Howdy, minna..
Kagoya kembali lagi dengan chapter kedua..
Tks ya buat reviewnyaaa...
:D
So..
This time too..
Just enjoy..!
Haruno Sakura
Summary: Another Story About Sakura's Life's History..
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Part 2. Sang Jinchuuriki yang Kehilangan Keluarganya
Mayaka Haruno's Home
"Kau tinggal sendiri?" tanya Kyoga kaget.
Mayaka hanya mengangguk, sambil membukakan pintu rumahnya.
"Dimana keluargamu?" tanya Kyoga lagi sambil mengikuti Mayaka melangkah masuk ke dalam rumah minimalis itu.
"Ayah dan Ibuku sudah tiada." jawab Mayaka.
Kyoga tersentak. "Eh—aku.."
"Tak apa." sela Mayaka. "Duduklah. Akan kubuatkan teh." ujar Mayaka sambil menunjuk sebuah sofa dengan dagunya dan meneruskan langkahnya menuju dapur.
"Aku tak pernah mendengar klan Haruno sebelumnya." ujar Kyoga, setelah Mayaka kembali membawa dua cangkir teh dan duduk di sampingnya.
Mayaka meletakkan gelas teh yang tengah dipegangnya di atas meja. "Tentu saja. Klanku tidak dikenal di Konoha." jawab wanita itu. Matanya menerawang.
"Maksudmu?" tanya Kyoga bingung.
Mata Mayaka masih menerawang. "Akan kuceritakan mengenai klan Haruno." jawab Mayaka.
Kyoga hanya mendengarkan.
"Klan Haruno tidak pernah ada di Konoha." ujar Mayaka memulai kisahnya. Meski bingung, namun, Kyoga hanya diam, dan terus mendengarkan. "Klan ini berisi ninja-ninja yang terbuang. Hmm... Seperti Akatsuki dari Konoha. Ya. Klan Haruno adalah klan buangan."
"Sekitar tiga belas tahun yang lalu, aku melarikan diri ke Konoha. Sebetulnya, aku adalah ninja desa Gaarogakure (ini Kagoya bikin sendiri) dari klan Taku (ini juga bikinan Kagoya). Ketika aku berumur delapan, pemimpin desaku mengusirku keluar. Alasannya.. Karena aku memberontak terhadap pemimpin desa."
"Kenapa kau memberontak?" tanya Kyoga.
"Pemimpin desaku, atau yang biasa kami sebut Shikage, adalah Kage yang kejam. Dia suka sekali mempermainkan kunoichi (ninja wanita). Aku salah satunya. Yah—sebagai seorang Kage mesum, kau tahu dia mau apa. Dan karena aku memukulnya, aku diusir dari desa." jawab Mayaka.
"Lalu?"
Mayaka menarik nafas sebentar, lalu melanjutkan. "Aku berhasil mencapai Konoha. Sayang, Konoha tidak pernah bersahabat dengan desaku. Aku tidak diterima. Jadi, aku pergi ke pinggir desa. Dan kutemukan banyak sekali ninja-ninja sepertiku. Ada yang melarikan diri dari desanya, ada juga yang dibuang. Kami bersatu, dan akhirnya kami tinggal di pinggiran desa Konoha. Membangun klan kami sendiri. Mengganti nama asli kami. Akhirnya, kami memilih Haruno sebagai nama klan kami. Namaku sebenarnya adalah Fayo, tapi kuubah menjadi Mayaka." lanjut Mayaka.
"Apakah Hokage tahu mengenai keberadaan klan ini?" tanya Kyoga.
Mayaka menggeleng. "Kami tertutup dari penduduk Konoha. Bagaimanapun juga, kami tak diterima disana." jawab Mayaka.
Kyoga hanya mengangguk, tanda ia mengerti.
"Ada satu orang yang mengetahui keberadaan klan ini. Selain dirimu, tentunya." sahut Mayaka.
"Siapa?" tanya Kyoga.
"Orochimaru-san." jawab Mayaka.
"Orochimaru-san?" ulang Kyoga tidak mengerti.
Mayaka mengangguk. "Orochimaru adalah seorang sannin, dan dia mengetahui tentang keberadaan klan ini. Dia sering membantu kami. Dia juga.. Memberikanku sharingan dan byakugan." jawab Mayaka.
Kyoga menoleh ke arah Mayaka dengan matanya terkejut.
"Dia memberikan mata itu padamu?"
Mayaka kembali mengangguk.
"Apa hanya dirimu? Yang memiliki mata sharingan dan byakugan?" tanya Kyoga.
Mayaka mengangguk lagi. "Hanya aku yang meminta." jawab Mayaka.
"Kenapa kau meminta?" tanya Kyoga.
"Karena aku ingin jadi kuat. Sebetulnya, aku juga minta Rinnegan. Tapi Orochimaru-san tidak memberikan itu padaku. Dia bilang, mustahil seorang ninja bisa memiliki ketiga mata itu." jawab Mayaka.
Kyoga terdiam.
"Ah! Dan Orochimaru-san kuanggap sebagai ayahku. Jadi, jangan kaget bila aku memanggilnya Otou-san." sahut Mayaka.
Kyoga hanya mengangguk pelan.
Ting..Tong..
"Ah, itu pasti Orochimaru-san." kata Mayaka sambil beranjak bangun, dan membukakan pintu.
"Otou-san!" seru Mayaka senang.
"Tadaima, Mayaka-chan."
Mayaka mengangguk. "Okaeri, Otou-san. Ah, ya! Aku punya tamu untuk Otou-san!"
"Tamu?" Orochimaru bertanya bingung. "Aneh. Seingatku, kau tidak pernah membawa tamu ke sini."
Mayaka hanya tersenyum. "Aku menyukainya sejak dulu." ujar wanita berumur dua puluh satu tahun itu sambil berbisik.
"Ah.." gumam Orochimaru. "Pasti pria." lanjut pria berumur tiga puluh tahun itu.
Mayaka tersenyum, lalu menggandeng tangan putih Orochimaru menuju ruang tamu. Dan, Orochimaru bisa melihatnya. Seorang pemuda seumuran Mayaka, berambut hitam, dan memiliki mata sekelam malam. Kulitnya putih bersih, dan.. Tunggu! Jubah itu..
"Kau dari Akatsuki?" tanya Orochimaru.
Kyoga tersentak, lalu segera menoleh ke arah kanannya. Ia segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Orochimaru. Lalu, ia membungkuk hormat.
"Konichiwa, Orochimaru-san. Aku sudah mendengar tentang Anda dari Mayaka-san." sapa Kyoga.
"Kau dari Akatsuki?" ulang Orochimaru.
Kyoga mengangkat wajahnya, dan menatap mata Orochimaru yang menyerupai mata ular. "Ya."
Orochimaru tersenyum. "Sedang apa kau di rumah Mayaka?" tanya Orochimaru.
"Anoo—Otou-san.."
"Aku hendak melamarnya."
Mayaka yang hendak berbicara, segera berdiri beku. Apa—kata Kyoga tadi?
"Ap—apa?" desis Mayaka.
"Kau ingin melamar Mayaka?" ulang Orochimaru.
Kyoga mengangguk mantap. "Aku sudah jatuh cinta padanya semenjak pertama kali aku berjumpa dengannya." jawab Kyoga.
Orochimaru menyipitkan matanya, hendak melihat keseriusan di balik mata hitam Kyoga. Sejenak kemudia, Orochimaru tersenyum.
"Kurestui. Mayaka juga sudah mencintaimu sejak dulu." sahut Orochimaru.
Muka Mayaka langsung memerah. Kyoga meraih tangannya, dan memeluknya erat.
"Menikahlah denganku, Mayaka." lamar Kyoga.
Mayaka mengangguk di dalam dekapan Kyoga. "Pasti. Aku mau." jawab wanita itu senang.
Orochimaru pun tersenyum. "Tapi—siapa namamu?" tanya Orochimaru.
"Kyoga. Mikato Kyoga. Pemimpin Akatsuki." jawab Kyoga.
Orochimaru termenung sejenak, lalu berkata. "Kau boleh menikah dengan Mayaka dalam 2 syarat."
"Apa itu?"
"Pertama. Namamu harus diubah. Hmm.. Namamu adalah.. Haruno Rein. Dan.. Kedua. Kau harus mundur dari jabatanmu!" jawab Orochimaru.
Kyoga terdiam sejenak. "Baiklah!" jawabnya mantap.
Dan, pada hari itu, Kyoga dan Mayaka segera melangsungkan pernikahan, disaksikan oleh seluruh penduduk klan Haruno.
XXX
Akatsuki
"KYOGA-SAMA!" seru Pein.
"Itu keputusanku, Pein."
"Tapi.."
"Pimpinlah Akatsuki, Pein. Ah! Dan aku ingin kau dan Akatsuki berjumpa dengan anakku bila dia sudah berumur lima nanti."
Pein hanya menelan ludahnya. "Baiklah, Kyoga-sama."
Kyoga tersenyum. Lalu, ia melepaskan jubah Akatsuki-nya. "Sampai jumpa, kawan-kawan." ujar Kyoga sambil melangkah pergi.
XXX
Haruno Sakura lahir
"UWAAAA...!"
"Tahanlah, Mayaka!"
Kyoga berusaha sekuat tenaga, menjaga agar Jyuubi tidak keluar dari tubuh Mayaka. Sementara itu, Ghuri, tetangga Mayaka dan Kyoga menjadi bidannya.
Yap! Mayaka tengah berjuang melahirkan buah cintanya dengan Kyoga.
"Oee...!"
Kyoga segera menyelesaikan segelnya, lalu mengelap peluhnya.
"Selamat, Mayaka! Kyoga! Bayimu perempuan!" ujar Ghuri sambil memberikan bayi itu kepada Kyoga. Ah—bukan. Rein. Yap. Semenjak resmi menikah dengan Mayaka, Kyoga mengubah namanya menjadi Haruno Rein. Sesuai permintaan Orochimaru.
Rein dan Mayaka memandangi bayi putih berambut pink itu.
"Kita namakan siapa, Rein-koi?" tanya Mayaka.
"Hmm.. Pink, ya.. Sakura! Haruno Sakura!" jawab Rein.
Mayaka mengangguk dan tersenyum. "Selamat datang di dunia, Haruno Sakura." ujar Mayaka bahagia.
XXX
Pemindahan Jyuubi, Haruno Sakura, 2 tahun
"Ayo, Sakura..!"
"Okaa-saaaaaaannnnn...!" jerit Sakura.
Ya. Sekarang, Rein sedang memindahkan Jyuubi dari tubuh Mayaka ke tubuh Sakura. Ini agar Jyuubi tetap tersegel kuat. Karena, tubuh Mayaka akan menjadi lemah seiring waktu. Lebih baik sekarang, atau tidak sama sekali.
Dan akhirnya, proses pemindahan itu selesai.
"Kau sudah menjadi jinchuuriki, Sakura.." gumam Pein yang ternyata memandang dari jauh.
XXX
Haruno Sakura, 5 tahun
"Sakura, ayo bertemu dengan kawan-kawan lama Otou-san." ujar Mayaka.
Haruno Sakura. Buah cinta Mayaka dengan Rein. Umurnya kini sudah lima tahun. Gadis manis itu memiliki rambut pink sama seperti ibunya, dan ia memiliki mata emerald seperti ibunya juga. Sikapnya terkadang tegas dan tenang, mirip seperti ayahnya. Dan ia memiliki Byakugan, Sharingan, dan Rinnegan. Ia mendapatkan Byakugan dan Sharingannya dari Orochimaru, sementara Rinnegan dari Rein.
"Ya, Okaa-san!" jawab Sakura sambil menon-aktifkan Sharingan yang sedang dilatihnya.
Di usianya yang ketiga, Sakura sudah pandai menggunakan Byakugan, Mangekyo Byakugan, Rinnegan dan Mangekyo Rinnegan. Dan sekarang, bocah perempuan itu sedang melatih menggunakan Sharingan.
Sakura pun berjalan riang bersama ibunya. Di ruang tamu, ia melihat sekelompok orang menggunakan jubah hitam bercorak awan oranye.
"Nah, semua, ini anakku. Haruno Sakura." ujar Mayaka.
"Halo, Sakura-chan." sapa semua anggota Akatsuki.
"Halo." sapa Sakura balik.
Kemudian, Konan, Pein, Deidara, Kakuzu, Sasori, Zetsu, dan Kisame menyalami Sakura sambil memperkenalkan diri mereka.
"Dia yang akan menjadi pemimpin Akatsuki berikutnya.. Setelah umurnya tiga belas, akan kubuat dia membenci Konoha dan menjadi pemimpin Akatsuki.." batin Pein.
XXX
Hari kelam bagi Sakura
"Otou-san, Okaa-sa.." seruan riang Sakura terhenti begitu melihat pintu masuk klannya.
Matanya melebar, terkejut. Tubuh para tetangganya berserakan. Mereka semua mati. Sakura menjadi panik.
"OTOU-SAN! OKAA-SAN!" seru Sakura terus menerus sambil berlari menuju rumahnya.
GRAAK! Sakura membuka pintu geser rumahnya.
Dan alangkah terkejutnya Sakura! Rein dan Mayaka sudah terbujur kaku. Darah mereka membasahi lantai rumah Sakura. Dan Sakura melihatnya. Sahabat ayah dan ibu Sakura. Memegang Kusanagi. Pedang itu berlumuran darah. Wajah putih dan rambut hitamnya juga ternodai darah.
"Paman Orochimaru.." gumam Sakura lirih. Air matanya sudah jatuh.
Tiba-tiba, leher Orochimaru terjulur dan menggigit leher belakang Sakura.
"Aaarrgghh!" jerit Sakura.
Tiga buah tanda koma terbentuk. Tanda koma itu disambungkan dengan rantai. Segel itu lalu berubah menjadi warna hitam. Orochimaru menarik kembali lehernya, lalu bergerak cepat ke arah Sakura.
"Lupakan semuanya, Sakura. Sekarang, kau adalah putri tiriku." ujar Orochimaru, menghipnotis Sakura. Dan Sakura pun langsung jatuh pingsan.
Orochimaru menyeringai. "Segel neraka sudah kuletakkan.. Hanya tinggal segel surga.." desis pria itu.
"Hmm.. Hime sudah mendapatkan segel dari Ocorhimaru. Berarti, ketika hime berumur sepuluh tahun, dia harus mendapatkan segel Akatsuki!" gumam Pein yang ternyata menyaksikan pembantaian klan Haruno oleh Orochimaru dan juga pemberian segel kutukan kepada Sakura.
Yeeey...
Chap dua selesaiii...
Just wait for the chapter 3..
Soooooo...
Review please?
Please?
Please?
FYI. Hime itu artinya tuan putri.
