Chapter 2 : The Problem

"Aku sudah tak membutuhkanmu lagi, Tetsuya."

Kata-kata itu lagi. Ini memang sudah genap 3 bulan sejak kejadian itu. Tapi tetap saja kata-kata itu kembali terngiang di pikiran pemuda bersurai biru langit yang memiliki iris ice blue senada dengan rambutnya. Hey, tak ada salahnya kan, apalagi kejadian belum begitu lama. Dan juga kenangan itu kembali menghantui dirinya. Kuroko Tetsuya, seorang pemuda yang memiliki ekspresi yang sangat minim itu sangat pandai menyembunyikan perasaannya. Siapa yang tau kalau dari luar Tetsuya baik-baik saja, tapi bagaimana dengan perasaannya?

Andai saja hari itu tak pernah ada….

.

.

.

Flash Back

Maji Burger.

Tempat yang cukup terkenal di kalangan remaja. Sebuah café yang tak pernah sepi akan pengunjung. Seperti halnya malam ini. Maji Burger tetap saja ramai padahal jam telah menunjukan pukul 10 malam. Tempat yang dipenuhi oleh remaja-remaja yang sekedar mengisi perut, bercanda dengan temannya atau bahkan ada yang sedang dilanda kasmaran.

Alasan yang ketiga pastilah ulah sang Malaikat Cupid. Malaikat yang digambarkan sebagai anak kecil yang hanya memakai celana pendek dan membawa panah dengan ujungnya berbentuk hati. Cupid tak memandang siapapun orangnya. Tugasnya hanya untuk mempertemukan dua orang manusia yang akan saling melengkapi. Tak terkecuali dua orang pemuda yang kini tengah duduk berhadapan di salah satu tempat yang strategis dan romantis. Bersebelahan dengan kaca besar yang dengan hanya memandang keluar langsung dapat melihat langit malam dan jalan raya.

Dua pemuda itu kini telah dilanda keheningan. Pemuda yang bersurai biru langit sedang menyesap Vanilla Milkshake sejak 5 menit yang lalu, dan pemuda yang satunya bersurai merah tengah menatapnya intens.

"Jadi, apa yang ingin kau katakana kepadaku, Tetsuya?" Tanya pemuda bersurai merah kepada kekasihnya yang duduk di hadapannya.

"A-ano, Akashi-kun…" Baru saja Tetsuya mau melanjutkan tiba-tiba dipotong oleh sang kekasih Akashi Seijuurou.

"Seijuurou, Tetsuya." Perintah Seijuurou.

"A-ano, S-Sei-Seijuurou-kun…" Tetsuya tak bisa melanjutkan kata-katanya. Malah kini dia hanya bias menundukan kepalanya.

"Angkat kepalamu Tetsuya. Tatap aku." Kata Seijuurou dengan memerintah tapi terselip nada permohonan di sana.

Tetsuya mengangkat kepalanya dengan sangat terpaksa.

DEG

Iris ice blue bertemu dengan iris hetero merah-kuning.

Tetsuya, si pemilik iris ice blue itu mendadak diam. Iris hetero merah-kuning itu kini menatap lembut iris ice bluenya. Iris hetero merah-kuning yang biasanya menatap tajam dan penuh intimidasi lawan pandangnya kini menjadi lembut. Pandangan seorang Akashi yang hanya ditunjukan di hadapan Kuroko Tetsuya.

Tetsuya bungkam. Entah mengapa setiap kali tatapan itu ditujukan untuknya seakan-akan dan seolah-olah meruntuhkan pertahanannya.

Tatapan itu seakan-akan ingin melindunginya, bagaikan dirinya adalah barang berharga yang tak bias tergores sedikitpun.

Tatapan itulah yang kini masih membuat Tetsuya tak bias berkata apa-apa.

'Apa yang harus kulakukan?' Kata Tetsuya dalam hatinya.

"Tetsuya, kau baik-baik saja?" Tanya Seijuurou khawatir karena dari tadi Tetsuya hanya diam saja. Tatapan mata Seijuurou semakin melembut.

'Oh, tidak. Ini semakin gawat. Seseorang tolong aku!'

Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di sebelah meja mereka.

"Eh, ada Kuroko-kun dan Akashi-kun." Kata orang itu yang masih memakai seragam Seirin. Seragam basket yang sama dengan Tetsuya.

"Anata wa?" Tanya seijuurou.

"Watashi no namae wa Kouki. Furihata Kouki."

Awalnya Tetsuya tentu sangat senang dengan adanya 'Sang Penyelamat', tapi Tetsuya sama sekali tidak sadar akan adanya 'Bahaya' yang akan terjadi.

Flash back End

Kenangan itu kembali terkuak. Seorang Kuroko Tetsuya yang sampai saat ininmasih terpuruk karena kejadian kurang lebih 3 bulan yang lalu. Dikhianati oleh 2 orang yang begitu dipercayainya dan sangat dia sayangi. Serigala berbulu domba. Mungkin itu adalah ungkapan yang cocok untuk seseorang yang telah menyakiti hatinya.

Sepertinya cinta yang telah membutakannya hingga Tetsuya tak bias melihat mana yang baik dan mana yang buruk.

Penyesalan selalu dating di bagian akhir bukan? And always like that !

Tapi, kalau penyesalan dating di bagian awal, tentu Tetsuya tak akan pernah tau wujud asli dari Sang Domba.

.

.

.

Tetsuya baru saja sampai di depan gerbang SMA Seirin. Dan seperti biasanya, teman-temannya pasti telah menunggunya.

"Ohayou, Kuroko." Sapa cowok bermabut merah, Kagami Taiga.

"Ohayou, Tetsu-chin." Sapa cowok berambut ungu yang selalu memakan snack, Murasakibara Atsushi.

"Ohayou, Kurokocchi." Sapa cowok berambut kuning, Kise Ryouta.

"Ohayou, Tetsu-kun." Sapa satu-satunya cewek yang berada di situ, berambut pink, Momoi Satsuki.

"Yo, Tetsu." Sapa cowok berambut biru dongker, Aomine Daiki.

"Ohayou, Kuroko. Hari ini Aquarius berada di peringkat 2, nanodayo." Kata cowok berambut hijau lumut, si maniak Oha Asa, Midorima Sintarou sambil memeluk boneka panda, lucky itemya hari ini.

"Ohayou, Kagami-kun, Murasakibara-kun, Kise-kun, Momoi-san, Aomine-kun, Midorima-kun."

Lho, mengapa GOM (minus Akashi) ada di sini? DI Seirin?

Jawabannya cukup sederhana. Mereka memutuskan untuk pindah sekolah sekitar 2 bulan yang lalu, tepatnya setelah mengetahui secara pasti apa yang menimpa orang yang penting bagi mereka, Kuroko Tetsuya.

Masalah antara Kroko Tetsuya dan Akashi Seijuurou hanya diketahui oleh Tim BAsket Seirin, GOM, Momoi.

JAdi masalah ini belum tergolong rahasia umum.

Juga, mereka ingin selalu ada untuk Tetsuya. Karena bagi mereka Tetsuya adalah sosok yang selalu memendam perasaannya sendiri.

Tak pernah mau membuka diri. Dan selalu nyaman merasa sendirian.

Tapi, jika mereka tetap membiarkan Tetsuya selalu seperti itu, apakah itu yang disebut dengan 'teman'?

Jika Tetsuya tak ingin mendekati mereka, biarlah mereka sendiri yang mendekati Tetsuya. Itulah yang namanya teman.

.

.

"Kuroko, apakah kau sudah sarapan pagi?" Tanya Kagami yang duduk di sebelah Tetsuya.

"Hmm.." Gumam Tetsuya menganggukan kepalanya menandakan sebagai jawaban 'ya'.

Dan disinilah dia berada.

SMA Seirin kelas XI-3. Hanya dia dan Kagami yang sekelas.

Dan sama seperti biasanya, Tetsuya kembali termenung, asyik dengan pikirannya sendiri. Kagami melirik Tetsuya, sambil menghela nafas berat.

'Bagaimana membuat Kuroko menjadi seperti dulu?' Batin Kagami.

Dan sampai sekarang pertanyaan itu masih belum ditemukan jawabannya.

.

.

.

TBC-

Autor : MOshi-mosh minna, Author kembali membawa chapter II,,

Semoga berkenan di hati Reader-tachi.

RnR Ne-?

Daisuki Yo-!^^