Eccedentesiast

Rated : M-T

Pair : Chanbaek

Purely my wild imagination.

Genre: Angst, Hurt, Romance.

.

.

.

.

Sediain Tissue ! :D

.

.

.

becanda

.

.

02. Roomate


.

.

Kembali pada beberapa tahun sebelum semua hal dapat kubagikan. Itu 2014, saat semua mulai terasa sulit. Dia, seseorang yang diam-diam mulai menggangu pikiranku mengikuti sebuah progam acara. Acara itu mengharuskannya untuk tinggal dalam satu tempat tinggal yang sama dengan public figure lainnya. Dalam rekaman yang ditayangkan, semua pemain akan diliput dari segala sudut rumah dengan CCTV dimana-mana, nyaris sepanjang hari. Nyatanya, tak selama itu. Dia akan pulang beberapa kali ke dorm untuk bercanda dengan beberapa member atau sesekali menatap benci kearahku.

Itu masih awal aku mengenalnya dalam artian perasaanku. Walau sejak awal antara kebaikannya telah bercampur dengan tatapan intimidasi yang sering diberikannya padaku. Tahun itu, aku belum paham yang mana yang lebih mendominasi.

Sejak tahun itu tatapanmu mulai menyakitiku.


Jika kalian ikut menontonnya, kalian pasti ingat aku pernah menjadi tamu disana. Itu episode 13, yang ditayangkan jauh setelah acara itu direkam. Media mengatakan bahwa tampilan itu ditunda karena skandalku dan Taeyeon noona. Tapi, hei ini SM. Kami terbiasa bermain semulus mungkin disini. Kalian akan melihatku mengunjunginya dengan alasan pertemanan dan bosan -kunjungan mendadak anggota grup yang merangkap keluarga-.

Kunjunganku tak pernah benar-benar semendadak itu. Kala itu, aku tengah menunggu didalam van saat tiba-tiba manager hyung masuk dan memberikanku intruksi.

"kau akan melakukan sebuah kunjungan, Baek. Bersikaplah senatural mungkin".

Manager hyung tak pernah ingin memaksaku melakukan ini sejujurnya. Aku sering melihatnya menatapku prihatin diam-diam. Tapi kami bisa apa ? dia butuh pekerjaannya, dengan kata lain, semua perintah perusahaan adalah titah wajib yang harus dilaksanakan.

Saat itu adalah salah satu masa-masa kelam yang pernah menimpa grup. Perusahaan berusaha menutupi sebaik mungkin. Manager hyung memiliki kantung mata yang menyeramkan, membuktikan bahwa semua tidak baik-baik saja. Jadi, empat hari sebelum situasi semakin buruk dan mengatur penampilanku di Roomate, mananger memintaku keluar bersama Taeyeon noona. Alasan klasik, dunia tau aku begitu mengaguminya, disatu sisi ini akan terlihat natural -semua ini selalu tentang natural- dan disisi lain para penggemar dapat terus bermimpi dan percaya bahwa suatu hari mereka dapat bersama-sama dengan idolanya secara nyata, seperti aku.

Jadi, saat aku sedang bergelung dalam selimut hangat didalam kamarku yang sepi di dorm, manager mengajakku menjalankan kunjunganku ke tempat tinggal barunya. Aku mengangguk, membiarkan make-up noona menghiasi sedikit primer dan bedak dimukaku dan mengatur tampilanku yang lain.

Jika kalian ikut menonton acara itu, aku berbohong untuk satu hal. Aku tidak benar-benar sedang bosan waktu itu. Well, memang bosan karna dia tak ada didekatku. Tapi, hari itu aku memang harusdatang keacara itu. Jadi saat aku mengatakan "aku datang karna bosan" aku hanya menciptakan alasan.

Satu hal lagi yang ingin aku katakan, aku tak pernah benar-benar berkencan dengan Taeyeon noona. Lagipula, jika aku benar-benar memiliki kekasih, aku tidak akan mungkin bosan karna memilki seseorang yang bisa kupikirkan atau kuhubungi. Masalahnya, seseorang yang benar-benar aku pikirkan sedang tidak bisa kulihat, itu yang menyebabkanku menjadi bosan.

Jika kalian masih ragu, boleh aku bertanya beberapa hal?

Adakah seseorang yang sedang bosan dan secara mendadak datang kerumah temannya namun dengan rambut tertata? Atau make up menghiasi wajah? Itu hanya akan terjadi bila semua sudah direncanakan. Lagipula untuk seorang idola akan sulit mencari waktu yang benar-benar kosong hanya untuk sekedar pergi bermain tanpa tertulis dijadwal.

Ingin ku beritahu sesuatu? Tahun-tahun awal saat kami memulai debut, aku memiliki kelas vocal paling banyak setiap hari, setara Jongdae, bahkan Kyungsoo atau Luhan hyung hanya setengahnya. Namun karena acara "bermain karna bosan" yang kulakukan, manager harus membatalkan 3 kelas diantaranya.

Apa idola yang digolongkan anak baru dapat berbuat seperti itu dengan perusahaan super ketat semacam SM? Kecuali hal itu memang izin dan diharuskan perusahaan bukan?

Menggiringku, membawaku perlahan-lahan bersimpuh tak sadar didepanmu.


Aku tau dia tidak menyukai kedatangkanku. Mungkin dia pernah mengatakan akan mengajak keluarganya -yang ia maksud para member- keacara itu, tapi yakinlah, dia tidak pernah menginginkanku. Dia mungkin menginginkan Kyungsoo, atau Suho hyung yang datang. Kyungsoo bisa membantu Sung Woo hyung memasak untuk makan malam, nilai plus perkenalan. Suho hyung adalah pemimpin grup sehingga lebih banyak lagi hal yang bisa diceritakan. Jadi agak aneh menempatkan ku sebagai daftar tamu.

Saat aku datang pertama kali aku datang ke Seongbuk-dong -kunjunganku selanjutnya tanpa kamera- aku masih sangat canggung pada semua orang. Dan sial bagiku, dia sedang pergi entah kemana. Berlagak sebagai seorang teman, aku menghubunginya dan memintanya cepat kembali. Bagaimanapun dia yang lebih mengenal orang-orang disini, untungnya percakapan kami terlihat baik-baik saja, kamera sedang aktif ngomong-ngomong.

Saat dia datang, tanpa sadar aku terlalu senang. Sedangkan dia kembali pada tampang polos-bahagia miliknya. Dia mengenggam tanganku sembari tidak sengaja mengusap tanganku. Seperti yang pernah kukatakan, aku tak dapat menebak hatinya. Andai dia tau bahwa apa yang dilakukannya membuat aku -pacar didepan layar leader SNSD- bergetar hingga ketulang.

Karena aku benar-benar baru menyelesaikan makan malam dan sedikit gugup, aku mengusap bibir tanpa sengaja saat Min Woo hyung didepanku. Aku tidak sedang menggoda siapapun, sungguh. Tapi dia yang tadi mengusap tanganku langsung mendelik marah padaku.

Tak bisakah kau hanya bertahan satu sikap terhadapku? Hingga aku bisa sedikit membaca hatimu.


"Baekhyun kau harus mencoba pitingan Ga Yeon" ujarnya padaku saat kami berkumpul dengan anggota keluarga lain. Aku tau, dia sedang menahan kekesalan hatinya yang mungkin sudah diambang ubun-ubun padaku. Tidak bisa manamparku, tapi dia sedikit bisa menyalurkan keinginannya menyiksaku. Sebenarnya aku turut adil karena dengan bodoh malah memilih Ga Yeon sebagai wanita yang kupilih diantara pemain wanita lain, padahal disana ada Bom noona, sang sunbae.

Mungkin dia menginginkan ku benar-benar tercekik hingga kehabisan nafas, kalau pun itu terjadi, mungkin dia adalah orang yang pertama sangat bahagia. Aku sangat bingung saat itu. Aku tak punya jadwal menginap, dan tak punya alasan menginap. sehingga saat semua rencana tiba-tiba berubah semua terlihat sedikit dipaksakan.

Kami memainkan hampir 80% skenario perusahaan dengan benar. Tapi aku tau, dia masih tak suka kehadiranku. Tak percaya? lihat, dia bahkan membiarkanku dikamar Se Ho hyung, sendirian dan kebingungan.

Disana rumahnya, dia lebih mengenal anggotanya dibanding aku. Bahkan setelah Se Ho hyung menghampiri dia dikamarnya karna tejebak situasi canggung denganku, dia masih tidak peduli. Kemudian dia sadar, semua kamera sedang mengawasinya, bertingkah aneh sedikit saja, fans akan melihatnya.

Jadi dia pura-pura mengecekku kekamar Se Ho hyung dan mengatakan pakaianku cocok. Kenapa dia tak membiarkanku menggunakan bajunya? Dia tidak peduli apakah aku menginap atau tidak. Sambutannya tak ramah. Kalian mungkin mengatakan bahwa aku terlalu banyak praduga. Benar jika aku bisa saja terlalu berpikir berlebihan tentangnya. Tapi, tindakannya yang kemudian membuatku menarik simpulan tentang pendapatnya terhadapku.

Kami tidak punya percakapan yang lama. Aku melihat semua anggota saling menjaga satu sama lain, dan sadar kenapa dia mulai menyukai acara ini. Itu lah salah satu alasan saat dia kembali ke dorm dia akan menyuruh kami semua untuk menonton.

Dari situ aku tau bahwa Kang Jun hyung pernah dikunjungi anggota grupnya -5uprise-. Lihat, bahkan mereka sangat akrab saat berbicara tanpa canggung satu sama lain, mencoba bahkan ikut tidur dikasur Kang Jun hyung. Tapi aku?, karena begitu canggung dan gugup bahkan aku terjatuh sendiri dari kasurnya.

Aku sengaja melingkarkan tangan dibahunya, seolah akrab sekali. Dia yang moodnya suka berubah-ubah dan kadang-kadang baik membiarkanku. Kuanggap saja perasaanya sedang dalam kondisi bagus atau dia memang sedang baik padaku. Tapi ketahuilah, itu tidak berlangsung lama.

Saat malam datang dan semua kamera dimatikan, bagian yang tidak ada didalam variety yang kalian saksikan, dia menarikku kesalah satu sudut ruangan. Bukan kamar mandi seperti saat biasa dia melampiaskan sakit hatinya di dorm. Rumah itu penuh dengan orang-orang yang tidak banyak paham bahkan tau tentang kami.

Diantara temaram kamar tidur Se Ho hyung dia menyesap leherku -cara membangunkanku tanpa suara-. Aku menatapnya diantara remang ruangan itu dengan perasaan takut bercampur risau. Takut karena tatapan yang diberikannya dan risau karena bisa saja Se Ho hyung belum benar-benar tertidur. Tentang lidahnya yang bekerja dileherku? Dia pernah melakukannya beberapa kali dan aku masih belum dapat menggambarkan dengan kata-kata rasanya.

Bukan menuntun seperti yang kalian harapkan, dia menarikku keluar. Menyudutkanku pada kaca luar bagian taman. Dinding bagian taman tidak menggunakan tembok melainkan kaca. Sengaja tak membawaku ketengah agar anggota lain tak bisa melihat dari jendela kamar atas.

"kali ini apalagi byun?!" dia mengeram pelan dengan suara beratnya.

"tak ada, Park. Masih seperti biasa" balasku berbisik.

Hei, aku juga tak mau datang untuknya. Ada game online yang harus kucoba segera. sejujurnya aku tak ingin menghabiskan waktu untuk melihatnya -walau sejujurnya aku rindu-. Ngomong-ngomong manager baru memberikan kabar baru mengenai skandal padaku. Dan aku harus mengurusnya esok pagi-pagi. Berhubung pastinya banyak penggemar yang akan marah, bukannya aku lebih baik bersantai menenangkan pikiran?.

"jangan menggoda Minwoo hyung, Byun"

Dia mengecup sisi kiri bibirku -bagian yang kuusap sebelumnya- dan aku membiarkannya melakukan itu. Tahun itu, kami baru mengecup atau berciuman sesekali. kami terbiasa, mencium satu sama lain, dan bertingkah seolah tak pernah terjadi apa-apa. sudah kukatakan bahwa ada beberapa hal yang tak dapat dijelaskan dengan mudah tentang kami berdua. aku menciumnya karna satu alasan -akan kuceritakan lain kali- dan dia menciumku karna alasan lainnya.

perbedaan diantara itu adalah, jika dia menciumku, hal itu akan meninggalkan sejuta rasa lain yang kadang bisa menjadikan kakiku selemah jelly atau hatiku seakan meledak. Sesekali akan menjadikan kepalaku panas nyaris terbakar karna marah. Tapi saat aku menciumnya, itu tidak akan meninggalkan apa-apa, nihil.

"dengar, Baek. Besok pagi pergi sebelum sarapan, jangan sok akrab dengan keluargaku disini" ujarnya mencengkram daguku.

Dia pikir aku takut?

"tak perlu kau perintah aku akan pergi, aku sibuk, Tuan Park" aku berbisik pelan dengan nada ketus alami.

Dengar, ini bukan cerita picisan dimana satu pihak akan terus-terus mengalah bagai malaikat saat ditindas. Byun Baek Hyun ini manusia biasa, dia hanya manusia yang punya ragam emosi, jadi jika kalian berharap dapat merealisasikan cerita yang kalian baca pada sosokku, kubur dalam-dalam itu. Aku bukan seperti itu, dimana ada manusia asli yang jika bertengkar atau sakit hati akan terus-terusan mengalah, minimal dia akan berteriak sesekali walau dalam hati. Aku ini manusia, bukan tokoh animasi atau 2 dimensi.

"Jangan banyak tingkah, Byun!" dia menguatkan cengkaramannya.

"Aku sibuk, dan akan sangat sibuk esok hari, Park Fucking Chanyeol !" sentakku melepaskan cengkramnnya.

"kalau bisa aku tak ingin menghabiskan waktu hari ini untuk melihatmu" ujarku sambil meninggalkannya. Aku mungkin akan menangis, tapi tidak saat ini.

Aku belum memberitahukan skandalku padanya. Memang dia peduli aku melakukan apa?

Nyatanya kau tak akan peduli, tak akan pernah.


.

.

.

.

TBC

Dengan tidak elitenya.

.

.

.

Hei hei hei. Aku balik, sorry ya baru dilanjutin, serius ini udah dibikin dari minggu yang lalu, tapi aku selalu merasa kurang dan nggak puas sama sekali -bahkan sampai detik ini-. well karna udah mepet dan aku tau gimana rasanya nunggu ff yang pengen kita baca jadi aku post segera, dan setelah menimbang pengen banget jadi 2k kata biar nggak kependekan tapi tetep nggak bikin bosan. Aku lagi libur, jujur chap 1 aku bikin dalam waktu 1 jam saat lagi mepet tugas, dan sekarang aku lagi nggak punya tugas jadi ide nggak ngalir selancar waktu lagi jam-jam akhir deadline. - DIA MALAH CURHAT ! -

Ini masih awal, dan sengaja momen merekanya masih sedikit supaya kita dapat gambaran umum keadaan dan kebiasan mereka berdua, so lebih banyak ceritanya daripada pecakapannya. Soon well be better, ngga bisa janji tapi bakal diusahain.

.

And, dari komen kemarin yang masuk, ada yang pengen digaris miringin beberapa istilah. Aku awalnya udah ngelakuin itu, tapi ada beberapa orang termasuk aku yang baca ffn di UC Browser dan itu nggak keliatan sama sekali, kecuali make chroome atau mode pc. Jadi yang digaris miringin biasanya aku bold biar keliatan. Cuma takutnya beda antara kalimat akhir batin tokoh sama istilah itu.

Then, aku harap kalian komen, kalian biasa baca ffn pake apa, karna kalau lebih dominan pake pc/chroome aku nggak bakal nge-bold cukup italic, tapi kalau dominan make UC Browser aku bakal kasih bold biar kedeteksi.

So, aku tunggu komennya di kotak Review, dan pastinya aku juga tunggu reviewnya.

ps : sedang mencari momen/acara/fakta Chanbaek. *file Exo karam bersama laptop lama.

Aku baca reviewnya satu-satu dan makasih banget karna disambut dengan bahagia.

GOMAWO AND SEE YA SOON...