Chapter 2: Namanya Hinata

Disclaimer character belongs to Masashi Kishimoto

Warning: typos,OOC

DON'T LIKE DON'T READ

Pairing: Naruhina

"Hinata..." panggil Sakura pelan.

"kau melamun,Hinata?" ucap Sakura sambil mengayunkan tangannya didepan wajah Hinata.

"Eh? Gomen,Sakura" pekik Hinata terkejut.

"Apa yang kau lamunkan,eh?"

"Emmm...aku hanya takut kalau Naruto tau kalau aku yang mengalahkannya di balapan kemarin" jawab Hinata dengan nada cemas yang justru membuat Sakura tertawa.

"Hinata,,,Hinata... kau itu lucu sekali eh, kau justru mengkhawatirkan hal yang tidak-tidak. Kita saja tak sekelas dengan Naruto. Dan yang lebih parah,kita itu tak kenal Naruto. Dan aku hanya tau saja,karena dia itu kan terkenal dikampus ini" ucap Sakura dengan nada penuh penegasan.

"tapi Sakura-"

"Cukup yah Hinata, ini sudah pukul 8AM. Kita harus ke kelas sekarang. Dan satu lagi ku ulangi, jangan khawatir berlebihan." Potong Sakura cepat dan tegas.

"Baiklah" angguk Hinata singkat.

...

"Kau mau kemana,Naruto?" panggil sosok pemuda bersurai coklat yang sedari tadi mengekori Naruto dari belakang.

"Aku mau menemui si brengsek itu,Kiba" ujar Naruto tanpa menghentikan langkahnya.

"Maksud kau Toneri?"

"siapa lagi hah? Aku ingin memberi si brengsek itu pelajaran" jawab Naruto dengan nada serius dan meninggalkan Kiba tanpa sepatah katapun.

"Naruto..."

...

Pemuda bersurai putih pendek tengah asyik duduk dikelas yang masih sepi sambil memainkan gadget kesayangannya.

BRAKKKKKK...

Suara gebrakan meja keras membuyarkan konsentrasi pemuda itu bermain gadget. Ditatapnya denganserius iris safir biru dari seorang pemuda yang ia kenal. Iris safirnya itu menggambarkan tatapan tajam yang menusuk.

"Eh? Si pembalap bertahan itu ada disini..." sapa Toneri dengan nada yang justru mengejek.

"Apa maksudmu hah, menyebarkan berita menjijikan tentangku di mading itu?" tuding Naruto to the point.

"Berita menjijikan yah? Aku rasa itu berita real. Yang menjijikan itu justru dirimu. Kenapa? Seorang Namikaze yang notabene si juara bertahan harus K.O di tempat. Menjijikan bukan?" jawab Toneri dengan nada santai merendahkan.

"BRENGSEK" umpat Naruto lantang sambil memegang kerah kemeja putih Toneri erat.

"Kau mau memukulku? Hajar saja,nih" kilah Toneri dengan mencondongkan pipi kirinya dengan sengaja kearah Naruto.

Merasa dipancing,Naruto mulai dalam batas kesabaran. Ia harus menghajar Toneri. Namun,saat tangan Naruto mulai terangkat untuk menghajar Toneri, tiba-tiba Kiba muncul dan menahan tangan Naruto.

"Kau tak boleh menghajarnya disini,Naruto" cegah Kiba.

"Aku harus menghajarnya Kiba, menyingkirlah!"ujar Naruto dengan menatap tajam kearah Kiba tanpa melepaskan cengkramannya pada kerah Toneri.

"Kenapa berhenti? Ayo hajar! Apa kau takut,eh?" ujar Toneri dengan seringainnya.

"Cih..."

...

Sesosok gadis bersurai indigo tengah berjalan mendekati kelas bersama teman pinknya,Sakura. Namun, langkahnya terhenti kala mendengar suara keributan dari dalam. Ia menghentikan langkahnya dan mencoba melirik lewat jendela.

"itu bukannya laki-laki itu?" batin Hinata.

'Kenapa berhenti,Hinata? Dan ada apa didalam?" ucap Sakura yang penasaran melihat Hinata yang fokus melirik sesuatu dari jendela.

"Naruto dan Toneri sedang adu mulut,Sakura. Naruto sepertinya ingin menghajar Toneri.

"mereka bertengkar?" ucap Sakura yang ikut-ikut melirik ke arah jendela penasaran. "Ada apa dengan mereka,yah?" gumam Sakura pelan.

"Entahlah." Jawab Hinata dengan mengangkat kedua bahunya.

"Apa yang kalian intip, hm?" suara bariton yang khas dari pria paruh baya berkaca mata dan bersurai abu-abu mengagetkan Sakura dan Hinata yang tengah fokus menatap sesuatu dari jendela.

"Eh? Bapak. Sejak kapan disini,Pak?" ucap Sakura kikuk dengan mengelus tengkuknya yang justru tak gatal.

"Sejak tadi. Ada apa didalam memangnya,hm?"

"Didalam ada yang sedang ribut,Pak" jawab Hinata yang kemudian menjelaskan.

"Yang benar?" tanya Kabuto dengan nada tak percaya. Pasalnya memang ini waktunya untuk mengajar.

"benar,Pak" jawab Hinata singkat.

...

"jika kau takut, katakan saja hah. Kau ini hanya gertak sambal. PECUNDANG" Ucap Toneri yang sepertinya memang memancing Naruto untuk menghajarnya.

"Apa kau bilang hah?" ucap Naruto dengan nada berteriak.

BUGGHHHH...

Satu tinjuan akhirnya mendarat di pipi kiri Toneri. Saat Naruto akan mulai memukul Toneri lagi, tiba-tiba...

"Hentikan..." seru Kabuto yang sukses membuat Naruto menghentikan aksinya dan melepaskan cengkramannya pada kerah kemeja Toneri.

"Jangan membuat kekacauan di kelas saya. Jika kalian tak mau saya beri hukuman. Apa kau bagian dari mahasiswa saya di kelas ini,hm?" ucap Kabuto yang dengan serius menatap kearah Naruto.

"Bukan. Kelas saya berada di lantai atas" jawab Naruto menjelaskan.

"jika bukan, keluarlah. Saya akan memulai kelas pagi ini"

"Kau selamat kau lain kali" ujar Naruto dengan mendecih kearah Toneri dan pergi. Kiba pun hanya mengekori Naruto lagi dari belakang.

Naruto berjalan kearah luar, iris safirnya memandang amethis dari seorang gadis indigo yang kini berada di depan pintu . amethis menatap iris safir. Jantung Hinata merasa berdetak lebih cepat saat safir itu memandang Hinata dan lalu pergi berlalu melewatinya.

Sakura sudah masuk ke dalam duluan. Sedangkan Hinata hanya memandangi punggung Naruto yang semakin berlalu jauh naik menuju anak-anak tangga sampai ke atas. Dan menghilang dari pandangan Hinata.

"kau mau masuk atau mau tetap disitu? Cepat masuk!" tegur Kabuto mengagetkan Hinata.

"H-hai" ucap Hinata yang kemudian langsung masuk dan duduk di samping Sakura.

"Ceelah yang memandangi Naruto sampai segitunya. Naksir yah?" jawab Sakura dengan nada meledek.

Hinata hanya menunjukkan fakesmile pada Sakura.

...

"Kuliah pagi ini selesai. Kita ketemu minggu depan" Seru Kabuto saat melihat arlojinya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 10 AM.

Semua mahasiswa yang berada dikelas itu lantas berhamburan keluar. Hinata baru saja memberesi buku-bukunya.

"Hinata, aku duluan yah? Jaa..." kilah Sakura dengan melambaikan tangan dan pergi.

"Hati-hati' teriak Hinata yang berharap Sakura mendengarnya tadi.

Hinata mulai beranjak dari duduknya.

"Hinata..." panggil Kabuto saat Hinata akan pergi dari kelas.

"Iyah Pak, ada apa?" jawab Hinata yang mulai berjalan menghampiri dosennya itu.

"tolong kembalikan berkas absen dan serta kunci kelas ke ruang pelayanan di lantai atas pojok yah?" ujar Kabuto dengan menyerahkan berkas yang berwarna merah muda pada Hinata.

"Baik Pak" Jawab Hinata mengangguk.

Kabuto lantas pergi meninggalkan Hinata. Hinata mulai berjalan keluar dan mulai menutup pintu kelas itu dengan rapat dan menguncinya. Setelah itu ia lantas berjalan menuju lantai atas menaiki anak-anak tangga yang begitu banyak melelahkan...

"hossshhh...hosssshhhh" deru Nafas Hinata saat sudah berada dilantai atas.

Kemudian ia berjalan menuju ruang pelayanan yang berada dipojok dekat ruang 2.101.

BRUKKKKKK...

Berkas absen yang Hinata bawa tiba-tiba terjatuh saat seseorang menabraknya dengan kencang. Hinata lantas berjongkok dan mengambil berkas absennya itu.

"Gomen, aku tidak se-"

"eh? Kau yang bukannya tadi didepan pintu tadi pagikan?" potong seorang pemuda bersurai kuning jabrik saat melihat ternyata yang ditabraknya itu seorang gadis mungil bersurai indigo yang sempat ia lihat tadi pagi di depan pintu.

"Kau mengenalnya,Naruto?" seru Kiba yang berekspresi aneh saat teman pirangnya mengenal sosok gadis itu.

"Naruto? Oh kami-sama" batin Hinata terkejut ternyata yang menabraknya itu Naruto si pemuda yang ia kalahkan dalam balapan kemarin.

Hinata lantas bangkit dari jongkoknya. Ia mulai dengan perlahan menatap safir biru. Entah mengapa ada rasa takut, jika pemuda itu tau jika Neji dibalapan itu adalah dirinya.

"Gomen, aku tidak sengaja. Apa ada yang luka?" kilah Naruto dengan tersenyum.

"Daijobou. Gomen, aku yang tidak lihat-lihat saat berjalan. Aku harus pergi ke ruang pelayanan" jawab Hinata yang sontak langsung berlari menghindari Naruto.

"Eh? Siapa namamu?" teriak Naruto dengan kencangnya.

"Hinata" jawab sosok gadis bersurai indigo itu yang melontarkan namanya dengan menoleh kearah Naruto dan lantas pergi berbelok menghilang dari pandangan Naruto.

"Hinata. Yah,namanya Hinata" gumam Naruto dengan mengecup jari telunjuknya yang mengepal.

"Kau menyukainya,eh?" Tegur Kiba yang mulai menangkap rasa curiga pada raut muka teman pirangnya itu.

"Mau tau ajah kau itu,Kiba..hehe" ucap Naruto dengan terkekeh dan turun berjalan menuruni anak-anak tangga.

"Aku ditinggal lagi. Sialllllllllllll! Naruto..." ujar Kiba dengan setengah berlari menyusul Naruto dan memanggilnya setengah berteriak yang sudah jauh dari pandangannya.

TBC

Haiiiiii... ketemu lagi dengan yuni di chap 2 ini :D yuni harap chap ini tidak mengecewakan. Gomen, wordnya pendek. Memang yuni itu author yang fic"nya ber word pendek. Gomen mengecewakan readers...

Tinggalkan review yah biar nambah semangat :D jangan lupa jika berkenan mem fav atau memfollow :D jika ada yang ditanyakan silakan PM saja :D terima flame juga kok :D

SEE YOU NEXT CHAP. Salam kenal :D

Yuniayunda68