Welcome back^^.. Maaf kalau Update nya agak lama.. Oia sebagian nama karakter disini diambil dari manga 'Pita Ten' yang masih milik Koge-sensei kok... seperti biasa balasan Review ada di bawah.. Show still go on
Here we go.. Happy Reading^^
.
Kamichama Karin © Koge-Donbo
.
.
Warning!: OC, AU, GaJe, Aneh, Sulit dipahami, miss typo(maybe), dll
.
.
Chapter Two
.
"Kau…" Karin terdiam melihat wajah pemuda yang membentaknya tadi. Pemuda bersurai blonde dengan iris biru safir yang untuk beberapa detik membuatnya terpaku.
"APA KAU LIHAT-LIHAT?!" bentak pemuda itu lagi.
"kau…." Karin kembali menelisik wajah yang berada dihadapannya. Ia merasa ini bukan pertama kali ia melihat wajah pemuda ini. Seperti pernah bertemu di suatu tempat, wajah pemuda ini sangat familiar. Pemuda itu masih saja menatap Karin dengan amarahnya.
"Apa kita pernah bertemu?" Tanya Karin akhirnya
"DALAM MIMPIMU!" jawab pemuda itu ketus sambil berlalu keluar kelas
"Benar-benar perkenalan yang buruk dengan Kagaya Kazune" komentar Miyon
"Kagaya Kazune?" Tanya Karin
"Namanya Kagaya Kazune. Salah satu makhluk anti-sosial yang tercipta dimuka bumi ini. Tidak pernah akrab dengan siapapun, selalu memasang wajah datar, namun disaat yang bersamaan ia juga terkenal" jawab Miyon panjang lebar.
"Begitu, tapi aku bersungguh-sungguh pernah melihatnya disuatu tempat"
"Tentu saja, Kazune itu kan tinggal di Tokyo Karin-chan"
"Bukan itu maksudku"
"Topik tentang Kagaya Kazune sama sekali tidak menarik. Ayo kita ke kantin, akan ku kenalkan dengan sahabat-sahabatku" ajak Miyon
Sakuragaoka memang sekolah yang sangat luas. Terdapat tiga gedung utama di sekolah ini. Tiap gedung mempunyai sebuah Kantin yang cukup luas. Gedung pertama yaitu gedung aula sekolah beserta ruang guru dan kepala sekolah. Gedung kedua gedung kelas 10 sampai 12 SHS. Gedung ketiga adalah ruangan klub-klub yang terdapat di SHS. Tidak hanya itu saja, lapangan dan halaman sekolah juga tidak kalah megah. Oleh sebab itu banyak yang berbondong-bondong yang ingin memasuki SHS. Namun hanya 150 orang yang memenuhi criteria akan diterima di SHS.
Setelah menuruni tangga dua kali, Karin dan Miyon sampai di kantin. Suasana kantin sangat ramai sekaligus menyenangkan. Miyon mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru kantin. Setelah menemukan apa yang ia cari Miyon membawaku ke sebuah meja dengan pemandangan lapangan yang tidak kalah menarik.
"Lama tidak berjumpa Miyon-chan" ucap seorang gadis dengan rambut ponytail
"Hai Miyon, menemukan anggota baru untuk klub musikku ya?" Tanya seorang pemuda berambut hitam pendek
"Bukan Yuuki-kun, namanya Hanazono Karin teman baruku di kelas" jawab Miyon
"Salam kenal" ucap Karin sedikit menundukkan badannya.
"Namaku Takamura Ami, panggil saja Ami. Salam kenal" ucap gadis ponytail yang bernama Ami
"Namaku Sakurai Yuuki. Salam kenal" ucap pemuda berambut hitam pendek tadi dengan senyumannya.
"salam kenal, Ami-chan. Yuuki-kun" ucap Karin
Karin sangat menikmati perbincangan dengan sahabat-sahabat barunya. Tidak ada perkataan yang diterimanya sewaktu dikelas tadi. Semuanya tampa memandang bulu tidak berteman hanya berdasarkan materi saja. Yuuki yang merupakan ketua klub musik bersikeras mengajak Karin masuk ke klubnya, tapi Karin menolak ia ingin mencoba hal baru seperti klub kendo atau klub memanah.
PRANG!
Terdengar suara sesuatu pecah dari kejauhan. Karin dan teman-temannya tersentak kaget melihat apa yang terjadi.
"Heh! Berani sekali kau mengotori seragam mahalku! Gadis tidak tahu diri!" ucap seorang gadis dengan rambut hitam diikat twintail
"bersihkan!" bentak gadis itu lagi
Dari kejauhan Karin tampak prihatin dengan keadaan yang ia dapatkan hari ini. Kejadian apa lagi ini?
"siapa itu?" Tanya Karin
"Uematsu Koboshi, bulan-bulananya Karasuma Rika. Koboshi-san juga salah satu penerima beasiswa tapi waktu itu ia sempat mengalahkan Rika di kontes Desain gaun terbaik dan membuat Rika mem-bully nya" jelas Miyon.
"Anak itu tidak pernah mau menerima kekalahan" tambah Ami
Jari-jari Koboshi sudah berdarah akibat memungut pecahan piring. Tapi tetap saja seorang Karasuma Rika tidak akan membiarkan mangsanya lari begitu saja.
"ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Karin final
"Karin-chan! Itu berbahaya!" cegah Miyon. Tapi terlambat Karin melewati kumbulan orang yang mengerubungi peristiwa itu, namun mereka hanya diam. Segitu besarkah pengaruh keluarga Karasuma di sekolah ini?
"BERHENTI! Kau tidak melihat darah berceceran?" Tanya Karin sinis
"Tidak" jawab Rika santai
"Gadis tidak berperasaan, ayo kita ke UKS" ajak Karin pada Koboshi
"mau kau bawa kemana anak itu?" Tanya Rika
"tentu saja UKS" jawab Karin
"TIDAK BISA!" bentak Rika
"Apa masalahmu huh?! Apa kau tidak peduli jika nanti aka nada namamu di kabar berita karena memaksa seorang gadis yang hamper saja kehabisan darah lalu meninggal. Kau mau?!" ucap Karin panjang lebar dan segera menyeret Koboshi ke UKS
Baik Karin maupun Koboshi hanya diam selama Karin mengobati Koboshi. Karin hanya menatap miris jari-jari lentik yang terluka karena ulah gadis lain yang tidak berperasaan.
"Te-terima kasih" ucap Koboshi
"Sama-sama, tapi bagaimana kamu bisa menggambar desain baju jika tanganmu begini?" Tanya Karin
"Darimana anda tahu-"
"Dari Miyon-chan. Aku selalu suka apapun yang berhubungan dengan menggambar apalagi desain gaun seperti yang dilakukan Okaa-sanku." Jawab Karin cepat.
"oh Miyon-san. Ia memang gadis yang baik. Miyon-san sangat membantu semua anak pendapat beasiswa yang selalu dibully Karasuma Rika" ucap Koboshi sambil tersenyum. Koboshi masih bisa tersenyum setelah dibully seperti ini?
"kalau begitu aku duluan kekelas ya. Aku sangat berterima kasih atas apa yang telah anda lakukan kepadaku. Aku sarankan berhati-hati dengan Rika-san. Jaa" pamit Koboshi lalu berlari meninggalkan UKS
Karin tersenyum sambil berjalan kembali ke kelas. Sesampainya dikelas Karin mendapatkan pertanyaan khawatir dari Miyon. Miyon bercerita bahwa Rika langsung berteriak-teriak seperti orang gila di kantin dan mungkin hari-hari Karin selanjutnya tidak akan tenang. Karin hanya tersenyum dan mengatakan ia tidak apa-apa. Karena hari ini hari pertama jadi sekolah berakhir lebih cepat. Karin terpaksa pulang sendirian karena Miyon harus mengurus klubnya yang akan menerima anggota baru.
"Ah iya! Aku harus segera pulang, Okaa-san bilang kalau ingin tetangga menyayangi kita, kita harus member sesuatu sebegai tetangga baru" ucap Karin lalu berlari keapartemennya dengan seangat. Jarak sekolah dengan apartemen sekitar satu kilometer.
Sesampainya diapartemennya nomor 326, Karin segera mengganti seragamnya dan berjalan ke dapur. Karin berencana memasak sushi dan dimasukkan kedalam bento untuk 4 kamar tetangga. Setelah memasak, Karin pun bergegas keluar kamarnya dan membagikan bento itu.
"Hwaa Ayano-baa-san di kamar 327 baik sekali, nona Matsuri di kamar 323 sangat cantik. Tapi, Shino-jii-san di kamar 328 kelihatannya terlalu kaku tapi aku yakin Shino-jii-san pasti orang baik" monolog Karin setelah memberikan 3 bento, ia medeskripsikan sifat setiap tetangganya.
"Eh? Masih ada satu lagi. Kamar nomor berapa yang belum?" Karin terlihat berpikir dan berjalan kearah kamar apartemennya. Ia lalu melihat nomor kamar 325.
"Nomor 325!" ucap Karin lalu memencet bel kamar itu
DING DONG
DING DONG
"apa tidak ada orang ya?" tanya Karin. Karin kemudian bersiap kembali kekamarnya, sebelum..
CEKLEK
Terdengar suara pintu terbuka, Karin pun menoleh dan melihat siapa pemilik Kamar 325 itu. Tampak pemuda berambut blonde keluar dari balik pintu itu.
"Siapa?" ucap pemuda itu agak serak, sepertinya baru saja bangun dari tidurnya.
"Eh?! Kazune-kun? Kau tinggal disini?" tanya Karin sambil melangkah kembali kedepan pintu kamar 325.
"Kau anak baru yang berisik tadi kan?" tanya Kazune balik
"Haah terserahmu lah" ucap Karin sambil memutar bola matanya
"Jadi kau yang tadi malam berisik disebelah dan mengganggu tidur malamku. Disekolah kau juga menganggu tidurku!" ucap Kazune
"Mana aku tahu" jawab Karin
"Ada apa?" tanya Kazune lagi dengan wajah datarnya
"Hanya memberi bento kepada tetangga sebagai perkenalan" jawab Karin
"tidak bu-" Kazune yang menyelesaikan kalimatnya dipotong oleh sebuah suara
KYRUUUYUUK
"Bukan perutku" pikir Karin lalu menatap Kazune
"A-apa! Aku tidak butuh bentomu" ucap Kazune cepat lalu menutup pintunya, meyisakan Karin yang masih terdiam. Lalu..
CEKLEK
"Ini aku ambil, daripada terbuang"
BLAM
"aneh sekali" gumam Karin setelah mencerna kejadian yang berlangsung cepat tadi. Kazune yang mengambil bentonya lalu membanting pintu dihadapannya.
Keesokan harinya
"Aku terlalu cepat pergi ke sekolah" ucap Karin setibanya ia di kelas. Karin hanya melihat beberapa orang itupun bisa dihitung dengan jari.
"Ohayou Hanazono-san~" ucap suara yang ada di belakang Karin. Karin menoleh kebelakangnya dan menemukan sesosok pemuda dengan warna mata berbeda.
"Ohayou" balas Karin
"Maaf lupa memperkenalkan diri kemarin, namaku Nishikiori Michiru. Khusus untukmu panggil saja aku Micchi~" ucap Michiru
"Yoroshiku ne, Micchi" ucap Karin dengan senyumannya.
Setelah berkenalan dengan Michiru Karin beranjak ke kursinya. Karin juga melihat teman sebangkunya yang tidak lain adalah Kirigaya Kazune sedang tertidur dengan sangat nyaman.
"Hufft.. dirumah sudah tidur disekolah juga tidur. Kurang kerjaan sekali" gumam Karin
"Ohayou Karin-chan" sapa Miyon
"Ohayou Miyon-chan" balas Karin sambil duduk dan meletakkan tasnya didalam laci meja. Tetapi Karin merasakan ada yang mengganjal didalam lacinya. Lalu Karin melihat ada sebuah kotak dan membuka kotak itu.
"KYAA!" jerit Karin setelah melihat isi kotak
"A-ada apa Karin-cha- ya ampun!" ucap Miyon. Seluruh siswa yang ada dikelas 11A mengerubungi bangku Karin. Kotak itu berisi boneka manusia yang telah dikeluarkan busanya ditambah dengan noda berwarna merah darah.
"Berisik sekali sih?!" ucap Kazune saat mendengar beberapa jeritan siswi dan membangunkannya.
"Si-siapa yang melakukan ini…?" tanya Karin sedikit bergetar pada nada suaranya.
~TBC~
Gimana? Gimana? jelek yah? Ato Bagus? Sebentar lagi... Satu rahasia keluarga akan terungkap.. sebenarnya cerita ini udah selesai sampai ch.4 tapi FiFa ulang dan bikin alur yang baru.. mudah-mudahan Minna-sama puas dengan keputusan FiFa..
Saatnya membalas Review:
safniradhika: arigatou atas 'ganbatte-nya'.. FiFa udah sesemangat mungkin bikin yang cukup panjang.. semoga safniradhika puas^^
azahnurbandini: hehe Gomen, Himeka gak kebagian peran sampai beberapa chapter ke depan. Soalnya semua sudah sama-sama tahu sifat Hime-chan, jadi Hime-chan di simpan dulu.. Fifa sedang memikirkan sarannya, jangan khawatir Kazune-kun kan penerima beasiswa SHS, dan sudah pasti Kazune-kun itu siswa yang pintar masuk 11A pula.. Thank you very much for review ^^
michelle lim: untunglah Fic-nya bagus.. FiFa sempat gak PeDe nge-publish Fic ini.. arigatou 'ganbatte'-nya michelle.. semoga Michelle puas^^
Yumi Azura: apa Yumi masih penasaran? Hehe FiFa harap Yumi puas dengan Chapter dua ini.. arigatou 'ganbatte'-nya.. Thank you very much for review ^^
Kirigaya Zikarishika: ini dia Chapter dua.. semoga penasarannya terobati.. ini sudah sekilat yang FiFa bisa (*soalnya diulang lagi mengetiknya*).. semoga Kirigaya-san puas^^
Rere: hehe Arigatou gozaimasu^^.. hehe Fic-nya FiFa kebanyakan One-shoot jadi FiFa juga gak tau kalau dilanjut-in, ceritanya nanti kayak gimana.. Gomenasai.. Thank you very much for review ^^
kkkazunekarin: udah episode selanjutnya looh.. arigatou udah bersabar menunggu chapter selanjutnya… Gomen ne kalau lama… Thank you very much for review ^^
Terima Kasih telah membaca^^ Kritik dan Saran diterima di kolom Review di bawah
...PLEASE REVIEW…
[(H4F1F4N1)]
