annyeong...
...chapter 2...
*niit*
Bunyi kode apartemen pertanda ada orang yang masuk ke dorm super junior ini
"siapa malam-malam begini?" tanya leeteuk ntah pada siapa
"hosh…hosh, hey!" sapa orang yang masuk ke dorm itu "heh? Han…geng… HANGENG!"
IN DORM…
namja cantik yang masuk ke dorm super junior bersama pria tambun itu pun berlari dan menghambur ke pelukan hangeng
Hangeng yang mendapat perlakuan seperti itu dari orang yang di cintainya itu hanya membalas pelukan namjachingunya itu
"han… bogoshipo…" kata namja cantik itu pada hangeng
"nado.. bogoshipo chullie…" kata hangeng menyahut
Setelah berapa lama, heechul menyadari keadaan itu, langsung melepas pelukannya pada hangeng dan memperhatikan hangeng dari atas sampai bawah "kau.. tidak terluka kan han?"
"tidak aku baik-baik saja…" kata hangeng, namun ada nada bingung yang terselip di sana, heechul berbalik memandang member super junior satu-persatu
"di sini, member super junior lengkap kan?" tanya heechul dengan nada sedikit panic, member lain pun hanya menatap heechul bingung
"iya kami lengkap chullie, dan semakin lengkap ketika kau datang" jawab leeteuk pada heechul sambil tersenyum lembut
"fiuh…~ syukurlah…" kata heechul dengan nada lega sambil mengelus dada
"memang ada apa hyung?" tanya kyuhyun pada heechul yang bingung pada sikap aneh hyungnya itu
Bukannya menjawab pertanyaan kyuhyun, heechul malah beralih pada teman nya yang ikut masuk bersamanya "kita istirahat dulu di sini, kau membawa senjata yang tadi ku suru bawa kan hirano?"
"tentu aku bawa hyung…" kata pria yang di panggil hirano itu sambil membuka tas dan jaket yang di gunakannya, terlihat banyak sekali senjata api beserta pelurunya
"mwo? Kenapa hyung membawa senjata sebanyak itu?" tanya kyuhyun yang kaget dengan apa yang di bawa heechul dan hirano, sedangkan member lain kaget+shock dengan apa yang di bawa hirano
Heechul tidak membalas pertanyaan kyuhyun, ia hanya melirik sekilas kyuhyun dan beralih ke tv, heechul berjalan ke arah tv setelah sebelumnya mengambil remot tv yang ada di tangan donghae, heechul lalu memencet no 3 saluran berita, terlihat seorang reporter pembawa acara sedang membawa acara di sekitar sungai han, dan terlihat juga banyak orang di sana
'di sini keadaan semakin memburuk, semakin banyak korban yang berjatuhan dan…' tiba-tiba
*DOR DOR*
Terdengar suara pistol yang di tembakan 'hah? Polisi sudah menembakan pelurunya' reporter itu berbicara dengan nada sedikit panic, sedangkan cameramen mengarahkan kameranya ke arah tandu yang kaya kasur itu lho.. gak tau ya? Ya udah deh *plak* setelah itu terjadi kerusuhan 'KYAAAA' suara teriakan sang reporter terdengar ngilu, lalu layar berubah menjadi seperti di sebuah studio, terlihat seorang pembawa acara sedang membawa kan sebuah berita 'baik lah permisa, sepertinya keadaan di luar benar-benar dalam keadaan berbahaya, kami terpaksa menayangkannya langsung dari studio satu, di harapkan seluruh warga tidak keluar rumah, kunci pintu rumah anda, trima kasih'lalu layar berubah jadi semut semua
Member-member super junior yang lain kaget setengah mati dengan apa yang mereka saksikan "apa yang sebenarnya terjadi…?" tanya sungmin lirih sambil merapat pada kyuhyun, heechul mengganti chanel tv itu jadi berita lain
'dikabar kan wabah penyakit ini menyebar ke seluruh dunia, pemerintah A.S baru saja di pindahkan ke tempat yang aman dari gedung putih, Beijing sedang di bom bandir saat ini'
"a...apa? apa maksud nya ini!?, umma appa, b…bagai mana dengan umma dan appa ku?!" tanya hangeng frustasi sambil mengacak rambutnya, zhou mi yang juga mendengar hal itu merosot jatuh terlihat air matanya tak dapat di bendung lagi jatuh melewati pipi tirus nya, henry yang melihat namjachingunya yang seperti itu memeluk zhou mi dan menenang kan nya
"ini… tapi kapan-" sebelum kangin meneruskan nya heechul sudah me motong perkataannya
"sejak siang tadi…, apa kalian tak tahu? sadar kah kalian bahwa dari tadi siang tak ada acara yang di bawakan secara live? Itu alasannya…" kata heechul sambil mematikan tv itu.
"tapi kenapa baru di beri tahu sekarang?" tanya leeteuk
"itu karena pemerintah tidak mau adanya kepanikan, kepanikan adalah awal dari kekacauan dan kekacauan akan menimbulkan kehancuran…" kata heechul menjelaskan sambil memegang dagunya
"ini… seperti neraka…" kata siwon bergumam
"yeah… adakah tempat yang aman untuk kita?" tanya kibum ntah pada siapa
"bermimpilah kibum…" heechul menyahut
"kenapa begitu? Seharusnya kau jangan bicara seperti itu…" jawab siwon dan menenangkan namjachingunya yang mulai menangis
"ini adalah pandemic" kata heechul setengah bergumam
"pandemic? Adalah penyakit yang menyerang manusia…" sambung hirano "mungkin dalam kasus ini…, orang yang sudah mati tergigit masih bisa berjalan dan menyerang manusia" lanjut hirano
"apa? Apa muksud mu?" tanya leeteuk pada hirano
Heechul yang melihat itu berjalan ke arah balkon dorm super junior dan membuka tirai yang menutupi nya lalu membuka pintu balkon dan berjalan ke luar "kalau kalian butuh penjelasan kemarilah…." Mendengar hal itu dari heechul, member super junior mendekat ke arah heechul "lihat lah itu… di bawah…" heechul berbicara sambil menunjuk ke arah bawah, super junior mengikuti apa yang di tunjuk heechul dan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat, banyak mayat hidup yang berjalan-jalan di luar sana
"mwo? Apa ini?!" tanya siwon sambil mengeratkan pegangannya pada pembatas balkon sambil mengeretakan gigi nya
"bahkan itu…" hechul berbicara sambik menunjuk sosok anak kecil yang keadaannya juga sangat mengenaskan
"ahh… bahkan anak kecil juga?" tanya sungmin "ini kejam…" kata sungmin melanjutkan perkataannya
" mereka tentu tidak memandang anak-anak atau bukan…, karena mereka sudah mati…" kata heechul sambil setengah berdesis "besok kita berangkat untuk melarikan diri, sekarang kalian istirahat, dan siapkan barang-barang yang akan di bawa besok, ingan barang yang penting saja.., karena kita bukan mau berlibur, tapi mau bertempur, aku akan menjelaskan semua nya pada kalian setelah kalian beres-beres, aku mau mandi… tubuh ku rasanya tak enak…" kata heechul menjelaskan sambil mulai membuka baju anti peluru yang sejak tadi melekat di tubuhnya " hirano…, kau membawa tempat untuk menyimpan peluru untuk mereka kan?" tanya heechul
"hai hyung…, aku membawanya, tapi masalah senjata…, aku tak yakin senjata nya cukup untuk kita semua hyung…" kata hirano sambil menunduk takut
"ya… aku tahu hirano…" kata heechul sambil melepas tempat-tempat peluru yang melekat di tubuhnya dan melemparnya ke sofa "sungmin, hannie, kalian bisa bertarung jarak dekat kan?, siwon, kibum dan yesung juga, jadi begini…, senjatanya tak cukup untuk kita, jadi kalian bisa kan? Melawan mereka jarak dekat?" kata heechul sambil memandang ke arah mereka berlima dan mengeluarkan heebum eyes no jutsu nya yang di balas anggukan ke lima orang itu, melihat itu heechul tersenyum senang " okehhh aku mandi dulu dan kita berkumpul di sini nanti, sekarang silahkan beres-beres barang yang akan di bawa besok, oh ya satu lagi…, wookie kau masakan sesuatu untuk ku dan hirano ya? Aku belum makan dari tadi sore" heechul mengatakan itu sambil melenggang pergi ke kamar mandi sambil membuka baju tentaranya membuat nya hanya tertutup oleh kaus putih tanpa lengan
Hangeng yang melihat pemandangan itu hanya bisa menelan ludahnya 'dia mau menggoda ku rupanya…' kata hangeng dalam hati
"ehemm, kau berpikiran yang nggak-nggak ya hyung?" kata kyuhyun pada hangeng yang dari tandi pandangan nya tak lepas dari tubuh mulus heechul yang sekarang menghilang di balik pintu kamar mandi
"dia ingin aku memakannya rupanya…" gumam hangeng, namun masih bisa di dengar oleh kyuhyun
"khukhukhukhukhukhukhu, lebih baik kau jangan memakanya dulu…, besok jika dia tak bisa berjalan akan repot…." Kata kyuhyun sambil menyeringai setan
"kau benar kyu…" kata hangeng dengan nada yang sedikit tak rela
"bersabar lah han hyung…" kata kyuhyun sambil masuk ke kamar yang di tempati nya bersama sungmin
Keadaan dorm menjadi sedikit sunyi, setelah beres-beres dan menyiap kan barang untuk besok semua berkumpul di ruang tengah sesuai perintah sang chinderella super junior, terlihat sang chinderella menggunakan pakaian rumah biasa, bukan pakaian tentaranya, karena sedang di cuci
"baik lah… aku akan mulai menjelaskan…, pertama.., apa ada yang mau bertanya?" tanya heechul pada member lain
Member lain berfikir apa yang mau mereka tanyakan sampai pada akhirnya kibum mulai berbicara
"hyung… besok apa yang harus kita lakukan, dan bagai mana keadaan kluarga ku?" tanya kibum pada heechul
"heh~ kalau kau bertanya bagai mana keadaan kluarga mu, aku tak tahu kibum…" kata heechul, tiba-tiba
*cring*
Laptop yang baru di nyalakan hangeng berbunyi "ada apa han?" tanya leeteuk pada hangeng
"ada e-mail masuk hyung…"jawab hangeng, terlihat hangeng sibuk mengutak atik laptop nya "mwo? Ini dari appa ku…"
"apa pesannya hannie?" tnya heechul sambil mendekat ke hangeng dan ikut membaca pesan ayah nya hangeng itu
'han.., begaimana kabar mu? Baikkan? Appa harap begitu.
Han.. appa saat ini sedang perjalanan pergi ke bandara bersama orang tua zhou mi, tenang lah… appa mu ini jago bela diri, jadi appa dan appa zhou mi bekerja sama, eomma mu juga baik, begitu juga dengan eomma zhou mi, kami akan berngakat ke Indonesia, appa harap kau baca pesan ini dan menyusul appa…'
Hangeng yang membaca hal itu hanya bisa bernafas lega "han.. berarti orang tua mu selamat, dan zhou mi.. kau tak perlu khawatir tentang orang tua mu…, mereka ada bersama orang tua hangeng"
Zhoumi yang mendengar itu baru bisa bernafas lega "heechul hyung… kau tidak mengkhawatirkan kluarga mu?" tanya henry
"aku juga sebenarnya khawarir… tapi… aku bisa apa? Jadi biarkan saja…, kita juga tak mungkin ngecek satu persatu kluarga kita…" kata heechul
"tapi hyung aku-" belum sempat ryeowook selesai bicara heechul sudah memotong nya
"sudah lah…, kalian bukan anak kecil lagi, kalian sudah dewasa, kenapa masih manja pada orang tua si?!" bentak heechul kasar, bukan heechul tak peduli dengan orang tua nya, sebenarnya dia takut orang tuanya kenapa-kenapa, tapi…, mengingat kejadian siang tadi…, dia berfikir sudah pasti orang tuanya sudah menjadi bagian dari mereka, heechul mulai menutup matanya
Flashback
Terlihat seorang lelaki menodongkan sebuah pistol ke kepalanya di sebuah ruangan tempat persenjataan, heechul dan hirano yang ingin mengambil senjata beserta pelurunya terkejut melihat pemandangan itu
"yak! Apa yang kau lakukan?" tanya heechul pada lelaki itu "kau mau mati ya? Kau gila…" kata heechul sambil menahan tangan pria itu
"untuk apa aku hidup, jika aku sudah kehilangan keluarga ku?!" jawab orang itu, dengan mata yang berkaca-kaca
"belum tentu orang tua mu sudah mati dan menjadi bagian dari mereka?! Bagai mana kau-" belum sempat heechul menyelesaikan perkataannya orang itu kembali berteriak
"tadi aku sudah menelphone mereka!" air mata pria itu mengalir deras di pipinya "mreka… mreka… sudah menjadi begian dari makhluk-makhluk itu"
"tapi setidaknya kau harus bertahan hidup, walau sendiri kan? Kau ini manja sekali si!" bentak heechul
"lebih baik mati bunuh diri, di banding harus menjadi bagian dari mereka…" jawab pria itu lirih
"apa?apa maksud mu?"tnya heechul, bingung dengan apa yang di katakan nya
"hee.. heechul hyung! Dia…." Tunjuk hirano ke arah lengan pria itu, terlihat luka gigitan yang cukup besar
"ggrrrrhhh, haaah~" pria tu menyerang heechul
"KYAAAAAAAAAAAAA!" heechul segera bergerak mundur, tapi pria itu dengan cepat mendekat ke arah heechul
tanpa di sangka pria yang ternyata sudah menjadi bagian dari mereka itu hampir menerkam heechul, jika hirano tidak dengan cepat menembak tepat kekepalanya mungkin heechul sudah jadi bagian dari mereka sekarang….
"hiks…hiks…" tubuh heechul gemetar dan perlahan merosot, ia menekuk kakinya dan menenggelamkan kepalannya ke sana
Hirano yang melihat itu, segera mendekat ke arah heechul "sudah hyung, dia sudah mati…" kata hirano sambil mengelus pundak heechul
"bukan itu bodoh….! Mendengar orang itu kehilangan kluarganya membuat ku berfikir, kluarga ku juga sepertinya…." Kata heechul sambil terus terisak
"aku juga hyung…" kata horano
Flashback end
