[AN] Buat yang bilang fic ini kependekan trus minta dipanjangin, maaf banget ^^ fic ini memang saya buat bakalan pendek di setiap chapternya. Kira-kira kurang dari 1500 word(s). Jadi maaf banget yah :) Tapi fic ini akan diusahakan apdet 2 kali dalam seminggu. Mohon pengertiannya ya :))
Makasih banyak buat: elang-hitam, Kikyo Fujikazu, Hinagiku-chan 'cumasatu1nya, cherrysakusasu, Hime Aletta, Lady Spain, Chini VAN, Uchiha Hime Is Poetry Celemoet, sasusaku, Tsukiyomi Kumiko, Miki Yuiki Vessalius, Kazuma B'tomat, garoo, Haza ShiRaifu, dan Poetrie-chan. Makasih banyak atas review-nya. Dan Chapter ke-2 ini spesial buat kalian :* Oh! Dan tentu saja buat pembaca yang lain. Keep Reading ya :)
Selamat membaca~!
.
.
.
Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
Into The New World
© Mila Mitsuhiko. 2011
Chapter #2 'Takdir Sakura'
"Terimakasih sudah mampir ke sini! Jangan sungkan untuk datang lagi ya~," ucap Yamanaka Ino pada seseorang yang baru saja membeli bunga di tokonya. Meskipun dia seorang kunoichi, tak membuatnya enggan untuk membantu usaha sampingan keluarganya ini. Saat tak ada misi atau pun jadwal latihan, Ino biasanya menghabiskan waktu di sini. Melihat aneka macam bunga-bunga yang indah, cukup menenangkan hati, fikirnya.
Tring
"Ah, selamat datang," sambut Ino pada seorang wanita yang masuk ke tokonya. "Lho? Shizune-senpai?" Ino mengerutkan dahinya. "Bukankah baru dua hari yang lalu kau juga ke sini?" tanya Ino
"Ya, memang benar." Shizune meletakkan tas hitamnya di atas sebuah bangku. "Waktu itu aku membeli bunga Bugenvil, dan kali ini aku datang untuk membeli bunga Lily," jelas Shizune
"Oh begitu. Tidak kusangka kau suka mengoleksi tanaman bunga juga," komentar Ino seraya mendekati Shizune yang sibuk memilih bunga yang paling bagus. "Meski kau itu senpai-ku, tak akan ada potongan harga untukmu!"
"Huh, dasar pelit!" komentar Shizune
Ino tertawa pelan. "Hahaha, aku hanya bercanda. Aku bukanlah wanita yang sekejam itu, kau tahu 'kan kalau aku ini wanita yang sangat baik hati," ucapnya
"Ya ya ya. Baiklah." Shizune kembali memilah dan memilih puluhan batang bunga Lily di hadapannya.
"Oh ya, Ino," ucap Shizune setelah beberapa menit keheningan menemani mereka, "apa komentarmu tentang misi terbaru Sakura?"
Ino terdiam, lalu memandangi wajah Shizune dengan tatapan 'apa-maksudmu?'. Kini giliran Shizune yang menatap Ino dengan tatapan keheranan. "Sakura tidak cerita padamu?" tanya Shizune
Ino menggeleng pelan. Matanya masih menatap Shizune dengan penuh tanda tanya.
"Aneh. Bukankah kau itu sahabatnya? Tapi kenapa dia tidak cerita padamu?" Shizune melanjutkan kegiatannya lagi.
"Hey, berhenti memilih bunganya! Katakan padaku, apa misi terbarunya?" pinta Ino
"Huh, kau ini." Shizune lalu menoleh ke arah Ino. "Sakura mendapat tugas penting, dia akan tinggal di mansion Uchiha bersama Sasuke-"
"APAA?" teriak Ino
"Hey! Dengarkan aku dulu!"
"Jadi maksudmu, Sakura akan TINGGAL SERUMAH dengan SASUKE?" teriak Ino. Wanita ini tampak sangat terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Kabar bahwa Sasuke telah mengakhiri masa hukumannya, memang telah sampai di telinganya. Kabar bahwa dia akan kembali tinggal di mansion Uchiha, juga telah didengar Ino. Tapi yang satu ini, Ino benar-benar kaget! Sasuke dan juga Sakura seatap? Oh ayolah, siapa yang tak tahu tentang kisah percintaan di antara dua insan itu? Kisah cinta yang menyakitkan di mana perasaan sang wanita hanya bertepuk sebelah tangan.
"Ya, begitulah yang terjadi," ucap Shizune
Ino menghela nafasnya perlahan, mencoba untuk menenangkan dirinya. "Dan Sakura setuju?" Well, Ino masih belum bisa mencerna semua kenyataan ini dengan akal sehatnya.
Shizune mengangkat bahunya. "Entahlah. Aku tidak berani untuk menanyakannya."
"Kalau begitu, aku yang akan menanyakan langsung padanya!" tukas Ino. Dan dia segera berlari ke arah pintu keluar. "Hmm, kalau mau bayar panggil ibuku saja. Dan tolong bilang padanya bahwa aku keluar sebentar!"
Belum sempat Shizune membuka mulutnya, Ino telah menghilang dari pandangannya. "Huh, dasar Ino."
.
Tak butuh waktu bagi Ino untuk sampai ke apartemen Sakura. Karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Cukup berjalan kira-kira sepuluh menit, Ino telah sampai di depan pintu apartemen Sakura. Ino mengatur nafasnya sebelum akhirnya mengetuk daun pintu itu dengan tak sabaran.
"Hey, Sakura, BUKA PINTUNYA!"
"Iya, Ino. Tunggu sebentar!" terdengar suara Sakura dari dalam apartemennya.
Klik. Pintu terbuka.
"Ino, ka-"
Hup. Kedua tangan Ino mendarat seketika di bahu Sakura. "Jelaskan. Padaku. Se-ka-rang!"
Sakura mengerutkan dahinya, belum mengerti apa maksud ucapan Ino barusan. "Apa yang sedang kau bicarakan, huh?"
Ino menarik kedua tangannya. "Ayolah, Sakura, jangan pura-pura tak mengerti seperti itu," ucap Ino sambil melangkah masuk ke dalam apartemen minimalis Sakura. Sakura, yang masih belum mengerti, menyusul langkah Ino-yang kini menuju kamarnya.
"Aku benar-benar tidak mengerti, Ino," ucap Sakura
Ino langsung memposisikan dirinya duduk di atas kasur Sakura yang tampak berantakan. Terlihat beberapa helai pakaian berserakan di sana, dan juga sebuah tas besar yang setengah volumenya telah terisi.
"Huh, kau ini," gumam Ino, "jelaskan padaku bagaimana bisa kau berakhir dengan kenyataan bahwa kau akan tinggal serumah dengan U-chi-ha Sa-su-ke?" Ino tampak menyeringai.
"K-kau t-tahu?" tanya Sakura dengan nada terkejut.
Ino mengangguk. "Dan sedihnya bukan dari bibir sahabatku sendiri." Kali ini Ino memasang tampang (pura-pura) sedihnya. Sakura menghela nafasnya.
"Maaf. Aku belum sempat menceritakannya padamu."
"Kau bisa mulai sekarang, Sakura."
Sakura menghela nafasnya lagi, dia lalu mengambil posisi duduk di samping Ino. "Ini semua berawal sejak dua hari lalu. Tsunade-shisou membutuhkan seorang ninja untuk mengawasi Sasuke dalam waktu dekat ini."
"Lalu?"
"Dia memilihku."
"Dan bagaimana itu bisa dirimu?"
"Kau tahu 'kan Sasuke itu bagaimana, dia tak semudah itu bisa berhubungan dengan orang baru dikenalnya," jelas Sakura. "Dan saat ini Naruto-kun dan Kakashi-sensei sedang dalam misi. Yang tersisa cuma aku."
Ino belum berkomentar.
"Dan alasan lain mengapa aku yang dipilih adalah karena aku seorang ninja medis," ucap Sakura kemudian bangkit dari duduknya. Lalu memasukkan satu per satu pakaiannya ke dalam tas. "Aku juga ditugaskan untuk memulihkan kondisi kesehatannya," tambah Sakura
"Dan kau menyetujuinya begitu saja?" tanya Ino "Atau, karena ada alasan lain?"
Sakura langsung terhenti dari kegiatannya, tubuhnya langsung refleks berbalik ke arah Ino. "Ino! Kau tahu 'kan kalau aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi untuknya. Aku sudah berhenti mengejarnya sejak dua tahun lalu! Aku sama sekali tidak punya maksud lain!" ucap Sakura
Lagi-lagi Ino menyeringai. "Aku tidak bilang bahwa kau masih punya perasaan untuknya," goda Ino
"Ino," jeda sejenak, "jangan membuatku mengharapkannya lagi, kumohon." Suara Sakura terdengar melemah.
"Iya-iya, maaf. Aku hanya bercanda. Kau ini cepat sekali marahnya!" Sakura tidak berkomentar, dia memilih untuk kembali melanjutkan kegiatannya. "Oh ya, sampai kapan kau akan tinggal di sana?" tanya Ino
"Kira-kira tujuh atau delapan bulan. Paling lama setahun," jawab Sakura santai
"SETAHUN?"
"Hmm." Sakura mengangguk.
"Kurasa saat aku bertemu denganmu tahun depan, kau dan Sasuke pasti tengah sibuk mengasuh Uchiha kecil," goda Ino sambil terkikik geli.
Plak.
"Au!" Bantal yang dilempar Sakura tepat mengenai kepala Ino.
"Jangan bicara yang aneh-aneh, Ino!" Tampak rona kemerahan di wajah Sakura.
Ino masih terkikik, dia menyadari betapa serunya menggoda sahabatnya ini. "Aku hanya bercanda."
"Dan aku sedang tidak ingin bercanda!"
"Baiklah," ucap Ino kemudian berjalan mendekati Sakura. Lalu berbisik di telinganya, "Tapi setidaknya, setahun ke depan akan menjadi tahun yang menyenangkan dan menggairahkan untukmu. Iyakan, Sakura?"
-bersambung-
.
.
.
Chapter selanjutnya:
Chapter #3 'Mansion Uchiha'. Bagaimanakah sambutan yang diterima Sakura saat dia sampai di rumah Sasuke?
Penasaran? Saya harap begitu. Hahahaha.
Kemungkinan chapter berikutnya akan di-publish pada hari jumat/sabtu.
Saya udah periksa fic ini 2 kali, jika masih ada typo, jangan sungkan untuk beritahu :)
Terimakasih udah mau membaca :)
Yang udah penasaran, mana suaranyaaaahhh?
