hetalia axis powers © hidekaz himaruya; saya tidak mendapat keuntungan dalam bentuk apapun kecuali kesenangan pribadi dalam membuat cerita ini.
aus/hun #2
;; tatapan cemburu ;;
[ Percakapan terputus begitu saja karena Bella tahu maksud tersembunyi di balik kalimat tanya, "dia cemburu padaku, ya?" hanyalah penghiburan diri semata bagi Elizaveta. ]
warning: alternate universe; maybe ooc; human name used; non-romance hehehehe.
.
.
.
Memandangi gadis dengan helai-helai rambut cokelat panjang yang terbebas rapi. Kakinya bergerak melangkah mendekati. Bella tidak pernah berpikir untuk masuk ke dalam masalah siapa-siapa. Namun kali pertama ini saja; sebab situasinya tak sama.
Dalam hatinya tiada tertahan untuk mengatakan, "Hey, Elizaveta, kautahu kalau Roderich selalu memperhatikanmu, tahu. Yah, itu yang kulihat."
Elizaveta yang tengah menatap kosong ke arah depan hanya menolehkan kepala ketika sadar bahwa ada seorang lagi di sana. "Yang benar?" tanyanya perlahan—sekalipun ada satu nada antusias yang disemat secara tersirat.
"Aku benar-benar tidak berbohong. Memangnya untuk apa aku berbohong padamu?" Bella menjawabnya seraya tersenyum lembut.
Sebuah kalimat, "Untuk menghiburku?" terlontar begitu saja; dan kata-katanya tentu adalah pernyataan meski terdapat tanda tanya di akhir perkataan.
Menepuk bahu kawannya, gadis yang mengenakan bandana hijau tersebut berkata, "Jangan begitu. Lagipula, aku serius, lho. Aku sering sekali memergokinya sedang memandangimu, terutama jika kau sedang bersama Gilbert ... uh, aku bahkan bisa mengingat ekspresinya, kautahu?"
"Ekspresi seperti apa?" tanya Elizaveta yang kali ini benar-benar bertanya karena dia tidak melihat apa yang dilihat kawannya ketika itu terjadi.
Di detik yang sama, Bella menengadahkan kepala ke atas birunya langit siang. "Mungkin ...," sebuah jeda sengaja diciptakan agar rasa penasaran tertarik. "... cemburu?" lanjutnya ketika wajah tak lagi memandang atap dunia, melainkan ke arah kawannya. Usaha itu tertampak seperti berhasil di matanya.
"A—haha," sebuah tawa ringan yang singkat dan hampa diperdengarkan dari bibirnya. Elizaveta sedikit menghindari pancaran mata Bella yang terfokus padanya kali ini kala kembali membuka suara, "Dia ... cemburu padaku, ya? Ha-ha."
Bella, sungguh, sejak awal jua dia tidak mau menjadi pengompor atau apa. Namun, sekali lagi, situasinya tak sama. Lalu terlebih pula respon Elizaveta akan seperti biasa—Bella bahkan dapat menebaknya sedari sebelum membuka percakapan.
Itu adalah bentuk penghiburan diri bagi Elizaveta, yah ... mungkin begitu—sebab jauh di dalam batin gadis berambut cokelat tersebut, Bella tahu, pastinya tidak ada jarak aksa dari kalimat, "Apa benar dia cemburu pada Gilbert?"
.
.
.
a/n: perbedaannya ada di [cemburu padaku] dan [cemburu pada gilbert]. artinya tentu beda ya hahahaha—oke, makasih yang udah baca bagian ini.
