Gue balik lagi di fic yang gak lucu-lucu amat ini. salam pembuka dari gue. "Assalamualaikum Wr. Wb" Pembuka'anya nggak lucu ya? Kalo mau yang lebih lucu baca aja fic Doraemon. Selamat membaca
(Ichigo kurosaki)
Peringatan:AU,OOC,Cerita dimulai dari sudut pandang tokoh utama,
Miss typo,GaJe… Kelihatanya.. Humor garing… Mungkin. Dan masih banyak lagi kekurangan saya.
Disclaimer:Bleach punya Tite Kubo,
2'nd class:Begin started.
(09:30WIB. Di gerbang sekolah tepatnya di pos satpam.)
Gue telah sampai di pos satpam sekolah ini. Disana gue melihat ada seseorang satpam disana, lalu gue hampirin dah tuh orang.
"Permisi… Om! "Panggil gue. Diapun menurunkan Koran yang tadi ia baca. "Et.. Dah! Ni satpam apa dukun cabul sih? Pake punya tato no 69 lagi !emang tu apa'an?Nomer togel?" Batin gue.
"Apaan? "Tanya ni satpam dengan nada malas. "Begini om,saya ini murid baru. . Dan saya mau Tanya, ruang kepala sekolah itu dimana yah? " Tanya gue sopan.
"Ohhh! "Ucapnya,tapi setelah itu dia malah baca Koran lagi.
"Permisi… Om! " "Apaan? " "Begini om,saya ini murid baru.. Dan saya mau Tanya,ruang kepala sekolah itu dimana yah ?" "Ohhh! "Lagi-lagi dia malah baca Koran dan tak mengindahkan gue sama sekali. Dan kira-kira dialog ini terulang sampai 8x. Apa jangan-jangan ni orang lupa skripnya yah? Gue waktu itu udah kesel banget dan pingin bangeet nimpuk nih tiba-tiba!
"Kensei! Apa kau tidak lihat ada tamu? "Teriak seorang wanita mungil yang datang dari arah gerbang sekolah.
Jika kalian(Yang masih belum pindah chanel ke fandom Doraemon)kira dia adalah Rukia anda salah besar! Gue bosen man selalu dipasangin ama cewek mungil dan dadanya belum tumbuh, sebagai lelaki normal gue itu suka yang besar-besar dan lincah kalau di ajak main…. Gobak sodor! Emang lu pikir main apaan?
Oke!Kembali ke cerita
Setelah itu ni satpam langsung ngeletakin Koran yang tadi ia baca lalu ia melihat kearah gue. "Barusan dateng ya mas? "
"Barusan dateng palamu! Gue udah dateng dari… "Gue kagak nerusin omongan gue, karena gue dipelototin ama ni satpam. Gue keder kan jadinya!. "Dar… Dari… Dari Sabang sampai Merauke… "Gue ngeles sebisa gue. "Bagus!ntar malem elu gue traktir makan kwaci putih 15 kilo" Bisik ni satpam ke gue. Buat apa coba kwaci 15 kilo?.
Gue pun melihat tu cewek yang baru dateng tadi lalu gue deketin dia setelah deket gue pun jongkok lalu menepuk pundak ni cewek, lalu gue bilang…
"Dek! Ini SMA bukan TK, kalau adek kesasar tadi kakak lihat ada TK di seb…. "Belum selesai gue ngomong tiba-tiba ni cewek udah nonjok muka gue.
Gue pun jatuh ke belakang."Adek kok nakal gitu?"Tanya gue dalam posisi belum bangun. Eh!tapi dia malah nginjak perut gue. "Aduh!Duh!Aduh!"Teriak gue.
"Untuk anda ketahui saya ini bukan anak TK apalagi adek anda. Saya guru disini, lebih tepatnya guru BK."Jelas dia sambil tetap menginjak perut gue. "
"Guru kok pendek amat?"Tanya gue, Eh! Dia malah semakin keras nginjek gue, sampai rasanya lambung gue mau pecah.
"Eeehm!" Tegur sih satpam,lalu nih cewek akhirnya berhenti nginjek gue. "Tuh anak tadi nyari'in ruang kepala sekolah,lu bantuin gih!" Perintah nih satpam yang kalau gak salah namanya Kensei. "Kenapa harus gue?" Tanya tuh cewek. "Karena elu guru,Soi fon!Sementara gue satpam. "Elak nih satpam. "Apa hubunganya?" Tanya nih guru kerdil. "Kagak ada hubunganya kalo elu nolak ni chapter kagak kelar-kelar. " Dan akhirnya bu guru Soi fon ke sekak."Huff!Ayo!Ikut saya" Perintah tuh guru lalu pergi ninggalin gue yang dari tadi terkapar, gue pun bangun lalu ngikutin dia dari belakang.
(09:43WIB. Di koridor sekolah.)
Gue gak nyangka dialog tadi ngabisin waktu sampe 13 menit padahal gue pikir tu dialog kagak lucu-lucu amat. Oke! Sekarang gue masih ngikutin tuh guru sampe masuk sekolahan.
Gila men! Ni sekolahan hebat banget! Ada air mancurnya,toilet siram,Lab bahasa,ipa,computer,Free wifi di semua tempat(buat toushirou. Gue saranin elo buat sekolah di sini),dan bahkan di setiap kelas ada patung garuda sama foto presiden dan wakilnya. Oke!Itu udah biasa.
"Tunggu disini. " Perintah bu guru Soi fon ke gue yang lagi ngelamun. Lalu dia masuk ke sebuah ruangan yang gue duga ruangan kepala sekolah karena ada tulisan "Keep sek" diatas pintunya. Eh!"Gimana tadi eja'anya? "Belum sempet gue ngelihat tulisan tadi,tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka,lalu keluarlah bu guru Soi fon dari sana.
"Ayo!Masuk!"Perintah dia. "Kemana?"Tanya gue."Ke dalem,kopermu taruh ada di luar. "Jawabnya lalu ia masuk ke ruangan tadi,gue pun ikut masuk ke dalem tapi sebelum itu gue sempet ngelirik tulisan di pintu tadi. "K-E-E-P S-E-K. Apa-apa'an tulisan ini?"Tanya gue.
(09:46. Di dalam ruang Keepsek.)
Setelah gue masuk ke ruangan itu gue ngelihat seorang aki-aki yang punya jenggot puanjangg banget!Lalu nih aki-aki ngeliat gue dengan tatapan datar.
"Silahkan duduk Ichigo Kurosaki. " perintah bu guru Soi pun duduk tepat di hadapan tu orang. "Ichigo.. Beliau adalah bapak Genryusai yamamoto kepala sekolah SMA Tri Koro Darmo ini. Sebagai seorang murid baru kau seharusnya membeli salam terlebih dahulu. "Jelas bugSon namanya gue singkat karena terlalu panjang.
Gue pun menyalamin nih kepsek dia pun membalas uluran tangan gue. "Apa kau seorang lelaki normal?"Tanya pak Genryusai sambil tetap menjabat tangan gue. "Apa maksud pertanyaan itu?" Tanya gue dalem hati. "Iya pak!Saya masih suka Perempuan. " Jawab gue. "Berapa ukuran cup yang kau suka?" Tanya dia dengan nada kaku. "Apa-apa'an pertanyaan ini?" Batin gue. "Kalau ada F ya F,kalau gak ada E juga gak papa. " Jawab gue.
Tiba-tiba nih aki-aki ngecengkrem tangan gue keras banget. "Akhirnya ada juga orang yang sepikiran denganku. "Teriak nih aki-aki kegirangan. "Maksudnya?" Tanya gue sambil meringis kesakitan. "Maksudnya!kau adalah seorang siswa di sekolah ini yang suka perempuan berdada gede. " Jelas ni aki-aki. "Jadi!Saya satu-satunya orang yang suka perempuan gitu?" Tanya gue pake ekspresi takut. Siapa yang kagak takut kalo semua (Calon) teman-temanya maho semua? Jika ada.. Pasti orang itu maho juga.
"Nggak!Kau orang ke 279. " Lanjutnya. "Lalu apa spesialnya?" Teriak gue frustasi.
Setelah itu Pak Yamamoto ngelepasin tanganya dari gue. "Siapa namamu?" Tanya nih aki-aki sambil nunjuk muka gue dan salah satu kakinya berada di atas meja. "I..Ichigo Kurosaki. " Jawab gue. "Siapa nama depanmu?" Tanyanya lagi. "Ichigo.." Jawab gue manteb. "Siapa nama belakangmu?" Dia bertanya lagi. "Kurosaki." Jawab gue lagi dan lagi. "Lalu….. Siapa namamu?" Tanya nih keepsek, gue menatap nih kepsek yang masih nunjuk gue dengan tatapan bosen. "Pak anda sudah menanyakan hal itu pada baris kedua paragraph ini. "Ujar gue. "
Diapun turun dari meja dan berhenti nunjuk gue. "Selamat kau lolos tes masuk sekolah ini. " Ujarnya sambil menjulurkan tanganya. "Itu tes masuknya?Gak mutu amat?" Gue nggak membalas uluran tanganya.
"Baiklah!Sekarang kau bisa keluar dan bersenang-senanglah dengan cewek yang kau suka. Tapi ingat! semakin cantik ceweknya, semakin sexy ceweknya maka semakin mahal harganya.
"Jelas pak Yama."Apa benar dia seorang kepala sekolah?"Batin gue. "Tapi kalau ceweknya seperti dia… " Pak Yama menunjuk BuGSoN. "Mungkin tarifnya sekitar 3000 semalam. " Tambahnya. Gue ngelirik ke arah bu guru,eh!Ia malah menyikut wajah gue.
"Nah!Bu guru.. Kau bisa mengantakan anak ini ke asrama barunya. " Perintah pak yama. "Baik pak. Ayo!Ikut aku. "Perintah bu guru ke gue, gue pun berdiri dan berjalan menuju pintu.
Saat gue mau keluar.. Tiba-tiba pak yama nyeletuk. "Hei! Ichigo!" Panggilnya. "Iya pak!" Gue pun menoleh ke mejanya. "Selalu ingat.. "Be safe on the bed"… Oke!" Ujar pak yama sambil menunjukan jempolnya. Gue hanya senyum-senyum dan segera keluar dari tu ruangan,gerah gue!.
(09:52. Di koridor menuju asrama.)
Setelah keluar dari ruangan tadi.. Gue masih berjalan mengikuti Bu guru Soi fon. Suana masih sama…Sepi yang terdengar hanya suara roda koperku yang kelihatanya belum di kasih oli sama bokap gue. sampai saat kita ngelewatin sebuah spanduk bertuliskan. "Kami akan selalu membuat anda bermoral" Di salah satu dinding koridor.
"Bu!Saya ada usul. Gimana kalau kata "bermoral"diganti "bergairah"?" Gue mencoba memecah keheningan,tapi yang malah gue dapat adalah sebuah hook kanan dari ni guru. Dan akibatnya gue langsung jatuh tersungkur. Gila!Ini guru apa anak muridnya Daud Yordan?
"Jika kau tidak melangkah lebih cepat. Maka aku akan mengosongkan nilai BK di rapotmu. " Ancam Bu guru Soi fon.
"Emang di rapot ada nilai BP?" Tanya gue sambil mencoba berdiri. "Enggak juga sih!Tapi di sana ada kolom sikap. kau mau kuberi nilai sikapmu D semua?" "Lalu berapa nilai sikap pak Yamamoto?" Tanya gue baek-baek,eh!Gue malah dapet sebuah straight kiri. Dan sekali lagi gue tepar.
(09:57. Di depan kamar asrama bernomor 308.)
Gue telah sampai di sebuah kamar asrama yang nomor ruanganya persis ama judul film baru Indonesia. "Tok!Tok!". Setelah bu guru mengetuk pintu itu,keluarlah seorang pemuda berambut pirang dari dalam sana dan dia sedang nyengir kuda kearah gue ama bu guru Soi fon.
"Hirako.. Dia anak baru di sini dan dia akan menjadi teman sekamarmu. " Jelas Bu guru sambil menunjuk gue,sementara tu bocah malah asik cengar-cengir,emang dia mau matahin rekor Gin ichimaru sebagai manusia yang paling lama nyengir?
"Baik!Lagian disini masih banyak ruangan kok!" Ucap ni senior.
"Bagus!aku harap kau bisa berteman dengan murid baru ini. "Setelah itu. Anak yang bernama Hirako tadi langsung ngerangkul pundak gue. "Semua !" Tu anak ngacungin jempolnya kea rah bu guru.
"Baiklah!Aku percaya padamu. " Ucap Bu guru Soi fon sambil berlalu.
"Ntar malam telpon aku yah!" Ujar Hirako sambil melambaikan tangan,setelah itu sebuah kaleng bekas softdrink mendarat tepat di wajah Hirako,dan jangan Tanya siapa pelemparnya.
(10.00. Di dalam kamar 308.)
Setelah dialog garing di atas,guepun diajak masuk sama Hirako ke dalam ruangan itu. Setelah gue masuk kedalam,mata gue langsung dimanjakan ama kalender bergambar cewek pake bikini di sudut ruangan itu,tapi setelah itu Hirako melepasnya.
"Gue sebenarnya kagak pengen ngemasang ni benda. Sebenarnya ini hadiah dari pak Yamamoto yang tak sengaja gue pasang. " Ujarnya. "Terserahlah. " Kata gue. "Baiklah!Aku akan menjadi tour guide mu disini,jadi.. Ayo berkeliling. " Diapun menarik tangan gue untuk mengikutinya.
"Ini adalah kamar mandi. "Ujarnya sambil menunjuk sebuah ruangan kecil berpintu biru.
"Ini adalah kamar mandi perempuan. " Ujarnya sambil menunjuk sebuah ruangan kecil berpintu biru dengan tulisan. "Kamar mandi cewek. perlihatkan barang anda kepada pengawas untuk memastikan apakah anda cewek. " Yang ditulis dengan huruf berfont size 11.
"Ini adalah kamar mandi cadangan. " Cukup… Gue udah muak dengan tour kamar mandi ini. "Bisakah kau menghentikan tour kamar mandi ini?Dan apakah satu ruang asrama membutuhkan 3 kamar mandi?" Tanya gue. "Sebenarnya kami punya 6. Ah sudahlah!Ayo aku kenalkan dengan penghuni lainya. "Ajaknya,Gue pun hanya menggangkuk dan berjalan mengikuti Hirako. "Moga-moga aja penghuni yang lainya lebih waras ."Batin gue.
(10:03. Masih di dalam ruang 308)
Gue dan Hirako telah berada di depan sebuah ruangan dengan pintu berwarna kuning plus hiasan Bling-Bling Disana-sini.
"Hiyori!Hiyori!Nih gua. Hirako. Keluar gih!" Panggilnya.
Setelah itu,seorang cewek kerdil keluar dari dalam sana. "Pa'an?" Tanyanya. "Nih gue mau ngenalin elo sama anak baru yang bakalan tinggal ama kita. " Jelas Hirako sambil nunjuk gue. Setelah itu,tuh anak yang namanya Hiyori maju mundurin jari telunjuknya ke arah gue.
Gue pun membungkuk untuk menyamakan tinggi kita. Eh!Setelah itu dia malah nonjok muka gue yang 11/12 ama Brad pitt.
"Gak menarik. Udah ah! Gue mau masuk dulu" Tuh anak malah balik ke kamarnya tanpa menggubris gue yang habis ia tonjok.
"Maaf yah!Ia mantan atlet Thai Boxing sih. " Jelas Hirako sambil ngebantu gue bangun. "Ya'udah ayo ke kamar selanjutnya. " Ajak Hirako.
(10.05 Masih di dalam ruang 308)
Kali ini gue berda di depan pintu berwarna pink dengan hiasan hello kitty yang unyu-unyu di sana-sini. Gue tebak yang ada di dalem pasti cewek imut.
Sebelum Hirako sempat mengetuk pintu,tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam. Lalu keluarlah pria negro yang tampangnya mirip sama "Mario Bau Teri" dari dalam sana. Dia pun menatap horror ke arah gue.
"Zommari dia adalah… " "Ichigo Kurosaki. Murid baru di sini dan dia akan tinggal bareng kita. Betul tidak?Homeda… Homeda.. Homeda"Ucap ni negro ngepotong omonganya Hirako.
"Bagaimana kau bisa tahu?"Teriak gue. "Aku tahu segalanya tentangmu. Kalau nggak salah kau habis ditonjok ama Hiyori kan?Homeda.. Homeda.. Homeda" Ujar ni negro lagi.
Apa dia bilang?Segalanya tentang gue?Apa jangan-jangan dia juga tahu kalau gue masih suka baca majalah Bobo? Ato… Dia tahu kalo gue sampe sekarang masih suka pake kolor bergambar spongebob? Ato…Ato.. Jangan-jangan…. dia juga tahu kalo gue suka ngintip emak-emak lagi mandi di kali?
"Jangan percaya dia. Dia bisa tahu elo,karena barusan dia gue kasih tahu." Teriak Hiyori dari dalem kamarnya. Gue pun menatap tajam ke arah tu negro sialan.
"Eh… Saya mau masuk kamar dulu. Saya lupa belum ngretweet twiternya Eyang Subur. Homeda… Homeda… Homeda" Dia pun masuk ke kamarnya lagi. "Maaf yah!Bokapnya mantan koruptor sih" Ujat Hirako ke gue. "Kagak bisa!Lu tahu… Gara-gara dia gue jadi nyebarin AIB gue ke pembaca. Pokoknya gue mau pindah. " Ujar gue sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Tu.. Tunggu dulu Ichigo. Kalo sampe elu keluar dari kamar ini,ntar nih Chapter gak bakalan kelar-kelar. " "Tuh anceman udah kagak mempan ama gue. " Ujar gue sambil mengambil koper gue. "Oke… begini saja,elo ikut gue ke kamar selanjutnya,ntar kalo elu gak suka ama yang punya kamar elu boleh pindah,tapi kalo elu ngerasa sreg ama yang punya kamar elo harus tinggal di sini oke?"
(10.09. Masih di… Ah gue bosen nulisnya)
Dengan sogokan uang RP. 5000 gue akhirnya berdiri di sini,dipintu bertuliskan "Cadanganya kamar mandi cadangan" di atasnya. Gue pun ngelirik ke arah Hirako.
"Tenang aja ini nggak seperti apa yang kau bayangkan. " Ujar Hirako,setelah itu ia pun mengetuk pintu ruangan itu. "Iya… sebentar. Akikah lagi molesen bulu mata akikah biar lentik gitchu!" Terdengar suara dari dalam sana. Sekali lagi gue ngelirik ke arah Hirako.
"Santai aja dia kagak banci kok!" Hirako coba meyakinkan gue,setelah itu pintu ruangan di depan gue pun terbuka lalu keluarlah seorang benciz dari dalem sana. "Adcha apha yach?"
(10:16. Di dalam ruang Keepsek.)
"Saya mau pindah asrama" Teriak gue sambil menggeberak meja. Ya!Gue sudah berada di dalam ruang keepsek untuk yang kedua kalinya.
"Wow!wow!Santai sobat santai!Memangnya ada masalah apa?Apa cewek-cewek di sana bodinya kurang oke gitu?"Tanya pak Yama ke gue. "Secara harfiah sih iya. Tapi bukan itu alasan saya mau pindah kamar. " Jelas gue.
"Lalu… Apa masalahnya?" Duh! Kenapa nih aki-aki belon ngerti juga sih. "Masalahnya… Orang-orang di sana lebih Upnormal daripada Bapak saya,ugh… nggak ikhlas saya nyebutnya."
"Tapi my pren!Cuman itu satu-satunya kamar yang tersisa di sini"Ujar pak Yama.
"Kelihatanya Cuma saya yang tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan ini." Ujar seorang kerdil yang tak lain dan tak bukan adalah…. Ucok Baba. "Gue bukan Ucok Baba!" Teriak tu orang kerdil yang ternyata adalah Bu Guru Soi Fon.
"Saya kira peran anda di fic ini telah Selesai!" Setelah mengatakan hal itu,ulu hati gue terasa seperti terhantam sesuatu yang keras banget dan ternyata Bu Guru Soi Fon sedang nonjok gue. "A.. Akan… Ku.. Ingat.. Ini" Setelah meracau gak jelas,gue pun pingsan.
(Karenatokohutamanyapingsanmakasayaakanmenjadinara toruntuk sementarawaktu)Bisa baca kagak?
Kembali ke cerita.
Setelah menghajar Ichigo hingga pingsan Soi fon lalu berjalan ke arah meja Keepsek. "Wow!Kau benar-benar agresif " Komen Pak kepala sekolah gak mutu. "Ngomong-ngomong ada masalah apa sampai-sampai kau datang kesini dua kali dalam sehari?" Tanya Pak Yamamoto secara rinci.
"Saya punya kabar baik dan kabar buruk buat anda. Yang mana yang ingin anda dengar terlebih dahulu?" Ujar Soi fon.
"Yang baik aja dulu." "Kabar baiknya… Siswa paling jorok bernama Urahara Kisuke sudah lulus" "Ciyus?"Teriak Pak Yama setelah mendengar perkataan Soi fon.
"Kabar buruknya… Belum ada yang mau ngebersihin ruanganya." Tambah Soi fon. "Ciyus"Hanya itu kalimat yang keluar dari mulut pak Yamamoto. "Dan sepertinya aku tahu siapa yang akan membersihkanya" Ucap Soi fon sambil melirik Ichigo yang masih terbujur kaku. "Ciyus" "Pak!Berhentilah bersikap alay." Teriak Soi fon. Lalu dia melangkah mendekati Ichigo dan menendangnya.
(Karenatokohutamanyabangunmakasayapamitundurdiridu lu) Bisa baca kagak?
Setelah kalimat ngeselin di atas gue pun akhirnya bangun. "Ayo ikut aku"Perintah Bu guru sambil menarik paksa tangan gue.
(10.24. Di depan kamar nomor 518)
Gue dan bu guru Soi fon telah berdiri di depan pintu sebuah asrama. "Ichigo… Tadi kan kau bilang mau asrama baru. Maka aku berikan kau asrama baru" Jelas Bu guru Soi fon dengan gaya khas personil cherrybell dan suara yang sok centil.
"Bu… Apa anda mengidap chuunibyou?" "Udah… Masuk aja!"Perintahnya. Gue pun masuk ke dalam ruangan itu.
(10.25. Di dalam kamar nomor 518)
Gue langsung baca istiqfar ketika gue masuk tuh kamar kenapa?Karena tuh kamar benar-benar berantakan. Banyak bungkus snack bersebaran di semua penjuru lantai,buntalan kertas di sana-sini,saus saus yang menempel di semua sudut dinding. Bahkan!Banyak kondom bekas pakai di atas sebuah sofa… Kondom hp maksudnya!Emang lu pikir Kondom apa'an?
"Ok.. Gue keluar" Ujar gue sambil melangkah ke arah pintu keluar. Tapi sialnya!Tu pintu di kunci secara sepihak. "Woe!Keluarin gue woe!" Teriak gue. "Kagak bakalan. Kau baru akan aku keluarkan jika kau sudah selesai membersihkan tuh kamar. Pel-pelan,sapu,ember,kanebo ama permen kopiko udah saya siapin di belakang pintu. Selamat bekerja." Ujar Bu guru dari seberang pintu. "Kapan sih!Nih Author Hiatus?"
Bersambung…
Catatan saya:
Sambutan: Halo para pembaca setia cerita saya. Sebelumnya saya mau minta maaf tentang chapter sebelumnya yang banyak Miss stipo ama Miss wordnya. Saya sempat berpikir untuk mbunuh kambing milik ibu kost saya saking keselnya tapi hal itu saya urungkan mengingat ibu kost saya nggak punya kambing. Maka dari itu chapter ini saya update kilat untuk membayar dosa saya.
Tentang fic ini: Ku harap nggak ada miss stipi apa mlagi miss word di chapter ini dan sebelumnya saya ingin berterimakasih kepada seorang hamba tuhan yang sudah berbaik hati mengarahkan saya menuju pintu tobat. Oke!Sepertinya saya harus mengurangi dosis menonton sinetron TBNH.
Kesan dan pesan: Saya sangat berterimakasih kepada pembaca karena mau membaca cerita saya(Kesan) dan untuk para pembaca jangan lupa sikat gigi sebelum tidur oke!(Pesan) maaf sama.
Penutup: Mungkin sekian dulu dari saya. Dan ingat selalu untuk mereview walaupun hanya bertuliskan "Cemungut truz ya kAkak!"Karena Satu review anda bagaikan 1 liter premium bagi saya dan satu kritik anda bagaikan 1liter solar bagi saya. Jadi teruslah mereview agar saya bisa buka pom bensin. Akhir kata…. Maaf sama juga
Salam Damai Semuanya..
