Hai...
Maafkan kami update ceritanya telat TwT)/
Karena ada berbagai macam masalah jadinya kami ngaret. /alasan/
Oke, cukup cuap-cuap kami. Silahkan menikmati chapter 2 ini XD
Btw kami mengganti judulnya hehe...
.
.
Iseng Membawa Petaka
By: Rakshapurwa dan Kisa Kitakore
Rate T
Pair : Akashi x Kuroko
Warning : Shounen-ai, OOC, Penuh Keambiguan dan Typo
Disclaimer: Kuroko no Basket punya Fujimaki Tadatoshi.
Masih ingin membaca?
Enjoy
.
.
Pura-pura (Rakshapurwa)
.
"Ukh—sakit."
Kuroko terlihat tengah memegangi kepalanya, wajahnya menunjukan raut kesakitan—kalau Akashi tidak membantunya berjalan, mungkin Kuroko sudah terkapar dilantai. Sejak pulang sekolah, Kuroko terus meneluh sakit—padahal waktu berangkat sekolah pagi tadi, ia masih sehat. Bahkan ketika bertemu dengan Akashi sewaktu makan siang pun, tak terlihat kalau Kuroko sedang sakit.
"Sebaiknya kau tiduran saja. Aku akan siapkan makanan dan obat untukmu."
Akashi membantu Kuroko naik keatas kasur—lalu bergegas keluar kamar untuk menyiapkan makanan serta obat-obatan untuk Kuroko. Ya, sebagai seme yang baik—wajar'kan kalau Akashi perhatian kepada Kuroko.
Disaat Akashi tengah sibuk memasak didapur—terbukti dari suara-suara peralatan dapur yang entah kenapa terdengar berjatuhan—Kuroko dengan santainya memainkan handphone layar sentuh miliknya. Jari lentik itu terlihat lihai menekan beberapa nomor yang tertera pada layar benda kotak tersebut.
Kuroko menelpon seseorang.
'Halo..Kise-kun ternyata yang kau katakan benar.'
Eh? Kuroko menelpon Kise? Tidak biasanya dia melakukan hal tersebut. Sebenarnya ada apa ini?
'Benarkan kataku-ssu. Setiap seme pasti khawatir kalau uke-nya sakit.'
'Ya berkat hal itu aku bisa membuat Akashi-kun memasak didapur. Pasti dia kesusahan, aku tidak menyesal pura-pura sakit.'
Ah—rupanya Kuroko hanya pura-pura sakit. Semoga saja tidak ketahuan oleh Akashi—
—Are? Akashi sedang apa bersembunyi dibalik pintu. Sedang mengupingkah?
Firasat buruk.
'Sudah dulu ya, bye Kise-kun.'
Kuroko menutup panggilannya, ia sepertinya senang sekali—walaupun ekspresinya tetap saja datar. Seperti yang kalian dengar tadi, ini semua sebenarnya hanya keisengan Kuroko saja—dia tidak benar-benar sakit. Kuroko melakukan hal tersebut karena kesal dengan ulah Akashi yang tidak memberinya istirahat beberapa hari belakangan—selalu saja membuat pinggang dan bokong Kuroko sakit dipagi hari.
"Pasti malam ini aku bisa tidur nyenya—"
"Tetsuya ini bubur untukmu."
Akashi menghampiri Kuroko dengan senyuman diwajahnya. Kuroko sempat berpikir kalau senyuman tersebut menyeramkan.
DEG
Sebentar—sejak kapan Akashi ada didepan pintu? Apakah Akashi mendengar percakapannya dengan Kise?
"Te-Terima kasih Akash—"
"Tetsuya...aku baru saja mengetahui cara yang mujarab menyembuhkan orang sakit."
Akashi mulai membuka satu persatu kancing kemejanya, membuat Kuroko waswas. Ah, rupanya Akashi mengetahui kalau Kuroko hanya pura-pura.
"Akashi-kun maafkan ak—"
"Malam ini akan ku buat kau berkeringat banyak, Tetsuya. Pasti besok kau akan sembuh."
Ya, kalau sudah begini Kuroko hanya bisa pasrah dan menerima takdirnya.
.
.
Satu Balasan Line (Kisa Kitakore)
.
Kuroko melempar tasnya ke kursi dekat meja belajarnya. Ia benar-benar lelah hari ini. Ia bersama dengan Kise—disuruh lari keliling lapangan sepuluh kali karena telat masuk. Kuroko pun bergegas mandi untuk menyegarkan dirinya. Setelah itu, ia mengenakan kaos biru oblong dan celana pendek selutut. Ah iya, Kuroko nyaris saja lupa kalau ada tugas sejarah di LKS.
Kuroko segera mencari buku tipis tersebut dan membuka tugasnya. Kuroko menghela nafas lega, untunglah soal yang diberikan hanya lima soal essay. Jadi, ia tak perlu kalang kabut menghitung seperti tugas fisika dan matematikanya kemarin.
Baru saja Kuroko hendak mengambil pulpennya, smartphonenya pun berdering. Ada pesan masuk diaplikasi chattingnya.
Ia raih benda persegi tersebut dan membuka pesan yang masuk.
-Sei-
Sudah dirumah? 20.15
'Tau aja kalo sudah di rumah'batin Kuroko.
-Sei-
Sudah dirumah? 20.15
Sudah. 20.16
Kuroko menaruh hpnya dan berniat megerjakan tugas tersebut. Namun, hpnya kembali berdering, tanda balasan sudah masuk. Ia mendengus dan membuka kembali pesan tersebut.
-Sei-
Syukurlah :) 20.17
Jangan lupa makan juga yah 20.17
Kuroko tersenyum, lalu membalasnya.
-Sei-
Iya 20.18
Kuroko tersadar kalau sudah beberapa menit berlalu. Ia pun mengganti mode dering menjadi mode getar. Setelah itu barulah ia bisa mengerjakan tugasnya dengan tenang.
1 jam kemudian...
"Fuuh...selesai," hela Kuroko lega.
Ia pun memasukkan semua buku yang akan ia bawa besok. Setelahnya ia mengecek lagi hpnya yang sedaritadi ia abaikan. Ternyata pesan masuknya sudah ada sekitar 59 lebih! Ia pun kebingungan dan dengan segera membuka pesan masuk di akun chattingnya.
-Sei-
Tetsuya 20.18
Aku 20.18
Cinta 20.19
Kamu 20.19
Selalu 20.19
Sayang 20.19
Te Amo 20.19
Wo ai ni 20.20
I Love You 20.20
.
.
.
Dan seterusnya, sampai mata Kuroko nyaris rabun dibuatnya.
Kuroko membalas.
-Sei-
Berisik woi! Putus nih -_- 22.45
Melihat pesan yang ia ketik, Kuroko cekikikan sendiri. Tapi...
Karma pun menghantui.
"Mati aku...ah, sudahlah," gumam Kuroko lalu mengabaikan hal tersebut. Ia bergegas naik kekasur dan mulai memejamkan matanya. Namun dapat dipastikan tidurnya tak akan nyenyak malam ini.
.
TAMAT
.
Dan chapter 2 pun selesai XD
Terima kasih untuk semua yang sudah mau membaca, mereview serta memfav dan memfollow cerita ini XD
Kalian luar biasa bagi kami :''')
Berkat kalian kami bersemangat untuk membuat chap berikutnya. Kami akan update secepat mungkin :'')
Sekian cuap-cuap dari kami. Adakah yang mau mereview lagi? XD
