FALOVEAN
.
.
A DongYa fanfiction by Rizky Key
.
.
O N E
.
.
'Oh my Beautiful Target… You zoom-zoom my heart like a rocket' Beautiful Target – B1A4
.
.
Serius deh, menurut seorang Lee Ho Won menjadi bagian dari jurnalistik itu seru, meski menyebalkan juga.
Lee Ho Won atau biasa dipanggil Hoya itu adalah seorang jurnalis untuk majalah sekolahnya. Karena dia lumayan suka fotografi, dia juga kadang merangkap sebagai fotografer-gak-jadi untuk majalah sekolahnya.
Namja berusia 16 tahun itu terhitung cukup manis untuk namja. Rambut hitam tebal, bibir pink cerah, kulit putih, pipi merona dan senyum yang sangat manis mampu melelehkan siapapun yang melihatnya. Dia terkenal sangat ceria dan selalu mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Energik, mungkin karena itu dia diutus sebagai jurnalis yang harus berlari kesana-sini memburu berita.
Kamera selalu tergantung di lehernya setiap sekolah. Dia suka fotografi. Foto apa sajalah. Kadang dia suka iseng memfoto temannya, Nam Woohyun di kelas. Ada yang sedang tidur, cemberut, kebingungan karena soal dan lain-lain. Ya memang Hoya dan Woohyun sudah lama berteman.
"Lee Ho Won!"Panggil seorang namja yang sangat imut di kelasnya. Gong Chan Shik, namja dengan aegyo yang sangat cute tapi keras kepala sekali. Hoya menoleh padanya.
"Ada apa?!"tanyanya sambil mengelus kameranya. Gong Chan menyerahkan selembar kertas kepadanya.
"Itu PR Biologi kita. Tidak ada masalah kan, Ho Won?! Jika ada kecacatan soal, kau bias mendatangiku untuk meminta yang baru." Jelas Gong Chan sambil tersenyum manis.
Hoya balas tersenyum. Gong Chan memang yang termuda, tapi dia cukup bertanggung jawab di kelas. Dengan aegyo manisnya, dia bisa merayu semua orang untuk diam dan mengerjakan tugas mereka. Menurut Woohyun, Gong Chan menggunakan charmspeak. Entah apa maksudnya, hanya dia yang tahu.
Perlahan, Hoya meraih kameranya. Membidikannya ke sosok namja tadi, namja yang memberikannya kertas PR Biologi dengan senyum ringannya. Namja yang kini sedang berada di hadapan Kim Jun Myeon sambil menyerahkan kertas PR nya.
"Manis,"gumam Hoya saat memandangi fotonya. "Dia manis sekali. Jinyoung hyung tidak salah memilihnya. Duo-cute dengan Jung Hwan."
"Kau mau apa hyung?!"Tanya sepupu Hoya yang juga satu sekolah dengannya, Sungjong. Hoya tersenyum lebar.
"Biasa, satu gelas es jeruk dengan pai susu."jawab Hoya. Sungjong segera melesat menuju kantin untuk memesan makanannya. Sungjong memang sepupu yang manis, eh sejujurnya cantik. Dia namja, tapi cantik. Maklum, beautiful namja.
"Hai Ho Won! Bagaimana dengan wawancaramu dengan Dong Woo?! Berhasil?!" Suara Da Sang hyung tiba-tiba terdengar dari balik punggung Hoya.
"Ah, wawancaranya gagal hyung."Hoya menundukan wajahnya. "Pihak yang bersangkutan tidak mau diwawancarai."
"Omo, sayang sekali." Da Sang menepuk-nepuk lengannya. "Yah memang begitulah sikap Dong Woo. Tak pernah mau mengungkapkan siapa dirinya ke orang lain. Aku pernah sekelas dengannya."
Mata Hoya mengerjap. "Benarkah?! Tidak apa hyung?!"
Da Sang menepuk kepala Hoya. "Itu bukan salahmu. Tapi yang satu lagi, bisa kan?! Kau hanya perlu memotretnya saja."
Seketika Hoya bergeming.
"E…Entahlah hyung," gumam Hoya. "Aku harus ya?! Boleh tidak kutukar dengan foto Gong Chan Shik?! Dia imut lho."
"Aneh,"Da Sang menjawil hidung Hoya. "Imut kok bilang imut. Hahaha, aniya aniya. Tidak bisa."
Hoya menghela nafas berat.
Bel pulang sekolah sudah berdentang lima belas menit yang lalu. Tapi seorang Lee Ho Won masih duduk di kursinya dengan cemas.
Perlahan, dia berdiri, kembali menuju kelas seseorang yang membuatnya menangis lusa lalu. Dia melangkah dengan berat.
'Ah dia masih ada di sana,' Hoya menghela napas ketika menemukan Jang Dong Woo masih ada di sana. 'Tapi apa yang harus kukatakan?'
Hoya baru saja melangkah masuk ketika Dong Woo mulai mengoceh, "Kau tidak perlu masuk karena aku tidak akan pulang bersamamu."
"Apa maksud hyung?!"Tanya Hoya tidak mengerti. Dong Woo menoleh.
"Kau jurnalis yang lusa lalu datang dan menangis kan?!"Dong Woo berkata sinis kepadanya. "Kau masih bertekad meliputku?! Aniya."
"Bukan!"Hoya menarik nafasnya. "Kali ini, foto. Aku disuruh redaksi untuk memotretmu. Entah apa maksudnya. Mungkin mau dijadikan cover."
"Bilang pada redaksimu aku tidak mau wajahku mengotori cover majalah sekolah."Tukas Dong Woo singkat.
"Tapi wajah hyung kan tampan."
Hening.
"Apa yang tadi kau bilang?!"Tanya Dong Woo sambil memicingkan matanya. Hoya meyekap mulutnya segera. 'Astaga, aku ngomong apa tadi?!'
"Ah, bukan apa-apa. Anggap saja tadi suara angin atau apalah yang…,"
"Kau bilang aku tampan."Dong Woo menukas lagi. "Itu yang kau bilang."
Wajah Hoya memerah. Manis sekali. Dong Woo meliriknya singkat. "M…Mungkin hyung." DIa menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona sangat merah.
Tiba-tiba Hoya merasakan sesuatu yang dingin menempel pada pergelangan tangannya. Dia mengangkat wajahnya dan menemukan seorang Jang Dong Woo menggenggam tangannya, untuk pertama kalinya.
"Kau akan kuantar pulang."Tanggap Dong Woo singkat.
"Gila,"bisik Hoya pelan. "Rumahku jauh dari sini hyung. Nanti merepotkan kamu dan aku juga bisa pulang sendiri."
"Diam sebelum kau kubuat menangis lagi."Ancam Dong Woo. Hoya pun diam dengan kepala kembali menunduk.
Sekolah memang sudah sepi, tapi bukan berarti sudah tidak ada orang. Masih terdapat banyak orang, dan mereka semua menatap tak percaya kejadian itu. Bayangkan saja, Ice Man macam Jang Dong Woo menggandeng tangan seorang anggota redaksi bernama Lee Ho Won berkalung kamera SLR dengan pipi semerah tomat?!
Jika Hoya menjadi salah satu dari mereka, Hoya akan segera memotret kejadian itu dan memberi tahu ke Woohyun. Sayangnya, kali ini dia yang menjadi objek dan itu memalukan.
Hoya pun sadar, genggaman tangan Dong Woo menguat, seakan memberi tahunya untuk tetap tenang. Hoya memejamkan matanya sampai akhirnya sampai di depan mobil Dong Woo.
"Ini mobilmu sendiri?!"Tanya Hoya. Dong Woo mengangguk singkat sambil melepaskan genggaman tangan mereka.
Hoya pun masuk setelah Dong Woo masuk. Pipinya masih merona akan kejadian tadi. Menyadari hal itu, Dong Woo tersenyum tipis. "Tak perlu dipikirkan, mereka hanya mencari gosip sensasional untuk besok."
Hoya cemberut. "Aku yang akan kena hyung."
Dong Woo menyetir mobilnya perlahan. "Salahmu kau datang ke kelasku."
Hoya menggigit bibir. "Itu bukan salahku,"suaranya bergetar. "Da Sang hyung menyuruhku untuk memotretmu. Aku tak bisa memotret orang sembarangan kecuali Gong Chan dan Woohyun. A… Aku hanya seorang anak jurnalis biasa. Aku takut melanggar hak cipta…, hiks."
Dong Woo melebarkan matanya ketika menemukan namja di sampingnya kini malah menangis terisak-isak. Dong Woo hanya mengamatinya saja.
Matanya yang memerah, pipinya yang juga memerah, bibirnya yang merekah, omo ketiganya sangat manis menurut Dongwoo. 'Cute boy' batinnya. Perlahan dia menghapus air mata Hoya.
"Sudah jangan menangis Ho Won." Hoya menatapnya bingung. "Kenapa hyung tahu namaku?!"
Dong Woo hanya tersenyum misterius. "Tak penting. Sekarang jangan menangis. Kau mau dibelikan es krim atau balon?!"
Hoya cemberut, membuat wajah terlihat makin cute. "Aku bukan anak kecil."
Dong Woo menggaruk kepalanya. "Aku jarang menghadapi anak yang menangis. Ya sudah, kau boleh mewawancaraiku. Hai, aku Jang Dong Woo. Aku tampan menurut Lee Ho Won. Begitu?!"
Hoya tersenyum. "Bukan seperti itu. Aku akan memberi hyung beberapa pertanyaan dan hyung harus menjawabnya dengan jujur. Bisa kan?!"
"Mudah."Dong Woo mengetuk jarinya di stir. "Kenapa kau tertarik di dunia Jurnalis? "
"Karena aku suka."jawab Hoya. "Aku suka menulis."
"Hanya itu?!" Hoya menangguk. "Kau bisa rapp atau dance?!"
Hoya mengangguk. "Tentu saja. Bagaimana dengan hyung?! Hyung suka apa?!"
Dong Woo tertawa kecil. "Kuharap bukan bagian dari wawancara. Aku suka dance dan rapp. Memasak juga kadang. Hanya itu."
Hoya mengangguk, Kini dia menemukan Dong Woo menatapnya lembut.
"Apa?!" Tanya Hoya kepada Dong Woo dengan pipi memerah. Dong Woo kembali menggenggam tangannya.
"Terima kasih. Kau membuatku kembali seperti dulu."
.
.
TO BE CONTINUE
Yeee Key 'kombek' di ff yang sama *tebaralbumInfinitize* . Akhirnya bisa bikin chapter ini meski rasa ngantuk mendominasi saat FF ini masih 'in progress'.
Yeap, sejujurnya Key gak tau Hoya oppa sukanya apa #plaak. Key jadi bilang aja Fotografi meski aslinya itu Key sih yang suka fotografi. Dan untuk masalah SLR -nya, itu karena Key seumur hidup belum pernah megang SLR (koplak!) . Jadi kepengen aja gitu jadi fotografer, bisa bawa SLR kemana-mana.
Kalau ada cacat, tolong kasih tau ke Key ya ^^ Insya Allah nanti Key benerin lagi atau memperbagus :D
Key
