Sungmin POV
From : Tuan Cho
Ini sudah hari ketiga, hari pertama aku mulai mencarimu. Aku suka bercanda denganmu. Bisakah aku memanggilmu darling?
Setiap pagi, selalu saja sms seperti ini yang masuk. Walau ini baru saja hari ketiga, 4 hari lagi menuju hari terakhir aku bisa bertemu dengannya. Bahkan calon suamiku saja tidak tahu akan kejadian ini. Apakah dia akan peduli dengan keadaanku sekarang? Sebenarnya apa yang membuatnya melamarku?
Without You
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Kim Ryeowook
Genre : Romance.
Note: Fanfic kepunyaan author asli! No copas, rnr boleh happy reading
Tiba tiba sebuah sms masuk ke ponselku, dari Eunhyuk
From : Beloved Hyuk
Selamat pagi, calon istriku. Semoga harimu menyenangkan
Kenapa isinya tidak membuatku bergairah untuk membalasnya? Dengan segera aku membalas pesan dari Kyuhyun
To : Tuan Cho
Iya tuan. Haha tidak. Kau tidak boleh memanggilku begitu. Aku merasa nyaman berada didekatmu, dulu. Dan sekarang, aku nyaman bercanda denganmu
Aku segera menuju meja makan. Ummaku sudah berangkat ke kantornya. Aku memakan sarapan dengan perlahan, bingung harus melakukan apa hari ini. Hm, sebaiknya aku pergi berkeliling desa, banyak yang bisa kulihat disini.
Kyuhyun POV
"Permisi" terdengar suara dan ketukan dari depan pintu. Aku mendongak dari beberapa lembar kertas, menatap jendela. "Masuklah" ujarku akhirnya, dan Ryeowook masuk ke ruanganku. "Ada beberapa proporsal yang datang lagi tuan, deadlinenya sore ini" ujarnya pelan, menunduk.
Aku segera berdiri dihadapan Ryeowook. "jangan menunduk ke arahku seperti tadi, anggap saja kita berteman. Kita tidak dibedakan dengan status" ujarku lalu merenggangkan tubuhku. Jam sudah menunjukan pukul 1 siang, dan beberapa kerjaanku belum selesai.
"Aku bisa membantumu tuan" usul Ryeowook, tersenyum riang ke arahku. Aku menolak dengan lembut, "Namun, bisakah aku menitip makanan? Aku lapar, sejak pagi belum makan" kataku, mendecak. Ryeowook langsung mengangguk mantap.
"Sialan, ini sudah hari ketiga tapi kerjaanku belum selesai" gumamku pelan, berjinjit. Ryeowook menatapku heran, dan aku tersentak. "Ah, apa aku bisa meminta tolong? Mulai besok sampai 3 hari kedepan, aku cuti. Dan kau akan ikut bersamaku"
Author POV
Sungmin duduk dipinggir sungai Kintai, memasukan jari-jarinya ke aliran air yang tidak deras. Matahari mulai turun, cahayanya terasa hangat. Sungmin tersenyum pelan, beberapa ibu-ibu melewatinya sambil membawa makanan kecil, atau cucian baju.
Air ditangannya terasa sejuk sekali. Ingin sekali Sungmin menceburkan dirinya kedalam sungai jernih ini. Pasti airnya sejuk sekali. Tiba-tiba, seorang anak lelaki mendekati Sungmin, duduk disebelahnya. "Kakak, sedang apa sendiri disini?" tanyanya pelan, bermain air menirukan Sungmin.
Sungmin mengerjap, mengelus rambut anak kecil tersebut dengan tangan satunya. "Aku sedang memikirkan seseorang" ujar Sungmin pelan, tersenyum dengan lembut. Anak lelaki itu terkikik, "pacar kakak?" tanyanya. Muka Sungmin memerah.
"Bukan. Dia tuanku" ucap Sungmin ragu, mengapa anak kecil itu menanyakan hal yang tidak wajar. "Tuan? Kakak siapa?" tanyanya polos, ternyata dia imut sekali bila tersenyum. Ia mengenakan baju berloreng merah biru dan celana jeans ¾. Wajahnya putih bersih, dengan rambut coklat alami. Matanya hitam bersinar
"Dia atasanku, aku bawahannya. Namun aku sudah mengundurkan diri" ucap Sungmin singkat, mencipratkan air ke tubuh anak tersebut. Dia terkikik pelan, balas mencipratkan air ke wajah Sungmin. "YAK!" teriak Sungmin, mengejarnya berkeliling sungai, anak lelaki itu tertawa dan berlari cepat didepan Sungmin.
HARI KE-4.
Cho Kyuhyun mendecak kesal. Kemacetan terhampar didepannya. Dia mengklakson tanpa sebab, mencengkram stir dengan emosi. Ryeowook yang berada disebelahnya berdecak kaget, tak menyangka bahwa Kyuhyun jago sekali menyetir, dan pertama kalinya dia melihat wajah tuannya yang pasrah.
"Mau bergantian, tuan?" tanya Ryeowook, melepas beltnya. Keringat Kyuhyun mengalir dari dahi sampai ke dadanya yang dibalut jas tebal. Kyuhyun mengencangkan pegangannya pada setiran mobil, menyalakan gpsnya dan memencet layarnya.
"Apa kau tahu, desa apa saja yang dilalui sungai Kintai?" tanya Kyuhyun terburu-buru, Ryeowook berusaha mengingat, dan Kyuhyun mengetik dengan cepat dilayar. "Setahuku ada 3 desa, tuan" ucap Ryeowook. Kyuhyun menatap Ryeowook, tatapan seperti ingin memangsa manusia dihadapannya itu.
Ryeowook mengitungnya dengan jari "ada desa Kimigakure, Hansoi, dan Lanjuke" ucapnya perlahan tapi pasti, dan menatap Kyuhyun penuh harap. "Namun, sungai Kintai terletak di Korea yang paling selatan, kita baru bisa sampai esok hari" ujar Ryeowook, menatap jam di tangannya
Sudah pukul 6 sore
"Tidak masalah bukan? Kau sudah membawa baju ganti" ucap Kyuhyun tanpa sadar, memacu mobilnya berlawanan arah. Sedari tadi mereka menuju Korea paling utara. "Aku akan membiayaimu selama perjalanan ini. Aku yakin kau akan baik-baik saja" ucap Kyuhyun, angin dari pendingin mengusap rambutnya yang lepek.
Ryeowook menarik nafas, merasakan angin menerpa wajahnya juga. Entah kenapa Ryeowook terpikat oleh tuannya sendiri.
Hari ke-5
Sungmin POV
Hari ini sudah terdapat banyak misscall dan sms. Bukan, bukan dari suamiku. Dari Tuan Cho. Aku baru saja bangun pukul 7 karena bunyi dering yang terus bergetar dimejaku. Merasa malas, aku duduk sebentar dipinggir kasur, melihat handphoneku berdering terus menerus. Setelah mataku bisa menyesuaikan cahaya dengan lingkunganku, aku bangkit dan menatap handphoneku.
Tuan Cho, lagi.
Dengan cepat aku mengangkatnya, menaruhnya dekat telingaku.
"KEMANA SAJA KAU?" teriak Kyuhyun kesal dari ujung sana, membuatku terkaget dan menjauhkan handphone tersebut dari telingaku.
"Aku baru saja bangun. Bagaimana? Sudah menemukanku?" tanyaku pelan, menatap jendela yang sudah terbuka lebar. Pasti ummaku sudah pergi bekerja lagi.
"Aku ada dipintu desa Kimigakure. Apakah kau ada disini?" tanya Kyu diujung sana, terdengar cemas. Dia mendecakan lidahnya berkali-kali.
Aku terkikik pelan, dia benar-benar mencariku. "Bukan tuan, Desaku terletak lebih selatan dari desa Kimigakure. Didesa itu bisa terlihat gunung Seiko" jelasku, mengingat lagi.
"Juga terdapat danau Yasobei, danau 2 warna. Aku tinggal disebuah rumah kecil, diujung, dekat dengan tiang yang menjulang tinggi" lanjutku.
Kyuhyun mendecak diujung sana, berusaha berpikir.
"Temukan aku" ucapku pelan, ketika aku melihat Eunhyuk berdiri diambang pintu, menatapku dengan tatapan mematikan.
Kyuhyun POV
"Sial, kenapa telponnya terputus?" ucapku, memukul mukul handphoneku. Aku berkaca dikaca spion mobilku, wajahku berantakan. Mataku terlihat merah dan mukaku berminyak. Rambutku berantakan tidak jelas. Kulihat Ryeowook sedang tertidur lelap dikursi penumpang.
"Kim Ryeowook. Bangunlah. Ayo kita mencari kamar mandi. Kita butuh kamar mandi" ucapku akhirnya, duduk dikursi kemudi. Ryeowook menggeliat sebentar, badan kecilnya pas dengan kursi penumpang sedanku. Perlahan dia terbangun dan mengerjap cepat.
"Maaf...maafkan aku tuan. Aku tertidur. Aku..." ucap Ryeowook, memulai untuk menjelaskan alasannya. Aku meletakan jari telunjukku dibibirnya, membuatnya diam. "Kau tidak perlu meminta maaf. Ayo kita mencari kamar mandi. Sepertinya kita sedikit kotor" balasku
Ryeowook terdiam, menatapku dengan tatapan kosong. "Aku sudah memaafkanmu. Ayo giliran kau yang menyetir. Aku lelah. Atau carilah penginapan kecil"
Author POV
Eunhyuk mendekat kearah Sungmin, menatapnya dengan tatapan ganas. "Dengan siapa kau bicara tadi?" tanya Eunhyuk akhirnya, berjalan mengelilingi Sungmin yang berdiri membeku. Mengerling Eunhyuk dengan ekor matanya.
Dengan cepat Sungmin mematikan telponnya, berharap semua sms dari tuan Cho menghilang. Menggenggam handphone erat-erat. "Jawablah sayang. Kenapa kau tidak mau jujur?"
Sungmin merasakan nafas Eunhyuk ditelinganya, membuatnya bergidik. Sungmin merasakan aliran darahnya berhenti, susah bernafas. "Siapa dia, Lee Sungmin?"
Sungmin merasa sudah waktunya ia menjawab. "Dia atasanku. Dulu. Kau sudah pulang?" tanya Sungmin, mencoba menatap mata Eunhyuk, menyentuh dasinya dengan jari-jari lentiknya.
"Aku tidak berpikir begitu, Sungmin"
Sungmin menelan ludah, entah apa yang diinginkan Eunhyuk. Dengan sengaja, Sungmin menjatuhkan handphonenya. Berharap handphone itu rusak dan memorinya menghilang.
"Apa yang kau inginkan, darling?" tanya Sungmin takut-takut. Eunhyuk dengan cepat memegang pinggang Sungmin, menariknya kedalam pelukannya.
"Aku ingin, pernikahan kita dilaksanakan besok. Bila kau menyanggupinya, aku akan percaya padamu" ucap Eunhyuk, mengecup dahi Sungmin pelan.
Sungmin menghembuskan nafas? Bagaimana ini? Ini masih hari ke 5. Ia tahu bahwa suaminya tidak akan mengizinkannya bertemu dengan mantan atasannya itu lagi. Tidak akan pernah.
Setelah beberapa lama berpikir, Sungmin sudah memutuskannya.
"Baiklah. Aku siap. Kau harus percaya padaku, Lee Hyukjae"
Sementara itu ditempat lain, Kyuhyun sedang berusaha menghubungi Sungmin. Mereka mendadak kehilangan kontak.
TO BE CONTINUE~
