Jail Break

.

.

AU/OOC/Abal/awas pusing

.

Naruto ― Masashi Khisimoto

.

Jail Break ― Inar Ame

.

SasuNaru

.

Genre ― semoga ketemu

.

Ini hanya fiksi belaka. Jika ada unsure kesamaan merupakan ketidaksengajaan.

Jail Break

Naruto?

. Mungkin.

"Jadi…Sasuke-kun, bagaimana rasanya di'rantai'?" tidak itu memang suara Naruto.

Sasuke diam. Mungkin berpikir. Mungkin juga tidak.

"Apa disini nyaman? Lebih baik daripada ruang bawah tanah yang sebelumnya 'kan?"

Gigi Sasuke bergeletuk. Hidungnya sudah kebal dengan bau anyir. Telinganya masih bisa mendengar tajam walau sudah ada bekas darah yang kering di daun telinga.

Sasuke yang kepalanya diapit oleh lutut, menghadap Naruto dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Antara merendahkan, merasa jijik, dan ingin membunuh.

"Ho.. kenapa kau memandangku seperti itu?" Naruto tersenyum miring. "Mau memberontak?" Naruto berjalan mendekat ke pagar besi sambil memutar-mutar berendelan kunci yang dijadikan satu dalam lingkaran besi.

Mata Naruto menelusuri tubuh sasuke yang kotor. Kuku kuku kakinya yang sudah menghitam, rambut yang bercampur dengan warna debu dan sangat tidak bisa dijelaskan bagaimana gaya rambut Sasuke. Kulitnya menjadi coklat. Banyak bekas luka serta luka yang belum kering.

"…apa yang kaulakukan?"

"Apa yang ku lakukan?"

"Ha?" Sasuke mengerutkan dahi. Dirinya dirantai dan 'sedikit' disiksa. Jadi…?

"HEI DOBEEE!"

Nguuungg..

Oke itu sakit sekali, maksudnya, Naruto baru saja berteriak di telinga Sasuke sampai telinga itu mendengar suara dengung halusinasi yang hanya bisa di dengar oleh dirinya.

Mata Sasuke memelalak. Mungkin sedikit lagi gendang telinganya akan pecah.

Tunggu..

Tunggu sebentar.

Ini….?

Mimpi?

MIMPIIII!

Sasuke bingung harus bahagia atau sedih karenanya. Oke. OKE, dia TIDAK di rantai, tapi please, itu tadi bukannya scene yang menuju m rate ya? Bukannya sudah memenuhi syarat sekali. Astaga lalu apa-apaan ini?

"Hoi Dobe. Kau dendam padaku ya? Kau menyebut namaku tapi sambil menggeram? Ayo bangun!"

Yang dipanggil 'dobe' malah menggeliat.

"Kau berisik Sasukeeee~~"

"Cih! DOBE BANGUN!" Sasuke berteriak pas di telinga Naruto.

Naruto langsung bangun, telinganya mau pecah. Tangannya kirinya mengelus-elus cepat telinga yang menjadi korban teriakan Sasuke sambil menjauh dari tempat tidur. Tubuhya terlepas dari selimut. Dan dengan mulusnya tubuh toples dengan berbagai bercak disana-sini terpampang nyata di hadapan perempuan yang tiba-tiba membuka pintu kamar.

"KYAAAAAAAAA!"

.

.

.

Note Zui: Halo semuanya~~ Fic singkat dadakan apdet lagee~/plak

Ini ceritanya apa sih?

Begitulah pertanyaanya. Wahahaha. Tunggu saja lanjutannya. Terima kasih yang sudah review sebelumya. ^^

Sampai jumpa lagi. ^^

#HAPPYTRAP