Sorciere Gakuen
Story by : Kiriko Alicia & airi shirayuki
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rate: T
MAIN PAIRING: Kagamine Rin X Kagamine Len
GENRE : Humor, Romance, Fantasy
WARNING : Gaje, alur lambat/ngebut, typo berserakan, normal PoV. Fict ini dapat mengakibatkan hipotensi, serangan jantung, pingsan, mual, diare, setor, dll.
Jika sakit masih berlanjut jangan hubungi kami, trims.
SUMMARY: Rin Kagamine yang pintar dalam hal sihir. Len Kagirine yang bodoh dalam hal sihir. Tapi mereka memiliki satu kesamaan : Membuat para guru angkat tangan.
Enjoy!
.
"Ada apa, sensei?"
"Len, aku tahu kau sangat lemah di bidang sihir, jadi..."
"Rin, bisa kau ajarkan Len mengenai sihir?"
"Eh? Baik!" Ucap Rin secara otomatis. Namun, ia tiba-tiba ia tersadar akan apa yang baru saja dikatakannya...
.
.
.
"EEEEHHHH?!"
~Chapter 2~
"EEEEHHHH?!" Rin dan Len terkejut dengan permintaan Lily-sensei tercinta. Sampai-sampai Len terjungkal ke belakang.
"Kok nge-shock gitu sih?" Lily memiringkan kepalanya bingung dengan reaksi dua makhluk *plak* di depannya.
"EEEEHHH?!" Oke, double EH. Lily langsung berdiri dari kursinya dan melipat tangannya di dada.
"Sudahlah, pokoknya mohon bantuannya, Rin. Dan Len jangan menyusahkan Rin, oke?"
"EEEHHH?!" Dengan begitu Rin dan Len dilempar dari ruangan.
"EEEHHH?!"
.
.
"Huaa, kenapa aku harus mengajari anak satu ini!? Memang sih aku yang pintar ini bisa mengajarimu" Teriak Rin sambil mengacak-acak rambutnya.
"Cuih, kepedean lu!" Len yang loe-guenya kambuh tidak terima. Tapi karena itu adalah perintah dari ibunya sekaligus kepseknya, pasrah sudah hidupnya *kayak mau mati aja*.
"Ini semua gara-gara kamu sih! Ngapain pake bodoh segala!" Jleb! Pedang Excaliber menancap di jantung Len, mati deh (Len : BELOOM!"). Muncul pertigaan*?* di dahi Len.
"Kenapa aku?! Kamu ngapain juga pinter segala!" Dan inilah penyebab Perang Dunia ke 999 muncul *ketiga aja belum*.
.
.
.
"Haah...haah...baik, aku menyerah...tolong jadi guru jadi-jadia-" Rin langsung melempar tongkat ibu peri yang tidak tahu asalnya darimana dan mengenai kepala Len.
"Strike! Fyuuh, headshot! Oke, aku akan mengajarimu!" Rin langsung mengulurkan tangannya di depan Len sambil tersenyum penuh arti. Len pun bingung dengan artinya.
"Apaan?"
"Ongkos ngajar" Len pun ber-trololol ria.
.
"Jadi, sekarang akan kuajari kau dari dasar!" Kata Rin, tapi dengan wajah licik yang memandang rendah Len.
"Hoi, mukamu menyebalkan.." Akhirnya Rin pun memulai kelasnya dengan damai dan tentram (tapi dibalik XD).
"Sudah tahu cara megang tongkat kah~?"
"Dari jaman pisangsaurus sampe pisang bisa jalan gue udah tahu!" Lu-Gue Len kambuh lagi.
"Oke, kita akan belajar mengendalikan sapu terbang~"
"Terus apa hubungannya sama tongkat?!" Rin hanya bisa tertawa licik sementara Len sedang mencari golok. Buat apa? Buat kupas pisang XD.
"Siapkan sapumu!" Perintah Rin.
"Buat apa?"
"Buat nyapu mukamu! Kita kan mau belajar, Leennn!" Tekanan darah Rin naik jadi 1954 derajat fahrenheit.
"Oke aku sudah siap!" Len telah mengambil sapu ajaibnya yang disimpan di dalam ruang kebersihan. Begitu juga dengan Rin. Lalu, mereka pergi ke lapangan sekolah agar tidak terjadi sesuatu yang menyedihkan di hati*?*. Terutama Len yang pernah menghancurkan ruang kelasnya hanya karena salah menginjak tanah liat ajaib milik guru. Sejak saat itu, barang-barang ajaib dijauhkan dari Len. Pernah juga Len hampir membuat anak naga peliharaan sekolah mati, tapi untung saja ada Rin saat itu, jadi selamat deh!.
Hari ini cuacanya lumayan cerah, tidak terlalu panas. Rin memakai topi penyihirnya, katanya biar keren aja. Rin menaiki sapu terbangnya terlebih dahulu dan terbang tidak jauh dari tanah. Setelah itu, Len mulai menaiki sapunya.
"Oke, Len. Kamu bisa terbang kan?" Rin mendekati Len yang bersiap-siap dengan sapunya.
"Yaah...bisa sih, cuma aku kurang bisa mengendalikannya. Palingan cum- HUAAA!" Tiba-tiba Len dan sapu terbangnya terbang melesat tinggi, berputar-putar, naik-turun, zig-zag, dkk.. Rin yang melihat Len yang kebingungan langsung ngakak.
"Rin, bantuin! Malah ketawa!"
"Ahahahahaaa! Maaf! Maaf! Aku bantuin..pfff!" Dengan Rin yang menahan ketawa, ia mengejar Len dan segera membantunya dengan memberikan instruksi-instruksi cara terbang yang baik dan aman.
"Len, berpikirlah dengan tenang! Kamu harus tenang dalam menerbangkannya! Setelah itu pusatkan sihirmu di sapumu dan berpikirlah bahwa kamu bisa melakukannya!" Teriak Rin. Akhirnya, Len mencoba cara itu. Ia memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya. Setelah cukup tenang, ia mulai memusatkan sihirnya pada sapu terbang yang ia duduki sekarang. Lambat laun, sapu itu mulai tenang dan bisa dikendalikan. Len pun terkejut.
"Eh? Aku bisa? Aku bisa! Rin, aku bisa!" Serunya sambil mengendalikan sapunya yang terkontrol. Rin pun mengangkat alisnya, 'Sepertinya tidak seperti dugaanku, tidak terlalu lama untuk mengajarinya..' Lalu Rin tersenyum. Len masih bermain-main dengan sapu terbangnya, tak lama diikuti Rin yang ujung-ujungnya balapan. Tapi, tak lama kemudian seorang guru datang ke lapangan dan memanggil mereka berdua.
"Kagamine-san! Kagirine-san! Turun sebentar! Aku ingin memberitahu kalian!" Kata guru itu. Rin yang pertama kali melihatnya langsung berhenti dan memanggil Len untuk turun. Mereka pun turun dan menghampiri guru itu.
"Ada apa, Cul-sensei?" Rin dan Len mendarat dan turun dari sapu terbangnya.
"Kalian tahu sekarang jam berapa kan?" Len langsung melihat jam ajaibnya.
"Jam 10.35, memang kenapa? Sensei gak punya jam?" Cul-sensei mengerutkan dahinya.
"Bukann! Kalian tahu kan artinya? Sekarang pelajaran di kelas!" Rin dan Len terdiam sambil tersenyum.
.
.
.
"OOOHHH IYAAA!" Mereka pun langsung berlari menuju kelas, meninggalkan Cul-sensei yang geleng-geleng.
GREEKKK
"Maaf kami telat!" Seru Rin dan Len bebarengan dengan ngos-ngosan. Semua mata di dalam kelas tertuju pada mereka.
"Ara, tak apa. Kalian hanya terlambat 5 menit, lebih baik kalian masuk dulu!" Kata Kokone-sensei di depan. Hati Rin dan Len berbunga-bangkai(?) karena guru yang mengajar baik yaitu, Kokone-sensei. Mereka segera masuk dan duduk di bangkunya.
"Haah...untung sekarang Kokone-sensei yaa..." Len mengangguk.
"Iya...kalau yang lain pasti kita dihukum..."
"Ssst, kalian diam dulu. Ada murid baru!" Kata Gumo, anak bangku sebelah. Rin dan Len mengangkat alisnya dan menoleh ke arah depan kelas dimana ada Kokone-sensei dan anak baru yang tidak disadari keberadaannya oleh Rin dan Len.
"Perkenalkan dirimu!"
"Perkenalkan, namaku Lui. Hibiki Lui. Semoga kia bisa berteman baik dan mohon bantuannya!" Kata Lui sang anak baru.
"Len, ada sebangsamu tuh!" Rin menyenggol-nyenggol tangan Len.
"Entah kenapa firasatku tidak enak..."
TBC
.
Balasan review
-Kurotori Rei
Okee... Arigatou sudah me-review! XD
-Kei-T Masoharu
Ha'i! Arigatou reviewnya! XD
.
Semuanya: Mohon reviewnya! XD
