SATU

"Hwang Minhyun! 97!",

sorak sorai murid di kelas langsung menggema ketika bu Boa, guru yg saat itu mengajar membacakan hasil ujian matematika dari pemuda bermarga Hwang itu. pemuda Hwang itu berdiri dari bangkunya dan berjalan untuk mengambil hasil ujiannya. bukam rahasia umum lagi jika pemuda berkulit putih itu mendapatkan nilai yg tinggi di pelajaran.

minhyun menatap hasil ujiannya puas, sayangnya sorak sorai untuk pemuda itu berakhir ketika...

"kim jonghyun! 98!",

sorak sorai semakin terdengar keras. minhyun yg sempat tersenyum puas itu mendadak pundung. dia tidak masalah jika dia tidak mendapat nilai tertinggi tpi yg menjadi masalah adalah...

"kenapa harus dia?", monolog minhyun pada dirinya sendiri.

dia kembali ke bangkunya tanpa sedikit pun menatap temannya yg sedang dielu-elukan teman sekelasnya. minhyun menatap temannya itu malas. dirinya semakin pundung ketika melihat Daniel, teman sebangku Jonghyun yg terlihat bahagia. bahkan pemuda bergigi kelinci itu tidak hentinya bertepuk tangan.

"baru aja dapet nilai tinggi udah segitunya, gimana klo menang olimpiade?cih!",

keadaan kembali kondusif. bu Boa mulai menerangkan materi dan semua murid mendengarkan. sayangnya ketenangan itu tidak berlangsung lama hingga...

"SEONGWOO IN DA HOUSE!",

"ONG SEONGWOO SINI KAMU!",

Pemuda bermarga Ong itu segera menghampiri gurunya itu tanpa perasaan bersalah. dia bahkan masih sempat tersenyum.

"ADUH BU SAKIT!",

"kamu tuh ya! hobi kok telat! hobi tuh belajar, dpet nilai bagus, bukan telat! knapa kamu baru dateng?",

"gini bu! ibu tadi kan bacain hasil ulangan. daripada waktu saya terbuang percuma karna ibu bacain hasil ulangan, jdi saya datengny pas ibu mulai pelajaran",

"ngeles aja kamu ya! ini nilai kamu! ong seongwoo, 25!",

"lumayan lah bu! pasti ada yg dpet lebih rendah dari saya kan?",

"selamat karna nilai kmu yg paling rendah! duduk sana!",

seongwoo hanya tersenyum tnpa dosa. dia mulai mengedarkan pandangan hingga akhirnya tatapannya terhenti pada seseorang dipojokan ruangan.

dia, kim jaehwan! pemuda berpipi gembul yg hampir tidak memiliki teman karna status sosialnya. seragamnya yg mulai lusuh dimana kemeja putihnya yg mulai menguning itu selalu menjadi bahan gunjingan teman-temannya.

seongwoo menghampiri pemuda itu dengan tersenyum, berbeda dengan jaehwan yg menatapnya takut. bahkan kacamata bulatnya sudah melorot karna dia menunduk saking takutnya.

"hai jaehwan! gue duduk sini ya!",

jaehwan cuma bisa nunduk takut. lebih baik ucapan seongwoo di iyain daripada dia dikerjain

yosh! chap 1 sudah update

jangan lupa like,follow, sama review ya