Hai minna-san ^^
Raine balik dengan Chapter 2 My Doctor.
Sebelumnya Raine mau berterima kasih yang uda favorite, follow, review, dan read. ^^,
dan tanpa banyak basa basi lagi kita mulai ceritanya #pangkong#...
.
Summary : Rumah Sakit. Sejujurnya Kyuubi bukanlah orang yang senang berada di rumah sakit, begitupula dengan orang normal lainnya. Namun keadaan adik semata wayangnya mengharuskan Kyuubi untuk datang ketempat yang selalu dihindarinya itu. Entah ia sedang beruntung atau sial, Kyuubi malah bertemu seorang dokter Uchiha yang membuatnya kesal. /YAOI/ITAKYUU/slight SASUNARU/ RnR please?
.
.
.
.
Kyuubi mengerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan cahaya disekitar yang masuk ke kornea matanya. Iris merahnya berkeliaran kesana kemari, mencoba menatap ke sekeliling tempat ia berada. Dimana dia? Ini bukan kamarnya.
Kyuubi mendudukan dirinya di ranjang tempat ia tertidur. Matanya masih menatap kesana kemari ketika yang ia lihat adalah warna putih dimana-mana. Apa dia sudah mati? Ah tidak, ia tahu tempat ini. Ini tempat yang paling nista dalam kamus milik Kyuubi Namikaze.
Rumah sakit.
Tapi mengapa ia bisa berada disini?
Perasaan ia sehat-sehat saja. Apa ia tertular oleh penyakit Naruto?
Cklek.
Kyuubi berhenti menatap sekitarnya, matanya tertuju pada seorang dokter yang baru masuk di ruangan tempat Kyuubi berada. Dokter itu berjalan mendekati Kyuubi dengan senyuman hangat diwajahnya. Tunggu, orang ini seperti tidak asing?
"Kenapa menatapku begitu? Terpesona ya?" dokter itu jelas sedang menggoda Kyuubi ketika Kyuubi tampak kebingungan.
"Apa yang terjadi?" tanya Kyuubi tanpa memperdulikan ucapan sang dokter.
"Kau pingsan tadi. Kau tidak ingat ya?" dokter itu mendudukan dirinya di ranjang yang sama dengan Kyuubi. Ia menyodorkan segelas air putih pada pemuda dihadapannya.
Kyuubi menatap gelas itu. Dokter ini tidak menaruh sesuatu pada air ini 'kan? Seperti racun atau obat bius mungkin. Sepertinya Kyuubi kebanyakan nonton sinetron yang ditonton oleh ibunya.
"Tenang saja, aku tidak menaruh apapun pada air ini." Ujar dokter itu. Sepertinya ia mengerti pikiran Kyuubi. Kyuubi menerima minuman itu. Pandangannya tidak lepas dari dokter didepannya.
'Sebenarnya apa yang terjadi?' Kyuubi berguman sebelum meminum air yang diterimanya. Ia mulai mengingat-ingat terakhir kali ia terjaga.
"Hei, kau benar-benar tidak ingat ya. Kau pingsan setelah kita berci—
—Phuuuufft
Kyuubi menyembur air yang tadi sempat di teguknya. Ia ingat sekarang! Dokter dihadapannya adalah dokter gila, sinting, mesum, dan jangan lupakan keriputnya, dokter Itachi Uchiha. Kyuubi pikir semua yang ia alami adalah sebuah mimpi. Brengs*k! Itu benaran terjadi!
.
My Doctor
Disc : Masashi Kisimoto
Pairing : ITAKYUU
Warn : OOC, Miss Typo, BL, Kyuubi human, AU, bahasa sesuka hati, dan lain-lain.
.
.
Flash Back
Kyuubi menegang ketika menyadari tangannya ditarik oleh dokter Uchiha dihadapannya itu. Cukup sudah! Kyuubi tidak bisa mengontrol emosinya lagi.
"HEI APA YANG KA—mppffth?!" Untuk seperkian detik kemudian, Kyuubi baru menyadari jika bibir virginnya dilumat oleh bibir milik dokter keriput itu.
Kyuubi terdiam atas apa yang sedang terjadi, atau lebih tepatnya membatu. Ia yang dikenal sebagai mahasiswa jenius, manis, arogan, dan rajin menabung itu hanya terbengong dengan mata merahnya yang terbelalak. Lain halnya dengan Itachi yang asik melumat. Ia langsung memasukan lidahnya kedalam mulut Kyuubi yang kebetulan sedang terbuka karena diserang saat berbicara.
Itachi merapatkan dirinya dengan kitsune manisnya, tangan kanannya yang nakal mulai melingkar ke pinggang Kyuubi ketika tangan kirinya menahan belakang kepala pemuda merah itu. Menyadari Kyuubi yang sedang terbengong membuat Itachi tak henti-hentinya menyeringai, lidah lincahnya masih terus bermain dimulut Kyuubi. Menyapu langit-langit dan sesekali bergulat dengan lidah Kyuubi.
Itachi menghentikan aksinya sejenak, mata onyxnya melebar saat menangkap Kyuubi yang memejamkan matanya ketika kedua tangannya ikut melingkar ke leher Itachi. Sepertinya pemuda dihadapannya ini mulai terseret arus. Ia melanjut aksinya saat mendapati lidah Kyuubi yang mulai membalas lidahnya. Itachi memejamkan matanya, menikmati acara ciuman ini dengan pemuda yang lebih pendek darinya itu.
Sesering-seringnya Itachi berciuman dengan wanita, ia belum pernah merasakan ciuman yang manis ini. Bibir pemuda dipelukannya ini sangatlah lembut, sehingga Itachi tidak rela jika harus melepaskannya. Lama ciuman itu berlangsung membuat Itachi yakin jika setelah ini bibir milik pemuda merah ini akan bengkak. Tidak ada henti-hentinya ia melumat bibir Kyuubi, sehingga membuat Kyuubi sekali-kali mengerang.
Itachi menghentikan acara ciumannya lagi ketika tidak merasakan respon dari pemuda didepannya. Ia membuka matanya dan mulai menjauhkan wajahnya, menyisahkan benang saliva dianatara sudut bibir mereka. Itachi mengangkat kepala Kyuubi agar ia bisa menatap wajah pemuda ini, tapi kepala Kyuubi yang tiba-tiba lemas itu terjatuh dipundaknya.
Itachi merinding merasakan hembusan nafas Kyuubi di lehernya, nafasnya yang hangat dan teratur membuat detak jantungnya meningkat. Dapat ia rasakan berat badan Kyuubi yang mulai tidak tertahan. Astaga, ada apa lagi dengan bocah ini? Tidak mungkin 'kan jika pemuda arogan ini pingsan.
Itachi kemudian membawa Kyuubi ke kamar lainnya, ia khawatir ketika Kyuubi tiba-tiba tidak sadarkan diri di acara ciuman mereka. Atau jangan-jangan Kyuubi pingsan karena kehabisan nafas, tapi itu mana mungkin? Itachi belum lama berjumpa dengan pemuda manis yang menarik hatinya, ia belum siap jika harus kehilangan Kyuubi
Flash Back Off
My first kiss,
With a man?!
What the heck!
Kyuubi terdiam dengan mulutnya yang ternganga, ingatannya yang samar-samar itu membuat otak jeniusnya nge-blank. Apa yang terjadi dengan dirinya, mengapa ia merespon ciuman dokter sinting itu? Kyuubi mengerjapkan matanya lagi, ia sudah ingat sekarang. Ia menatap Itachi yang menyeringai padanya, Sial!
"Kau! Apa yang –astaga! Ciuman pertamaku!" Kyuubi panik dan loncat dari ranjangnya. Ia menyentuh bibirnya yang sedikit bengkak itu. Sial, dokter keriput ini mencuri ciumannya, pakai lidah pula. Padahal ia belum pernah mencium ataupun dicium wanita manapun. Selain ibunya, itupun di pipinya.
"Hah, ciuman pertama?" Itachi pura-pura terkejut ketika mendengar kepanikan Kyuubi. "Kau beruntung ciuman pertamamu bersama seorang good kisser sepertiku" ujar Itachi bangga.
"Brengs*k! Apa yang kau lakukan?!" sentak Kyuubi menunjuk Itachi, ia masih belum bisa menerima kenyataan jika first kiss nya sudah diambil Itachi.
Itachi menyeringai lagi. Ia mendekati Kyuubi dan menarik tangan kecil yang menunjuk kearahnya itu, sehingga membuat Kyuubi juga ikut tertarik dan jatuh ke pelukan sang Uchiha. Tidak sampai disana, sang Uchiha dengan cepat melingkarkan tangannya di pinggang ramping Kyuubi ketika sang Namikaze tampak sepert orang bodoh.
"Hei, kau mau tahu sesuatu?" Itachi masih tidak ingin melepaskan Kyuubi, sedangkan sang Namikaze berusaha sekuat tenaga untuk mendorong dada bidangnya agar menjauh. "Aku tidak tahu loh kalau kau bisa mabuk ketika berciuman," Kyuubi terdiam, ia berhenti mendorong Itachi.
"A-apa?" Kyuubi merasakan wajahnya mulai memerah ketika mendengar ucapan dokter di depannya. Apa tadi Itachi bilang? Mabuk? Ia tidak salah dengar 'kan?
"Kau tidak salah dengar, sayang." Kyuubi merinding. Apa-apaan dokter keriput ini? Ia paling jijik jika ada yang memanggilnya sayang, kecuali ibunya. "Kau mau melanjutkan yang tadi ya?" goda Itachi, seringainya mulai melebar.
Kyuubi terdiam, mulutnya buka tutup ketika matanya terbelalak lebar. Ia menggeleng kepalanya saat Itachi mendekatkan kepalanya. Hei, siapa yang mau memberikan dirinya begitu saja di cium oleh dokter mesum ini. Mungkin wanita lain bersedia, tapi tidak dengan Kyuubi. Ia itu pria, lelaki tulen.
Itachi mengulurkan tangannya memegang dagu Kyuubi, ia kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuubi. Namun Kyuubi memegang tangan Itachi dan kembali menggeleng. Itachi menarik nafas dan menghembuskannya. Sepertinya kitsune manis ini tidak mau menurut pada Itachi.
Itachi akan mendekatkan wajahnya lagi ketika seseorang masuk ke ruangan tempat mereka berada. Itachi menghentikan aksinya dan menatap dengan pandangan tidak suka kepada suster yang mengusik mereka. Sedangkan sang suster tampak merona melihat adegan ItaKyuu dihadapannya. Kedapatan dua pemuda tampan yang sedang melakukan adegan 'iya-iya' membuat jiwa fujoshi suster bersurai pink ini bangkit. Ia tampak salah tingkah ketika Itachi menatapnya.
"Maaf, dokter. Aku hanya—
"Ada apa, Sakura?" tanya Itachi malas, ia tidak suka jika ada yang mengganggu momen-momennya bersama pemuda merah itu.
"Ah, begini. Pasien di kamar 403 terus-terusan meminta untuk bertemu dengan kakaknya. Jadi..."
"Itu Naruto!" Kyuubi tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum. Ingatkan Kyuubi untuk berterima kasih kepada Naruto, karena sudah membantunya menghentikan dokter keriput itu.
Kyuubi menatap Itachi dengan sorot tajam, seolah mengatakan 'lepaskan aku, sekarang!'. Sedangkan Itachi hanya menghelakan nafas. Ia terpaksa membiarkan kitsunenya kabur, tapi ini tidak akan lama! Ia mulai melonggarkan pelukannya, tampak sekali jika Itachi tidak rela melakukannya.
Itachi menatap Kyuubi yang berlarian meninggalkannya bersama suster yang masih berdiri di pintu. Ia kembali menghela nafas dan menatap suster itu. "Kau boleh pergi." Ujarnya
"Ba-baiklah"
.
.
.
.
BRAAAK
.
"Naruto?!"
.
.
.
TBC
.
hahaha, kok rasanya nista banget ya si Kyuu #PLAKK
OKE-OKE, sekian chapter ini,
chapter selanjutnya dalam proses. sekali lagi, Raine mengucapkan terima kasih^^ yang uda ikut berpartisipasi (?)
RnR Please?
