~Metropolitan Rock~
Fairy Tail Fanfic by indranevareth
Disclaimer : Hiro Mashima-Sensei
Pairing : Lucy H, Lisanna S, Erza S, Natsu D, Gray F, Leo Loke
Genre : Musical, Romance, Comedy, Friendship
Summary :
Metropolitan Rock adalah ancara musik yang diselenggaran di Negara Jepang. acara itu diadakan setiap bulannya diberbagai daerah, dan sekarang acara itu telah diselenggarakan di daerah Hokamatsu Perfectur Fukuoka. Lucy dan Lisanna sedang menonton acara Metropolitan Rock, lalu disusul kedatangan Erza di pertengahan acara tersebut. Hingga mereka tidak menyangka ada anak SMA Higashi yang membuat Lucy dan Lisanna terkejut.
~Bila ada Kesalahan dalam penulisan Typo, mohon memakhluminnya karena sebagian dari kekurangan penulis~
~Selamat Membaca~
2016年4月10日( 10 April 2016 ) 04.00 PM
Saat ini Lucy dan Lisanna sedang menonton acara Metropolitan Rock dipertengahan acara, mereka berdua berada dibarisan tengah-tengah paling depan yang dikelilingi oleh krumunan banyak orang yang sedang menonton acara konser tersebut. Lucy dan Lisanna telah lama menyaksikan Group Band lokal yang hebat-hebat.
Saat ini mereka semua menyaksikan penampilan salah satu Group Band lokal sedang tampil dengan lagu favorit mereka di panggung acara tersebut. Semua para penonton yang sedang menyaksikannya juga cukup histeris karena permainan musik dari setiap personilnya.
Nama Group Band itu adalah D'Eclipst yang tampil diurutan ke-9, vokalisnya seorang wanita asli jepang rambut panjang yang dicat warna merah itu sedang membawakan lagu dari Group Band asal Canada, yaitu Paramore yang berjudul Crush.
Penampilan Group D'Eclipst ditengah nyanyiannya.
Rock and roll, baby
Don't you know that we're all alone now?
I need something to sing about
Rock and roll, hey
Don't you know, baby, we're all alone now?
I need something to sing about
Rock and roll, hey
Don't you know, baby, we're all alone now?
Give me something to sing about
Para penonton ikut bernyanyi dan melompat-lompat karena bit lagunya itu yang membuat mereka terbawa suasana.
"...I need something to sing about...yeahh..." "Huuuu...ini hebat...mereka luar biasa..." "...lihat cara fingering Gitaristnya...sungguh mengagumkan..." "...mereka cukup keren juga...vocalistnya juga garang..." "setelah selesai manggung aku ingin mengajak vokalistnya untuk kencan...lalu mencumbu tubuhnya yang garang itu...pasti hot..." "hahahaha...si mesum ini ngaca ..."itulah teriakan-teriakan yang terdengar oleh para penonton itu.
Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who's counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than
No, oh
Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who's counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than
More than this
Ohoh ohoh ohoh
Oooh...
Akhirnya selesai sudah penampilan dari Group Band D'Eclips, Vocalist-nya sedang menutup penampilan dari Group Band nya itu.
"Semuanya...terima kasih telah menonton aksi panggung kami...saya dari D'Eclips undur diri...dah..." kata Vocalist yang mewakili seluru anggotanya untuk undur diri dari panggug tersebut.
Keadaan Lucy dan Lisanna di tengah lapangan yang telah selesai melihat penampilan Group Band tersebut.
"Lisanna...tadi itu benar-benar hebat...Crush..Crush..Crush...itulah yang mereka katakan ketika bernyanyi...kyaa...!" kata Lucy sambil kegirangan setelah mereka berdua menonton Group Band tersebut.
"hmm...inikah kesenangan yang kau maksud Lucy...aku juga mereasakannya...perasaan berdebar-debar ketika melihat semua aksi musik para Group Band lokal...aku jadi mulai tertarik untuk ini..." kata Lisana yang ikut senang dengan suasana sekitar acara Metropolitan Rock.
"hmm...benarkah? kalau begitu kenapa kau tidak bergabung dengan kelas musik Erza dan Aku...?kita sedang membutuhkan anggota..." tanya Lucy
"Yah...andai saja aku memiliki bakat dalam hal musik...aku pasti akan ikut denganmu...sayang sekali aku tidak berbakat dalam hal itu..hmm..." kata Lisanna dan kembali pandangannya kearah panggung.
"Kalau begitu...aku akan minta Erza untuk mengajarkanmu alat musik...jadi alat musik apa yang kau suka Lisanna?" sambung pertanyaan Lucy dengan nada ajakannya.
"Entahlah...aku tidak mengerti tentang alat-alat musik...hmm..."jawab Lisanna yang hanya tersenyum seperti biasa ketika memandang Lucy.
Lucy pun hanya bilang "Ehh..?!" karena terkejut dengan kata-katanya selalu seperti itu, lalu bergumam dalam hati 'Aku benar-benar bodoh...karena sudah mengajak seorang Koky dihadapanku ini untuk terjun ke dunia musik...jangan-jangan kalau aku memberikan sebuah Gitar, dia akan merebusnya dan menaburkan bumbu masaknya'
Lucy sambil membayangkan Lisanna sedang merebus Gitar Electrict milik Erza dan menyajikan hidangan Gitar-nya langsung dihadapan Erza, lalu Erza pun berkata
"GUITARKU YANG BERHARGA KENAPA MALAH DIMASAK...?!" bentak Erza dalam mode bijuu.
"Ma...maafkan ..hiks..baiklah sepertinya aku akan mengundurkan diri dari kelas musik ini...sekaligus mengundurkan diri dari SMA Higashi...permisi..hiks..hiks..." kata Lisanna sambil menangis histeris.
Lisanna pun menangis dengan histeris dan meninggalkan kelas musik hingga menghilang tanpa jejak. Itulah yang dibayangkan oleh Lucy.
"Lucy...kenapa kau menatapku seperti itu...?" tanya Lisanna sambil menatap kearah Lucy yang sedang tercengang di wajah.
"Eehh...tidak...tidak apa-apa kok...hehe..hehe..." kata Lucy yang sudah sadar dalam bayangannya itu dan malu sendiri.
Kembali di suasa panggung, kedua MC sedang berbincang-bincang untuk memanggil Group Band berikutnya yang akan tampil diurutan ke-10.
"Tadi kita telah melihat penampilan dari...siapa tadi...aku lupa hahaa..." kata MC 1 laki-laki.
"humph dasar pikun...kenapa kau tidak pensiun menjadi MC...tadi itu penampilan dari D'Eclips...ingat D'.E..c..l...i...p...s..."sambung MC 2 wanita.
"Oii..oii...jangan membicarakan tentangku seperti itu di depan Microphone mu itu...kedengaran semuanya tahu..." kata MC 1 laki-laki yang sedang mendongkol.
"Eh...iya maaf...aku keceplosan...hahah..hahaha..."sambung MC 2 wanita dalam keadaan salah tinggah.
Semua penonton menyaksikan tingkah laku kedua MC tersebut, namun mereka tetap merasa hangat karena dua MC ini termasuk favorit mereka.
"...hahaha...hahaaha...seperti biasa mereka selalu seperti itu..." "...yah...inilah MC dari acara Metropolitan Rock..." "benar...mereka selalu terbuka dalam hal apapun...bahkan suka keceplosan tentang masalah pribadi mereka..." "iya hahaha...kalianlah MC terbaik...Metropolitan Rock...hahahah. Lanjuuutt..." kata teriakan orang-orang yang menyaksikan kedua MC itu.
Kedua MC itu melanjutkan kembali acara yang sempat tertunda oleh perbincangannya, dan akhirnya mereka memanggil Group Band selanjutlah.
"Baiklah semuanya...tadi kita sudah melihat penampilan Group Band yang ke-9...dan sekarang kita akan menyaksikan penampilan Group Band yang ke-10...ini dia...The Fourth Herous" ucap MC 1sambil menyambut Group Band dalam urutan tersebut.
Group Band itu akhirnya naik ke panggung dengan beranggota empat orang, mereka menyapa para penonton yang sedang ada dibawah sana, dan melakukan pembukaan yang dilakukan oleh sang Vokalist.
"Selamat sore semuanya...!" kata Vocalist Group Band tersebut.
"Sore!"kata para penonton secara bersamaan.
"Baiklah karena kita berempat sudah hadir untuk mengikuti acara ini...kami akan membawakan sebuah lagu yang berjudul 'Seventh Heaven' dari Group Band favorit kami, yaitu L'arc~en~Ciel, baiklah teman-teman mari kita mulai..." sambung oleh sang Vocalist untuk membawakan sebuah lagu favoritnya.
Akhirnya Intro musik pun dimulai, disusul oleh sang Vocalist untuk menyanyikan lagu tersebut.
Ware ni tsuzuke saa ikou karadajuu no kara wo yaburi
Sarakedasu Ai wo tsunagou dakishimeai tashikameai
Yurameku rakuen made shissoku shinai Maccha kurenai
Tsukami totte yarusa tabun stairs to the seventh
Running up to heaven, Yeah!
Kirameita ruri-iro ga mune ni sasari omoishirasareru
"We can't let it end" sambung Backing Vocal
Egaite ita miraizu ni kimi ga ukabu
Eien ga musubareru My baby, don't think it's hard.
Kimi ni saishuuteki na question. Doko ni sonzai suruka heaven?
Hinto wa nai The answer in a minute thirty one.
Sang Vokalis telah berbicara kepada penonton dibagian tengah musik santai lagu tersebut sambil menginjak Amply yang ada dihadapannya.
"Semuannya...mari kita santai dan mengatakan Under your feet...1...2...1...2...3...Apa?!" teriak sang Vokalist sambil menodongkan Microphone-nya kearah penonton
"Under your feet!"suara penonton yang serentak karena khafal lagu tersebut.
"Sekali lagi...kurang keras!" sambung sang Vokalis
"Under your feet!" jawab kembali penonton.
"Yang disana kurang bersemangat...Apa?!" teriak kembali sang Vocalist.
"Under your feet!"jawaban serentak penonton.
Vocalist itu akhirnya bernyanyi kembali.
Afuredasu nomitsukusu kairaku to taihi suru shoujou
Tenkanshi, kono daichi he to kizuki yukou
Kembali ke Lucy dan Lisanna yang sedang ada dalam kerumunan penonton itu.
"WooW...Lisanna, Vocalist itu benar-benar sangat keren...kau lihat cara mereka mempengaruhi penonton...benar-benar seperti Artist terkenal..." kata Lucy yang terkagum-kagum dengan sosok san Vocalist the fourth Herous
"Iya benar...mereka bisa memeriahkan semua para penonton...sampai-sampai aku ingin ikut bernyanyi juga...tapi tidak hafal lagunya..." sambung Lisanna dengan perkataannya yang mengejutkan Lucy.
"E..eh...Lisanna...lagi-lagi kau seperti itu...terkadang kau sungguh aneh..." kata Lucy sambil memandang aneh kepada Lisanna.
"karena ku kan tukang masak...bukan tukang menyani..."sambung Lisanna dalam perasaan jujurnya.
Lucy kembali mendongkol dan bergumam dalam hatinya 'Erza, anda saja kau ada disini...aku benar-benar butuh teman ngobrol yang nyambung...aku agak menyesal mengajak Lisanna ke tempat acara seperti ini'gumam Lucy sambil mendongkol karena melihat sikap Lisanna selalu seperti itu.
Tanpa mereka berdua sadari, tiba-tiba yang diharapkan oleh Lucy sudah ada disampingnya.
"Acara ini...sungguh meriah..." kata Erza yang sedang tersenyum melihat acara yang meriah ini.
"Ee..Erza, sejak kapan...? sungguh aku tidak menyadarinya..."sambung pertanyaan Lucy karena terkejut bahwa Erza tiba-tiba sudah ada disampingnya.
"Aku sampai disini pukul 01.45 PM, tadi aku melihat saat pertengahan dibagian acara...lalu dari jauh aku melihat kalian berdua...makannya aku menerobos diantara penonton untuk menghampiri kalian..." jawab Erza sambil melirik ke arah Lucy.
Ketika Lucy sedang bengong, diamelihat ke arah dimana Erza menerobos."Ehh...!" pasti Lucy akan terkejut karena melihat beberapa penonton yang terkapar ditanah seperti habis dipukuli oleh seseorang. Namun Lucy yakin seratus persen bahwa itu adalah perbuatan Erza Scarlet.
Ware ni tsuzuke saa ikou karadajuu no kara wo yaburi
Sarakedasu Ai wo tsunagou dakishimeai tashikameai
Yurameku rakuen made shissoku shinai Maccha kurenai
Tsukami totte yarusa tabun stairs to the seventh
Running up to heaven, Yeah!
Penampilan Group Band The Fourth Herous akhirnya selesai atas penampilan panggungnya, mereka pun akhirnya turun meninggalkan panggung tersebut. Disusul oleh MC yang naik keatas panggung untuk mengumumkan penampilan selanjutnya.
"Baiklah tadi kita telah menyaksikan The Fourth Herous..."kata MC 1yang kembali keatas panggung.
"Tanpa buang-buang waktu lagi mari kita panggil Group Band yang ke-11...ini dia..." sambung MC 2 untuk melakukan panggilan secara bersamaan
"G-N-L!" serentakkedua MC langsung menyebutkan Group Band itu secara bersamaan.
Sungguh mengejutkan untuk Lucy dan Lisanna, namun tidak begitu terkejut bagi Erza. dan ternyata yang sedang naik ke atas panggung itu adalah teman mereka bertiga, yaitu Natsu, Gray, dan Loke dengan memakai pakaian yang paling biasa-biasa saja.
Gray memakai celana Levis panjang yang dipotong dibagian kaki kirinya sampai diatas lutut dan memakai kalung salibnya serta telanjang dibagian atasan. Gray memegang posisi Bassist dan Backing Vocal karena dia berdiri dihadapan Microphone khusus untuk Backing Vocal.
Natsu memakai kaos putih yang dirobek-robek lalu dirangkap dengan rompi dari bahan Levis, celana panjangnya pun dari Levis yang dirobek-robek dibagian pahanya. Natsu memegang posisi Guitarist sekaligus Vokalist utama.
Loke memakai pakaian formal seperti Jas hitam, kemeja putih berdasi abu-abu yang menggantuk dilehernya. Seperti halnya pakaian untuk pesta, namun Jas yang Loke pakai di bagian kedua lengannya seperti rompi yang sengaja dirobek. Dan celana panjangnya pun keduanya dirobek hingga sampai lutut. Loke memegang posisi Drummer.
Kembali ke sudut pandang lapangan para penonton, dimana Lucy paling Shock diantara Erza dan Lisanna.
"Eehh...!" satu kata buat Lucy karena terlalu terkejut oleh tiga orang itu.
"Kyaa! Jangan bercanda ! tiga orang bodoh itu mau unjuk gigi untuk mempermalukan diri mereka sendiri...!" teriak Lucy sambil memegang kepalanya.
"Tapi Lucy...aku tidak menyangka mereka akan tampil di acara Metropolitan Rock...hmm..." kata Lisanna dengan nada yang santai sambil tersenyum.
"Sebenarnya aku ingin pergi dari sini...! jika semua yang nonton tahu bahwa kita adalah teman mereka...! aku akan sangat malu...!" kata Lucy sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya itu dalam keadaan merinding.
"Seperti biasa...kau terlalu berlebihan Lucy..." sambung pembicaraan oleh Lisanna.
"Ya Tuhan...tolong selamatkan aku...!" kata Lucy dengan nada yang memohon dalam keadaan bercucuran air mata.
Namun Erza masih dalam keadaan sorot mata yang tajam ke arah Natsu ketika Lucy melihat pandangannya.
"Erza...kenapa tatapanmu seperti itu pada Natsu...?" tanya Lucy.
"Aku hanya ingin melihat Dragneel hari ini...sudah sampai mana dia berkembang dalam permainan musiknya..." kata Erza sambil melirik ke arah Lucy.
"Heh...? apa Natsu benar-benar bisa bermain musik?" tanya Lucy dalam keadaan tidak mengerti apa-apa tentang Natsu.
"Nanti juga kau akan melihatnya sendiri Lucy..." jawab Erza seperti biasa dengan nada dingin sambil tersenyum.
Kembali ke bagian panggung, dimana Natsu sedang melakukan pembukaan untuk menyapa para penonton yang berada di depannya.
"Yoh...semuanya...! lama tidak berjumpa...hahaha...!" kata Natsu yang sok kenal dan sok dekat hingga sontak membuat para penonton terdiam termasuk Lucy semakin shock dengan keadaannya yang sekarang.
"Oii..oii...pembukaan macam apa yang kau lakukan itu...?" tanya Gray yang mengatakan hal itu sambil mulutnya tepat di depan Microphone hingga terdengar keras.
"humph dasar...bisa-bisanya mereka seperti ini diatas panggung" sambung Loke sambil menyentuh dahinya, namun dia tidak sadar ada banyak Microphone yang menempel dibagian Drum-nya hingga kata-katanya terdengar oleh semuanya.
"...hahaha...selain bermusik, mereka juga pandai melawak..." "...mungkin ini yang dinamakan Comedy Music..." " jhahahaa...ini semakin seru saja acara Metropolitan Rock ini...hahaha.." itulah teriakan-teriakan para penonton yang pertama kali mereka dengar.
Salah satu penonton itu Lucy yang semakin mendongkol dengan keadaannya. 'sepertinya aku akan mati hari ini' Gumam Lucy
Kembali ke panggung dimana Natsu akan kembali melanjutkan pembicaraannya.
"Baiklah semuanya...! aku akan membawakan sebuah Lagu dengan aliran musik Grunge...hingga kalian akan terasa Berayun-ayun!"kata Natsu yang secara tidak sengaja menyinggu seseorang yang sedang menontonnya.
"JANGAN MENYANGKUT PAUTKAN LAGU YANG AKAN KAU BAWAKAN DENGAN DADAKU INI...BODOH...!" teriak Lucy dalam bentakannya kepada Natsu.
"Yoh...! Luce...! aku tidak menyangka kau sengaja datang untuk menonton kami bertiga...terima kasih...Luce...!" kata Natsu yang pandangannya tertuju pada Lucy yang sedang menonton acara itu dari jarak yang cukup dekat dengannya.
Akhirnya pandangan semua orang yang disekitarnya tertuju pada Lucy dan mulai membicarakan tentang dirinya.
"..eh...siapa Wanita Bule ini...?" "...apakah dia pacar Vocalist Group Band G-N-L..." "...oh..jadi yang dimaksud dengan berayun-ayun itu dia..." "...sudah kuduga...dari tadi aku melihat dia dari sini ketika melompat-lompat...dada nya itu berayun-ayun..." kata mereka yang sedang membicarakan Lucy, hingga akhirnya Lucy jatuh pingsan.
Natsu melanjutkan kembali pembukaannya. "Baiklah semuanya...! apakah kalian tahu kenapa kami menamakan G-N-L pada Group Band kami?" kata Natsu, dan para penonton malah saling berunding.
"...hah...? mana kami tahu tentang hal itu.." "...apakah mungkin artinya Gun N' Rosses...?" " kalau itu GNR...dasar bodoh kau..." "...apa yah arti G-N-L...itu sendiri..." mereka berunding tentang G-N-L.
Natsu kembali melanjutkan pembicaraannya dihadapan semua penonton "Baiklah kalau kalian tidak tahu..G-N-L...itu adalah sebuah singkatan diambil dari nama kami yaitu...Gray! Natsu! dan...Loke!"kata Natsu yang spontan dengan wajah tanpa dosannya dihadapan para penonton.
'GUBRAG!' semua penonton akhirnya menjatuhkan tubuh mereka sendiri ke tanah, hingga serempak membentak Natsu.
"LALU APA HUBGUNGANNYA DENGAN KAMI!" serentak penonton membentak Natsu.
Natsu melanjutkan kembali pembicaraan panggungnya. "Baiklah sepertinya suasana sudah mulai panas...! sebelum mulai...kami ingin unjuk gigi dulu dengan Skill yang kami miliki...! Loke kau mulai duluan!"
Loke merespon "Aye, sir...!" dan melakukan permainan Drum-nya, dimulai dengan melakukan teknik Rimshot sambil memainkan pijakan hit-hat, lalu diikuti dengan Kick Bass Drum untuk pemanis temponya. Hingga melakukan sebuah Ropel dengan memukul beberapa Tom dan Simbal dengan sangat rapih dan terdengar manis. Selesailah sebuah Demo Drum yang dilakukan oleh Loke kemudan dilempar Demo nya kepada Gray sambil diiringi oleh ketukan Drum yang dilakukan oleh Loke. "Gray...giliranmu...!"kata Loke yang melempar permainan musiknya.
Gray langsung meresponnya "Aye...serahkan padaku!" Gray langsung melakukan permainan Bass-nya dengan melakukan urutan yang diawali dengan Finger Style, lalu melakukan Slap, dan diakhir dengan Harmonic. Dan akhirnya Gray selesai dengan Demo Bass nya. Dan yang terakhir dilempar ke Natsu."Natsu..." kata Gray untuk lemparan terakhir permainan musiknya kepada Natsu.
Natsu meresponnya "Yosh..!" teknik permainan Guitar yang dilakukan oleh Natsu hampir sama dengan yang dilakukan oleh Erza ketika bersama Lucy, seperti Fingering, Tapping, dan Swipping.
Namun ada seseorang yang sedang terkejut dan mulai tertarik dengan kemampuan permainan Gitar-nya Natsu, dan itu adalah Erza sendiri yang sedang menonton bersama Lucy dan Lisanna ditengah-tengah kerumunan banyak orang.
'Dragneel...kau...sejak kapan...?!' gumam Erza dengan mulutnya yang tercengang melihat kemampuan Natsu yang sekarang.
Semua orang yang menonton mulai tercengan dengan permainan musik yang mereka lakukan. Termasuk semua Group Band yang sebelumnya telah selesai dalam penampilannya, dan sedang duduk ditempatnya masing-masing dimanapara anggota Group Band sedang berkumpul untuk tempat berunding sebelum dan sesudah tampil untuk menyaksikan Group Band lainnya.
"Wah...ternyata memampuan mereka tidak bisa diremehkan..." "aku kira mereka itu hanya pecundang yang sedang melawak diatas panggung..." "...tapi ternyata mereka itu...ah sudahlah...jika saja aku ikut tampil dipanggung itu...mungkin aku sudah kalah oleh mereka" "...tapi kok bisa ya? Mereka hanya bertiga...tapi permainan musik mereka begitu penuh dan tidak ada celah kosong..." "kau benar...padahal mereka melakukannya tanpa seorang Keyboardist..." " alah...Kalaupun benar ada Keyboardist...mereka akan terlihat seperti melakukan Lipsing..."ucapan-ucapan para penonton yang mulai membicaraan tentang kemampuan musik Group Band G-N-L.
"Eh...! apa itu benar-benar mereka...?! bohong ah...aku pasti sedang bermimpi..." kata Lucy yang terkagum dantidak percaya akan hal yang dilakukan oleh mereka bertiga diatas panggung.
"bukankah kau sendiri yang mengatakan padaku Lucy...kita tidak bisa menilai seseorang hanya dengan melihat dari segi penampilannya saja...tapi kenapa kau sendiri malah seperti itu Lucy...? hmmm..." sambung Lisanna sambil tersenyum ketika sedang melihat Lucy dalam keadaan seperti terkagum-kagum.
Dan inilah yang telah ditunggu-tunggu oleh semua para penonton dari Group Band G-N-L tersebut. Natsu melanjutkan pembukaannya ketika iringan musik Demo nya berhenti sejenak.
"Yoh...! semuanya..! kami akan membawakan Lagu dari Group Band favorit kami...Nirvana! dengan Judul Smile like teen Spirit!"teriak Natsu pada Microphone yang ada dihadapannya.
Natsu mulai memainkan Guitarnya untuk intro dari lagu Smile like teen spirit, lalu disusul dengan ketukan Drum oleh Loke dan Bass yang dimainkan oleh Gray. Natsu akhirnya mulai bernyanyi dengan gaya Kurt Cobain dengan suara khas versi Natsu sendiri.
Load up on guns, bring your friends
It's fun to lose and to pretend
She's over bored and self assured
Oh no, I know a dirty word
Hello, hello, hello, how low?
"How Low...?" Backing Vocal Gray
Hello, hello, hello, how low?
Hello, hello, hello, how low?
With the lights out, it's less dangerous
Here we are now, entertain us
I feel stupid and contagious
Here we are now, entertain us
A mulatto
An albino
A mosquito
My libido
Yeah, hey, yay
Semua penonton yang sedang mendengarkan lagu yang dibawakan oleh mereka bertiga akhirnya mulai melompat-lompat karena pengaruh bit musik. Mereka mulai membincangkan tentang penamilan G-N-L.
"Wah...kau tahu...lagu Smile Like Teen Spirit ini lagu dari album kedua Nirvana yang dirilis pada tahun 1991 di album keduanya yaitu Nevermind..." "...pelantun lagu ini diciptkan oleh sang Vocalist sekaligus Gitarist Nirvana...Kurt Cobain..." "hahaha...sekarang aku mengerti...pantas saja mereka hanya bertiga...ternyata mereka menganut aliran musik Grunge dari Nirvana..." "...ini hebat...mereka menghidupkan kembali suasana Grunge yang sudah lama tidak terdengar...aku jadi Nostalgia dengan lagu ini..."ucapan-ucapan penonton yang membicaraan tentang lagu tersebut.
Natsu mulai bermain fingering dengan nada telah disusun untuk bagian tenah lagu yang telah dikosongkan untuk mengisi bagian melody. Natsu melakukan sebuah improvisasi dengan cara memainkan melody yang baru dan itu tidak sama dengan melody dari lagu original-nya. Namun nada yang disusunnya sangat harmonis hingga tidak menghilangkan corak dari aliran Grunge itu sendiri.
Kembali ke tempat dimana Erza sedang menyaksikan penampilan Natsu dan yang lainnya.
'Natsu Dragneel...aku malu mengakui kemampuannya...dari dulu kau benar-benar orang yang menarik...andai saja dari dulu kita saling bicara satu sama lain...tapi kau tak pernah mempedulikan keberadaanku...' Gumam hati Erza sambil mengingat masa lalunya.
-Flashback –
2014年7月15日( 15 Juli 2014 ) 02.00 PM
Kembali ke masa dimana Erza masih masih duduk dibangku kursus Fukuoka Music Lesson, Erza adalah murid tertua di tempat kursus musik itu sendiri dimana iya mengambil kelas belajar Gitar. Dengan kata lain kemampuan bermain Guitar Erza sudah lebih unggul dari murid-murid yang ada di tempat kursus tersebut. Natsu adalah salah satu murid yang ikut kursus mengambil kelas belajar Guitar, dia baru bergabung sekitar tujuh bulan yang lalu. Sedangkan Erza sendiri sudah ada empat tahun lamannya ketika mulai belajar bermain Guitar.
"Natsu kau begitu bodoh...! kenapa kau malah lupa tentang dasar-dasar yang telah aku ajarkan selama tujuh bulan ini..?! kau harus mengulangi dari awal lagi...dimulai dari kunci dasar-dasar dan teknik Hammer on!" Natsu sedang dibentak oleh Nakayagi-sensei yang mengajarkan teknik Guitar kepada Natsu.
"Eeh...Hammer on, itu terlalu dasar...lalu bagaimana dengan teknik fingering dan yang lain-lain yang kau janjikan untuk mengajarkannya padaku?" kata Natsu sambil mengeluh.
"memindahkan kunci ke kunci saja kau masih blepotan tahu..! bahkan teknik Hammer on mu payah sekali...!" Natsu kembali dibentak oleh pembimbingnya.
Lalu tiba-tiba ada seorang murid yang berlari ketakutan melewati kelas belajar Guitar. Itu adalah temannya Natsu yaitu Gray sendiri yang sedang mengikuti kelas belajar Bass. Gray sedang dikejar oleh pembimbing kelas belajar Bass.
"Dasar Bule...Bodoh..! aku menyuruhmu melakukan teknik Slap...! bukan memutuskan semua senar Gitar Bass...!" Gray berteriak sambil berlari
"GYAA..! maafkan aku...nanti akan aku ganti senarnya...!"teriak Gray sambil berlari dikoridor.
"Katagiri-sensei...kenapa kau berlari mengejar anak itu?"tanya Nakayagi-sensei dari pembimbing kelas belajar Gitar.
"Nakayagi-sensei...Maaf...aku membuat kegaduhan...coba lihat ini..." jawab Katagiri-sensei seorang pembimbing kelas Gitar Bass menunjukan Gitar Bassnya pada semua yang ada dikelas belajar Gitar. "lihat ini...aku menyuruh Bule Amerika itu untuk melakukan teknik Slap yang aku ajarkan...tapi malah jadi seperti ini...padahal aku baru mengganti senarnya.." lanjut Katagiri-sensei yang sedang mendongkol sambil menunjukkan Gitar Bassnya yang semua senarnya putus dan lilitan sekitar senarnya pun berantakan.
"Hah...? orang Amerika bisa melakukan hal seperti itu juga ternyata...aku pikir orang Amerika itu semuanya pandai..." kata Nakayagi-sensei sambil menyayukan matanya.
"Tadinya aku juga sempat berfikir seperti itu ketika Bule itu datang ke kursus musik kita ini...tapi ini pengecualian untuk si paras wajah Bule yang tampan itu tidak sesuai dengan keterampilannya...ya sudahlah...aku akan kembali mengajar anak-anak"lanjut pembicaraan Katagiri-sensei yang sedang mengeluh lalu terdengar ucapan yang menggerutu dari Katagiri-sensei.
"Lama-lama aku muak dengan orang Bule yang bisa bicara Bahasa Jepang...Dasar! hmph.." ucap menghela nafas Katagiri-sensei dan kembali mengajar ke ruang kelas belajar Bassnya.
"Natsu...lanjutkan kembali pembelajaran teknik Gitarmu dari awal..." perintah Nakayagi-sensei untuk mengulang kembali pembelajaran teknik dasar Guitar.
"Tidak mau...aku ingin belajar teknik lanjutan..." sambung Natsu yang cemberut dan memalingkan wajahnya.
"Dasar bodoh...ini demi kebaikanmu juga...aku tidak akan mengajarkan teknik lanjutan jika kemampuan dasarmu masih seperti itu...mengerti!" bentak Nakayagi-sensei kepada Natsu karena kebengalannya.
Lalu salah satu murid tertua di kelas belajar Guitar masuk ke kelas sambil menggendong tas Guitar Electrict miliknya, yaitu Erza Scarlet satu-satunya wanita diantara murid-murid itu.
"Selamat siang...maaf aku terlambat...tadi aku sedang mampir ke toko alat musik untuk membeli senar yang baru..."kata Erza dengan nada dinginnya yang khas itu.
"humph...Scarlet, kau selalu saja seperti itu...aku akui kau murid yang cukup pandai dikelasku ini...tapi kau harus memberi contoh yang baik pada juniormu ini...aku tidak mau mendengarkan alasanmu lagi" kata Nakayagi-sensei yang mengeluh dengan tingkah laku Erza yang kadang-kadang terlambat untuk masuk kelas belajar Guitar.
"Maafkan aku Nakayagi-sensei...aku akan mencoba untuk tidak mengulangi kesalahanku..." kata Erza sambil merenung dalam kesalahannya.
"Baiklah...waktunya istirahat...kalian luangkan untuk pembelajaran Guitar kalian...aku pergi dulu...humph..."kata Nakayagi-sense sambil menghela nafas dan keluar menuju ruang kantor pembimbing.
Semua junior mulai antusias pada Erza untuk minta diajarkan teknik-teknik lanjutan.
"Erza-senpai...tolong ajarkan teknik fingering...jari-jariku belum terlalu cepat melakukannya" "aku juga...aku ingin belajar teknik Banding off...Erza-senpai bisa melakukannya sampai suara Gitar itu terdengar menjerit..." "...oh ya...aku mau belar tapping...dan belajar membaca tabulasi...mohon bantuannya Erza-senpai..." "Oi...Natsu, Erza-senpai sudah datang...kau bisa belajar dengannya tentang teknik-teknik dasarmu yang telah ketinggalan...ayolah mumpum waktu istirahat..."
"Eh...baiklah sabar...kita akan mulai belajar dari teknik Swipping...bagaimana" kata Erza yang sedang duduk dibangku duduknya sambil memainkan Guitar untuk memberi contoh teknik itu kepada junior-juniornya, terkadang Erza suka melirik kearah Natsu yang suka belajar sendiri dalam teknik dasar Guitarnya.
Natsu tidak seantusias murid-murid yang lain karena ketadangan Erza. Natsu hanya diam ditempat duduknya yang bersebrangan jauh dengan tempat duduk Erza. Natsu selalu menghabiskan waktu istiratnya sambil melatih kemampuan miliknya secara Autodidak dan tidak mempedulikan kehadiran Erza.
Namun Natsu mulai bosan dikelas belajar Guitarnya, dan malah pergi meninggalkan kelas belajar Gitarnya untuk pulang.
"Natsu kau mau kemana? Kenapa kau mengemaskan Guitar Electrict mu kedalam tas..." "...Sudahlah biarkan saja dia selalu seperti itu kalau ada Erza-senpai..." "...apa dia benci terhadap Erza-senpai? Padahal Erza-senpai orangnya baik...meskipun terlihat dingin..." "Entahlah mana aku tahu...dia selalu seperti itu...berbicara dengan Erza-senpai pun tidak pernah..." kata teman sekelasnya yang mencoba menghentikan Natsu.
Mendengar ucapan-ucapan yang dilontarkan oleh teman-teman sekelasnya, Natsu langsung menajamkan matanya kepada teman sekelasnya di tempat kursus itu dan mengatakan.
"Maaf saja...aku tidak seperti kalian yang hanya belajar untuk meniru karakter orang lain...aku pergi dulu..." kata Natsu dengan nada dinginnya itu lalu akhirnya meninggalkan kelas belajar Guitarnya sambil membawa tas Gitar miliknya.
Lalu Natsu bertemu dengan temannya yang bernama Gray yang sedang menunggu Natsu keluar dari tempat Kursusnya itu.
"Kenapa kau disini Gray? Bukankah kau masih jam kursus belajar Bassmu" tanya Natsu kepada Gray yang sedang bersandar di pilar dekat pintu masuk utama.
"Lalu bagaimana denganmu...kenapa kau pulang?"tanya balik Gray pada Natsu yang baru keluar dari pintu utama.
"Entahlah...aku hanya sedang bosan...oh ya bagaimana kalau kita mampir ke toko DVD dan kaset? aku ingin membeli beberapa Album untuk koleksi di kamarku..." kata Natsu dengan nada ajakannya.
"humph...kau ketinggalan zaman...padahal kita tinggal mendownload mp3 dari situs yang yang telah disediakan di Internet..."kata Gray yang selalu mengeluh atas ajakan Natsu yang kurang menarik baginya.
"Dasar Bule bajakan...!" sindiran Natsu tertuju langsung padanya.
"aku keturunan asli Amerika...! Kaulah yang bajakan...menambahkan nama belakangmu dengan nama asing...Natsu Dragneel...Uwekk...aku mual mendengarnya...!"Kata Gray dengan nada ejekannya untuk Natsu.
"Setidaknya aku bukan Bule Gratisan...yang suka mendownload mp3 gratis dari situs...dan menyendiri dikamarnya sendiri sambil memakai celana Boxer...hahaha...hahaaha..."kata Natsu yang semakin mengejek Gray dengan tertawa jahatnya.
"Jangan bawa-bawa celana Boxerku terhadap argument mu itu..! dasar Dragneel Bodoh!"bentak Gray karena menyerah bila Natsu menyangkut pautkan hal seperti itu dengan ejekannya.
"Baiklah aku akan pergi dari sini...sebelum aku ketahuan oleh pembimbing...hahaha...haha..."kata Natsu yang sedang berlarian keluar gerbang tempat kursus dengan tertawa jahatnya.
"Oii..oii...Natsu..aku ikut...aku juga sedang kabur dari kelasku ini...!" kata Gray sambil mengejar Natsu.
Tanpa sadar, Natsu dari tadi sedang diperhatikan oleh gadis berambut merah yang sikapnya dingin itu dari arah jendela kelas belajar Gitarnya
'Dragneel...' gumam hati Erza yang tidak pernah berbicara dengan Natsu.
2014年12月02日( 15 Desember 2014 ) 11.00 AM
Erza telah selesai dengan Kursus belajar Gitarnya, sekarng Erza sedang ada dikantor pembimping untuk mengambil Sartifikat Kursusnya itu.
"Erza Scarlet...ini Sartifikat Kursusmu...nilaimu sangat memuaskan...nilaimu berada diatas rata-rata...bahkan aku tidak pernah memberi nilai seperti ini kepada murid-muridku sebelumnya...aku malu mengakuinya...kau muridku yang terbaik yang pernah ada..." kata Nakayagi-sensei sambil menyerahkan Sartifikat kelulusan Fukuoka Music Lesson.
"Terima kasih Nakayagi-sensei...aku menerimanya dengan senang hati.." kata Erza dengan senyum hangatnya sambil menerima Sartifikat itu dengan senang hatinya.
"Sebenarnya anak itu memiliki potensi yang sama denganmu Scarlet...bahkan bisa bisa melebihi kemampuanmu..." kata Nagayaki-sensei yang secara tidak langsung membicarakan tentang Natsu.
"hah...?! Siapa yang kau maksud dengan anak itu?" tanya Erza karena tidak mengerti apa yang dimaksud dengan anak itu.
Nakayagi-sensei terdiam sesaat dan melanjutkan kembali pembicaraannya. "Salah satu juniormu...Natsu Dragneel...aku melihat dari sorot mata tajamnya yang menunjukkan bahwa dia memiliki bakat yang potensial...saat itu aku mengira aku akan memiliki dua muridku yang sangat hebat..." kata Nakayagi-sensei yang sedang menjelaskan potensi bakat yang dimiliki oleh Natsu.
"Sayangnya...dia malah keluar dari kelasku...benar-benar membuat aku kecewa..." lanjut pembicaraan Nagayaki-sensei yang terhenti sesaat.
Erza terkejut mendengar Natsu keluar dari kelas belajar gitarnya karena belum selesai pembelajarannya.
"Satu minggu yang lalu aku masih melihat Dragneel...ketika dia berjalan menuju ruangan ini.." lanjut pembicaraan oleh Erza.
"Iya...dia datang ke tempatku waktu itu hanya untuk mengundurkan diri dari kelas belajar Gitarnya..." kata Nagayaki-sensei dengan wajah sedikit kecewa.
"Entahlah apa yang salah dariku...aku tidak pernah memperlakukan salah satu muridku seperti anak emas atau pun sebaliknya...bagiku semua muridku itu sama...yang membedakan hanya potensi yang ada pada mereka semua...dan aku melihat ada potensi lebih dari para muridku yaitu kalian berdua...dan kau berhasil melakukannya Scarlet...tapi tidak untuknya..." lanjut pembicaraan Nagayaki-sensei yang menjelaskan tentang bagaimana cara dia mengajar murid-muridnya.
"Kalau begitu sayang sekali...potensi yang terpendamnya itu dibuang begitu saja.." kata Erza yang mengingat anak laki-laki itu tidak pernah berbicara dengannya.
"Kau benar...bahkan aku sempat berfikir...mungkin suatu saat nanti Kau dan Natsu akan membentuk sebuah Group Band yang sangat hebat...sudahlah lupakan...sekarang aku akan melepaskan muridku yang satu ini dan melihat perkembangan untuk kedepannya...selamat berjuang...Scarlet..." kata-kata terakhir yang diucapkan Nakayagi-sensei kepada Erza Scarlet.
2016年4月10日( 10 April 2016 ) 04.50 PM
Kembali ke suasana panggung dimana Natsu teman-temannya masih bernyanyi di atas panggung dan melantunkan lagu Smile like teen spirit-nya.
And I forget just why I taste
Oh yeah, I guess it makes me smile
I found it hard, it's hard to find
Oh well, whatever, never mind
Erza P.O.V
Ternyata kau benar Nakayagi-sensei...hari ini aku melihat anak itu yang sedang menunjukkan kemampuan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya...
Ini mengejutkanku...
"Erza ada apa...? aku lihat dari tadi kau sedang melamun..." tanya Lucy yang ada disampingnya.
"Maaf...tadi aku teringat masa lalu ketika pertama kali bertemu dengannya...sekarang dia benar-benar bisa menunjukkan jati dirinya itu..aku cukup terkejut..." kata Erza sambil tersenyum dengan nada dinginnya.
"Pertama kali aku melihat mereka semua...mereka terlihat begitu bodoh dimataku...tapi dibalik sisi bodoh mereka itu ternyata benar-benar menakjubkan...aku mulai terkesan dengan mereka bertiga..hmm" kata ungkapan hati Lucy yang dikeluarkan dari mulutnya sambil tersenyum.
"Baiklah Lucy...Lisanna...aku akan kembali ke toko alat musik...mungkin perbaikan Drum-ku sudah selesai..." kata Erza sambil meninggalkan kerumunan orang-orang yang sedang menonton.
Baiklah...sepertinya ini mulai menarik...
Normal P.O.V
"Baiklah Erza...sampai nanti...hmm.." kata Lucy dan langusng berguman dalam hatinya. 'Baiklah...mungkin besok aku akan akan membujuk mereka bertiga untuk bergabung denganku dan Erza...kita akan membangun Group Band yang hebat...'
With the lights out, it's less dangerous
Here we are now, entertain us
I feel stupid and contagious
Here we are now, entertain us
A mulatto
An albino
A mosquito
My libido Top of Form
Akhirnya penampilan Group Band G-N-L telah selesai dan mereka menutup penampilannya lalu turun dari panggung Metropolitan Rock.
"Lisanna...ayo kita pergi untuk mereka bertiga...aku ingin minta maaf karena penilaianku selama ini terhadap mereka bertiga..." ajakan Lucy kepada Lisanna sambil menuntun tangannya.
"Baiklah Lucy...aku ikut denganmu..hmm" sambung Lisanna untuk mengikuti kemana Lucy pergi.
Lucy mulai berjalan dan berdesak-desakan dengan semua orang yang sedang berkerumun disekitarnya.
"Permisi...kami mau lewat...aduh...sesak!" kata Lucy sambil berdesak-desakan dengan kerumunan banyak orang.
"Nona...sopanlah sedikit...tolong jangan ayun-ayunkan bendamu itu padaku...aku sudah menikah...!" kata salah satu orang yang telah berdesakan dengan Lucy
Lucy langsung menjitak orang yang mengatakan hal itu. "kita sedang berdesa-desakan..Brengsek..!" kata Lucy yang mulai menggeram.
Akhirnya Lucy dan Lisanna berhasil keluar dari kerumunan orang-orang itu dan mulai berjalan mencari Natsu dan yang lainnya.
"humph...benar-benar menyebalkan...kenapa kata berayun-ayun itu membuatku sensitif seperti ini ya...?"kata Lucy sambil menghela nafasnya
"Lucy...itu hanya kau sendiri saja yang terlalu mendramatisir...jadi apa yang kau makan hingga menjadi sebesar itu...hmm..."lanjut pembicaraan olehLisanna tersenyum dan matanya tertuju pada dada Lucy. lalu Lucy membentaknya.
"Punyaku ini tidak ada hubungannya dengan makanan yang aku makan...jadi jangan mengejekku...! humph.." Lucy membentak Lisanna.
"Eh...Jangan marah Lucy...aku hanya sedang menghiburmu...hmm..." Lisanna membujuk kekesalan Lucy.
Lucy menyisikan wajahnya dan bergumam dalam hati.'Cara menghibur macam apa itu...? sungguh menyebalkan...'
Akhirnya Lucy dan Lisanna datang ke tempat dimana mereka telah turun dari panggung dan bertanya pada panitia yang ada disana.
"Anu...kami mencari seseorang disini...nama Group Band nya...G-N-L...iya itu kalau tidak salah..." kata Lucy yang sempat lupa dengan nama Group Band Natsu.
"Oh...G-N-L...dari tadi mereka sudah meninggalkan tempat ini...sebelum kalian datang kemari..." jawab panitia.
"Oh..begitu...baiklah terima kasih...maaf menggangu...permisi..." kata Lucy sambil undur diri dari hadapan panitia itu bersama Lisanna.
Lucy akhirnya meninggalkan tempat panitia itu, lalu panitia itu memanggil Lucy dengan perkataan yang tidak disangka-sangka ketika Lucy sudah berada jauh jaraknya.
"Nona...! hati-hati...kau jangan terlalu berlebihan mengayun-ngayunkan tubuhmu seperti itu...nanti dilihat banyak orang...hmm..."kata panitia itu dengan nada yang cukup keras.
"KYAAA! LAMA-LAMA AKU TIDAK TAHAN DAN INGIN MEMBUNUH SEMUA ORANG YANG ADA DISINI!" Lucy berteriak didepan umum.
Sontak membuat orang yang ada disekitarnya kaget dan Lisanna pun menenangkan Lucy.
"Lucy...tenanglah...dari tadi aku memperhatikan panitia itu diatas panggung dan penglihataanya tertuju padamu...wajar saja panitia itu bersikap seperti itu padamu...hmmm..." kata Lisanna yang sedang membujuk Lucy.
"Kau jangan ikut-ikutan juga Lisanna!" bentak Lucy kepada Lisanna.
2016年4月10日( 10 April 2016 ) 06.00 PM
Sekarang ini Natsu, Gray, dan Loke ternyata sedang di kedai Ramen yang ada disekitar acara Metropolitan Rock, tapi mereka bertiga masih bisa melihat ke arah panggung itu untuk melihat penampilan Group Band yang akan tampil berkutnyai. Mereka bertiga sedang berbincang-bincang masalah hasil penampilannya mereka tadi.
"Bagaimana...tadi aksi panggungku hebatkan...? ...hahaha..hahaha..." tanya Natsu yang sedang memakan Ramen Udon-nya sambil tertawa khasnya itu.
"humph...apanya yang hebat...cara pembukaanmu itu memalukan tahu..." kata Gray denga keluhannya.
"Setidaknya aku sudah berusaha melakukannya...sedangkan kalian hanya mengomentariku tepat dihadapan Microphone kalian...jadi terdengar semuanya tahu...!" bentak Gray kepada Natsu.
"Tapi kita ini nekad juga mengikuti acara seperti ini...padahal waktu latihan kita kemarin-kemarin sangat terbatas..." kata Loke yang sedang ikut makan Ramen.
"Tapi Loke...berkat kau kita bisa tampil diacara seperti ini...kau benar-benar cocok sebagai Drummer kami..." sambung Gray sambil menatap Loke.
"Memang kalian tidak pernah manggung sebelumnya...?" tanya Loke kepada mereka berdua mengenai masalah pengalaman mereka berdua.
"humph...sebenarnya aku dan Gray sudah lama menginginkan hal yang seperti ini dari dulu...dulu aku dan Gray juga sempat membentuk sebuah Group Band, tapi tidak pernah cocok dengan Drummer yang sebelumnya...lalu kita berselisih hingga Drummer itu keluar dari Group kita...meskipun itu belum manggung sama sekali..." kata Natsu sambil menceritakan masalah yang telah berlalu dengan keluhannya.
"Kita...? bukankah kau sendiri yang berselisih dengannya...?" tanya Gray dengan nada dinginnya sambil menyudukan pandangannya pada Natsu.
"Setidaknya aku mengatakan hal yang sesungguhnya pada Drummer itu...dari pada kau yang hanya membicarakannya dari belakang..dasar Bule Boxer...!"bentak Gray pada Natsu.
Gray membalas. "Kau sendiri yang selalu bertindak seenaknya Sipit...!" Gray membalas kembali bentakannya.
"humph...jadi siapa sih perselisihan yang kalian maksud?" tanya Loke dengan menyudutkan pandangannya kepada mereka berdua.
Ketika mereka bertiga masih duduk di kedai Rame, MC melanjutkan kembali membuka acaranya untuk memanggil Group Band yang akan tampil saat ini.
"Baiklah...semuanya...sepertinya kita akan beristirahat dulu sebentar...untuk melihat Group Band yang akan tampil berikutnya..."kata MC 1 yang telah naik kembali ke atas panggung bersama dengan MC 2.
"Ya...Sambil kita mengisi kekosongan waktu kita...kita telah kedatangan sebuah Group Band Bintang Tamu yang akan mengisi waktu kita semua...dan pasti kalian tidak akan menyangka untuk kedatangan Bintang tamu hari ini yang sedang ramai diperbincangkan di Media Sosial...inilah dia..!."sambung MC 2.
MC 1 dan MC 2 menyambutnya secara bersamaan. "...BABYMETAL...!"
Kembali ke sudut pandang Kedai Ramen.
"BABYMETAL...? Gray kau pernah mendengarnya...?"tanya Natsu yang masih asing mendengar Group Band itu.
"Entahlah...aku juga belum mendengarnya" jawab Gray dengan nada dinginnya.
"bukankah kau memasang internet dirumahmu...?" tanya balik Natsu.
"Aku belum bayar tagihannya...jadi tidak ada koneksi dikamarku...sudah jangan bertanya lagi padaku...!" jawab Gray yang mulai agak kesal dengan pertanyaan Natsu.
Kembali ke sudut panggung, dimana Bintang tamu itu akhirnya naik keatas panggung dan satu per satu personilnya mulai naik, namun belum terlihat Vocalist-nya.
Kembali kesudut pandang di dalam Kedai Ramen.
"Oii...Lihat...pakian mereka serba putih...dan...wajah Guitarist itu di cat dengan warna putih dan rambutnya diluruskan seperti wanita yang sudah diribonding...hahaha..." kata Natsu yang sedang membicarakan Guitarist dari salah satu personil BABYMETAL.
"Lalu kenapa Bassist nya itu botak sendiri...dan dipulas putih seluruh kepalanya...eh...ada tato bermotif juga dibagian belakang kepalanya..." sambung Gray yang memandang Bassist personil BABYMETAL itu.
"Tapi Gitarist yang satunya lagi itu rambut panjangnya seperti rambut palsu...begitu juga dengan Drummer-nya..benar-benar tidak jujur..." lanjut Loke yang sedang memperhatikan rambut palsu yang dipakai oleh dua orang personil itu.
Kembali ke sudut Panggung, dan akhirnya tiga gadis itu naik ke atas panggung dalam keadaan memakai pakaian ala Idol Group yang ditemakan dengan motif Metal.
Sontak membuat mereka bertiga yang masih di Kedai Ramen terkejut melihat tiga gadis yang mungil dan lucu itu bermain dengan personilnya yang bisa dibilang Metal abis.
"Eeh...! ini mengejutkanku...apakah tiga Idol Group itu bisa bernyanyi aliran Metal..?" kata Natsu yang tidak menyangka atas kemunculan tiga gadis Idol Group itu.
"humph...tidak seru ah...dada mereka begitu rata...tidak seperti Lucy yang selalu mengayun-ayunkan dadanya..." lanjut pembicaraan oleh Loke sambil menatap dada ketiga gadis Idol Group itu.
"Oii..oi...apa yang kau fikirkan Loke...? otakmu sungguh mesum..." sambung Gray yang sedang menatap apa yang difikirkan oleh Loke dengan menyudutkan pandangannya.
Kembali ke sudut Lisanna dan Lucy yang ikut menonton penampilan Bintang tamu itu di tempat penjual minuman kaleng.
"Lucy...lihat mereka bertiga benar-benar Kawaii..aku jadi ingin mencubit mereka..." kata Lisanna dengan menyebutkan kata Kawaii dari bahasa Jepang yang artinya, imut, lucu, menggemaskan. Namun ketika melirik ke Lucy tiba-tiba terkejut melihat Lucy yang sedang menggeram. "Eeh...Lucy...?!" Lisanna terkejut.
"Kenapa telingaku begitu terasa panas...seperti ada seseorang yang membicarakanku...chhh!" geram Lucy sambil meremas minuman kalengnya.
Kembali ke panggung dimana tiga gadis Idol Group itu melakukan pembukaannya dengan cara memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"Semuanya...! perkenalkan...saya adalah Su-Metal Death!"kata Vocalist utama.
"Saya adalah Yui-Metal Death!" sambung Streammer 1
"dan saya adalah Moa-Metal Death!"lanjut Stremmer 2
"kami bertiga adalah BABYMETAL DEATH!"kata tiga gadis itu serentak secara bersamaan, ketika mereka mengucapkan kata Death dalam pengucapan Bahasa Jepang akan terdengar menjadi desu, kata desu sendiri adalah bentuk sebuah penegasan kata bahwa mereka benar-benar BABYMETAL.
Semua orang yang menonton bersorak "KAWAAAIIII...!" karena tiga gadis itu benar-benar menggemaskan.
Kembali ke sudut pandang Kedai Ramen.
"Tiga gadis itu benar-benar bisa mempengaruhi semua orang...aku benar-benar salut dengan mereka bertiga sekarang...hahahaha..." kata Natsu dengan tertawa yang riang ketika melihat tiga gadis itu.
"Mereka benar-benar sangat manis...tapi aku ingin tahu...jenis Music Metal seperti apa yang akan mereka bawakan...?" lanjut Gray sambil menopang dagunya dimeja Kedai Ramen.
"Tapi...aku ragi dengan mereka bertiga...jika mereka melakukan teriakan Scream...pasti pita suara mereka akan terputus..." sambung Loke sambil meminum teh.
Kembali ke sudut Panggung.
"Baiklah...kami bertiga akan membawakan lagu baru dari Album kami yaitu...Road of Resistance...dan...are..?"Su-Metal terkejut karena lupa membawa sesuatu
"Su-chan kita lupa membawa benderanya..." kata Moa-Metal yang sedang membisik namun tetap terdengar karena mereka Moa-Metal dan Yui-Metal itu menggunakan Earphone, hanya Su-Metal sendiri yang berada diposisi tengah menggunakan Mic karena Vocalist utama.
"Semuanya..ma..maaf! kami lupa membawa bendera kami..haha...haha..." kata Su-Metal yang salah tingkah diatas sambil mengusap-usap kepalanya karena malu. Tiga gadis itu kembali meninggalkan panggung sejenak untuk mengambil benderanya.
Kembali ke sudut pandang Kedai Ramen.
"Gray...apa orang-orang Metal selalu melakukan hal seperti itu...?" kata Natsu dengan wajahnya terkejut.
"Aku tidak tahu...jangan tanya aku!" bentak Gray kepada Natsu yang sedang melihat kearah panggung.
Tiga gadis itu kembali masuk ke panggung dengan memanggul bendera hitam yang ada lambang BABYMETAL. Tiga gadis itu berjalan selangkah demi selangkah sambil mengikuti iringan musik Slow Metal hingga musik itu berakhir sejenak bersamaan dengan tiga gadis itu yang mengibarkan benderannya masing-masing untuk menunjukkan lambang Group Band-nya.
Yui-Metal dan Moa-Metal menyimpan tiga bendera tersebut termasuk yang dipegang oleh Su-Metal, dan menyimpannya di dekat seorang Drummer. Su-Metal mengedepan kedua tangan lalu melebarkannya kesamping. Itu adalah intruksi untuk yang para Metal Head agar semuanya mengosongkan sebagian lapangan penontonnya hingga terlihat seperti lingkaran kosong untuk melakukan Wall of Death.
Kembali ke sudut pandang Kedai Ramen.
"Apakah mereka bertiga berniat melompat kearah lapangan yang dikosongkan secara melingkar itu...?" tanya Natsu yang dari tadi melihat moment-moment itu.
"humph...Kau benar-benar bodoh...tiga gadis Idol Group itu akan mengalami cedera patah tulang...jika mereka melakukan hal itu..." sambung Gray dengan menghela nafasnya setelah dia minum tehnya.
"Su-Metal menyuruh semua Metal Head untuk melakukan Wall of Dead...ini semakin menarik saja" kata Loke yang semakin mengedepankan wajahnya kearah panggung.
Lagu Road of Resistance dimulai dengan sebuah Ropel Drum dan ternyata Group Band itu membawakan aliran Music Speed Metal, karena Kick Drum nya menggunakan Double Pedal. Semua menonton melakukan Wall of Deat dengan cara menabrakkan tubuh mereka sendiri dari berbagai arah sesuai lingkaran yang telah dikosongkan lalu berlarian secara memutar seperti pusaran air. BABYMETAL bernyanyi.
Higashi no Sora wo Makka ni Someru Noroshi no Hikari ga
Kodoku no Yami no Owari wo Tsugeru
Arata na Michi-shirube
Kujikete mo Nando demo
Kokoro no Hono-o Moyase
It's The Time, It's The Time
Ima Kono Shunkan wo
It's The Time, It's The Time
Tomo ni Ikiru
It's The Time, It's The Time
Ashita no Kimi ni Utauyo
Sa-a Toki ha Kita
Resistance, Resistance
Wow… Kokoro ha Hitotsu
Kimi ga Shinjiru nara
Susume, Michi Naki Michi demo
Sudut pandang Kedai dimana Natsu yang lainnya berada.
"Musik mereka itu benar-benar tidak asing...namun mengejutkanku...ternyata mereka menganut aliran musik Group Band Dragonforce...!" kata Natsu yang tercengang dengan lagu yang dibawakan Bintang tamu itu bersamaan dengan menjatuhkan tempura yang ia makan.
"Tapi BABYMETAL itu unik juga...mereka nekad menjadikan tiga gadis Idol Group itu sebagai Vocalist dalam Music Metal mereka yang benar-benar cadas..hmm..aku mulai tertarik..." lanjut pembicaraan oleh Loke.
"Suara Vocalist utama yang bernama Su-Metal itu juga cukup bagus juga...meskipun Vocal-nya untuk Idol Group, tapi memiliki corak tersendiri hingga bisa sinkron dengan aliran Music Metal...aku salut padanya..." kata Gray yang sedang menikmati tehnya setelah makan Ramen.
Forever, Forever
Wow… Kokoro no Oku ni Moeru Atsui Heart
Sore ga Bokura no Resistance...
Sudut pandang di tempat penjual minuman kaleng disekitar acara Metropolitan Rock dimana Lucy dan Lisanna berada.
"Sugoii...! Meraka melakukannya Lisanna...tiga gadis Idol Grup itu memberikan warna baru dalam dunia Music Metal sehingga mengubahnya ke dalam keceriaan terhadap para penggemar Music Metal itu sendiri..." kata Lucy dengan perasaan kagumnya kepada tiga gadis Idol Group itu.
"Iya...ada juga Music Metal yang seperti itu...aku semakin menjadi tidak mengerti..hmm..." sambung Lisanna yang seperti biasa selalu mengejutkan Lucy.
Inochi ga Tsuzuku Kagiri
Keshite Se wo Muketari wa Shinai
Kyou ga Ashita wo Tsukurun da
So, Bokura to Utai Odore
Resistance, Resistance
Set Up A Shout, Shouting Forever
Kimi ga Shinjiru nara
Susume, Kotae ha Koko ni Aru
Forever, Forever
Woh… Kokoro no Oku ni Moeru Atsui Heart
Bokura no Resistance
Selesai sudah penampilan Bintang tamu Group Band yang bernama BABYMETAL itu. Tiga gadis itu menutup penampilannya dengan gaya khasnya sendiri.
Su-Metal "Baiklah semuanya...! terima kasih...See You..!" Moa-Metal dan Yui-Metal "See You..."
2016年4月11日( 11 April 2016 ) 11.00 AM
Keadaan pada Jam istirahat di SMA Higashi, Sudut pandang ruang kelas 1 – 5. Natsu sedang berbincang-bincang dengan teman sekelasnya. Sekarang Natsu, Gray, dan Loke mulai sedikit populer atas penamilan mereka hari minggu kemarin.
"Natsu...Gray...Loke...sejak kapan kalian membentuk sebuah Group Band...? aku tidak menyangka kalian akan tampil di acara Metropolitan Rock.." "Iya benar...acara itukan untuk Band local yang memiliki teknik musik yang tinggi..." kata beberapa teman sekelasnya yang membicarakan mereka bertiga.
"Sehebat apapaun kemampuan mereka...tidak akan bisa mengalahkan ketampananku" kata Loke yang sedang dihinggapi dua orang teman anak perempuannya yang sedang berbunga-bunga.
"Sebenarnya kami dalam keadaan mendadak untuk mengikuti acara itu...tapi kami bisa mengatasinya dengan baik...hahaha...hahaha...hahaha..." kata Natsu sambil tertawa khasnya yang riang.
"Tapi acara kemarin benar-benar sungguh meriah...disana banyak berdatangan Group Band lokal yang begitu hebat...dan aku juga cukup gugup ketika naik keatas panggung, karena mereka juga menyaksikan penampilan kita juga..." kata Gray dengan nada dinginnya sambil menopang dagu dimeja tempat duduknya.
"Oh ya Loke...apa kau bisa melakukan teknik Double pedal dalam permainan Drum yang kau miliki...?" tanya Natsu dengan pandangan yang tertuju pada Loke.
"Tentu...jika aku memilikinya semuanya akan beres...dan semua wanita yang ada di dunia ini akan hinggap padaku..." jawab Loke sambil menyentuh kacamata birunya.
"Kyaa! Loke kau benar-benar menggemaskan..!" kata salah satu gadis yang hinggap pada tubuh Loke sambil mencubit pipinya.
"Apa hubungannya Doubel pedal dengan seorang wanita...?" tanya Natsu sambil mencibirkan mulutnya ke arah Loke yang sedang dihinggapi dua gadis teman sekelasnya.
Lalu Lucy datang mengunjungi kelas 1 – 5 dengan maksud tujuan tertentu.
"Natsu...Gray...Loke...bisakah kalian ikut denganku sebentar ke kelas musik...sebentar saja ya...ya...ya...?" kata Lucy sambil membujuk dengan wajah yang penuh maksud.
"kelas musik...? untuk apa...?" kata Natsu sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Sudah jangan banyak tanya...ayo ikut aku sekarang juga..." kata Lucy yang mendorong mereka bertiga keluar kelas untuk menuju ruang kelas musik.
Sudut pandang keadaan diruang kelas musik, mereka berempat sedang berunding untuk membentuk sebuah Group Band.
"Natsu...sebenarnya kelas musik ini...akan dibubarkan...karena selama setahun ini tidak ada peminat untuk ikut kelas musik ini..." kata Lucy yang sedang merenung
"Lalu apa hubungannya dengan kami bertiga...?" tanya Natsu yang seolah-olah tidak peduli dengan kelas musik tersebut.
"Sebenarnya kami butuh tiga orang lagi untuk mempertahankan kelas musik ini Natsu...Gray...Loke...kalian bertigalah satu-satunya yang bisa menolong kami..." sambung Lucy yang masih merenung.
"kita bertiga...? tapi..." pembicaraan Natsu yang sedang dipotong oleh Lucy.
"aku melihat kalian bertiga waktu kemarin tampil di acara musik itu...kalian bertiga sudah satu hati dalam hal musik..." potong pembicaraan Lucy untuk memberikan sebuah alasan.
"Bukankah kemarin-kemarin kau pernah mengusir aku dan Gray di kelas musik ini...?" kata Natsu sambil mencibirkan mulutnya kepada Lucy.
"itu karena tingkah laku kalian berdua yang selalu melakukan hal-hal yang bodoh dihadapanku!" kata Lucy sambil sedikit membentak Natsu.
"Ya sudah...itu kenyataan kok kalau kami berdua memang terlihat bodoh...ayo Gray..."kata Natsu sambil membelakangi Lucy dan mulai berjalan.
"Yoh.." jawab Gray untuk mengikuti Natsu.
Mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan sambil mensakukan tangannya dan sambil bersiul.
"kyaa! Ya sudah kalau begitu aku minta maaf...tolong jangan pergi dulu...!" kata Lucy dengan teriakan maafnya.
"kalau membentuk sebuah Group Band kembali bersama Lucy...aku akan melakukannya...sehingga membuat dirimu menjadi lebih cantik dari sebelumnya..." kata Loke yang sedang meraih salah satu tangan Lucy dan berniat mencium tangan itu.
"Loke...aku serius...!" bentak Lucy sambil menjitak Loke.
"humph...jadi kita harus merombak ulang Group Band kita dari awal lagi...?" tanya Gray kepada Lucy.
"Tidak perlu Gray...ini hanya masalah menambahkan tiga anggota saja kok..." kata Lucy.
"Baiklah Lucy...katakan saja bagaimana posisi kita dalam Group Band baru yang ingin kau bentuk itu...lalu apa nama baru dari Group Band kita...?" tanya Natsu dengan nada yang sedikit memaksa.
"Baiklah untuk nama Group Band kita...belum aku fikirkan..." jawab Lucy sambil memikirkan nama Group Band tersebut.
Natsu dan Gray membentak secara bersamaan tepat di wajah Lucy. "Jangan bercanda..!" Lucy langsung terkejut
"Baiklah untuk masalah posisi...Gray jadi Bassist...Natsu jadi Gitarist...Loke jadi Drummer...aku sendiri sebagai Keyboardist...lalu satu lagi untuk Vocalist...yaitu..." kata Lucy yang menjelaskan posisi-posisi Group Bannya.
Lalu Erza datang secara tiba-tiba ke dalam kelas musik itu.
"Vacalist nya Erza...iya..Erza Scarlet..." kata Lucy sambil tertuju kearah Erza.
"hmm..ada apa Lucy...?" tanya Erza yang sedikit terkejut secara tiba-tiba.
"Tidak kok...kami hanya sedang berunding untuk pembentukan Group Band kita Erza...iyakan Natsu...?" tanya Lucy sambil melirik kearah Natsu.
Namun Natsu mengabaikannya Lucy yang sedang berbicara dengannya dan kembali dengan sorot matanya yang tajam kepada Erza.
Suasa dingin ini begitu terasa menegangkan ketika Natsu dan Erza kembali bertabrakan tatapannya yang tajam, lalu Natsu angkat bicara.
"Baiklah...aku pergi dulu..."kata Natsu sambil meninggalkan ruang kelas musik dalam keadaannya yang begitu dingin.
"Tunggu Dragneel...kenapa kau dari dulu selalu menghindar dariku...?" kata Erza yang mencoba menghentikannya ketika Natsu sedang berjalan di koridor.
"Oh...Scarlet...baru kali ini kau memanggil nama belakangku.."Perlahan Natsu mulai melirik lagi pada Erza yang sedang menghampirinya. "Baiklah...baru pertama kita saling bicara hari ini...aku hanya ingin meluruskan semuanya antara kau dan aku..."mereka berdua kembali saling bertatapan dengan serius dikoridor.
"Baiklah...apa yang kau inginkan dariku...?" tanya Natsu yang masih bersikap seperti itu pada Erza.
"Kenapa kau diam Scarlet...?" tanya beruntun Natsu karena Erza tiba-tiba menghentikan pembicaraannya.
"Bukankah kau selalu bisa mengendalikan keadaan disekitarmu..?" kata Natsu dengan sedikit sindirannya yang dingin pada Erza karena teringan ketika masih dikelas belajar Guitar dia bisa mengendalikan junior-juniornya agar tetap patuh padanya.
"Terserah apa katamu...aku juga tidak memaksamu untuk harus mengikuti keinginanku..." kata Erza dengan sedikit mengalihkan pandangannya dari Natsu.
"hanya saja...kau dan aku memiliki tujuan yang sama bukan...?" Tujuan yang dimaksud dengan Erza adalah untuk membangun sebuah Group Band bersama, namu entah apa yang ada dalam fikiran Natsu yang selalu menghindari dirinya.
"Kau benar...kita memiliki tujuan yang sama...namun, kau dan aku tidak akan bisa sepaham..." jawab Natsu yang dimaksud sepaham oleh Natsu adalah tentang masalah Genre Music.
"Bagaimana kita bisa sepaham kalau kau tidak mengatakan apa-apa padaku...Dragneel...?" Erza sedang menyudutkan Natsu dengan kata-katanya itu hanya untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan tidak sepaham dengannya.
Lucy dan yang lainnya sedang menguping dibelakang pintu ruang kelas musik.
"Gray...apa yang terjadi antara Natsu dan Erza...?" tanya Lucy yang hanya ingin tahu alasannya kenapa selama ini mereka seperti itu.
"Entahlah Lucy...dia selalu seperti itu..." jawab Gray yang ikut melihat situasi tersebut.
Lucy kembali memandang situasi yang tidak mengenakan seperti ini.
"Baiklah...kita bicarakan nanti...Scarlet...permisi..." kata Natsu tanpa basa-basi langsung undur diri dari hadapan Erza dan entah apa yang akan dibicarakannya untuk meluruskan kembali semuanya.
Lalu Erza kembali ke dalam kelas musik itu.
"Namaku Erza Scarlet...salam kenal..." Erza mulai memperkenalkan diri pada Loke dan Gray.
"aku Gray Fullbuster..."Gray memperkenalkan dirinya
"aku Leo Loke..." sambung perkenalan Loke.
"Aku sudah melihat kemampuan kalian berdua di Metropolitan Rock...kalian melakukannya dengan baik.." Erza tersenyum hangat pada Gray dan Loke.
2016年4月11日( 11 April 2016 ) 04.00 PM
Natsu sedang berjalan untuk pulang dimana jalan tersebut berada dekat dengan sungai yang lebar dan panjang. Namun ditengah jalan tiba-tiba ada tiga orang preman yang sedang mengancam seseorang namun tidak tahun siapa orang yang telah diancam itu. Natsu langsung menghampirinya dan ternyata orang itu adalah Erza Scarlet.
Lalu Natsu memegang pundak salah satu preman yang sedang membelakanginya.
"Apakah kau itu seorang laki-laki...?" kata Natsu dengan sikapnya yang dingin itu yang berniat mengancam ketiga preman itu.
"Siapa kau...?!" bentak preman itu kepada Natsu.
"Bocah...lebih baik pergi sekarang juga...atau...hahaha...!" salah satu teman premannya itu menodongkan pisau tangannya pada Natsu.
"Dragneel...lebih baik kau pergi saja...mereka benar ini bukan urusanmu..." kata Erza yang berusaha menolong Natsu ketika preman-preman itu berbalik mengancamnya.
"Baiklah Scarlet...aku akan pergi...tapi sebelum itu...aku ingin menghajar mereka bertiga..." namun Natsu malah tersenyum dan semakin bersemangat hingga meregangkan kedua tangannya.
Ketika Natsu sedang lengah, salah satu preman yang memegang pisau itu mengayunkan pisaunya kearah Natsu, namun ayunan itu terhenti karena telah tertahan oleh tangan dari belakang preman itu.
"Ini menarik...kalau begitu...bagaimana kalau kita lakukan bersama-sama?" Erza melancarkan pukulan yang keras 'PUNCH!'tepat diwajah preman itu hingga terjatuh.
"Kalau begitu...aku ingin membuktikan sampai mana kita bisa sepaham...termasuk dalam keadaan seperti ini..." Natsu langsung menghantam kepala preman itu 'KICK!' dengan tendangannya.
"A..Aku tidak...tau kalau wanita ini juga pandai berkelahi...!" kata salah satu preman yang sedang terjatuh karena terkena pukulan Erza tadi.
Tinggal dua orang preman lagi termasuk yang dihantam oleh Natsu namun kembali berdiri.
"kalian itu payah...padalah jumlah kalian tiga orang dan salah satunya membawa senjata tajam...chh!" kata Natsu dalam keadaan dingin namun hatinya sedang meledak-ledak dihadapan preman yang terjatuh itu.
Namun salah satu preman mengunci kedua tangan Erza dan mendongkan pisau yang terlempar tadi kearah lehernya.
"Bocah! Lihatlah...Sekali kau melangkah...meski dia seorang wanita...aku tidak segan-segan untuk membunuhnya..hahaha.." kata preman itu yang sedang menodongkan pisau tajamnya tepat mengarah di leher Erza.
Natsu sekarang berada situasi pilihan yang sulit.
"Erza...!" teriak Natsu dalam keadaan paniknya.
"Oh..nama wanita ini Erza...wajah Blasteran ini begitu cantik...aku ingin sekali mencicipi tubuhnya yang indah ini...haha..." kata preman yang satunya lagi sambil membuka salah satu kancing kemeja putih yang dipakai oleh Erza.
"Brengsek! Lepaskan temanku...!" kata kesal Natsu yang masih tertahan dalam posisinya karena sedikit saja dia melangkah nyawa Erza akan melayang.
Preman yang ada dihadapan Erza terus membuka kancing kemejanya satu persatu hingga belahan dada yang masih tertutup oleh pakaian dalam berwarna hitam itu terlihat.
"hmm...meskipun masih SMA, tapi tubuhnya ini begitu menggiurkan lidahku...lihatlah bagian dadanya yang indah ini...aku jadi tidak sabar untuk melepas bagian terakhir...hahahaha..." kata preman yang ada dihadapan Erza sambil tangannya mencoba untuk membuka kaitan pakaian dalam yang masih menempel di dada Erza.
Ini pertama kali bagi Natsu melihat Erza dalam keadaan tidak berdaya sambil menitihkan air matanya dihadapan Natsu.
"Akhirnya kau memanggil nama depanku Dragneel...aku senang...sekarang kau mengakui keberadaanku...dan memanggilku teman..."Erza masih dalam keadaan terancam oleh kedua preman itu.
"Ya sudah...kau boleh memanggilku Natsu...atau apapun yang kau mau...!" Natsu berguman dalam hatinya karena tidak bisa menghadapi situasi seperti ini. 'chh! Apa yang harus aku lakukan...? Meskipun bisa berkelahi, Erza tetaplah seorang wanita mememiliki batasan-batasan tertentu bila menghadapi situasi seperti ini...Sial! ini menyulitkanku'
"Natsu...bagaimana suasana hatimu ketika kau tampil diacara Metropolitan Rock...?" tanya Erza yang masih dalam situasi dan posisi terancamnya.
"Aku menikmatinya...karena itu adalah pertama kalinya aku disaksikan oleh orang sebanyak itu..." jawab Natsu yang masih dalam keadaan gentingnya karena tidak tahan melihat Erza diperlakukan seperti itu oleh kedua preman itu.
"Natsu...aku malu mengakuinya...ternyata apa yang dikatakan oleh Nakayagi-sensei itu benar...kau hebat dalam penguasaan panggung itu...dan aku terkesan melihat kalian bertiga berada dalam satu panggung waktu itu..." tiba-tiba Erza dengan sekuat tenaga melepaskan kuncian tangan yang melekat pada tubuhnya.
'Ini Kesempatanku!' gumam hati Natsu dalam sedikit kesempatannya untuk menyelamatkan Erza dari perlakuan kedua preman itu terhadapnya.
Ketika Natsu berlari untuk menghajar kedua preman yang mengancam Erza itu, lalu salah satunya terbangun dan menghadang Natsu.
Tanpa pikir panjang Natsu langsung menghantamnya 'PUNCH!' dan berkata "Jangan menghalangiku brengsek!" dan menerobos ke dalam posisi Erza yang sementara terbebas dari kuncian dua preman itu.
Akhirnya Natsu menarik tangan Erza dan membawanya kabur sekuat tenaga untuk menyelamatkan Erza dari preman-preman itu, dan sekarang preman-preman itu mengejar mereka berdua.
"Natsu...kau kau mau membawa aku kemana...?" kata Erza yang mulai merasa kelelahan karena masih berlarian sambil ditarik tangannya oleh Natsu.
"Sudah jangan tanya..hosh...hosh...tadi aku terlalu bertindak tanpa berfikir...hosh..hosh...kekuatanku ternyata tidak sebanding dengan mereka..." jawab Natsu.
"Iya kita akan pergi kemana?" sambung Erza.
Lalu sampailah disebuah perumahan dan mereka berdua akhirnya menyembunyikan diri disela-sela rumah untuk menghindari pengejaran dari preman-preman itu.
"Hmph...sudah aku duga...ternyata kita tidak seperti yang ada di bioskop...aku pikir kau bisa menghajar preman itu seperti wanita yang bernama Natasha Romano." kata Natsu sambil memeluk Erza untuk menyembunyikannya.
"Natasha Romano...? Maksudmu wanita yang ada di film Avengers itu?" tanya Erza yang masih ada dalam pelukan Natsu karena sedang menyembunyikan dirinya dari preman-preman itu.
"Yah...aku fikir aku terlalu berlebihan menilaimu seperti itu...karena kau sendiri yang ingin ikut berkelahi dengan preman-preman itu...aku sungguh bodoh membiarkan wanita ini untuk ikut melibatkan dirinya dalam sebuah perkelahian..." Natsu melepaskan pelukannya dan menyambungkan beberapa kancing kemeja putih Erza yang telah terbuka oleh perbuatan para preman itu.
"Natsu...aku bisa melakukannya sendiri...!" kata Erza yang mencoba menahan tangan Natsu yang sedang menutup kancingnya.
"Karena aku sudah terlanjur memanggilmu teman...jadi biarkan aku melakukan ini..." kata Natsu yang masih mengancingkan kemeja putih yang dipakai oleh Erza.
Erza semakin tidak mengerti apa yang ada difikiran oleh Natsu sekarang ini terhadap dirinya, karena Natsu telah menyelamatkan nyawanya.
"Kenapa kau tidak mengambil kesempatan untuk memperlakukanku seperti seorang wanita...?" tanya Erza dengan tatapan Negatifnya kepada Natsu.
"Kalau kau mengijinkan aku untuk menjadi seorang pria sejati...aku akan melakukannya..." jawab Natsu dengan memalingkan mukannya karena malu setelah melihat tubuh Erza dalam terbuka itu terlihat begitu indah dimatannya.
Jawaban yang diucapkan oleh Natsu itu begitu spontan bagi Erza karena dia bisa mengimbangi pembicaraan itu dengan tenang.
"hmm...Natsu kau benar-benar orang yang menarik..." kata Erza tersenyum atas jawaban Natsu yang spontan bisa mengimbangi perkataannya.
"Baiklah aku sudah selesai menutup kemeja putihmu dan merapihkan semua pakaian yang kau pakai...termasuk dasimu yang tadinya sedikit berantakan itu...hmm...pakaianmu jadi ikut kotor gara-gara perkelahian tadi..."kata Natsu yang telah merapihkan kembali pakaian yang Erza pakai dan menepuk-nepuk beberapa tanah yang menempel pada pakaian itu.
"Erza...bagaimana kalau kau mampir kerumahku...? dirumahku tidak ada siapa-siapa kok...Ah...maaf aku tidak bermaksud untuk hal yang macam-macam...jika kau tidak mau...aku tidak akan memaksa..." kata Natsu yang sedikit malu-malu karena mereka berdua baru pertama kali berbicara seperti ini.
"Baiklah Natsu...aku ikut...karena kita sudah menjadi teman hari ini bukan..." Erza telah menantikan kedekatan dan keakraban seperti ini dengan Natsu karena mereka tidak pernah biacara satu sama lain.
2016年4月11日( 11 April 2016 ) 06.00 PM
Sekarang ini berada di Kediaman rumah keluarga Dragneel yang rumahnya yang begitu sederhana dan tidak begitu besar.
"Erza...silahkan masuk...maaf rumahku tidak begitu bagus...tapi rumahku tetap yang terbaik buatku..." kata Natsu yang sedang menunjukan keadaan rumah sederhananya.
"Baiklah...aku masuk...permisi..." kata Erza sambil memasuki pintu utama rumah Natsu dan akhirnya duduk diruang tamu ketika Natsu mengambilkan suguhannya untuk dirinya.
"Erza...maaf...hanya ini yang bisa aku suguhkan...biskuit beras...air putih...dan...mmm..." kata Natsu yang sedang bingung karena membawa suguhan untuk tamu spesialnya begitu sederhana.
"Tidak usah repot-repot Natsu...hmm..." kata Erza dengan nada ramahnya yang dingin.
Keadaan kembali terdiam beberapa saat, karena mereka tidak tahu untuk mengawali pembicaraan untuk mereka yang tidak pernah bicara satu sama lain sebelumnya.
lalu Natsu mulai angkat bicara. "hmm...baiklah...kita mulai dari mana yah..."Natsu mulai mengawali pembicaraannya namun tiba-tiba terpotong oleh Erza.
"Aku ingin bertanya tentang pendidikan musikmu dimana kau telah mengundurkan diri waktu itu...padahal kau belum selesai dengan pendidikanmu Natsu..." Erza menanyakan hal tersebut karena tidak mengerti alasan apa yang membuatnya mengundirikan diri.
"Mungkin aku tidak sependapat dengan Nakayagi-sensei...sehingga membuat kemampuanku tidak berkembang..." kata Natsu sambil menundukan kepalanya.
"hanya itu...? lalu kenapa kau menghindariku...?"Erza menanyakan hal tersebut yang membuat Natsu langsung terdiam karena tidak bisa memberikan alasannya.
"Baiklah lupakan...mungkin itu urusan pribadimu dan kau tidak bisa menjawabnya...aku mengerti Natsu...aku juga tidak ingin merusak pertemanan kita yang sudah terjalin hari ini selama kau dan aku tidak pernah bicara satu sama lain selama tiga tahun..." kata Erza sambil meraih pundak Natsu yang ada disampinya itu.
"Dan..." Erza menghentikan pembicaraannya sejenak. "Oh ya...bagaimana kalau kita membicarakan tentang acara Metropolitan Rock waktu itu...aku melihat penampilanmu sampai akhir...dan..." pembicaraan Erza terhenti karena Natsu menarik tangannya.
"hmm? Natsu ada apa..?" kata Erza yang masih dalam genggaman tangan Natsu.
"Maukah kau ikut ke kamarku sebentar..."Natsu menarik tangan Erza dan menaiki tangga untuk menunjukkan sesuatu padannya yang ada dikamar.
Erza terkejut ketika di dalam kamar Natsu ternyata banyak poster-poster Group Band yang sudah lama melegenda dan koleksi kaset CD, DVD yang tertata rapih dikamarnya.
"Ternyata Ini Group Band favoritmu Natsu..." sambil melihat-lihat ruang kamar Natsu, lalu Erza menghampiri Gitar Electrict milik Natsu yang diletakan disudut kamarnya lalu memakainya untuk dimainkan.
"Erza...kau tahu Group Band ini...?" tanya Natsu.
"Guitar tipe Fender American Vintage 65 Jaguar...seleramu bagus juga Natsu...Guitar Electrict ini menjadi salah satu Gitar yang digemari banyak orang...karena dulu salah satu Guitarist sekaligus penyanyi Legenda dalam musik pernah memakai Gitar ini...penyanyi tersebut bernama Kurt Cobain..." kata Erza sambil mengaitkan sabuk yang ada pada Guitar itu pada tubuhnya, lalu Erza melakukan Tune pada Guitar itu agar tida false.
"Kau cukup tahu banyak tentang hal ini Erza...baiklah aku mengakuinya...aku menganut aliran Music Grunge...mungkin musik itu terdengar berantakan untuk sebagian orang karena mereka tidak mengerti...tapi aku menyukainya...karena memiliki sifat kebebasan dalam hal musik...itu sama seperti diriku yang menyukai kebebasan dan tidak peduli tentang orang lain yang katakan padaku..." Natsu sedang mengungkapkan isi hatinya dalam selera musik.
"Gengre Music Grunge...kau suka dengan aliran musik seperti itu ? baiklah aku akan mencoba memainkan aliran musik yang kau suka..." Erza langsung memainkan Gitar milik Natsu dan mulai menyanyikan sebuah lagu Group Band favorit Natsu.
I'm so happy 'cause today
I've found my friends ...
They're in my head
I'm so ugly, but that's okay, 'cause so are you ...
We've broken our mirrors [Alt: We broke our mirrors]
Sunday morning is everyday for all I care ...
And I'm not scared
Light my candles, in a daze
'Cause I've found god
"kau bernyanyi lagu yang berjudul Lithium...?" tanya Natsu yang sedang tercengang karena Erza bisa memainkan musik yang disukai oleh Natsu.
"hmm...kau pernah bilang bahwa aku dan kau tidak bisa sepaham...benarkan?"Erza tersenyum setelah melihat reaksi Natsu yang begitu terkejut melihat dirinya menyanyikan lagu Group Band favoritnya.
"Aku...hanya..." kata Natsu yang terhenti pembicaraannya karena bingung untuk menjelaskan semuanya dari awal.
"Baiklah Natsu...sepertinya aku ingin pulang dulu karena hari sudah semakin gelap..." kata Erza sambil menyimpan kembali Guitar milik Natsu ke posisi semula dan mengambil tas miliknya yang tadi disimpan di tempat tidur Natsu.
"Baiklah...aku akan mengantarmu kedepan rumah" kata Natsu sambil mengantar Erza ke depan rumahnya.
Mereka berdua akhirnya di depan rumah, dimana Erza sedang pamit pulang kepada Natsu, namun Natsu masih sedikit khawatir tentang dirinya.
"Erza...mmm...lebih baik aku antar kau sampai halte Bis...aku khawatir preman-preman itu mengejarmu.." kata Natsu yang khawatir terhadapnya.
"Baiklah...sebenarnya aku masih sedikit takut..." kata Erza
"mmm...tunggu sebenar...aku akan mengambil Sepedaku dulu" Natsu kembali ke gudang untuk mengambil Sepedanya dan kembali kehadapan Erza.
"Sepeda ini tidak terlalu bagus...tapi masih bisa dipakai untuk dua orang..." kata Natsu yang sedang menaiki Sepeda tua miliknya itu.
Erza langsung naik Ke tempat pemboncengan Sepeda itu dan berpegangan kepada badan Natsu.
"Apa yang kau katakan...? Pak Supir...hmm..."kata Erza sambil menyandarkan kepalanya di punggung Natsu.
"Aku berniat baik...kenapa kau memanggilku seperti itu...?" kata Natsu yang sedang mendongkol karena panggilan Erza terhadap dirinya.
Akhirnya mereka berdua naik Sepeda secara berboncengan hingga sampai di Halte Bis.
"Baiklah Erza...kau naiklah dulu Bis itu...aku akan menghadang preman-preman itu jika mereka datang kesini..." kata Natsu sambil membuka pintu Bis yang telah datang itu.
Erza akhirnya naik kedalam Bis itu dan berpamitan. "Baiklah Natsu...aku duluan...terima kasih sudah mengantarku...sampai nanti..." kata Erza sambil melambaikan tangannya pada Natsu.
Pintu Bis langsung menutup senyuman Erza pada Natsu dan mulai melaju untuk tujuan daerah dimana rumah Erza tinggal.
= To be Continue =
