Chapter satu : Guru baru?! Serius tuh!?
Disclaimer : Hetalia © Hidekazu Himaruya
Warning : OC (pastinya ada banyak), OOC, abal, gaje, typo dll
Class of the day:
9A – 9H
Hari Senin – hari dimana semua penduduk di Indonesia atau di seluruh negara kembali disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing. Aneh memang, kenapa hari Senin menjadi hari yang paling sibuk? Apa ini sebenarnya balasan liburan kita di hari Minggu? Oke, abaikan pertanyaan tadi yuk! Kita liat keadaan World School sebelum upacara dimulai, di lorong anak kelas 9...
"Emang beneran kemaren ada banyak bule dateng ke sekolah?" tanya Gaitsha
"Serius! Kagak percayaan amat sih lo!" kata Rani
"Dia mah kalo belum liat aslinya gak bakalan percaya" kata Siska
"Cuman itu loh yang gua bingung, tuh bule-bule pada mau ngapain ke sekolah? Mau jadi guru?" tanya Tania
Hening...
"Kayaknya gak mungkin deh" kata Nabila "Soalnya kalo nyampe iya, kita bakalan fangirlingan tiap hari!"
"Gue aja kali, elo engga!" kata Vania
"Yeee, gua juga mau kali fangirlingan tiap hari!" kata Meidy
Tiba-tiba ada suara anak-anak cewek lain yang lagi jerit-jeritan...
"Beneran tuh!"
"Beneran kan gua tadi mau ngumpulin tugas ke ruang guru terus gua gak sengaja nabrak salah satu guru..."
"Terus! Terus!" jerit anak cewek yang lain
"Begitu gua nengok ke gurunya ternyata ... Guru unyu banget! Matanya coklat terus ternyata dia orang Jepang pula!"
"Enak banget lo! Harusnya gua aja yang ngumpulin tugasnya!"
.
"Pada ngapain anak kelas lo, Tan?" tanya Mae
"Biasa, paling pada jejeritan ngeliat orang cakep" kata Tania "Woi! Lagi pada ngomongin apaan?"
"Ada guru baru! Rambutnya pendek, matanya cokelat terus dia itu orang Jepang!"
"Hana! Gua tau elo kepengen banget ketemu orang Jepang, tapi masa iya sih?"
"Gua serius!"
"Kalo udah kayak gitu berarti si Hana bener-bener serius" kata Jasmine
"Eh, tapi orang Jepang yang rambutnya pendek, matanya coklat itukan yang sempet ngefoto kita kemarin!" pekik Siska
Hening lagi...
"Berarti ntar upacara bakalan seru tuh" kata Jasmine pake gaya ala detektif lagi mikir
"Yang gua tanya elo-elo semua pada bawa topi gak?" tanya Mae
"Gua kagak" kata Meidy
"BURUAN SONO CARI! UDAH TINGGAL LIMA MENIT LAGI NEH!" bentak Nabila
Dan dia pun ngibrit cari topi...
oOo
Upacara bendera itu sangat menyenangkan kecuali kalau lagi amanat, taulah sendiri kenapa. Topi, ikat pinggang dan sepatu hitam adalah yang tidak boleh dilupakan! Kenapa? Pastinya kita bakalan kena hukuman – disuruh berdiri di depan lapangan...
"Amanat Pembina Upacara, Pasukan Diistirahatkan!"
"Untuk Amanat, Istirahat di tempat! Grak!"
Amanat pun dikemukan panjang lebar, satu harapan murid-murid – Hujan tiba-tiba – tapi apa daya hari ini cerah banget! Semua murid udah mulai jenuh sampai pembina upacara bilang...
"Kita kali ini kedatangan guru baru loh!"
Sontak murid-murid langsung bagai senter soak yang dikasih batere baru dan langsung nyala terang, berbinar-binar...
"Tapi perkenalanya nanti setelah upacara" kata Pembina Upacara sambil senyum ngetroll
"Yaaaaaaaaaah!" keluh para murid
Satu-satunya yang ada di pikiran para murid sekarang adalah 'Buruan dong upacaranya gua mau liat gurunya!'
"Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara bahwa upacara telah selesai dilaksanakan!"
Ahhh lega, bentar lagi upacara beres setelah pidato bahasa Inggris*. Waktunya pengumuman guru baru!...
"Oke anak-anak udah siap ketemu guru barunya ?!
"UDAH DONG BU!" pekik murid-murid dengan semangatnya
"Okay, For all the Natio—I mean, For all the new teachers, Please come out!"
Awalnya guru-guru cewek yang keluar dan cowok-cowok yang berbinar-binar tapi begitu guru cowok yang keluar langsung...
"KYAAAAA!"
"Mantap!"
"Untung hari ini gua masuk!"
Cewek, kalo lagi fangirlingan gak bakalan bisa di berhentiin tapi yang kasihan cowok apalagi yang udah punya pacar, kenapa? Karena hati cewek itu akan pindah, bagaikan ikan Salmon yang pindah atau burung-burung yang berimigrasi, dari hati cowoknya menuju gurunya. Makanya masih SMP jangan pacaran dulu *senyum ngetroll* #ditendang.
Setelah sesi perkenalan, upacara pun selesai.
oOo
Di kelas 9A...
"Rangga, jam berapa sekarang?"
"Jam setengah sembilan, Qis" jawab Rangga
"Berarti tadi kita dijemur satu setengah jam dong!" pekik Balqis
"Woles aja kali Qis, gua mah tahan ampe dua jam juga" kata Rangga
"Itukan gara-gara elo ngeliat guru-guru yang cewek kan?" tebak Balqis
Tiba-tiba ada suara yang terburu-buru...
"Guru woy! Guru!"
"Cewek apa cowok, Dani?" tanya Balqis
"Cowok pake kacamata!" murid-murid langsung duduk manis, suasana pun menjadi hening
Tidak sampai dua menit, seorang personi—maksudnya seorang guru masuk...
"S'la'm't P'gi!"
"Pagi pak!"
"N'ma saya Berwald Oxentierna"
"Oxen- apa pak?" tanya salah satu murid
"Oxentierna. D'ri Swedia d'n akan m'njadi w'ali kelas disini"
"(Oh, orang Swedia)" pikir Balqis
"Pak Berwald, boleh nanya gak pak?" tanya Arta, guru itu membolehkan "Bapak, nanti ngajar apa selain jadi wali kelas?"
"Geografi, 9A, B, D dan E"
"Ohhhhhh" kata murid-murid sambil manggut-manggut
oOo
Pindah kelas – 9B - ...
"Gua tadi liat ke 9A, mereka dapet wali kelasnya cowok" kata Esa
"Menurut lo, kita dapetnya cewek apa cowok?" tanya Sisil
"Kalo gua mah yang cowok aja deh, eh tapi yang cewek juga bagus, eh eh apa yang cowok aja ya?"
"Ah, dasar labil lo" kata Sisil
"Gurunya dateng! Gurunya dateng!"
Seorang guru masuk membawa buku dan...
AK-47 di punggungnya – hah? AK-47? Mau perang apa mau ngajar tuh?
"Selamat pagi!"
"P-Pagi pak!" mungkin anak-anak masih aga shock. Baru kali ini, ngeliat ada guru bawa yang kayak gitu masuk ke kelas
"Nama saya Vash Zwingly dan saya akan menjadi wali kelas ini" kata Vash dengan nadanya yang tegas seperti biasa "Ada pertanyaan?"
"Bapak asalnya darimana?"
"Perkenalkan diri kamu dulu"
"Nama saya Bayu, saya mau tanya bapak asalnya dari mana?"
"Dari Switzerland, ada lagi?'
"Nama saya Rifki, mau tanya nih maaf ya pak, anda maniak senjata ya sampe ke kelas bawa-bawa senjata?"
"Ya, bisa dibilang gitu sebenarnya ada fungsi lainnya juga" kata Vash
"Apaan pak, fungsi lainnya?" tanya Rifki
"Yah, ini juga bisa dibuat ngehukum kalian kalo macem-macem"
Semua murid-murid langsung bergidik ngeri. Salah-salah, mungkin mereka bakalan pulang dengan kepala berdarah-darah.
oOo
O-oke, kita pindah aja yuk – 9C -...
"Dua kelas dapet guru cowok" kata Adrian
"Kelas mana aja, Obaka-san**?" tanya Hafiz
"A ama B, tapi kalo di B gurunya bawa AK-47"
"Eh serius?! Bisa diaduin sama si Meidy dong!" kata Hafiz
"EH, Fiz! Gua emang udah senior di Klub Anggar tapi gak mungkin gua diaduin sama senjata kayak begituan!" bentak Meidy "Lagian AK-47 ama pedang itu beda!"
"Nyelo atuh" kata Hafiz
"Lagi Bad-mood jangan diganggu ntar elo malah dicincang lagi" kata Adrian
"Gurunya dateng!"
Seorang guru a.k.a personitifikasi masuk ke dalam kelas, yang satu ini rambutnya dikuncir satu...
"Selamat pagi, aru!"
"Pagi!"
"Nama saya Wang Yao dari China, aru" kata Yao "Ada pertanyaan? Kenalkan nama kalian dulu ya, baru tanya aru"
"Saya deh pak! Nama saya Rafif mau tanya"
"Iya, silahkan aru"
"Bapak tuh sebenerya cewek apa cowok? Rambutnya panjang banget!" kata Rafif nyablak. Ya, kelas ini memang kelas nyablak
"Aiyah! Tentu saja cowok!" kata Yao agak sewot "Ada lagi?"
"Ada lagi yang ngangkat tangan "Pak, saya Safira mau nanya nih, bapak keramas sehari berapa kali? Pake sampo apa? Kok bisa halus gitu sih?" tanya Safira yang disambut dengan ledakan tawa anak kelas 9C, sedangkan Yao ... dia facepalm – meratapi nasib kali.
oOo
Oke, kita pindah – 9D...
"Rani, yang di kelas C gurunya cewek apa cowok?" tanya Gaitsha
"Mana gua tau, Sha. Kan gua disini dari tadi, entar gua tanya ke si Meidy deh" kata Rani sambil mainin hp
"Gurunya dateng!"
Seorang guru laki-laki masuk, dia memakai topi putih dan dari tampangnya bisa disimpulkan kalau ia adalah guru yang baik, sayang anak-anak, tidak sombong dan suka menabung...
"Pagi anak-anak!" katanya dengan riang
"Pagi Pak!"
"Nama saya Tino Vainamoinen dari Finland"
"Pak, nama belakang bapak ribet amat" celetuk salah satu murid
"Ya, memang sudah begitu. Ada yang mau bertanya?" tanya Tino "Sekalian perkenalkan diri kalian dulu ya"
Seorang anak laki-laki mengangkat tangannya bermaksud untuk bertanya bukan buat mamerin keteknya looooh...
"Nama saya Yoga, kalo boleh tahu umur bapak berapa?"
"Eh?! U-umur ya? Tunggu dulu sebentar" kata Tino terus dia mulai ngitung-ngitung soalnya salah-salah ntar malah keceplosan lagi umur aslinya "Emmmm, 20 tahun!"
"Ciyus Miapah, pak?!" pekik Tyas "Kalo gitu, bapak mau gak jadi paca—"
"Jadi apa?" tanya Tino
"E-Enggak pak! Gak jadi!" kata Tyas panik
"Tuh anak, kenapa tiba-tiba jadi ketakutan?" tanya Gaitsha
"Itu tuh, gara-gara orang yang ada di depan pintu" kata Rani
"Hai, Su-san!"
"Hm" balas Berwald
Owalah, ternyata ada Berwald disana. Untung, dia ada disana kalo enggak Tino udah bakaln ditembak sama Tyas jadi pacarnya.
oOo
Pindah yuk! 9E...
"Men! Empat kelas ama cowok wali kelasnya!" pekik Faiz
"Keren!" kata Lutfi
"Eh, menurut elo berdua, kelas kita dapetnya cowok apa cewek wali kelasnya?" tanya Siska
"Gua mah berharap banget dapet wali kelasnya cewek" kata Faiz "Kan seru tuh!"
"Hahaha, lucu banget Faiz" kata Vania
"Gurunya dateng! Siapin gombalan kalian!"
"Kok gombalan, Arief?" tanya Siska "Emang wali kelasnya cowok apa cewek?"
"Cewek. Liat aja sendiri" kata Arief
Dan benar saja, seorang guru perempuan masuk...
"Pagi anak-anak!"
"Pagi bu!"
"Nama saya Elizabeta Hedervary dari Hungary, mohon bantuannya ya" kata Elizabeta "Ada pertanyaan?"
Salah seorang anak laki-laki mengangkat tangannya "Bapaknya Bu Eliza itu – Dokter mata ya?"
"Enggak, kenapa?"
"Abis, mata Ibu mengobati hatiku~" kata anak laki-laki itu
"Widih! Gombalnya!" puji anak yang disebelahnya itu
"A-ada lagi?" tanya Elizabeta canggung kayak anak ABG baru abis digombalin
Ada lagi anak laki-laki yang ngangkat tangannya "Kalo bapaknya Bu Eliza bukan dokter mata berarti – Astronot ya?"
"Bukan, kenapa?"
"Abis, tadi saya ngeliat banyak bintang di sekeliling Ibu waktu masuk kesini"
Yep! Gombalan yang ini juga sukses mendapat tepuk tangan yang meriah dan ELizabeta pun lagi-lagi canggung. Sabar ya, Eli~.
oOo
Langsung aja yuk ke kelas 9F...
"Haaaaah, bosen!" kata Irvan "Main bola yuk!"
"Terus ntar bolanya disita dan sekelas bakalan kena marah kayak waktu itu" kata Tania "Elo itu KM*** tapi ngajarinnya yang gak bener!"
"Wets! Ngajak berantem, mba?" tanya Irvan sambil pasang kuda-kuda
"Bodo, males nanggepin orang kayak elo"
"Ada guru! Ada guru!"
Seorang guru laki-laki masuk dan – ceria sekali guru itu...
"Selamat pagi~"
"Pagi pak!"
"Nama saya Antonio F. Carriedo dari Spanyol! Ada pertanyaan?"
"Bapak pernah jadi matador gak?" tanya salah seorang murid
"Pernah dong~"
"Kalo diseruduk banteng itu sakit gak?" tanya anak itu lagi
"Ya jelas sakit lah! Kamu cobain aja sendiri" kata Antonio
"Gak pak, makasih. Saya masih sayang nyawa"
"Ckckckckck, padahal jadi matador itu seru loh. Bisa berantem ama banteng" kata Antonio
"Yaelah pak, jangankan banteng pak" kata anak itu terus dia nunjuk ke Tania "Berantem ama dia aja—"
"Diem lo! *Nginjek kaki anak cowok itu*"
"Anyir! Sakit Tan!"
"Bodo! Emang gua peduli!"
"Sudah sudah, jangan berteman(?)" lerai Antonio
"Bertengkar kale pak!" pekik anak-anak
"Oh iya, maksudnya bertengkar. Damai aja kalian berdua ya, fusososososo~"
Dan sekelas pun sukses melihat ke arah Antonio yang masih berkutat sama "fusososososo"nya dengan muka -_-'
oOo
Kelas selanjutnya, 9G...
"Nyanyi apaan yuk" ajak Amel "Bosen nih. Gurunya belom dateng pula"
"Ntar berisik, kelas sebelah udah ada gurunya" kata Nabila
"Cowok apa cewek?" tanya Amel
"Yang lain bilangnya cowok tapi ntar gua tanyain anak kelas F deh"
"Semuanya duduk! Gurunya dateng!" pekik seorang anak laki-laki
Seorang guru laki-laki masuk, dia memakai jepi—maksudnya Nordic Cross di kepalanya dan begitu dia masuk aura kelas langsung berubah...
"(Kok aura disini jadi agak mistis ya?)" pikir Nabila
"Selamat pagi"
"Pagi pak!"
"Nama saya Lukas Bondenvik dari Norway" kata Lukas "Saya akan menjadi wali kelas disini sekaligus guru fisika, ada pertanyaan?"
"Pak, itu yang ada di kepala bapak jepitan ya?"
"Bukan. Ini namanya Nordic Cross" jawab Lukas dengan tampang yang sama sekali gak bisa dibaca
"Emmm, bapak" panggil salah seorang murid "Bapak punya saudara gak? Adek atau kakak gitu"
"Ada" kata Lukas "Namanya Emil Steilsson, itu adik saya"
"(Katanya adek kok nama belakangnya beda?)" bisik salah satu anak ke temen sebelahnya
"(Mana gua tau!)" balas temannya itu
"Ehm! Itu kalian berdua lagi bisik-bisik soal apa?" tegur Lukas
"B-Bukan apa-apa pak! Cuman lagi ngomongin soal..."
"Main futsal di deket rumah dia, pak!" kata temen sebelahnya itu
"Oh begitu, mohon untuk tidak membicarakan hal seperti itu saat pelajaran"
"I-iya pak, maaf" kata mereka berdua kompak
Dan kelas itu pun melanjutkan pembicaraan antara guru dengan murid. Yah, walaupun murid-murid harus bertahan dengan kelasnya yang mendadak berubah jadi seperti tempat mistis saat Lukas datang.
oOo
Mari kita bergeser ke kelas 9H...
"Ini perasaan gua doang apa kelas sebelah auranya berubah?" kata Jasmine
"Perasaan elo aja kali" kata Mae
"Gua serius!"
"Semuanya! Matiin hp lo lo pada! Copot tuh headset, gurunya dateng!" kata KM 9H berkomando
Seorang guru laki-laki masuk dan tampang mukanya – mirip kayak Lukas, sama sekali gak bisa dibaca...
"Selamat pagi"
"Pagi pak!"
"Nama saya Kaoru dari Hong Kong"
"(Oh, dari Hong Kong toh)"
Kelas mendadak sunyi lagi, mau gurunya, mau muridnya. Dua-duanya pada diem, lah ada apa dengan mereka? Apa mereka tiba-tiba mogok untuk bicara?
"Oke, ada pertanyaan?" tanya Kaoru memecah suasana
"Bapak, kalo boleh tanya bapak udah punya pacar belum atau setidaknya cinta pertama gitu?"
"Tumben lo Dhea, nanya yang kayak begituan" kata Mae
"Cuman pengen tau doang, gimana pak?"
"Sayangnya, belum ada"
"Ohhhhhhh" kata murid-murid sambil manggut-manggut
oOo
Saat delapan kelas ini sedang berbincang-bincang dengan wali kelasnya yang baru, tiba-tiba terdengar suara dari speaker...
"Pengumuman-Pengumuman bagi anak kelas 7, 8 dan 9 hari ini kalian pulang cepat setelah istirahat pertama dan untuk seluruh wali kelas ditunggu di ruang guru sekarang juga, terima kasih"
"YEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH HHHHH!" pekik seluruh anak di sekolah itu #ya ampun, caps gue T_T
oOo
Pulang cepet itu menyenangkan tapi begitu sampe di rumah pasti gak tau mau ngapain daripada linglung kita liat aja yuk 11 anak nista yang lagi kumpul di aula...
"Asek, pulang cepet!" kata Vania "Tapi kok, gua jadi males pulang ya?"
"Gua juga, kalo pulang juga mau ngapain coba" kata Meidy
"Yang ada malah jamuran di tempat tidur" kata Rani
"Elo gak pulang bareng adek lo, Tan?" tanya Nabila
"Dianya aja belom keluar" jawab Tania
"Ternyata guru-guru barunya rata-rata cowok" kata Mae
"He'eh, malahan gua jadi kepikiran kalo sekolah ini gurunya di dominasi sama cowok" kata Jasmine
"Gak pulang ama pacar lo, Mine?" tanya Esa
"Dia udah pulang duluan ama temen-temennya"
"Aneh, biasanya kalo pacaran pulangnya pasti berduaan" kata Gaitsha
"Kebanyakan nonton sinetron lo, yang kalo pacaran pasti pulangnya berdua ama cowoknya" kata Balqis
"Terserah gua dong!" kata Gaitsha sewot
"Balik aja yuk! Gua ada les" kata Siska
"Rajin ama lo" kata Tania "Ntar dulu bentar tungguin adek gua dulu"
"Nah, tuh dia adek lo, Tan" kata Esa sambil nunjuk ke arah seorang anak perempuan kelas 7 yang sedang mendekati mereka
"Kok lama, Ndah?"
"Itu kak, tadi anak laki-laki kelasku ngajak berantem" jawab Indah, adeknya Tania
"Terus kenapa kamu yang babak belur biasanya mereka yang babak belur?"
"Lah, orang mereka ngajak berantemnya di depan ruang guru! Mana berani aku berantem di depan situ ntar malah dimarahin!"
"Iya aja deh, Yuk balik!"
Akhirnya 11 anak nista itu pada pulang ke rumah mereka masing-masing, bagaimana dengan keesokan harinya? Mari kita lihat nanti
.
.
.
TBC
Update ditengah-tengah US! Sambil belajar, sambil ngetik #Bisa begitu?
Ok, stop soal curcol saya yang gak jelas, jawab review yuk!
Codename Sailor D : Inilah yang terjadi selanjutnya Sailor-san :D, tentu akan saya terus update
Hagane Giita-pyoon : Romano gak saya masukkin, kan dia itu agak tsundere ntar malah di tsunderein lagi sama murid-muridnya. Makasih udah diingatkan soal warning, gomen yang chapter sebelumnya lupa diketik warningnya dan soal tanda baca juga :D
Revantio Ganteng : Iya udah aku masukkin + Rikuesan Epan yang kelas 9C udah aku bikin nyablak XD
Kamus ala Author:
Pidato Bhs. Inggris* = di SMP saya, pas upacara terakhirnya pasti ada pidato bahasa Inggris
Obaka-san** = Di kelas 9C ada anak yang dipanggil gitu bukan berarti dia itu kayak panggilan ya, anaknya pinter kok cuman saya juga gak tau kenapa dipanggil gitu
KM*** = Singkatan dari "Ketua Murid" mirip-mirip sama ketua kelas gitu deh
Mind to RnR?
March 29, 2013
