Disclaimer:yg jelas Naruto cuma aku pinjam
Warning:typo yang banyak,oc,ooc,bahasa yang kurang jelas,dll
Romance,Family,Drama (kurasa)
.
Chapter 2.
Kini terlihat di kelas 12-A tiga gadis,dengan surai yang perbeda-beda.Dari surai indigo,pirang,sampai
pink.
"Hinata kita ke kantin yuk" ajak gadis dengan surai pink pada gadis indigo.
"Ya,ayo kita ke kantin,aku lapar nih" bukan Hinata yang menjawab,tapi gadis pirang yang menjawab.
"Aku bukan mengajakmu,dasar Ino-pig" ucap gadis pink tadi.
"Ap-apa,dasar jidat lebar" merasa tak terima dia di ejek,Ino balas mengejek gadis pink tadi.
Mereka terus saling tatap dengan tajam,tapi tatapan mereka berakhir saat suara Hinata masuk ketelinga mereka.
"Haahh...Sudahlah ayo kita ke kantin,Ino,Sakura" ajak Hinata bangkit dari bangkunya,dan melangkah ke arah kantin.
"Eh,tunggu Hinata" ucap mereka kompak,sambil berlari kecil mengejar Hinata yang sudah hilang di balik pintu.
"Hmmm,apa yang akan kita lakukan setelah pulang nanti?" tanya Hinata pada Sakura dan Ino yang baru sampai di sampingnya.
"Bagai mana kalau kita shopping" saran Ino.
"Boleh, bagai mana Hinata,apa kau mau?"tanya Sakura pada Hinata.
" Baiklah,nanti kita pergi shopping"setuju Hinata.
Dalam perjalannan menuju ke kantin,banyak yang melihat mereka bagaikan malaikat,itu karena mereka adalah anak-anak dari orang kaya.
Seperti Sakura dia adalah anak dari pasangan Kizashi Haruna dan Mabuki Haruno,walaupun ayah sakura sudah meninggal karena kecelakaan,tapi ibu Sakura adalah dokter hebat,dia adalah dokter bedah.
Lalu Ino dia adalah anak dari Fukka Yamanaka dan Inoichi Yamanaka,
yang memiliki toko bunga terbesar di jepang.
Lalu Hinata adalah anak dari Hana Hyuuga dan Hiashi Hyuuga,pemilik Hyuuga corp no 2 terbesar di dunia,kenapa bisa ke 2,itu karena yang pertama adalah Namikaze corp.(maaf nama ibu Hinata dan ino aku karang sendiri)
Tak lama merekapun sampai di kantin,dan sama seperti tadi mereka masih di pandang dengan penuh puja.
"Waahh,lihat itu Hinata senpai,dia tambah cantik ya" bisik siswa pada temannya,tapi matanya terus menatap ke belahan dada Hinata yang terlihat jelas.
"Ya,tapi Sakura dan Ino senpai juga tak kalah cantik nya"balas teman siswa tadi.
" Andai aku bisa jadi pacar salah satu dari mereka"hayal siswa lain.
Sedangkan para siswi hanya bisa menatap iri pada mereka.
"Ne,Hinata tolong pesankan kami ya,dan kami akan menunggu mu di sana" tujuk Ino,dan di dukung anggukan Sakura.
"Cih,baiklah" balas Hinata sambil berjalan kearah ibu kantin,sedangkan Ino dan Sakura hanya bisa nyengir kuda.
Saat Hinata berselisih dengan pemuda pirang tiba tiba.
Braak*
"Kyaaa," jerit histeris para siswi saat melihat pemuda di pirang itu jatuh,begitu juga Hinata,tapi saat dia melihat kebawah,dia langsung mengeram saat melihat sepatunya basah kena tumpahan makanan dan minuman pria pirang itu,walau pun cuma sedikit.
"Ap-APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP SEPATU KU" bentak Hinata pada pria pirang itu.
Naruto yang mendengar bentakan itu tersentak dan saat dia melihat ke atas dia bisa melihat gadis bersurai indigo.
"Ma-maaf aku ti-tidak sengaja" ucap Naruto terputus putus.
"Cih,kau pikir hanya meminta maaf sepatu ku akan kembali seperti semula"ucap Hinata dengan angkuhnya.
Drap,drap*
Terdengar beberapa orang berlari ke arah mereka.
" Uzumaki-san apa kau tidak apa-apa"tanya Tayuya setelah sampai di samping Naruto,sebenarnya dia kaget tadi saat tiba-tiba Naruto jatuh,apa lagi saat dia mendengar Naruto di bentak oleh siswi indigo ini.
"Y-ya haah,aku hhaaah,tidak apa"jawab Naruto masih dengan terputus putus.
" Kau tak apa Hinata"tanya Sakura dan Ino dari belakang Hinata.Tadi saat mereka lagi asik ngobrol tiba-tiba mereka mendengar suara Hinata yang marah dan mereka pun mendatangi Hinata.
"Lihat apa yang telah lelaki bangsat ini lakukan kepada sepatu ku" tunjuk Hinata pada Naruto lalu kesepatunya.
Saat mereka melihat ke sepatu Hinata mereka dapat melihat ujung sepatu Hinata basah walau sedikit,tapi karena mereka sudah mengenal Hinata maka mereka tidak akan heran kalau Hinata marah,karena memang semua perlengkapan Hinata mahal-mahal.
Tapi saat mereka melihat ke pria yang di tunjuk Hinata mereka kaget,karena mereka melihat pria itu telah bermandikan keringat,muka pucat serta nafas yang ter engah-engah.
"Se-haah,sekali lagi ma-hahaf,akuhh sungguh tahhk sengaja" sesal Naruto,sambil memegang kepalanya.
"Sudahlah Hinata,lagian kelihatanya dia lagi sakit" bujuk Sakura,sambil melihat wajah pucat dan penuh keringat Naruto.
Saat melihat wajah Naruto yang seperti kesakitan Tayuya pun mulai angkat bicara.
"Se-senpai tol-tolong maafkan Naruto,lagian senpai bisa lihatkan dia kelihatanya sakit,jadi to-tolong dimaafkan ya senpai" mohon Tayuya,karena Tayuya tadi mendengar bahwa siswi ini adalah senpai nya,jadi dia tidak ragu memanggil Hinata senpai.
"Itu tidak bisa,dia harus tanggung jawab,dan kau jangan berisik" sambil menunjuk Tayuya yang mau
angkat bicara lagi.
Tap,tap,tap*
"Ada keributan apa ini?" tanya siswi yang baru sampai di tempat Naruto,
siswi itu memiliki mata ungu ke biruan dan surai pirang pucat digerai,tapi bagian samping rambutnya di ikat kebelakang,dan dia adalah ketua Osis disekolah ini.
"Ah,tidak ada Kaichou,kami hanya melihat murid baru ini,dia tiba-tiba
terjatuh" jawab Hinata cepat.Walau pun para guru tidak berani menegur Hinata karena status ayahnya,tapi itu tidak berlaku dengan ketua osis ini.
Saat Kaichou tadi menoleh ke murid yang dibilang Hinata,matanya membulat,tapi tak lama karena dia melihat Naruto mengedipkan mata padanya,seakan tau artinya dia hanya menganguk kecil.
"Baiklah kalian boleh bubar,dan murid ini biar aku yang membawanya ke UKS"ucap sang kaichou
Murid mulai berhamburan karena takut kena hukum kalau masih di
situ,Hinata pun menundukan badannya,untuk menyamakan tingginya dengan Naruto yang masih bertumpu,pada lututnya,
Hinata pun mendekatkan wajahnya ketelinga Naruto.
" Urusuan kita belum selesai"ancamnya lalu dia pun mulai pergi dari kantin.
"Maaf kaichou kami pergi dulu ya" ucap Ino,dan Sakura.
"Hei Hinata tunggu"triak mereka sambil mengejar Hinata yang sudah tak nampak.
Sedangkan mereka hanya bisa melihat Hinata dan dua sahabanya pergi.
" Nah,ayo kita ke UKS,biar kau bisa beristirahat,dan apa kau bisa jalan sendiri?"ajak dan tanya kaicho pada Naruto.
"Yeah,aku rasa bisa" jawab Naruto sambil mencoba bangkit,walau pun masih agak pusing tapi Naruto sudah bisa berdiri.
"Dan untuk mu kau bisa masuk ke kelas" ujar kaichou pada Tayuya.
"Ta-tapi aku mau menemani Uzumaki-san" bujuk Tayuya.
"Itu tak perlu Yuya-san kau duluan saja" ucap Naruto.
Tayuya terlihat berpikir."Hm,baiklah tapi ketika pulang nanti,aku akan ke UKS untuk melihat mu" ujarnya sambil berlalu.
"Ayo kita ke UKS" dan mereka pun mulai melangkah ke UKS.
Skip.
Setelah sampai di UKS kaichou tadi pun menidurkan Naruto ke tempat tidur yang ada si UKS tersebut.
Sesudah membaringkan Naruto,kaichou tadi pun mulai mencari obat,untuk mengurangi rasa sakit di kepala Naruto.
Naruto hanya melihat sang kaichou yang sibuk mencari obat untuknya dengan senyum kecil di bibirnya.
Tak lama kaicho tadi pun langsung menyodorkan obat yang sudah dia dapat pada Naruto.
"Minum ini,supaya sakit di kepala
mu berkurang" ucap nya.
"Arigato" sambil menerima obat dari tangan dang kaicho.
"Ne,apa yang kau lakukan diisini?" mulai sang kaicho saat dia melihat Naruto sudah selesai meminum obatnya.
"Hmm,pertanyaan apa itu,sudah jelaskan aku mau belajar"jawabnya dengan kekehan kecil.
" Bukan itu maksudku Baka,baga-
"Sudahlah Shion Nee-chan,aku tak apa kok,lagian aku merindukan mu tau,kita sudah lama tak bertemu" potong dan jelaskan Naruto,sambil tersenyum lembut.
Shion hanya terpaku mendengar pengakuan adiknya ini,bahwa dia merindukanya,tak terasa air matanya menetes.
"Hiks,hiks,tapi te-hiks tetap saja aku menghawatirkan mu" ujarnya sambil menghambur ke pelukan Naruto.
Naruto pun membalas pelukan Nee-chan nya itu,sambil tersenyum tulus.
"Nee-chan tenang saja aku akan berusaha semampu ku" tenangkan Naruto,bukannya tenang Shion makin terisak dan mengeeratkan pelukannya.
10 menit berlalu,kini suara tangis dan pelukan Shion sudah tak terasa lagi,dan ketika Naruto melihat kebawah,dia bisa melihat Kakak nya tertidur lelap dengan jejak air mata di pipinya.
Naruto pun memposisikan Shion tidur disampingnya.
Cup*
Naruto pun nengecup kening Shion.
"Oyasumi,Nee-chan" ucap Naruto sambil ikut memejamkan matanya.
Change Scane.
Sementara itu di kelas 12-A tepatnya terlihat Hinata yang sedang nenahan geraman.
"AWAS SAJA KAU PIRANG,AKU AKAN MEMBALAS KELAKUAN MU HARI INI" batin Hinata yang sedang panas-panas nya,pada pria pirang tadi,walau pun itu tidak kesengajan an.
Sedangkan Ino dan Sakura hanya menghela nafas berat,sambil memperhatikan kelakuan teman mereka yang kini tersenyum iblis.
"Semoga pria tadi selamat dari Hinata" Batin mereka kompak.
T.B.C
Waaahhh,ini chap duanya,maaf kalau membosankan ya,dan maaf karena wordnya pendek,jadi sampai ketemu chap depan.
Eh satu lagi terima kasih ya buat Kurotsuki makito,karena dah reques ficnya,tapi sayang aku NHL jadi maaf ya aku gak bisa baca hehehe,tapi terima kasih...
Bye,bye,dattbayou
