Posesif: Shikamaru's Side
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
ShikaTema. T+. Romance.
[I gain no material profit, though the story is originally mine. Dibuat hanya untuk memuaskan hasrat pribadi. Selamat membaca.]
.
Warning: Probably OOC and missed-typo(s).
.
Summary: Mereka seputus asa itu terhadap satu sama lain.
.
.
.
Baginya, tidak ada yang lebih merepotkan daripada memikirkan gadis itu.
Shikamaru punya banyak hal untuk diurus dan dipikirkan. Rapat bulanan Serikat Shinobi, mendiang ayahnya, mendiang gurunya, kunjungan rutin ke rumah Mirai dan Guru Kurenai, pekerjaannya di Kantor Hokage, kecerewetan dan kekhawatiran ibunya, masa depannya tentang menjadi penasihat Naruto sebagai Hokage selanjutnya, serta, tentu saja, tumpukan misi. Namun, ia harus mengulangnya sekali lagi untuk menegaskan; tidak ada yang lebih merepotkan bagi si genius Nara Shikamaru selain memikirkan gadis desa seberang pemilik nama Temari.
Maksudnya, ayolah, untuk apa juga ia memikirkan hal tidak penting macam itu? Dua puluh empat jam sehari saja rasanya kurang untuk memikirkan tumpukan hal penting lain, bagaimana bisa ia masih meluangkan waktu untuk memikirkan sang dara asal Suna?
Ia tidak punya waktu untuk memikirkan betapa beruntungnya para laki-laki di sana yang dapat bertemu gadis itu kapan pun (selain bahwa ia dijaga sebagai kakak Kazekage). Ia tidak punya waktu untuk memikirkan mengapa mendadak gadis itu menguncir rambutnya menjadi dua saja. Apa gadis itu sedang tertarik pada seorang pemuda di sana dan mencoba menarik perhatian pemuda tersebut? Apa gadis itu berhasil sehingga tidak juga mengubah gaya rambutnya seperti semula? Apa kini gadis itu benar-benar punya pacar? Apa gadis itu senang? Apa mereka berniat menjalani hubungan yang lebih serius? Apa mereka berniat untuk menikah? Oh, jangan-jangan kini gadis itu telah menyusun rencana pernikahan dan sedang memilih gaun pengantinnya? Jangan-jangan pertemuan mereka selanjutnya dihias wajah merah gadis itu ketika memberi undangan pernikahannya?
…astaga, lagi-lagi ia melakukannya.
Shikamaru mengacak rambut. Ia seharusnya sudah tidur sekarang, mengingat besok adalah hari sibuk lainnya dan tubuhnya butuh istirahat. Seharusnya ia tidak memikirkan gadis merepotkan itu lagi.
Hah. Memangnya kenapa kalau gadis itu punya pacar? Memangnya kenapa kalau gadis itu tengah merencanakan pernikahan? Umur Temari sudah lewat dua puluh. Sudah sepatutnya gadis itu mulai memikirkan kehidupannya selanjutnya matang-matang. Masih agak terlalu muda, mungkin, tapi itu haknya, kan?
Shikamaru mengumpat. Ia benar-benar tidak ingin hal itu terjadi. Tidak ada laki-laki yang boleh mendekati gadis itu selain dirinya. Tidak ada.
Seharusnya ia tidak ragu meraih tangan gadis itu tiap mereka berjalan berdua. Seharusnya ia tidak hanya menyimpan tangan di dalam saku. Seharusnya ia tidak perlu gugup. Seharusnya dari dulu ia mengajak gadis itu kencan. Bukankah dirinya memiliki banyak sekali kesempatan? Bisa dibilang frekuensi kebersamaan mereka adalah yang tertinggi antardesa. Di gerbang desa, di jalan, di koridor sepi kantor Hokage, di depan kamar penginapan gadis itu.
Seharusnya ia tidak ragu menarik gadis itu dan memojokkannya ke dinding, untuk kemudian ia akan mencium gadis itu dan melumat bibirnya—
Aaargh, kenapa jadi terbayang lagi?
Shikamaru membenamkan wajah pada telapak tangan. Sial sial sial, terpikir lagi. Padahal ia tidak punya waktu untuk ini. Padahal malam sudah bergulir cukup jauh dan ia seharusnya sudah pulas. Bukankah dirinya terkenal sebagai pemalas yang identik dengan tidur?
Tapi, yah … terkait gadis itu, kalau boleh jujur, Shikamaru memang menyimpan sedikit … fantasi. Hei, ia laki-laki. Ia tahu alasan itu tidak bisa dijadikan pembenaran. Meski begitu, bagaimanapun juga, hal tersebut masih termasuk naluri alami manusia. Shikamaru sebentar lagi sepenuhnya memasuki usia dewasa di mana pernikahan adalah salah satu bagian masa depan yang masuk dalam daftar hal yang perlu dipikirkan.
Shikamaru ingin melupakan kepengecutannya dengan membayangkan dirinya benar-benar menggamit tangan gadis itu, membiarkan bilah-bilah mungil Temari mengisi sela-sela jemari. Mendesirkan darahnya, menggolakkan degup jantung, membuat tubuh Shikamaru panas dingin.
Shikamaru ingin mencoba bibir gadis itu. Ia belum pernah berciuman dan satu-satunya bibir yang ia inginkan sekarang adalah bibir Temari. Ia ingin mencobanya; mengecupnya, mengulumnya, melumatnya. Ia ingin menyapu bibir gadis itu dengan lidahnya … dan mungkin menyapu seluruh mulut gadis itu juga.
Ia ingin menenggelamkan diri dalam lekuk leher jenjang gadis itu, menghirup aroma khas yang menguar di sana sepuas-puasnya, menciumnya, memberikan tanda bahwa gadis itu hanya miliknya, lalu turun turun turun…
Shikamaru menginginkan tubuh gadis itu. Ia menginginkan Temari seutuhnya.
Shikamaru tahu Temari bukanlah gadis yang mudah ditaklukkan. Cih, rekam memorinya atas gadis itu kebanyakan berisi kalimat-kalimat sarkastis dan senyum miring yang menjengkelkan. Bisa dibilang gadis hampir tidak punya sisi manis sama sekali.
Tapi … bukankah itu bagian menariknya? Shikamaru justru semakin ingin menaklukkan wanita ganas itu. Ia ingin lihat seberapa jauh gadis itu mampu melawan.
…OH, SIAL. SIAL! Lagi-lagi ia berfantasi terlalu jauh.
Shikamaru mengerang.
Temari tiga tahun di atasnya. Gadis itu jauh lebih dewasa darinya. Tidak peduli Ino atau Chouji atau bahkan Kakashi berkata bahwa Temari memberikan perhatian khusus padanya, Shikamaru jauh lebih yakin gadis itu tidak pernah benar-benar memandangnya. Mungkin gadis itu hanya menganggapnya adik.
Tidak ada perempuan yang akan menikahi 'adik'nya sendiri.
Lagi pula, sudah barang tentu Temari lebih memilih laki-laki dengan kedewasaan yang mampu mengimbanginya, bukan bocah tiga tahun lebih muda yang selalu ia ejek-ejek cengeng.
Pada akhirnya, Shikamaru tetap menginginkan gadis itu. Rasionalitasnya menyerukan bahwa ia hanya perlu berkembang. Mungkin, suatu saat nanti, Temari akan benar-benar memandangnya. Bukan sebagai adik yang perlu dilindungi, melainkan sebagai laki-laki.
(Menjadikan gadis itu sebagai latar belakang kerja kerasnya … ya, mungkin ia telah seputus asa itu jatuh pada seorang Temari.)
.
.
.
tolong kasih tau saya ini emang cocok tetep di T+ atau harus masuk ke M for safe (/^\)
krisar, atau fangirling, gaes? :"
darkBlue 47 - 14/10/2017
