Tittle : You Are My Ghost
Pairing : Namjin ( Namjoon X Seokjin)
2Seok/HopeJin (Hoseok X Seokjin)
Vhope/HopeV (Hoseok X Seokjin)
YoonJin ( Yoongi X Seokjin )
Genre : Yaoi(B X B), BL,Fantasy, Horror gagal, Gaje
Rate : T
Warning : cerita ini murni punya saya, murni dari pemikiran saya. Cerita gaje dan bahasa tidak sesuai dengan EYD, Typo(S) bertebaran dimana-mana dan dapat menyebabkan
efek samping.
Happy Reading
Keesokan paginya Seokjin datang lagi kekamar 206 untuk pamitan kepada sang penghuni kamar
" Aku pamit dulu cepatlah sembuh. Aku akan sering berkunjung, See you" pamitnya lalu kembali kekamarnya
Tak berapa lama kemudian tiga orang Idiot itu datang untuk menjemput Seokjin berhubung orang tua Seokjin sedang ada perjalanan bisnis keluar Negeri.
"Hai, Hyung sudah siap untuk pulang?" ucap Hoseok
"Hmm"
.
.
Kediaman Kim
" Aku baik-baik saja Hoseok, untuk apa kau sampai menginap segala? Aku akan baik-baik saja" Tolak Seokjin halus
"Andwae hyung... aku akan tetap menginap. Sebagai seorang sahabat yang baik aku tidak akan meninggalkan sahabatnya yang sedang sakit sendirian" ngotot Hoseok
"Ck, aku hanya terbentur ringan Hoseok, lagipula kau mau aku dibunuh oleh Taetae?" ucap Jin lagi
"Aniyo hyung, aku hanya ingin menemanimu hyung" rengek Hoseok
"Tas apa itu?" tanya Seokjin sambil menunjuk tas yang dimaksud
"Oh, itu tasku hehehe... Ayolah hyung"
"Andwaeyo! Pulanglah Hoseok! Aku tidak mau dibunuh oleh Taehyung"
"Pulang saja kau, Hoseok. Biar aku saja yang menemani Seokjin" ucap Yoongi yang tiba-tiba saja datang
" Maka aku yang akan membunuhmu, hyung!" jawab Hoseok mencoba mengancam sepupunya tersebut
"Jika kau berani mebunuh Yoongi hyung, maka aku yang akan mebunuhmu!" ucap sosok lainnya
"Hyung kau membawa Taehyung juga?" tanya Hoseok
"Hngg.." jawab Yoongi singkat
"Bagus! Jadi aku bisa sekamar dengannya hihihihi..." kikik Hoseok
"Enak saja kau! Rumahku punya cukup banyak kamar, kalian bisa pilih satu-satu" ucap Seokjin sambil mentoyol kepala Hoseok
" lebih baik Taehyung tidur denganku saja" sambung nya
"Tidak lebih baik, Taehyung dan Hoseok tidur dikamar yang terpisah. Aku dan Seokjin satu kamar" ucap Yoongi yang berhasil membuat Seokjin membulatkan matanya
"Enak saja kau hyung! Sampai kapanpun tidak akan pernah ku biarkan itu terjadi" Pekik Hoseok
.
.
Hari ini Seokjin datang lagi keperpustakaan, kali ini dia sendirian karena Hoseok sedang sibuk katanya padahal mereka satu rumah sekarang yang membuat Seokjin bertanya-tanya apa kesibukan sahabatnya itu dan sejak kapan rumahnya menjadi penginapan.
Melihat Seokjin yang datang sendirian, namja yang duduk disebelahnya merasa bingung dia berenisiatif untuk menanyakannya kepada Jin
'Hey?' sapanya sambil mencolek bahu Seokjin
"Haiisshh apa sih?" ucap Seokjin sambil mengusap bahunya
"Eh? Namjoon-ssi? Apa itu kau?" tanya Seokjin
'Eh? Bagaimana kau tau namaku?' tanya namja tersebut
`wuuusss... Wuuussshh...` itulah yang didengar oleh Seokjin
"Kenapa jadi berangin ya?" ucapnya sambil bergidik
"Namjoon-ssi Jika itu kau beri aku tanda"
'tanda apa? Untuk apa? Orang yang aneh' ucap namja sambil menggelengkan kepalanya dan berusaha bangkit untuk pergi namun, sayangnya dia malah membenturkan kakinya ke bewah meje sehingga menimbulkan suara debuman yang cukup besar
' auch... appo! APPO!"
"Omo! Jadi selama ini kau duduk disitu? Disebelahku? Yang benar saja?"
' YA! Orang aneh aku sedang kesakitan tapi kau masih bertanya yang aneh-aneh. Apa kau tahu ini sakit? SAKIIITT...!" teriak namja tersebut
"WWUUUUUSSSSHH..." tiba-tiba saja anginya bertiup semakin kencang
" Eh, mian. Aku ingin bertanya apa kau betah bergentayangan? Tidakkah kau kasihan dengan tubuhmu yang terbaring koma dirumah sakit? Apa..."
"Hyung...~ maafkan aku hyung... sepertinya benturan kemarin sudah membuat otakmu sedikit geser... Huhuhu... Mianhae hyung, aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi seperti kemarin" Histeris Hoseok sambil memeluk Seokjin
"Apa-apaan kau Hoseok? Lepas! aku tidak mau dibunuh oleh Taehyung" ucap Seokjin
" kau tidak akan dibunuhnya Hyung" ucap Hoseok
" Bagaimana kau yakin?"
"hehehe... karena dia tidak ikut kesini hyung"
"Aisshh... Jinjja... kau ini"
Namjoon yang melihat mereka hanya tersenyum, tanpa mereka sadari ada sesosok yeoja yang meperhatiakan mereka dengan tatapan tidak sukanya.
"Benar Taehyung tidak datang tapi aku ada disini, Lepaskan!" ucap Yoongi yang tiba-tiba datang sambil menarik Hoseok
"Yoongi hyung? Apa yang kau lakukan disisni?"
"Apa lagi? Tentu saja untuk menjaga princessku" jawab Yoongi yang membuat Hoseok,Seokjin dan bahkan Namjoon menjatuhkan rahang mereka mendengarnya
"Ya! Yoongi apa-apaan kau? Aku namja! Ingat Namja!. Enak sekali kau bilang aku princess. Aku the King!" balas Seokjin sengit dengan menekankan pada kata namja
"King?" ujar Yoongi
"Yes! Im the king, king of eating food" ucap Seokjin lagi dengan berbinar-binar
"Tidak,tidak, kau tidaak cocok menjadi king kau terlalu cantik. Lebih baik kau menjadi queen. Dan khususnya untukmu akan menjadi queen di kerajaanku" ucap Yoongi panjang lebar yang membuat Hoseok yang mendengarkan sedari tadi Muntah pelangi(?) olehnya
"Andwae..! tolong aku! Sejak kapan Yoongi hyung menjadi seperti ini? Kembalikan yoongi hyungku yang Swag..." rengek Hoseok
"hyung! Apa kau kesambet hantu?" tanya Hoseok lagi
"Kenapa kau seperti ini?" sambungnya
"Hoseok~.. inilah yang dinamakan kekuatan cinta!" ujar Yoongi dengan mata berbinar menatap Seokjin yang sukses membuat kedua sahabat itu Muntah pelangi(?) bersamaan
"Kembalikan Yoongi Hyungku Yang Swag..!" ucap Hoseok lagi
"Hyung! Apa ini karena telingamu yang terjedot itu? Tapi perasaan hanya telingamu yang terjedot, kenapa otakmu yang geser?" tanya Hoseok
"YA! Sepupu kurang Ajar!" ucap Yoongi tak terima
" Karena aku kurang di ajar makanya aku masuk kampus ini agar aku diajarilagi hyung" jawab Hoseok santai
"Terserahmu sajalah" balas Yoongi malas
"Sudah-sudah, kalian berisik" ujar Seokjin kalem
"Emang semenjak kapan kau bisa diam!" pekik kedua namja tersebut kearah Seokjin
Seketika Jika ini diaanime maka sudah muncul gambar perempatan pada pelipis Seokjin melihat kelakuan 2 sepupu absurt didepannya ini. Sedangkan Namjoon, jangan tanya jika Hoseok muntah pelangi, disitu pula Namjoon kehilangan rohnya, eh... bagaimana roh bisa kehilangan roh? ._.
Baiklah setidaknya sekarang kita sudah tau namja yang duduk dipojokan itu bernama Namjoon
.
.
.
Hal ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi Seokjin beberapa hari ini datang kepurstakaan dengan membawa makanan dan pergi kerumah sakit, seperti halnya hari ini dia datang keperpustakaan dengan menmbawa sesuatu
" Kau mau Namjoon-ssi?" ucapnya menawarkan Kimbbab yang dibawanya
'tentu!' ucapnya namu, dia tidak bisa mengambilnya
"Ah.. Jika kau mau kau harus cepat kembali dan sadar, aku kan membuatkanmu ini setiap hari nati" ucapnya lalu setelah selesai dengan urusan diperpustakaan dia sempatkan diri untuk berkunjung kerumah sakit tempat dia dirawat dulu baru pulang
.
.
.
.
Setelah beberapa minggu ini Seokjin selalu datang terduduk disini,disebelah seorang namja yang terbaring lemah tak sadarkan diri di kasurnya dengan alat bantu pernafasan dan alat pendeteksi detak jantung yang selalu menemaninya
"Kau tahu, 3 orang idiot itu semakin hari semakin membuat aku stres! Pagi ini saja dia hampir meldakkan dapurku! Masa' dia mau masak telur didalam open? Tanpa membuka kulitnya dan Yoongi dan Hoseok? Dua sepupu ini benar-benar membuatku pusing..."
Disaat yang bersamaan dilorong rumah sakit
"Huwaaa!..."
"Kyaaaa... !"
"Oppa!"
"Bling Bling is Jonghyun..~"
"Bling Bling Oppa!" teriak para suster maupun pengunjung wanita yang berada dilorong tersebut
"Dibidib..bidib.."
"Yo!" sapa Namja yang dipanggil Bling Bling dan mendapatkan teriakan tersebut dengan mengacungkan ketiga jarinya untuk menyapa para pengemarnya
"kyaa..." teriak mereka semakin histeris dan namja itu semakin menyebarkan pesonanya hingga
"Oppa~!" panggil seorang nenek-nenek yang muncul didepannya
"ee..? omona! " ucapnya
"Aigoo~ omoni... kenapa kau memanggil oppa padaku?" sambungnya lalu berlari menuju kamar yang ia tuju. Akhirnya ajang jumpa fans mendadak itu berhenti –
Terima kasih kepada Halmoni yang sudah susah-susah keluar dari kamar trapinya yang membuat Jonghyun mempercepat langkahnya menuju kamar Tujuan dan langsung menutup pintu kamar setelah dia masuk dengan helaan nafas berat
"Kau tahu?"
"Tidak!" jawab Jonghyun saat mendengar suara itu dan melihat sesosok lain yang ada dikamar tersebut
"Kamcaiya!" pekik sososk tersebut lalu berbalik
"Kau siapa?" tanya sosok tersebut
"Aku? Kau tidak tahu aku siapa? Seharusnya aku yang bertanya kau siapa?" jawab Jonghyun balik bertanya
"Aku? Aku temannya Namjoon. Kau siapa?" jawab Seokjin
"Aku? Kau tidak tau aku siapa?" tanya Jonghyun lagi
"Apa kau tidak punya TV? Benarkah kau teman anakku? Masa kau tudak tau aku?" ucapnya Histeris mengetahui ada yang tidak mengenalnya
" Apa kau tidak punya TV dirumah? Atau kau dari pelanet lain?" ucap Jonghyun lagi
"Yo!" ucapnya menampilkan cirikhasnya didunia hiburan
"Nde?" respon pemuda itu semakin dibuat bingung olehnya
"Aigoo... kau pasti tau kalau ini, ehemm... macho nocjwo michi geogata.." ucapnya
"Ceongseohamnida Ahjusi...tapi.. apa sebenarnya anda lakukan?" tanya pemuda tersebut
"Apa? Kau juga tidak tau itu? Sebenarnya kau dari mana? Kau dari planet luar angkasa? Atau dari dunia lain? Apa kau ini seorang Jin?" kesal Jonghyun
"Eokh, bagaimana Ahjusi tau aku Jin?" jawab pemuda tersebut
"What? Aku mohon, aku mohon jangan ambil anakku.. aku mohon kasihanilah aku. Aku belum banyak menghabiskan waktu bersama anakku. Aku mohon beri aku kesempatan dulu untuk mengajakknya menonton konser soloku. Aku mohon beri aku kesempatan dulu untuk mengajarkannya bagaiman cara untuk menjadi seksi seperti diriku, karena hanya itu satu-satunya permintaan Namjoon. Dari dulu dia selalu ingin terlihat seksi seperti diriku" ucapnya memelas
"Paman, kau kira aku malaikat pencabut nyawa?" ucap pemida yang ternya Seokjin itudengan wajah datar
"Oh benar juga ya, yang mencabut nyawa itu bukanlah Jin melainkan malaikat... jangan-jangan!.." ucapannya terhenti lalu melihat kearah Seokjin dari atas Hingga bawah
"Rambutnya yang berkilau, pakaian putihnya... jangan-jangan! Kau malaikat! Malaikat pencabut nyawa!"
"Aniyo..~" balas Seokjin sambil melambai-lambaikan kedua tangannya kearah Jonghyun
Skip Time
" jadi kau teman anakku?" ucap Jonghyun
"Ne. Dan apa benar paman ini ayahnya Namjoon?" tanya Seokjin
"Apa? Kau tidak percaya?" ucapnya
"aku saja tidak percaya" cicit Jonghyun
"nde?" jawab Seokjin
"Aniya, jadi Seokjin-ssi... aku titipkan Namjoon padamu karena aku tidak bisa selalu datang mengunjungnya aku dan ibunya sibuk mencari uang untuk biaya pengobatannya. Kau pasti tau biaya rumah sakit tidaklah murah" ucap Jonghyu lagi sambil beranjak berdiri
"Nde?"
"Ya... walaupun aku ini adalah artist yang terkenal... tapi kau taulah.. sebelum aku menjadi artis aku ini memiliki banyak hutang asal kau tau" ucapnya lagi
"Jaadi maksud paman, paman ini artis?" tanya Seokjin yang baru saja paham dan mengerti bahwa halnya namja yang sedari tadi berbicara dengannya adalah seorang artis
Kwak...kwak...kwakk... kwak...
Seketika rahang Jonghyunpun jatuh mendengar kata-kata Seokjin
"Sungguh! Aku belum pernah bertemu orang yang tidak mengenalku seperti ini" ucapnya dramatis sambil sebelah tangannya memegang batang hidungnya dan sebelah lagi berkacak pinggang
Dalam hati Seokjin berkata' Cukup Hoseok saja orang yang seperti ini kenapa kau mempertemukanku dengan orang seperni ini lagi Tuhan.. T.T' batinya
"Aku titip Namjoon, ne? Aku akan datang beberapa hari atau beberapa minggu sekali. So teriama kasih atas bantuannya" ucap Jonghyun lalu pergi menghilang dibalik pintu
.
.
.
.
Beberapa Bulan Kemudian
Lagi, Seokjin datang lagi kerumah sakit menuju kamar Namjoon lagi untuk berkunjung
Dan saat dia tengah asyik bercerita tentang tiga idiot yang benar-benar membuat rumahnya amburadul, tiba-tiba pintu terbuka
"Yo, Jin. Bagaimana kabar Namjoon?" tanya Jonghyun
"Oh, Hai Paman. Dia masih seperti biasa" ucapnya lalu saat dua orang ini sedang berbincang-bincang tiba-tiba tangan Namjoon bergerak-gerak dan alat pendeteksi jantungnya menunjukka detaknya menurun dan berbunyi nyaring
"Kau lihat-kau lihat tangannya! Alatnya!" uca Jonghyun histeris
"Paman cepat panggil Dokter!" teriak Seokjin tak kalah Histeris
Jonghyun menitikkan air matanya lalu pergi kaluar untuk memanggil Dokter
"Dokter! Dokter!" ucapnya berlari sungguh dia takut anaknya kembali kritis
.
Author Side...
Dilain sisi diperpustakaan
"Haaah... mana namja itu? Tidak ada mereka siang jadi terasa sangat lama ya? Dan malam sangat lambat tibannya" gerutu Namjoon, ya! Hanya pada saat Seokjin dan sahabatnya datanglah Namjoon baru merasakan adanya siang dan malam disini
"aku jadi heran, kenapa jika mereka datang malam jadi terasa cepat dan jika dia tidak ada siang malah seperti tidak ada hujungnya ya?"
"Namjoon!" pangil seorang wanita
"Kau lagi? Apa kau tidak bosan?" ucap Namjoon. Ya, dia adalah Yeoja yang pernah ditolak oleh Namjoon dengan alasan dia tidak tertarik pada wanita dan mengakibat yeoja itu nekat terjundari atap kampus dekat perpustakaan yang memiliki 3 lantai tersebut yang bertepatan dengan hari Namjoon kecelakaan yang membuatnya Koma hingga sekarang..
"Kau harus tetap disini" ucap Yeoja tersebut
"Apa maksudmu?" tanya Namjoon
" Pokoknya kau harus tetap disini! Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini"
"Maksudmu apa?" tanya Namjoon
"Aku tahu kau suka melihat namja yang sering datang kesini belakangan hari ini bukan?" jelas Yeoja itu
"Aah... Namja aneh itu?" ucapnya
"Aku tidak peduli siapa dia, tapi aku tidak akan membiarkan dia menbawa dirimu pergi lagi dari diriku" ucap Yeoja itu
"Apa maksudmu? Hey, kenapa kau sama anehnya?"
"Pokoknya aku tidak akan melepasmu"
"Maksudmu apa, sih?"
"Sudahlah aku mau keluar!" kesal Namjoon beranjak pergi namun yeoja tersebut menahan tangannya
"Ya! Lepaskan" ucap Namjoon namu Yeoja itu mlah semakin dekat dan berubah menjadi sosok yang menyeramkan
"Aaaaaa... eomma! Kau siapa?" kaget namjoon
"Ku tidak akan melepaskanmu" ucap yeoja tersebut dengan penampilan sosok yang menyeramkan berlumur darah dan namjoonpunberlari menjahi sosok tersebut
Sedang di rumah sakit keadaan semakin memburuk Jonghyun belum kembali dan alat pendeteksi jantung Namjoon semakin nyaring bunyinya
"Namjoon, Namjoon, Namjoon aku mohon... NAMJOOONN!" teriaknya
'Prang'
Salah satu lampu diperpustakaan tersebut pecah seketika dan gerbang kampuspun terbuka didepan Namjoon dan iapun berlari kearah gerbang yang menampakkan warna putih terang tersebut dan akhirnya Namjoonpun terbangun namun hanya berselang beberapa detik sebelum dia kembali pingsan. Taklama setelahnya Jonghyun dan seorang Dokterpun datang
Dokter itupun memeriksa keadaan Namjoon dan berkata bahwa Namjoon sudah stabil dan sekitar 7 – 10 hari lagi sudah bisa dibawa pulang
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC.
Hahahaha... akhirnya selesai juga chapter 2 hehehe...
Kyaaa... gumawo untuk review yang mencapai target di Chapter 1, jisun jadi terharu...
Karena banyak yang minta Yoonjin, Jisun pertimbangkan deh
Mian kalo cerita jadi amburadul dan typonya yang berserakan
Jisun masih belajar menulis, dan jika ada kesamaan cerita itu tidak di sengaja
Gomawoo #BOW
.
.
.
R
E
V
I
E
W
Pleaseeee...
