"Kau dengar apa yang dikatakannya tadi?"
Lee Hyukjae bertanya kepada kelima namja yang lain yang masih terbengong di tempatnya. Namja bergummy smile itu mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Donghae―suaminya― saat tidak ada yang merespon apa yang dikatakannya.
"Benar-benar tidak bisa dipercaya." Lirih Yunho sambil menggelangkan kepalanya.
"Benar." Sahut Donghae pada akhirnya. "Aku masih tidak percaya Yesung Hyung adalah keturunan alien."
"Bena―APA?! TENTU SAJA TIDAK, IKAN PABBO!" seru Yesung dengan wajah marah yang merah padam.
"Kau memanggilku apa?!"
"Ikan! Apa itu masalah?!"
"STOP!" seru Ryeowook dan Hyukjae bersamaan sambil melerai suaminya masing-masing. Pasangan Jung hanya menghela nafas jengah melihat kelakuan tetangganya itu.
"Tampangnya manis dan imut, tapi kata-katanya setajam pisau daging yang dipegang Jaejoong~" Semuanya mengangguk mendengar perkataan Yunho. "Apa dia adik namja tinggi tadi? Atau istrinya?"
"Kau ini bodoh ya, Jung Yunho? Sudah jelas sekali namja tinggi tadi memanggilnya dengan sebutan 'Baby'." ucap Donghae sambil berkacak pinggang dan memukul lengan Yunho dengan koran pagi yang masih dibawanya. "Namja manis tadi pasti bayi-nya. Kalian tahu, B.A.Y.I~"
Semuanya melangkahkan kakinya meninggalkan pelataran halaman rumah nomor 28 milik pasangan Jung begitu Donghae menyelesaikan kalimatnya. Namja berwajah ikan itu menatap kelima namja yang sudah bubar itu dengan pandangan tidak mengerti.
"HEI, AKU BENAR, KAN? HYUKKIE, AKU BENAR, KAN?!"
"APA AKU MENGENALMU?!" seru Hyukjae yang sudah mencapai halaman rumahnya sendiri.
"Ck! Kalian ini mengerti Bahasa Inggris apa tidak sih?" gumam Donghae sambil mengangkat bahu lalu lebih memilih menatap pintu rumah nomor 27 yang masih tertutup itu. "Bayi yang besar."
SAPPHIRE RESIDENCE
Chapter 2: Choi Couple
Genre: Romance, Comedy, Drama
Rating: T
Main Pairing: WONKYU
Other Pair: YunJae, HaeHyuk, YeWook
Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
.
.
Hari sudah sore. Matahari sudah hampir berada di sudut terjauh di bujur barat langit. Sore hari di awal musim panas seperti ini terlihat indah dan terang. Berlembarkan langit jingga yang indah dan enak dipandang mata bagi siapapun yang melihatnya.
"Baby~ Ayolah~ Kau masih marah?"
"…."
"Mau kubuatkan pasta kesukaanmu?"
"…."
"Bagaimana kalau minum teh diluar?"
"…."
"Bermain game bersama?"
"…."
"Menonton drama bersama?"
"…."
"Uhm… Mandi bersama?"
"CHOI SIWON!"
Choi Siwon tersenyum jahil saat seruan galak itu terdengar dari namja manis yang sejak tadi pagi menolak berbicara dengannya. Namja tampan itu duduk di samping namja manis yang masih meringkuk di ranjang lalu mengusap surai ikal coklat itu lembut.
"Aku masih marah dan aku tidak mau bicara denganmu!"
"Itu tadi kau bicara~"
"Sekarang aku tidak bicara!"
"Itu bicara lagi."
"AISH!"
Siwon menahan tawa gelinya saat namja manis di sampingnya itu membalikkan badan membelakanginya dengan wajah kesalnya yang terkesan imut.
"Aku tahu kau masih belum terbiasa tinggal di lingkungan terbuka seperti ini, Sayang. Tapi bukankah ini hal baru yang patut dicoba?" ucap Siwon menarik lengan pucat itu lembut lalu menghadapkan tubuh itu untuk menghadapnya. "Kita coba dulu, oke, Choi Kyuhyun-ku yang manis?"
Cho Kyuhyun―atau sekarang menjadi Choi Kyuhyun―istri sahnya― itu hanya merengut sambil mencoba bangkit dari posisi berbaringnya. Siwon menatapnya sambil tersenyum saat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan ragu.
"Kenapa tidak di apartemen-mu saja?" tanya Kyuhyun ketus.
"Tidak cukup sinar matahari dan udara segar disana. Lihat ini, kulitmu sudah pucat karena kekurangan vitamin D." sahut Siwon sambil mengusap lembut kulit lengan Kyuhyun yang putih pucat. "Kau mau terlihat seperti vampire? Atau kau memang seorang vampire yang berencana menggigit leherku saat aku tidur? Hmm~"
"YAH! Yang ada adalah kau yang selalu menggigiti leherku saat aku tidur, Wonnie!"
"Kalau begitu aku akan menggigit lagi sekarang~"
"HUWAAAAA!"
Kyuhyun spontan turun dari ranjang king-sized itu saat Siwon berusaha merangkak ke atas tempat pembaringannya tadi. Iris coklat caramel itu melebar panik saat namja tampan di depannya mulai bergerak mendekat dengan seringaian menakutkan.
"Aku vampire yang suka menghisap darah para namja manis yang suka merajuk, Rawrrr~"
"Ini tidak lucu, Wonnie!" Seru Kyuhyun sambil beringsut ke pojok ruangan lalu merapatkan punggungnya ke dinding dan bergerak perlahan menuju pintu di sisi kiri tubuhnya. "Stop it!"
"You look delicious, Baby~"
"KYAAAAAA!"
Siwon melompat dari ranjang dan mencoba menerkam Kyuhyun di depannya, namun Kyuhyun bisa memperkirakan hal itu dan berhasil kabur dari kamar dan berlari menuju arah tangga sebelum―
Grep
Oh, tidak!
"I got you, Wifu."
Kyuhyun menatap horror lengannya yang digenggam oleh Siwon yang menyeringai menatapnya. Belum sempat ia melawan atau menghindar, tubuhnya sudah ditarik dalam pelukan tubuh kekar Siwon dan ditarik menuju tangga, lalu―
"Wohooooo~"
"Huwaaaaaa!"
Bruk!
Kyuhyun membuka matanya saat merasakan kakinya kembali menapak lantai setelah sebelumnya Siwon membawanya meluncur melalui pegangan tangga dari lantai atas ke lantai bawah. Catat, meluncur!
"Bagaimana? Asik, kan?" tanya Siwon sambil melepaskan dekapannya di tubuh namja manis di depannya yang masih terengah dan membeku karena terkejut. "Baby?"
"Ta-tadi i-tu―" ucap Kyuhyun tersendat dengan mata melebar menatap Siwon. Siwon sudah bersiap akan amukan istrinya. "AMAZING! AYO LAKUKAN LAGI, WONNIE! WOHOOOO~"
"Kau suka?" tanya Siwon sambil tersenyum lebar lalu menangkup kedua sisi wajah Kyuhyun yang masih bersorak senang.
"Tentu―"
"Sudah kubilang itu akan―"
"―SAJA TIDAK, PABBO!" seru Kyuhyun tepat di depan wajah Siwon kemudian memberinya jitakan tepat di kepala namja tampan itu. "Kau mau membuatku mati jantungan, hah?!"
Siwon mengaduh pelan sambil mengusap kepalanya yang terkena jitakan 'sayang' Kyuhyun. Namja tampan itu mengikuti Kyuhyun yang berjalan menuju dapur, masih sambil mengomel.
"Aku tidak mau tahu, pokoknya besok kita harus kembali ke apartemen!" ucap Kyuhyun sambil melangkah menuju lemari es dan mengambil satu cup besar ice cream dan sebuah sendok di samping lemari es. "Atau kembali ke rumah Appa dan Eomma saja!"
"Mwo?! Tidak kah kau ingin mencoba disini lebih lama lagi, Baby?" sahut Siwon sambil mendudukkan dirinya di mini-bar yang ada di depan dapur minimalisnya. Kyuhyun duduk di depannya sambil berusaha membuka cup ice cream di depannya namun gagal. Siwon mengambil cup itu lalu membukanya dan menyerahkannya kembali kepada Kyuhyun.
"Aku tidak suka hal baru, Wonnie. Dan sudah kukatakan berulang kali padamu kalau aku alergi sinar matahari! Aku alergi keramaian! Dan aku alergi dengan orang-orang disini." Ucap Kyuhyun sambil memakan ice cream vanilla di depannya dengan lahap. "Lihat! Bahkan aku alergi dengan dengan warna langit jingga disini. Kau tahu aku suka warna biru, kan?"
"Enam bulan saja, bagaimana?" tawar Siwon sambil sesekali menerima suapan Kyuhyun.
"Kau mau membunuhku?" sahut Kyuhyun sambil memasukkan sesendok penuh ice cream ke dalam mulut Siwon dengan kasar, membuat suaminya itu tersedak.
"Lima bulan setengah?"
"Oh ayolah, Tuan Choi~ Masa' kau hanya mengurangi 15 hari?! Kau sungguh tidak tahu cara tawar-menawar yang baik, ya?" ucap Kyuhyun sambil mengacungkan sendok ice creamnya tepat di depan wajah Siwon.
"Baiklah, bagaimana kalau 5 bulan?"
"Tidak mau!"
"Lima bulan plus asupan biscuit dan ice cream setiap hari?"
"Shireo!"
"Oke, aku turunkan menjadi 4 bulan―" Kyuhyun berhenti memakan ice creamnya lalu menatap Siwon yang nampak berpikir. "Empat bulan 30 hari, bagaimana?"
Kyuhyun hanya mendengus sambil menggelengkan kepalanya. Namja manis itu sudah akan mengira suaminya akan benar-benar menurunkan tawarannya, tapi… Sudahlah!
"Empat bulan 30 hari, ya?" ulang Siwon saat istri manisnya itu tidak menjawab.
"Itu sama saja dengan 5 bulan, Tuan Choi yang pintar sekali~" sahut Kyuhyun ogah-ogahan.
"Jadi?"
"TI-DAK MA-U!"
Siwon mendesah putus asa sambil menenggelamkan wajahnya di meja. Namja tampan itu kemudian bertopang dagu dan menatap Kyuhyun yang masih asik memakan ice creamnya. Sesekali tangannya menyeka ujung bibir atau pipi chubby di depannya yang belepotan krim vanilla.
"Padahal aku mau menghabiskan waktu berdua selama musim panas ini, Baby~ Hanya denganmu. Kita berdua."
Kyuhyun menghentikan kegiatan makannya. Namja manis itu menatap iris kelam Siwon yang bersinar sendu menatapnya. "Apa bulan madu kita yang cuma 1 minggi itu tidak cukup untukmu?"
Siwon tersenyum sambil melahap ice cream di sendok yang ada di tangan Kyuhyun. "Kau masih marah karena itu?"
"Apa aku terlihat marah?!"
"Ya~ Kau terlihat sangat marah."
"Aku tidak marah."
"Ya~ Kau marah."
"Tidak."
"Ya."
"Tidak."
"Ya."
"Tidak, Wonnie!"
"Iya, Baby."
"TID―"
Cup
Kyuhyun kehilangan kata-katanya saat ciuman itu mendarat di bibirnya. Namja manis itu hanya bisa terdiam dan membiarkan bibir lembut Siwon memanjakannya. Rasa manis vanilla terasa di sela-sela ciuman lembut mereka.
Selang beberapa detik kemudian, Siwon melepaskan ciumannya dan mengusap bibir merah di depannya dengan ibu jarinya.
"Kumohon, kita coba disini beberapa bulan saja." Ucap Siwon kalem masih mempertahankan jarak wajahnya untuk sedekat mungkin dengan Kyuhyun. "Jika kau tetap tidak nyaman, baru kita kembali ke apartemen atau ke rumah Eomma, ya?"
Siwon terkikik saat melihat rona merah di kedua pipi gemuk Kyuhyun. Namja tampan itu tahu benar bagaimana cara yang tepat untuk membujuk istri manisnya ini. Dengan kelembutan dan kesabaran.
"Ba-baiklah~" ucap Kyuhyun dengan wajah memerah entah karena apa. "T-tapi aku mau game console yang lengkap! Juga biscuit dan ice cream setiap hari!"
Siwon tertawa bahagia lalu memeluk namja manis di depannya dengan erat. Kyuhyun hanya menggeliat dan meronta sekenanya.
"Tentu saja, Sayang~"
"YEAYYYY!" seru Kyuhyun gembira. "Tapi aku masih tidak suka dengan warna langit itu, Wonnie~"
Siwon menghentikan tawanya lalu menatap keluar jendela besar di sisi pintu dapurnya. Namja tampan itu berpikir sejenak.
"Bagaimana kalau kita memejamkan mata saja?" usulnya.
"Ide bagus. Seperti tidur, begitu?" sahut Kyuhyun antusias. "Aku suka tidur."
"Bukan! Hanya memejamkan mata sampai warna jingga itu menghilang."
"Itu ide terbodoh yang pernah kudengar." ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.
"Tadi kau bilang ide yang bagus." Sahut Siwon sambil mencubit hidung mancung Kyuhyun di depannya. Membuat si pemilik hanya memekik tak suka.
"Ck! Baiklah, Ayo kita coba!"
Siwon bangkit lalu menarik Kyuhyun ke arah sofa besar di ruang tengah lalu membawa Kyuhyun duduk disana dan memeluknya.
"Sekarang kita akan menutup mata sampai warna jingga itu menghilang." Ucap Siwon sambil menyamankan posisi kepala Kyuhyun yang bersandar di bahunya. "Kau siap, Baby?"
"Siap!" ucap Kyuhyun sambil mengacungkan jempolnya.
"Oke, dalam hitungan ketiga, kita akan memejamkan mata bersama, oke?"
Kyuhyun mengangguk dan sedikit merengut saat Siwon kembali mendaratkan kecupan kilat di bibirnya.
"Satu… Dua… Tiga!"
.
―Sapphire Resident―
.
"Kau yakin kita akan mengunjungi mereka sekarang?"
"Tentu saja. Kita harus menyambut tetangga baru kita secepatnya."
Yesung menatap ragu pada Donghae yang berdiri di sampingnya. Ryeowook dan Hyukjae berdiri di samping mereka dengan beberapa barang di tangan mereka.
"Dimana pasangan Jung itu? Rumahnya hanya berjarak satu pagar pembatas dari sini astaga." Keluh Hyukjae sambil menata box-box kecil di tangannya.
"Mungkin mereka berdua masih makan malam dengan menu daging manusia andalan mereka~ Hiiiii~" ucap Donghae dengan nada bicara yang dibuat seseram mungkin disertai dengan gerakan tangan seperti menirukan gerakan hantu.
Yesung, Ryeowook dan Hyukjae hanya memutar mata mereka malas melihat tingkah konyol Donghae. Saat ini pasangan Kim dan pasangan Lee itu sudah ada di pelataran halaman rumah nomor 27. Mereka sepakat untuk mengunjungi tetangga baru mereka malam ini. Beberapa bingkisan dan keperluan bertamu sudah mereka siapkan. Dan kini mereka hanya perlu menunggu pasangan Jung yang dari tadi masih belum muncul dari dalam rumah nomor 28 yang berada persis di samping tempat mereka berdiri.
"Ahoy, semuanya~"
Sapaan itu membuat keempat namja yang sejak tadi menunggu itu menoleh ke arah halaman di samping mereka. Disana Yunho berdiri sambil melambaikan tangannya. Jaejoong muncul di belakangnya dengan membawa beberapa botol gelap yang familiar.
"Rumah kalian jauh sekali, ya? Sampai terlambat 5 menit lamanya!" ucap Yesung kepada pasangan Jung yang sudah ada di depan mereka.
"Maaf, kami ketinggalan pesawat tadi." Sahut Yunho santai lalu mengacungkan beberapa botol wine yang dibawa Jaejoong. "Ayo berpesta."
"Yunho, kita hanya akan menyambut kedatangan tetangga baru. Bukannya merayakan pergantian tahun." Ucap Hyukjae sambil menatap tiga botol wine yang dipegang pasangan Jung.
"Kau ini tidak tahu cara memanjakan tetangga baru, ya?" sahut Jaejoong dengan wajah galaknya. "Inilah cara kami menyambut teman baru."
"Kalian tidak memberi kami wine saat kami baru pindah kesini." Kali ini Donghae yang menyahut. Semua menatapnya malas.
"Itu karena kalian yang lebih dulu ada disini daripada kami!" jawab Jaejoong yang hampir saja melempar satu botol wine kepada Donghae, namun Yunho buru-buru menahan gerakan istrinya itu.
"Sudahlah, Hyungdeul. Kapan kita masuknya?"
Semuanya tersadar akan ucapan Ryeowook. Mereka akhirnya berjalan menuju pintu putih dengan label kayu pahatan bertuliskan 'CHOI'. Yesung yang berdiri paling depan segera menekan bel yang ada di samping pintu minimalis itu.
Ting tong~
Ting tong~
Pip
'Siapa disana?'
Suara intercom yang ada di sisi kiri pintu terdengar beberapa saat kemudian. Yesung berdehem sebentar, lalu menjawab. "Uhm, Annyeonghaseyo~ Kami dari―"
'Kami tidak memberi sumbangan suka rela.'
Semuanya terdiam mendengar kalimat datar bernada galak itu. Yesung menatap yang lain dengan sorot mata yang tidak bisa diartikan.
"Kami bukan meminta sumbangan. Kami ini―"
'Kalian pengemis?'
"Apa?!" seru Yesung terkejut. "Tentu saja ti―"
'Kalian penagih hutang? Oh, tunggu. Kami tidak berhutang kepada siapapun. Yang ada adalah orang-orang yang suka berhutang kepada kami.'
Semuanya sweatdrop mendengar suara yang keluar dari intercom itu. Yunho menggeser posisi Yesung yang sudah terlihat emosi.
"Selamat malam, maaf mengganggu istirahat anda." Ucap Yunho dengan lancar. "Kami ingin bertemu dengan Tuan Choi."
'Kalian orang-orang aneh itu?'
"Ya. AH! Maksudku bukan." Ucap Yunho buru-buru. "Kami penghuni rumah nomor 21, 23, dan 28. Kami ingin bertamu untuk―"
'Untuk meminta makan malam?'
"Tidak."
'Meminta―'
"Tidak, tidak meminta makan malam atau kue gratis." Sahut Yunho cepat-cepat, tahu benar apa yang akan dikatakan orang yang ada di balik pintu ini. "Hanya bertamu untuk menyapa tetangga baru dan mencoba mengakrabkan diri."
Ryeowook dan Hyukjae terlihat menahan tawanya melihat kesabaran Yunho. Sedangkan Donghae, Yesung dan Jaejoong hanya geleng-geleng kepala.
"Dia pasti si 'Baby' yang tadi pagi mengatai kita." Ucap Donghae pelan sambil menatap ngeri pintu di depannya.
'Aku tidak percaya dengan kalian. Pergilah.'
Yunho sudah akan berkata lagi, namun Hyukjae menariknya minggir sebelum namja berjuluk beruang itu berkata lagi. "Serahkan padaku."
Yunho menatap Hyukjae yang kini berdiri di depan intercom dengan pandangan skeptic. Donghae yang ada di sampingnya berbisik pelan. "Hyukkie sudah biasa menghadapi bayi seperti ini."
"Lee Donghae, dia bukan bayi. Itu hanya panggilan sayang saja." Ucap Jaejoong dengan tatapan tidak bersahabat.
"Annyeong~" ucap Hyukjae dengan nada ceria.
'Kau tidak dengar apa kataku? Pergi. Go away. Qu. Ikimasu. Gehen. Hush~ Hush!'
Semuanya kembali tergelak dan sweatdrop mendengar kalimat yang terdengar dari intercom. Jaejoong nampak sudah sangat emosi namun Yunho berhasil menenangkannya.
Hyukjae berdehem lagi lalu mulai berbicara lagi. "Begini, kami punya beberapa makanan ringan, kue manis dan ice cream disini. Kami bermaksud membaginya―"
'Kau bilang kue manis?'
"Ya~ Ada beberapa baris macaroon dan chesee cake―"
'Ice cream? Apa ada yang rasa vanilla?'
"Vanilla and Full-cream." Sahut Hyukjae cepat-cepat. Semua yang ada di belakangnya menatapnya tak percaya. "Bahkan kami membawa beberapa botol wine."
Hyukjae tersenyum puas saat mendengar bunyi 'pip' dari intercom dan suara kunci pintu yang dibuka dari dalam. Semuanya bergumam antara takjub dan aneh melihat keahlian Hyukjae menaklukkan hati si 'Baby' cerewet di balik pintu rumah nomor 27 ini.
Ceklek
"Annyeong―haseyo~"
Sapaan keenam namja yang berdiri di depan pintu itu sempat tersendat saat pintu di depan mereka terbuka. Bukan karena melihat sosok yang berdiri di depan mereka, namun namja manis yang kini berdiri di ambang pintu itu terlihat aneh dengan masker mata hitam menutupi kedua matanya.
"Uhm, maaf. Mengapa kau memakai masker mata?" tanya Ryeowook spontan mewakili semua wajah bertanya di sekelilingnya.
"Aku alergi dengan warna langit jingga disini." Sahut namja manis yang tidak lain adalah Choi Kyuhyun.
"Tapi ini sudah jam 7 malam." Kali ini Jaejoong yang menimplai dengan pandangan aneh.
"Lalu?" sahut Kyuhyun lagi sambil melipat kedua lengannya di depan dada.
"Langitnya sudah berwarna hitam. Bukan jingga."
"Benarkah?"
Semuanya sontak mengangguk karena mereka sudah kehilangan kata-katanya karena terlalu heran dengan tingkah namja manis yang kini mulai mengintip dari sudut masker matanya.
"Ah, kalian benar. Hitam adalah salah satu warna kesukaanku." Ucap Kyuhyun sedikit bersorak senang sampil melepas masker matanya. Iris coklat karamelnya yang bulat menatap enam orang namja yang masih terdiam di depannya. Mata indah itu berbinar melihat box-box kue dan beberapa botol wine yang dibawa tamu-tamunya.
"WOW, MAKANAN~ AYO MASUK, TETANGGA!"
.
―Sapphire Resident―
.
Choi Siwon baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya. Namja tampan itu mengernyit saat tidak menemukan Kyuhyun di atas ranjang. Padahal tadi istri manisnya itu masih terlelap karena terlalu lama menutup mata untuk menunggu langit jingga itu berganti warna, dan ia memindahkannya dari sofa ke kamar mereka. Tapi sekarang ranjang besar berbalut seprai satin berwarna Royal-Green itu sudah rapi dan kosong.
"Baby?"
Siwon melangkah menuju balkon kamar dan tidak menemukan siapapun disana. Namja tampan itu lebih memilih berjalan menuju lemari dan mengambil kaos V-neck tipis dan sebuah celana pendek yang nyaman. Selesai dengan mengganti baju, Siwon turun dan mendapati Kyuhyun sedang menggiring beberapa orang ke arah ruang tamu dari pintu depan.
"Ah, ada tamu rupanya." Sapa Siwon ramah sambil sedikit mempercepat langkahnya menuju ruang tamu. "Annyeonghaseyo~ Selamat datang."
Ketiga pasang suami-istri di depannya membalas salam ramah Siwon dengan balas membungkuk sopan. Siwon mempersilahkan tamu-tamunya untuk duduk sementara dirinya juga mendudukkan dirinya sambil menarik lengan Kyuhyun untuk duduk di sampingnya.
"Selamat malam, Tuan Choi." Sapa Yunho sambil meletakkan beberapa bingkisan yang dibawanya ke atas meja. "Maaf mengganggu waktu istirahat anda. Kami dari rumah 21,23, dan 28. Jung Yunho imnida dan ini istri saya, Jung Jaejoong. Di sebelah sana ada Kim Jongwoon dan istrinya Kim Ryeowook. Dan mereka adalah Lee Donghae dan istrinya Lee Hyukjae."
"Annyeonghaseyo~ Salam kenal." Ucap mereka bersamaan. Siwon berdiri dan menjabat tangan keenam namja di depannya sambil tersenyum.
"Annyeonghaseyo, Choi Siwon imnida. Dan ini Choi Kyuhyun." Ucap Siwon sambil menepuk bahu Kyuhyun yang masih terdiam menatap makanan di depannya. "Ayo, Baby. Sapa tetangga baru kita."
Kyuhyun hanya membungkuk sekilas sambil menggumamkan namanya. Pandangannya masih fokus ke arah beberapa kue dan ice cream di depannya.
"Siwon-ssi, apa Kyuhyun-ssi ini istrimu?"
"Bukan. Aku adalah tukang kebunnya." Celetuk Kyuhyun ketus untuk menjawab pertanyaan Yesung. Siwon tersenyum meminta maaf kepada Yesung dan mulai berbisik kepada Kyuhyun di sampingnya.
"Baby, sopanlah sedikit~ Mereka tetangga baru kita."
"Itu adalah sopan versiku."
"Wah, Siwon-ssi. Tukang kebunmu manis sekali~" ucap Donghae sambil tersenyum menatap Kyuhyun yang kini melotot kepadanya. Hyukjae yang duduk di sampingnya menjitak kepala suaminya gemas.
"Haha, terima kasih pujiannya, Donghae-ssi. Kyuhyun adalah istriku." Jawab Siwon sopan sambil menggenggam tangan Kyuhyun agar namja manis yang sudah bersiap untuk menyerang itu tetap bertahan di posisinya.
"Wow, kalian pasangan suami-istri juga?" kata Hyukjae takjub. "Padahal kalian masih terlihat sangat muda. Pada awalnya kami mengira kalian adalah kakak-beradik atau ayah-dan anak."
"Haha, memang banyak yang berpikiran seperti itu kok." Sahut Siwon sedikit tersipu malu.
"Bahkan beberapa orang pernah menganggap Siwonnie adalah ahjussi-ahjussi mesum yang berkencan denganku."sahut Kyuhyun sambil menyeringai menatap Siwon yang terlihat semakin salah tingkah di sampingnya.
"HAHAHAHAHA!"
Semua yang ada di ruangan itu tertawa mendengar penuturan Kyuhyun.
"Sudah berapa lama kalian menikah?" tanya Yunho.
"Tiga―"
"Tiga tahun?" sela Yesung dengan pandangan tidak percaya.
"Tiga bulan?" Jaejoong juga ikut menimpali.
"Tiga windu? Tiga decade? Tiga abad? WOW!" semuanya sudah akan menjitak kepala Donghae yang berbicara seenak jidatnya kalau saja tawa Siwon tidak menghentikan tindakan mereka.
"Sebenarnya baru tiga minggu."
"MWO?!"
Kyuhyun menutup kedua telinganya dengan jengkel mendengar suara tanya serempak di depannya. Siwon tertawa kecil di tempatnya.
"Kalian benar-benar pengantin baru~" Puji Jaejoong sambil menatap pasangan Choi dengan tatapan takjub.
"Dan kalian pasti pengantin tua."
Siwon lagi-lagi tersenyum meminta maaf mendengar ucapan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya menyeringai menatap Ryeowook yang terlihat takut-takut.
"Wah sepertinya pasangan Kim bukan lagi pasangan termuda saat ini, ya?" ucap Yunho mencoba menetralkan suasana yang tadi speechless.
"Iya sepertinya begitu. Usia pernikahan kami baru 3 bulan." Ucap Yesung menjawab pandangan bertanya Siwon.
"Usia pernikahan kami juga belum mencapai satu tahun." Kali ini pasangan Jung dan Lee juga menimpali.
Mereka larut dalam obrolan panjang yang akrab. Siwon terlihat sangat cocok dengan tetangga-tetangga barunya ini. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menghilangkan embel-embel panggilan formal mereka. Tak terasa malam sudah semakin larut dan semua makanan yang mereka bawa tadi sudah habis―walau kebanyakan Kyuhyun-lah yang memakannya.
"Siapa yang membuat kue macaroon ini?" tanya Kyuhyun saat macaroon terakhir berhasil dilahapnya.
"Aku yang membuatnya, Kyu. Rasanya enak, kan? Kau suka?" sahut Ryeowook seraya meletakkan gelas wine-nya yang sudah kosong.
"Yang warnanya jingga tidak enak." Balas Kyuhyun santai.
"Benarkah?" sahut Ryeowook dengan nada sedih. Kyuhyun mengangguk dan Siwon mencoba meminta maaf untuk yang kesekian kalinya kepada Ryeowook.
"Jangan salah paham, Wookie." Ucap Siwon sambil tersenyum lembut. "Kyuhyun bilang tidak enak karena dia tidak suka warna jingga. Bukan karena rasanya, kuemu sangat lezat."
Kyuhyun menatap horror kepada Siwon yang tersenyum menatap Ryeowook, namja manis itu mengambil gelas winenya yang sudah kosong lalu menuangkan wine baru kesana hingga hampir penuh. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun meminum semua minuman berwarna merah itu sekali tegukan sampai habis."
"Wow, Kyuhyun-ah. Kau hebat~"
Pujian Donghae mebuat Siwon yang sejak tadi mengobrol dengan Yesung, kini menatap istrinya yang terlihat kekenyangan dan tersenyum lebar kepadanya sambil memegang gelas kosong.
"Yunho Hyung, Jae Hyung, berapa kadar alcohol di wine ini?" tanya Siwon saat mulai melihat gejala aneh pada istrinya.
"Uhm… 10 persen sepertinya." Jawab Yunho dan Jaejoong mengangguk di sampingnya. "Apa kurasa sebentar lagi istrimu akan―"
"Macaroon jingga itu rasanya sama sekali tidak enak." Ucap Kyuhyun sambil menunjuk box macaroon yang sudah kosong. "Seperti kau sedang makan matahari. Blehh~ rasanya buruk. Kau pernah makan matahari, kan Wonnie?"
"Dia mabuk." Ucap Siwon sambil menggenggam kedua lengan Kyuhyun yang bergelayut manja kepadanya.
"Apa tidak apa-apa, Siwon-ah? Dia meminum segelas penuh sekaligus." Ucap Hyukjae dengan nada khawatir.
"Jangan khawatir. Ini sudah biasa untuknya." Ucap Siwon sambil sesekali menyingkirkan telapak tangan Kyuhyun yang menjamah wajahnya. "Kyuhyun sangat suka Wine dan sejenisnya."
"Matahari itu masuk ke mulutku! Apa yang harus kulakukan, Wonnie? Aku tidak suka matahari~ Hik! Hik!" gumam Kyuhyun lagi, "Lihat ini, ada alien dan beberapa spesies hewan di rumah kita~"
Siwon terkekeh pelan mendengar celotehan Kyuhyun yang masih bergelayut kepadanya. Namja tampan itu merebahkan tubuh istrinya di sofa yang didudukinya.
"Sebaiknya kami pulang, kurasa Kyuhyun perlu istirahat."
Siwon berdiri dan tersenyum meminta maaf kepada ketiga pasangan di depannya. Tetangga-tetangga barunya itu pamit beberapa saat kemudian. Siwon tidak lupa menyampaikan terima kasih atas perhatian mereka.
"Jangan sungkan untuk datang lagi, Hyungdeul." Ucap Siwon saat mengantar tamu-tamunya ke depan pintu. "Dan maaf masalah Kyuhyun dan kata-katanya yang sedikit err…"
"Jangan khawatir, Siwon-ah." ucap Yunho sambil tersenyum. "Istrimu itu manis dan lucu, kami terhibur."
"Dan dia juga bisa membuat Jaejoong kalah telak dalam masalah ke-evil-an."
"Apa katamu?!" seru Jaejoong menanggapi ucapan Donghae.
"HAHAHAHA!"
"JANGAN TERTAWA! KALIAN BERISIK!"
Seruan keras dari dalam rumah nomor 27 itu membuat tawa mereka terhenti. Siwon kembali membungkuk minta maaf kepada para teman barunya ini.
"Tapi aku terkesan kalian bisa dengan mudah dipersilahkan masuk oleh Kyuhyun." Ucap Siwon lagi, "Biasanya istriku itu sangat hobi mengusir tamu asing, kekekeke~"
Semuanya saling menatap sambil tersenyum penuh arti menanggapi perkataan Siwon. Sepertinya namja tampan di depan mereka ini tidak mengetahui bagaimana usaha keras mereka untuk bisa masuk ke dalam.
"Te-tentu saja." Sahut Hyukjae dengan tawa yang aneh, "Kami tahu tata cara bertamu yang baik dan benar, hehehe."
.
―Sapphire Resident―
.
Siwon menutup pintu di depannya lalu memutar kuncinya. Namja tampan itu tersenyum melihat Kyuhyun sudah tertidur meringkuk di sofa. Setelah membereskan piring kue dan gelas yang ada di meja, Siwon berjongkok di tepi sofa lalu mengusap pipi gemuk Kyuhyun yang sedikit memerah.
"Mataharinya ada di mulutku~"
"Mataharinya sudah tenggelam ke dalam sini." Sahut Siwon sambil mengusap perut Kyuhyun. Usapan lembut yang lama kelamaan menjadi sedikit kasar karena gemas. "Ayo bangun, mereka sudah pulang. Aku tahu kau cuma pura-pura, Baby."
"Aku mabuk~ Dan aku bersungguh-sungguh~"
"Seorang Choi Kyuhyun mabuk hanya dengan meminum satu gelas wine beralkohol 10 persen?" ucap Siwon sambil mencubit hidung mancung istrinya dengan sedikit keras.
"YAK! Appo~" pekik Kyuhyun sambil mengusap hidungnya yang sedikit memerah. Namja manis itu menatap suaminya yang masih terkikik di sampingnya. "Kugigit telingamu!"
Grek!
"Awww!" pekik Siwon saat telinganya digigit secara membabi buta oleh Kyuhyun. Yah~ walaupun tidak terlalu kuat dan tidak sakit, tapi tetap saja membuatnya terkejut.
"Haha~ Rasakan itu, Choi!"
Kyuhyun bangkit dari posisi berbaringnya lalu duduk bersila diatas sofa. Siwon yang sudah memulihkan keadaan telinganya, kini ikut bergabung dengan Kyuhyun di sampingnya. Siwon lalu sengaja melebarkan lengannya di atas sandaran sofa dan bersiul pelan. Kyuhyun memperhatikan suaminya dengan sebelah alis terangkat.
"Ada tempat hangat yang kosong~" senandung Siwon sambil sesekali bersiul tanpa sekalipun menatap Kyuhyun yang masih duduk bersila di sudut sofa. "Kosong dan hangat~"
Siwon menahan tawa saat melihat wajah Kyuhyun yang sudah sangat ingin melompat kedalam dekapannya itu. Ia tahu benar, Kyuhyun paling suka duduk dengan posisi seperti ini.
"Kau tidak akan menggigit telingaku juga, kan?"
"HAHAHAHAHA!"
Tawa Siwon meledak mendengar pertanyaan malu dan takut dari Kyuhyun. Namja tampan itu menghentikan tawanya saat Kyuhyun masih menatapnya dengan kedua matanya yang besar menunggu jawaban.
"Tentu saja tidak, Baby." ucap Siwon lembut sambil tersenyum. "Kemarilah."
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun segera melompat kesamping Siwon dan bergelung disana. Siwon tertawa sambil melingkarkan lengannya mengelilingi pinggang istrinya.
"Bagaimana? Tetangga kita asyik kan?" tanya Siwon seraya mengecup puncak kepala Kyuhyun yang menyamankan diri di atas dadanya.
"Mereka merepotkan dan banyak bicara, Wonnie." Sahut Kyuhyun dengan tatapan malas dan sedikit tertarik. Beruntung Siwon tidak bisa melihatnya karena posisinya ada di samping belakangnya.
"Benarkah? Tapi sepertinya kau nyaman dan akrab dengan Wookie, Jae Hyung dan Hyukjae Hyung."
"Kalau menjahili mereka kau anggap sebagai akrab ya tidak apa-apa."
Siwon tertawa mendengar penuturan evil itu. "Kenapa kau suka sekali menjahili orang lain, hm?"
Kyuhyun bangkit dari posisinya lalu menatap Siwon dengan mata memicing. "Kenapa?! Kau mau memuji dan membela namja yang kekurangan hormon pertumbuhan itu? Siapa namanya tadi? Riwook?"
"Ryeowook, Baby. Kim Ryeowook."
"NAH! KAU HAFAL NAMANYA, KAN?!" seru Kyuhyun keras hingga membuat Siwon hampir terlonjak di tempatnya. "KAU MENYUKAINYA, YA?!"
"Tentu saja aku menyukainya." Sahut Siwon santai. Kyuhyun melotot di tempatnya, menatap kesal wajah suaminya yang masih terkikik di tempatnya. Iris coklat caramel itu mulai berkaca-kaca.
"K-kau m-menyu-kainya?"
"Iya aku menyukainya." Ulang Siwon lalu meraih tangan Kyuhyun agar namja manis itu mendekat kearahnya. "Menyukainya sebagai teman dan tetangga. Kau cemburu?"
Kyuhyun memalingkan wajahnya yang memerah malu ke arah lain saat Siwon menatapnya dengan senyum merekah.
"Siapa yang cemburu?!"
"Kau cemburu, kan, BabyKyuKyu~"
"Tidak!"
"Wajahmu memerah."
"Memang warnanya seperti ini!"
"Aww~ Kau cemburu~"
"WONNIE!"
"HAHAHAHA!"
Siwon tertawa lagi melihat kelakuan imut istrinya. Namja tampan itu kemudian membawa Kyuhyun kedalam pelukannya. Kyuhyun hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah sempurna di dada bidang Siwon.
"Kenapa kau berpura-pura mabuk tadi?"
"Agar mereka cepat pulang." Sahut Kyuhyun sambil memainkan jarinya di atas kaos suaminya.
"Itu tidak baik, Baby." ucap Siwon seraya mengangkat dagu Kyuhyun agar menatapnya. "Mulai sekarang kita akan bergaul dengan mereka."
"Aku mengantuk dan mereka tidak pulang-pulang." Ucap Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya. Siwon tidak tahan dengan pemandangan di depannya mencuri kesempatan mengambil satu kecup singkat di bibir plum itu. "Aku kan ingin cepat-cepat tidur~"
"Kau ingin cepat-cepat tidur denganku?" ulang Siwon sedikit mengangkat alis tinggi-tinggi. "Kau yakin~"
"Tentu sa―" Kyuhyun menghentikan ucapannya saat melihat wajah nakal Siwon. "Maksudku tidur biasa. Tidur normal seperti biasa. Bukan melakukan yang lain. No other! Kau paham, Wonnie?!"
"Yyaaa~" ucap Siwon dengan nada menggoda. "Ayo!"
Kyuhyun hanya bisa menelan ludah gugup saat Siwon menggendongnya ala pengantin menuju kamar mereka di lantai dua.
"Oh, ini tidak baik."
.
TBC
…
Bagaimana? Sudah panjang kan? Bagi yang kemarin review chapter 1 terlalu pendek, chapter ini sudah panjang ^^
.
Sebenarnya FF ini mendapat suara di peringkat 3 untuk diupdate. Kekeke
Next update will be THE POWER OF HIGH POLAR then HEAVEN LOVE STORY
.
Stay tuned ;)
.
Thanks for always wait for my WonkYu FF :)
Keep spread WonKyu Love
.
WonKyu is Love
BabyWonKyu
