Wai wai ^^ kemabali lagi dengan Naer ^^~~ sebelumnya wa mau bilang...
Saya adalah seorang Laki-laki hahaha... yang wa liat di sini semuanya cewek-cewek dan kayaknya gak ada yang nulis Ouran th cowok... kyknya cuma wa yah hehehe...
Di Chap ini ada adegan si Hitachiin yang rada-rada... tapi wa gak kuat nulisnya... wa lurang suka yaoi(digampar cewek-cewek)... tapi karakter si hitachiin kan mang begitu (walopun cuma pura-pura) hehehehe...
Yak udah dulu... RnR yahhhh ^^
XXX
Beranjak dari kejatuhan Haruhi ke lubang hitam, host club menyiapkan drama Cinderella mereka dengan segala fasilitas yang sangat mewah bersinar-sinar dan menyilaukan di mata Haruhi sang rakyat jelata. Kostum-kostum didatangkan dengan cepat dan hampir memenuhi ruang host club. Bagian panggung sudah diurus oleh kak Mori yang sedang menggendong Kak Honney saat ini. Kyoya sedang mencatat beberapa barang yang masuk dan barang yang keluar dengan perhitungan sang perfeksionis, Hitachin brother sedang mencoba kostum-kostum yang tidak berkaitan dengan Cinderella (kostum sailor moon). Sedangkan Tamaki-King of the host- sedang mencoba singgasana raja yang baru didatangkan dari club drama, dengan pose narsis seperti biasanya yang memancarkan charisma tingkat tinggi yang bisa membuat cewek pingsan seketika (dramatisir amat =='') .
"Prajuruit siapakah wanita yang telah mencuri hatiku ini, tanpa nama… tanpa tahu apa-apa tentang dia… hanya sebuah sepatu kaca yang terlihat tak berdosa inilah yang akan menunjukkan jalan kepadanya…" Tamaki sedang memeragakan peran pangeran dengan sangat bagus (narsis abiss).
"Haruhi, sekarang ayo belajar sama Papa!" kata Tamaki dengan ekspresi sangat puas. "Let's do some warming up hehehe" Tamaki berubah sifat jadi orang mesum parah. Haruhi merinding dengan sukses.
"Loh… kata siapa kamu yang bakalan ngajarin Haruhi" Kata Kyoya dengan santainya.
Tamaki berhenti, "Lalu siapa yang bakalan ngajarin?" lalu Tamaki merasakan sesuatu… sesuatu yang berasal dari lantai bawah host club.
Suara mesin tingkat tinggi terdengar… suara hentakan… suara listrik 10.000 volt… suara mesin pembangkit listrik… suara… (ya ampun siapa sih yang peduli), host club bergemuruh. Dari lantai terbentuk lingkaran yang membuka dan keluarlah…
"RENGE!" Tamaki dan Haruhi menjerit, Hitachin brother terguling, Honney makan cake.
Honney makan cake… ya udah lah LEWAT!
Sambil berputar-putar mengikuti podium yang semakin meninggi Renge tertawa ala ratu-ratu pemeran antagonis dengan tangan kanan membentuk lambang 'metal' yang didekatkan ke mulutnya.
"…. Ohok" Renge keselek.
Host club tiba-tiba berada pada kesenyapan yang dalam.
"Uhum! Terima kasih untuk Kak Kyoya yang mempercayakan drama Cinderella ini padaku" Renge memulai pidatonya.
TRING! Pandangan dengan mata mengancam ditujukan pada Kyoya yang bersikap wajar.
"Aku berubah pikiran, daripada membawa pengajar drama professional dan memakai pengeluaran club, lebih baik mengandalkan kekuatan seorang lady yang sangat berpengalaman dalam bidang ini" Kata Kyoya dengan senyum komersilnya. Namun anggota host club mengartikan kata "seorang lady yang mengerti dibidang ini" sebagai "seorang otaku yang terobsesi dengan hal-hal romantis yang penuh intrik".
"Hohohoho… itu benar, dengan mengunakan jasaku yang cuma-cuma ini, kalian akan mendapatkan hasil yang sangat besar, percayalah padaku" kata Renge yang masih berdiri di podium itu (mau sampai kapan berdiri di situ?).
"Sulit… sulit untuk mempercayainya…" suara dalam hati terdengar dengan jelas diantara para anggota host club.
"Hohohoho… baiklah… HUP!" Renge melompat dari podium itu dengan salto dan mendarat dengan mulus di lantai sambil bergaya ala pendekar, "mari kita mulai" dengan perlahan tapi pasti, Renge mengeluarkan cambuk yang datang entah dari mana. "Have fun" Renge mengeluarkan jurus "hair medusa"-nya yang menakutkan.
"TIDAKKKKKKKKKK"
"CTAR! CTAR!" suara petir menggelegar terdengar dari jendela di siang bolong itu…
***
"Ayah hati-hati dijalan" Kata seorang anak perempuan berambut hitam yang memakai gaun sederhana.
"Iya" dan orang yang dipanggilnya ayah itu tersenym, lalu berkata, "Kau manis sekali hari ini"
"Hati-hati dijalan sayang" Kata seorang wanita yang memakai gaun berenda-renda berwarna hitam.
"Iya papa… hati-hati dijalan" Kata anak kembar yang terlihat sangat manja. ]
"Oh Kaoru… papa akan pergi… aku akan kesepian…"
"Hikaru… jangan khawatir setiap malam aku akan menemanimu agar tak ada yang akan membuatmu kesepian" Kaoru menarik dagu Hikaru sampai keduanya hanya berjarak 3 cm.
"Kaoru… jangan ah malu sama papa"
"Oh kau malu karena bersaudara dengan ku Hika?"
"Ti tidak… bukan begitu… aku sangat senang…"
"Kaoru…"
"Hikaru…"
Lalu mereka berpelukan sambil menangis dengan air mata yang dipancing dengan obat tetes mata.
Hawa-hawa aneh berterbangan diatas sang gadis yang gak konsen meliaht tingkah kedua kakak kembar tirinya itu. Dan kembali ke ekspresi sedihnya karena akan ditinggal sang ayah.
"Cindy, ayah akan pulang cepat… jangan khawatir" lalu sang ayah mengecup kening anaknya itu dengan hangat.
"CUT! Kak Mori curang!" Tamaki protes sambil menangis. "Oh anak perempuanku yang malang… ciuman hangat telah didaratkan ke dahinya yang tak bersalah itu dengan penuh nafsu oleh kak Mori…" Tamaki menangis dengan back sound sangat putus asa.
"Huuu…. Raja bodoh" kata Hitachin brother yang masih peluk-pelukan ria.
"Pe…penuh nafsu" Haruhi tak kuat mendengar kata-kata konyol yang keluar dari seniornya yang berambut pirang itu.
"Oh bagaimana ini… aku ayah yang tak berguna… tak bisa melindungi anak perempuannya yang berhar… ADUH!" lalu sang ibu tiri aka Renge menendang Tamaki yang sebelumnya salto di ketinggian 3 meter (waw splendid!).
"Pangeran… kami sedang berlatih… dengan sangat keras… kalau kau terus mengganggu… aku akan terus mengulang scene dimana sang ayah mencium kening anaknya itu sampai kau tak mengganggu lagi… mengerti pangeran hohohohoho" kata Renge yang langsung berputar ala balet dan mulai berlatih lagi.
Tamaki membatu (apa mungkin kena jurus medusa-nya Renge yah).
"Apa kau sangat cemas Cind?" Tanya kak Mori aka ayahnya. (Tumben Kak Mori banyak nomong ^^)
"Ti…tidak hanya saja… hanya saja… aku akan kesepian… jadi tetaplah sehat… ayah" kata Haruhi dengan wajah memerah dan setitik air mata yang akan tumpah dan menjadi aliran emosi yang deras itu (Ahhhh…. Lebay amat sih ni deskripsi).
"Cuteeeee….." host club dalam buaian acting Haruhi yang sangat natural itu, jarang-jarang Haruhi mau kerja sama kayak gini.
"Wah ternyata dengan bujukan hadian sushi Ootoro itu ampuh juga buat Haruhi" kata Kyoya yang tiba-tiba datang dari belakang. "Hm... menarik..."
***
Saat istirahat…
"Aktingmu bagus Haruhi" kata Kyoya yang menghampiri Haruhi dengan membawa catatan pengeluaran club.
"Ah makasih Kak" kata Haruhi yang lagi minum dari botol air mineral bekalnya dari rumah. "Hah!! air ini enak sekali!" katanya lagi dengan gaya om-om abis minum sake.
"Ah bukan apa-apa… atapi biaya yang digunakan untuk membuat drama ini sangat besar sampai membuat pusing, jadi aku berharap ku mau bersungguh-sungguh, aku juga ingin sekali melihat wajah-wajah senang dari anggota host club dan para pengunjung tetap kita, jadi kita harus memuaskan keinginan mereka, karena konsumen adalah raja. Jadi, sekali lagi aku katakakan tolong lakukan yang terbaik" kata Kyoya sambil memasang senyum komersilnya yang sangat menakutkan.
Dan Haruhi mentranslate kalimat panjang Kyoya menjadi: "KALAU GAGAL KUBUHUH KAU!"
"He is trully devil, rich man bastard!" batin Haruhi yang berkemelut.
"Lalu satu lagi… jika kau gagal… kupastikan kau tidak akan bisa ... makan susi Ootoro lagi" kata Kyoya.
"Hahahaha… masa sih sampai begitu" kata Haruhi yang tertawa cemas.
"Oh iya aku lupa… maksudku untuk selamanya" Kyoya mengeluarkan kata-kata mautnya dengan sukses.
"Ah… tidak bisa makan sushi otoroo.. untuk s-e-l-a-m-a-n-y-a" arwah Haruhi keluar perlahan.
Hyuuu~~~ capter ini berakhir dengan arwah yang melayang ^^
Tu Bi Kontinu~~
Wai wai sudah di penghujung acara wkwkwkw....
Saatnya membalas Repiuw...
Yuusaki Kuchiki : Tengkyu tengkyu ^^... kurang panjang yah hehehe... saya akan berusaha biar rada panjangan, Nekozawa yah kapan yah dia muncul... hmmm kayaknya beberapa chapter lagi wkwkwk... masih ga jelas (dilempar galon ama Kuchiki).
Eltrish: Wkwkwkwk... mang niatnya bikin kocak-kocakan n luthu-luthuan n lebay-lebayan... sebenarnya wa dah bikin ampe chapter 3 loh hehehe.. tapi natar aja ngeluarinnya biar penasaran wkwkwkw( dilempar kompor yang masih nyala) wkwkwkwk... kyknya apdetnya bakal cepet soalnya wa lagi nulis chapter 4 nya hehehe...
