Warning : Typo bertebaran, Bahasa tidak sesuai EYD, jauh dari kata sempurna, tidak suka jangan dibaca ,nanti menyesal

Pairing : Sasuke – Sakura, Sai – Ino, Naruto – Hinata, Neji – Tenten , Shikamaru – Temari, Gaara – Matsuri and Other pairing

Rate M : For Language and other action

.Here

We

Go

Enjoy and Happy Reading

Special Mission for Us

Ting Tong, suara bel berbunyi menandakan tamu datang, Ino beranjak membuka pintu dan melihat tiga orang wanita dengan pakaian super seksi dilengkapi dandanan meriah ala mereka. Para wanita itu menyerobot masuk, dan salah satu wanita merangkul lengan Sasuke.

"What the Fuck, who are you ?" Ten-ten jijik dengan ketiganya.

" Sialan, siapa mereka ?" tanya Sai mengulangi pertanyaan Ten-ten yang merasa terganggu dengan kehadiran wanita-wanita itu.

" Merepotkan, sungguh bukan kasus biasa yang akan kita tangani nanti " Ujar Shikamaru dengan wajah malasnya

"Sasuke-kun, aku kangen" rengek wanita itu.

"Kau.. kenapa bisa ada disini ? "

Chapter 2 : Something Hidden From Sakura

Sasuke terkejut dengan kehadiran wanita itu. Kemudian wanita yang bersandar di lengan Sasuke itu memperkenalkan diri dengan senyuman manis yang terkesan angkuh seakan dia menjadi pusat perhatian dalam ruangan tersebut, "Perkenalkan aku Karin, Uzumaki Karin, Pacar Sasuke-kun dan sepupu si bodoh Naruto " jelas gadis itu yang mengeratkan tangannya di lengan Sasuke. "Oh ya mereka, Tayuya dan Shion, teman-teman sekaligus guard-ku" tambah gadis itu sambil memperkenalkan kedua gadis yang tidak kalah seksinya dari dia. Mereka yang ada diruangan itu terkejut pasalnya Sasuke tidak pernah memberikan penjelasan tentang siapa wanita ini, mereka yang memperlihatkan keheranannya hanya dibalas tatapan biasa oleh Sasuke.

"kau hanya sepupu tiriku Karin, dan aku tidak bodoh " tanggap Naruto yang suaranya naik satu oktaf.

"Sasuke , selepas dari liburan itu kita tak penah bertemu , aku merindukanmu" manja Karin kepada Sasuke, sebelum Sasuke membalas perkataan gadis itu, Sakura cepat mengambil alih pembicaraanya.

"tapi maaf nona, saat ini kami sedang merundingkan sesuatu yang bersifat tertutup " interupsi Sakura yang berada tepat di depan meja Sasuke duduk, secara tak langsung Sakura menyuruh gadis itu beserta teman-temannya pergi dari tempat itu.

"Oh baiklah, aku akan kembali lagi nanti sayang, sampai jumpa " Karin pamit, tapi sebelum itu dia masih sempat melumat bibir Sasuke sebelum pergi.

"Ayo teman-teman" ajak Karin tanpa dosa kepada dua rekannya yang menunggu dari tadi.

"Sampai jumpa, Sai " ujar Tayuya tersenyum manis sebelum melangkah pergi mengikuti Karin keluar rumah itu.

" tak ku sangka ternyata kau seperti itu Sai " sindir Ino. "Atau jangan-jangan kau telah tidur dengannya ?" tanya Ino meninvestigasi Sai yang duduk disebelahnya.

"Tutup mulutmu Nona, aku tak pernah tidur sekalipun dengan dia, aku hanya tidur dengan wanita yang aku anggap layak tidur denganku, seperti kau contohnya" jawab Sai menyeringai menggoda Ino.

"dalam mimpi liarmu Tuan Mesum " timpal Ino, sementara mereka yang lain hanya tertawa geli melihat pasangan itu.

" Sudah hentikan keributan konyol kalian, Neji aku akan tinggalkan berkas ini padamu, didalamnya sudah ada jadwal pekerjaan kalian satu bulan kedepan, siapa rekan kerja kalian, apa tugas kalian, dan hal-hal yang kalian perlukan dalam misi ini. Setidaknya ada sedikit petunjuk dari misi apa yang akan kalian tangani, aku harap kalian berhasil tepat waktu, jaga diri kalian karena kalian akan benar-benar bertarung kali ini, hubungi aku kalau kalian butuh bantuan. Dan Sakura semoga misi terakhirmu ini benar-benar berkesan, Sampai jumpa semua " jelas Kakashi panjang lebar sambil meninggalkan berkas di atas meja tempat mereka diskusi sebelum pergi.

"Misi terakhir ? jadi.. Sakura-chan ini misi terakhirmu ?" tanya Hinata kepada Sakura.

" hehehe, iya Hinata, aku akan vakum setelah misi ini, ada hal yang harus aku urus setelah misi ini, dan aku akan sangat sibuk, jadi mohon kerja samanya ya teman-teman " jawab Sakura canggung sambil membungkukkan badan kepada teman-temannya.

" Wah, kenapa kau berhenti sih Sakura ? aku belum pernah satu tim denganmu menjalankan misi" timpal Tenten, dan Sakura hanya membalasnya dengan cengiran.

'Sakura berhenti ?' pertanyaan yang Sasuke lontarkan dalam otak jenius nya.

Mereka membuka berkas yang diberikan oleh Kakashi dan menemukan partner kerja dan misi apa yang akan mereka lakukan.

SM-1 Squad

Tim 1

Tenten

Yamanaka Ino

Uzumaki Naruto

Tugas : Melakukan penyelidikan langsung ke lapangan

Tim 2

Hyuga Hinata

Nara Shikamaru

Sabaku Temari

Tugas : Menyelidiki motif musuh dan melakukan penyusunan strategi

Tim 3

Uchiha Sasuke

Haruno Sakura

Shimura Sai

Tugas : Melindungi Anak Petinggi dari ancaman musuh Uzumaki Karin dan Konohamaru

Serta melindungi Sora

Tim 4

Hyuga Neji

Sabaku Gaara

Matsuri

Tugas : Melindungi Anggota Dewan negara dan markas akatsuki dari ancaman

eksternal apapun

Petunjuk :

Tim 3, Mulai pekerjaan dengan penjemputan Konohamaru dan Sora besok sore di Konoha International Airport

Tim 4, pasang alat pelacak dan alat bantuan lainnya di Gedung anggota Dewan dan Akatsuki tanpa sepengetahuan Akatsuki

Tim 1, selidiki semua kegiatan Anggota Akatsuki dan Anggota Dewan

LAPORKAN SEPERLUNYA KEPADA AKATSUKI

* jangan pernah percaya pada siapapun, karena musuh sebenarnya adalah orang yang berada didekat kalian.

Tsunade

Mereka melihat daftar partner yang tertera pada berkas yang diberi oleh Kakashi beberapa saat yang lalu. Mereka menganalisa apa maksud dari petunjuk yang diberikan.

" apa ini menandakan kita bergerak tanpa sepengetahuan Akatsuki ?" tanya Temari kepada mereka yang berada di dalam ruangan itu.

" ya sepertinya memang seperti itu " jawab Matsuri sekenanya. Karena merasa belum menemukan sesuatu yang janggal mereka akhirnya memutuskan akan makan malam dan bersenang-senang diruangan yang dinamakan ruangan Rekreasi oleh mereka, diruangan tersebut terdapat satu mini bar dengan banyak varian minuman beralkohol serta di lengkapi fasilitas lain yang sangat high class, sesuai dengan keinginan mereka.

" aku mau ganti baju dulu ke kamar " interupsi Sakura. Sementara yang lain hanya menganggukkan kepala menandai persetujuan mereka.

"hmm... aku temani jidat " sela Ino yang langsung menarik Sakura dan berjalan ke tangga, karena kamar mereka berada di lantai dua rumah ini.

" Wah.. mereka memang mau reunian Sahabat ya " Ujar Naruto yang langsung berjalan ke ruangan Rekreasi.

"Sakura aku tak menyangka Sasuke akan pacaran dengan Karin, sepertinya Karin itu tak cocok dengan Sasuke, ya meskipun Karin itu body-nya bagus, terlihat pintar, tapi dia lebih dewasa dari kita sepertinya, iya kan?" tanya Ino yang sudah menghempaskan tubuhnya ke atas kasur Sakura.

" aku tak tahu Ino, kalau memang Sasuke sendiri mencintai gadis itu, kita bisa apa ? Kita lihat saja bagaimana mereka nanti " jawab Sakura sambil membuka koper dan memilih baju yang akan dia pakai.

" tapi setahuku bukankah Sasuke dari dulu mencintaimu ?" tanya Ino lagi.

" hahaha kau ini, itu hanya anggapanmu saja, lagi pula itu waktu kita berumur 7 Tahun, kita belum tahu apa yang dinamakan cinta, sekarang Sasuke sudah 17 Tahun Ino " jawab Sakura lagi, sekarang Sakura sudah memakai bajunya, T-shirt besar yang memakan tubuhnya berwarna Tosca dan hotpants berwarna senada dengan bajunya tersebut.

"wah, baju apa itu Jidat ? Dengan baju itu muat 3 orang seukuran kita " cela Ino dengan penampilan Sakura. Sementara Sakura hanya memperlihatkan cengiran handalnya. Mereka akhirnya keluar kamar dan bergabung dengan teman-temannya

Terlihat pemuda berambut mencuat ke belakang sedang memainkan piano di ujung ruangan tempat mereka berkumpul. Sakura dan Ino bergabung dengan Shikamaru, Neji, Sai, Matsuri dan Hinata yang duduk di Sofa, sementara Naruto dan Gaara sedang berada di meja Mini Bar, mencoba varian dari Alkohol yang ada disana, terlihat Tenten dan Temari sedang duduk menonton Televisi yang tak jauh dari mereka.

" Sasuke memainkan lagu Lullaby ? pengantar tidur eh ? " tanya Sakura kepada Ino,

"hahaha iya, Sasuke sangat pintar memainkan piano, ntah mengapa aku dan Hinata sering mendengar dia memainkan piano kalau lagi tidak ada pekerjaan atau misi " jawab Ino, Ino pernah menjadi partner Sasuke bersama Hinata, mereka merupakan kombinasi yang tidak bisa dianggap remeh, kalau Ino merupakan agent dibagian penyamaran yang sangat apik, maka Hinata adalah agent dibagian peretas yang sangat cekatan.

"Sai, kau berhentilah minum, nanti kau mabuk " ujar Ino yang berada di samping Sai, sementara Sai tak mengindahkannya sama sekali.

"Damn ! kenapa kau cerewet sekali, Ino ?" tanya Sai sambil menatap dalam mata Ino, tanpa menunggu lama lagi, Sai langsung menyambar bibir Ino, dan melumat bibir Ino, didepan teman-teman mereka. Sai memperdalam ciumannya, kemudian ciuman itu menjadi ciuman panas yang membuat Ino meleguh dan harus melepas ciuman itu , karena kehabisan nafas.

"kalian tidak sabar rupanya, aku disini mau membicarakan tentang misi ini" Ujar Neji geli melihat kelakuan Sai yang langsung berani mencium Ino.

" Kau mau membunuhku ?" tanya Ino kesal

" makanya kau harus diam, sweetheart " kata Sai sambil menngelus rambut Ino, tak mereka pungkiri lagi bahwa diantara Ino dan Sai ada perasaan yang melebihi perasaan persahabatan meskipun mereka sering bertengkar mulut, tapi secara tak langsung dengan seperti itu mereka memberikan perhatian satu sama lain.

"Stop your Drama Sai, Ino " kata Gaara yang membawa gelas yang berisi minuman ke arah mereka, disusul dengan Naruto dengan membawa gelas yang sama untuk mereka semua. Mereka yang tadi berpencar dalam ruangan itu, berkumpul di sofa dan mengambil tempat masing-masing. Naruto dan Gaara meletakkan gelas-gelas tersebut diatas meja yang berada di tengah-tengah mereka.

" Naruto, apa tak ada minuman soda ? aku tak minum alkohol " tanya Sakura kepada Naruto,Naruto beranjak ke Mini Bar dan mencari minuman soda yang Sakura inginkan.

"Aku juga Dobe " ujar Sasuke yang duduk disebelah Neji, Sasuke bersiap menyalakan api untuk rokok yang sudah berada dibibirnya. Para lelaki di ruangan ini memang perokok, tapi Sasuke lebih memilih rokok yang rasa Mentol, tak begitu menyakiti pernafasan, begitu katanya.

"Kau juga tak minum Sasuke ? " tanya Shikamaru. Sasuke hanya mengangguk, dan yang lain hanya menaikkan bahu tak mengerti.

"Wah di Tim 3 pasti seru, ada Black Shadow dan Guide Of The Death,kau beruntung Sakura " celetuk Gaara yang melihat berkas itu kembali.

"maksudnya ? Bayangan Hitam dan Pemandu Kematian ? " tanya Sakura bingung.

"maksudnya adalah Sai merupakan Bayangan Hitam, itu adalah sebutannya karena dia mengerjakan misi seperti bayangan,apalagi kalau dilapangan dia seperti musuh yang tak tersentuh, dan Sasuke adalah Pemandu Kematian atau Pengantar Kematian, Sasuke adalah Sniper yang handal, dia menembak lawan langsung menembus jantung dan mati setidaknya 5 detik lawannya akan bertahan hidup, kami sendiri tak mengerti kenapa kemampuan mereka seperti itu " jelas Temari, mereka yang berada di ruangan itu hampir mengenali bakat masing-masing, karena disetiap misi mereka akan berganti partner. Berbeda dengan Sakura yang sering bermain Solo dalam misinya. Sakura mendapat partner dalam misinya terakhir pada umur 14 Tahun, dan dalam 3 Tahun terakhir Sakura hanya sendiri dalam melaksanakan misi.

Setelah bercerita dan bernostalgia akhirnya mereka tidur pada jam 3 pagi, mereka tak menyangka bahwa mereka akan bekerja sama dalam misi ini.

Pagi menjelang, tepat jam 8 pagi mereka berkumpul dimeja makan untuk sarapan. Mereka telah bersiap karena setelah ini mereka akan melatih diri mereka sebelum melaksanakan tugas masing-masing.

"Sakura kemana ?" tanya Neji yang melihat teman-temannya,Neji adalah ketua dari Squad ini. Mereka sepakat memilih Neji karena Neji adalah sosok pemimpin dan kakak bagi mereka bersama.

" aku dan Hinata sudah coba bangunkan, tapi Sakura tak mau bangun juga" ujar Matsuri sambil cemberut.

" Dasar Jidat, kebiasaannya dari kecil tak pernah hilang" gerutu Ino ikut-ikutan.

" berhentilah cemberut seperti itu Matsuri, nanti Gaara tidak menyukaimu lagi" cela Tenten sambil mencairkan suasana hati Matsuri, sementara muka Matsuri memerah dan Gaara seperti pura-pura tak mendengar candaan yang dilontarkan Tenten.

"biar aku saja yang membangunkannya Neji" inisiatif Sasuke yang bangun dari duduknya dan berjalan ke arah kamar Sakura. Mereka hanya saling tatap-tatapan melihat tingkah Sasuke yang peduli, tidak seperti biasanya.

Sasuke membuka pintu kamar gadis itu, berdiri disamping gadis bersurai merah muda itu, gadis yang terlihat polos dibalut dengan kemeja putih yang besar dan terlihat manis dalam tidurnya. Sasuke menunduk dan menyatukan bibirnya ke bibir mungil gadis itu. Tak ada pergerakan , Sasuke melumat bibir Sakura dan menikmati daging kenyal nan lembut itu. Merasa kesulitan dalam bernafas Sakura akhirnya membuka mata dan terkejut melihat perlakuan Sasuke, spontan Sakura mendorong Sasuke keras sampai Sasuke terjatuh ke lantai karena refleksnya yang tidak bagus.

" Apa yang kau lakukan Pantat Ayam ?" tanya Sakura sambil melayangkan death-glare terbaiknya dan mengusap bibir yang disabotase oleh Sasuke seenaknya sewaktu dia tidur

"It's called Morning Kiss, Sleeping Beauty " jawab Sasuke simple dan memperlihatkan seringainya, Sepertinya Sasuke mendapat hobby baru yaitu menjahili Sakura. "cepatlah bangun, mereka menunggu kita untuk sarapan dibawah, dan minta maaflah kepada Matsuri dan Hinata, kau membuat mood mereka buruk padahal hari masih pagi" jelas Sasuke panjang 's Magic !

Dengan malas, Sakura beranjak dari tempat tidurnya dan berdiri di westafel kamarnya itu, berniat mencuci muka dan menggosok giginya.

"Apalagi yang kau lakukan disana Pantat Ayam, Get the Fucking Out ! aku bisa ke bawah sendiri " gerutu Sakura.

" aku akan menunggumu, dan jangan menyebalkan Sakura, cepatlah" jawab Sasuke singkat dan duduk di ujung kasur Sakura, dia memperhatikan gadis itu dari belakang.

Setelah selesai, Sakura meninggalkan Sasuke dan keluar dari kamarnya, dia tak peduli dengan Sasuke bahkan tidak berterimakasih karena Sasuke telah membangunkannya.

"Dasar, tetap saja menyebalkan" gerutu Sasuke sambil beranjak menyusul Sakura.

Sakura tiba di meja makan, dan mengambil tempat disebelah Shikamaru,dan mengucapkan selamat pagi.

"Ohayou Minna, hmm.. Matsuri, Hinata, Gomen nee... kalian harus susah payah membangunkanku" cengir Sakura. Mereka hanya tersenyum melihat wajah Sakura yang polos, Sasuke datang menyusul dan duduk disamping Naruto.

"bagaimana cara kau membangunkan Sakura , Teme ? sementara Matsuri dan Hinata sudah membangunkannya tapi dia tidak bangun juga " tanya Naruto penasaran.

"Kau tanyakan saja sendiri kepadanya Dobe" jawab Sasuke tak peduli, sementara Sakura pura-pura tak mendengar percakapan mereka dan memakan sarapan yang ada dihadapannya.

Setelah sarapan mereka melatih diri mereka di halaman belakang rumah itu, mereka melatih kemampuan beladiri mereka sesuai dengan passion mereka. Ada yang latihan Karate, menembak atau hanya lari mengelilingi halaman.

Setelah selesai latihan 2 jam lamanya , mereka bersiap mengerjakan misi sesuai dengan petunjuk yang diberikan, sehingga dirumah itu hanya menyisakan 6 orang saja. Tim 2 dan Tim 3

" Hinata, kau sudah memberikan alat komunikasi kepada mereka ?" tanya Shikamaru selaku ketua di Tim 2.

" Sudah.. Shika, mereka akan menghubungi kita kalau mereka menemukan sesuatu" Jawab Hinata.

"Aku sudah menyuntikkan serum kepada mereka sebelum mereka pergi, jadi aku bisa fokus kepada informasi yang akan aku kumpulkan tentang Akatsuki dan Dewan dari internet" jawab Temari terhadap tatapan Shika kepadanya, Temari adalah agent yang sebenarnya memiliki konsentrasi terhadap bahan kimia yang diolah menjadi serum anti rasa sakit atau penyembuh luka kepada anggota tim lainnya, tapi sepertinya dalam misi kali ini dia memiliki fungsi lain.

Sakura membantu Temari mengumpulkan informasi tentang apa yang diperlukan Shikamaru, sementara Sai memeriksa Magazine dua buah pistol yang selalu setia disakunya. Dan Sasuke duduk sambil memejamkan mata di sofa ruangan tempat mereka berada.

" Sasuke, Karin dan teman-temannya apakah akan kemari ?" tanya Shikamaru, Shikamaru tahu kalau Sasuke tidak tidur meski dia memejamkan matanya.

"Hn" jawab singkat Sasuke.

15 menit sebelum misi Tim 3 akan dilaksanakan, Karin dan kedua temannya datang ke rumah itu.

" Hei Sayang " sapa Karin sambil tersenyum manis pada Sasuke, hari ini baju yang dipakai oleh Karin tidak seseksi yang dikenakannya kemarin.

"Hn" jawab Sasuke.

" Baiklah karena kalian sudah sampai, ayo kita pergi " kata Sai mengajak mereka menjemput Konohamaru dan Sora di bandara. Mereka beranjak dan pergi.

Mereka berenam pergi kebandara dengan dua mobil,Sasuke ikut dengan mobil Karin, sementara Sakura dan Sai dengan mobil lainnya

Sesampainya di Konoha International Airport, Konohamaru dan Sora sudah menunggu dengan bodyguard yang melindungi mereka, setelah Sai bercakap dengan bodyguard tersebut menyampaikan tujuannya, Konohamaru dan Sora baru bisa ikut dengan mereka. Kedua anak tersebut ikut dengan mobil yang dikendarai oleh Sai dan Sakura. Ketika Sakura hendak memasukkan barang bawaan mereka kedalam bagasi mobil, Karin menghampiri Sakura dan mendadak menjepit tangan Sakura dengan menutup penutup bagasi mobil tersebut.

"Aggghhhh... hentikan Karin" ujar Sakura dengan tangan masih terjepit dibagasi mobil tersebut.

"Jauhi Sasuke-ku,kau mengerti ?" ancam Karin tanpa berniat melepaskan penutup bagasi itu. Tangan kanan Sakura sudah memerah dan terluka akibat ulah Karin tersebut. Sasuke dan Sai yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri mereka.

"hentikan Karin, Sakura tak pernah berusaha mendekatiku" kata Sasuke sambil membuka penutup bagasi itu dan melihat tangan kanan Sakura, dijari-jarinya terdapat jejak dari penutup bagasi. Sai langsung membawa Sakura kedalam mobil dan mengobati luka Sakura,dimobil mereka selalu tersedia kotak P3K untuk mengantisipasi kejadian seperti ini.

" jangan kau ganggu Sakura, dia tidak pernah menggangguku, kau mengerti ?" kata Sasuke menatap Karin.

"tapi aku tak mau dia merebutmu dariku,Sasuke-kun" ujar Karin, pasalnya Karin sudah menyelidiki bahwa Sasuke pernah menyukai Sakura sewaktu mereka kecil, tentu saja Karin tak pernah terima, orang yang dia cintai direbut oleh orang lain.

Setelah urusan diparkiran itu selesai mereka akhirnya pulang, dua mobil itu beriringan dengan mobil yang dikendarai oleh Sasuke mempimpin perjalanan mereka. Sementara dimobil belakangnya yang dikendarai oleh Sai, dengan formasi Konohamaru yang berada disamping Sai, sementara Sakura dan Sora dibelakang mereka. Dan tak disangka mobil yang kendarai Sai tiba-tiba diserang oleh mobil lainnya, mereka menembak mobil itu dengan membabi buta, berniat membuat orang-orang yang ada didalam mobil itu celaka.

"Sai awas.." teriak Sakura kepada Sai, Sakura langsung menundukkan kepala Sora yang berada disampingnya dan menenangkan Konohamaru yang berada didepan, bocah itu terlihat pucat dengan situasi ini. Sakura menyuruh Konohamaru pindah kebelakang dan berganti posisi dengan dirinya. Dia menyuruh kedua bocah itu menunduk, berlindung diri dari tembakan yang bisa datang dari arah mana saja.

"What's going on ? " Sai mengeluarkan Pistolnya dan menembak dengan satu tangan sambil tetap menyetir kendaraannya. Karena begitu banyak serangan, Sai terlihat panik karena dua buah mobil menyerang kiri dan kanan mobilnya. Sakura langsung menarik salah satu pistol yang berada di saku kanan celana Sai, Sakura menembak mobil yang berada di bagian kanan, Sakura menembak orang orang yang ada di dalam mobil itu satu per satu dan terakhir kalinya Sakura menembak ban mobil itu sehingga mobil itu keluar dari jalan raya.

" Mother Fucker ! rasakan itu.." seru Sakura kepada musuh yang sudah dia kalahkan

Sementara Sai masih membagi fokusnya antara mengemudi dan menembak musuh yang ada di samping kirinya." Agghhhh... " Rintih Sai. Satu tembakan mengenai lengan kiri Sai.

" Sai, kau tidak apa-apa ?" terdengar nada panik dari pertanyaan Sakura sambil melihat kondisi Sai saat ini. Sakura langsung mengambil alih tugas Sai untuk menembaki lawan mereka. Sai yang mengerti maksud Sakura menunduk memberikan ruang kepada Sakura untuk bekerja, cukup susah menembaki objek yang berjalan, Sakura menetapkan fokus kepada mobil itu. Mereka berusaha menghindari tembakan yang bertubi-tubi dari mobil yang menyamakan laju dengan mobil mereka. Mobil yang dikendarai Sasuke tidak menyadari bahwa mobil yang dibelakang mereka telah di serang. Sepertinya musuh mengetahui dimana mobil yang membawa kedua bocah tersebut dan menyerangnya.

Sakura menetapkan satu titik kepada pengemudi memakai masker hitam yang menyerang mereka.

" I got You, Loser ! " satu tembakan mengarah kepada pengemudi tersebut, dan Sakura berhasil, tembakannya tepat mengenai kepala bagian kiri pengemudi itu, dan tak beda dari mobil sebelumnya, mobil itu juga keluar dari jalan raya. Sai dapat fokus mengemudi dan bernafas lega, sungguh misi ini hampir saja melayangkan satu nyawa miliknya. Kedua bocah itu juga kembali duduk seperti semula.

" Nee-chan,mereka sudah pergi ?" tanya Konohamaru kepada Sakura, Sakura hanya tersenyum melihat bocah itu.

" Sudah, kalian jangan khawatir, Aku akan melindungi kalian" jawab Sakura, didalan ucapan Sakura tersebut terselip janji yang tersirat.

Sesampainya di rumah itu, anggota yang lain sudah berada disana, Naruto langsung membopong Sai ke dalam rumah dan anak-anak itu diambil alih oleh Matsuri, sementara Sakura mendudukkan diri di sofa. Sasuke tak terlihat, dia mengantarkan Karin dan teman-temannya ke apartemen yang berjarak 10 menit dari rumah mereka. Mereka membiarkan Sai dan Sakura beristirahat hingga makan malam tiba. Sasuke yang mendapatkan kabar bahwa Sai dan Sakura diserang langsung memacu kecepatan mobil yang dikendarainya, tak menyangka bahwa partnernya diserang.

Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul kembali di ruangan Rekreasi, para anggota Squad ditambah dengan dua orang bocah yang menjadi petunjuk dalam misi mereka. Sakura dengan tangan kanan diperban dan Sai dengan lengan kiri yang terluka. Neji membuka percakapan terlebih dahulu.

"Sungguh aku tak menyangka bahwa mereka akan menyerang secepat ini" ujar Neji serius.

"Ya memang diluar dugaain kita semua" lanjut Sai yang berada di sebelah Ino.

"Untung saja ada Sakura Nee-chan" sambung Konohamaru. Mereka semua mengangguk.

" Apa artinya semua ini, kenapa hanya mobil Sai yang diserang? Dan kenapa mobil yang dikendarai oleh Sasuke aman ?" tanya Tenten menganalisa.

"Sederhananya,Kedua bocah ini adalah target mereka, bukan Karin" jawab Temari.

"Oh ya Sakura, kau menembak pakai tangan kiri ?" tanya Shikamaru langsung kepada Sakura. Gadis itu mengangguk menanggapi.

"Sakura,berarti kau ..." ucapan Gaara terputus, mengerti maksud Shikamaru.

"Yap, I'm Dark Lotus atau Death Persecutor " jawab Sakura langsung.

" Oh My Gosh , aku tak menyangka Dark Lotus seorang perempuan" kata Tenten yang mewakili kekagetan mereka semua.

" bagaimana bisa, Sakura ?" kali ini Naruto bertanya,

"Ceritanya panjang Naruto, aku butuh latihan bertahun-tahun, aku juga tak menyangka akan bisa menembak dengan tangan kiri dan dijuluki sebagai penghambat kematian " jelas Sakura. Penghambat kematian, berarti Sakura membunuh lawannya dengan menembak tidak tepat pada jantung melainkan di kepala sehingga mereka dapat bertahan namun merasakan rasa sakit yang luar biasa seperti bertarung dengan kematian. Percakapan mereka diinterupsi oleh dering handphone Sakura, di layarnya tertera nama Kabuto-kun memanggil.

"Ya halo, Kabuto-kun, iyaa, aku akan menemuimu besok, daaah " jawab Sakura sebelum memutuskan teleponnya.

"Kau ada hubungan dengan Kabuto Senpai, Sakura ?" introgasi Ino.

"hmm iya , Aku berpacaran dengannya, besok dia mengajakku ke Laboratoriumnya " jawab Sakura sambil tersenyum. Mereka semua terkejut, pasalnya Sakura berpacaran dengan Kabuto yang notabene-nya adalah ilmuan yang bekerja untuk Akatsuki.

' kau memang misterius Sakura, hal apalagi yang tak kami ketahui darimu ?' tanya Sasuke dalam hati.

...To Be Continued...

Disclaimer: Masashi Kishimoto ®

I do not own Naruto or any of its characters.

Tapi cerita ini Real milik saya..

Maaf kalau fic nya berantakan dan jauh dari kata bagus.

Sampai bertemu di Chapter berikutnya Teman...

Salam Hangat,

*Crazy Dreamer

-Ayumi-