"Setiap kita melangkah, pastilah ada bayangan. Setiap waktu melangkah maju, pastilah bayangan masih mengikuti. Bayangan masa lalu. Bayangan itu terus mengikuti kita seakan terus-menerus mengejar kita tanpa letih. Namun, kata 'seakan' itu akan jadi kenyataan di abad ini, waktu ini..."
Redemption
[By: Natsume Rokunami]
Rated: M
Tragedy / Horror / Romance
{Uchiha Sasuke x Tenten}
.
A/N: Natsu minta sumbangan ide untuk FanFic Redemption ini. Tapi harus dengan tema tentang Redemption (penebusan). Kalian mau Tenten dengan chara apa? Natsu buatkan. Tapi harus dengan syarat yang tadi Natsu katakan dan dengan chara cowok yang jarang dipasangkan dengan Tenten.
Kalau menurut Natsu, mendingan sama cowok-cowok ini aja:
Sabaku no Gaara
Akasuna no Sasori
Yahiko
Uzumaki Nagato
Kan kayaknya mantap tuh kalau Tenten dengan cowok-cowok ganteng. :3 Kebanyakan rambut merah, ya... SasoNaGaa itu kan chara cowok keren.
Tapi Natsu tidak menerima Neji atau Lee disini. Maaf ya... :)
Chapter ini dipublish sekaligus dengan chapter pertama karena setelah selesai membuat chapter pertama, Natsu langsung membuat chapter kedua.
.
Uchiha Sasuke: 120+ years old (hanya untuk sementara, usianya sekarang adalah 24 tahun)
Nohara Tenten: 21 years old
.
Disclaimer: Kishimoto Masashi (Naruto Shippuden)
.
My second fict SasuTen. :D Don't like? Just don't read it. Simple, right? I need your structure, not a uncouth flame. Tolerating me about my grammar and syhntax, because I'm was a Newbie. :)
.
Warning: Full of Warning (yang paling utama, gore!)
.
Happy Reading! ^^
.
Chapter Yesterday:
"Ini dimana?" gumamnya, gundah. Ia sama sekali tidak ingat bagaimana caranya ia bisa berada di tempat entah dimana ini. Yang hanya ia ingat adalah setelah mandi, ia menikmati beberapa potong dan cup kue yang ia beli, kemudian ia bergelung dalam selimut dan setelah itu ia tertidur. Ia sama sekali tidak ingat... atau lebih tepatnya, tidak tahu, kapan ia bisa sampai di tempat aneh seperti ini.
"Tenten..."
Tenten tersentak mendengar suara bariton yang terdengar seksi. Dari suaranya, yang menyebut namanya tadi pastilah laki-laki. Tapi ia tak tahu dimana orangnya karena asal suaranya berada di sisi tempat yang gelap, tak diterangi oleh lampu.
"Selamat datang kembali, sayangku."
.
II. Bloody Picture of The Past Tragedy
Paris, in stalker's house
Apa? Selamat datang kembali?, Tenten mengernyit bingung.
"S-Siapa kau!? Mau apa kau!?" Tenten berseru ke sekeliling ruangan agar suaranya terdengar oleh lawan bicaranya yang entah berada di sebelah mana dalam kegelapan itu.
"Aku tahu kau sudah lupa akan suaraku."
"Memangnya kau ini siapa!? Tunjukkan dirimu!"
"Tetapi kau masih tetap pemberani seperti dulu."
"AKU BILANG, TUNJUKKAN DIRIMU!" Tenten mulai terbakar emosi.
Tenten menoleh ke depannya, mendengar suara yang seperti seseorang sedang melangkah mendekatinya. Ia menajamkan pandangannya kepada seorang lelaki yang perlahan keluar dari kegelapan itu, mendekatinya.
"Aku tak mengenalmu." Tenten mengerutkan kening.
Lelaki berambut emo raven dengan mata onyx itu tetap dengan wajah tanpa ekspresi. Ia berkata, "Kau akan mengenaliku."
"Tidak, aku tak tahu kau siapa."
"Kau akan mengenaliku."
"Aku belum pernah mengenalmu sebelumnya."
Lelaki itu diam dengan pandangan datar. Lelaki itu telah berdiri tegap di depannya dan menundukkan kepalanya, memandangi Tenten yang sedang mendongakkan wajahnya untuk membalas pandangannya.
Tenten mencoba menggali ingatannya kembali, namun nihil. Ia memang belum pernah bertemu dengan lelaki yang ia tak tahu namanya itu. Bahkan ia baru pertama kali melihatnya.
"Siapa kau?" tanyanya sambil mengerutkan dahi. Ia memang benar-benar tak ingat –lebih tepatnya, tak tahu- siapa orang itu.
Tetapi lelaki itu tidak menjawab. Ia malah menyentuhkan tangannya ke dagu Tenten, mengelus pipinya menggunakan ibu jarinya sambil tersenyum kecil.
"Sudah lama aku tidak merasakan kelembutan pipimu."
Kerutan di dahi Tenten semakin bertambah. Apa yang dia maksud?
"Kau tetap manis seperti dulu."
Seperti dulu, katanya?, Tenten semakin bingung. "Apa maksudmu?"
"Beruntung karena kita berdua mendapatkan kesempatan dari Tuhan dan kita dapat bertemu kembali."
"Apa maksudmu? Aku tak mengerti apa yang kau katakan. Siapa namamu?"
"Uchiha Sasuke."
Bahkan ia baru pertama kali mendengar nama lelaki itu.
Eh?
Uchiha Sasuke?
Tenten terbelalak sebentar, kemudian kembali mengerutkan keningnya. Ia semakin bertambah bingung dan haus akan rasa penasaran.
"Uchiha Sasuke? Apa kau mempermainkanku?"
Sasuke menggeleng.
"Benarkah?"
Sasuke mengangguk.
"Kau pasti bercanda." Tenten mengalihkan wajahnya dari Sasuke sambil tertawa tak percaya. "Mana mungkin kau seorang bangsawan perancis zaman dulu."
"Dulu aku memang seorang bangsawan."
Tenten mengedutkan bibir sambil mengerutkan kening, kaget bercampur heran. Ia kembali memandang Sasuke.
"Tapi itu dulu." Tambahnya.
Tenten menahan tawanya yang hampir lolos keluar. Orang ini pasti sedang bergurau.
Tenten sama sekali tidak bisa mempercayai pengakuan Sasuke. Uchiha Sasuke? Dia? Si bangsawan kejam zaman sebelum masuk masa rennaissance? Fakta dalam sejarah yang ia pelajari di waktu masa sekolah adalah Uchiha Sasuke sudah tewas dulu sekali. Uchiha Sasuke dihukum mati memakai pisau guilottine yang dipakai untuk memenggal kepala Marie Antoinette dan Louis XVI. Oh, astaga, menggelikan!
"Monsieur?" Tenten tersenyum geli. "Uchiha Sasuke? Dia sudah meninggal sejak dulu sekali!"
Tenten terkikik geli. Ia ingin sekali tertawa terbahak-bahak mendengar bahwa ada Uchiha Sasuke sedang berada di hadapannya? Setelah ini ia akan menceritakan pengalaman bertemu 'Uchiha Sasuke' kepada Rin.
Astaga, ada saja orang kurang kerjaan yang mengaku-ngaku seorang Uchiha!, batinnya sambil menahan golakan tawanya.
"Kau boleh tertawa sekarang." Sasuke menarik perlahan salah satu ujung bibirnya, membentuk seringaian. "Karena yang akan tertawa adalah aku."
Melihat seringaian dan mendengar ucapan Sasuke, Tenten terdiam.
"Nohara? Hah, nama murahan yang kau dapat darimana itu? Dari saudara palsumu yang bernama Nohara Rin?" Sasuke tertawa sinis.
"Apa kau bilang?" Tenten tersinggung. Nama dan saudaranya sedang dilecehkan orang tak jelas di depannya! Beraninya dia!
"Akan ada baiknya namamu adalah Uchiha Tenten. Sebuah fortuna karena kau memakai nama aslimu, Tenten."
Dahi Tenten berkedut, memperlihatkan urat merahnya. "Apa katamu? Lalu, orang sinting mana yang di malam hari seperti ini membawa seorang gadis ke sarang gelapnya dan mengaku-ngaku sebagai orang yang sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu!? Gila kah kau?"
"Ternyata kau ingat dengan nama aslimu dulu."
"Nama 'Tenten' itu diambil dari nama seorang putri bangsawan perancis dulu! Ayah ibuku menamaiku dengan Putri Tenten karena mereka berharap aku dapat seelok dan seberani dia setelah besar!" Tenten ingin sekali meninju orang kurang ajar yang masih memberikan seringai kecil di depannya.
"Lalu, apakah kau pernah melihat seperti apa Tenten Jean Marionetta?"
"Kalau itu aku tak tahu! Soalnya lukisan-lukisan, puri megahnya, dan potret-potretnya sudah hancur sewaktu Putri Tenten tewas diracun oleh seorang juru masak yang tak waras!"
"Apa?" Sasuke memberinya pandangan tajam, kedua ujung alisnya menurun dengan tajam. Tenten tertegun. "Diracun oleh seorang juru masak?"
Tenten dengan takut-takut, mengangguk. Tiba-tiba lelaki di depannya menjadi seram.
"Tenten sama sekali TIDAK PERNAH diracuni oleh juru masak di purinya dan itu BUKANLAH fakta yang sebenarnya!" Sasuke menekankan nadanya di kata 'tidak pernah' dan 'bukanlah'.
"Mana kutahu! Tanya saja sana sama ahli sejarah!" Tenten merasa sedang disalahkan oleh Sasuke. Ia tidak terima. Kenapa malah dirinya yang disalah-salahkan?
"Aku berani bersumpah bahwa ahli sejarah dan pemerintah perancis itu menutup-nutupi fakta yang sebenarnya dari seluruh dunia." geramnya.
Tenten keki, apa-apaan sih orang di depannya ini? Pertama, dia membawanya ke tempat entah dimana dan entah sejak kapan orang itu membawanya kesini. Kedua, dia mengaku-ngaku sebagai Uchiha Sasuke, sang bangsawan kejam yang telah mati bertahun-tahun lamanya. Ketiga, dia mengata-ngatai marganya dan saudaranya. Dan yang keempat, dia tiba-tiba marah karena mendengar bahwa di sejarah, Tenten Jean Marionetta, sang putri bangsawan Allastore yang kaya raya, baik hati, pemberani, dan selalu siap untuk mati itu, diracuni oleh juru masaknya di purinya.
Apakah lelaki di hadapannya ini adalah orang tak waras?
"Apa yang kau ketahui lagi tentang sejarahmu?" tanyanya dengan nada menahan amarah yang meluap-luap.
"Apa maksudmu sejak tadi, sih? Sejarahku? Aku hanya warga perancis yang biasa-biasa saja! Hanya namaku saja yang meniru dengan nama putri bangsawan perancis!"
"Persetan dengan itu, apa yang kau ketahui lagi tentang Tenten Jean Marionetta?" tanya Sasuke dengan menekankan nadanya pada nama sang putri bangsawan.
Tenten mencoba sabar menghadapi lelaki sinting di depannya ini.
"Putri Tenten diceritakan di sejarah bahwa ia adalah seorang putri bangsawan yang kaya raya, baik hati, pemberani, selalu siap untuk mati kapan saja, tetapi dibenci oleh seluruh rakyat perancis karena suatu hal. Ia tetap tabah karena banyak orang yang berencana untuk membunuhnya. Beruntung karena ia dapat selamat dari maut berkali-kali. Tetapi akhirnya ia berhasil dibunuh oleh seorang juru masak yang tak waras dengan cara memberi racun ke makan malamnya sewaktu sang ayah dan sang ibu sedang ada urusan di luar perancis. Juru masak itu tak waras akibat tekanan mental yang terlalu berat setelah terbunuhnya istri tercintanya sewaktu revolusi perancis yang banyak memakan korban jiwa. Kabarnya, revolusi perancis itu dimulai oleh Ayah Ibu Putri Tenten. Namun karena Ayah Ibunya terlalu tangguh untuk dibunuh, mereka mensasarkan rencana mereka kepada sang putri. Itu juga perlu berkali-kali menyusun rencana untuk membunuhnya. Tapi akhirnya berhasil dibunuh dan Ayah Ibu Putri Tenten terpuruk oleh kematiannya. Sehingga mereka berdua memilih untuk bunuh diri bersama para dayang-dayang mereka, penasehat, dan orang-orang terdekat mereka. Hanya itu yang sejarah beritahukan kepada seluruh manusia di dunia ini. Disana tertulis, karena sejarah tentang Putri Tenten telah ditutup-tutupi oleh masyarakat perancis di masa itu. Jadi sampai sekarang belum ketahuan secara seluruhnya tentang Putri Tenten."
"APA?!" Sasuke terbelalak marah sambil menggertakkan giginya. Wajahnya memerah akibat menahan amarah. Kedua tinjunya terkepal.
Tenten refleks memundurkan tubuhnya sedikit karena tiba-tiba lelaki di depannya semakin menyeramkan setelah mendengar ulasan sejarah darinya. Hei, ia tidak berbohong. Memang di sejarah, hanya itu saja yang diceritakan.
"Pembual busuk..." geramnya. Kepalan tangannya bergetar. "Mereka memutar-balikkan fakta."
"Sebentar... aku sama sekali tidak mengerti, kau ini kenapa, sih?" Tenten lebih memilih untuk bertanya kepada lelaki yang mengaku-ngaku sebagai Uchiha Sasuke.
"Tenten..." panggilnya sambil menatap tajam kepadanya.
Tenten meneguk ludah, "Y-Yaa...?"
"Apakah di sejarahnya, ditulis pula bahwa Tenten Jean Marionetta mempunyai hubungan dengan Uchiha Sasuke?"
Tenten menggeleng, "Di sejarah, tak ada hubungannya dengan Tenten Jean Marionetta dan Uchiha Sasuke."
"BANGSAT BUSUK!" bentaknya, tiba-tiba. Tenten terlonjak kaget.
"Hei! Ini bukan salahku! Sejarah yang berkata begitu, aku hanya mengulasnya kembali untukmu!"
"Bukan kau yang kusalahkan..." Sasuke menutup matanya rapat-rapat sampai dahinya berkerut sebelum ia membuka matanya kembali. "Tetapi mereka yang telah memutar-balikkan fakta."
"Lalu? Sebenarnya apa maksudmu, sih? Kau ini aneh sekali!"
"Ceritakan kepadaku sejarah tentang Uchiha Sasuke."
Tenten menghela napas, mencoba sabar. Sebelumnya ia mengambil napas panjang untuk menceritakannya kepada lelaki dihadapannya ini.
"Sir Uchiha Sasuke adalah seorang bangsawan yang kaya raya, namun mempunyai sifat kejam sekali. Ia dibenci oleh semua orang. Ia senang mengoleksi darah banyak orang. Bahkan, warna merah di lukisan-lukisan yang semuanya adalah lukisan-lukisan potret dirinya adalah dari darah manusia. Entah sudah berapa banyak orang yang telah ia bunuh untuk kesenangan pribadinya itu. Menurutnya, 'nyawa semua orang adalah hak milikku'. Karena tak tahan oleh kekejamannya, masyarakat perancis berbondong-bondong menyeretnya keluar dari puri mansionnya yang megah dan memenggalnya menggunakan pisau guilottine. Hanya itu yang sejarah beritahu kepada seluruh dunia. Karena sejarahnya dilupakan dengan cepat oleh para masyarakat perancis zaman itu karena setelah menghukum matinya, mereka sudah tak peduli lagi dengan itu. Mereka anggap itu hanya hal yang tak berguna untuk terus mengingatnya. Sama seperti nyamuk yang dibunuh, kemudian dilupakan dengan cepat karena tak berguna untuk terus diingat dan dipikirkan."
"BRENGSEK!"
Tenten kembali terlonjak oleh bentakan Sasuke setelah ia menceritakan sejarah Sir Uchiha Sasuke.
"Mereka..." Napas Sasuke terengah-engah akibat amarah yang benar-benar berada di puncaknya. "Mereka memutar-balikkan fakta tentang kematianku."
"Hah?" Tenten mengerutkan kening. "Apa maksudmu sejak tadi, sih!? Jangan membuatku takut! Jangan mengaku-ngaku sebagai arwah bangsawan itu, dong!"
"Baiklah..." Sasuke menutup matanya dengan tenang sambil tersenyum tenang. Tenten terkesiap melihatnya yang tadi masih menyeramkan, mendadak menjadi tenang. "Sekarang, giliranku yang bercerita."
"Apa?"
Sasuke berjongkok di depannya, mendongak menatapnya disertai senyuman lembut.
"Aku adalah reinkarnasi dari Sir Uchiha Sasuke, sang bangsawan yang dibenci banyak orang." Sasuke mendengus saat mengucapkan kata 'dibenci banyak orang'.
"Reinkar... apa tadi?" Tenten merasa ada yang salah dari alat pendengarannya.
"Reinkarnasi." Jelasnya, lagi. "Aku adalah reinkarnasi dari Uchiha Sasuke."
"Reinkarnasi Uchiha-... APAA?!" Tenten terbelalak sambil menganga lebar. Reinkarnasi... dari si bangsawan dulu? Reinkarnasi? Apa memang benar ada yang namanya 'reinkarnasi' di dunia ini?
Sasuke mengangguk.
"Kau pasti sedang bercanda, kan!?" Tenten masih tidak bisa percaya.
"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"
Sedetik kemudian, rasa takut merambati seluruh persendian tubuhnya sampai seluruh tubuhnya lemas seketika.
"Sedangkan kau adalah reinkarnasi dari Tenten Jean Marionetta."
Tenten terbelalak lebar, "Apa...?"
"Aku tidak bercanda."
"K-Kau pasti sedang bergurau! Iya, kan? Aku bahkan tidak tahu bagaimana tampang mereka berdua! Seluruh dunia saja sama sekali tidak tahu!"
"Tapi aku tahu bahwa pemerintah perancis yang sekarang menutup-nutupinya dari seluruh dunia dan menyimpan lukisan potret kami juga semua barang yang berhubungan dengan kami dari mata dan telinga di seluruh dunia."
"KAU JANGAN MEMBUATKU MARAH!" sebenarnya Tenten takut dan emosi.
"Baiklah, akan kuperlihatkan kepadamu, album foto kita berdua." Sasuke berdiri, kemudian berjalan menuju sisi gelap ruangan yang tak diterangi cahaya lampu.
"Hei, kau pasti bercanda! Kau pasti hanya bercanda! Sekarang april fool, kan? Hei, berhenti! Aah...! Aku tak mau lihat! Kau pasti hanya ingin membodoh-bodohiku! Ya, yaa! Leluconmu lucu sekali. April fool yang menyenangkan! Karena itu, lepaskan aku dari kursi sial ini!" Tenten memaksakan untuk tertawa. Ia berkeringat dingin. Ia lari dari kenyataan yang –mungkin- akan diperlihatkan oleh Sasuke sebentar lagi.
Terdengar suara seperti laci yang dibuka dan laci yang ditutup dari depannya pada sisi gelap ruangan. Kemudian Sasuke berjalan menghampirinya sambil membawa sebuah album foto besar yang telah usang.
Sasuke berjongkok di depannya, kemudian menaruh album itu di atas kedua paha Tenten.
"Pasang matamu baik-baik dan lihatlah dalam diam." Katanya, tajam. Tatapannya seakan menusuk ke dalam bola mata Tenten.
Tenten terdiam. Ia berdegup kencang sekali. Entah apakah suara degupan jantungnya terdengar oleh Sasuke atau tidak. Ia berkeringat dingin.
Ini pasti lelucon april fool, kan?, batinnya, masih tidak mau memercayainya. Pada kenyataannya, hari ini bukanlah awal bulan april.
Sasuke membuka halaman pertama album itu.
Tenten terbelalak. Sasuke menyeringai.
Ia sama sekali tak mau memercayai matanya. Tetapi setelah mengerjap berkali-kali, semuanya sama saja.
Yang terlihat adalah selembar foto tua berwarna –walaupun warnanya masih belum tebal- dengan objek fotonya adalah dua orang lawan jenis disana. Dua orang itu... sangat mirip dengan dirinya dan lelaki di depannya ini. Di foto itu, seorang wanita muda berambut coklat panjang yang disanggul cantik dengan hiasan renda dan bunga pada rambut, poni dan, sanggulannya. Wanita itu mengenakan gaun panjang yang indah berwarna putih yang memperlihatkan bahu mungilnya dan belahan dadanya sedikit terlihat. Wanita itu duduk di atas kursi di sebelah meja kecil berbentuk bundar yang diatasnya ada teko teh yang cantik, tempat gula, dan sebuah vas bunga dandelion terletak manis disana. Wanita itu duduk dengan posisi tangan memegang cangkir dan tatakan cangkir teh dan seperti hendak ingin meminum teh dalam cangkir itu.
Kemudian, pria muda itu berdiri tegap di sebelah sang wanita. Memakai setelan jas klasik yang membuatnya terlihat sangat tampan dan gagah. Tangan kirinya yang memakai sarung tangan putih berada di atas bahu kanan sang wanita. Rambutnya emo raven dengan poninya menutupi dahinya, sama seperti model rambut lelaki di hadapannya sekarang.
Mereka berdua sama-sama tersenyum lembut ke depan.
Mereka berdua sangat mirip dengan dirinya dan lelaki di hadapannya sekarang.
Foto itu... usang dan terlihat sudah tua. Seperti sudah bertahun-tahun disimpan dalam album.
Sasuke membalikkan halamannya lagi. Disana ada potret mereka berdua lagi. Sang wanita sungguh terlihat cantik dan manis dan sang lelaki terlihat sangat tampan dan sangat gagah. Ada potret yang memperlihatkan sang wanita mengalungkan kedua tangannya pada leher sang pria, sedangkan sang pria melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping sang wanita. Wanita itu tingginya hanya mencapai leher sang pria.
Sasuke membalikkan halamannya lagi. Lagi, lagi, lagi, dan lagi, sampai halaman itu dibalik ke halaman yang mendekati halaman terakhir.
Tenten tidak bisa mencegah lolosnya pekikan kaget saat melihat potret di halaman tersebut.
Sasuke menyeringai, "Ini adalah potret yang kuambil setelah aku membantai seluruh masyarakat perancis yang menonton pelaksanaan hukuman matimu."
"Ya... Tuhan..." lirihnya.
Di potret tersebut, memperlihatkan banyak kepala-kepala orang dengan model rambut khas orang perancis zaman dulu dan darah berceceran dimana-mana. Kepala-kepala itu berserakan di dekat alat pemenggal berlumuran darah yang disebut guilottine.
Tenten gemetar ketakutan. Potret itu bahkan ternodai oleh sedikit percikan darah pekat yang sudah lama sekali melekat disana.
Tenten hampir ingin menangis karena melihat potret seorang wanita yang sangat mirip dengan dirinya dengan kepala yang terpenggal dari tubuhnya. Rambutnya yang panjang, terpotong pendek sebatas irisan pada kepalanya itu. Wajahnya terlihat tenang... dengan mata tertutup rapat seakan sedang tidur siang. Bibir yang membentuk garis lurus yang tegas, mencerminkan rasa keberanian dari wajah cantiknya itu. Lagi-lagi potret itu sedikit terpercik oleh noda darah di sudut fotonya.
Sasuke meraih dagu Tenten agar mereka saling berpandangan. Tenten memandangnya dengan takut dan rasa tak menyangka akan apa yang tadi ia lihat. Sasuke memandangnya dengan datar.
"Dengarkan baik-baik ceritaku, aku akan mengulang kembali dari awal. Cerita tentang kita."
.
TBC
.
A/N: Untuk chapter besok, full of tiga dibuat langsung setelah chapter dua ini selesai. Jadi jangan kaget ya kalau chapter tiga disusul berbarengan dengan chapter satu dan dua. ^^V Yahh... beginilah Natsu.
Ada yang tahu guilottine? Kalau udah tahu, jadi lebih gampang untuk mendapat bayangan dari chapter besok. Untuk yang belum tahu, lebih baik search di google. Banyak cari informasi tentang pisau guilottine dari perancis dan siapa saja yang telah dihukum mati menggunakan pisau itu.
Ingat! Harus dicari, lho! Karena ini memang penting sekali agar kalian mendapat bayangan yang jelas untuk chapter besok!
Chapter kemarin adalah "A Beginning of The Nightmarish" yang artinya "Permulaan dari sebuah Mimpi Buruk". Chapter sekarang adalah "Bloody Picture of The Past Tragedy" yang artinya "Potret Tragedi Masa Lalu Berdarah". Judul FanFic ini adalah "Redemption" yang artinya "Penebusan".
Hehe, nyambung gak nama-nama itu dengan jalan cerita ini? *nyengir kuda*
Ah au ah, terang, broh!
Izinkan Natsu menyanyikan satu lagu untuk lebih mendekatkan diri Natsu kepada para readers sekalian! Maupun itu silent readers atau apalah itu namanya. –malas mikir-
'Potong bebek angsa... masak di kuali. Jomblo udah lama, nyesek tiap hari. Galau kesini... galau kesana, lalalalalalalalalaa~'
:'v Dapet dari grup fp di facebook.
Mind To Review?
