"Tadi kau bilang apa Park Yoongi? Oppa? Hey, kau harus ingat sayang. Kau tidak akan pernah ku anggap sebagai adikku"
"Wah, wah, Apakah aku berhasil membuat Park Yoongi gadis manis ini menangis lagi, Huh? Bukankah aku hebat Park Yoongi?"
"Ah, Matamu... Matamu memerah Park Yoongi. Apakah kau baik baik saja sayang?" Chanyeol masih saja berbicara sendiri dan membuat Yoongi terdian lagi.
"Oppa..." lirih Yoongi.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan itu Park Yoongi. Kau tahu? Kau membuat telingaku sakit"
JUSEYO?
CHARA: - PARK CHANYEOL (CHANYEOL EXO) - PARK CHANYEOL
-MIN YOONGI (SUGA BTS) - PARK YOONGI
DESC: SEMUA CHARA MILIK SMENT,BIGHITENT DAN TUHAN YME.
PRINCESS CUMA MINJEM DOANG HEHEHE
PAIR: MASIH BINGUNG. POKOKNYA NANTI SEMUA SAMA SUGA/?
ENJOY! DONT LIKE DONT READ JUSEYOOOO
.
.
.
.
"Oppa? Tapi kenapa? Kenapa oppa seperti itu?"tanyak Yoongi masih menundukan kepalanya.
"Hm?Kenapa bagaimana sayang? Kenapa aku terlalu baik kepadamu Park Yoongi?"jawab Chanyeol sambil menaikkan dagu Yoongi dan secara sengaja mata mereka bertemu. "Kau ingin tahu jawabannya Yoongi sayang?"Yoongi hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya.
"Itu karena kau memang bukan adikku Park Yoongi. Kau tau Park Woozi kan sayang? Gadis manis yang wajahnya mirip dengan wajah jelekmu?ah.. tunggu, bahkan jika kupikir jauh lebih cantik dan manis Woozi dibandingkanmu! Dan aku akan lebih bersyukur jika ia menjadi adikku!"
"Opp..."Yoongi tidak bisa meneruskan kata katanya karena air matanya sudah membanjiri wajah manisnya.
"Keluar dari kamarku sakarang Park Yoongi! Aku sudah muak melihat wajah sok manismu! KELUAR DARI KAMARKU SEKARANG!"bentak Chanyeol. Bentakan Chanyeol berhasil membuat jantung Yoongi berdegub cepat dan membuat Yoongi segera meninggalkan kamar Chanyeol.
.
.
.
Keseokan Harinya.
Yoongi sebenarnya sudah melupakan kejadian semalam. Karena ia pikir, kejadiaan seperti semalam sudah sering ia alami. Bukan. Bukan maksudnya untuk mencari perhatian Chanyeol, tetapi Yoongi hanya ingin merasakan bagaimana rasanya disayangi oleh seorang kakak.
'Tok tok'
"Nona muda, sarapan anda sudah siap. Dan nona muda sudah ditunggu oleh Tuan muda dibawah"suara salah satu pembantu rumah tangganya mampu memecahkan lamunan Yoongi. Ya, sedarari tadi ia melamun dan entah apa yang ia lamunkan.
Yoongi segera turun dari kamarnya dan menuju dapur, pada saat ia ingin menuruni tangga terakhirnya tanpa sengaja mata sipitnya melihat kearah namja tampan yang sedang dengan tenang memakan santapan paginya.
'Oppa, bisakah kamu memperhatikan ku sekali saja?'tanya Yoongi dalam hati.
Chanyeol yang merasa seperti diperhatikan akhirnya dia menengok kearah Yoongi.
"Hey bodoh. Apa yang kau lakukan disana? Cepat habiskan makananmu"suara Chanyeol berhasil membuat Yoongi terkaget lagi. Dan itu berhasil membuat Yoongi memalingkan pandangannya dan berjalan menuju meja makan.
"S-Se..Selamat pagi oppa"sapa Yoongi ramah walau sedikit seperti menulikan telinganya dan berlagak seperti tidak mendengar apapun.
"Eomma dan Appa akan pulang dari Jepang nanti malam jika tak ada urusan lagi, Jika nanti aku belum pulang bilang kepada mereka untuk tidak mencariku dan menghubungiku"jelas Chanyeol sembari menghabiskan makanannya.
"Ne, Oppa" Yoongi bukannya tidak bahagia Orangtuanya kembali ke Korea, tetapi Yoongi hanya ingin tetap tenang dan tidak ingin membuat Chanyeol makin tidak menyukainya.
"Aku pinjam mobilmu. Mobilku sedang dibengkel. Aku berangkat"sebenarnya Chanyeol agak gengsi untuk mengatakan ia akan meminjam mobil Yoongi, ya tapi apa boleh buat.
"Ne, hati hati dijalan oppa"
Ya, seperti biasa. Yoongi selalu berangkat sekolah dengan berjalan kaki lalu dilanjutkan dengan naik bus.
" Park Yoongi!" merasa namanya dipanggil, Yoongi segera mencari arah suara yang memanggilnya.
"Oh! Sehunieee oppaa!"teriak Yoongi dengan senang. "Yo Park Yoongi!"ucap namja tinggi bernama Sehun itu sambil memeluk Yoongi.
"Sehun Oppa, bajumu..."
"Kenapa dengan bajuku?ah.. pasti aku terlihat tampan kan dengan baju ini?"tanya Sehun sambil mencoba menggoda Yoongi.
"YAAA! Tidak seperti itu oppa! Oppa... sekolah di Korea?Oppa kapan kembali dari Jepang? Oppa kenapa tidak mengabarkanku!"pertanyaan bertubitubi dari Yoongi berhasil membuat Sehun bingung untuk menjawabnya.
"Hey, satu satu dong bertanyanya!"protes Sehun lalu menjitak kepala Yoongi.
"hehe, mianhae oppa"
"Pertama, aku kembali ke Korea kemarin malam. Aku sengaja tidak memberi tahumu dan Chanyeol hehe. Lalu aku juga kembali sekolah di Korea, tetapi aku tidak bersekolah di seoul tapi di busan hehe"jelas Sehun.
"Mwo?Oppa sekolah di bussan? Dengann siapa Oppa di sana?" tanya Yoongi lagi.
"Dengan Rap monster sekarang aku disini hanya sedang membereskan barang arangku dan lalu kupindahkan ke busan" Yoongi hanya mengangguk. "Oiya, oppa bagaimana dengan yeojachingu mu?siapa ya namanya? Aku lupa hehe"
"Yeojachingu?ah, maksudmu Mayu? Dia tidak keberatan aku pindah kesini. Lagi pula kami masih bisa bertukar email dan berskype. Namanya Watanabe Mayu, Yoongi bbabo.."jawab sehun.
"YAAAA! OPPAA! 25MENIT LAGI BEL SEKOLAHKU BERBUNYI! AKU HARUS BURU BURU! SAMPAI JUMPA LAIN WAKTU SEHUN OPPA!"dengan secepat kilat Yoongi langsung berlari menuju sekolah.
.
.
.
.
.
Setelah bel pulang Sekolah, Yoongi tidak langsung pulang menuju rumahnya. Melainkan, ia pergi ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan karena ia ingat bahwa Eomma dan Appanya akan kembali ke Korea malam ini.
"Ah..Bagaimana aku buatkan Eomma dan Appa kue? Sepertinya mereka akan senang!"dengan semangat Yoongi memasukan barang barang yang ia butuhkan. Setelah memilih dan mebayar semuanya Yoongi segera bergegas pulang dan ingin cepat cepat membuat kue untuk orangtuanya.
"Aku pulang..."ucap Yoongi sambil merapihkan sepatunya dan menaruhnya ditempatnya.
"Nona muda sudah pulang? Selamat datang nona muda.. Eh, nona habis dari supermarket lagi?"tanya salah satu pembantu rumah tangganya.
"Hehehe, iya bi. Ini, tolong taruh didapur ya? Yoongi ingin mengganti baju dulu"kata Yoongi lalu melangkah meunuju kamarnya. Setelah selesai mengganti bajunya, ia segera turun dari kamarnya dan berlari ke arah dapur.
"Bibi Jeon? Bisakah bibi mengajarkanku untuk membuat kue? Aku ingin membuatnya untuk Eomma dan Appa!"
"Nona muda ingin belajar membuat kue? Wahh, tentu saja nona. Pertama tama nona muda pakai dulu apron ini ya?"setelah memakai apron Yoongi pun belajar membuat kue. Dari mengocok telur sampai membuat adonan, Yoongi membuatnya dengan penuh semangat.
'KRIIINGGGG'
"Bibi Jeon? Tolong angkat teleponnya ya! Aku sedang sibuk" kata Yoongi dengan tangan yang masih sibuk membuat adonan. Bibi Jeon pun langsung melaksanakan perintah nona mudanya itu. Setelah masalah dengan telepon rumah itu selesai, bibi Jeon langsung kembali ke dapur dengan wajah takut.
"Siapa yang menelpon Bibi Jeon?"tanya Yoongi sambil menuangkan pewarna makanan berwarna merah keadonan kuenya.
"Nyoya dan Tuan Park, Nona muda"jawab Bibi Jeon.
"Loh?Bibi kok wajahnya seperti itu? Ada apa?" " Hmm, anu nona muda, Nyoya dan Tuan Park tidak jadi kembali ke Korea hari ini"jawab bibi Jeon dengan mencoba tenang.
"Yaah... Jadi? Kapan Eomma dan Appa pulang bi?"tanya Yoongi dengan wajah sedih.
"Katanya sekitar 2minggu lagi. Nyonya dan Tuan masih ada urusan di Nagoya"jawab bibi Jeon lagi.
"MWO? Yaah, padahal aku sudah.. AH! Tapi gapapa deh, hitung hitung aku belajar untuk membuat kue sendiri! Iya kan bi? Hehehe"jawab Yoongi. Pada awalnya Yoongi sedih karena orantuanya tidak jadi kembali keKorea malam ini, tapi karena Yoongi mencoba mengerti pekerjaan mereka Yoongi dengan cepat menerimanya.
Setelah selesai membuat kue, Yoongi mencoba kue buatannya.
"Waaah! Ini enak dan sangat manis! Coba saja kehidupanku semanis kue buatanku ini" kata Yoongi lalu tertawa sendiri karena ucapannya tadi.
"Bibi Jeon? Sekarang jam berapa ya? Chanyeol Oppa kenapa belum pulang juga?"tanya Yoongi dengan tangan yang memegang kue buatannya.
"Jam 23:57 nona muda, benar juga Nona muda tak biasanya Tuan muda Chanyeol belum pulang"
"Sudah malam ternyata.. Iya bi, Yoongi jadi khawatir dengan Chanyeol Oppa. Walaupun dia suka pulang telat tak sampai jam segini juga.." bibi Jeon hanya mengangguk lalu kembali menyelesaikan pekerjaannya.
"Bi! Aku akan mencari Chanyeol Oppa! Bibi istirahat saja ya?" kata Yoongi. "Tapi nona muda, ini sudah malam.."
"Tidak apa apa bi, aku khawatir sekali dengan Chanyeol Oppa"
"B-baik nona muda, ah iya sebaiknya nona memakai jaket! Karena diluar sana sangat dingin"kata bibi Jeon lalu mengambil jaket berwarna hitam di lemari Yoongi.
"Terima kasih bi, Yoongi pergi dulu ya? Bibi jangan lupa istirahat oke?"
"Hati-hati dijalan nona muda, bibi aku tetap berada di dapur sampai nona muda kembali" Yoongi hanya mengangguk lalu keluar dari rumah besarnya.
"Biasanya... Chanyeol oppa pergi kemana ya? Lalu aku harus jalan kekanan dulu atau ke kiri dulu ya?" tanya Yoongi pada dirinya sendiri.
"Lebih baik aku ke arah kanan dulu, dan ku coba untu mencari di deretan kafe disana!"ucap Yoongi dengan semangat. Setelah mengecek satu persatu kafe yang ada, Yoongi masih tetap melanjutkan perjalanannya untuk mencari Chanyeol.
"Apa jangan jangan Chanyeol Oppa sedang di taman kota ya? Kan besok libur, bisa saja kan Chanyeol Oppa berada disana bersama teman temannya? Ah, kucoba kesana saja!" Yoongi kembali berjalan menuju ke arah taman kota. Entah kaki kecil milknya terbuat dari apa, karena sedari tadi ia tidak terasa lelah sama sekali.
.
.
.
Setelah berjalan cukup lama, Yoongi akhirnya sampai juga di taman kota. Diluar dugaannya, ternyata malam ini taman kota masih ramai sekali. Walaupun ramai, Yoongi tetap setia untuk mencari Chanyeol.
Saat Yoongi hendak berjalan kearah arah kanan taman kota, Yoongi seperti mendengar suara Chanyeol. Dan dengan cepat Yoongi mengikuti arah suara itu.
"Berpura puralah untuk menjadi adikku Park Woozi!"
'itu suara Chanyeol oppa, ah? Siapa tadi? Woozi?' batin Yoongi
"Kenapa harus aku?"
"Karena wajahmu mirip sekali dengan wajah Yoongi"
"Hm? Benarkah? Apa yang aku dapatkan jika aku berpura pura untuk menjadi adik bohonganmu oppa?"tanya Woozi.
"Aku akan membayar lunas semua biaya rumah sakit Beakhyun-hyung. Dia Oppa mu kan?"
"Jinja?Tapi biaya rumah sakit Oppa sangat mahal!"
"Itu tidak masalah Woozi, jadi? Kau mau kan berpura pura menjadi adikku? Baekhyun tak perlu tahu masalah ini" tawar Chanyeol lagi.
"Aku sangat berterima kasih kepadamu jika kau benar benar akan membayar lunas biaya rumah sakit Oppaku. Tapi? Adikmu tadi? Siapa namanya tadi?"
"Aku akan membayar semuanya. Yoongi. Park Yoongi namanya."
"Ah iya, tapi bagaimana dengan Yoongi nanti? Apakah mereka tidak akan kaget melihat wajah mirip kita?"
"Bodoh sekali dirimu Woozi. Itu tidak akan terjadi"
"Maksudmu Oppa?"
"Aku akan membuangnya ke Jeju sampai acara itu selesai"
"Hah?Apakah itu tidak terlalu kejam Oppa? Tidak, jika kau membuangnya aku tidak akan menyetujuinya" protes Woozi.
"Lalu? Apa yang harus ku lakukan lagi? Apa harus kubunuh dia?"kata Chanyeol enteng. Yoongi yang sedari tadi mendengar percakapan mereka, hanya bisa terduduk lemas dan menahan tangisnya.
"YAA OPPAA! Jangan! Bagaiman jika dia disuruh untuk menjaga Baekhyun oppa? Aku aku Baekyun oppa kesepian"usul Woozi dan Chanyeol pun mengangguk.
"Baik kalau begitu"
"Jadi? Kapan acara itu diadakan oppa?"
"Lusa! Jadi sebaiknya kau membaca ini"
"MWOO?! LUSA? TAPI YOONG—"
"Saat ia tidur akan kubawa dia menuju rumahmu, Baekhyun hyung ada disana kan?"
"iyaa, Oppa ada dirumah. Tapi maksudku tadi, apakah Yoongi bisa tinggal dirumah kecilku? Ya walaupun kamarku berAC juga, pasti Acnya lebih dingin dikamarnya!"
"Bodoh. Tentu saja bisa. Yoongi bukan anak yang susah diatur. Ku usir dari rumah pun pasti dia akan langsung pergi"
"Haah, terserahmu oppa. Kepalaku sakit"jawab Woozi sambil memegang kepalanya.
"Hm. Yasudah, aku pulang dulu. Lusa nanti, kita bertemu lagi disini. Dan jangan telat! Pesawat yang kita tumpangi menuju New York selalu on time"setelah itu, Chanyeol melangkah mendekati mobilnya. Bukan, lebih tepatnya mobil milik Yoongi dan meninggalkan Woozi.
Yoongi hanya bisa mengelus dadanya dan menahan air matanya. Setelah Chanyeol pergi, Yoongi keluar dari tempat persembunyiannya lalu berjalan mendekatin Woozi.
"Park Woozi?"kata Yoongi pelan. Sangat pelan.
"Eh?iya saya Park Woozi, anda.." sebelum Woozi melanjutkan kalimatnya, Yoongi segera memotong pembicaraannya.
"Aku Yoongi. Park Yoongi, apakah aku bisa berbicara sebentar Woozi-ssi?"kata Yoongi dengan senyumnya. Woozi yang kaget karena tidak menyangka bahwa gadis cantik didepannya ternyata adalah Yoongi hanya bisa mengangguk untuk mengiyakannya.
"Yoongi-ssi, anda cantik sekali..."
"Ya? Maaf Woozi-ssi, apa yang anda katakan tadi?"
"Ah, tidak tidak haha.."
"Ah, baik. Woozi-ssi, kenal dengan Chanyeol oppa? Ah iya, ngomong ngomong maaf tadi aku mendengarkan pembicaraan kalian, hehe.." kata Yoongi lemas lalu tertawa hambar.
"Yoongi-ssi maafkan aku, kalau begitu aku akan membatalkan semua rencana Chanyeol oppa" jawab Woozi sedikit gelagapan/?
"Untuk apa minta maaf Woozi-ssi? Aku saja ingin berterima kasih denganmu"
"Berterima kasih untuk apa Yoongi-ssi?"
"Panggil aku Suga saja ya? Supaya kita lebih dekat. Berterima kasih karena sudah ingin menemani Chanyeol Oppa untuk ke New York hehehe"
"Maksud anda, Yoong- Suga?"
"Maksudku, terimakasih karena ada kamu Chanyeol oppa tidak pergi sendiri ke New York untuk bertemu rekan bisnis Appa"
"Harusnya aku yang berterima kasih, karena keluarga Suga-ah ingin menbayar lunas biaya rumah sakit Baekhyun Oppa"
"Oh iya, Suga-ah? Bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Hm, tentu saja boleh woozi-ah"jawab Yoongi lalu menampilkan senyum manisnya.
"Errr, Kenapa Chanyeol oppa tidak mengajakmu saja kesana?"
Yoongi tertunduk lalu terseyum tipis. Sangat tipis malah. "Chanyeol oppa... Chanyeol oppa tidak akan pernah menganggapku sebagai adiknya"
"Ke..kenapa?"pertanyaan itu meluncur dengan sendiriny dari mulut Woozi.
"Aku tidak tahu hehe" jawab Yoongi dengat tawa garingnya dan mengahpus air matanya yang tadi sempat menetes.
"Suga-ah.. maafkan aku, gara gara pertanyaan ku kamu jadi nangis seperti ini."
"Ah, tidak kok Woozi-ah tadi mataku kelilipan hehe" bohong Yoongi.
"Woozi-ah, Baekhyun oppa sakit apa memangnya?" tanya Yoongi.
"Aku juga tidak diberitahu oleh dokter, oppa sakit apa. Tetapi kata dokter, sakit yang diderita Oppa sangat parah"jawab Woozi lalu menunduk.
"Mianhae Woozi-ah.."
"Tak apa kok Suga-ah.."
"Woozi-ah, tolong jaga Chanyeol oppa ne?Aku juga akan menjaga Baekhyun oppa dengan baik!"
"Tentu Suga-ah, terima kasih sudah ingin menjaga Baekhyun oppa"
"Iya, dengan senang hati. Ah, ini nomer ponselku. Jika kamu ingin bertanya tetang Chanyeol oppa hubungi aku saja ya?"
"Baik, aku simpan ya.."
"Hmm. Woozi-ah, aku pulang dulu ya? Bibi Jeon pasti sangat khawatir karena aku belum pulang! Sampai jumpa lain waktu Woozi-ah! Hati hati dijalan saat kamu pulang nanti yaa! Dahh!"kata Yoongi lalu pergi.
' Park Yoongi sangat baik dan cantik. Tapi kenapa Chanyeol oppa begitu kejam kepadanya?' batin Woozi.
.
.
.
.
.
'GREKKK'
Mendengar suara pagar rumah keluarga Park terbuka, bibi Jeon langsung membukakan pintu utama.
"Selamat datang, Tuan Muda Chanyeol"
"Hm."
"Apakah ada makanan dirumah bi?"
"Ada tuan muda, sebentar saya hangatkan dulu"
Chanyeol melempar semua barang barangnya ke sofa di ruang keluarganya dan menyalakan televisinya.
"Maaf tuan muda, makanannya sudah siap" ucap bibi Jeon sopan. Setelah diberitahu bahwa makanannya sudah siap, Chanyeol segera bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan kearah ruang makan.
"Bi? Ini siapa yang beli kue?"
"Itu tadi Nona muda Yoongi yang membuatnya tuan muda.." Chanyeol hanya diam.
"Eomma dan Appa tidak jadi pulang?"
"Tidak tuan muda, katanya masih ada masalah yang harus diselesaikan"
"Oh. Anak aneh itu pergi kemana bi? Ini sudah pukul 01:15 dia bahkan tidak ingat rumah?"
"Anu tuan muda, tadi Nona muda pergi untuk mencari anda. Mungkin Nona muda mencari anda ke arah taman kota"
Dan seketika, pergerakannya Chanyeol terkunci.
'Apakah ia tau semuanya? Yang aku bicarakan dengan Park Woozi?' batinnya tak tenang.
" Taman Kota? Aku pergi untuk mencarinya."
.
.
.
.
.
.
.
Yoongi sebenarnya sedih dengan apa yang Chanyeol lakukan kepadanya. Tapi ia bisa apa? Ia hanya bisa menuruti semua kemauan Chanyeol.
"Oppa, bisakah kau anggap aku sebagai adikmu sekali saja?" Yoongi hanya bisa membayangkan bagaimana bahagianya bisa bersama dengan Oppanya sampai ia tidak sadar bahwa langit ikut meneteskan air matanya.
"Hujan!" ucap Yoongi lalu berlari menuju halte untuk berteduh. Saat ia sedang berteduh di halte, Yoongi melihat 2 orang kakak beradik sedang berteduh bersamanya.
"Oppa, aku kedinginan.."ucap anak perempuan itu.
"Aiko kedinginan? Ini pakai jaket oppa" jawab sang kak lalu memakaikan adiknya jaket miliknya.
"Terimakasih Oppa, sini oppa peluk Aiko supaya oppa tidak kedinginan"ucap anak perempuan itu lagi.
"Tidak kok, Oppa tidak kedinginan"jawab sang kakak bohong.
Yoongi yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan membayangkan jika itu tterjadi kepadanya dan Chanyeol.
"Adik manis? Kenapa kalian masih diluar? Inikan sudah larut malam..." tanya Yoongi.
" Tadi kami habis membeli obat untuk Oppa, lalu kehujanan deh.."
"Ohh.., ah iya, kamu pakai jaket aku saja ya? Biar tidak kedinginan?"
"Tapi nanti nuna akan kedinginan.."
"Tidak kok, kamu tenang saja.. nuna tidak akan kedinginan hehehe"
"Eonni cantik! Nama eonni siapa?"
"Iyaa! Nuna sangat cantik dan baik sekali!"
"Ahaha, terimakasih.. nama ku Park Yoongi. Nama kalian siapa?"
"Nama ku Kai, dan ini Adikku Aiko"
"Waah, nama kalian bagus yaa.."
Setelah cukup lama berada di halte dan hujan tak kunjug berhenti, Yoongi memutuskan untuk menerobos derasnya hujan. Baru beberapa langkah ia menjauhi Halte bus, ia melihat orang yang sangat ia kenal. Ya, dia Chanyeol.
.
.
.
.
.
TBC!
Gimana nih Chap 2nya? Hehehe
Maap ya masih jelek ceritanya hehe. Oiya, jangan lupa pada review ngasih saran atau komentar yaa? Jangan jadi sider okeee? Hehe
ayumKim : hehehe, iya ini aku lanjut ceritanya. Jangan lupa ngasih saran atau kritik ya eonni hehe
anoncikiciw : hehe iya eonni ini aku lanjutin ceritanya, nanti aku bikin yoongi oppanya nangis terus/?
Engga kok eon, nanti di akhir chanyeol oppanya jadi baik hehe. Jangan lupa ngasih saran atau komentar lagi ya eonni hehe
Lanjut or delete?
Reviewnya ya kakkkk
