Gelap….

Di mana ini? Kenapa dia tidak bisa melihat apa pun? Apa yang terjadi padanya di sini?

Kyuhyun memandangi pemandangan sekelilingnya dengan pandangan khawatir bercampur waspada ketika dia menyadari bahwa sekarang dia berada di sebuah tempat gelap yang aneh. Tempat dia berada sekarang begitu gelap, hingga dia tidak bisa melihat apa-apa di sana. Dia tidak tahu kenapa, tapi kegelapan ini membuatnya cemas, membuatnya…takut.

Tiba-tiba Kyuhyun melihat sebuah cahaya di hadapannya. Tanpa memikirkan apa pun lagi, namja tampan berambut hitam itu segera berlari ke arah cahaya di hadapannya itu, merasa lega karena akhirnya dia bisa melihat cahaya di tengah-tengah kegelapan yang menyelimutinya itu. Tidak butuh waktu lama bagi namja berambut hitam itu untuk mencapai cahaya yang dia lihat di hadapannya itu dan ketika dia tiba di sana, Kyuhyun segera terpaku di tempat.

Dia melihat seorang namja, seorang namja manis bermata kelinci lebih tepatnya. Namja manis itu memiliki pandangan mata yang lembut, kulih seputih susu, dan rambut hitam pendek yang terlihat begitu halus, membuatnya terlihat semakin cantik dan sempurna. Di mata Kyuhyun, dia benar-benar merasa kalau dia seolah-olah melihat seorang malaikat. Namja manis bermata kelinci itu duduk di tanah yang berwarna putih karena ditutupi oleh butiran-butiran salju yang berjatuhan dari langit di atas mereka, memandangi sesuatu, entah apa, yang berada di hadapannya.

Dan Kyuhyun…mengenal siapa namja manis itu….

"Sung…min-hyung…"bisik Kyuhyun pelan sambil berjalan ke arah namjachingunya itu. Ya, dia tidak bermimpi. Ini bukan hanya sekedar ilusi! Sungmin ada di sini, di hadapannya, tersenyum seperti biasanya, dan…hidup.

Tapi Sungmin bersikap seolah-olah dia sama sekali tidak menyadari kehadiran Kyuhyun di belakangnya. Namja manis bermata kelinci itu masih memandang ke depan dengan tatapan kosong, tidak merespon panggilan Kyuhyun sedikitpun. Seolah-olah Kyuhyun sedikitpun tidak ada di mata Sungmin.

"Minnie-hyung…." Kyuhyun mencoba memanggil namja manis itu sekali lagi dan mencoba untuk menyentuh tangan Sungmin. Ketika dia menggenggam tangan namja manis bermata kelinci itu, Kyuhyun segera menggenggam tangan namja itu dengan erat, seolah-olah tidak ingin melepaskannya lagi. Kehangatan dan kelembutan tangan itu…sungguh…Kyuhyun merindukan segala hal yang tangan ini berikan padanya.

"Kyunnie…" gumam Sungmin pelan. Kyuhyun segera mengangkat kepalanya untuk melihat kenapa Sungmin memanggilnya. "Kau kejam…membuatku seperti ini…."

Untuk pertama kalinya, Kyuhyun akhirnya dapat melihat apa yang Sungmin lihat di hadapannya dan apa yang dia lihat membuat mata Kyuhyun melebar karena ketakutan.

Sebuah batu nisan…dengan nama Sungmin terukir di permukaannya….

"Kau mengabaikanku…tidak peduli mengenai aku sedikitpun…. Pandanganmu juga menjadi dingin…kau mulai menghilang dariku tanpa kusadari sedikitpun…." Sungmin tetap menggumam pelan, sama sekali masih tidak menyadari keberadaan Kyuhyun yang berlutut tepat di belakangnya. "Dan sekarang aku mengerti…bahwa kau sama sekali tidak mencintaiku…atau mungkin…kau sama sekali tidak pernah mencintaiku sejak awal…."

Dan bagi Kyuhyun tidak ada kata-kata lain yang dapat melukai dirinya sedalam kata-kata yang dibisikkan Sungmin sekarang. Tidak…dia mencintai Sungmin! Dia mencintai namja di hadapannya ini dengan sangat! Cintanya pada Sungmin begitu dalam…hingga rasanya begitu sakit baginya untuk kehilangan namja manis itu seperti ini dan mendengar Sungmin meragukan cinta yang Kyuhyun miliki untuknya.

"Tidak hyung…aku mencintaimu! Aku benar-benar mencintaimu!" teriak Kyuhyun dengan nada putus asa dan panik pada Sungmin. Dia tidak menginginkan ini! Dia tidak ingin Sungmin meragukan cintanya untuk namja manis itu! Bagi Kyuhyun, Sungmin adalah segalanya! Orang terpenting di hidupnya!

Air mata mulai mengalir dari mata Sungmin. "Aku tahu kalau keberadaanku bagimu tidaklah sepenting keberadaanmu untukku, Kyunnie…" Sungmin tetap bergumam pelan sambil perlahan-lahan bangkit berdiri, membuat tangannya yang digenggam Kyuhyun terlepas dari genggaman namja tampan penggemar game itu. Kyuhyun memandang Sungmin saat namja manis bermata kelinci itu tersenyum sedih ke arah batu nisannya yang berada di hadapannya itu.

"Karena itulah…kau dengan mudahnya membiarkanku pergi…. Tidak peduli betapa besar rasa cintaku padamu selama ini…."

Dan tiba-tiba…malaikat kematian mengangkat sabitnya ke arah Sungmin, membuat tanah di hadapan Kyuhyun yang tadinya berwarna putih menjadi merah.

Merah…dengan darah Sungmin….


"SUNGMIN-HYUNG!" jerit Kyuhyun sambil bangkit duduk di ranjang yang ditidurinya. Napasnya terengah-engah seolah-olah dia baru saja berlari jauh dengan kecepatan tinggi. keringat dingin mengalir di wajah dan tubuh namja tampan penggila game itu, yang kini terlihat pucat (meski awalnya pun wajah namja itu memang pucat) seperti hantu. Tangannya sedikit gemetar sebelum akhirnya tergeletak lemas di samping tubuhnya. Air mata mulai muncul di kelopak matanya sebelum akhirnya setetes air mata mengalir dari mata namja tampan penggila game itu dan dia menangis terisak pelan.

Lagi…mimpi itu lagi…. Kenapa dia selalu memimpikan hal itu? Kenapa…kenapa dia harus selalu memimpikan mimpi buruk itu setiap malam?

Ya…mimpi buruk yang selalu menghantuinya…sejak kematian Sungmin tiga tahun lalu….

Kyuhyun mengerti kalau dia tidak bisa melupakan Sungmin selamanya. Dia begitu mencintai Sungmin…membuatnya seolah-olah tidak bisa melanjutkan hidup setelah kematian Sungmin. Dia tidak pernah bisa mencintai orang lain sedalam dia mencintai Sungmin. Dia tidak bisa melupakan Sungmin, senyuman namja manis itu, rengutan imutnya, tingkah manjanya, kehangatannya, perhatiannya…Kyuhyun tidak bisa melupakan semua itu…tidak peduli betapapun kerasnya dia mencoba.

Bahkan hingga sekarang…dia masih tidak bisa melupakan rasa bersalah dan kesedihan di hatinya ketika dia menerima berita tentang kematian Sungmin dari Donghae, dongsaeng Sungmin.

FLASHBACK

Kyuhyun tersenyum saat dia berjabat tangan dengan semua manager perusahaan yang memuji penampilan pertamanya sebagai pemimpin rapat yang mengesankan. Kyuhyun mengumpulkan semua berkas-berkasnya sebelum berjalan kembali ke ruangannya, masih dengan senyum manis tersungging di bibirnya.

Dia berhasil!

Sekarang dia bisa memberitahu Sungmin kalau dia telah berhasil membuat perusahannya banga pada dirinya. Sekarang…dia bisa memberitahu Sungmin kalau dia bisa bangga pada dirinya juga, dan sekarang Kyuyun dapat merasa kalau dia pantas menjadi namjachingu Sungmin.

Tidak lama setelah Kyuhyun tiba di kantornya, telepon genggamnya berbunyi. Namja tampan penggila game itu segera meletakkan semua dokumennya di atas mejanya dan meraih telepon genggamnya. Namja tampan itu mengerutkan dahi begitu melihat namja Donghae di layar teleponnya sebagai caller IDnya.

Aneh, tidak biasanya Donghae meneleponnya, terutama pada jam-jam kerja seperti ini….

"Ada apa, hyung?" tanya Kyuhyun setelah dia menekan tombol 'jawab'. "Aku sedang sibuk."

"Ini keadaan darurat!" teriak Donghae dari seberang telepon dengan nada panik. "Ini tentang Sungmin-hyung!"

"Ada apa dengannya?" tanya Kyuhyun dengan nada aku-tidak-peduli di suaranya tapi lagi-lagi, Kyuhyun tiba-tiba merasa cemas dan takut. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada namjachingunya itu.

"Sungmin-hyung…" Donghae terdiam sejenak. "Dia kecelakaan! Sebuah mobil menabraknya saat dia menyeberang jalan dan sekarang dia dalam kondisi kritis!" seru namja tampan berambut hitam itu panik.

Wajah Kyuhyun menjadi pucat seketika ketika dia mendengar perkataan dongsaeng namjachingunya itu. Tangannya tiba-tiba terasa lemas, membuat telepon genggamnya terlepas dari genggamannya dan jatuh terbanting ke lantai kantornya.

END FLASHBACK

Kyuhyun mengehela napas lelah sebelum berjalan keluar dari kamar tidurnya menuju ke arah dapur. Dia membukan pintu kulkasnya dan meminum sebotol air yang ada di sana hingga tandas. Dia memandang teras samping ruang makannya (yang dipisahkan dengan sebuah gorden putih tipis yang diterbangkan angin). Kyuhyun berjalan ke teras itu dan melihat sebuah taman yang indah (yang sangat disukai dan dirawat dengan telaten oleh Sungmin) di hadapannya dengan tatapan kosong. Namja tampan itu menutup matanya sejenak, merasakan angin membelai wajah dan rambutnya. Tanpa keinginan dan maksud untuk menghentikannya, pikiran Kyuhyun segera mengingat semua ingatan bahagianya dengan Sungmin, saat-saat dia masih bisa tertawa dan bahagia dengan namja manis bermata kelinci itu….

FLASHBACK

Sungmin sedang sibuk menanam bunga-bunga di taman bunga kecil yang Kyuhyun berikan padanya. Sungmin menyukai bunga sejak dia kecil. Dia benar-benarmenyukai bunga, tak peduli apa pun jenis dan warnanya (kecuali bunga bangkai mungkin…tapi bunga itu kan tidak ada di Korea) mungkin karena dia terlahir di keluarga yang memiliki toko bunga. Dia hidup bersama bunga seumur hidupnya, membuatnya selalu berpikir bahwa bunga-bunga adalah teman-teman terbaiknya yang selalu bersedia untuk berbagi segalanya dengannya dan tidak pernah meninggalkannya apa pun yang terjadi.

Tapi sekarang dia memiliki Kyuhyun untuk hal-hal itu kan?

Tiba-tiba Sungmin merasakan sepasang lengan yang memeluk pingangnya. Namja manis bermata kelinci itu mendongak dan melihat Kyuhyun tersenyum lembut padanya. Sungmin juga ikut tersenyum sebelum berdiri dan mencuci tangannya yang berlumuran tanah dengan selang air di sampingnya. Sungmin segera berbalik dan mengelus wajah Kyuhyun dengan penuh sayang sebelum mencium pipi Kyuhyun dengan lembut.

"Selamat pagi…atau mungkin siang, Kyunnie~" kata Sungmin sambil tertawa geli. Kyuhyun tersenyum sebelum mencium pucuk kepala Sungmin.

"Selamat pagi juga, Sungmin-hyung~ apa yang sedang kau tanam sekarang?" tanya Kyuhyun ketika dia melihat area di mana Sungmin baru saja menanam bii-biji bunga di belakang mereka berdua.

"Bunga kesukaanmu, bunga lily" kata Sungmin. "Appa dan umma memberiku jenis baru lili dari toko, jadi kupikir kau akan senang kalau aku menanamnya."

Kyuhyun hanya bergumam pelan mendengar penjelasan Sungmin.

"Kau tahu Kyu…kau tidak pernah memberitahuku kenapa kau menyukai lily," gumam Sungmin pelan. "Kenapa kau begitu menyukai bunga lily?"

Sebelum Kyuhyun dapat menjawab pertanyaan namja manis bermata kelinci itu, perutnya berbunyi dengan nyaring, membuat Sungmin tertawa saat mendengarnya.

"Kupikir ini waktunya kita makan siang, aku akan masak makan siang dulu, oke?" kata Sungmin sambil berjalan ke arah dapur, meninggalkan Kyuhyun sendirian untuk memandangi taman bunga di hadapannya.

"Bunga lily itu…manis, suci, rapuh, tapi begitu cantik…" gumam Kyuhyun pelan. "Benar-benar seperti dirimu, Minnie-hyung kau juga bagaikan bunga lily…. Karena itulah aku menyukai bunga lily…karena mereka mengingatkanku padamu…."

END FLASHBACK

Kyuhyun merasakan air mata yang kembali mengalir dari matanya, tidak peduli betapa pun kerasnya dia mencoba menyembunyikannya. Dia merasa terluka, dia merasa menyesal…. Dia ingat terakhir kalinya dia bersama Sungmin, dia membuat namja manis itu menangis, terakhir kalinya dia bersama Sungmin, mereka bertengkar. Kyuhyun sadar…alasan di balik kematian Sungmin adalah bunuh diri, karena pertengkaran mereka. Kyuhyun merasa…dan mengerti…kalau Sungmin meninggal karena dirinya, karena dia mengabaikan namja manis itu, dan kata-kata kasarnya pada namja manis bermata kelinci itu ketika mereka bertengkar.

"Mianhae, Minnie-hyung…" bisik Kyuhyun. "Mianhae…."


Malamnya, Kyuhyun duduk di samping jendelanya. Dia menikmati pemandangan malam, memandangi bintang-bintang yang gemerlapan di langit malam di hadapannya, walaupun dia memandangi pemandangan malam yang indah itu dengan tatapan dan perasaan hampa.

Kadang-kadang, tidak…mungkin setiap waktu, Kyuhyun selalu berpikir jikasaja pertengkaran mereka tidak pernah terjadi, jikasaja dia menghabiskan lebih banyak waktu dengan Sungmin seperti yang diinginkan namja manis bermata kelinci itu daripada terlalu fokus dengan pekerjaannya dan membuat Sungmin sedih, jika saja dia tidak mengabaikan Sungmin…apa Sungmin akan meninggal? Apa namja manis bermata kelinci itu masih akan berada di sampingnya alih-alih terkubur di liang kubur di pemakaman? Mungkin…jikasaja pertengkaran konyol dan bodoh itu tidak pernah terjadi, Sungmin masih akan hidup. Namja manis itu masih akan berada di samping Kyuhyun, dan mereka masih akan berbahagia bersama.

Tiba-tiba, Kyuhyun melihat sebuah bintang jatuh dari jendelanya. Kyuhyun ingat kata-kata Sungmin ketika mereka pernah melihat hal yang serupa sebelumnya.

"Orang-orang bilang kalau kau membuat harapan ketika kau melihat bintang jatuh dengan sungguh-sungguh, harapan itu akan menjadi nyata…."

"Kalau ada satu harapan yang kuinginkan untuk menjadi nyata…" gumam Kyuhyun pelan. "Aku hanya menginginkan sebuah kesempatan kedua…untuk memperbaiki segalanya. Aku ingin membuat Sungmin-hyung tersenyum alih-alih menangis…dan membuatnya yakin…kalau dia tahu aku mencintainya…melebihi apa pun dan siapa pun yang ada di dunia ini…."


Author note:

Wokeh~ chapter ini pasti tambah aneh dan OOC kan? Saya jamin pasti bakal aneh lagi nantinya, :( Dan maaf karena chapter ini pendek~ karena tugas sekolah saya ga bisa nulis panjang-panjang, bisa-bisa saya dicekek guru saya gara-gara capek meriksa tugas saya kalau saya kasih tulisan panjang kayak ular naga ke guru saya :P –digorok- tapi kuharap kalian masih suka~

Oke, seperti biasa, saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada para readers yang masih setia membaca fic saya yang sudah berlanjut selama ini! Apalagi buat para readers yang rela meluangkan waktu untuk mereview fic ini, terima kasih banyak! maaf saya masih belum bisa membalas review kalian karena keterbatasan koneksi modem, tapi semua review kalian benar-benar penyemangat dan masukan yang bagus untuk saya, jadi sekai lagi terima kasih banyak ^^

Oke, sepertinya sekian dulu ramblingan (yang sumpah gak jelas) ini! Seperti biasanya saya mengharapkan review dari kalian untuk memberikan saya semangat sekaligus tanda untuk saya kalau fic ini masih pantas untuk dilanjutkan! Oke, so please review para readers, oke?

Oke, meet again at (hopefully) the next chapter! Bye bye ^_^