SAVE ME

Chapter 2

.

.

.

"Hyung, bisakah kita ke klub malam ini" Jimin yang sedang membaca laporan keuangan tiba-tiba saja membicarakan hal yang mustahil untuk dikatakan nya saat sedang bekerja.

"Sepertinya tidak bisa Jim, banyak artikel yang harus kuedit dan kau setujui aku tidak ingin mengambil resiko" Jin sedikit bingung namun tetap melanjutkan pekerjaannya.

"Kalau begitu lain kali" seolah memaksa Jin menghentikan kegiatannya dan mengalihkan pandangannya pada Jimin.

"Sejak kapan kau teropsesi untuk ke klub jim, apa kau sudah mulai menyukai tempat neraka itu?" Jin memperhatikan boss nya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Namun lain hal nya dengan Jimin ia sepertinya tidak merasa terganggu ataupun risih bahkan dia enggan menjawab pertanyaan itu. Boss nya memang memiliki kesintingan sendiri pikir Jin, ia mendengus kasar dan melanjutkan pekerjaan nya.

"Keuangan kita semakin baik, ritme pemasaran perusahaan juga baik hanya ada penurunan dalam pengembangan di bagian store. Boss tanda tangan disini, aku akan mengkaji ulang hal ini" pernyataan Jin membuat lamunan Jimin kabur seketika, Jin memang sedari tadi memperhatikan Bosnya dan dengan baik hati sengaja ingin membangunkan lamunan panjang nya itu.

"apa kau tertarik dengan yoongi?" Pertanyaan Jin sontak membuat Jimin berhenti menandatangani berkas didepannya.

"Jimin, Namjoon sudah mengatakan nya bukan jika kau tidak boleh terpikat padanya, ataupun merasa kasihan padanya" Jimin mengerutkan dahinya. Siapa Namjoon batin Jimin. Seperti mengerti, Jin segera melanjutkan ucapan nya. "Bartender yang semalam, namanya Namjoon" Jimin tidak mengindahkan kata-kata Jin dan melanjutkan tanda tangan nya.

JIMIN POV.

Tanpa sepengetahuan Jin hyung, akhir-akhir ini aku sering ke klub malam itu pada waktu dini hari, karna jam tutup nya pakul tiga pagi jadi aku menyelinap dari apartemen dalam pukul dua atau satu pagi. Aneh memang, semata-mata aku pergi hanya untuk melihatnya seperti sekarang hal yang sama sejak dua minggu setelah Jin hyung membawaku ketempat ini. Sejak saat itu juga ia selalu mencari alasan yang tak jelas saat aku memintanya atau mengajakanya ke klub. Bukan Jimin namanya jika menurut begitu saja dengan kata-katanya, aku Boss nya tapi dia malah bertindak seperti dia Boss ku.

"Hey kau datang lagi pendek" Namjoon sang bartender yang sudah sangat ku hafal sekarang tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya. "Aku tidak pendek" geram ku pada Namjoon, well aku tidak pendek kok hanya saja orang-orang disekitarku yang tinggi. Namjoon tertawa renyah seperti ini adalah bahan guyonan. Aku memutar bola mataku malas dan mengedarkan pandangan ku mencari sosok yang membuatku selalu ingin berada ditempat ini.

Nihil.

Aku tidak menemukannya dimana ia? kenapa aku tidak melihatnya? Apa dia mengambil cuti pekerja? Hah? Hell aku sudah datang tapi- "mencari yoongi?" Berbagai pertanyaan pada otak ku harus terhenti dengan pertanyaan lain yang terdengar di gendang telingaku, aku berbalik dan menatap Namjoon yang sedang membuat minuman untuk ku. Aku mengangguk pelan.

"Jangan mencarinya nya lagi, dia tau kau selalu datang hanya untuk memandangi nya" Selesai dengan minumamnnya Namjoon memberikan pada ku.

"Sejak kapan kau tertarik dengan nya?"

"Aku tidak tahu" aku memang tidak tahu kok jawab ku jujur

"Aku sudah pernah bilang pada mu untuk tidak menyukainya, ini akan sangat berbahaya, dia memang cantik kan? tidak heran jika semua orang terpikat padanya bukan hanya perempuan lelaki juga" Perkataan Namjoon membuat ku semakin penasaran saja.

"apa dia pekerja sex disini?" entahlah tiba-tiba saja pertanyaan itu yang muncul pertama kali dalam otakku, aku bahkan memelankan suaraku agar orang-orang disekitar kami tidak mendengar nya.

Namjoon seketika membulatkan matanya tidak percaya "kenapa pikiran mu begitu kotor? Apa dia semenggairahkan itu? " dan detik berikutnya adalah tawa Namjoon yang menggelegar, aku hampir terjungkal karna kaget.

"Jadi dia tidak ada hari ini?" Mengabaikan pertanyaan Namjoon dan kembali ke pertanyaan awal ku.

"entahlah aku sendiri juga tidak tahu, dia lelaki yang sangat misterius dia datang atau tidak akan terdengar sama bukan? Dan lagi dia hanya pelayan disini bukan pekerja sex sesekali memang dikira begitu menemani tante-tante yang gatal dan kaya" Aku mencoba untuk mencerna perkataan Namjon.

"Itu terdengar menjijikan" ucap ku akhirnya sedikit geli. Bayangkan diusiamu yang masih muda kau harus menemani tante-tante karatan, Ini lebih mengerikan ketimbang mencium ketiak busuk milik Jin hyung.

Aku mengedarkan pandangan ku sekali lagi hanya untuk melihat Yoongi lagi berharap pemuda itu berada pada tempatnya namun kosong masih kosong sama seperti beberapa jam yang lalu. Sepertinya kedatangan ku sia-sia malam ini, aku harus bergegas dan cepat pulang sebelum Jin hyung memergoki ku.

Sebelum pulang aku menyempatkan diri untuk pergi kebelakang mencari toilet terdekat, aku sedikit berlari karna panggilan alam tiba-tiba saja kurasakan. Terkutuklah perut ini karna sakit pada jam yang mepet, lima belas menit lagi klub ini tutup dan aku masih berada dalam toilet. Setelah merasa cukup aku bersiap untuk keluar memandang jam di tangan kurang sepuluh menit lagi sebelum meledak eh tutup kedai maksud ku. Bercandaku tidak lucu kan.

Baru beberapa langkah, samar-samar aku memdengar suara sepertinya tidak hanya satu orang dan semakin lama semakin mendekat, aku bingung apakah aku harus bersembunyi atau aku harus cepat lari dari tempat ini. Ah masa bodo bersembunyi mungkin lebih aman saat ini pikirku.

Benar saja beberapa detik setelah aku masuk dalam lubang buaya maksud ku lubang toilet bukan itu maksud ku bilik toilet tempat ku poop tadi. Aku di kagetkan dengan gebrakan pintu yang cukup keras.

"Aku sudah bilang puluhan juta kali untuk melayan tamu dengan baik" suara lelaki dengan intonasi yang cukup tinggi mulai terdengar, sepertinya ia sedang marah.

"Kau hanya diam, diam, dan diam aku bosan berbicara pada mu, kau tahu aku sama saja berbicara pada patung" kali ini suara lelaki itu lebih tinggi lagi, sepertinya marah besar.

"Yoongi.. "

Deg.

Aku merasakan jantung ku bedetak dua kali lebih cepat saat nama itu di sebut, aku ssemakin melebarkan pendengaranku.

"Besok, besok aku akan bemar-benar menjual mu.. aku harap tidak ada yang mengembalikan mu pada ku. Aku sudah muak dengan segala nya kau yang membosankan namun mengesankan. Banyak yang jatuh cinta pada mu, banyak yang terkesan pada mu, kau cantik kau tahu itu namun kau enggan disentuh. Sok jual mahal"

Aku dapat mendengar kekehan dari sang lelaki yang bersama Yoongi namun lama menunggu jawaban Yoongi, ia tidak pernah berucap ataupun mengeluarkan suara barang sedikitpun.

Setelah merasa semua aman, aku melirik jam tangan ku dan jam menunjukkan pukul dua lewat lima puluh lima menit, pasti sudah akan tutup. Aku bergegas keluar dan betapa kagetnya saat melihat sosok itu masih setia berada dalam diam, mata kami bersitatap aku mencoba menelisik sosok yang banyak di puja namu membosankan itu yang baru saja aku dengar kan.

Rambut nya hitam pekat dengan poni menutipi penuh dahinya, matanya yang kecil namun indah, hidung nya yang tidak terlalu mancung, bibir nya yang tipis bak boneka berbie, tubuhnya kecil dan ramping jangan lupakan kulit nya yang terlihat seperti terawat dan terjaga. Jadi seberapa mahalkah ia?

Aku hampir saja terpikat oleh mata indah nya jika saja dia tidak pergi dan menghilang dari hadapan ku.

Aku terpana sungguh.

Dia amat cantik.

Dan pikiran apa yang telah meracuni otak ku.

Sepertinya aku mulai error.

JIMIN POV END.

.

.

.

T.B.C

.

.

.

Wahahah belum ada sehari Song udah update lagi, lagi seneng soalnya Song udah mulai waras nih hihihi... ternyata ngetik pake tablet gak buruk2 amat kok... ahhh... kenapa gak kepikiran dari dulu ya... hahaha... pokok nya Song lagi bahagia. titik.