"Kau mencurigaiku?" Kyungsoo masih bersikap tenang.

"Yah aku mencurigaimu!" bentaknya.

"Kau tak perlu membentakku, Jongin-ah"

"Kalau kau tak ingin aku membentakmu, ku mohon jangan campuri urusan mereka" kata Jongin sambil kembali duduk. Jujur, ia merasa bersalah jika sudah bicara dengan nada tinggi pada kekasih mungilnya itu.

"Chanyeol tak bersalah Jongin, dia hanya butuh sandaran karena perselingkuhan Baekhyun dengan Sehun! Bagaimana mungkin aku diam saja melihat sahabatku di perlakukan seperti itu?" pahit saat Kyungsoo mengingat akar permasalahan sahabatnya. Perselingkuhan. Ironisnya, kekasihnya selingkuh dengan sahabatnya mereka sendiri. Apa salah Chanyeol? Begitulah pikir Kyungsoo.

"Baekhyun dan Sehun juga sahabatmu , Soo-yah!" nadanya mulai lembut.

"Tapi mereka gila Jongin, mereka membodohi kita"

Jongin diam. Selama ini ia menahan amarahnya pada kegilaan dua sahabatnya yang menyakiti sahabatnya. Ia masih ingin memahami dan akan menantikan alasan hubungan Sehun dan Baekhyun. Selama ini ia tahu perasaan dalam Baekhyun kepada Chanyeol, namun beberapa hari yang lalu ia mengetahui perselingkuhan Sehun dan Baekhyun. Baekhyun sahabat Kyungsoo, Sehun sahabat Jongin dan Chanyeol, kekasih Sehun sahabat Baekhyun, akh, susah menjelaskannya, intinya mereka bersahabat sebelum mereka mengikat persahabatan mereka menjadi saling berpasang-pasangan. Alasan Jongin bersahabat dengan Chanyeol karena hanya satu yeoja yang membuatnya jatuh cinta pada pandangn pertama, Kyungsoo. Namun tetap saja, bagi Jongin Chanyeol adalah saingan berat dalam hidupnya untuk menjadikan dirinya namja satu-satunya di hati Kyungsoo. Kyungsoo akan melakukan apa saja untuk Chanyeol, begitu juga Chanyeol akan melakukan apapun untuk Kyungsoo. Bahkan yang membuat Jongin sangat-sangat tidak bisa memhami hubungan mereka adalah Chanyeol menempatkan Kyungsoo nomer satu di panggilan cepat di ponselnya.

"Mereka pasti memiliki alasan Kyung!" kata Jongin akhirnya

"Apa? Karena Chanyeol sibuk bekerja?, karena Luhan di China ? Jadi mereka saling membutuhkan?" Kyungsoo penuh emosi. Kyungsoo mengerti kesibukan Chanyeol yang bekerja keras di sebuah perusahaan periklanan di Korea. Chanyeol adalah workholic, Kyungsoo hanya bisa geleng-geleng kepala mengingat sahabatnya yang selalu memforsir pekerjaanya bahkan di hari weekend.

"Sudahlah, Soo! Sebaiknya kau jangan mencampuri urusan mereka, biarkan Chanyeol hyung, Baekhyun , Sehun dan Luhan yang menyelesaikannya! Sebaiknya kau fokus pada hubungan kita, dan fokuskan dirimu yang beberapa bulan lagi akan sidang skripsi" pinta Jongin akhirnya, jujur ia lelah jika harus debat dengan Kyungsoo tentang Chanyeol, ia yakin Kyungsoo akan mati-matian membela pria tinggi itu.

"Tidak bisa, Jongin! Jika sudah menyangkut Chanyeol itu urusan ku!"

"DO KYUNGSOO, kau tak akan mendengar perintahku, eoh!? Aku lelah Soo. Apa kau tak memikirkan perasaanku saat melihat namja lain pagi-pagi keluar dari appartementmu? Apa kau akan terus menyiksaku dengan persahabatan gilamu dengan Chanyeol? Bisa tidak kau mementingkan hubungan kita diatas persahabatn gila itu, eoh? Aku lelah, Soo! Aku lelah selalu menjadi nomer dua mu! Aku lelah setiap kali kau mengungkit namja lain di depanku! Meski itu sahabatku sendiri, sahabat KITA" Jongin yang sudah tak bisa menahan emosinya berdiri sambil berkacak pinggang di depan Kyungsoo.

Kyungsoo hanya terdiam.

"Jika kau terus begini, lebih baik hubungan kita..." Jongin tak melanjutkan perkataannya. Ia mengusap kasar wajahnya lalu membalikkan badanya dan membelakangi Kyungsoo. Ia tak tahu jika Kyungsoo tengah menatap punggungnya dengan mutiara yang tak bisa Kyungsoo tahan lagi untuk meluncur ke pipi cabi nya.

GREEEP

Kyungsoo memeluk erat Jongin dari beakang "Andwe Jongin, Andwe,,,, naega noumu mianhae," katanya ditengah-tengah isakannya.

Jongin masih terdiam. Tak membalas pelukan Kyungsoo.

"Jeongmal mianhae, Jongin-ah! Aku tahu aku salah, maafkan aku! Tapi aku... hiks..hiks.. aku tak ingin kau.. hiks..hikss..." Kyungsoo tak bisa lagi melanjutkan kata-katanya. Ia menangis sesenggukan di punggung Jongin.

Jongin menahan pilu kekasihnya yang tengah gemetaran di punggungnya, perlahan ia mengelus tangan Kyungsoo yang tengah melingkar di perutnya. Jongin membalikkan badannya. Ia balas memeluk Kyungsoo. Kyungsoo makin erat memeluk Jongin. Sangat erat seolah tak ingin melepas Jongin.

"Soo-yah.." panggilnya lembut.

Kyungsoo yang masih sesenggukan mendongkakkan kepalanya "Aku mencintaimu, Jongin-ah!" katanya lirih.

"Tapi..." Jongin menggantung kata-katanya.

Kyungsoo makin erat memeluk Jongin "Andwe, Jongin, andweee..." katanya sambil mengusap wajahnya di dada bidang miling Jongin.

"Apanya yang tidak, Soo-yah? Aku butuh bernafas, aku tak ingin mati di pelukan gadis egois seperti mu" goda Jongin sambil tersenyum dan mengelus rambut coklat Kyungsoo "Bisa kau lepaskan pelukanmu?" tanya Jongin yang sebenarnya meminta.

Kyungsoo menggeleng "Tidak, tidak akan pernah! Aku tak ingin kau marah lagi dan mengakhiri hubungan kita, tidak aku tidak mau" kata Kyungsoo manja.

Ini yang Jongin suka dari Kyungsoo, sifat manjanya yang seolah-olah hanya Jongin yang Kyungsoo butuhkan, minus Chanyeol.

Perlahan Jongin melepaskan pelukan Kyungsoo, meski awalnya mendapat penolakan dari bahasa tubuh sang kekasih namun Jongin berhasil melepas pelukan itu. Jongin tersenyum melihat wajah Kyungsoo yang memerah karena habis menangis. Jongin mengusap pipi Kyungsoo dan menghapus jejak air mata Kyungsoo.

"Jangan pernah bicara seperti itu, Jongin-ah! Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu , aku mencin,,,, huumffttttt" pidato Kyungsoo terhenti saat ia merasakan benda kenyal mendarat manis di bibir tebalnya. Bibir Jongin. Bibir manis Jongin tengah melumat bibir chery Kyungsoo. Kyungsoo memejamkan matanya, menikmati sensansi manis sisa pertengkarannya dengan Jongin.

Kyungsoo mengalungkan kedua tangannya pada tengkuk Jongin. Ia membalas melumat bibir tebal Jongin. Tidak ada nafsu di antara ciuman mereka, hanya sebatas menyalurkan rasa sayang satu sama lain.

Beberapa menit kemudian Jongin melepas pagutan bibirnya dari bibir Kyungsoo. Kyungsoo masih memejamkan matanya, hingga akhirnya Jongin mengusap bibir merah Kyungsoo dengan ibu jarinya Kyungsoo membuka matanya dan melihat Jongin tersenyum manis kepadanya.

"Apa aku harus selalu menciummu agar kau mau diam, eoh?" goda Jongin membuat Kyungsoo malu.

Kyungsoo menjinjitkan kakinya lalu mengecup bibir Jongin sekilas, "Mianhae" katanya selanjutnya "Asal kau tahu, kau selalu nomer satu di hatiku, Jongin-ah! Aku minta kau jangan pernah mengatakan akan mengakhiri hubungan kita, aku tak mau" katanya manja.

"Aigoo, siapa yang bilang aku akan mengakhiri hubungan kita, eoh?" tanyanya sambil mencubit gemas pipi gembul sang kekasih.

"Baru saja kau akan mengatakan itu kan?" Kyungsoo balik bertanya.

Jongin mengerutkan keningnya "Kau terlalu drama sayang, aku belum selesai bicara kau sudah menangis begitu, bagaimana jika kata-kata itu benar-benar keluar dari bibir manisku, kau mungkin sudah lagsung bunuh diri, kau begitu mencintaiku rupanya" goda Jongin.

"Yak Jongin-ah," kata Kyungsoo yang kesal dan juga malu.

"You are my silly girl, honey" katanya sambil merengkuh kepala Kyungsoo dan meeluknya kembali "Aku akan mengatakan, aku akan menikahimu jika kau terus bersikap seperti ini" lanjutnya.

Kyungsoo tersipu malu. "Jinjja...? Oh mianhae Jongin, aku merusak acara melamar mu, tapi kau benar-benar tak romantis, masa kau melamarku saat kau tengah marah-marah padaku" Kyungsoo mempoutkan bibirnya, dan jika Jongin melihatnya , maka akan berakhir dengan bengkaknya bibir Kyungsoo karena di cium oleh Jongin.

Jongin mengusap kepala kekasihnya, "Kau ingin aku melamarmu dengan romantis?"

Kyungsoo mengangguk dalam pelukan Jongin.

"Berjanjilah bahwa kau tak akan mencampuri urusan Chanyeol hyung lagi, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, kau bisa?"

Kyungsoo mendongkkan kepalanya "Aku tak bisa berjanji Jongin-ah ! tapi , kau bisa kan membantu sifatku ini, aku akan mencoba menuruti apa yang kau mau" katanya dengan melas.

Jongin tersenyum, Kyungsoo memang tak bisa langsung merubah sikap kepo nya itu, tak salah jika Kyungsoo meminta bimbingan Jongin. Setidaknya, ini langkah awal untuk memulai semuanya kembali. Langkah awal untuk membangun kembali pundi-pundi hubungan kepercayaan mereka.

"Aku akan membimbingmu, Soo-yah" kata Jongin penuh kasih sayang.

"Yaksuk?"

"Yaksuk," balas Jongin setelah mengucapkan janjinya, ia mencium pucuk kepala Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum dalam pelukan itu. Ia bersyukur bisa menyelesaikan amarah Jongin dengan cepat. Ia memang tak ingin Jongin marah terlalu lama padanya, apa lagi karena kesalahannya. Ia terlalu mencintai pria tan itu.

"Saranghae, Kim Jongin"

"Nado saranghae, Kim Kyungsoo"

Kyungsoo melepaskan pelukannya, ia mendelik imut di depan kekasihnya "Yak! Jangan seenaknya mengganti nama marga ku eoh, aku belum tentu ingin menjadi istrimu"

Jongin tersenyum lembut lalu kembali menarik Kyungsoo "Tapi kau sudah memintaku melamarmu secara romantis Soo-yah! Berati jika aku melamarmu secara romantis, maka kau secepatnya akan menjadi Kim Kyungsoo"

Kyungsoo ingin membalas Jongin.

"Sudah jangan melawan, biarkan hari ini kita lewati tanpa pertengkaran, arrachi?"

Kyungsoo mengangguk "Ne..."

"Kyeopta," lirih Jongin yang tak di dengar Kyungsoo. Kyungsoo benar-benar lucu saat ia menjadi gadis penurut.

::::: TeBeCe :::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Annyeong... aerii kembali dengan epep baru ..

Chap pertama di opening oleh Kaisoo moment yeth,, gag papa kan? Gak papah deh yah, kasih Kaisoo moment yang lomantis gitu :D

Aerii mau bilang noumu noumu Khamsahida atas respon positifnya, Alhamdulilah yeth, aerii author baru dan masih abal-abal dapat respon positif dari kalian, readers tersayang. Padahal kan itu masih prolog.

Buat yang udah bisa baca jalan ceritanya, gak papah kan buat terus mau baca sampe epepny END :O :O

Terimakasih yang udah mau panggil eonnie , dengan senang hati 'eonnie' baru mu ini menerima XOXO buat nae dongsaeng : ( hnana )

Buat kimdoadheL, nae ucapkan terima kasih banyak karena selalu meninggalkan jejak di setiap postingan aeri :*

Buat Chansoo Shipper, di next chap bakal di kasih moment Chansoo dech :D

Untuk Rate M nya bakal ada di next chap dech, soalnya aerii kudu nyarii referensii yang banyaak biar bisa ngembangin imajinasi yadongnya,, huahahahaha,, aeri bakal banyak baca ff yang NC biar greget :D :D

Buat readers yang udah baca thankssss banget, buat silent readers juga terima kasih, ditunggu kata-kata mutiaranya.

Baiklah, itu saja yeth cuap-cuapnya ! Terima kasih sekali lagi sudah mampir...

Aerii menunggu kritik dan saran kalian semuuuaaaaanyeeeee :D

Don't porget buat nge_repiuw yeth! Biar aerii cemangat ngerjain ni epep

Pai pai ! See you next chap

XOXO

From aerii