Author : Park HyeRa
Title : Love Share Remake
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Lee Donghae and other Super Junior member
Pairing : KyuMin, YeWook and HaeHyuk
Rated : T
Genre : Romantic and horror maybe :/
Disclaimer : FF is really mine. Ide cerita milik Shiba Nana dengan komiknya yang berjudul sama. Saya mengubah beberapa dari jalan ceritanya saja. Sedangkan untuk castnya, saya cuma minjem nama.
Warning : Genderswitch untuk beberapa cast, typos, ga sesuai EYD, OOC, abal-abal, gaje, DON'T LIKE DON'T READ, DON'T COPAS, DON'T PLAGIATRISM, NO BASHING AND NO FLAME!
Summary : Sungmin bersama dengan teman masa kecilnya, pindah ke sebuah asrama yang terkenal menyeramkan. Ditempat inilah kisah cintanya dimulai.
Cuplikan Chap kemarin...
GLEK! Aku menelan ludahku. Dalam seketika, suasana berubah menjadi hening. Kata-kata Yesung oppa, terus berputar di otakku. Dan itu berhasil membuatku merinding hebat untuk ke dua kalinya. Aku melihat sekeliling. Waktu masih menunjukkan pukul 11 siang. Aku menghela nafas lega. Mana ada hantu berkeliaran siang bolong begini. Tiba-tiba saja...
BRAK! PRANG!
CHAPTER 2
Tiba-tiba saja aku mendengar suara benda jatuh dari sudut kamarku. Aku melihat ke arah jendela, seorang yeoja berambut panjang menutupi wajahnya dan berpakaian serba putih berdiri disana.
"Kyaaa!" Spontan aku berteriak karena penampakan yang menakutkan itu. Aku pun membuka pintu dan berlari menuju kamar bertuliskan nomer 01. "Oppaaa! Ada hantu!"
Ku lihat Yesung oppa terkejut karena aku tiba-tiba datang ke kamarnya sambil berteriak ketakutan dan... aigoo~
"Mianhae, oppa. Aku tidak sengaja," ucapku salah tingkah. Aku pun melepaskan tanganku yang melingkar di punggungnya. Err... aku tidak sengaja memeluknya.
Yesung oppa hanya terseyum, "Kenapa harus minta maaf? Padahal aku senang kok dipeluk! Ayo, lakukan lagi!"
"Ya! Oppa, aku membencimu!" teriakku. Aku pun berjalan hendak kembali ke kamarku.
"Kau mau kemana?" tanya Yesung oppa menahanku.
"Tentu saja kembali ke kamarku, pabbo!"
"Kau yakin? Bagaimana kalau ada hantu lagi?"
GLEK! Aku menelan ludah dengan susah payah. Aku membalikan badanku, "Jadi aku harus bagaimana? Aku benar-benar takut dengan hantu."
"Tidurlah bersamaku disini," ucapnya sambil tersenyum mesum.
"Ya! Dasar namja pervert!"
"Ya sudah kalau tidak mau, mungkin nanti malam para hantu itu yang akan menemanimu."
"Aissh, OPPA!"
.
.
.
SUNGMIN POV
"Aku pulang!" ujarku.
"Kau pulang tepat waktu. Makanannya baru saja siap. Euum, dimana Donghae?" tanya Yesung oppa yang baru saja keluar dari ruang makan.
"Oh, dia kan ketua OSIS. Sebentar lagi perpisahan. Jadi, banyak tugas yang harus dilakukannya. Oh iya oppa, aku tidak melihat Wookie? Apa dia tidak akan ikut makan malam?" tanyaku.
"Wookie sedang tidur di kamarku, sebaiknya kau jangan diganggu dulu. Kelihatannya dia sangat lelah."
"Mwo? Di kamar oppa? Apa aku tidak salah dengar?"
"Yesung-ah, sebaiknya jangan kau apa-apakan dia," tiba-tiba saja terdengar suara Heechul oppa dari arah pintu.
"Ahniya. Memang kau pikir aku ini namja seperti apa?"
"Namja berotak mesum," jawab Heechul oppa datar.
"Mwo! Kau mau aku keluarkan dari asrama ini?"
"Aissh, aku kan cuma bercanda. Mianhae."
"Lalu, kenapa Wookie bisa tidur di kamarmu Yesung-sshi?" tanya Heechul penasaran.
Yesung oppa menghela nafasnya, "dia bilang kalau dikamarnya terdengar suara benda jatuh. Lalu muncul penampakan yeoja berdiri di jendela tersebut."
Tiba-tiba saja suasana berubah menjadi sedikit mencekam, "Jadi benar kalau disini ada hantu?" tanyaku lagi.
"Aku rasa DIA kembali," terdengar suara Hangeng oppa yang baru saja datang sambil menekankan kata dia dalam perkataannya.
"DIA itu siapa?" tanyaku berharap mendapat penjelasan.
Heechul oppa menggeleng, kemudian memukul Hangeng oppa dengan sebuah buku yang terletak di atas meja, "Hangeng-ah, jangan bicara yang tidak-tidak!"
"Aissh, baiklah. Mian," ucapnya sambil mengusap-usap bekas pukulan Heechul.
Entah kenapa, walaupun sepertinya itu hanya lelucon belaka. Tetapi tubuhku merinding, berjuta pertanyaan muncul di otakku. Benarkah disini ada hantu? DIA yang dimaksud Hangeng oppa itu siapa?
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam, tetapi mataku masih belum bisa terpejam. Suara-suara ribut dari luar terutama perdebatan antara Yesung oppa dan Wookie, sekarang sudah tak terdengar lagi. Mungkin mereka semua sudah tidur. Tak lama kemudian terdengar suara pintu dibuka, sepertinya namja itu sudah datang. Aku pun keluar untuk memastikan.
"Donghae, kau sudah pulang? Darimana saja? Eh..." Aku terkejut karena namja yang berada disana bukan Donghae.
"Hey noona berdada rata, kau belum tidur?" tanya Kyuhyun sedikit menyeringai.
"Hei bocah! Beraninya berkata seperti itu padaku!" ucapku kesal dengan suara sepelan mungkin. Mengingat hari ini sudah malam dan aku tidak mau mengganggu penghuni asrama lainnya.
"Tapi itu kan kenyataan."
"Aissh, sudahlah. Aku sedang tidak mau ribut denganmu," kataku masih dengan nada kesal lalu berjalan ke sebuah ruangan tempat biasa seluruh penghuni asrama berkumpul.
Kyuhyun berjalan mengikutiku, "kau sedang menunggu pacarmu itu ya?"
"Aku memang sedang menunggunya. Tapi dia itu teman masa kecilku, Kyu. Bukan pacarku..."
"Tapi kau menyukainya kan?"
DEG! Aku terdiam, tak tahu akan menjawab apa. "Sudah jam segini, Kyu. Sebaiknya anak kecil sepertimu tidur," kataku mengalihkan pembicaraan.
"Aissh, anak kecil? Aku hanya berbeda setahun darimu!" ujarnya tak mau terima sambil mengeluarkan lidahnya, mengejekku.
Aku pun hanya tertawa melihat tingkahnya yang memang sangat kekanak-kanakan itu.
"Minnie? Kyuhyun?" Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara memanggil kami berdua, aku dan Kyuhyun pun menoleh ke arah pintu.
"Donghae, kau sudah pulang? Kau lapar? Aku membuatkanmu makanan," aku menghampirinya sambil menawarkan sekotak makanan.
"Ahni. Aku sudah makan tadi, mianhae. Aku lelah. Selamat malam," ucapnya dingin sambil pergi berlalu.
Entah mengapa tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Aku heran melihat perilakunya kali ini. Tidak biasanya dia bersikap begitu. Aku pun beranjak menuju dapur untuk membuang kotak makanan tersebut. Tapi tangan Kyuhyun mencegahku.
"Mau noona kemanakan makanan itu?"
"Tentu saja aku buang. Tak ada yang mau makan masakanku ini, eoh."
"Sini, biar aku saja yang memakannya. Sayang kalau dibuang. Kau kan sudah capek-capek membuatnya," ucapnya sambil merebut kotak makanan dari tanganku.
Aku hanya bisa tersenyum melihat Kyuhyun yang sedang memakan masakanku dengan lahap. Ternyata sikapnya tak seburuk yang kupikirkan. "Bagaimana rasanya eoh?"
"Ini sangat enak. Harusnya noona membuatkan makanan seperti ini khusus untukku!"
"Jinjja? Kalau begitu aku akan memasak makanan khusus untukmu setiap hari."
"Aku pegang janjimu!"
"Ne. Aku pasti akan selalu menepatinya."
.
.
.
AUTHOR POV
"Ini dimana?" gumam Wookie sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Tentu saja dikamarku," ujar namja berambut blonde tiba-tiba.
"Mwo? Di kamar oppa? Eh, tapi... kita tidak melakukan..." Wookie terdiam begitu saja tanpa melanjutkan kata-katanya.
"Melakukan apa?" tanya namja bernama Yesung itu penasaran.
"Err.. itu, kau mengerti kan?" ujar Wookie sambil menunduk, wajahnya memerah.
Yesung tersenyum lebih tepatnya menyeringai, "Itu apa? Aku tak mengerti maksudmu." Sepertinya Yesung pura-pura tidak tahu untuk menggoda Wookie.
Dan hal itu berhasil membuat wajahnya semakin memerah, "Aissh! Sudahlah tak usah dibahas lagi."
Yesung tertawa lepas, "Aku mengerti, kau pasti akan bertanya itu kan..."
"Sudah ku bilang tak usah di bahas lagi! Aku akan mandi kemudian menyiapkan makanan. Oppa tunggu saja di ruang makan bersama yang lainnya."
"Ne, baiklah."
.
.
.
"Wookie-sshi, benar yang kau lihat kemarin itu hantu?" tanya Hangeng tiba-tiba di tengah sarapan.
"Err.. itu... err.. mollayo," jawab Wookie terbata-bata.
"Hangeng-ah! Sebaiknya jangan kau tanya masalah itu lagi padanya. Kau membuat dia ketakutan," ujar Yesung membela Wookie.
"Aku sudah mendengar ceritanya dari Heechul kemarin, bagaimana kalau kita periksa kebenarannya nanti malam?" ajak Siwon.
"Mungkin itu ide bagus oppa," ucap Sungmin angkat bicara.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Siwon lagi.
"Aku setuju," kata Kyuhyun diikuti penghuni asrama lainnya.
"Baiklah, kalau begitu. Oh iya, Wookie sebaiknya kau pindah kamar dulu."
"Ne. Mungkin kau bisa menggunakan kamar berdua dengan Sungmin. Min, kau tidak keberatan eoh?" tanya Heechul.
"Aissh, mianhae. Bukannya aku tidak mau memberikan sebagian kamarku padanya, tetapi mulai malam ini adikku akan tinggal di asrama ini juga."
"Ne. Kemarin Sungmin sudah mengatakannya padaku," ujar Yesung.
"Kalau begitu terpaksa kalian tidur satu kamar lagi," kata Heechul dengan senyum penuh arti.
"MWO! Andwae~" tolak Wookie.
"Kalau kau tidak mau, aku pastikan hantu itu..."
"Aissh, ne... Aku akan pindah ke kamar Yesung oppa."
SUNGMIN POV
TOK! TOK! TOK!
Terdengar suara ketukan pintu, aku pun berlari menuju sumber suara tersebut dan membukanya.
"Hyukie... Kau sudah datang! Bogoshippo!" ucapku sambil memeluk tubuhnya yang mungil itu.
"Nado, Sungmin eonnie."
"Kajja, ikut aku!" ajakku padanya menuju sebuah ruangan dimana seluruh penghuni asrama biasa berkumpul. "Oppa, dia adalah adikku. Mulai hari ini dia akan tinggal disini juga."
"Anyeonghaseyo, Lee Hyuk Jae imnida. Tapi kalian panggil saja aku Eunhyuk."
"Ne. Kim Jong Woon imnida. Kau bisa memanggilku Yesung. Aku pemilik asrama ini. Namja yang sedang bermain game itu Heechul dan Hangeng. Sedangkan yeoja yang sedang memasak di dapur sebelah sana adalah Wookie," terang Yesung.
"Apa di asrama ini hanya berlima? Aku tidak melihat Donghae oppa, dia kemana? Bukankah oppa satu asrama dengan eonnie juga eoh?"
"Donghae masih di sekolah sepertinya. Penghuni lain mungkin sebentar lagi juga pulang," jawabku.
"Oh, kalau begitu aku mau membereskan barangku dulu."
"Biar ku bantu. Hangeng, Heechul kajja kita bantu Eunhyuk!" ujar Yesung oppa.
"Aissh dasar, mengganggu saja. Ne, setelah menyelesaikan game ini kami kesana," ujar Heechul sedikit kesal.
"Ne. Ppali!"
.
.
.
AUTHOR POV
"Aku pulang!" ucap Siwon.
"Siwon-sshi, lama sekali! Kami sudah menunggumu," kata Heechul.
"Mianhae, tadi ada mata kuliah tambahan. Eh, yeoja itu siapa?" tanya Siwon sambil menunjuk pada Eunhyuk.
"Dia ini adikku. Namanya Eunhyuk."
"Ne. Salam kenal, oppa!"
"Salam kenal juga. Oke kalau begitu, kajja kita periksa kamarnya sekarang."
Semua penghuni asrama minus Donghae dan Kyuhyun pun mengangguk sambil mengumpulkan keberanian mereka memasuki kamar yang sebelumnya terlihat penampakan tersebut.
"Memang apa yang akan kita lakukan?" tanya Eunhyuk bingung.
"Nanti akan aku ceritakan. Kau ikuti saja kami dulu," ujar Heechul.
KRIEK
Suara pintu kamar dibuka. Entah mengapa suasana tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin juga membuat bulu kuduk berdiri. Mata mereka melirik kesana kemari, memperhatikan sekeliling kamar tersebut.
"Wookie, dimana kau mendengar suara itu?" tanya Hangeng, matanya masih menewarang ke seluruh isi kamar.
Wookie menunjuk ke arah pojok kamar tersebut yang banyak terdapat barang-barang berserakan, "kalau tidak salah aku mendengarnya dari arah sana."
Siwon mendekati tempat yang ditunjukkan Wookie tersebut. Disana terdapat buku-buku milik Wookie dan...
"Lukisan?" Siwon terheran-heran melihat benda yang ia pegang tersebut. "Wookie apa ini lukisan milikmu?" tanyanya sambil memperlihatkan itu pada Ryeowook.
Wookie menggeleng, "Ahniya. Aku tidak bisa melukis. Dan seingatku aku tidak pernah melihat lukisan ini sebelumnya."
"Coba ku lihat," ujar Heechul.
Seorang yeoja berwajah cantik dengan senyuman yang sangat manis terlukis disana. Heechul sepertinya amat terpesona dengan lukisan tersebut.
"DIA memang sangat cantik..." gumam Heechul.
Semua penghuni asrama lainnya mengangguk menyetujui pernyataan Heechul tersebut. Tapi tiba-tiba saja...
"AIGOO!" teriak Heechul terkejut sambil melemparkan lukisan itu begitu saja.
"Wae oppa?" tanya Sungmin.
Heechul menggeleng, kelihatannya ia sangat ketakutan. Sungmin dan yang lainnya mendekati lukisan yang dilemparkan Heechul tadi. Sungmin membalikan lukisan tersebut yang memang dalam posisi terbalik itu.
"OMOO!"
.
.
.
TBC
Mianhae updatenya lamaaa... Maklum udah kelas 3, terus bentar lagi UAS :(
Gimana ceritanya? Makin gajekah? Mian kalo ternyata ceritanya ga rame, ga serem dan bikin readers kecewa...
Jujur aja, asalnya ini FF genrenya cuma romance doang ga ada horrornya. Tapi berhubungan keliatannya banyak yang pengen horror, ya udah jadi gini deh jalan ceritanya...
Oh iya, FF ini emang diangkat dari komik.. Tapi mulai chap 2 ini ceritanya udah mulai berubah. Untuk YeWook kemungkinan agak mirip tapi kalo KyuMin sama Eunhae kayaknya bakalan jauh.
Terus aku juga minta maaf kalo kemarin banyak TYPO. Di FF ini Sungmin oppa jadi yeoja. Buat yang minta diperpanjang, mianhae juga aku belum bisa. Tapi mulai chap depan aku usahain :)
Terakhir, makasih buat readers yang udah bersedia review! Semoga chap ini yang review makin banyak :)
Review-nya please...
