Sebagai sesama manusia kita harus saling memaaf-kan, jadi maafkan lah diriku yang suka typo di chapter sebelum, sekarang dan ke-depan. Akan aku perbaiki secepatnya (kalau niat).
DISSCLAIMER: I do NOT own Boku no Hero Academia / My Hero Academia.
-=Chapter 001=-
-My Number & Only ONE-
First encounter
Cerita ini berawal di sebuah kota, tepatnya di depan sebuah bangunan yang memiliki papan nama yang bertuliskan Asahina Kinder garden, sebuah TK yang berada di pusat kota. Ada beberapa orang tua sudah berdatangan untuk mengantarkan anak mereka sebelum para orang tua tersebut memulai hari mereka untuk berkerja. Tapi kita tidak memfokuskan cerita ini kesana. Kita focus pada seorang ibu yang berperawakkan mungil dan langsing, rambutnya yang lurus dan berwarna kehijauan melambai lembut di sela ia memperhatikan anak perempuannya yang menyanyikan sebuah melodi dengan sangat riang.
"Mama! Ayo cepat!" anak perempuan yang warna rambutnya sama dengan ibunya –hanya saja ikal dan di potong pendek dengan tambahan sebuah jepit rambut berbentuk bunga sakura. Matanya terlihat berbinar melihat gedung yang nantinya akan menjadi tempat ia mendapatkan banyak teman "Kyaa!"
"Waa!"
Senyum di wajah sang ibu menghilang saat melihat anaknya terjatuh karena di tabrak oleh anak laki-laki berambut spikey dan Ash Blond, matanya yang orange –mendekati merah, terlihat sedikit kaget dengan apa yang baru saja ia tabrak "KATSUKI! CEPAT MINTA MAAF!" dari belakangnya, seorang wanita yang memiliki mata, style dan warna rambut yang sama dengan si anak laki-laki, terlihat sangat marah dan tanpa basa-basi menjitak kepala anak laki-laki-nya.
"AWCH! …kuuh…! Dasar nenek lampir!" dan sekali lagi, dia mendapatkan sebuah jitakkan di kepalanya.
"Mn…? Inko?!" sebenarnya ada rasa ragu di dalam dirinya –Bakugou Mitsuki, saat memanggil nama dari sosok wanita yang membantu anak perempuannya untuk berdiri di hadapannya.
Wanita berambut kehijauan –Midoriya Inko, yang masih membantu anak perempuannya untuk berdiri den membersihkan bajunya yang sedikit kotor, mengangkat kepalanya saat merasa namanya di pannggil "Eh?! Mitsuki?!"
Dan tentunya, tanpa di duga keduanya ternyata saling kenal, mereka adalah sahabat dekat dari SMA. Setelah berbincang tentang kilas balik kapan mereka terakhir bertemu di acara reuni beberapa tahun lalu –ketika keduanya masih sama-sama hamil. Keduanya pun beralih untuk memperkenalkan anak mereka dengan satu sama lain "Izuku…" bisik Inko pada anak perempuannya yang selalu malu pada orang baru dan bersembunyi di belakang sosok sang ibu, perlahan, dia mulai memberanikan diri dan maju untuk memperkenalkan dirinya.
Mata emerald-nya menatap Mitsuki, kemudian ke anak laki-laki yang menatapnya dengan mata yang terbuka lebar –terpesona mungkin? "Na –Namaku Midoriya Izuku, 5 tahun, salam kenal" dengan wajah yang memerah dia membungkuk singkat pada ibu dan anak di depannya. Bibirnya membuat senyum malu-malu yang membuat wajah imutnya yang merona semakin imut.
Ada perasaan hangat yang timbul di hati Mitsuki saat melihat ekspresi malu dari Izuku "Fufufu! Manis sekali anak perempuan-mu Inko! Katsuki, kau juga perkenalkan dirimu!" Mitsuki menepuk kepala anak laki-laki-nya –menyadarkan sang anak dari renungannya tentang Izuku yang masih menatapnya malu-malu.
"Bakugou Katsuki…" walau hampir terdengar seperti sebuah gumamman, Inko dan Izuku masih bisa mendengar dengan apa yang ia ucapkan. Sang ibu dari Katsuki terlihat puas, kemudian dengan beberapa kali tepukkan di kepala anaknya, dia berlutut di depan Katsuki –yang terlihat tidak suka dengan tepukkan yang di berikan oleh ibunya.
"Sekarang dengarkan aku Katsuki" sang ibu menatap lurus dan meletakkan tangan kanannya di bahu Katsuki "Kau laki-laki kan?" wajah Katsuki berubah menjadi serius saat mendengar kata laki-laki dari ibunya, ia langung mengangguk mantap sebagai pengganti untuk menjawab pertanyaan dari ibunya "Laki-laki jantan kan?" anggukkannya kini di temani oleh sebuah acungan jempol dan senyum percaya diri "Kalau begitu aku ingin kau lindungi Izuku!" baru Katsuki mau menganggukkan kepalanya, ekspresinya langsung berubah, mengatakan the hell?! Dan meminta penjelasan dari sang ibu "Kau tidak lihat?" dengan sedikit kasar, Mitsuki memutar tubuh Katsuki menghadap Izuku –yang kaget dengan kenapa tiba-tiba Mitsuki mengadapkan Katsuki padanya. Sementara Inko, yang dari tadi memperhatikan tingkah sahabatnya terhadap Katsuki hanya tersenyum geli. Dia tau betul kalau Mitsuki sedang mencoba untuk mencuci otak Katsuki –dengan maksud baik tentunya "Lihat dia Katsuki! Dia adalah perempuan! Dan kau adalah laki-laki! Sebagai laki-laki yang jantan, kau harus bisa melindungi perempuan!"
Seolah mendapatkan pencarahan dari tuhan, wajah anak laki-laki yang tadinya terlihat bingung, cerah kembali dan tersenyum lebar. Tanpa ragu, dia menggenggam salah satu tangan Izuku "aku mengerti! Sebagai laki-laki jantan, aku akan melindungi Izuku!" ucapnya pada kedua ibu di hadapannya, Izuku yang wajahnya semakin memerah karena tangannya di genggam oleh anak laki-laki yang mulai berlari sambil menarik tangannya, di dalam hatinya, dia senang dengan kata-kata anak laki-laki yang menyeretnya? Masuk ke dalam bangunan TK "yang berani menyakiti Izuku akan aku bunuh!" rasa senang di dalam perasaan Izuku sirna mendengar kalimat terakhir yang Katsuki ucapkan, berganti dengan perasaan khawatir dan panic.
"Ja –Jangan! Kau tidak boleh melakukan itu!"
Tak setelah itu, Semburan tawa dari kedua ibu baru terdengar saat kedua anak mereka masuk kedalam bangunnan TK. Keduanya sama sekali tidak menyangka kalau proses pencucian otak (tidak menggunakan Quirk, hanya cara menghipnotis anak-anak yang ia pelajari di acara TV) yang di lakukan Mitsuki berjalan sukses "Aaah! Ya ampun! Mereka benar-benar manis dan imut!" Inko mengangguk setuju dengan tanggapan dari sahabatnya.
"Sepertinya mereka akan menjadi teman baik seperti kita" Mitsuko tersenyum setuju dengan pernyataan Inko. Keduanya saling bertukar senyum, sebelum akhirnya megatakan selamat tinggal dan pergi berkerja.
