Desclaimer : Massashi Kishimoto
Genre : Humor, Friendship, sedikit Romance
Rated : T
Pair : SasufemNaru
Warning : Humor garing, Typo's bertebaran, penuh pemaksaan. Ooc. Dan sebagainya
Kost Absurd by : B "Broke" (bukan Lukas)
Chapter 2 : Falling in love
Uchiha Sasuke menghela nafas, walaupun wajahnya terkesan datar sesungguhnya ia merasa jengkel. Apalagi dengan keberadaan seorang siswi cantik bersurai merah muda yang baru saja menyatakan perasaannya entah untuk yang keberapa kalinya. 'Cantik sih, tapi.. si Abang dobe lebih manis.' Batin Sasuke saraya memandangi si surai merah muda dari ujung kaki hingga ujung rambut. Tak menyadari bahwa yang ditatap nampak blushing.
Merasa ingat sesuatu, Sasuke kembali menghela nafas. Ah, benar. Bukankah saat ini ia tengah galau. Si blonde jadi- jadian itu bahkan tak menyadari kode- kode PDKT-nya. 'Ck, Bang Naru lagi ngapain ya?' pikir Sasuke. Benar- benar tidak memperhatikan bagaimana bingungnya Sakura (gadis merah muda itu) melihat wajah melamunnya.
"Sa, sasuke-kun.." Panggil gadis itu, terlihat hati- hati. Sejujurnya ia takut, kenapa seorang pangeran es (sok cool dan jaim) macam sasuke bisa berekspresi seperti perjaka gagal cinta.
'Ck, jangan- jangan lagi berduaan sama kak Gaara?'
"Sasuke-kun?" melambaikan tangan di depan wajah Sasuke
'Awas aja kalau sampai saling suka, bakal ku sebarin aibmu, kak gaara. tapi...' tiba- tiba wajah Sasuke memucat, kemudian berubah menjadi sangar.
Sakura yang was- was kembali ingin menyadarkan sang pujaan hati, tapi mungkin setelah ini akan menjadi mantan. "Sasu_"
"Sialan! Kalau sampai si dobe itu yang nembak duluan bakal ku 'kissmark' pake tendangan mautkuh!"
Krik krik krik
Sakura mematung, Sasuke tenggelam dalam emosi. Okeh, abaikan saja mereka.
.
.
Sore menjelang, kegalauan Sasuke semakin tak terbendung. Pasalnya ia tadi melihat Naruto menyuapi Gaara dengan mesra, amat sangat mesra. Walau kenyataannya tidaklah seperti yang Sasuke pikirkan tapi kelakuan mereka benar- benar bikin hatinya panas. Sepanas cuaca siang tadi, di tambah jam olahraga yang mengharuskannya lari marathon keliling gedung. Tambahlah panas saja hati Sasuke.
Satu
Dua
Tiga
Ia menghitung kerikil di tanah yang ia pijaki. Masa bodoh dengan kata orang ia kurang kerjaan, yang penting bisa meminimalisir kegundahan hati. Tak terasa, ia sudah di depan teras kost- kostan dengan plang besar bertulis 'Akademi konoha' di atas pintu.
"Cih, norak." Dengusnya sebal, ingat bray, kegalauan menjadikan Sasuke sensitif. Biasalah PMS (Perasaannya Memendam Sakithati).
"Oh, Sasuke. Udah pulang, kirain mau nginep di sekolah tadi." Belum sempat membuka knop pintu, kepala bersurai coklat cepak menyembul dari balik pintu. Membuat Sasuke melotot horror karena kaget.
"Gak usah melototin gitu kali. Dari kemarin kamu gampang marah ya, lagi menstruasi?"
Plak! Tamparan sukses di dapat Kiba. Dengan wajah judes Sasuke berlalu melewati Kiba. Tidak lupa juga menabrak bahu Kiba agak keras sambil membuang muka.
"Ih, dasar. Gitu aja marah. Kayak cewek lagi tingkahnya." Gumam Kiba seraya mengelus wajahnya yang memerah.
.
.
.
Makam malam berlalu tanpa kehadiran Sasuke, membuat anggota lainnya bertanya- tanya. Kiba yang punya rasa kepedulian tinggi membawa sepiring nasi k are dan jus tomat kesukaan Sasuke dan membawanya ke kamar Sasuke (bekas kamarnya).
"Sas, aku masuk ya." Kiba membuka pintu, dan melongok masuk menatap Sasuke yang hanya diam tiduran di atas kasur sambil memandang ternit kamar.
"Hn." Tanggap Sasuke tak niat
"Kamu kenapa? Kusut gitu mukanya." Kiba menaruh bawaannya di meja belajar Sasuke kemudian duduk di samping Sasuke
"Gak papa."
"Yakin? Cerita aja kali, mungkin aku bisa bantu."
Mendengar nada penuh perhatian itu, Sasuke mengalihkan atensinya pada wajah kakak kelasnya. Terlihat sedikit ragu, tetapi tatapan Kiba yang teduh membuat ia kemudian memantabkan hati. 'yeah, yang penting diungkapkan. Sekalian minta solusi."
"Aku lagi galau, kak."
Kiba menyernyitkan alis, "Galau kenapa? Masalah keluarga? Atau karena lagi bokek?"
"Nggak. Bukan itu semua."
"Terus?"
"Aku .."
"Ya?"
"…lagi jatuh cinta sama kak Naruto." Lirih Sasuke to the point.
". . ." kedip- kedip, Kiba berkedip, berusaha memproses pernyataan Sasuke. Dan..
BUAHAHAHAHAHAHA!
Setelah malam itu, Sasuke benar- benar menyesal. Bukannya mendapat Solusi, ia malah ditertawakan hingga dua jam penuh non stop. Bayangkan saja, bagaimana Kiba melakukannya.
.
.
.
Malam berganti, singkat cerita, ini hari minggu pagi. Sasuke yang lagi galau jadi nggak semangat gotong royong bersih- bersih kost-an. Membuat Neji dan Gaara uring- uringan. Dan Kiba hanya bisa menahan tawa melihat tingkah konyol Sasuke yang sedang badmood.
Merasa sudah tak ada ide, Sasuke akhirnya melangkahkan kaki menuju kamar neji (mau curhat plus minta solusi buat nyatain perasaannya ke Naruto) tapi langsung di hadang Gaara.
"Sas, kalau lagi ada masalah. Kamu bisa cerita ke aku."
"Berisik. Nyingkir deh!" ketus Sasuke, bener- bener kurang ajar dia sama senior. but, ayolah, Gaara itu rivalnya untuk saat ini. Jadi bolehkan kalau dia bersikap ketus. 'ini namanya agresi, PD dua antara blok utara sama selatan!'
"Kamu kenapa sih?" Gaara gagal paham. Harusnya yang marah- marah itu dirinya, udah kerjaan nggak ada yang bener, sekarang malam ngetusin senior. 'mau mati nih bocah' umpat gaara dalam hati.
"Bukan urusanmu!"
Karena malas cari ribut, Gaara akhirnya mengalah. Ia meninggalkan Sasuke untuk kencan bersama pacarnya, Beruang.
.
.
Tok tok tok
Sasuke mengetuk pintu kamar, tak lama kemuadian pintu terbuka. Menampakkan kamar yang berantakan dan si pemilik yang sedang menggunakan celemek serta menenteng kemonceng.
"Oh, Sasuke? Mau bantuin ya, boleh- boleh. Ayo masuk."
Okay, sepertinya sasuke salah memilih waktu, karena setelah itu, bukannya curhat ia malah dijadikan budak dadakan oleh Neji.
"sialan." Umpat Sasuke di sela aktivitasnya mengangkat barang ini dan itu.
.
.
.
Seminggu sudah Sasuke menggalau, kelakuannya yang jadi sensitive dan suka marah- marah tidak jelas itu menggelitik relung jiwa Naruto (Walau sebenarnya bukan cuma Naruto saja). Dan keinginannya untuk menempeleng kepala Sasuke memuncak saat sang empu nama dengan sengaja mendorongnya keras di sela aktivitasnya berjalan kaki dari kamar mandi menuju kamar.
"Heh! Kamu cari ribut!?" gertak Naruto marah
Sasuke diam dengan wajah datar, kemudian mendengus. "Berisik. Idiot"
"APA?! Kurang ajar. TEME!"
"Kau idiot, dobe, baka, usuratonkachi!"
"Apaan sih! Kalau mau ngajak berantem ayo sini. Kulayani dengan senang hati." Naruto maju, ia dengan kasar menaikkan kaos lengannya. Pose menggertak. Tatapi tidak ditanggapi Sasuke. Ia malah menundukkan wajahnya yang kusut,
"Aku suka kamu tahu." Lirih Sasuke putus asa, membuat Naruto berhenti bergerak dan memastikan pendengarannya.
"Apa? Pingin di tonjok?"
"Aku cinta kamu, kak Naruto.. kenapa kamu nggak pernah ngerti semua maksud PDKT-ku. Aku sering usilin kamu sambil manggil kamu 'Abang' itu juga karena kamu itu special!" Ucap Sasuke gemas, sedikit menggeram karena saking gemesnya.
"Ha, hah?" perlahan wajah Naruto memerah. Dengan salah tingkah ia berjalan pelan menjauhi Sasuke.
"Errmm, kayaknya aku ada PR deh. Hehe, ke kamar dulu ya." dengan secepat kilat Naruto berlari memasuki kamar dan membanting pintu. Meninggalkan Sasuke yang menampilkan wajah terluka.
'ditolak ya.' batinnya miris
Belum sempat ia beranjak ke kamarnya dan menumpahkan segala sakit hatinya, ia mendengar suara teriakan dari kamar Naruto, teriakan yang membuat hati sasuke merasa lega dan hangat di saat bersamaan.
"Aaaarrrggghhh! Sasuke no Teme. Dasar nggak romantis! Harusnya dia nembak aku kayak di film- film itu! Dasar idiot! Aku juga suka kamuuu, dasar berengsek! Pantat ayam sialaan!"
Dan tanpa sadar sebuah senyuman tulus terlukis di wajah putihnya. Membuat Kiba yang baru lewat dan melihatnya sambil membawa mie rebus rasa ayam bawang itu menganga sambil menjatuhkan mienya ke lantai, tentu saja tanpa sadar.
Chappy two FIN
Omake :
Makan siang di kantin KHS.
Gadis berambut pirang bermata biru memandang Gaara dengan intens, kepalanya ditopang dengan satu tangannya yang dilipat, bersandar pada meja kantin.
"Gaara." Panggil gadis itu, Gaara melirik sejenak sambil memakan mie pastanya.
"Aku mau curhat." Ungkap gadis itu, membuat Gaara tertawa meremehkan. "Cowok suka curhat itu banci, Naruto." Komentarnya, sukses mendapat deathglare dari si empu nama.
"Seriusan ini, Gaara. Mau dengerin nggak sih!?"
"Iya. Cepetan ah!" sewot Gaara dengan setengah hati.
Naruto tersenyum cerah, dengan cepat direbutnya mie pasta Gaara dan menyodorkan sesuap mie di depan mulut Gaara. "Baik deh. Sini kusuapi sebagai rasa terimakasihku untukmu."
"Apaan sih! Ogah!"
"Aa"
"Nggak!"
"A! atau kubuang boneka beruangmu!" setelah mendengar kata keramat itu, Gaara dengan pasrah membuka mulut. "Mau curhat apa?" serunya disela kunyahan mienya
"Hmm, aku susah tidur akhir- akhir ini." Jeda sesaat, Naruto menarik nafas dan menghembuskannya keras- keras, menetralisir kegugupan. "Aku menyukai seseorang Gaara. Kupikir ini cinta pandangan pertama."
". . ." menyernyitkan alis, Gaara menatap gadis blonde itu intens. Mencari sedikit saja kebohongan di matanya, tetapi tidak ada. "Lalu, siapa orang itu? Kau suka apanya?"
"Errmm.. kalau ku kasih tahu, jangan tertawa ya."
"Ck! Cepetan deh, ribet banget gitu aja."
".. Sasuke.." Lirih Naruto
"Hah apa? Siapa?" Gaara mengulang pertanyaan, berusaha menajamkan pendengaran. Sedangkan Naruto sudah menundukkan kepalanya karena malu.
"Sasuke. Aku suka sasuke. Kulitnya putih, jadi aku suka."
Gaara melongo, ia benar- benar tidak tahu kalau temannya itu begitu polos.
FIN beneran
Ini chap 2 udah Update, memang nggak begitu nyambung sama chap satu. Karena memang ini berupa serial. Masing- masing chap bisa di baca sendiri- sendiri.
Buat yang review, fav and follow terimakasih banyak..
Choikim1310 : ini mirip boyband ya? emang idenya dari situ. Hehehe. Naruto itu penghuni lama, coz karena penampilannya yang mirip lelaki jadi di kira kost-nya anak laki2 sama ketiganya. Terus saya minta maaf , Naruto memang akan ada saatnya jadi cantik. Tapi nggak sampai bikin temen2 se kost nya terpana atau begitulah paling Cuma Sasuke. Soalnya mereka udah pada punya pacar.
Khioneizys,Syiki894,thiyahrama dan semua yang sudah mereview, mem-fav dan follow sekali lagi terimakasih banyak.
Ttd
B "Broke"
