Halo, minna-san...

Saya kembali lagi dengan fict saya yang abal ini..hehehehe..jelek, ya? Oh ya saatnya membalas review dari

Cutenaru: Sabar, ikutin aja jalan ceritanya, pasti tahu. Dan makasih atas dukungannya^^

Dwidobechan: ini sudah ada lanjutannya.. Selamat membaca^^

Misyel: Makasih, senpai.

dan terima kasih juga bagi silent reader yang sudah membaca serta yang sudah memfollow dan memfavoritkannya.

Kalau ingin membacanya, saya ucapkan

Selamat membaca..

My Butler is My Lost Fiance

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Sasuke X FemNaru

WARNING : Abal, gaje, dll.

Chapter 2

Jam Istirahat

Atap sekolah...

Sasuke sedang berdiri dengan tangan berada di saku celana sambil menatap langit. Menatapnya dengan tatapan kosong.

CKLEK..

Pintu atap terbuka. Seseorang keluar dari balik pintu itu. Seseorang itu adalah Kaze. Kaze berjalan kearah Sasuke.

"Maaf menunggu, Sasuke – sama," kata Kaze ketika sudah berada dibelakang Sasuke.

"Ada apa, Sasuke – sama?" tanya Kaze. Sasuke berbalik menghadap Kaze.

"Bukankah hari ini adalah hari ulang tahunmu? Hm?" tanya Sasuke. Kaze terdiam dan terlihat sedang berpikir.

"Jangan katakan kau lupa," kata Sasuke lagi setelah melihat gerak – gerik Kaze.

"Mmm..Sepertinya saya lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahun saya. Maaf, Sasuke – sama," jawab Kaze sambil garuk – garuk kepala.

"Hah...Kau lupa dengan hal yang hanya kau ingat?" tanya Sasuke.

"Ti-tidak..Saya tidak lupa dengan kejadian itu," sergah Kaze cepat – cepat dengan tergagap – gagap.

"Bilang saja kau lupa," balas Sasuke.

"Sepertinya saya sudah ingat," jawab Kaze sambil garuk – garuk kepala. Emosi yang hanya dia tunjukkan didepan sang Tuan Muda.

Flashback

CKLEK..

Pintu terbuka. Muncul seseorang dengan rambut berwarna abu – abu melawan gravitasi dan sebagian wajah ditutupi sebagian masker.

"Anda sudah baikan?" tanya pria itu yang diketahui bernama Hatake Kakashi pada seseorang yang sedang duduk di ranjang. Seorang 'pemuda' dengan rambut jabrik pirang dan kepala yang diperban menoleh dengan tatapan terkejut.

"I-iya," jawab pemuda itu dengan gagap sambil menatap Kakashi dengan seribu tanda tanya.

"Syukurlah. Sepertinya Anda bingung. Iya,kan?" tanya Kakashi pada pemuda itu.

"I-iya," jawab 'pemuda' itu dengan gagap.

"Anda ditemukan Sasuke – sama didepan gerbang mansion ini dalam keadaan pingsan. Sasuke – sama membawa Anda kemari. Dan, perkenalkan nama saya Hatake Kakashi, kepala pelayang di Uchiha Mansion ini. Nama Anda?" jelas Kakashi panjang lebar pada 'pemuda' yang berada didepannya.

"..." Diam.'Pemuda' itu diam dan menundukkan kepalanya.

"Oh. Saya belum jelaskan. Sasuke – sama ingin Anda menjadi butlernya. Jadi, saya harus memberikan informasi tentang Anda. Jadi?" jelas dan tanya Kakashi.

"..." Diam. Pemuda itu masih diam tidak bergeming.

"Anda kesakitan? Apa per..," perkataan Kakashi terpotong oleh ucapan 'pemuda' itu.

"Tidak. Saya tidak kesakitan. Saya tidak bisa menemukan nama saya. Bukan hanya nama, keluarga saya dan apa yang terjadi pada saya, saya pun tidak ingat. Saya hanya mengingat sebuah tanggal, gender saya dan alasan mengapa saya berpenampilan itu adalah tanggal lahir saya dan...," ucapan pemuda itu.

"Dan?" kata Kakashi membeo.

"Maaf saya tidak ingat," kata 'pemuda' itu

Hening. 'Pemuda' itu menunggu Kakashi berbicara.

"Baiklah beritahu aku apa saja yang kau ingat," kata Kakashi akhirnya setelah terjadi keheningan.

"Hm. Saya..."

d( '_') (^_^ )V

Sasuke sedang berdiri dibalkon kamarnya. Tangannya dimasukkan ke saku celana dan matanya memandang langit. Tampaknya Uchiha bungsu ini sedang berpikir.

TOK..TOK..TOK..

"Masuk," perintah Sasuke. Pintu dibuka. Muncullah dua orang dari balik pintu itu. Kakashi dan 'pemuda' dengan rambut pirang jabrik.

"Sasuke – sama, saya sudah membawa dia. Saya permisi dulu," kata Kakashi pada Sasuke.

"Tunggulah di luar," perintah Sasuke.

"Baik, Sasuke – sama," jawab Kakashi dan kemudian keluar dari kamar Sasuke. Dan tinggallah Sasuke dan pemuda berambu pirang jabrik itu.

"Aku sudah tahu bahwa kau seorang perempuan dan alasannya mengapa kau berpenampilan seperti itu. Tetaplah begitu. Untuk melindungi diri? Alasan yang cukup bagus untuk seorang perempuan. Tapi tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Kau mau menjadi butlerku?" tanya Sasuke sambil menghadap dan menatap 'pemuda' itu.

"Butler? Tapi saya tidak punya nama," jawab 'pemuda' itu.

"Jawab saja," ujar Sasuke.

"Baiklah. Saya bersedia," ujar 'pemuda' itu.

"Kaze. Itu namamu," kata Sasuke.

"Baiklah, Ojou – sama," kata 'pemuda' itu.

"10 Oktober. Tanggal lahirmu mengingatkanku pada seseorang," ucap Sasuke. 'Pemuda' itu menatap Sasuke heran.

"Rahasiakan hal ini dari siapapun termasuk dari keluragaku. Mengerti?" tanya Sasuke pada 'pemuda' itu. 'Pemuda' itu hanya mengganguk tanda mengerti.

"Setelah diperhatikan kau lebih cocok jadi laki – laki daripada perempuan. Panggilkan Kakashi dan kau, tunggu diluar sampai Kakashi keluar," kata Sasuke dengan santainya.

"Ah, Anda benar, Ojou – sama. Dan Ojou – sama lebih cocok menjadi seorang perempuan daripada laki – laki. Saya permisi," kata 'pemuda' itu atau lebih tepatnya Kaze sambil tersenyum.

TWICTH..

Muncul perempatan di kening Sasuke setelah mendengar ucapan Kaze. Kaze keluar dari kamar Sasuke tanpa menghiraukan aura hitam Sasuke. Baru kali ini ada yang mengatakannya dia mirip dengan perempuan.

( ^_^) (O_O*)

End Flashback

"Hn. Selamat ulang tahun, Kaze," ucap Sasuke. Sasuke mengulurkan tangannya. Kaze terkejut.

"Anda tidak perlu melakukan hal ini. Saya hanyalah seorang butler, Sasuke – sama," sergah Kaze cepat.

"Ini perintah," kata Sasuke yang membuahkan hasil. Kaze tidak dapat membantah Sasuke jika sudah terucap kata 'perintah' dari mulut Tuan Muda. Kaze menjabat tangan Sasuke.

"Terima kasih, Sasuke – sama," kata Kaze dan melepaskan tangannya dari Sasuke.

"Hari ini, kita ke Pemakaman Keluarga Namikaze. Sepulang sekolah nanti, setelah ganti baju kita kesana," kata Sasuke.

"Baik, Sasuke – sama," jawab Kaze.

Drrtt..Drrtt..Drrtt..

Handphone Sasuke bergetar. Sasuke mengambil handphonenya dan melihat siapa yang meneleponnya.

Itachi calling...

TIT..

"Hn," jawab Sasuke pada orang yang menelepon Sasuke dengan kata andalannya.

"..."

"Sekarang?"

"..."

"Iya"

TIT..

Sasuke menutup panggilannya. Handphonenya dimasukkan kembali ke saku celananya.

"Ternyata lebih cepat dari dugaan. Kita akan pulang. Niisan sudah menunggu di ruang guru. Tas kita sudah diantar pulang beserta mobil. Ao bergegas," kata Sasuke panjang lebar.

"Baik, Sasuke – sama," jawab Kaze.

( '_') (' ' )

Di Namikaze Mansion..

TOK..TOK..TOK..

"Masuk."

Kyuubi masuk kedalam ruangan kerja ayahnya, Minato.

"Tou – san, semuanya sudah siap. Keluarga Uchiha juga sudah siap," kata Kyuubi. Minato menatap Kyuubi sejenak. Risih dengan perlakuan itu, Kyuubi pun bertanya.

"Ada apa, Tou - san?" tanya Kyuubi kepada Minato.

"Uchiha ikut?" tanya Minato.

"Iya. Seperti tahun lalu. Kenapa?" jawab dan tanya Kyuubi.

"..." Diam. Minato diam.

"A..," sebelum Kyuubi mengucapkan satu kata, Minato berbicara.

"Tidak apa – apa," sergah Minato cepat. Minato tahu apa yang akan dikatakan oleh Kyuubi.

"Ayo kita berangkat," kata Minato sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjaln keluar dari ruangan yang disusul oleh Kyuubi.

(-_- ) ('_' )

Setelah sampai di Uchiha Mansion, Sasuke dan Kaze segera ganti baju. Sasuke ke kamarnya sedangkan Kaze ke kamar butlernya. Sebenarnya Kaze ingin mengantar Sasuke sampai ke kamarnya tapi Sasuke menyuruhnya untuk segera ganti baju dengan pakaian formal untuk ke pemakaman tapi bukan pakaian butlernya.

Selang beberapa menit, Kaze keluar dari kamarnya. Segera Kaze pergi ke kamar Sasuke untuk menjemputnya. Saat berjalan menuju kamar Sasuke, seorang pelayan mengatakan bahwa mobil sudah siap dan tak beberapa lama lagi Keluarga Namikaze akan datang.

Tak beberapa lama, Kaze sudah berada di depan pintu majikannya. Tarik nafas sejenak sebelum mengetuk pintu itu.

TOK..TOK...TOK..

"Masuk," kata Sasuke dari dalam kamarnya. Kaze pun membuka pintu kamar itu. Terlihat Sasuke sudah siap dengan jas hitam, celana hitam dan kemeja putih yang kancing pertamanya dibuka.

"Semua sudah siap, Sasuke – sama. Sebaiknya kita bergegas karean mereka sudah menunggu," kata Kaze pada Sasuke.

"Hn," balas Sasuke yang kemudian melangkah keluar kamar yang disusul oleh Kaze. Sasuke berjalan di depan Kaze karena Sasuke adalah majikannya Kaze. Mereka berjaln menuju pintu utama mansion.

Di pintu utama, seluruh pelayan mansion itu sudah menunggu kedatangan Sasuke. Di depan pintu utama, terlihat Itachi sedang menunggu di mobil tepatnya di kursi pengemudi.

"Cepat sedikit, Sasuke! Ibu dan Ayah sudah berangkat bersama Paman Minato dan Kyuubi," teriak Itachi dari mobil. Kaze terdiam sejenak.

"Kyu-kyuubi?" lirhnya pelan. Tiba tiba kepalanya terasa pening. Karena tidak mau terlihat oleh Sasuke, Kaze menahan rasa sakit itu dan kembali fokus. Sasuke berbalik ke arah Kaze. Sepertinya dia tidak menyadari perubahan ekspresi Kaze.

"Iya. Ayo Kaze kita harus cepat sebelum Itachi marah," kata Sasuke pada Kaze. Kaze mendengar hal itu segera menyusul Sasuke yang sudah berjalan dengan cepat.

Tak beberapa lama sampailah mereka di tempat Itachi berada.

"Cepat masuk," perintah Itachi pada mereka. Sasuke masuk ke mobil sementara Kaze masih berada diluar mobil. Itachi heran. Sebelum sempat dia bertanya, Kaze sudah berbiacara telebih dahulu.

" Biar saya saja yang mengendarainya, Itachi – sama," kata Kaze pada Itachi. Dipandangnya sejenak Kaze kemudian beralih ke Sasuke. Sasuke mengangguk tanda setuju. Itachi keluar dari mobil dan masuk kembali ke mobil di kursi penumpang. Kaze duduk di kursi kemudi. Setelah memakai selt belt dan menutup pintu mereka berangkat.

( '_') ( '_')

"Apa Kaze sudah tahu dimana letaknya?" tanya Itachi pada Kaze.

"Ya, saya sudah tahu, Itachi – sama," jawab Kaze pada Itachi. Itachi heran. Sebelum sempat bertanya pada Kaze, Sasuke duluan bicara.

"Aku sudah berkali – kali mengajaknya kesana," kata Sasuke yang sedang menatap jendela keluar. Itachi mengernyit bingung karena Kaze baru mulai bekerja menjadi butler tiga bulan yang lalu. Tapi rasa bingung itu segera lenyap karean suasana nyaman di mobil.

Itachi dan Sasuke merasa sangat nyaman berada di mobil itu. Walaupun kencang, Kaze mengendarainya dengan santai dan lembut.

Selang beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di Pemakaman Namikaze. Setelah parkir di halaman parkir, Kaze membuka selt beltnya dan melihat kebelakang untuk mengatakan bahwa mereka sudah sampai. Saat menoleh kebelakang,..

"Tuan Muda, kita su...," kalimat Kaze menggantung ketika melihat pemandangan di kursi penumpang. Ternyata kedua tuan muda itu tertidur. Tempat pemakaman Namikaze berada di daerah perbukitan. Dari Konoha kesana membutuhkan waktu 1 jam. Tapi Kaze menempuhnya dalam waktu 40 menit.

"Sasuke – sama, Itachi – sama, kita sudah sampai," ucapnya dengan lembut. Tak beberapa lama mereka bangun. Setelah mengerjap – ngerjap beberapa saat, mereka bertiga keluar dan berjalan menuju beranda Pemakaman Namikaze. Keluarga Namikaze membuat sebuah bangunan sebelum masuk ke daerah pemakaman. Itachi dan Sasuke berjalan di depan sedangkan Kaze berada di belakang sambil membawa dua bucket bunga lili putih.

zzzzz(- - ) (- - )zzzz (=_= )b

Setelah melihat sekeliling beranda, Itachi buka suara.

"Mereka belum sampai. Berapa menit kita kesini?" tanya Itachi yang ditujukan entah pada siapa.

"Sekitar 40 menit, Itachi – sama," jawab Kaze pada Itachi. Sasuke melihat sekeliling.

"Mereka belum sampai," kata Sasuke yang masih tetap melihat sekeliling.

"Sepertinya iya, kita kantin dulu atau langsung mengunjungi mereka, Sasuke?" tanya Itachi pada Sasuke. Sasuke melangkah menuju daerah pemakaman tanpa menghiraukan perkataan Itachi.

"Kaze, ayo. Kami duluan. Aniki nanti bersama mereka saja. Aku ingin berbicara dengannya," kata Sasuke tanpa melihat Itachi. Itachi mengerti maksud dari perkataan itu.

"Saya permisi dulu, Itachi – sama," kata Kaze pada Itachi dan kemudian berlari menuju Sasuke. Setelah ditinggal oleh Kaze, Itachi duduk di tempat kursi yang disediakan di beranda sambil menunggu yang lain datang.

( ^ ^) ( )( )

Tak butuh waktu yang lama untuk sampai ke makam yang mereka tuju.

R.I.P

NAMIKAZE-UZUMAKI KUSHINA

10 JULI XXXX - 10 OKTOBER XXXX

R.I.P

NAMIKAZE NARUTO

10 OKTOBER XXXX – 10 OKTOBER XXXX

Mereka berdiri di depan kedua nisan itu. Sebenarnya hanya Sasuke sedangkan Kaze di belakang Sasuke sehingga tidak dapat melihat nama siapa yang tertera. Sasuke meminta bunga yang dibawa Kaze tadi. Kaze pun memberikannya. Sasuke meletakkan satu bucket di nisan Naruto dan satu lagi nisan Kushina. Setelah melakukannya, dia berdiri depan nisan itu dan menatap nisan Naruto.

'Naruto, apa kabar? Bagaimana disana? Kau bersama baasan?...Naruto ada yang kutanyakan padamu. Apa benar kau masih hidup? Kalau iya, kenapa kau tidak datang kepadaku? Aku menemukan seseprang seperti dirimu, apakah itu kau? Aku masih ragu bahwa itu adalah kau,'batin Sasuke bercakap. Kemudain dia beralih ke makam Kushina.

'Baasan, apa benar Naruto bersamamu? Atau dia masih hidup? 2 tahun tanpa Naruto rasanya hampa,' batin Sasuke. Setelah melakukan pembicaraan batin, dia memandangi nisan Naruto.

"Kaze, ayo kita pulang," kata Sasuke pada Kaze. Sasuke berjalan meninggalkan makam itu. Kaze mengikuti Sasuke dari belakang. Tapi dia berhenti sebentar untuk melihat siapa nama gerangan yang dimakamkan disana. Tapi dia hanya melihat sekilas dan segera menyusul Sasuke karena takut Sasuke tidak menyadari keberadaannya.

'Namikaze?' Kaze membatin. Kaze merasa familiar dengan nama itu. Tapi dihiraukannya karena dia berpikir kalau itu hanyalah perasaannya saja.

( '_') ( '_')

Tak beberapa lama mereka sampai diberanda. Disana terlihat Itachi sedang berdiri menunggu. Sasuke dan Kaze menghampiri Itachi.

"Aku pulang duluan. Itachi nii sama ayah saja," kata Sasuke dengan santai pada Itachi yang masih sendirian menunggu sambil menatap Sasuke dengan melotot.

Tak beberapa lama, ada 2 buah mobil masuk ke halaman parkir pemakaman. Itachi, Sasuke dan Kaze melihat kearah kedua mobil itu. Keluarlah 2 orang dari tiap mobil itu. 3 orang tua yang diketahui bernama Uchiha Fugaku, Uchiha Mikoto, Namikaze Minato dan 1 anak muda yang bernama Kyuubi. Sasuke pergi meninggalkan Itachi. Sebelum mengikuti tuan mudanya, Kaze permisi terlebih dahulu pada Itachi.

Sasuke dan Kaze berjalan menuju mobil mereka. Sasuke dan Kaze berpapasan dengan mereka. Kaze memberi hormat pada mereka.

"Sasuke, sudah pergi?" tanya Mikoto ketika berpapasan dengan Sasuke dan Kaze. Mereka semua berhenti. Fugaku dan Minato menatap Sasuke. Yang ditatap biasa saja. Sedangkan Kyuubi sedang memperhatikan dengan seksama Kaze. Kyuubi merasa familiar dengan wajahnya.

"Hn," jawab Sasuke.

"Mau pulang?" tanya Mikoto lagi yang dijawab dengan 'hn' Sasuke. Sasuke pergi tanpa sepatah kata dan Kaze membungkuk untuk undur diri. Kaze berjalan mengikuti sang tuan. Kyuubi terus memandangi Kaze hingga Kaze masuk kedalam mobil. Dia tidak sadar bahwa dia ditinggalkan dibelakang.

"Naruto.."

TSUZUKU

Akhirnya selesai juga chapter 2. Kenapa secepat ini? Mumpung lagi libur dan sudah dapat alur ceritanya jadi harus cepat – cepat disiapkan...*gakadayang nanya tau*

Terima kasih sudah membaca...

Mind to review?

Review please...

HN