Virtual World

Author: Rhynd-Kun

Disclaimer: Masasshi Kishimoto, Reki Kawahara

Genre: Action, Drama, Adventure

Rating: PG-13/K+

Main Cast: Kirito/Kirigaya Kazuto, Uzumaki Naruto

WARNING! Author Newbie! alur Canon! Crossover! Banyak Typo! Dan segala kekurangan! Don't Like, Don't Read!

Chapter 2: Player misterius dan berburu Boss lantai satu

[A N] UP kilat sebagai permohonan maaf karena publis dan hapus cerita di chap satu seenak nya.

RNR...

.

.

.

.

Sebulan lebih telah berlalu semenjak para pemain terjebak di Dunia Sword Art Online. Dan selama itu, dikabarkan 2000 pemain sudah game over, alias meninggal Dunia. Serta yang lebih mengejutkan, belum ada satu pun pemain yang bisa menyelesaikan lantai pertama. Bahkan, Kirito yang seorang Beta tester pun belum mampu menemukan lokasi Boss lantai pertama.

Hingga kemudian, akhirnya para pemain sepakat untuk bekerja sama. Mereka termasuk Kirito dan Naruto di dalamnya mengadakan suatu pertemuan untuk membahas bagaimana cara menemukan dan mengalahkan Boss lantai pertama.

Para pemain yang mengikuti rencana ini telah berkumpul di lokasi yang ditentukan. Sebuah gedung terbuka yang cocok untuk dijadikan tempat pertemuan. Mereka, para pemain yang jumlahnya sekitar tiga puluh orang itu duduk sambil mendengar arahan dari pemain yang berdiri di depan, pemain berambut biru yang kelihatannya merupakan pencetus ide dibuatnya kerja sama seperti ini.

"Baiklah, ayo kita mulai pertemuannya" Ucap orang itu.

"Sebelumnya, aku ucapkan terima kasih pada kalian semua karena mau hadir pada pertemuan ini, namaku Diabel" Pemuda itu memperkenalkan diri.

"Job ku adalah Knight" Ucap Diabel lagi.

"Hahaha" Para pemain yang mengikuti pertemuan itu malah tertawa, "Di game ini tak ada sistem Joh kan?" Ucap salah seorang dari mereka.

"Knight katamu?"

"Jangan main-main"

"Jangan-jangan pertemuan ini hanya bercanda?"

"!" Tiba-tiba saja tatapan Diabel yang mulanya santai berubah menjadi serius.

"Hari ini, party kita akan dimulai" Ucapnya.

Dalam kebanyakan game, Party merupakan istilah yang berarti kelompok atau group.

"Lokasi Boss pertama telah berhasil ditemukan" Jelas Diabel.

"Eh? benarkah?"

"Kita harus mengalahkan Boss lantai ini agar bisa naik ke lantai selanjutnya ...

Dan memberitahu player lain yang sedang berada di Kota Awal bahwa kita semua bisa menyelesaikan Game ini!" Ucap Diabel. Ia tak ingin melihat para pemain lain pasrah, merasa kalau mereka akan terjebak di Dunia ini selamanya, melainkan terus berusaha karena menyelesaikan Sword Art Online bukanlah hal yang mustahil.

"Dan karena kalian semua telah berada disini, mari kita saling berbagi kekuatan!

Apa kalian setuju!?" Tegas Diabel, sosok yang benar-benar pantas sebagai seorang pemimpin.

Untuk sesaat, para pemain ragu dengan hal ini. Namun kemudian, mereka yakin dan memberi tepuk tangan. Sementara Kirito, ia tersenyum melihatnya.

"Baiklah, rencana kita adalah seperti ini ..." Setelah mendengar antusias para pemain untuk bekerja sama, Diabel mulai menjelaskan rencananya.

"Pertama, kita akan dibagi menjadi enam party ..."

"Eh!?" Kirito kaget saat mendengar keputusan ini.

"Boss lantai pertama tak akan bisa dikalahkan hanya dengan sebuah party ...

Kita perlu menyusun party penyergapan dengan membentuk banyak party"

Kirito semakin bingung saat mendengar ini. Bukannya kenapa, ia bingung karena pemain-pemain lainnya telah saling menginvite untuk jadi anggota party. Sementara Kirito dan Naruto duduk di jarak yang cukup jauh dari pemain-pemain lainnya, hanya mereka berdua yang menjadi party.

"Hanya kita berdua ya?" Tanya Kirito.

"Hm tidak, lihat itu" Naruto menunjuk seorang player misterius.

Hingga akhirnya Kirito melihat seorang pemain berjubah merah duduk jauh di pojokan, juga masih sendiri seperti dirinya. Lalu, Kirito pun menghampirinya.

"Mmm, apa kau akan ikut juga?" Kirito bertanya.

"Aku tidak ikut, aku duduk berjauhan dari mereka, kelihatannya mereka memang sudah saling kenal" Sahut pemain itu, sosok misterius yang dari suaranya terdengar sepertinya merupakan seorang perempuan.

"Pemain solo ya? Bagaimana kalau kau ikut dan bergabung denganku?" Ajak Kirito.

"?"

"Dia bilang kita tak akan bisa mengalahkan Boss di lantai ini sendirian ...

Aku baru mendapat satu anggota party, ditambah denganmu akan menjadi tiga orang. hanya untuk pertempuran ini saja, bagaimana?" Tawar Kirito lagi. Dan kemudian, pemain misterius itu menganggukkan kepala.

Setelahnya, Kirito membuka menu untuk menginvite seseorang masuk ke partynya.

Dan lalu, pemain misterius itu pun menerima undangannya.

Dengan bergabungnya pemain misterius itu ke dalam party, Kirito pun bisa melihat Status Barnya. termasuk nama dari pemain itu, Asuna.

Kirito melambaikan tangannya pada Naruto, Naruto mengangguk dan menghampiri Kirito dan Asuna.

"Baik, semuanya sudah memiliki kelompok kan? Kalau begitu ..."

"Tunggu sebentar!" Tiba-tiba seorang pemain datang menyela pertemuan ini.

"Namaku adalah Kibaou" Lelaki berambut jingga itu maju ke depan para pemain serta memperkenalkan dirinya, lalu berkata, "Sebelum kita menghadapi Boss lantai itu, aku ingin menyampaikan sesuatu. Yaitu, seseorang yang ada disini perlu meminta maaf pada dua ribu korban yang telah meninggal!" Kibaou menunjuk ke arah tempat duduk para pemain.

"Kibaou-san, apa yang kau maksud adalah Beta Tester?" Diabel bertanya.

"Tentu saja!" Sahut tegas Kibaou.

"..." Kirito yang juga Beta Tester sempat terkejut karena hal ini. Untungnya, para pemain yang ada disana tak tahu kalau ia juga adalah Beta Tester. Hanya Naruto yang tau fakta tersebut.

"Saat game bodoh ini pertama kali dimulai, orang-orang Beta Tester selalu menganggap kita sebagai seorang pemula. Dan sekarang, mereka menghilang, mengambil semua tempat berburu yang bagus, dan mengambil Quest (Misi) yang ada untuk diri mereka sendiri. Jadi, hanya merekalah yang akan memperoleh kekuatan. Orang-orang seperti mereka tak akan mempedulikan pemain pemula seperti kita" Kelihatannya Kibaou benar-benar tidak suka dengan Beta Tester.

"Aku yakin, pasti ada Beta Tester di antara kalian!" Ucap Kibaou ke para pemain yang ada disana. "Angkat tangan dan minta maaflah! Serta berikan semua item serta uang yang kalian dapat! Atau kami tak akan mempercayai kalian dalam party ini, begitu pun sebaliknya"

"kh" Kirito hanya diam, bingung, tubuhnya gemetar, antara mengaku kalau ia adalah seorang Beta Tester atau tidak. Naruto sendiri sudah sangat geram, ia tidak peduli dengan Beta Teaster lain, tapi jika Kibou melakukan sesuatu pada Kirito, ia sendiri yang akan menghadapi orang itu.

Namun tiba-tiba, seseorang angkat bicara, "Bolehkah aku berbicara?" Tanyanya, seorang pemain bertubuh coklat kekar dengan rambut botak.

"Namaku adalah Egil" Ia memperkenalkan diri dan maju menghampiri Kibaou.

"Kibaou-san, katakan padaku jika yang aku katakan ini benar ...

Kau berkata begitu karena kau berpikir Beta Tester tak peduli pada mereka yang telah mati kan? Dan karena yang mati itu adalah pemula, kau menyalahkan Beta Tester, dan mereka harus bertanggung jawab, meminta maaf, dan memberi suatu kompensasi untuk semua ini, begitu kan?"

"Be-benar ..." Ucap Kibaou. Kemudian, Egil mengambil sebuah buku dari sakunya.

"Kau juga memiliki buku panduan seperti ini kan? Aku mendapatkannya secara gratis dari Item Shop"

"Aku juga memilikinya, memangnya kenapa?. Lagian aku tidak perduli dengan hal tersebut" Kibaou tak mengerti. Lalu kemudian Egil menjelaskan kalau, "Semua informasi yang ada di buku ini didapat dari Beta Tester"

"Eh? Benarkah?" para pemain baru tahu hal ini.

"Kh ..." Kibaou tak bisa berkata-kata, kemudian Egil menghadap ke arah pemain

"Dengar, padahal semua pemain bisa mengakses informasi yang ada di dalam buku ini ...

Tetapi, masih saja ada banyak pemain yang tewas, siapa yang patut disalahkan?

Dari sini harusnya kita bisa mengambil pelajaran dari mereka yang sudah mati dan menemukan cara bagaimana mengalahkan Boss lantai ini" Jelas Egil, hingga membuat Kibaou tak mampu berkata-kata lagi dan duduk.

"Yosh, sekarang mari kita lanjutkan yang tadi ..." Diabel kembali mengambil alih.

"Di dalam edisi terakhir buku panduan ini, terdapat informasi mengenai Boss di lantai ini ...

Dan menurut buku ini, nama Boss dari lantai ini adalah Illfang Kobold Lord" Jelas Diabel ke semuanya sambil melihat buku panduan yang ia miliki.

"Dia dikawal oleh beberapa pengawal yang dikenal dengan nama Ruin Kobold Sentinel. Senjata dari Boss ini adalah kapak dan sebuah Buckler. Dia memiliki empat bar nyawa. Dan ketika satu bar yang tersisa sudah berwarna merah, dia akan beralih ke sebuah senjata pedang lengkung bernama Talwar, serta merubah pola serangannya ...

Itulah informasi yang kita miliki" Jelas Diabel dan kemudian menutup buku panduan.

"Lalu, item dan EXP yang nantinya didapat akan tersebar pada kelompok yang mengalahkannya, apa ada yang keberatan dengan ini?" Diabel memastikan sebelum penyerangan dimulai. Dan kelihatannya, tak ada pemain yang protes, mereka semua setuju.

"Baiklah, kalau begitu kita akan segera pergi ke tempat itu besok pagi jam sepuluh, pertemuan dibubarkan" Pertemuan pun berakhir.

...

Malam harinya, para pemain tadi berkumpul, makan dan minum bersama, sebelum memulai penyerangan besok pagi. Namun berbeda dengan mereka, Asuna, pemain misterius berjubah merah yang merupakan anggota party Kirito memilih untuk sendiri, makan sepotong roti di pojokan.

"Rasanya enak, bukan?" Tiba-tiba Kirito menghampirinya, "Boleh aku duduk?"

"Hei Kirito! Aku rasa kau terlalu agresif" ucap Naruto. "Agresif?" Kirito tidak mengerti

"Aku jelaskan ya, wanita manapun tidak akan mau menjadi pacar dari seseorang yang baru ditemuinya" ujar Naruto.

"Eh! Kau ini!" *Jduak* Kirito menjitak kepala Naruto, sedangkan Naruto hanya mengaduh. Karena ini daerah aman, tidak ada sedikitpun HP Naruto yang turun.

Asuna diam saja tak menyahut pertanyaan Kirito. ia hanya memperhatikan interaksi dua orang yang akan menjadi party nya kalau Asuna tak melarang, Kirito pun duduk di sebelahnya, sambil mengambil roti yang sama dari sakunya.

"Apa kau benar-benar berpikir kalau makanan ini enak?" Asuna bertanya.

"Tentu saja" Sahut Kirito sambil memakan satu gigitan roti itu.

"Aku selalu memakan ini setiap hari sejak pertama aku tiba di kota ini" Ucapnya.

"Tapi, aku sudah memodifikasinya sedikit sih" Kirito mengambil sesuatu lagi dari sakunya.

"Modifikasi?" Asuna tak mengerti, kemudian Kirito memperlihatkan sebuah item kecil mirip toples tempat bumbu.

"Coba tambahkan ini sedikit ke rotimu" Saran Kirito dan kemudian Asuna pun menyentuhkan jarinya ke ujung benda itu. Serta secara mengejutkan, jari tangannya bercahaya.

Lalu, Asuna mengoleskan cahaya itu ke roti. Dan kembali secara mengejutkan, cahaya itu berubah menjadi olesan krim, benar-benar futuristik, akankah di masa depan cara mengoleskan krim bisa jadi sesederhana ini?

"Krim?"

"Hm ya. Krim yang Kirito buat sendiri"

"Biasanya aku yang selalu menghabiskan krim Kirito" ucap Naruto yang juga menikmati roti berlapis krim tersebut.

"Itu karena kau rakus!"

"Eh! Beraninya kau mengucapkan hal seperti itu didepan seorang Onee-can ini!"

"Itu memang faktanya kan"

"Huh image ku hancur"

Mengabaikan Naruto, Kirito juga melakukan hal yang sama, mengolesi rotinya dengan krim dan lalu memakannya dengan lahap. Untuk sesaat, Asuna sempat ragu. Namun kemudian ketika ia mencoba memakan satu gigitan, ternyata rasanya memang enak dan ia pun menghabiskan semua roti itu.

"Aku mendapat item ini dari Quest yang aku selesaikan" Jelas Kirito.

"The Heifer Strikes Back, begitulah mereka menyebutnya ...

Jika kau ingin mencoba, aku akan menunjukkannya"

Asuna menggeleng-gelengkan kepala, lalu berkata "Aku datang ke kota ini bukan untuk memakan makanan yang enak"

"Lalu, untuk apa?" Kirito bertanya.

"Seperti inilah diriku ...

Aku selalu berjalan sendiri sampai saat ini,

duduk sendiri tanpa ada yang mempedulikan,

lalu kembali ke kota pertama ...

Meskipun seorang monster membunuhku,

Aku tak akan kalah ...

Dari game ini dan juga dunia ini,

apa pun yang terjadi"

"Aku juga tak ingin anggota partyku mati ...

Jadi setidaknya, pertahankanlah nyawamu besok" Ucap Kirito setelah memakan potongan roti terakhirnya.

...

Keesokan harinya, 3 Desember 2022, para pemain masuk ke dalam hutan, menuju lokasi di mana Boss lantai satu berada.

"Kita harus terus maju. Tetapi, kita juga harus menyisihkan kekuatan kita untuk melawan pengawal dari Boss lantai satu, yaitu Ruin Kobold Sentinel" Jelas Kirito ke Asuna, mereka beriga berada di barisan paling belakang, cukup jauh dari barisan di depannya.

"Aku mengerti" Ucap Asuna.

"Untuk sisa nya serahkan padaku. Aku akan menghancurkannya dalam satu tebasan" timpal Naruto dengan menebaskan pedang hasil dari quest yang dilakukan beberapa hari sebelumnya ke kanan dan ke kiri. Bukan benar-benar pedang sebetulnya, senjata Naruto adalah sebuah katana khas para ninja maupun samurai, nama Katana tersebut adalah Kusanagi No Tsuragi. Tidak ada ornamen khusus, hanya katana dengan tampilan sederhana. Tapi menurut Kirito, katana tersebut mungkin kekuatan dan ketajamannya mampu menandingi pedang Kirito, Elucidor.

"Aku akan menggunakan skill pedangku untuk menyerang gagang kapaknya ...

Lalu selanjutnya, aku akan melakukan switch"

"Switch?" Asuna tak mengerti.

Switch adalah suatu perintah untuk bertukar pemain yang akan melakukan serangan.

"Apa ini pertama kalinya kau mengikuti party?"

"Ya" Ucap Asuna.

"Beuh ..." Kirito menghela napas.

"Sabar-sabar" ucap Naruto sambil menepuk bahu Kirito.

...

Setelahnya, mereka semua sampai di depan gerbang lokasi ruangan Boss lantai satu berada.

"Dengarkan aku, semuanya ..." Diabel memimpin mereka. Sebelum mereka masuk ke dalam, ia berkata, "Hanya ada satu hal yang ingin aku sampaikan sebelum kita masuk ke dalam. Yaitu, mari kita menangkan pertarungan ini!"

Para pemain semakin bersemangat.

"Ayo maju!" Diabel pun membuka gerbangnya, di mana sesosok monster raksasa berkapak yang merupakan boss lantai pertama menunggu.

"Oarghhhh!" Boss lantai pertama, Illfang the Kobold Lord meraung, memunculkan ketiga pengawalnya dan langsung menyerang para pemain secara bersamaan.

"Serbu!" Diabel memberi perintah, lalu pasukan pun bergerak menyerang.

Pertempuran sengit terjadi, para pemain terus berjuang melakukan serangan demi serangan sementara Diabel memberi perintah, "Pasukan A, switch C! Dia datang! Pasukan B, lakukan blocking!" Pasukan B termasuk Egil di dalamnya memblok serangan para pengawal.

"Pasukan C, tetap bersiaga dan bersiap melakukan switch ...

Sekarang! Bersiagalah dan siapkan serangan pada tiap sisi ...

Pasukan D, E, F, jauhkan Sentinel dari kami!" Perintah Diabel lagi.

"Oke!" Kirito yang berada di pasukan F menyerang pengawal.

"Switch!" Perintah Kirito dan lalu Asuna dengan cepat melesat menyerang.

"Nomor tiga ..." Asuna menyiapkan suatu skill dengan senjata yang ia bawa.

"Aku pikir dia pemula ...

Tapi, dia luar biasa" Pikir Kirito.

"Dia sangat cepat dan bahkan aku tak bisa mengikuti kecepatan pedangnya"

"Wow" Naruto terpukau melihat kecepatan asuna.

Asuna memang cepat dan hebat, ia bahkan mampu menghancurkan salah satu pengawal dengan senjata yang ia bawa.

"Good Job" Ucap Kirito.

"Baiklah! Switch!"

Dengan cepat Naruto berganti posisi ketempat asuna, menahan satu persatu serangan dari para Sentinel, dengan cepat Naruto melompat keatas dan melesat cepat kekeruman pengawal dengan sword skill yang aktif. Hasilnya beberapa pengawal langsung mati dan sisanya hanya Hp yang menjadi setengah.

Namun tentu saja, matinya beberapa pengawal tidak berarti semuanya berakhir. masih tersisa dua pengawal dan seorang Boss yang harus dikalahkan.

Salah satu dari pengawal itu menyerang Kirito. Namun untungnya, Kirito memiliki skill yang cukup untuk bisa menghindar, serta balik menyerangnya.

"Arggghhhh!" bar nyawa boss lantai ini hanya tinggal satu dan telah menjadi merah. Lalu seperti apa yang ditulis dalam buku panduan, ia berganti senjata.

"Yeah, sepertinya informasi itu memang benar" Ucap Kibaou.

"Mundur! Biar aku yang menghabisinya!" Diabel yang sejak tadi memberi perintah kini mulai beraksi. Ia menerobos pasukan dan bersiap untuk mengakhiri hidup si boss.

"!" Kirito kaget saat melihat ke arah si boss. Karena ternyata, senjata yang ia keluarkan bukanlah Talwar seperti apa yang tertulis di buku panduan, tapi pedang besar bernama No-Dachi.

"Ini sama sekali berbeda dengan saat Beta Test!" Pikir Kirito dan kemudian berteriak pada Diabel, "Jangan lakukan! Mundurlah secepat yang kau bisa!"

Akan tetapi, Diabel tetap maju dan menyerang. Dan pada akhirnya, malah si monster yang berhasil menebas tubuhnya.

"Diabel!"

"Oarghhh!" Monster itu kini bersiap untuk menyerang pemain lainnya.

"Diabel!" Kirito berlari menghampiri Diabel yang sudah terbaring.

Keadaan Diabel benar-benar parah, bar nyawanya terus menurun secara drastis.

"kenapa kau melakukannya sendirian?" Kirito bergegas mengambil obat dari sakunya.

Namun ketika Kirito hendak menyembuhkan Diabel, lelaki berambut biru itu malah menolak.

"Aku tahu kau pengguna Versi Beta ...

Jadi, kau mengerti apa yang aku lakukan bukan" Ucap Diabel.

"Ah ..." Kirito baru sadar, "Jadi, kau mengincar bonus dari last attack yaitu item langka ...

Jadi, kau juga pengguna versi Beta ya?"

"Hmm" Diabel hanya menjawab dengan senyuman. Kemudian meminta, "Aku mohon ...

Kalahkan... Kalahkan Boss lantai ini ... Demi semuanya" Pinta Diabel pada Kirito sebelum akhirnya ia menghilang.

"Ketika game ini dimulai,

Aku yang seorang Beta Tester hanya bisa berpikir untuk bertahan hidup ...

Tapi Diabel, kau juga adalah seorang Beta Tester ...

Kau tak pernah membeda-bedakan pemain lain ...

Kau membiarkan mereka semua bertarung bersamamu ...

Kau telah melakukan apa yang tak bisa aku lakukan"

Kirito tak mau terpuruk berlama-lama, ia kembali mengangkat pedang dan bersiap untuk mewujudkan permintaan terakhir Diabel, yaitu mengalahkan Boss lantai ini.

"Aku juga" Asuna kembali ke sebelah Kirito, juga telah siap untuk bertarung.

"Aku mohon" Kirito dan Asuna berlari ke arah si monster dengan sebuah pedang di tangan, serta tekad yang telah benar-benar bulat untuk menang.

"Ayo kita lakukan seperti saat melawan Sentinel!" Perintah Kirito.

"Aku mengerti" Sahut Asuna.

"Naruto! Mundur!"

"Baiklah!" Naruto kembali kebelakang, mengisi HP nya yang telah berkurang sangat banyak.

Monster itu pun tak tinggal diam. Ia menyiapkan pedang raksasa yang dibawanya, serta mencoba untuk menebas Kirito. Akan tetapi, kirito menahan serangan itu dengan pedangnya.

"Switch!"

Setelah Kirito menahan pedang si monster, Asuna melesat maju.

"!" Namun sayang sekali, boss lantai pertama tidaklah semudah itu untuk dikalahkan.

Dengan cepat, ia menebas Asuna yang bahkan belum sempat menyerangnya.

"Asuna!" Teriak khawatir Kirito.

Untungnya, Asuna juga bukanlah pemain yang bisa dikalahkan semudah itu. Serangan monster tadi hanya mampu menghancurkan jubah yang selama ini dipakai olehnya, sementara Asuna sendiri masih bisa menyerang dan kali ini sukses, boss lantai satu terpental.

Kirito terpana saat melihat Asuna. Bukan karena kehebatannya, melainkan karena sosok di balik jubah yang selama ini menutupi Asuna, begitu cantik. Kirito tak pernah menyangka kalau yang ada di balik jubah merah itu adalah gadis cantik berambut orange panjang.

"Argghhh!" Kembali bangkitnya si monster membuat lamunan Asuna buyar.

"Dia kembali!" Kini giliran Kirito yang menyerang. Untuk beberapa saat, pertarungan sengit terjadi. Hingga pada akhirnya, monster itu berhasil mengenai tubuh Kirito.

Serangan monster tadi cukup membuat bar nyawa Kirito berkurang, namun tak separah yang Diable alami.

"Arghhh!" Monster itu tak berhenti menyerang.

"Hieahhh!" Untuk saja masih ada yang lain. Egil menghempas serangan si monster dengan pedangnya dan kemudian memerintahkan pasukan untuk kembali menyerang, "Maju!"

"Kami akan mengurus mereka sampai kau pulih" Ucap Egil.

"Kau ..."

Para pemain menyerang Boss lantai satu yang bar nyawanya benar-benar tinggal sedikit itu secara bersamaan. Namun meski begitu, si boss masih sangat kuat, terlebih untuk pemula seperti mereka.

"Berbahaya! Biar aku saja!" Kirito yang bahkan belum memulihkan keadaannya kembali bersiap untuk menyerang,

"Naruto! serang dari sisi kanan!"

"Dan kau Asuna! Tunggu Naruto setelah ia memojokkan Boss nya! Lalu switch lah!" Perintah Kirito pada Naruto dan Asuna yang berlari disampingnya.

"Baiklah!" Dengan cepat Naruto berlari ala ninja kearah si Boss. Harus Kirito aku kalau gerakkan Naruto sangat cepat, jika terus diasah mungkin dapat mengungguli Asuna.

Naruto berlari dengan gaya zig-zag sambil mengayunkan Katana nya kekanan dan kekiri menebas monster hingga si Boss tersungkur kebelakang.

"Switch!" Dengan cepat posisi Naruto dan Asuna bertukar. mengompres sword skill sebanyak-banyaknya, Asuna melakukan tebasan demi tebasan sebelum akhirnya ber-switch dengan Kirito.

"Kubunuh kau!" Kirito menebas si boss, hingga terpental dan masih menyisakan HP sangat amat sedikit.

"Asuna, Naruto, satu serangan lagi, ayo kita lakukan bersama!"

"Mengerti!"

Kirito, Asuna, dan Naruto saling menyerang secara bergantian, benar-benar kolaborasi yang luar biasa. Hingga akhirnya, si monster benar-benar berhasil ditaklukkan, dengan kirito sebagai tokoh yang mengakhirinya.

Boss lantai ini berhasil dikalahkan. Akhirnya ia hancur dan menyebar menjadi serpihan cahaya.

"Be-berhasil!" Teriak senang para pemain. Dan dengan ini, selain bisa maju ke lantai dua, para pemain juga saling mendapatkan EXP secara merata. Dan untuk Kirito yang menjadi penyerang terakhir, ia mendapat bonus last attack berupa item bernama Coat of Midnight.

"Kerja bagus ...

tadi itu teknik pedang yang mengagumkan...

Selamat, kemenangan ini kaulah yang melakukannya" Egil memberi selamat ke Kirito.

"Ah, tidak ..." Kirito merendah. Namun bagaimanapun, para pemain tetap memberinya tepuk tangan. Kecuali satu pemain, Kibaou, yang malah berteriak kesal ke arahnya, "kenapa!?"

"Kenapa kau membiarkan Diabel mati!?" Teriaknya.

"Membiarkan dia mati?" Kirito tak mengerti.

"Eh?" Naruto juga bingung sendiri.

"Tentu saja! Sebenarnya kau sudah tahu teknik yang digunakan oleh boss itu kan!? jika saja kau mengatakannya lebih awal, dia tak akan mati!" Teriak Kibaou lagi hingga membuat para pemain yang mulanya memberi tepuk tangan kini diam tak bersuara.

"Dia pasti Beta Tester!" Teriak salah seorang rekan Kibaou.

"Karena itulah, dia bisa mengetahui pola semua serangan boss lantai ini! dia mengetahuinya, tapi tidak mengatakannya!"

"Di antara kalian pasti ada juga Beta Tester lainnya kan? Mengakulah!"

Image Beta tester kelihatannya semakin jelek.

Para pemain yang mulanya bekerja sama juga mulai saling curiga.

"Ini buruk" Pikir Kirito.

"Di saat seperti ini ..." Ia memikirkan sesuatu dan kemudian ...

"Hahaha" Kirito tertawa.

"Eh?" Semuanya tak mengerti, kenapa Kirito malah tertawa? Bahkan Naruto melonggo "k-kau gila Kirito?"

Apakah dia berubah jadi gila gara-gara tertekan? Tidak, pasti bukan itu alasannya.

"Hahaha! Mantan Beta Tester katamu? bandingkan aku dengan pemula seperti mereka!" Ucap Kirito.

"A-apa maksudmu!?"

"Seribu pengguna versi Beta juga adalah pemula ...

bahkan tak tahu cara menaikkan level ...

Kalian yang ada disini lebih baik dari mereka ...

Tapi, aku bukanlah orang seperti mereka" Ucap Kirito.

"Aku telah membuat rekor yang jauh lebih baik daripada Beta Tester lainnya ...

Alasan kenapa aku bisa mengetahui skill pedang dari boss lantai ini adalah ...

Karena aku pernah bertarung melawan monster dengan skill pedang yang sama jauh di atas lantai sana ...

Aku mengetahui lebih banyak dari merek ...

Lebih dari buku panduan yang kalian miliki itu"

"A-apa-apaan ini ... Tidak mungkin ..." Ucap Kibaou tak percaya. Bahkan Naruto juga masih belum mengerti kenapa Kirito berubah.

"Itu bahkan lebih buruk daripada Beta Tester ...

Kau adalah seorang Cheater kejam!"

"Ya! Dia adalah seorang cheater!" Para pemain terpengaruh dan mulai ikut menghujat Kirito. "Bukan, dia itu Beater!" Bahkan ada yang membuat gabungan antara Beta Tester dan Cheater, Beater.

"Beater ya ...

Aku suka dengan sebutan itu" Kirito masih bisa tertawa.

"Benar sekali, aku adalah Beater ...

Mulai sekarang jangan bandingkan aku dengan para tester seperti mereka" Kirito membuka menu itemnya. Lalu mengklik nama item yang baru saja ia dapatkan, Coat of Midnight. Tiba-tiba Naruto mengerti akan sesuatu.

Lalu secara otomatis, jubah yang ia kenakan berubah.

Kirito mulai melangkahkan kaki diikuti Naruto yang masih berjala diam disisi nya. menjauh dari para pemain, menuju tangga di mana lantai berikutnya telah menunggu. Namun tiba-tiba, Asuna menghentikannya.

"Tunggu" Ucap perempuan itu.

Kirito hanya menghentikan langkahnya, tidak menyahut atau bahkan membalikkan kepala.

"Tadi saat bertarung, kau memanggil namaku kan?"

"Maaf telah memanggil namamu ...

Apa aku salah menyebutkannya?" Akhirnya Kirito menyahut.

"Darimana kau tahu namaku?" Asuna tak mengerti.

"Kau bisa melihat indikator HP di sekitar sini kan? kau bisa melihat nama anggota partymu disana ..." Jelas Kirito.

Kemudian, Asuna pun melihat nama di Indikator Kirito.

"Kirito ...

Kirito?" Asuna baru tahu kalau namanya adalah kirito.

"Apa itu namamu?"

"Ya" Sahut Kirito.

"Dan kau Naruto kan? tadi Kirito memanggilmu seperti itu" Naruto mengangguk kecil.

"Hihi" Asuna malah tertawa kecil, dan kemudian berkata, "aku baru tau jika ada indikator seperti itu..."

"Kau adalah pemain yang kuat ..." Ucap Kirito.

"Jika kau percaya pada seseorang dan bergabung dengan sebuah guild, harus menjaga dan tidak membiarkan mereka mati ...

Tapi, kau tak perlu melakukannya jika bermain solo"

"Kau sendiri?" Asuna kembali bertanya.

"Aku dan Naruto berteman dari awal diGame ini. Naruto akan selalu menjadi anggota party, ah bukan..

Ia akan selalu menjadi partner ku disini" Naruto hanya mengangguk tanda ia mengiyakan perkataan Kirito.

Kirito mengklik menu, mencari submenu party dan lalu memutus partynya dengan Asuna. Kirito dan Naruto melangkah kelantai selanjutnya meninggalkan beberapa player dibelakang.

...

"Kau kuat sekali, Kirito"

"Kuat? Maksudmu?"

"Kau membuat dirimu dibenci agar Beta Teaster lainnya aman. bukan begitu?" Naruto menghentikan langkahnya, dan melihat kearah Kirito.

"Hah.. ketahuan ya"

"Aku pikir selama ini kau adalah orang yang bodoh"

"Eh! begini-begini aku pintar loh! Aku selalu mendapat rangking 1 disekolah!" Naruto tidak bisa menerima jika ia dibilang bodoh. sebetulnya kalau dilihat dari tingkah lakunya sih, orang yang pertama kali bertemu dengan Naruto pasti akan menilai jika ia bodoh, soalnya Naruto itu selalu hiperaktif, kadang-kadang juga tingkah jahilnya membuat Kirito lelah sendiri.

"Baiklah, maaf-maaf"

"Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan kita"

.

.

.

.

.

TBC...

Anu.. gimana? Lanjut atau?...

[A N] Naruto menggunakan pakaian seperti yang ada di cover fic ini.

RNR...