My First Love

Inchii17

Cast :
- Kwon Soonyoung
- Lee Jihoon (GS)
- Jeon Wonwoo (GS)
- Wen Junhui
- Others Seventeen and BTS Member

Main Pairing : SoonHoon

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Friendship, dll (temukan sendiri yak~).

RATE : T

Warning : Cerita gak sesuai judul dan genre, GS! OOC! Alur terlalu cepat! TYPO bertebaran :'v bukan cerita sempurna karena perlu banyak pembetulan di sana-sini :'v dan Dilarang COPAS dan PLAGIAT dalam bentuk apapun! Bikin cerita gak semudah ngebalikin telapak tangan oke? :'v

WARNING AGAIN : CERITA INI SANGAT MEMBOSANKAN, KATA YANG BERTELE-TELE, DAPAT MEMBUAT MENGANTUK SERTA MEMBUAT ORANG BAPER BERHATI-HATILAH!

P.S PENTING : Bahasa sangat membosankan, ff yang masih abal-abal, tak layak baca/? Jika anda tidak menyukainya anda bisa langsung menutup cerita ini, terima kasih sudah berkunjung (((:

Please Reviewnya~ Don't be Silent reader kalo bisa :'v Tap Follow and Fav this Story if u like my Story kkk~ .

1 Januari 2017 – Inchii17

DON'T LIKE? DON'T READ

.

.

.

.

~Chapter 1~

.

.

.

"JEON WONWOO!" Panggil ketiga anak yang sudah berpakaian rapi di depan sebuah rumah yang cukup besar, mereka sudah sering ke sana tapi karena mereka malas untuk masuk jadilah mereka berteriak dari luar pagar, satpam yang berjaga hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum maklum.

"Yak! Kenapa sih kalian selalu berteriak?" Tanya Wonwoo yang baru keluar dari rumahnya. Dia sudah mendengar teriakan para sahabatnya sejak 5 menit yang lalu dan dia rasa mereka tak terlambat untuk pergi ke sekolah, bisa dibilang ini masih sangat terlalu pagi untuk pergi, tapi anehnya pagi ini Lee Jihoon yang biasa terlambat sudah sangat semangat untuk pergi ke sekolah.

"Ayolah Jeon! Kita bisa terlambat kalau kau terlalu lama berdandan." Kata Jihoon.

"Maaf saja nyonya Lee asal kau tahu aku tak pernah berdandan, aku hanya mengambil beberapa novel untuk kubawa dan itu memakan waktu, tapi hei! Bukankah biasanya kau yang selalu lama keluar dari rumahmu karena bangun terlambat huh!" Kata Wonwoo kesal.

"Sudahlah ayo berangkat! Kita bisa terlambat kalau kalian terus bertengkar." Kata Jun mengingatkan.

"Baikalah ayo pergi!" Kata Soonyoung ceria menyeret dua orang yang sedang bersitegang.

Jihoon berjalan lebih dulu bersama Jun dan Soonyoung juga Wonwoo berjalan mengikuti mereka.

"Hey Soon, kau tahu kenapa pagi ini Jihoon tak bangun terlambat?" Tanya Wonwoo.

Soon berpikir sebentar lalu berkata "Kau lupa ya? Seungcheol hyung mengajar di sekolah kita, jadi mungkin karena itulah dia sangat bersemangat pagi ini."

"Heol! Anak itu, dia masih suka pada Seungcheol oppa?" Tanya Wonwoo lagi.

"Ya begitulah." Jawab Soonyoung sekenanya, dia tak begitu menyukai topik ini karena itulah dia hanya menanggapi Wonwoo sekenanya.

Mereka berempat sampai di sekolah tepat waktu, mereka juga tak lupa menyapa Seungcheol yang akan menjadi guru olah raga mereka mulai hari itu.

"Annyeonghaseo Ssaem!" Sapa mereka kompak dan Seungcheol membalas dengan senyuman hangat.

"Jangan berbuat nakal okay? Aku tak akan berbaik hati membela kalian nantinya." Kata Seungcheol.

"Ndee Ssaem!" Jawab mereka kompak dan berlalu masuk ke kelas mereka.

I nchii17

"Astaga! Kau lihat tadi Won? Seungcheol oppa tersenyum sangat tampan!" kata Jihoon heboh.

"Ya ya Jihooniee aku tahu kalau Seungcheol oppa itu tampan, kau tak perlu berteriak di sebelah telingaku jugakan?" kata Wonwoo.

"Hehe mian, aku hanya terlalu senang, akhirnya aku bisa melihatnya setiap hari mulai sekarang." Kata Jihoon senang.

"Ya terserahmu, asalkan kau senang kami juga senang Jihoon-ah." Kata Jun. Jihoon membalas dengan senyuman manis dia merasa menjadi orang paling bahagia sekarang, karena semua sahabatnya mendukung perasaannya bahkan sahabat yang sudah bersamanya sejak masih bayi pun tersenyum hangat dan menepuk punggungnya menandakan dia akan selalu ada di samping Jihoon apapun keputusan Jihoon.

I nchii17

Sekolah pertama Soonyoung, Jihoon, Wonwoo, dan Jun mungkin sedikit berisik dikarenakan banyak siswa maupun siswi yang akan berteriak saat melihat keempatnya lewat di sekitar mereka. Siapa yang tak akan berteriak atau menahan nafas saat melihat seseorang yang rupawan di dekat kita? Ditambah mereka adalah anak-anak berprestasi di sekolah mereka dulu.

"Jihoon-ah!" Panggil seseorang saat Jihoon sedang memilih makan siangnya di kantin sekolah bersama dengan Wonwoo, sedangkan Soonyoung dan Jun sudah duluan pergi mengambil tempat untuk mereka berempat.

"Jimin oppa~." sapa Jihoon.

"Bagaimana hari pertamamu?" Tanya Jimin.

"Menyenangkan dan terlalu berisik." Jawab Jihoon dengan berekspresi lucu.

"Hahaha aku sudah menduganya, kau mungkin sudah jadi selebriti disini Jihoon-ah." Kata Jimin.

"PARK JIMIN!" teriak seseorang.

"Ups sepertinya Oppa sudah ketahuan, pergi dulu ya Jihoonie, salam untuk nunna okay?" Kata Jimin sebelum dirinya berlari menghilang diantara segerombol orang-orang di kantin.

"Aish! Aku kehilangannya!" Kata seseorang, dia berwajah sedikit tampan ya begitulah menurut Jihoon karena namja yang paling tanpa hanya ayahnya dan Choi Seungcheol.

"Hei manis, apa kau mengenal namja tadi? Aku melihatmu bercanda-gurau dengannya tadi." tanya namja itu. "Ah sebelumnya kenalkan aku Kim Taehyung, temannya dan perlu kau tahu dia mengambil handphoneku karena ingin membuat pacarku marah. Argh!" Kata namja itu dengan frustrasi.

"Nde sunbae, Jimin oppa itu kekasih eonniku jadi aku mengenalnya." Jawab Jihoon.

"Eoh? Kau dongsaeng Yoongi nunna?" Tanya Taehyung.

"Nde." Jawab Jihoon dengan sekali anggukan.

"Heol! Taehyung?" sebuah suara mengintrupsi Taehyung dan Jihoon.

"Wonwoo?!" seru Taehyung.

"Kau kenal Jihoon?" Tanya Wonwoo.

"Jihoon?" gumam Taehyung. "Aaaah adik Yoongi nunna, kami baru bertemu, ah benar Won-ah boleh pinjam handphonemu? Aku belum menghubungi Jungkook dan kau tahu kalau anak itu sangat cepat ngambek!" rengek Taehyung.

"Boleh, memangnya handphonemu kemana?" Tanya Wonwoo sambil mengeluarkan dan memberikannya pada Taehyung.

"Si bantet mengambilnya!" Kata Taehyung dengan kesal.

"Jimin oppa lagi? Kau mungkin sudah melakukan hal fatal sampai dia berbuat begitu." Kata Wonwoo.

"Iya memang aku yang salah tapi sampai mengambil handphoneku itu sangat keterlaluan." Kata Taehyung.

"cepat selesaikan urusanmu dengan Jungkook dan Jimin oppa, aku tak mau jadi penengah lagi diantara kalian." Kata Wonwoo

"Ya ya aku tau." Jawab Taehyung sambil menempelkan Handphone milik Wonwoo di telinganya.

"Kau kenal?" Tanya Jihoon.

"Kekasih Jungkook." Jawab Wonwoo.

"Aku baru tahu Jungkook menjalin hubungan dengan orang yang seperti itu." Komentar Jihoon membuat Wonwoo mengangguk.

"Semua orang punya selera masing-masing." Kata Wonwoo.

"Ini, gomawo Wonie, kau menyelamatkanku." Kata Taehyung setelah dia selesai menelpon Jungkook.

"Jangan ulangi lagi, aku benar-benar lelah." Kata Wonwoo.

"Iya iyaa, aku mengerti, ah benar kau seharusnya lebih hormat denganku, aku sunbaemu di sini." Kata Taehyung.

"Kau mau jadi sunbaeku atau adik iparku eoh?" Tanya Wonwoo.

"Okay, aku mengerti, aku tak akan mempermasalahkannya lagi, yasudah aku mau mencari si bantet itu lagi, awas saja kalau ketemu." Kata Taehyung pamit.

"Ingatlah Jimin oppa bukan tandinganmu, dia lebih hebat darimu." Kata Wonwoo mengingatkan.

"Aku mengerti, nunna!" Kata Taehyung lalu pergi menyusul Jimin yang sekarang entah berada dimana.

"Ayo ketempat Jun dan Soonyoung, kurasa mereka sudah selesai makan sekarang." Kata Wonwoo dan Jihoon hanya mengikuti di belakang.

I nchii17

Sejak istirahat siang tadi hingga sekarang Jihoon banyak melamun, dia sedang memikirkan kenapa sahabatnya punya begitu banyak teman yang mereka kenal, jujur saja Jihoon baru tahu tadi siang kalau ternyata Wonwoo juga kenal dengan Jimin oppa, kekasih eonninya yang memang masih sekolah, sedangkan eonninya sudah kuliah, jika diingat mereka pacaran saat Jimin oppa masih berada di kelas satu sama sepertinya sekarang. Jika Wonwoo saja yang pendiamnya minta ampun itu punya banyak teman jangan ditanya lagi kalau soal Soonyoung dan Jun mereka punya lebih banyak teman dibanding dirinya dan Wonwoo.

Jika kalian kira Jihoon iri, perlu diberitahukan jika dia sama sekali tak iri, hanya saja ada rasa aneh yang menyelusup di hatinya, bagaimana jika mereka berempat tak akan sering bersama karena punya teman baru? Segelincir pikiran itu langsung Jihoon tepis kuat-kuat, sejak kapan pikirannya begitu sempit? Lihat mereka bisa bersama sekarang setelah dulu pernah terpisah bukankah sudah jadi hal yang membahagiakan tak peduli seberapa banyak teman yang mereka buat karena itu semua tak akan bisa menggantikan kenangan yang telah mereka buat bersama.

Jihoon kembali tersenyum, sedangkan Wonwoo, Jun, dan Soonyoung yang sedari tadi sudah memperhatikan tingkah laku Jihoon menghembuskan nafas lega.

"Jihoon sudah kembali." Pikir mereka.

"Jihoon-ah bagaimana kalau pulang nanti kita ke toko ahjumma sebentar? Aku merindukan masakan Ahjumma." Ajak Jun antusias.

"Boleh-boleh aku juga merindukan ahjumma." Kata Jihoon yang tak kalah antusias.

"Ahjumma sangat merindukan kalian." Kata Soonyoung yang diikuti anggukan Wonwoo.

"Hanya Soonyoung dan Wonwoo yang sering ke tempat Ahjumma saat kita masih sekolah menengah dulu." Kata Jihoon.

"Itu karena kami satu sekolah, lagi pula tak setiap hari kami ke sana. Hanya sesekali saat Soonyoung atau aku merasa sedih?" Kata Wonwoo.

"Kalian? Sedih?" Tanya Jun.

"Ada saat dimana kita perlu meluapkan perasaan kita kan? Apalagi disaat sesuatu tak berjalan seperti apa yang kita inginkan." Kata Wonwoo.

"Hanya kalian berdua?" Tanya Jihoon.

"Ayolah bukannya kami mau merahasiakannya. Tapi saat itu kalian berdua sedang sibuk." Jelas Soonyoung.

"Kalian terlihat mencurigakan." Kata Jihoon.

"Astaga Jihoon, aku bahkan pernah pergi hanya berdua dengan Jun ataupun dengan dirimu. Apanya yang mencurigakan?" Tanya Wonwoo.

"Benar juga, bahkan yang lebih sering pergi bersama bukankah Jihoon dengan Soonyoung?" Kata Jun.

"Sudah-sudah, kita itu berempat bersahabat wajar kan kalau sewaktu-waktu hanya bisa pergi berdua atau bertiga? Dan sekarang kita bisa pergi berempat bukankah harusnya kita bersyukur?" Kata Soonyoung.

"Soonyoung benar, lagi pula sangat mustahil ada hubungan yang serius antara Soonyoung dan Wonwoo." Kata Jun.

"Kenapa mustahil?" Tanya Jihoon.

"Karena Soonyoung hanya menyukaimu Jihoon-ah." kata Jun dan Wonwoo dalam hati mereka.

I nchii17

Saat bel pulang berbunyi Soonyoung, Jihoon, Wonwoo, dan Jun saling berpandangan dan mengangguk bersamaan, lalu berjalan keluar lebih dulu dibanding siswa lainnya.

"Hari ini ahjumma masak apa ya?" Gumam Jihoon.

"Yang pasti sesuatu yang enak." Jawab Soonyoung.

"Aku sudah tak sabar untuk makan masakan ahjumma~~." kata Jun

Di perjalanan menuju tempat ahjumma mereka hanya membicarakan bagaimana enaknya masakan ahjumma dan betapa seringnya mereka ke sana dulu. Tapi dalam menit berikutnya, Jihoon berhenti berjalan membuat ketiga orang lainnya menatap Jihoon bingung, karena saat itu Jihoon terlihat seperti patung yang sedang terkejut karena mereka melihat mata Jihoon membulat sempurna. Mengikuti arah pandang Jihoon, akhirnya mereka tahu apa yang membuat Jihoon begitu.

Di sebrang jalan dimana mereka berada mereka bisa melihat sepasang kekasih sedang berciuman, dan mereka tahu siapa itu. Choi Seungcheol orang yang dicintai Jihoon dan wali kelas mereka sedang bermesraan di sebrang jalan.

Setetes air mata mengalir memulai suara isakan dari bibir mungil Jihoon. Soonyoung, Jun, dan Wonwoo dengan sigap melingkari Jihoon, menenangkannya.

"Hei jangan menangis, kau tak mau dia mengetahuimu di sini kan?" Tanya Soonyoung yang berada tepat di depan Jihoon.

"Soonyoung benar Jihoonie, jangan menangis, kita ketempat ahjumma sekarang, kau bisa menangis sepuasnya di sana, okay?" Kata Wonwoo.

"Iya Jihoon-ah, jangan menangis, kau tak cocok menangis." Kata Jun.

Jihoon yang mendengar perkataan sahabat-sahabatnya mencoba menahan isakannya, mengangguk mengerti, tapi air mata tetap keluar dari matanya.

"Tatap aku dan air matamu akan berhenti mengalir." Kata Soonyoung mendongakkan kepala Jihoon. Kalian tahukan jika ada seseorang yang menangis buatlah dia memandang ke atas dan secara otomatis air matanya juga akan berhenti keluar, cara ampuh yang selalu dilakukan Kwon Soonyoung jika sahabatnya menangis, dikarenakan tinggi Jihoon masih kurang darinya bersyukurlah Soonyoung bisa membuat Jihoon hanya memandang matanya bukan langit seperti yang ia lakukan pada Wonwoo dulu.

"Gomawo." Kata Jihoon dengan suara seraknya. Dan setelah itu mereka berempat berjalan beriringan menuju kedai ahjumma yang berada di dekat rumah mereka.

.

.

.

~TBC~

.

.

.

Happy Seventeen Year caratduel~~

Inchii17 :* - 1 Januari 2017

Mind to Review?