Who Is He ? A Wolf ? A Monster ? A human ?

Cast : Jung Yunho dan Kim Jaejoong

Genre : Tentukan sendiri ya.

Disclaimer : Mereka milik saya. Udah gitu aja.

Rated : M

Chap Sebelumnya...

"Hei" Sapa Jaejoong.

"Sssshhh!" Desis sosok itu seraya membuka mulutnya.

Jaejoong pun menarik tangannya, namun...

"HYUNG AWAAS!"

Chap 2 !

"Aaaww!" Pekik Jaejoong.

"Aduh maaf hyung!" Panik Junsu. "Aku akan lebih hati hati memijatmu" Sesal Junsu.

"Tak apa Junsu, aku saja yang ceroboh, sehingga bahuku terkilir. Hehehee" Canda Jaejoong

"Haaahh" Junsu menghela napas dan melirik sang tersangka yang membuat hyungnya menjadi seperti ini.

Paham akan gerakan yang di buat oleh Junsu, Jaejoong ikut melirik sosok tersebut.

Mau tahu apa yang terjadi sehingga Jaejoong menjadi seperti ini ?

Flashback

"HYUNG AWAAS!"

BRUUKK !

"Astaga hyung!" Pekik Junsu

Bagaimana Junsu tidak terpekik, jika sosok itu tiba tiba melompat dan menerkam Jaejoong.

Menjatuhkan dan menahannya diatas lantai.

Jaejoong terbanting dan merasakan sakit pada bahunya akibat ditahan dan dicengkram erat oleh sosok tersebut.

"Grrrrr" Geram sosok tersebut. Bibirnya terbuka hingga menampakan kedua taring yang tampak sedikit lebih panjang dan tajam dibanding manusia biasa, matanya memincing dan otot ototnya mengeras. Naluri saat terancam ?

Jaejoong tidak bisa berbuat banyak, ia juga kaget akibat diserang hingga otaknya tidak bisa berpikir lagi.

Dan lagi, sosok tersebut tidak memakai celana ! Oh oke, sebagai pria Jaejoong jelas terkejut dan pantas iri dengan ukuran kejantanan sosok tersebut.

BUUKK !

Dan seketika tubuh kekar itu ambruk menimpa Jaejoong, bertambah lagi keterkejutan Jaejoong.

Ternyata Junsu memukul tengkuk lehernya dengan tabung pemadam kebakaran !

Jaejoong menyingkirkan sosok itu dari atas tubuhnya dibantu Junsu.

"Hyung, kau tak apa?"

"Aku tak apa" Jaejoong merapikan pakaiannya.

"Haaahh" Hela keduanya.

End Flashback

"Lalu sekarang bagaimana ?" Tanya Junsu.

"Yah, kita tunggu saja hingga dia terbangun" Sahut Jaejoong. "Junsu, mari kita masak makan malam, sekalian untuk dia juga" Lanjut Jaejoong.

Mereka pun memasak makan malam dalam porsi besar. Hingga Jaejoong menyadari bahwa 'Dia' telah terbangun.

"Ah, kau sudah bangun" Jaejoong menghampiri sosok itu.

"Ssshhhhhhh" Desis sosok itu lagi.

"Hei ! Tak apa, aku tidak akan menyakitimu" Kata Jaejoong sambil tersenyum menghampiri sosok itu yg terus meringsut menjauh.

"Uung uung uuuung" Sosok itu meringsut menjauhi Jaejoong sembari menyembunyikan muka dan sesekali mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan.

Sontak Jaejoong mengrenyitkan dahinya, bingung terhadap sikap yang diperlihatkan sosok itu.

'Ada apa dengannya ? Kenapa tiba tiba bersikap takut ? Bersikap seakan aku akan menyakitinya ?' Jaejoong bertanya dalam hati.

"Ada apa dengannya hyung ?" Tanya Junsu yang kebetulan dari toilet.

"Entahlah Junsu, dia bersikap seakan takut ku sakiti, padahal sebelum pingsan kau pukul, dia tampak waspada dan ganas. Apa mungkin dia menderita trauma akibat pernah di sakiti ?" Sahut Jaejoong

"Sepertinya iya hyung" Jawab Junsu sembari memperhatikan tingkah laku sosok itu.

"Sniff sniff sniffff" Sosok itu mendongakan kepalanya sambil mencium cium bau di udara. Oh, ternyata itu adalah bau steak yang sedang di panggang Jaejoong.

Melihat gelagat itu, Jaejoong pun paham dan mengambilkan sepotong daging dan memberikannya ke sosok tersebut.

"Ini, ambilah. Jangan takut, ini sangat enak" Pancing Jaejoong

Junsu ? Dia sedang serius memperhatikan rayuan Jaejoong terhadap sosok misterius tersebut.

Perlahan tapi pasti, walau dalam keadaan takut takut, sosok itu mendekati Jaejoong. Dan ketika sudah cukup dekat,

SEEETT !

Daging tersebut disambar dan dimakan dengan rakus. Dalam sekejap, steak itu habis di lahap. Sosok itu melihat ke arah Jaejoong dengan tatapan memohon.

Yap !

Jaejoong tahu apa arti tatapan itu. Jaejoong mengambil 5 potong steak lagi. 2 miliknya, 2 milik Junsu dan sepotong sisa jatah sosok itu. Dan dimakan tanpa takut takut.

"Yaaahh hyung ! Itu steak milikku dan milikmu, kenapa di berikan padanya ? Owh ok aku tahu jawabanmu. Kau akan berkata 'kasihan dia' lalu menyarankanku untuk membuat lagi kan ? Baiklah !" Kesal Junsu sembari berbalik ke arah dapur.

"Hihihihiiii" Jaejoong tertawa geli bahwa apa yang akan dia ucapkan dapat ditebak dengan mudah.

"Eh !" Jaejoong melihat kebawah dan ternyata sosok itu tengah memeluk kakinya dan menggosok gosokan pipinya ke paha Jaejoong !

Persis sikap hewan peliharaan bersikap manja terhadap majikannya ? Bertambah 1 lagi pertanyaan Jaejoong.

"Uuugghh, kau bau ! Tampaknya aku harus memandikanmu" Jaejoong menutup hidungnya.

"Akhirnya hidungmu berfungsi normal kembali hyung ! Apakah kau tidak sadar bahwa bau badannya tersebut telah menghantui hidungku dari tadi sore ?!" Teriak Junsu dari dapur.

"Yaah ! Aku hanya terlalu terkejut sehingga aku tidak memikirkan bau badannya ! " Jaejoong balas berteriak.

"Yeah ! Talk to my hand !" Jawab Junsu selagi membumbui steaknya.

Mendengar jawaban Junsu, Jaejoong hanya bisa memutar matanya.

"Baiklah, saatnya mandi. Fighting !" Jaejoong berteriak menyemangati dirinya.

Mendengar teriakan hyungnya, junsu hanya bisa memutar matanya.

(Sebenarnya ketika pingsan, Jaejoong dan Junsu telah memanggil kepala desa dan polisi desa. Namun menurut keterangan kepala desa, dia tidak mengenal sosok tersebut.

Begitu juga dengan polisi, selama ini tidak ada laporan orang hilang dengan ciri ciri seperti sosok tersebut.

Karena menemui jalan buntu, Jaejoong memutuskan untuk menampungnya sementara. Padahal kepala desa dan polisi menyarankan agar ia menaruh sosok tersebut di rumah sakit jiwa di kota terdekat yang sudah pasti ditolak oleh Jaejoong).

"Hei, siapa namamu ?" Jaejoong mencoba berkomunikasi.

Sosok tersebut tetap diam, pandangannya tetap terarah ke ujung bathup.

"Baiklah, apa perlu kau ku beri nama ?" Jaejoong membilas kepalanya.

Tetap tak ada jawaban.

"Baiklah jika itu maumu" Jaejoong tampak berpikir sambil memberikan krim cukur ke arah muka sosok itu.

Jaejoong segera mencukur bersih janggut dan memotong pendek rambut sosok itu.

"Hmm, ternyata kau cukup tampan" Jaejoong memegang dagu sosok itu dan sosok itu pun menatap mata Jaejoong dengan polos.

"Ok, bagaimana dengan Joon ? Siwon ? Rawon *Plaakk!* ? Tawon ? Miwon ? Kibum ? Kimbum ? Yoohwan ? Yoochun ? Donghwa ? Donghae ? Donghee ? Junho ? Yunho ? Hyun..." Ucapan Jaejoong terputus ketika sosok tersebut tiba tiba memandang dirinya.

Oke, Jaejoong paham.

"Yunho... Nama yang bagus" Gumam Jaejoong.

Ketika tengah mengeringkan tubuh Yunho, entah mungkin karena sentuhan yang diterima Yunho dari Jaejoong selama mandi tadi di tubuhnya, kejantanan Yunho tiba tiba membesar dan berdiri dengan gagahnya !

"Astaga !" Pekik Jaejoong.

Lihatlah kejantanan Yunho !

Panjangnya sekitar 25 centi dengan diameter 4,5 centi. Mungkin karena terlalu besar, kejantanan Yunho tidak bisa berdiri tegak ke arah langit dan akhirnya mengarak ke depan. Tepat ke hadapan Jaejoong yang tadi tengah mengeringkan paha Yunho.

"GLEEKK!" Percayalah bahwa air liur yang di telan dengan susah payah dan penuh perjuangan itu bukan dari tenggorokan Yunho.

Yunho ? Oh, dia hanya sedang menatap seseorang dengan pandangan yang susah di artikan...

Te Be Ce

Terima kasih banyak atas reviewnya... :D

Oia, saya ini laki", jadi jangan di panggil jeng atau unni... Heheheee :D

Bagaimana ? Bagus tidak ?

Maaf gak sempat balas satu", tapi saya sudah baca review kalian semua. Sekali lagi terima kasih... :D

Oia, cuma mau kasih tau, diatas ada beberapa clue tentang yunho... Ada yang sudah ketemu ? Apakah tentang masa lalunya ? Entahlah...

Selamat membaca... :D