Chapter 2
.
.
.
Kai berjalan dengan santai sambil bersiul-siul dengan gaya sok kerennya yang membuat Sehun yang sedang menatapnya disamping dinding yang akan Kai lalui hanya menampilkan ekspresi datarnya.
setelah ia buang air kecil dibelakang sekolah-tepatnya dipohon ditaman belakang sekolahnya tadi. perasaannya jadi tidak enak.
entah kenapa.
feelingnya mengatakan jika ada seseorang yang melihat kelakuan tak senonohnya tadi.
"semoga saja tidak ada yang melihatnya, tapi jantungku berdegup sungguh kencang saat ini. sialan" Kai mengumpat sendiri sambil ingin berbelok dikoridor penghujung dan menaiki tangga menuju tempat tujuannya. ruang laboratorium, sebelumnya ia hanya permisi tadi karena alsan ingin buang air kecil, padahal saat itu kelasnya sedang melakukan praktikum.
dia memang dasar pemalas, jadi alasan ingin buang air kecilnya bisa ia handalkan untuk membolos pada jam praktek dilaksanakan. dasar.
saat Kai ingin berbelok menuju tangga diujung sekolah yang menghubungkan antara lantai dua dan tiga tiba-tiba..
"WAAA!"
"H-Hhuaaaa!"
Kai berteriak heboh. tapi dia segera menyadari jika ada orang iseng sedang mencoba mengagetkannya.
dan..
Tap
Sreett~
"Aaaaa!"
orang itu berteriak kesakitan karena Kai segera mengeluarkan jurus Taekwondo-nya dan membogem orang itu dengan membabi-buta. bahkan ia 'menindihi' orang itu dan menduduki perutnya.
"rasakan kau! lagi kau membuatku terkaget?!"
"Ya! Ya! Ya! apa yang kau––Ahhkk!"
namun Kai baru menyadari sesuatu. dan seketika matanya membola melihat siapa yang baru saja dihajarnya(?).
"Sehun sunbae?" Kai memasang wajah polosnya sambil menganga tak percaya. sedangkan orang itu menatapnya kesal.
"Iya, aku! kenapa kau––YA TURUN DARI TUBUHKU! KAU PIKIR KAU RINGAN HAH?!"
Kai segera berdiri dari acara 'mari menindih Sehun'-nya dan segera membungkukkan tubuhnya tanda ia meminta maaf.
"maaf, aku ti––"
"kenapa kau menindihku huh? dan memukulku dengan jurusmu yang bahkan sama sekali tidak terasa itu huh? apa jangan-jangan kau ingin.."
Sehun menunjukkan smirk-nya menatap Kai, membuat Kai lagi-lagi merasa malu setengah mati dan ingin meninju kembali wajah menyebalkannya. jika saja Sehun bukan pria yang digila-gilakan dan dikejar banyak gadis disekolahnya. mungkin ia benar-benar akan meninju wajah pria itu hingga hidungnya mengeluarkan darah dan pelipisnya pecah. lalu Kai hanya menyaksikan kesensaraan Sehun sambil tertawa setan dengan ditemani sekeliling gadis pemuja dirinya.
namun sayang. itu hanyalah mimpi Kai yang sama sekali tidak masuk akal dan terdengar sadis.
"apa kau ingin melakukan 'itu' bersamaku disini hmm?"
Kai membolakan matanya.
blusshhhh
'sial' umpat Kai dalam hati karena pipinya dengan sialannya malah merona tanpa dikomandoi membuat dirinya semakin terpojokkan oleh Sehun yang semakin meleceng(?) ini. senyum Sehun semakin mengembang saat melihat reaksi yang Kai tunjukkan.
"ya, a-apa maksudmu huh?"
"jadi benar ya?"
"te-tentu saja -tidak, bodoh!"
Kai menatap Sehun dengan mata bulatnya yang membuat Sehun harus menahan hasratnya agar tidak menerkam anak hitam ini*eh.
"tapi wajahmu semerah tomat.."
Kai menangkupkan kedua pipi Chubbynya yang bersemu merah dengan kedua tangannya.
"..busuk"
tambah Sehun kembali membuat Kai mengkerucutkan bibirnya imut.
"yack, kau begitu menyebalkan."
"jangan berekspresi seperti itu, kau ingin aku cium hingga bibirmu bengkak eh?"
Kai seketika merubah eksperesinya.
"kau begitu mesum, pabo sunbae!"
"apa kau bilang hah?!"
"pabo sunbae, ada masalah?!" Kai menyolot.
"ya, karena aku tampan.." Sehun mengimbuhi membuat mimik Kai berubah seperti ingin muntah.
"kau pikir aku tertarik padamu?! dasar tembok! dan kau adalah manusia paling narsis yang pernah kutemui dipermukaan bumi ini, tahu?!"
"memangnya kau pernah berjumpa dengan seluruh manusia dipermukaan bumi ini? kau pasti pernah ke-PAKISTAN. dan bertemu para saudara-saudaramu disana. haha pantas saja kau HITAM"
"Yack, kenapa kau sangat menyebaklan sekali huh?!"
"tapi meskipun begitu, aku akan berusaha membuatmu menyukaiku, bagaimana?"
"cihh, kau pede sekalii. jangan-jangan kau yang suka padaku?" Kai tersenyum semenyebalkam mungkin hingga membuat Sehun ingin melenyapkan anak itu ke-bermuda*eh.
"apa?.. aku?.. menyukaimu?"
Kai menyunggingkan senyum sombongnya yang entah kenapa membuat dia terlihat sexy dimata Sehun.
"mungkin saja.."
"hiiih tidak selera tahu! aku bahkan melihat kau tersenyum begitu saja rasanya ingin membuatku ingin memuntahkan semua isi perutku.."
seketika senyum sombong Kai menghilang dan berubah menjadi ekspresi datar-sedatar-datarnya mengalahkan wajah datar Sehun tadi karena dia memang pesek#plakk.
"sialan kau"
Kai berlalu dengan wajah yang sengaja ditinggi-tinggikan dan dengan sengaja menyenggol keras bahu Sehun. Sehingga membuat Sehun hampir saja terjungkir kebelakang.
"Ya, apa kau marah?"
"..."
Sehun menghardikkan bahunya. dan segera beranjak dari kiridor yang untung saja masih sangat sepi itu karena sekarang memang masih jam pelajaran.
"untung saja tidak ada yang melihat aksi konyolku tadi" Kai bergumam sendiri sambil memutar kenop pintu dan berakhir dengan ceramah guru biologi mereka yang merasa sangat kesal pada Kai karena ia selalu membolos saat dijam pelajarannya.
"YA KIM JONGIIINN! SALIN SEMUA RUMUS INI DAN SETELAH ITU PRAKTEKAN BAGAIMANA MELAKUKAN EKSPERIMEN TENTANG TIKUS INI!"
Gulp..
"ba-baik.. bu".
Saat ini, Lay dan Baekhyun tengah berada dikamar Kai. Kai tengah sibuk menyalin tugas atau lebih tepatnya perintah paksaan dari bu Do saat di lab tadi siang. sedangkan Baekhyun sibuk ber-selca ria dan Lay tengah sibuk ber-chatting ria dengan sang kekasih––Kim Joonmyeon. hyungnya Kai.
"aku bingung kenapa kau cinta sekali dengan hyungku yang pendek itu, dia sangat menyebalkan tahu"
"ya kan sama sepertimu, sama-sama menyebalkan" Baekhyun menyahut dengan masih sibuk berselca membuat Kai melototkan matanya.
"kau lebih menyebalkan, ByunBaek!"
"kata anak-anak tadi kau dan prince bertengkar lagi!" Baekhyun menatap Kai tajam. sedangkan Kai masih tetap pada posisinya. menunggingi kedua sahabatnya itu dan menatap laptopnya tak berkedip. ternyata dia sempat saja bermain game online padahal lagi mengerjakan tugas.
"prince siapa?"
"prince Sehun!"
"apa?! dia yang mencari masalah duluan denganku!" Kai sewot. namun tak mengubah posisinya sama sekali, dia masih melongo menatap layar datar dihadapannya seolah tak percaya jika dia barusan menang mengalahkan para musuhnya.
"mana mungkin prince yang dahulu mencari masalah, dia kan dingin bahkan untuk sekedar tersenyum saja mungkin harus berfikir dahulu, beda dengan kau. kau kan berisik dan suka berbuat onar jadi mungkin saja kau yang memulainya" Lay mulai sewot.
"ya memang dia yang memulainya dahulu tahu!"
"au ah gelap, Baekkie mau selca lagi saja"
"dasar alay!"
Kai masuk kegerbang sekolahnya dengan bersiul-siul, sepertinya hari ini ia terlihat begitu bahagia. namun semua itu sirna akibat Sehun datang dan langsung disambut dengan teriakan anarkispara fansnya.
"whoaaaa~! Sehun prince dataangg!"
"Ommoo~Hunnaaa~!"
"astaga senangnya prince menatapkuuu!"
"ya tuhan dia tampan sekalii, aaaaa aku mimisaaann"
"Sehunnie noona mencintaimuu!"
"aaaa princeeee~!"
Kai menatap malas sekerumbunan yeoja lebay itu yang sedang mengerumbuni(?) ferari merah Sehun dengan tatapan biasa-biasa saja.
"hei hitam!" Sehun berseru ditengah keramaian itu sambil melambai kearah Kai, Kai hanya buang muka dan memilih meninggalkan daerah outdoor dan masuk kedalam gedung sekolah. ia berjalan tanpa menghiraukan sekitar dengan mata yang fokus pada ponselnya. tiba-tiba..
brukk!
bahu Kai menghantam benda keras, dia menatap kedepan dan menemukan Park Chanyeol si raksasa senyum yang juga merupakan sahabat Sehun. tak beda jauh dengan Sehun, Chanyeol juga terkenal disekolah mereka dan selalu disegani setiap orang karena sikapnya yang ramah dan murah senyum. Kai mengusap hidungnya yang memerah akibat terkena bahu lebar Chanyeol.
"Kai? ahh maaf aku menabrakmu, apa hidungmu sakit?" tanya Chanyeol sambil melongokkan kepalanya mencoba melihat wajah Kai yang hidungnya memerah.
"ya untung saja dia tidak masuk lebih dalam(?) bisa-bisa habis hidungku" rutuk Kai sambil memanyunkan bibirnya. Chanyeol menyengir.
"aku benar-benar tidak sengaja. forgive me, ok?"
Kai hanya mengangguk seperti puppy membuat Chanyeol terkekeh. dia yang terkekeh begitu membuat Kai seketika terpana.
Chanyeol sepertinya tidak buruk juga, dia baik, ramah, tampan, dan terlebih ia juga pintar.
"ahh yeah. I forgive you, sunbae.."
"hehhe, aku harus pergi sekarang, tadi pak Yoon memanggilku,"
"ah ne? aku juga ingin masuk kekelas" dan setelah itu Chanyeol berlalu dengan sebelumnya mengucapkan selamat tinggal dan diangguki oleh Kai. Kai membulatkan bibirnya dan menatap punggung Chanyeol yang semakin menjauh.
"yack, aku kenapa?" Kai memegangi dadanya yang berdetak dua kali lebih cepat dan pipinya yang bersemu merah.
"jangan-jangan.."
"aku menyukai Chanyeol sunbae, masa?"
"woy Kkamjong!" suara cempreng Baekhyun menyadarkan Kai dari telenovelanya dan segera menatap sahabat pendeknya itu dengan wajah kesal yang lucu.
"apa?!" balas Kai garang.
"kau berdiri ditengah jalan, bodoh."
"memangnya kenapa jika aku berdiri ditengah jalan? lagipula juga bukan ditengah jalan raya, kan?"
"kau ini bodoh atau tolol, sih? koridor itu sangat sempit dan.. Ibu kepala sekolah ingin lewat!" Baekhyun menggeram.
"apa?" Kai memasang wajah bodohnya.
"dibelakangmu!"
Kai seketika menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati sang Ibu kepala sekolah dengan wajah datarnya sedang membawa beberapa buku cukup tebal dan juga tas besar ditangan kanannya. tubuh Ibu kepala sekolah mereka memang sangat bongsor/? ukuran tubuhnya 3 kali lebih besar daripada ukuran tubuh manusia normal pada umumnya, dan saat dia melewati koridor sekolah, orang lain harus segera menyingkir karena hanya tubuhnya saja yang memenuhi lebar koridor dan tidak ada lagi celah sediktitpun untuk orang lain lewat.
"menyingkir sekarang bukan menyengir" cela Ibu kepala sekolah pada Kai yang sedari tadi hanya menyegir kaku kearahnya. entah karena ia takut atau apa wajah Kai sangat kaku saat itu.
Baekhyun menarik kerah blazer Kai dan menyebabkannya terseret dengan tidak elitnya, Ibu kepala sekolah menatap datar kepada Baekhyun dan Kai.
"lain kali jangan bertindak bodoh didepan umum"
"?"
'jadi dia melihatku dengan Sehun tadi?' batin Kai bertanya.
"dasar bodoh, kan sudah beberapa kali kuperingatkan padamu. jangan suka melamun ditengah jalan, untung saja pagi ini moodnya lagi baik. ya setidaknya sedikit lebih baik dari hari-hari biasanya yang kerjaannya hanya mongomel saja itu. jika saja kau tidak menyingkir dalam kurung waktu 2 menit bisa saja kau kembali berjemur ditengah lapangan Indoor, bisa-bisa bertambah hitam kau nantinya" oceh Baekhyun menyeret Kai memasuki kelas mereka, X-F.
"kau ini, Baek. pagi-pagi sudah mengomel saja seperti ajuhmma penjaga kantin, ada apa?" Lay mendekati Baekhyun dan Kai yang sedang duduk berhadapan diatas meja.
"kau tidak lihat tadi saat dia menghalangi akses masuk Ibu kepala sekolah(?)"
"ohh iya, aku lupa" Lay menepuk jidatnya membuat Kai dan Baekhyun menatap kearahnya.
"lupa apanya?"
"uang sakuku. Kai, nanti aku pinjam uang ya? masa saja kau tega melihatku kelaparan saat istirahat nanti"
"ya ya ya.. terserah sajalah, aku orang kaya kan."
"dasar sombong, sama saja seperti Suho" cibir Lay.
"kan si hitam ini adiknya, jadi wajar saja"
saat ini, Kai, Lay dan Baekhyun tengah menikmati makan siang mereka dengan senyap namun kedatangan Sehun nampaknya sangat berpengaruh besar bagi keributan kantin sekolah(?).
ya, sesaat sebelum 'pangeran sekolah' memasuki kantin. keadaan kentin terlihat lebih tenang tanpa teriakan dan kicauan para penggilanya, namun kedatangan Sehun dan Chanyeol dapat menyita perhatian seluruh penjuru kantin termasuk Lay dan Baekhyun yang tadi masih menikmati Udon mereka dengan tenang.
"prince, prince, kau datang untuk makan siang?" Teriak Lay exited seraya membalikkan tubuhnya dan melambai-lambaikan tangannya pada Sehun yang mengambil tempat dipojok kantin bersama Chanyeol.
"prince makan yang banyak yaa!" Baekhyun mulai berteriak ala fangirl dan lengkapdengan accesories ala Sehun seperti lightsaber, topi kerucut, dan poster yang entah darimana ia dapat-_-.
"Chanyeol, kau semakin tampan sajaa!"
"Sehun ayoo minum yougurt dari noonaaa"
"joss Sehun tampan sekalii!"
"Chanyeol, noona membawakanmu pisang kejuu"
"iya, terimakasih semuanyaa" teriak Chanyeol seraya melempar flying kissnya yang membuat mereka hampir saja terjengkal kebelakang.
dan akhirnya meja yang mereka tempati penuh dengan segala macam makanan dan minuman dari para penggemar mereka. seperti bacon, burger, muffin, mie hitam, ramen, cocca colla, spagetie, hingga buah-buahan seperti pisang yang merupakan buah kesukaan Chanyeol.
Sehun dan Chanyeol saling pandang.
"wow, kita dapat menghemat pengeluaran jika seperti ini..haha" Chanyeol tertawa renyah.
"ini seperti persediaan makanan untuk seminggu" Sehun menambahkan.
"astaga, mereka berlebihan sekaliii" cibir Kai dan berakhir dengan death glare kedua sahabatnya.
"Mereka pantas mendapatkannya, mereka kan tampan. dan juga, tinggii uhh tipeku sekali. iya kan, Baek?"
"Yoop"
"Suho hyung tidak tampan dan dia juga 'pendek' tetapi kenapa kau mau berkencan dengannya?!"
"yaa, kalau cinta tidak pandang fisik. iya tidak, Baek?"
"ohh, memangnya kau begitu?"
"ya kau ini tidak sehati sekalii" Lay memajukan bibirnya membuat Kai memutar bola matanya malas.
"ck, apa sih bagusnya dari Oh Sehun itu? muka tembok begitu, meskipun tampan.. yeah, aku pun juga tampan. bahkan lebih tampan, mungkin? ohh si Oh Sehun sok cool begitu, wajah tembok, pelit bicara, menyebalkan. apanya yang kalian lirik darinya? dasar labil" Kai ngelantur tak jelas sambil memakan spagetienya dengan malas. bahkan dia tidak menyadari bagaimana ekspresi Baekhyun dan Lay sekarang.
"APA-APAAN KAU KAI! KAU MENGHINA PRINCEKU?!" teriak Lay heboh mengundang pandangan seisi kantin. Kai melotot.
"menghina apanya? itu kenyataan, Yixing! ck, wajah batu begitu kalian bilang seperti pangeran. AKU BAHKAN JAUH LEBIH TAMPAN"
krikk
'AKU BAHKAN JAUH LEBIH TAMPAN'
'AKU BAHKAN JAUH LEBIH TAMPAN'
'AKU BAHKAN JAUH LEBIH TAMPAN'
ucapan Kai yang mengatakan jika dia lebih tampan daripada Sehun terus mengiang diotak Baekhyun dan Lay.
"ANDWAEEEE!"
"yack, kalian rusuh sekali, kami ingin makan dengan tenangpun rasanya sulit sekali!" teriak Chanyeol dari jauh.
"berisik kau!" balas Baekhyun sewot sambil melotot kearah Chanyeol, membuat lelaki tinggi itu seketika menelan ludahnya dan kembali duduk dikursinya.
"kau membentak Chanyeol sunbae?!" bisik Kai sarkastik pada Baekhyun, Baekhyun memutar bola matanya malas.
"dan kau bilang apa barusan? muka seperti arang begitu kau bilang lebih tampan dari prince Sehun?! helooo! sadarlah, kau itu HITAM!"
CLEBB
ucapan Baekhyun sungguh pedas. dan itu sedikit membuat Kai tersinggung. sebenarnya kulit Kai itu tan, bukannya hitam. memang hanya Baekhyun saja yang berlebihan.
"Mworago?! heii ByunBaek, aku ini tan. bukan hitam pendek!"
"berhenti berbangga, pesek!"
"masih untung aku pesek, daripada kau? bodymu seperti yeoja!"
"Ohh.. Kai apa yang kau katakan?" Lay yang menyadari adanya aura gelap dari Baekhyun memilih memundurkan kursinya dan segera menjauh dari meja yang mereka bertiga tempati.
Baekhyun paling marah jika disebut 'memiliki tubuh seperti yeoja'. moodnya yang tadi cerah karena bertemu dengan Sehun sang pujaan hati dikantin menjadi anjlok drastis akibat perkataan Kai. Kai memang pandai untuk urusan menurunkan mood orang.
"lihatlah, wajahnya memerah" bisik Chanyeol.
"apa peduliku?" balas Sehun acuh membuat Chanyeol rasanya ingin menusuk lubang hidungnya dengan sumpit ditangannya.
"kau begitu menyebalkan" dengus Chanyeol.
.
"apa yang kau katakan barusan?" Baekhyun menaikkan dagunya dengan tinggi sambil berjinjit dengan kedua tangan dipinggang.
"si pendek yang memiliki tubuh seperti yeoja, apa?!"
"APA KATAMUU?! HYAAA~!"
Baekhyun segera mencakar-cakar wajah Kai dengan jemari lentiknya. Kai menghalang-halangi tangan Baekhyun yang mencoba menggapai permukaan kulit wajahnya dengan kukunya yang panjang. dan untung saja mereka terhalangi oleh meja ditengah-tengah keduanya. jadi Baekhyun tidak bisa leluasa mencakar wajah Kai yang dikatakannya 'lebih tampan dari Sehun' itu.
"BERANINYA KAU MENGATAIKU SEPERTI ITU, DASAR PESEK!"
"MULUT EMBER!"
"JERAWAT GAJAH!"
"PINGGANG BESAR!"
"MONYET ZIMBABWE!"
"MODEL JADIJADIAN!"
"APA?! KIM JONGIIIIIIINN!"
"BYUN BAEKHYUUUUUNN!"
dan keduanya mulai lagi. Baekhyun dan Kai saling terlibat 'pukul manja' ditengah-tengah kantin dan seluruh orang mengelilingi mereka berdua sambil bersorak gembira. ada yang mendukung Baekhyun, ada pula yang mendukung Kai. sungguh menggelikan.
"cakar punggungnyaa"
"Baekkieee, ayo gigit hidungnyaaa"
"Hidup Kaiii!"
"jewer telinganya Kaiii"
"uuuuhh yeaaahh pukul lagi Baekhyuuuunn"
"Jongin! Jongin! Jongin!"
"Baekhyun! Baekhyun! Baekhyun!"
"hidup Byun Baekhyuuunn!"
"hidup Kim Jongiiiinn!"
Sehun menatap orang-orang itu datar, tepatnya pada sosok manusia hitam menyebalkan bernama Kim Jongin.
"hei, berhenti melakukan hal bodoh"
hening..
suara menggelegar Sehun menghentikan semua aktifitas yang mereka lakukan. termasuk Chanyeol yang entah sejak kapan berada dikerumbunan paling depan dengan tepuk tangan paling keras.
"Joongiiinnn! Joongiiin! hidup Jongiiin!"
"yack, Kkamjong, Bacon. stop doing like that! dasar bodoh" Lay menarik kedua sahabat idiotnya itu ketepi kerumbunan lalu kabur keluar kantin.
"YA, NAK. KALIAN BELUM MEMBAYAR MAKAN SIANG KALIAN!"
"HUTANG DULU, BU! ATAU MINTA DENGAN SUHO SAJAA!" balas Kai tak kalah kencang.
"kupikir urat malunya sudah putus" dan akhirnya Sehun mengeluatkan dompetnya.
"berapa semua makanan mereka?"
krikk krikk
"whoaa prince Sehunmentraktir trio dwaeji"
.
"kau bagaimana sih, Kai. katanya orang kaya, tapi masa saja hutang dulu. kan kami maluu"
"ndee, dasar bakterii" tambah Baekhyun.
"privasi" Kai menghardikkan bahunya acuh.
"cihh"
Bel sekolah telah berbunyi sejak 10 menit yang lalu. Kai masih berdiri didepan gerbang sekolahnya dengan kedua tangan yang menutupi kepalanya karena teriknya matahari yang serasa membakar kulit kepalanya.
teman-temannya telah pulang, termasuk dua sahabat idiotnya. Baekhyun pulang dengan dijemput oleh supir pribadinya dan Lay yang pulang bersama hyungnya terlebih dahulu. dan dia dibiarkan terlantar didepan gerbang sekolah sedangkan hyungnya malah pulang berduaan dengan Lay. kata Suho, Kai hanyalah parasit yang mengganggu mereka bermesraan karena dia dengan sesuka hati menyanyi sekerasnya dengan suaranya yang cempreng itu hingga suara gombalan Suho pada Lay tidak tersengar.
adik teladan.
"tahu begini tadi aku bawa mobil saja" dengus Kai kesal.
"tapi aku kan tidak bisa bawa mobil" Kai menepuk dahinya.
"..dan aku juga tidak punya SIM"
krikk krikk
suara jangkrik dan gesekan dedaunan kering menjadi sondtrack dari keluhan Kai.
"sialan kau Suho hyung, malah meninggalkanku dan pergi bersama Lay."
"adikmu Lay apa, bukan aku"
"ba––"
BRUUUMMM
CRASSSHHHHH!
sebuah mobil ferari berwarna merah melaju dengan kencang dihadapan Kai, melewati kubangan genangan air yang mengendap dijalan aspal yang sedikit cekung. mengakibatkan air kubangan lumpur itu terciprat keseragam Kai, hingga mengenai wajahnya yang dia sendiri bilang tampan itu.
matanya terpejam kaget, mulutnya terbuka lebar dengan kedua lengan yang masih melayang diudara.
orang dari mobil mewah itu segera keluar saat menyadari jika dia baru saja menyipratkan air kotor itu kepada orang yang sedang menunggu ditepi jalan.
"maaf, aku tidak sengaja"
Kai membuka matanya dan seketika matanya membola kaget saat mengetah siapa yang baru saja menyipratkan air kubangan itu kepadanya.
"kau lagi?!"
"iya, aku lagi. dan aku tidak tahu kenapa beberapa waktu belakangan ini kita sering berjumpa dengan ketidaksengajaan, jangan-jangan kita berjodoh?"
"Mworago?! jodoh?! aku tidak sudi berjodoh denganmu, tembok!" Sehun menghardikkan bahunya acuh.
"kau itu adalah 'malapetaka' dan kau lihat sekarang gara-gara kau seragamku kotor, kemejaku, celanaku, blazerku, ahh sepatu barukuuu.. ya! kau sungguh menyebalkaann!"
"kau ini berisik sekali, ayo aku antarkan pulang"
"huh? kau demam?"
.
.
.
TBC
A/N: hai helooooooo gue disiniiiiiihhhh/*jogetcaesarbarengchanyeol/?
pake bahasa biasa aja gapapa kan?
i'm coming with chapter 2 babehh.. uuuyeaahh gue baca semua riview dichap satu, huhhu gomawooiii
seneng pisaaaann guee mumumumu:*:*:*/*dilemparkemerkurius
sebelumnya maaf ya kalo gariinggg, terus geje, aneh, hambar, deelel. tapi cemanoo gue bisanya hanya begindang huhhu T_T.
sebenarnya part yg terakhir yg Kainya keciprat comberan itu adalah cerita gue asli masa. iyaa jadi gini, kan disekolah gue gaboleh bawa motor ya. jadi gue dianter ama appa, dan pas nunggu jemputan didepan gerbang ehh ade motor lewat didepen gue dan yahh gitu.. wajir dan yg nyipratin gue ternyata cowok yg gue suka masa *cakarcakarmeja* jadi yah gituu.. dianterr ma diaa huaahuaahuaaaaa seneneenggg pisaannn lalalala *gelokumat* dan pas sampe rumah gue dikepoin ama abang gue dah terus dia bilang ke emak gue
tapi gejee sumpah ya chap ini
lempar guee lempaaarr *dilemparbenerandariatasmonas* otak gue lagi error.. abiss ujiaann dan sekarang liburan yah. alhamdulillah gue dapet juara dua hahha #pelukbaekkie# *diseleminceyekeempang* oh ya kemaren laptop gue nyemplung ke-got masa. jadi diservice lagi deh haha lucu pisan pas gue cek semua file2nya malah hilang semua dan pas gue tanya ke mas-mas tukang service katanya dia keformat semuaaa.. hahaa wajiirr tapi alhamdulillah untung aja gue masi inget2 dikit chap yg kmaren udah gue ketik, dan gini dah jadinya chinguyaa.. jelek bin absurd
tapi semoga kalian seneng ama KaiHun momentnya, oh ya. disini Kai uke ya, Sehun seme. so just enjoy the story guys.. dan jangan lupa tinggalin jejak dikotak riview yaa
gomawooooo~
