Halo minna-san ... halo halo apa kabar?
Terima kasih untuk yang sudah mereview Ojourizky, shinn kazumiya,candzala dan penjual roti bakar dan semua silentreader...
Selamat membaca
DAY 2
Cagalli terbangun ditengah malam, dia dengan enggan duduk diranjang sambil menutupi tubuhnya yang terekspos tanpa sehelai benangpun dengan selimut yang mereka pakai berdua. Dia merasa lelah karena telah melakukan aktifitas seksual dengan suaminya. Cagalli memandang Athrun dengan lembut. Dia mendekatkan wajahnya dengan wajah Athrun untuk memandang setiap inci dari wajah yang dimiliki suaminya. Poninya yang berwarna biru sudah agak memanjang, dan mancungnya hidung Athrun yang menawan. Cagalli lalu berhenti menatap bibir tipis Athrun. Dia menyukai bahkan mencintai bibir Athrun meski aktifitas ciuman bibir selalu mereka lakukan, bibir athrun dan sentuhannya bagaikan candu yang selalu memabukkan bagi Cagalli. Sangat memabukkan dan menggiurkan dengan sedikit sentuhan membuatnya menginginkan lebih. Cagalli membelai lembut rambut Athrun. Mereka telah menikah selama 3 bulan tak sekalipun mereka pernah bertengkar lebih dari hitungan jam. Cagalli wanita yang setia begitu juga dengan Athrun. Cagalli mengenang saat-saat bersama dengan Athrun saat mereka belum menikah.
Past ON POV
Bunga Kagaribi mulai mekar... cuaca Orb tak lagi tropis namun sedang musim penghujan sehingga banyak bunga-bunga yang tumbuh dengan subur. Di universitas Arcangel pun dipenuhi bunga bermekaran ditaman mereka. Athrun membawa buku-buku literatur bisnisnya ke halaman belakang fakultas Bisnis Internasinal. Kembali didapatinya seorang gadis yang sedang memotret-motret bunga kagaribi yang mulai bermekaran terkadang bibirnya cemberut lantaran angin mengganggunya saat angin menggoyang-goyangkan bunga kearah angin namun dia tidaklah putus asa dan tetap menunggu hingga angin berhenti bertiup dan ia dapat angle yang pas. Gadis dengan celana jeans dan kaos yang senada dengan topi coklat yang membantunya menghindari terik matahari pagi. Sudah beberapa hari Athrun memperhatikan gadis sederhana yang memegang kamera tersebut. Dalam diam Athrun mengamati gadis itu. Gadis sederhana yang berbeda dengan gadis lainnya. Tidak ada make-up seperti eyeliner,blush on,dan lipstick pada bibirnya. Pakainnya-pun sederhana, dalam tiga hari ini Athrun memperhatikannya gadis itu tak pernah mengenakan pakaian yang menunjukkan lekuk tubuhnya bahkan baju yang cukup tertutup untuk anak muda zaman sekarang. Tanpa terasa Gadis itu merasa ada yang memperhatikan didapatinya seorang pria yang manis atau perempuan yang manis yag tingginya 180 cm berambut biru gelap dengan kulit yang putih bersih untuk ukuran seorang lelaki. Gadis itu mendekatinya.
"Kulihat sudah tiga hari ini kau ada disini?"
"Ya... kulihat kau juga..." jawab Athrun
Cagalli yang mengira Athrun adalah seorang perempuan merasa tersentak mendengar suara berat Athrun. Dia kebingungan setelah salah mengira.
"Kau suka bunga?" Cagalli mengalihkan perhatiannya dari rasa kebingungannya
"Ya... aku suka bunga Kagaribi..."
"Kalau begitu datanglah ke acara pameran kami... aku dari fakultas seni fotografi dan lusa ada pameran kami. Tema kali ini adalah bunga yang indah."
"Aku akan berusaha datang, bagaimana aku mendapatkan tiketnya?"
"Tak usah kau fikirkan... ini kuberikan tiket gratis untukmu..."
Cagalli menyodorkan selembar tiket kepada Athrun. Mata mereka bertemu hazel milik Cagalli dan Zamrud milik Athrun. Mereka diam dalam beberapa detik menikmati keindahan mata masing-masing.
"Kutunggu kau dipameran dan kuharap kau datang..."
"Tentu saja... aku emyukai bunga-bunga di Orb"
"Baiklah aku pergi dulu..." Pamit Cagalli
"Tunggu... siapa namamu?" cegah Athrun
"Cagalli... kau?"
"Athrun..."
"Baiklah sampai bertemu lagi Athrun..."
Cagalli pamit sambil membungkukkan sedikit badannya. Athrun terdiam memandang punggung Cagalli yang makin menjauh.
"Cagalli... nama yang sama seperti bunga kagaribi..." Athrun tersenyum sambil memandang tiket yang dia pegang.
Tak lama lusa pun telah datang, Athrun mengenakan setelan jas rapi karena pamerannya terlihat seperti acara resmi saat terlihat di undangannya. Namun tak diduga anak-anak dari fakultas seni benar-benar menunjukkan kekreativannya, mereka menggunakan model pakaian harajuku mulai dari Lollitype hingga pakaian barat yang dikenakan pada artis seperti britney dan miley dengan sedikit modifikasi. Athrun merasa salah kostum memasuki fakultas seni. Namun dia seorang gentleman mana mungkin dia mengingkari janji apalagi pada seorang gadis yang sedikit mencuri perhatian miliknya.
Setalh berjalan selama 30 menit akhirnya dia menemukan galeri yang memuat pameran tentang fotografi, di pintu masuk didapatinya foto bunga kagaribi ukuran 10 R yang indah. Dengan dibawahnya terdapat tanda-tangan bertuliskan kebahagiaan dengan mengenangmu By Cagalli. Athrun berdecak kagum dengn semua foto bunga yang indah. Namun dia terpaku dengan sebuah foto. Dihamparan bunga karagibi sesosok pria sedang memandang foto dengan raut wajah sedih lalu disampingnya ada gambar pria yang sama sedang tersenyum.
"Bagaimana? Kau suka fotoku?" kata Cagalli yang mengagetkan Athrun
"Bagus tapi kapan kau memfotoku?"
"Entahlah... aku lupa tapi foto yang bagus bukan?"
"Ya... bagus sekali... aku sampai heran... bagaimana bisa aku setampan itu..." canda Athrun
"Hahaha serahkan saja pada editanku..."
"Dan kau kenapa mengenakan gaun malam yang indah sekali?"
Athrun baru memperhatikan gaun hijau milik Cagalli dan sekarang Cagalli mengenakan lipstick tipis yang membuat dirinya makin manis. Hingga Athrun kehilangan kata-kata.
"Aku membantu anak fakultas drama, kau mau melihat aku bermain drama?"
"Tentu saja... aku ingin melihatmu... eh maksudku dramamu..."
"baiklah ayo ikut denganku..."
Cagalli memegang pegelangan tangan Athrun dan menariknya. Jantung Athrun berdegub dengan cepat melihat gadis yang mencuri sedikit lagi perhatian Athrun.
PAST OFF
Cagalli tersenyum lalu menidurkan diri ke dada bidang Athrun. Sambil menikmati sensasi sentuhan kulit mereka. Secara tak sadar Athrun memeluk Cagalli dengan erat seolah mendapat kehangatan baru.
"Tak kan kubiarkan seorang pun memisahkan kita... Athrun..." dalam batin Cagalli
Cagalli pun mempererat pelukannya.
TBC
Maaf barui bisa updet karna sering gangguan pada ffn jadi saya jarang bisa masuk dan langsung upload.
Mohon review nya
Semoga berkenan
Semangat minna
