Author Azusa: Yooo! Lama ga ketemu 8D apa kabare? *kyanya kemaren baru ketemu*
Author Rei: konbanwa minna (_ _)
Author Azusa: aku heran lho~ kenapa Author Rei ga mau di panggil Rei****.
Author Rei: itu rahasia! X9
Miku: aaakh! Kenapa aku di cium mendadak?
Kaito: Hatsune Miku… *kuping Miku di gigit*
Miku: gyaaaaaaaaaaaa! Lontong!
Author Rei: gimana kalau kita kasih lontong buatannya Sebastian aja?
Author Azusa: udh ga usah 8D kita biarkan aja 89 ok deh mari!
Sebelumnya kami jelaskan bahwa sekolah Vocaloid terdiri dari SMP & SMA.
Saat ini Miku , Luka, & Gumi kelas 2 SMA. Kalau Kaito kelas 3 SMA. Mikuo udh ga sekolah lagi dan sekarang dia jd pelukis. Sedangkan Rin kelas 3 SMP. Len bakal ngikut Rin nanti X9
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_ -_-_-_-_Chapter 2 – Teman _-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
"Hah? Apa yg kamu lakukan?" Tanya Miku sembari menyingkirkan wajah Kaito.
"Uph hahaha… sudah kuduga kamu itu bukan orang sembarangan!" kata Kaito sembari berdiri.
"Butuh bantuan untuk berdiri?" Tanya Kaito sembari mengulurkan tangannya.
"Ya. Terima kasih." Ucap Miku sembari mengulurkan tangannya dan memegang tangan Kaito.
"Tadi itu, kamu ngapain ada di atas pohon Sakura?" Tanya Miku dan di lihatnya wajah Kaito.
"Yah.. soalnya aku merasa lebih nyaman di atas sana." Jawab Kaito sembari tersenyum kecil.
"Nya.. nyaman?" Tanya Miku dengan terheran-heran.
"Ya.. soalnya bunga Sakura itu mengingatkan padaku tentang seseorang yg kusuka." Jawab Kaito.
"Orang yg.. kamu suka?" Tanya Miku sambil memandang Kaito dengan heran.
"Ya. Ada apa? Kamu cemburu?" Tanya Kaito sembari tertawa licik.
"Hah? Memangnya aku ini siapamu?" Tanya Miku kesal.
"Ahahahah.. aku Cuma bercanda kok!" jawab Kaito sambil tertawa-tawa gaje.
"Lagipula.. kamu ngapain sih nyium-nyium aku?" Tanya Miku sembari menggosok-gosokkan bibirnya.
"Kamu mau tau?" Tanya Kaito sembari memasang mimik serius.
"Te..tentu saja!" jawab Miku memasang mimic serius juga.
"Hmm.. kamu akan tau nanti saat karya wisata sekolah." Jawab Kaito sembari meninggalkan Miku.
"Eh kamu mau kemana? Kamu belum menjawab!" kata Miku sebal sambil mencoba meraih tangan Kaito.
SYUUSH!
"Mi.. Miku?" Tanya Kaito sembari membalikkan badannya.
"KYAAAAA!" teriak Miku yg mau jatuh meninmpa Kaito (?)
GUBRAK!
Akhirnya mereka pun jatuh bersama (Author Azusa: Cieeeeeeee… X9)
"Uukh.. sakit.." keluh Miku sembari memegang erat baju Kaito.
"Miku kamu tidak apa-apa?" Tanya Kaito yg sepertinya juga kesakitan karena hampir di timpa Miku.
"Kenapa rasanya sangat hangat dan nyaman?" Tanya Miku dalam hati sembari memasang muka merah.
"Miku? Kamu tidak apa-apa? Tanya Kaito untuk kedua kalinya sembari melihat wajah Miku.
TEEENG TEEENG TEEENG….
Dan bel masuk pun berbunyi..
"Hah!" ucap Miku kaget sembari bangkit dari duduknya.
"Mi… Miku?" Tanya Kaito sembari mencoba memegang tangan Miku.
"Ja.. jangan sentuh aku!" bantah Miku sembari meninggalkan Kaito.
"Miku! Kamu darimana saja sih?" Tanya Luka yg ada di depan koridor pintu masuk menuju ruang kelas.
"Maaf tadi aku baru selesai makan." Jawab Miku.
"Tumben makanmu lama. Biasanya cepet deh." Ucap Luka sembari masuk ke kelas.
"Yah begitulah aku kebanyakan melamun." Ucap Miku sembari duduk ke tempat duduknya.
"Ya sudahlah! Eh ngomong-ngomong sekarang pelajarannya Kimia ya?" Tanya Luka sembari menaruh kedua tangannya ke belakang kepala.
"Iya." Jawab Miku simple.
"Hiii gurunya bu Meiko yg "Crazy Bul Bul" itu lagi!" bantah Luka sembari mengeluarkan lidahnya.
"Lu.. Luka.." bisik Miku pelan.
"Ada apa Miku?" Tanya Miku.
"Jangan bersandar sambil menaruh kedua tangan ke belakang kepalamu!" nasihat Miku.
"Memangnya kenapa?" Tanya Luka sembari memasang muka terheran-heran.
"Kamu tau sendiri kan postur tubuhmu yahuy." Jawab Miku (Author Azusa: ratingnya M nih -_-)
"GHEH! Bener juga!" teriak Luka sembari merubah posisi duduknya.
"Anak-Anak! Mohon diam! Dan sekarang mari kita ke lab Kimia." Ucap Bu Meiko sembari memasang muka sok imut.
"Yaa bu." Jawab murid-murid kelas 2-C.
Di Lab Kimia…
"Baiklah anak-anak! Kita akan melakukan percobaan pemcampuran larutan ini." Jelas Bu Meiko.
"Huuf ga ngerti!" keluh Luka.
"Jadi, untuk melakukan percobaan ini, kalian harus buat kelompok minimal 2 orang!" tambah Bu Meiko.
"Miku! Kita berdua yuk!" kata Luka bersemangat.
"Zzzzzz."
Miku malah tidur…
"Mi.. Miku? Kok malah tidur sih?" Tanya Luka sembari membangunkan Miku.
"Hatsune Miku… silahkan kumpulkan PRmu!" ucap bu Meiko sembari melihat buku data murid.
"Miku bangun! Kamu di panggil tuh!" kata Luka yg panik sembari mendorong-dorong tangan Miku supaya bangun.
"Ga.. gawat bu Meiko udh keburu ke sini!" kata Luka panik dalam hati.
"Hat.. Su.. Ne.. Mi.. Ku!" eja bu Meiko sembari berjalan menuju kearah tempat duduk Miku.
"Banguuuuuuuuuuun!" teriak bu Meiko tepat di telinga Miku.
"HAAAH!" teriak Miku kaget.
"Akhirnya kamu bangun juga Miku! Sini mana PRmu?" Tanya bu Meiko.
"Ah ini bu." Jawab Miku sembari menyerahkan PRnya kepada bu Meiko.
"Baiklah! Kita mulai ya! Silahkan bergabung dengan kelompok masing-masing! Seru bu Meiko.
"Miku kita berdua ya!" ajak Luka sembar mengkerlingkan matanya.
"Boleh." Jawab Miku sambil tersenyum.
"Hmm aku pusing sekali…" keluh Miku sembari menyentuh keningnya.
"Miku kamu mau ke UKS?" Tanya Luka.
"Ga usah makasih." Jawab Miku dengan lemes.
"Miku! Ini masukkin ke situ ya! Pelan-pelan jangan sampai tumpah!" perintah Luka sembari menyerahkan satu gelas ukur berisi larutan kimia kepada Miku.
"Eh ke sini ya? Lho kok gelas kimianya ada tiga.. masukkin ke mana nih?" Tanya Miku.
"Ah mungkin ke sini." Ucap Miku sembari memasukkan larutan kimia ke larutan yg di tengah.
DUAR!
Dan mantapnya, larutan itu malah bikin meledak.. entah apa cairain itu tapi jelas berbahaya… Di tambah malah membuat muka Miku jadi cemong-cemong.
"Uhuk Uhuk! Asapnya bau!" keluh Miku.
"Mi.. Miku! Kamu tidak apa-apa?" Tanya Luka sembari menghampiri Miku.
"Ya. Tapi mukaku jadi agak sedikit gosong." Jawab Miku.
GUBRAK
Dan akhirnya Miku pingsan.. ternyata penyebabnya dia salah masukkin larutan kimia adalah karena Miku lagi pusing… dan akhirnya di bawa ke UKS…
Di UKS…
"Huuf.. kan sudah kubilang lebih baik kamu ke UKS saja!" keluh Luka sembari mengelap muka Miku yg cemong-cemong.
"Maaf Luka tapi aku tidak mau merepotkanmu." Ucap Miku pelan.
"Justru kalau kamu seperti ini malah merepotkanku tau!" keluh Luka.
"Maaf Luka hiks… hiks.." ucap Miku sambil menangis.
"Ah ga apa-apa kok Miku. Tapi jangan di ulang lagi ya! Kalau kamu memang lagi sakit sebaiknya kamu lekas ke UKS." Saran Luka.
"Ya aku janji tidak akan mengulanginya!" seru Miku.
"Oh iya, Miku! Maaf aku ga jadi ke rumahmu." Ucap Luka sembari memasang muka sedih.
"Eh memangnya kenapa?" Tanya Miku heran.
"Mendadak ada rapat keluarga di rumah! Makanya aku ga boleh ke rumahmu. Ga apa-apa kan?" Tanya Luka.
"Ya ga apa-apa kok kalau memang sangat penting." Jawab Miku sembari berusaha untuk tersenyum.
"Miku.. maaf ya aku ga bisa menemanimu." Ucap Luka sedih.
"Ga apa-apa kok! Kan masih ada Mikuo sama Miki di rumah. Sekarang juga ada Gumi." Kata Miku sembari menenangkan Luka.
"Gumi? Oh guru Musikmu itu ya?" Tanya Luka.
"Ya." Jawab Miku simple.
"Miku! Kamu ikut karya wisata?" Tanya Luka sembari nyengir-nyengir gaje.
"Hmm sepertinya aku akan ikut." Jawab Miku.
"Kalau begitu aku juga ikut!" kata Luka bersemangat.
"Ya bolehlah. Tapi masih dua hari lagi kan?" Tanya Miku.
"Dua hari lagi masih? Itu sudah dekat kan?" Tanya Luka.
"Ah ya kita berangkat hari senin ya?" Tanya Miku.
"Ya! Sekarang tidurlah!" ucap Luka.
Pulang sekolah…
"Fuuh.. hari ini sungguh melelahkan." Keluh Miku.
"Pasti Luka sudah pulang. Sendirian lagi deh." Ucap Miku sembari menghela nafas.
"Ga sendirian kok.. Kan ada aku!" ucap seseorang yg tiba-tiba sekarang berdiri di belakang Miku.
"Hah? Kamu!" ucap Miku kaget.
"Ah iya kamu belum tau namaku ya Miku?" Tanya Kaito.
"Dari awal kamu belum memperkenalkan dirimu! Yg aku tahu kamu hanyalah seorang ketua OSIS yg kerjanya menguntit orang!" keluh miku sembari meletakkan kedua tangannya di pinggul.
"Uph ahahahaha kamu lucu ya namaku Kaito Shion." ucap Kaito sembari tertawa-tawa.
"Oh..Ka..Kaito Shion ya.. ngomong- ngomong kenapa tertawa? Sudah sana minggir! Aku mau pulang!" bantah Miku sembari menyingkirkan tangan Kaito yg menghalangi pintu.
"Ups! Kok Princess ini galak banget sih hehehe." Ucap Kaito sembari meletakkan ibu jarinya di bibir bawah Miku.
"Iiikh! Jangan pegang-pegang! Dasar ketua OSIS penggoda!" teriak Miku marah sembari memukul Kaito dengan tasnya.
DUAK!
"Aduh.. ternyata pukulannya Miku hebat juga ya… meskipun di tonjok pake tas." Ucap Kaito sembari memegang kepalanya yg bekas di pukul pake tas sama Miku.
Sampai di rumah keluarga Hatsune…
"A… Apa… apaan ini?" Tanya Miku kaget sembari melihat kebun rumahnya yg di penuhi tanaman wortel.
"Ah Miku! Kamu sudah pulang rupanya!" panggil Gumi sembari berjalan kearah Miku.
"Apa maksudnya ini? Kamu ya yg membuat semua ini?" Tanya Miku kesal.
"Ya maaf ya Miku.. ini buat persediaan makanku sehari-hari! Daun bawangmu juga masih ada kok!" jawab Gumi sembari menunjuk kearah kebun daun bawang miku yg lebarnya cuma 5 meter dengan panjang cuma 3 meter.
"Tapi! Wortel kamu kebanyakan tuh! Aku juga tadi nanem daun bawang se-hektar lebih! Sekarang tinggal segitu!" protes Miku.
"Ma.. maaf ya Miku.. aku ga tau." Ucap Gumi.
"Huh! Lagipula kalau mau wortel kan tinggal suruh Miki beliin!" protes Miku lagi.
"Ah maaf Miku.. karena itulah aku mau menghemat uang di Jepang." Ucap Gumi sembari memainkan rambutnya.
"GHEH! WHATEVER!" ucap Miku kesal.
"Miku! Kamu mau kemana?" Tanya Gumi sembari mengikuti Miku.
"Aku mau tidur saja deh! Males aku latihan nyanyi!" protes Miku sembari menuju ke lantai dua.
"Miku! Ayolah! Aku bosan nih!" keluh Gumi.
"Urusin saja woetel-wortelmu itu!" bantah Miku sembari mendobrak pintu kamarnya.
"Miku hari ini kenapa ya?" Tanya Gumi.
KRIEEETT
Suara pintu membuka kamar Mikuo perlahan…
"Ng? Gumi? Ada apa?" Tanya Mikuo.
"Miku.. apa setiap hari dia begitu?" Tanya Gumi.
"Hah? Miku kenapa?" Tanya Mikuo.
"Dia.. sepertinya setiap hari dia selalu kelihatan sedih dan kesepian." Jawab Gumi.
TREK
Mikuo menjatuhkan kuasnya…
"Dia memang selalu begitu…" ucap Mikuo sembari mengambil kuasnya yg jatuh.
"Tapi! Aku akan berusaha menjadi teman baiknya! Aku janji!" ucap Gumi bersemangat.
"Ya.. terima kasih." Ucap Mikuo sembari tersenyum kecil.
"Oh iya Mikuo. Boleh aku bertanya?" Tanya Gumi.
"Ya. Ada apa?" Tanya Mikuo.
"Apa penyebab Miku jadi seperti itu?" Tanya Gumi.
"Yah mungkin karena dari dulu orang tua kami sibuk mengurusi pekerjaannya. Jadi mereka lupa soal kami." Jawab Mikuo.
"Aku kasihan sama Miku." Ucap Gumi dengan wajah iba.
"Ya. Aku juga. Dan aku juga sudah berjanji akan selalu menjaganya." Ucap Mikuo tulus.
"Kamu memang kakak yg baik." Ucap Gumi sembari tersenyum kecil.
"Itu sudah pasti kan?" Tanya Mikuo sembari membalas tersenyum kecil.
Di kamar Miku…
"Ternyata kalau berdiam diri terus di kamar bosan juga ya." Ucap Miku sembari memeluk gulingnya.
"Kaito Shion…"
Dan teringatlah Miku masa-masa bertemu dengan Kaito tadi…
"Ke..kenapa aku malah mikir tentang itu! Itu sama sekali ga penting!" bantah Miku sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lagipula, dia orangnya nyebelin!" bantah Miku sembari menendang-nendang bantalnya.
TOK TOK TOK
Terdengar suara ketukan pintu di kamar Miku…
"Ya. Masuk saja!" ucap Miku sembari masih memasang muka kesal.
"Eh ada apa Miku? Kok mukamu begitu?" Tanya Gumi.
"Hah kamu! Ngapain kamu masuk ke sini?" Tanya Miku.
"Lho? Kan kamu yg membolehkan aku untuk masuk." Jawab Gumi.
"Oh iya bener." Ucap Miku yg baru nyadar.
"Miku.." panggil Gumi.
"Apa?" Tanya Miku.
"Bolehkah aku jadi temanmu?" Tanya Gumi sambil malu-malu.
"Eh? Apa? Kamu ga salah ngomong tuh?" Tanya Miku.
"Tentu saja. Mikuo menceritakan semuanya tentangmu." Jawab Gumi.
"Dia menceritakan apa?" Tanya Miku.
"Semua Tentang Kehidupanmu Selama Ini." Jawab Gumi.
"Haah dasar Mikuo." Ucap Miku sembari menghela nafas.
"Sebenarnya dari awal bertemu aku pasti tau bisa berteman denganmu." Ucap Gumi sembari tersenyum.
"Begitu ya? Baiklah. Mulai sekarang kita berteman deh." Ucap Miku sembari tersenyum.
"Horeee! Arigatou Miku-chan!" teriak Gumi bersemangat.
"Ya.. Ya Douitta." Ucap Miku santai.
"Besok mohon bantuannya ya!" seru Gumi.
"Bantuan apa?" Tanya Miku.
"Masa lupa sih? Aku kan mau masuk sekolah Vocaloid juga!" seru Gumi.
"Ah iya benar." Ucap Miku.
"Semoga saja kita sekelas ya!" seru Gumi.
"Ya." Ucap Miku sembari tersenyum.
Besoknya sebelum berangkat sekolah…
"Miku! Ayo cepat! Aku sudah tidak sabar nih!" seru Gumi.
"Iya.. iya sebentar!" ucap Miku sembari menyusul Gumi.
"Akhirnya mereka jadi akrab ya lucu hahaha." Ucap Miki sembari tertawa.
"Ya syukurlah. Sekarang Miku ga sendirian lagi kan?" Tanya Mikuo.
"Ya. Nona Miku sudah punya banyak teman sekarang." Ucap Miki.
Di Sekolah Vocaloid…
"Miku! Selamat pagi! Eh siapa dia?" Tanya Luka.
"A..Anak baru ya?" Tanya Rin.
"Pagi. Ah iya ini Gumi." Jawab Miku.
"Salam kenal namaku Megpoid Gumi." Ucap Gumi sembari memperkenalkan diri.
"Yah ini guru les yg aku bicarakan itu lho." Tambah Miku.
"Guru Les?" Tanya Rin.
"Oh! Guru les nyanyi yg kamu bilang tadi itu ya?" Tanya Luka.
"Yups. Benar." Jawab Miku.
"Cantik ya! Haha perkenalkan namaku Kagamine Rin." Ucap Rin sambil mengulurkan tangannya.
"Kalau aku Megurine Luka." Ucap Luka sembari mengulurkan tangannya.
"Ya salam kenal. Panggil saja aku Gumi." Ucap Gumi sembari mengulurkan tangannya juga.
"Miku. Ini semua teman-temanmu?" Tanya Gumi terheran-heran.
"Ya." Jawab Miku simple.
"Mereka cantik-cantik dan sepertinya baik ya!" seru Gumi.
"Ya. Sudah pasti!" seru Miku bersemangat.
"Ayo ke kelas sama-sama! Kamu sekelas dengan kita lho!" ucap Luka.
"Eh yg benar?" Tanya Gumi.
"Ya! Soalnya ada desas-desus di kelas bakal ada anak baru cewek masa kamu ga tau kalau itu kamu?" jelas Luka.
"Aku tau sih. Tapi masih ragu-ragu." Jawab Gumi.
"Iih curang masa aku doang yg kelas 3 SMP!" keluh Rin.
"Eh? Rin kelas 3 SMP?" Tanya Gumi.
"Ya!" seru Rin kesal.
"Sudah.. Sudah! Ayo kita masuk!" kata Miku sembari menenangkan Rin.
Di Kelas Miku & Luka tepatnya kelas 2-C
"Baiklah anak-anak kalian akan kedatangan murid baru. Silahkan masuk." Jelas Bu Haku.
GREK
Terlihat Gumi masuk ke kelas dengan wajah ceria…
"Ternyata benar Gumi!" ucap Miku & Luka dalam hati sembari memasang wajah senang.
"Salam kenal semua. Namaku Megpoid Gumi. Aku pindahan dari London." Jelas Gumi.
"Baiklah Gumi.. silahkan duduk di sebelah Miku." Perintah bu Haku.
"Baik bu!" seru Gumi.
"Gumi! Senangnya kamu duduk di sebelahku!" seru Miku.
"Hehehe aku juga senang!" seru Gumi.
"Hei! Aku juga senang lho!" seru Luka yg merasa di abaikan.
"Hahahahahaha"
Mereka tertawa bersama.. dan mereka selalu bersama.. menjadikan hari yg indah untuk Miku... bersama dengan teman-temannya… selamanya…
"Miku bahagia. Aku senang melihatnya. Aku akan membuatnya lebih bahagia di Karya Wisata Sekolah nanti." Ucap Kaito sembari mengintip lewat jendela.
Di karya wisata sekolah nanti, apa yg akan terjadi dengan para karakter vocaloid kita ini?
Author Azusa: Yoo! Maaf padahal ini fanfic KaitoxMiku malah tentang persahabatan (_ _||) eiiits! Tunggu dulu! Jgn mikir kaya gitu dulu! Aku bakal bikin yg lebih hoot sampe ratingnya MA nanti! X9
Author Rei: *nabok author Azusa* ga gitu juga kali! Yg penting di chapter berikunya, kita harus perbanyak adegan Kaito sama Miku! Gitu maksudnya!
Author Azusa: iya deh -_- maaf aku aga ngeres pikirannya X9
Author Rei: semua orang emang agak ngeres kok pikriannya 8D *di tabok pembaca*
Miku: lebih bagus tentang persahabatan aja deh! *memohon dengan sangat*
Author Azusa: ooo tidak bisa! X9
Miku: *nangis di pojokkan*
Kaito: benar itu lebih baik Kaito X Miku aja. *merangkul Miku*
Miku: *nabok Kaito*
Author Rei: ok deh sampai jumpa di chapter 2 -_-||
