Aloo semua thanks berat atas review-nya. Kalau mau tahu cerita tentang sasuke balik ke Konoha, kalian bisa baca di cerita aku (gw disuruh pake bahasa baku ama si raichan-wiibb) Welcome home Sasuke, Naru and Hina have a date yang chapter satu. Thanks para pereview seperti: zakuro no hikari (masalah happy ending apa nggak gw coba deh ya), Sora Aburame (ampyun bang gw kagak salah ape2, bener gak? Jangan pake silet nyiksa bener), hoshi.na-chan (yak bener terserah gw), Nasuma Takashi (Marah bener kayaknye loe yak?), shock (Hiks-hiks iya tekanan batin tuh Naru), apple ocha (ampun dah, masa pantat ayam dibawa-bawa), and raichan-wiibb (gw usahain pake bahasa baku deh, tapi gak janji). Oke pembukaan cukup disini aje, and yang pasti gw tunggu lagi review kalian semua. Selamat membaca ya...
Disclaimer: Suer banget Naruto bukan gw yang bikin. Cerita ini baru punya gw.
(Oh iya ini cerita lanjutannya sebelumnya masih kayak flashback dan sekrang keadaan sebenarnya)
Heart burn
Berlari terus tanpa henti... 'Gw harus berlari dari kenyataan ini. Gila sakit banget hati gw. Gak nyangka ternyata apa yang telah gw lakukan, apa yang telah gw korbankan, kayaknya cuma sia-sia belaka. Kami Engkau tidak adil buat gw. Gw dah disiksa ama si setan yang ada di perut gw, gw dah dibenci ama penduduk Konoha tetapi apa yang aku terima. Sama aja gw seperti gak ada harganya'. Naruto terus berlari dan berusaha menahan tangisnya. 'DOSA APA GW'
Keaadaan sekarang
Dia berlari dan akhirnya berhenti, terjatuh dan terguling-guling di tanah. Dia bangun dari jatuhnya dan duduk sambil memeluk kedua kakinya dan dia mulai berteriak "HOAAHHHHH, SEMUANYA PENGHIANAT, GW GAK NGERTI MENGAPA SEMUA TAK MEMAHAMI GW. PENDUDUK KONOHA DAN TSUNADE-NO-BACHAN TAHU AKAN HARAPAN GW. TAPI MENGAPA?". Dia merasakan cakra merah keluar dari tubuhnya. Kemudian dia memukul-mukul tanah. Dia berdiri, cakra merah ditubuhnya sudah semakin besar dan merubuhkan pohon-pohon yang ada disekitar dia.
Dia berteriak-teriak dan mulai merasakan tubuhnya tidak bisa dikontrol. 'Kyubii kalau eloe mau ambil alih tubuh gw, silakan aja. Gw serahkan raga ini buat eloe. Gak ada yang mau peduli akan gw. Buat apa gw hidup?'
Si setan kyubii bilang 'Oi Naruto, eloe bener dah gak nyayangin badan loe?'
'UDAH BANGSAT ambil aja tubuh gw'. Kemudian Naruto merasakan kulit-kulit dia terbakar dan darah mulai keluar dari kulit itu dan menguap karena saking panas tubuh Naruto pada saat itu. Pada saat itu, Naruto telah mengeluarkan tiga ekor dan sekarang mencoba mengeluarkan ekor yang keempat. Naruto sudah memasrahkan diri. Dia sudah betul-betul tidak dapat menguasai dirinya.
Kulit yang terbakar sudah tidak dapat dirasakan lagi, yang dirasakan cuma kebencian yang benar-benar tidak dapat di padamkan.
Tiba-tiba terdengar suara perempuan "Jyu-ken". Tubuh Naruto yang sedang dalam perubahan menjadi monster mendadak tidak mempunyai kekuatan untuk berubah. "Cukup Naruto-kun, sudah cukup. Aku nggak mau melihat kamu tersiksa lagi" perempuan itu berkata. Kemudian perempuan itu berlari ke arah Naruto dan memeluk Naruto dari belakang. Tangannya begitu erat banget memeluk Naruto. Mencoba untuk memberi kedamaian ke Naruto. Perempuan itu menangis, seolah-olah dia mengetahui perasaan Naruto pada saat itu.
Melihat kenyataan yang berbalik, Kyubi berkomunikasi lagi dengan Naruto 'Eh budak sia, kenapa eloe sadar lagi. Brengsek, bentar lagi gw sempurna, dan eloe bisa ngerasain kekuatan gw seratus persen. Lu mau bales dendam ke penduduk Konoha kan?'
Naruto hanya diam dan hanya merasakan kenyamanan yang tenteram sekali. Kulit tangannya yang halus menyentuh tangan Naruto yang masih dalam perlindungan cakra si kyubi. Dalam beberapa menit cakra kyubi mulai meredam.
Kyubi 'Eh budak, katanya loe dah pasrah ama gw. Kenapa loe redam gw lagi. Wah lu gak memenuhi janji. Mana nindo loe yang lu ucapin dulu.' kemudian si suara kyubi yang terdengar di pikiran Naruto menghilang. Naruto dan perempuan itu masih dalam posisi berpelukan satu arah (red: maksudnya badan Naruto membelakangi badan si cewek).
'Apaan nih? Busyet nyaman banget gw. Hati gw adem banget seadem hawa di pegunungan waktu pagi hari'. Naruto berpaling ke arah perempuan itu. Belum sempat melihat wajah perempuan itu, Naruto pingsan karena sudah kehabisan tenaga. Perempuan itu kemudian memapah Naruto dan membawanya ke rumah sakit Konoha.
"Suster cepat bantu saya" Perempuan itu berteriak sambila mencari suster jaga. Seorang suster dan seorang ninja jounin berlari ke arah perempuan itu dan bertanya "Ada apa dengan Naruto? Kenapa dia bisa begini?" Perempuan itu hanya diam. "Cepat tolong aja dulu, saya dah gak kuat"
Keadaannya memang buruk. Naruto mengalami tubuh yang terbakar hampir sekujur tubuhnya. Perempuan itu mengalami luka bakar di telapak tangan dan kedua tangannya. Kedua orang tersebut cepat membantu dia. Tiba-tiba perempuan itu pingsan.
Dua hari kemudian
'Huh, dimana gw?' Naruto membuka kedua matanya. Dia hanya melihat warna dinding yang putih dan melihat baju yang dia pakai berwarna putih juga. 'Apakah gw dah ada di surga? Apakah gw dah mati sekarang?' pertanyaan yang selalu berputar-putar dipikiran Naruto. Pintu ruangan tersebut terbuka. Tsunade datatang untuk mengecek keadaan Naruto. "Tsunade no-bachan apakah aku sudah mati? Apakah Tsunade no-bachan juga sudah mati?" tanya Naruto dengan pelan sekali. "Baka, kamu masih hidup Naruto, dan juga aku masih hidup." Tsunade menimpali. 'Ternyata gw masih hidup' Naruto kembali menutup kedua matanya. Dia masih merasakan sangat lemah.
Satu jam kemudian, dia bangun lagi. Dia membuka matanya dan melihat para teman-temannya datang berkunjung. Shikamaru, Chouji, Neji dan Shino yang ada di ruangan tersebut.
Shikamaru:Oi Naruto, dah bangun loe?
Neji:Gimana dah agak mendingan Naruto?
Chouji:Untung loe selamet Naruto.
Naruto:Oh, guys kenapa kalian semua ada di sini?
Shino:Loe tuh katanya dapet serangan. Kami juga gak tau siapa yang nyerang. Itu juga cuman kabar burung aja. Kita-kita ke sini mau nengoking eloe yang dah pingsan 2 hari.
Naruto:Serangan, pingsan? Apa maksudnya?
Neji:Ya udah Naruto, loe istirahat aja dulu.
Naruto mencoba mengingat-ingat kejadian sebelumnya. 'Gw lari ke arah hutan karena gw kecewa tentang hasil pengumuman Hokage. Saking marahnya kyubi mencoba keluar dan mengambil alih tubuh gw, dan...'
Naruto:Dimana perempuan itu?
Shikamaru:Perempuan yang mana?
Naruto:Perempuan yang menolong gw kemarin. Gw yakin dia juga terluka gara-gara gw. Gw yakin dia juga kena cakra itu.
Shino:Naruto kamu cuman mimpi kalee... Mimpi basah yang jadi mimpi buruk buat loe.
Naruto:Sialan loe.
Naruto memang masih kesal ama pengumuman itu. Dia coba untuk meredam kemarahannya. Dia masih merasa takut akan kejadian yang sangat mengerikan dua hari yang lalu. Dia tidak mau melukai teman-temannya. Dia mencoba merahasiakan kejadian dua hari yang lalu dan masih bertanya-tanya siapa sebenarnya perempuan itu.
Satu Hari Berikutnya
Naruto berubah seratus persen dari yang dulu periang, jail dan suka CarMuk (Cari muka) di depan orang berubah menjadi pendiam dan bersikap dingin terhadap semua orangkecuali pada satu orang yaitu Sakura. Dia berusaha untuk mendapatkan harapan yang lain, setelah harapan yang satu telah pupus. Harapan Naruto yaitu 1. Menjadi Hokage; 2. Mendapatkan hati Sakura.
Memang selama di rumah sakit, Sakura selalu datang untuk menjenguk. Naruto berpikir itu merupakan nilai tambah untuk mendapatkan Sakura. Tetapi pikiran Naruto berbeda dengan apa yang ada di pikiran Sakura. Sakura melakukan itu semua karena memang kewajibannya sebagai seorang suster. Dia juga mendapatkan perintah dari Tsunade untuk menjaga Naruto.
Di apartemen Naruto, Naruto sedang mandi dan mau pergi ke Ichiraku Ramen. Pagi itu masih pukul 06.30. setelah mandi. Dia bilang 'waduh ada yang lupa neh, gw kebablasan tidur ampe lupa sholat subuh. Bodo ah nanti aja gw bayar di sholat zuhur.' Terus dengan langkah semangat dia keluar apartement dan mengunci pintu. Dia meloncati pagar batas tangga dan meloncati atap-atap rumah untuk bisa cepat sampai di Ichiraku ramen. Ketika sampai dekat Rumah Sakit Konoha dia teringat 'Oh ya, gw ajak Sakura ah. Mungkin dia dah sampe di RS (red: RS Rumah Sakit).' Dia melangkah masuk ke RS. Dia melihat seorang kunoichi berambut pink sedang duduk-duduk santai di ruang tunggu. Naruto mendekatinya "Sakura-chan, sedang ngapain neh pagi-pagi." Sebenarnya Sakura lagi males banget ketemu Naruto, tapi dia tahu Naruto lagi dalam tahap penyembuhansakitnya "Ohayou Naruto. Aku lagi nyantai neh". "Dah makan pagi belom? Kalau belum aku traktir mau nggak?" Naruto bertanya. Sakura berpikir 'kebenaran juga tadi gw berangkat belum makan dan hari ini gw kehabisan duit. Boleh lah ditraktir ama Naruto. Cuma hari ini aja'. "Mmm Boleh juga tuh. Mau makan apa kita?" tanya Sakura. "Seperti biasa Sakura-chan, Ramen" Naruto bilang. "Buat kamu biasa Naruto, ya udah deh ayo kita berangkat. Tapi tunggu dulu ya Naruto, kita makan pagi bukan nge-date ya" Sakura bilang Naruto lemes nggak bersemangat, tapi tetap ngajak keluar Sakura.
Sampai di Ichiraku Ramen, Naruto memesan satu untuk Sakura dan jatah Naruto seperti biasanya ke Ayame. Sambil makan mereka saling ngobrol. Sampai suatu ketika Sakura cerita masalah dia tunangan dengan Sasuke. Naruto seperti kesambar petir.
Naruto:Sakura-chan yang bener kamu tunangan dengan Sasuke?
Sakura:Iya bener, tahu nggak. Dia dateng ke rumah abis malem pelantikan dia menjadi rokudaime. Terus ngobrol ama ayah dan ibuku. Waduh aku kaget bener.
Naruto:Selamet yee, GW (red: Naruto feeling to sick, so he change aku to be gw) seneng banget (Naruto mencoba untuk menyembunyikan kesedihan dia)
Sakura:Thank you Naruto. Oh iya hampir lupa, besok dateng ya di acara makan-makannya. Jam tujuh inget ya. Oh ya Naruto dah mau setengah lapan, bentar lagi aku jaga. See you soon Naruto.
Naruto:See you juga
Naruto dah nggak mau makan lagi. Dia merasa perutnya mual dan ingin muntah. Ayame menawarkan untuk tambahan ramennya yang ketiga. Naruto menolak dan membayar uang 2 lembar uang sepuluh ribuan. Kemudian kembali lagi dia berlari. Tapi kali ini dia tidak berlari ke hutan. Dia berlari dan melncati atap-atap rumah menuju apartemennya. Dia masuk lewat jendela kamar yang terbuka. Kemudian terdengarlah teriakan "Dasar anak setan, keluar lu dari kamar gw. Gak tau gw lagi kerja apa" seorang bapak teriak kepada Naruto. "Maaf pak saya salah jendela, sekali lagi maaf" Naruto pun keluar lewat jendela yang tadi dengan kepala benjol-benjol. Naruto masuk ke jendela kamarnya dan menutup jendela itu.
'Aduh sial banget gw hari ini. Dah tadi gw denger berita gledek itu terus gw salah masuk ruangan dan digebukin lagi pake gagang sapu ijuk. AMPUN KAMI, SEBENARNYA GW SALAH APA?' Naruto merenungi nasibnya. Dia kembali menangis. Menangis dengan hati yang terasa seperti teriris-iris. Teriris-iris oleh pedang yang tumpul, yang terus menyiksa hatinya.
To be continued
tunggu terusannya (Brokenheart 3) Nanti bentar lagi Hinata muncul...
