Yep. Hari-hari biasa gue sebagai seorang produser sekaligus sutradara berjalan seperti biasa. Dengan Wen Yang yang selalu gagal fokus setiap kali ada adegan antara Cao Yin dengannya, Cao Pi yang selalu melakukan adlib di saat tidak boleh melakukannya, Guo Jia yang selalu menggoda para kru wanita, Xun Yu yang selalu memukulkan tongkat sihirnya (formation rod) ke kepala Guo Jia, Li Dian yang selalu disambar dengan stun gun-nya Qiao Ang, para anggota 'Shu' yang selalu menghabiskan waktu bersama udah kayak sekeluarga lagi makan malam di restoran seafood dan masih banyak lagi.
Sementara gue? Nge-swag. Single-woles-anti-galau. Yeah, kerennya dari 'jomblo mengenaskan'. Dengan secangkir kopi di tangan, gue mengamati tiap kru serial 'Tales of the Steel Flower Princess'. Sesekali gue amati atributnya, berharap ga ada yang hancur seperti waktu itu... saat Sun Quan beneran membelah meja jadi dua. Oh please, itu mejanya mahal lagi. Emang, scene yang itu perlu membelah meja, tapi cuma ujungnya doang. UJUNGNYA! Dengan begonya dia belah meja jati itu jadi dua -udah dua, beda ukuran lagi! Kan sayur-mayur!
Harunsya gue ganti Sun Zhongmou dengan pemain pengganti aja.
"Kaien," gue menoleh. "Lesu sekali kau."
"Ah, Mocca-senpai," saking capenya, muka gue tetap begitu aja, lesu. Ini adalah senpai gue, Make-up Artist dari serial Phoenix Form yang adalah serial paling termansyur seantaro daratan China dan kedua negara bagiannya, Mocca-marocchi. Seorang Make-up Artist yang sangatlah tiada duanya karena ia bisa merubah wajah Sima Zhao dari dodol menjadi jenius (atau sebaliknya) dalam sekejap mata, bisa merubah wajah antagonis Sima Shi menjadi seorang berwajah lembut seperti om Liu Bei, atau merubah Dong Zhuo yang sangat buruk rupa menjadi bishie tertampan sejagad raya (ITU, kalau dia mau).
"Ada apa? Biasanya semangat banget," lanjut Mocca-senpai.
Mendadak gue diem. Mocca-senpai natap gue, diem juga. Kemudian gue merangkulnya, menangis tersedu-sedu seperti jomblo yang akhirnya berhasil lolos dari statusnya, meski harus meninggalkan titel 'SWAG'.
"SI DODOL SUN QUAN UDAH RUSAKIN MEJA GUE!"
Anti-klimaks, super.
"MEJA GUE YAOLOH! MEJA KAYU JATI GUE!"
"Udah, udah," kata senpai, menenangkan gue. "Meja kayu jati bisa didapatkan lagi, kok!"
"Yaoloh senpai," gue bangkit. "Meja itu sungguh perfect bukan main! Cuma dari satu gelondong kayu aja! Ga pake disambung kayak cerita kita semua yang bersambung-sambung! Dipolesnya lebih mulus dari jenggotnya om Guan Yu!" peduli dah si om liat gue atau ga. "Ga bolong-bolong kayak kapalnya Liu Xie!" gue ga ngerasa bersalah telah bawa-bawa si Putera Langit. "Coklatnya seindah rambutnya si koko dingin!" siapa 'koko dingin' itu tentunya hanya diantara dua orang ini: Cao Pi si 'Ice Prince' atau Sima Shi si 'Blind Ice Prince'.
"TAPI SEMUA ITU DIHANCURKAN DENGAN SATU TEBASAN!" gue mencak-mencak, udah kayak Emperor yang stress karena dipaksa lengser. Ga, gue jauh lebih stress dari itu. Gue jauh lebih stress dibanding para cast Phoenix Form yang setiap kali terdesak oleh jadwal syuting yang sangatlah padat seperti Jakarta Great Lock.
Mocca-senpai hanya bisa diam mendengar seluruh keluh-kesah gue yang udah kayak hujan bom zaman perang dunia ke-2...
Kerjaan sampingan gue adalah sebagai 'promotion dan merchandise director' dari serial tv yang paling tenar seantaro wilayah kekuasaan China, Phoenix Form series yang diproduksi oleh Pyromystic-senpai. Gue sengaja ngelamar karena gue cinta sama serial itu, dan terima kasih padanya, gue pun mulai berpikiran untuk menambahkan Lu Xun ke dalam empire harem gue.
Baiklah, itu bisa dipikirkan nanti.
Gue ngelirik laptop, melihat rating-rating dari tiap serial tv milik Wu Cooperation semakin naik. Ini berita bagus tentunya.
Karena akhirnya gue bisa menghidupkan kembali dompet gue dari kuburnya dengan penjualan merchandise.
Aku bahagay, sangat.
"Jadi, kurang lebih begitulah proposal saya, xiansheng," kata gue pada pemimpin Wu Cooperation, Sun Bofu alias Sun Ce. Dia masih sibuk mengamati proposal gue, wajahnya tetap ceria meski dalam keadaan serius.
"Hmm... jadi karena itulah kau membutuhkan bantuanku?"
Gue mengangguk. "Niscaya hanya xiansheng yang bisa melakukan ini."
"Bukannya aku ingin menolak proposalmu ini. Sungguh! Proposalmu sangatlah hebat! Tetapi, kesibukanku ini semakin menjadi semenjak kedatangan banyak sosok entertainment baru. Kau bisa minta bantu-"
"DEMI GUE BIKIN SIMA SHI AKHIRNYA GA ADDICT BAKPAO, DEMI AKHIRNYA SIMA YI BERHENTI BER-'MWAHAHAHA', DEMI AGAR SIMA ZHAO TETAP MEJADI BADUT SELAMANYA, GUE. GA. BAKAL. MINTA BANTUAN ADEK LO ITU BUAT MEGANG PERAN INI! MEJA KAYU JATI SEGELONDONG GUE YAOLOOOOOOHHHHH!"
Sun Ce mingkem dengar teriakan gue. Entah perasaan gue doang atau apa, mendadak seluruh gedung juga ikut diam.
"...Baiklah. Aku akan ikut bermain dalam serial terbarumu ini," dia mengangkat gagang telpon. "Zijing, kau kemari segera. Aku ingin membahas soal menyerahkan posisiku sementara pada Quan."
Gue ngerasa superior saat itu juga. Kapan lagi seseorang yang bekerja di bawah seorang bos bisa melakukan hal seperti ini lagi; memaksa sang bos untuk ikut turun ke lapangan dan menjadi salah seorang pemain dalam filmnya?
TBC...
"Camera roll and... ACTION!"
Notes:
1. Soal kapal Liu Xie yang bolong, itu ada di episode 72+ dari Sanguo 2010 setelah Cao Pi menurunkannya dari jabatan Kaisar. Liu Xie sengaja melubangi kapalnya sendiri, berakhir membunuh dirinya sendiri serta sang Istri yang adalah adik perempuan dari Cao Pi.
2. Yep, jadi dalam cerita ini, posisi saya itu ada 3: Production Director (PD), penulis skrip serta 'Promotion and Merchandise Director' (hanya untuk serial 'Phoenix Form').
...
Warnings:
5. Hints of other pairing dan jalan romance lain #IYKWIM bisa muncul setiap saat.
6. Akan bertambah di kemudian hari.
...
Sankyu and stay tuned, readers!
BTW, Sekedar untuk menambah *coret*kesibukan para seleb*coret*, Anda boleh membuat pertanyaan apapun untuk siapapun karakter yang berpartisipasi dalam fanfict!
Caranya yaitu dengan ketik 'REG' [SPASI] '1234', kirim ke- baiklah. Maksud saya adalah silahkan tekan tombol 'review yang ada di bawah ini *nunjuk tombol review*, kemudian isilah dengan pertanyaan dengan format:
Dear *nama karakter*,
*pertanyaan*
Sankyu!
*coret*setelah dear [nama karakter], boleh dikasih surat fangirling dulu*coret*
Sekali lagi, sankyu dan stay tuned!
