Naruto © Masashi Kishimoto

Canon. Drabble dari chapter 385: The Secret of Mangekyou!

Itachi VS Sasuke Part II

.

.

"Jawab aku, kecuali kau ingin tahu apa sebenarnya rasa sakit itu!"

Tatapan mata Itachi lurus ke depan, tapi Sharingan miliknya hampa, non-emosi. Ia bergeming dari posisinya, duduk bagaikan raja, dengan sebilah kusanagi milik adiknya terhunus menembus jantungnya dari belakang.

"Malam itu, saat kau mengatakan tentang orang ketiga. Aku menyadari bahwa orang itu bisa jadi seseorang yang tidak kaubunuh... yang berarti orang itu pasti orang yang telah membantumu menghabisi sisa klan Uchiha." Sharingan Sasuke berkilat, marah. "Bahkan kau seorang tidak mungkin dapat membunuh seluruh pasukan militer Konoha sendirian." Suaranya sedikit bergetar, emosi.

"Jadi... kau sudah mengetahui hal itu."

Mata Sasuke membesar, rasa-rasanya ia ingin meluluh-lantakkan tempat ini dan membunuh Itachi sekarang juga. Tapi ada hal yang harus ia pastikan. Keberadaan Uchiha ketiga itu. "Siapa dia, Itachi." Itachi tak menjawab.

"Siapa Uchiha ketiga itu? Pengguna Sharingan lain yang kauberitahukan padaku itu."

Itachi tersenyum tipis. "Menurutmu siapa, Baka Otouto?"

Sasuke berjengit tak suka mendengar nama panggilan itu. Nama panggilan sayang untuknya dulu sekali oleh kakak kandungnya, Uchiha Itachi. Emosi, ia menghantam kursi batu yang diduduki Itachi sampai pecah berkeping-keping. Bulu-bulu gagak beterbangan, menutupi pandangan matanya. Setelah beberapa detik, ia dapat melihat Itachi berdiri jauh di ujung sana sambil menyeringai.

"Tebak siapa Uchiha ketiga itu."

Sasuke geram. Ia tahu bahwa Itachi suka sekali bermain-main. "Ma..."

Itachi terperangah. Tak mungkin dia tahu, batinnya. Tapi ia tetap memasang ekspresi stoic, ekspresi wajah kebanggaan klan yang telah ia bumi hanguskan sepuluh tahunan lalu itu.

"Ma... imunah?"

Jawaban Sasuke sukses membuat Itachi jatuh terjengkang kebelakang. "What the..."

"Jangan-jangan...!" Ekspresi wajah Sasuke menegang. Itachi yang sudah berdiri juga ikutan tegang. "Rhoma Irama!"

Lagi-lagi Itachi jatuh terjengkang gara-gara kaget. "Bukan, Sa—"

"Atau mungkin Rhido Rhoma! Dari dulu aku sudah curiga!"

"A—"

"Sial! Pasti jenggot dan jambang itu semata-mata untuk penyamaran!"

"Sa—"

"Bulu dada itu juga pasti palsu! Kuso!"

Itachi bangkit berdiri. Ia menepuk-nepuk jubahnya yang kotor, kemudian pergi meninggalkan Sasuke yang masih sibuk mengoceh. Ia sempat melirik ke belakang sebentar, hatinya miris melihat kelakukan adik semata wayangnya yang 'mungkin' terkontaminasi kebiasaan buruknya Orochimaru, yaitu dangdutan.

Ya, sudahlah kalau begitu. Itachi juga sudah ada janji mau pergi menonton acara dangdutan di Iwagakure (?) bersama Kisame. Pasti asyik nih.

-Owari lagi dengan ga elit (?)-

.

.

Author: "Sas! Aniki lu udah mabor!"

Sasuke: "Kuso! Jenggot itu! Jambang itu! Bulu dada itu!" *masih sibuk sendiri*

Author: "Bah! Gua dicuekin. Zetsu! Bantuin!" *celingukan nyari Zetsu*

Zetsu: *lagi nonton di pojokan*

Author: "WOY!"

Zetsu: "Bising! Tarung Dangdut udah mau mulai!" *nyelam ke tanah bareng ama tipinya (?)*

Author: "..."

Sasuke: "Sekian lama aku menunggu~ Untuk kedatanganmu~" *kayang*

Author: *jawsdrop*

Sasuke: "Begadang jangan begadang~" *suara ngebass, goyang patah-patah*

Author: "... Jadi Minna-san, ini fic just for fun. Ga ada niat buat ngejelek-jelekin sapa-sapa. Ane ngepens kok sama jenggot, jambang, juga bulu dada tuh bapak ame anak. Peace!" *kabur*